Mataram (globalfmlombok.com) —
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan meteorologis yang kian meluas. NTB kini resmi memasuki puncak musim kemarau, diperparah oleh fenomena El Niño kategori Sangat Kuat yang diprediksi bertahan hingga beberapa bulan ke depan.
Forecaster on Duty BMKG Staklim NTB, Suci Agustiarini akhir pekan kemarin melaporkan bahwa mayoritas wilayah NTB mengalami penurunan curah hujan yang sangat drastis pada Dasarian III Juli 2026.
Kekeringan Ekstrem: Kabupaten Bima Capai 74 Hari Tanpa Hujan
Berdasarkan monitoring BMKG, curah hujan di wilayah NTB secara umum berada pada kategori Rendah (). Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di NTB tercatat sangat bervariasi, dari kategori Sangat Pendek hingga Sangat Panjang.
Rekor HTH Terpanjang:
Pos Hujan Belo dan Pos Hujan Bolo di Kabupaten Bima mencatatkan Hari Tanpa Hujan hingga 74 hari berturut-turut. Kondisi ini secara resmi masuk dalam kategori Kekeringan Ekstrem ().
Sementara itu, curah hujan tertinggi di NTB hanya tercatat sebesar di Pos Hujan Lenangguar.
Dampak El Niño Sangat Kuat dan Dinamika Atmosfer
BMKG memaparkan bahwa indeks anomali SST di wilayah Nino3.4 menunjukkan fenomena ENSO berada pada tingkat El Niño Sangat Kuat dengan indeks .
Selain itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada pada fase Netral () dan berpotensi beralih menuju IOD Positif mulai September hingga Desember 2026. Kombinasi kedua fenomena ini membuat pasokan uap air minim, sehingga potensi hujan pada Dasarian I Agustus 2026 () di seluruh NTB sangat kecil, yaitu kurang dari 10%.
Peta Wilayah Terdampak: Level Waspada hingga Awas
BMKG membagi wilayah NTB yang berpotensi terdampak kekeringan meteorologis ke dalam tiga tingkatan status:
- Level Awas (Prioritas Utama)
- Lombok Timur: Kec. Labuhan Haji, Pringgabaya, Suela, Sukamulia, Wanasaba
- Lombok Utara: Kec. Bayan
- Sumbawa Barat: Kec. Jereweh
- Sumbawa: Kec. Labuhan Badas, Moyo Utara, Moyo Hilir, Sumbawa, Unter Iwes
- Dompu: Kec. Kilo, Pajo
- Kab. Bima: Kec. Belo, Bolo
- Kota Bima: Kec. Raba
- Level Siaga
- Lombok Barat: Kec. Batulayar, Labuapi, Lembar
- Lombok Tengah: Kec. Batukliang, Janapria
- Lombok Timur: Kec. Jerowaru, Keruak, Sakra Barat, Sikur, Terara
- Lombok Utara: Kec. Gangga, Tanjung
- Sumbawa Barat: Kec. Poto Tano | Sumbawa: Kec. Batulanteh
- Dompu: Kec. Manggalewa, Woja
- Kab. Bima: Kec. Donggo, Lambitu, Soromandi
- Level Waspada
- Lombok Barat: Kec. Sekotong
- Sumbawa Barat: Kec. Taliwang
- Sumbawa: Kec. Empang
- Kab. Bima: Kec. Lambu
Imbauan BMKG untuk Masyarakat NTB
Menanggapi meluasnya status Siaga dan Awas kekeringan, BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengambil langkah antisipasi:
- Hemat Air Bersih: Gunakan air secara bijak untuk mencegah krisis air bersih pasokan rumah tangga maupun pertanian.
- Waspada Kebakaran: Hindari pembakaran sampah sembarangan dan jangan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan guna mencegah kebakaran hutan, lahan (karhutla), serta pemukiman.
- Jaga Kesehatan: Tetap penuhi kebutuhan cairan tubuh di tengah cuaca terik musim kemarau.(r)


