BerandaBerandaEkonomi NTB Triwulan II-2026 Tumbuh 7,41 Persen, Sektor Tambang Masih Jadi Penyumbang...

Ekonomi NTB Triwulan II-2026 Tumbuh 7,41 Persen, Sektor Tambang Masih Jadi Penyumbang Utama

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada triwulan II-2026 mencatatkan kinerja positif dengan tumbuh sebesar 7,41 persen secara tahunan (year-on-year). Sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi penopang utama lonjakan laju perekonomian di wilayah tersebut.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Wahyudin, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Mataram, Rabu (5/8/2026) siang.

Wahyudin menjelaskan bahwa seluruh atau 17 lapangan usaha yang dipantau BPS mengalami pertumbuhan positif pada periode ini. Sektor pertambangan dan penggalian mencatatkan lonjakan tertinggi hingga mencapai 30,57 persen.

“Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Pertambangan dan penggalian tumbuh paling signifikan, disusul industri pengolahan sebesar 7,45 persen serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang sebesar 6,52 persen,” ujar Wahyudin.

Selain tiga sektor utama tersebut, sejumlah lapangan usaha penunjang juga mencatatkan angka pertumbuhan yang solid:

  • Jasa Keuangan: 5,69 persen
  • Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum: 4,86 persen
  • Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib: 4,68 persen
  • Perdagangan Besar dan Eceran, serta Reparasi Mobil/Sepeda Motor: 4,33 persen
  • Jasa Pendidikan: 4,22 persen

Adapun sektor-sektor lainnya tumbuh melandai di rentang 2 hingga 3 persen, di antaranya jasa lainnya (3,49 persen), pengadaan listrik dan gas (3,39 persen), konstruksi (3,14 persen), informasi dan komunikasi (2,93 persen), jasa perusahaan (2,88 persen), transportasi dan pergudangan (2,83 persen), pertanian, kehutanan, dan perikanan (2,54 persen), real estat (2,49 persen), serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial (2,38 persen).

Kinerja Semester I-2026

Secara kumulatif, performa ekonomi NTB sepanjang Semester I-2026 dibanding Semester I-2025 (c-to-c) tercatat melesat hingga 10,42 persen.

Dilihat dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian kembali mendominasi pertumbuhan secara kumulatif dengan raihan 31,18 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, penggerak utama pertumbuhan dipicu oleh kinerja ekspor yang agresif. Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatatkan lonjakan tertinggi hingga 68,17 persen sepanjang enam bulan pertama tahun 2026.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI