BerandaBerandaPolisi Periksa Santri Korban Kekerasan di Ponpes

Polisi Periksa Santri Korban Kekerasan di Ponpes

Mataram (globalfmlombok.com) – Tim Penyidik Polres Lombok Tengah mulai melakukan penyelidikan kasus tiga orang santri di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah yang diduga menjadi korban kekerasan berupa pembakaran oleh temannya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean Kamis (4/6/2026) mengatakan, pihaknya kini telah turun lapangan untuk memeriksa sejumlah saksi. “Kemarin pada Rabu (3/6/2026) kami telah melakukan interogasi lisan terhadap salah satu anak korban dan ayahnya,” jelasnya.

Selain meminta keterangan anak korban dan orang tuanya, pihak kepolisian juga mengambil dokumentasi kondisi luka fisik yang dialami korban.

Punguan mengaku bahwa saat ini pihaknya belum meminta keterangan atau mendatangi ponpes tempat korban mengenyam pendidikan. Ponpes tersebut sebelumnya diduga sebagai tempat korban mengalami kriminalitas oleh temannya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah itu membenarkan bahwa korban dalam perkara ini berjumlah tiga orang. Terkait informasi yang mengatakan salah satu korban meninggal dunia, ia mengaku perlu melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Selanjutnya kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk detailnya tidak bisa saya sampaikan. Yang pasti dilakukan percepatan (penanganan),” tandasnya.

Sebelumnya, perkara ini terkuak ke publik setelah sebuah video beredar di media sosial Facebook yang memperlihatkan dua santri yang terbaring di kamar rumah sakit. Kedua santri tersebut sama-sama terbalut perban dan luka bakar di sekujur tubuh.

Informasi perihal tiga orang santri yang diduga dibakar tersebut kemudian mendapat atensi dari Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi.

Joko pada Rabu (3/6/2026) mengatakan, peristiwa tersebut di sebuah Ponpes di Lombok Tengah itu diduga terjadi pada November 2025 lalu. “Saya baru tahu sekarang. Jadi ada anak yang tersiram bensin dan terbakar kena luka (bakar) dan satu meninggal dunia,” sebutnya.

Ia melanjutkan, peristiwa ini memang baru terungkap ke publik. Dia mengaku saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai insiden ini. Termasuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Sementara itu, Humas Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah Nurul Hilmi saat dihubungi mengaku perlu mendalami lebih lanjut informasi perihal dugaan pembakaran di ponpes tersebut. (mit)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI