Mataram (globalfmlombok.com) – Pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB membengkak menjadi Rp250 miliar. Anggaran senilai tersebut untuk pembangunan fisik sekitar Rp200 miliar, dan tambahan anggaran sekitar Rp50 miliar khusus untuk pengadaan interior dan mebeler gedung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengatakan gedung baru DPRD NTB ini dibangun lima tingkat. Penambahan anggaran sekitar Rp50 miliar dari rencana awal merupakan hasil masukan dan pertimbangan teknis agar gedung dewan yang baru bisa langsung siap pakai setelah konstruksi rampung.
“Usulan awal untuk konstruksi gedungnya saja sekitar Rp 200-an miliar. Tapi tadi ada masukan agar diupayakan sekalian untuk kebutuhan mebeler di dalam gedung, diperkirakan sekitar Rp 50 miliar. Namun angka ini sifatnya masih usulan,” ujarnya, kemarin.
Wijaya mengatakan, gedung baru DPRD NTB ini dirancang setinggi lima lantai, terdiri dari satu lantai basement untuk area parkir serta empat lantai di atasnya yang difungsikan sebagai ruang kerja dewan dan kegiatan legislatif.
Desain interior maupun eksterior bangunan akan mengusung kearifan lokal yang mewakili tiga etnis besar di NTB, yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo. Selain berkonsep kebudayaan lokal, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga memberi arahan agar gedung ini mengusung konsep green building yang hemat energi.
“Pak Gubernur minta disiapkan penggunaan panel surya untuk efisiensi operasional listrik dan air. Gedung ini juga diintegrasikan dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lantai bawah untuk mendukung era kendaraan listrik,” katanya.
Dari segi keamanan dan kenyamanan, Jaya mengatakan gedung baru bagi 65 anggota DPRD ini dirancang tahan gempa, memiliki instalasi kabel tersembunyi, taman yang luas, serta kolam retensi untuk pengendalian drainase sekaligus cadangan air pemadam kebakaran.
Khusus untuk ruang aspirasi atau penerimaan demonstrasi juga didesain agak jauh dari jalan utama untuk mengantisipasi potensi kerusuhan saat aksi massa. Saat ini, bebernya, progres pembangunan gedung DPRD ini masih tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Seluruh dokumen DED ditargetkan rampung pada September mendatang.
“Begitu DED selesai, proyek akan langsung masuk ke tahap pengadaan melalui mekanisme lelang yang ditargetkan mulai Oktober atau November 2026,” jelasnya.
Pembangunan gedung berlantai lima dari anggaran APBN ini dikerjakan melalui skema single year. Untuk penandatanganan kontrak konstruksi diharapkan bisa dilakukan Januari 2027.
“Nah Pekerjaan fisik diperkirakan memakan waktu 11 bulan sehingga Desember 2027 sudah selesai,” ucapnya.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proses serah terima bangunan dan pemanfaatan gedung DPRD NTB yang baru dapat direalisasikan pada awal 2028. (era)


