Beranda blog Halaman 94

Bank NTB Syariah – GOW Kota Mataram Apresiasi Perempuan melalui Aksi Sosial di Momentum Hari Kartini 2026

Mataram (globalfmlombok.com)-

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT Bank NTB Syariah bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan peringatan yang dilaksanakan di Kota Mataram sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan oleh GOW Kota Mataram. Dalam momentum tersebut, Bank NTB Syariah menyalurkan bantuan sembako kepada para petugas kebersihan perempuan (pasukan kuning) yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan Kota Mataram. Aksi ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata para perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Aksi sosial ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian, namun juga refleksi atas semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang terus relevan hingga saat ini. Perempuan masa kini tidak hanya berperan dalam lingkup domestik, tetapi juga aktif dalam berbagai sektor strategis, termasuk ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah.

Branch Manager Bank NTB Syariah KC Islamic Center, Ulvi Anowta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bank dalam menghadirkan nilai “Berkah Bermakna” bagi masyarakat.

“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa peran perempuan sangat penting dalam membangun daerah yang lebih maju dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada para perempuan hebat yang seringkali bekerja di balik layar namun memiliki kontribusi besar bagi kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bank NTB Syariah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan, baik melalui program sosial, literasi keuangan, maupun akses terhadap layanan perbankan syariah yang inklusif. Dukungan ini juga menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan Bank NTB Syariah yang setiap tahunnya turut mendukung kegiatan organisasi perempuan di Kota Mataram, termasuk GOW sebagai wadah sinergi berbagai organisasi perempuan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bersama untuk terus memperkuat peran perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan, sejalan dengan semangat emansipasi yang diwariskan oleh Kartini kepada bangsa Indonesia

Masih Dirawat di RS Karena Stroke, Satu CJH Kloter II Lombok Tengah Tertunda Berangkat

Mataram (globalfmlombok.com) —

Seorang calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lombok Tengah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) II Embarkasi Lombok tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci setelah mengalami sakit stroke dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Laman, mengatakan jumlah CJH Kloter II yang semula 393 orang berkurang menjadi 392 orang yang siap diberangkatkan.

“Yang kami terima sebanyak 392 CJH karena satu orang harus dirawat di rumah sakit akibat stroke,” ujar Laman dalam konferensi pers, Rabu (22/4/2026) malam.

Ia menjelaskan, Kloter II asal Lombok Tengah telah masuk Asrama Haji Embarkasi Lombok sejak Rabu pagi. Namun, satu jamaah dinyatakan tidak layak terbang sehingga harus ditunda keberangkatannya.

Untuk menghindari kekosongan kursi (open seat) dalam penerbangan, pihak penyelenggara haji mengambil langkah dengan menggantinya menggunakan jamaah dari kloter lain.

“Sudah ada pengganti, yakni jamaah dari Kloter tujuh yang dimajukan keberangkatannya untuk mengisi kursi kosong,” kata Laman.

Ia menambahkan, pengisian kursi kosong menjadi perhatian khusus karena dapat berpengaruh pada kelancaran operasional penerbangan haji. Oleh karena itu, setiap kekosongan harus segera diantisipasi.

Keberangkatan Kloter II dimulai dengan proses pelepasan pada pukul 02.00 WITA. Sementara itu, proses pemeriksaan administrasi dan kelengkapan jamaah dilakukan sejak tengah malam. Seluruh jemaah Kloter II berangkat ke Madinah melalui Bandara Lombok hari Kamis 23 April 2026 pukul 07.35 Wita menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Total CJH Kloter II yang diberangkatkan berjumlah 393 orang, terdiri dari 211 laki-laki dan 182 perempuan, termasuk petugas dan tenaga kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 86 orang merupakan lanjut usia (65 tahun ke atas), sementara 307 lainnya non-lansia. Jamaah tertua berusia 87 tahun dan termuda 20 tahun.

Sementara itu, Laman juga memastikan Kloter I asal Kabupaten Lombok Timur telah tiba di Madinah, Arab Saudi, dalam kondisi sehat.“Alhamdulillah, Kloter I sudah tiba di Madinah dan seluruh jamaah dalam keadaan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Mirza Akbar memastikan tidak ada kendala dalam aspek keimigrasian. Seluruh dokumen perjalanan jamaah, termasuk paspor dan visa, telah dipersiapkan jauh hari sebelum keberangkatan.“Dari sisi keimigrasian tidak ada masalah,” kata Mirza.(ris)

Lepas Kloter Perdana, Gubernur Tegaskan Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Haji

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal secara resmi melepas jamaah haji Embarkasi Lombok Kloter 1 asal Kabupaten Lombok Timur di Asrama Haji Kelas I Lombok, Selasa (21/4/2026) malam. Pelepasan tersebut menjadi awal rangkaian pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) NTB tahun 2026.

Kegiatan itu dihadiri anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samudra, unsur Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, serta tokoh agama. Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi NTB, H. Lalu Muhammad Amin.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa syukur atas dimulainya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 ini. Gubernur menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji melalui kehadiran Kementerian Haji.

“Ini adalah bentuk ikhtiar untuk memastikan pelayanan kepada jemaah haji semakin baik. Ini juga merupakan mimpi lama Presiden agar pengelolaan haji bisa lebih optimal,” ujar Gubernur.
Selain itu, ujarnya, jemaah yang berangkat merupakan orang-orang pilihan yang mendapat panggilan Allah SWT. Ia mengajak seluruh jemaah untuk mensyukuri kesempatan tersebut dengan menjaga kesehatan dan kekhusyukan selama beribadah.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa JCH Indonesia dikenal dunia sebagai jemaah yang tertib, ramah, dan saling membantu. Karena itu, jemaah asal NTB diminta menjaga nama baik daerah dan bangsa selama berada di Tanah Suci.

“Bapak Ibu bukan hanya menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi duta bangsa dan duta NTB. Jaga sikap, ikuti aturan, dan patuhi arahan pembimbing,” ujarnya mengingatkan.
Secara khusus, Gubernur menitipkan doa kepada seluruh jemaah agar mendoakan kemajuan dan keselamatan Provinsi NTB di tempat-tempat mustajab.

“Kami titip satu amanah, doakan NTB agar menjadi daerah yang makmur, sejahtera, dan dijauhkan dari bencana. Doa para jemaah sangat berarti bagi daerah ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi NTB, H. Lalu Muhammad Amin, melaporkan jumlah jamaah Kloter 1 asal Lombok Timur sebanyak 393 orang. Dari jumlah tersebut, dua orang tidak dapat berangkat karena kondisi kesehatan dan telah digantikan oleh yang lain.

Sebagai informasi, total JCH Embarkasi Lombok tahun 2026 sebanyak 5.798 orang yang terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter). Pemberangkatan dijadwalkan berlangsung mulai 22 April hingga 10 Mei 2026, dengan kloter pertama berasal dari Kabupaten Lombok Timur dan kloter terakhir merupakan gabungan dari sejumlah daerah di NTB. Sementara, Selasa (22/4), JCH asal Kabupaten Lombok Tengah masuk Asrama Haji dan diberangkatkan Kamis (23/4) pagi menuju Arab Saudi menggunakan maskapai Garuda Indonesia. (r/ham)

Terima Uang Ratusan Juta, Anggota DPRD NTB Mengaku Bingung dan Titipkan ke Kejati

Mataram (globalfmlombok.com) – Sidang dugaan gratifikasi yang melibatkan anggota DPRD NTB kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Mataram, Rabu (22/4/2026). Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan enam anggota DPRD NTB sebagai saksi.

Enam saksi yang dihadirkan yakni Nurdin Marjuni dan Misbach Mulyadi dari Partai Golkar, Muhannan Mu’min Mushonnaf dan Burhanuddin dari PKS, Hulaemi dari PAN, serta Ruhaiman dari PPP. Mereka memberikan kesaksian secara bergiliran di hadapan majelis hakim.

Dalam persidangan terungkap, tiga saksi yakni Muhannan, Burhanuddin, dan Nurdin mengaku menerima uang ratusan juta rupiah dari para terdakwa. Namun, mereka menyatakan tidak mengetahui secara pasti peruntukan uang tersebut.

Muhannan dan Burhanuddin mengaku menerima uang masing-masing Rp200 juta dari terdakwa Indra Jaya Usman. Penyerahan uang terjadi setelah keduanya diminta bertemu oleh Wakil Ketua II DPRD NTB, Yek Agil, untuk membahas program yang disebut sebagai “direktif gubernur”.

Pertemuan berlangsung di kediaman Indra Jaya Usman di Gunungsari, Lombok Barat, pada awal Juli 2025. Dalam pertemuan tersebut, keduanya menerima uang yang dibungkus tas plastik berwarna hitam.

“Beliau mengatakan program direktif gubernur. Program sudah dikerjakan dan saya tidak tahu siapa yang kerjakan,” ujar Muhannan di persidangan.

Sementara itu, Nurdin Marjuni mengaku menerima uang sebesar Rp180 juta dari terdakwa Hamdan Kasim. Uang tersebut diberikan pada 12 Juli 2025 di kediaman Hamdan di Karang Bedil, Kota Mataram.

Menurut Nurdin, saat itu Hamdan menyebut uang tersebut sebagai bentuk “terima kasih gubernur”. Namun, ia mengaku bingung dengan maksud pemberian tersebut dan tidak mengetahui kaitannya dengan pokok-pokok pikiran (pokir) dewan.

Berbeda dengan dua saksi lainnya, Nurdin menyimpan uang tersebut selama sekitar tiga bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk mengembalikannya.

Ketiga saksi menyatakan sempat berupaya mengembalikan uang tersebut kepada pemberi. Namun, upaya itu tidak berhasil karena para terdakwa sulit dihubungi.

“Saya coba kembalikan tapi katanya di luar daerah terus,” ujar Nurdin.

Akhirnya, uang tersebut dititipkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Muhannan dan Burhanuddin mengembalikan uang melalui staf ahli fraksi PKS pada Juli 2025, sedangkan Nurdin mengembalikannya secara mandiri pada akhir Oktober 2025. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Terima Uang Ratusan Juta, Tiga Anggota DPRD NTB Akui Bingung Peruntukannya

Mabes Polri Gelar Diskusi Keterbukaan Informasi di Polda NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Mabes Polri melalui Divisi Humas menggelar Diskusi Publik Keterbukaan Informasi Publik di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, sebagai narasumber utama.

Diskusi yang berlangsung di Astoria Lombok Hotel Mataram tersebut turut dihadiri Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Brata, Tim Divisi Humas Mabes Polri yang dipimpin Karopidivhumas Polri, Brigjen Pol. Tjahyono Saputro, S.I.K, jajaran Pejabat Utama Polda NTB, Kabid Humas Polda NTB, serta para Kasi dan personel Humas Polres se-NTB.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Diskusi berlangsung dinamis, ditandai dengan interaksi aktif, pertanyaan kritis, serta respons konstruktif dari para peserta yang hadir.

Dalam paparannya bertajuk “Optimalisasi Keterbukaan Informasi Publik pada Humas Polri sebagai Badan Publik yang Informatif” Ahsanul Khalik yang akrab disapa Aka, menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan informasi di era digital.

“Hari ini bukan lagi siapa yang paling benar, tetapi siapa yang paling cepat menyampaikan informasi. Jika Polri terlambat, maka ruang tersebut akan diisi oleh spekulasi dan hoaks,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik harus dipahami secara tepat, yakni membuka informasi terkait kebijakan dan kinerja, bukan membuka data pribadi.

Menurutnya, tantangan di lapangan masih cukup kompleks, mulai dari belum seragamnya respons informasi, budaya komunikasi yang masih reaktif, hingga meningkatnya disinformasi di ruang digital.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan konsep “golden time informasi”, yakni periode krusial 1–3 jam pertama setelah suatu peristiwa terjadi yang sangat menentukan pembentukan opini publik. “Siapa yang pertama menyampaikan informasi, dialah yang membentuk persepsi publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi tetap memiliki batasan hukum, terutama terhadap informasi yang dikecualikan seperti data penyidikan, informasi intelijen, dan data pribadi.

Ia juga mendorong transformasi peran Humas Polri agar lebih proaktif, adaptif, dan komunikatif dalam menjawab kebutuhan informasi masyarakat. “Humas Polri bukan lagi sekadar penyampai informasi, tetapi pengelola kepercayaan publik,” katanya.

Menurutnya, keterbukaan informasi yang dikelola dengan baik akan berdampak langsung pada penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk dalam menangkal hoaks, meredam konflik sosial, serta meningkatkan partisipasi publik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Mabes Polri dalam meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik di wilayah hukum Polda NTB sekaligus memperkuat peran Humas sebagai garda terdepan komunikasi institusi.

Menurutnya, pentingnya keseimbangan antara transparansi dan perlindungan hukum. “Keterbukaan bukan berarti membuka semuanya. Ada yang wajib disampaikan, dan ada yang wajib dilindungi. Di situlah profesionalitas Humas Polri diuji,” ujarnya. (r/ham)

DPRD NTB Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Gubernur Tekankan Kerja Kolektif Hadapi Tantangan Daerah

Mataram (globalfmlombok.com) – DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa (22/4/2026). Rekomendasi tersebut menjadi catatan strategis untuk meningkatkan kinerja dan akuntabilitas Pemerintah Provinsi NTB ke depan.

Rapat Paripurna diawali dengan penyampaian rekomendasi serta penyerahan keputusan DPRD NTB terhadap LKPJ Kepala Daerah Tahun 2025. Forum ini menjadi bagian penting dalam mekanisme checks and balances antara legislatif dan eksekutif.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dalam sambutannya menegaskan kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan.

“Kemajuan daerah lahir dari kolektivitas. Kita harus bangkit bersama menuju NTB sebagai provinsi kepulauan yang makmur mendunia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kritik dan rekomendasi dari DPRD merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan. “Kritik untuk memperbaiki adalah bentuk keseriusan dan atensi DPRD dalam menjalankan fungsinya,” tegasnya.

Gubernur mengakui tantangan pembangunan daerah ke depan tidak ringan, terutama terkait meningkatnya kebutuhan lapangan kerja, dinamika global, serta keterbatasan kapasitas fiskal daerah

“Tuntutan lapangan kerja semakin besar, situasi global terus berubah, sementara kapasitas fiskal kita terbatas. Karena itu, kita membutuhkan kerja bersama yang tidak biasa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memperkenalkan sejumlah pejabat eselon II baru hasil seleksi terbuka (pansel) kepada forum DPRD, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Direktur RSUD Provinsi NTB, serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB.

Pengenalan ini diharapkan memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan agenda pembangunan daerah.

Rapat paripurna berlangsung dengan tertib dan menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara Pemerintah Provinsi NTB dan DPRD guna mendorong pembangunan daerah yang lebih akuntabel, responsif, dan berkelanjutan. (r/ham)

Laporkan Salah Satu Akun ke Polisi, Ketua DPRD NTB Dukung; Gubernur: Jadi Edukasi Publik

Mataram (globalfmlombok.com) – Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, mendukung langkah Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang melaporkan RWB atau pemilik akun SA ke pihak kepolisian. Dukungan tersebut diberikan karena tindakan penyebaran data pribadi dinilai melanggar privasi dan tidak dapat dibenarkan.

“Saya kira hal yang wajar seorang gubernur menyampaikan laporannya terkait dengan adanya permasalahan (laporan data pribadi, red). Kita hargai privasi orang,” ujar Isvie, Rabu (22/4/2026).

Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki hak untuk mengkritik pemerintah. Namun, kritik harus disampaikan secara konstruktif dan tidak menyerang ranah pribadi.

“Tidak boleh keterlaluan juga. Boleh mengkritik dengan cara konstruktif, jangan sampai menyerang pribadi,” katanya.

Secara terpisah, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa laporan terhadap akun SA atau RWB tersebut merupakan bentuk edukasi kepada publik. Laporan itu bersifat pribadi dan diduga berkaitan dengan penyebaran data pribadi dirinya di ruang digital.

Iqbal menyatakan, langkah hukum tersebut bukan didasari rasa marah atau dendam, melainkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai batas antara kritik dan ujaran kebencian.

“Itu niatnya untuk edukasi publik. Saya tidak dendam. Tidur sedikit tapi tetap sehat, karena saya tidak marah dan dendam,” ujarnya.

Orang nomor satu di NTB itu diketahui melaporkan Direktur NTB Care, RWB ke polisi. Berdasarkan surat bernomor B/285/IV/RES.2.5./2026/Ditreskrimsus tertanggal 16 April 2026, RWB diduga melanggar Pasal 67 ayat (2) juncto Pasal 65 ayat (2) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP).

RWB telah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyelidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda NTB pada Senin (20/4/2026). Namun, melalui akun SA, ia menyampaikan belum dapat memenuhi panggilan tersebut dan berjanji akan hadir pada Senin (27/4/2026). Ia juga mengaku telah mengonfirmasi kehadiran kepada penyidik melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa laporan yang diajukan Gubernur NTB merupakan tindakan dalam kapasitas pribadi sebagai warga negara, sehingga tidak dapat dipandang sebagai upaya membungkam kritik.

Menurutnya, perkara ini bukan sekadar kritik terhadap pemerintah, melainkan rangkaian dugaan penyebaran data pribadi tanpa izin yang dilakukan berulang, disertai narasi yang dinilai merendahkan dan provokatif. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Laporkan Salah Satu Akun ke Polisi: Ketua DPRD NTB Dukung, Gubernur Sebut sebagai Edukasi

Terduga Pelaku Curanmor di Area Parkir Puskesmas Senaru Ditangkap Polisi

Tanjung (globalfmlombok.com) – Terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di area parkir Puskesmas Senaru, Kabupaten Lombok Utara, berhasil diamankan jajaran Polsek Bayan sesaat setelah kejadian, Senin (20/4/2026).

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta melalui Kapolsek Bayan IPTU I Wayan Cipta Naya, Rabu (22/4/2026), mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan melalui penyelidikan intensif, termasuk pemanfaatan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa curanmor tersebut terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 05.30 Wita. Pelaku berinisial R diduga mengambil sepeda motor milik keluarga pasien yang terparkir di halaman Puskesmas.

“Dalam penangkapan tersebut, kami juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hijau,” ujar Cipta Naya.

Ia menjelaskan, kasus ini terungkap setelah korban melaporkan kehilangan kendaraan kepada pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Polsek Bayan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menelusuri rekaman CCTV di lokasi dan sepanjang jalur yang diduga dilalui pelaku.

“Berbekal hasil olah TKP dan informasi dari masyarakat, identitas pelaku akhirnya berhasil kami ungkap,” katanya.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Bayan dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Kapolsek Bayan juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam membantu pengungkapan kasus tersebut. Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dengan aman, serta segera melapor apabila menemukan tindak kriminal di lingkungan sekitar.

“Dengan sinergi antara masyarakat dan kepolisian, kami harapkan situasi kamtibmas di wilayah Lombok Utara tetap aman dan kondusif,” tandasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Terduga Pelaku Curanmor Area Parkir Puskesmas Senaru Ditangkap

Ratusan Perahu di Pantai Senggigi Ditertibkan

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Sekitar 140 perahu nelayan yang selama ini parkir di kawasan Pantai Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama pihak kecamatan dan desa setempat. Penertiban ini menjawab keluhan pengunjung dan pelaku usaha pariwisata yang menilai kondisi kawasan tersebut semrawut.

Kepala Satpol PP Lobar, I Ketut Rauh, mengatakan penertiban dilakukan pada Selasa (21/4/2026) di kawasan Pantai Loocco. Sebelum penertiban, pihaknya telah melakukan sosialisasi secara persuasif kepada para pemilik perahu.

“Hasilnya, sekitar 140 perahu dipindahkan secara mandiri oleh pemiliknya. Tidak ada gesekan selama proses penertiban,” ujar Rauh, Rabu (22/4/2026).

Menurut dia, saat petugas turun ke lokasi, hanya ditemukan empat perahu yang masih tertambat di pesisir. Tiga di antaranya dalam kondisi rusak berat dan satu lainnya tengah diperbaiki. Tiga perahu yang rusak kemudian diangkat ke daratan, sementara satu unit dibiarkan untuk proses perbaikan.

Selain menertibkan perahu, petugas juga menata dua lapak parkir dan pedagang yang masih tersisa di lokasi. Penataan dilakukan secara humanis tanpa tindakan represif. Kegiatan bersih-bersih pantai juga dilakukan guna meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan.

Rauh menambahkan, pihaknya akan melanjutkan pengawasan melalui kegiatan gotong royong yang dijadwalkan pada Jumat (24/4/2026). Pengawasan dilakukan dengan menempatkan 10 personel secara bergiliran.

“Pagi hingga siang lima personel turun, dilanjutkan lima personel pada siang hingga sore. Ini untuk memastikan tidak ada lagi perahu yang kembali parkir di pesisir,” kata dia.

Penertiban ini merupakan bagian dari penataan bertahap kawasan Senggigi. Setelah titik tersebut, penertiban akan dilanjutkan ke wilayah Meninting dan sekitarnya.

Dengan penataan ini, kawasan Pantai Senggigi diharapkan semakin tertib, bersih, dan nyaman bagi wisatawan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Ratusan Perahu di Pantai Senggigi Ditertibkan

Pemancing Tenggelam di Sungai Dodokan Lembar Ditemukan Meninggal di Kedalaman 6 Meter

Mataram (globalfmlombok.com) –

Seorang pemancing yang dilaporkan tenggelam di Sungai Dodokan, kawasan Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (22/4/2026) sore.

Korban diketahui bernama Sarafudin (56), warga Dusun Segare Katon. Ia ditemukan oleh tim penyelam sekitar pukul 14.50 WITA di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 6 meter.

Jasad korban ditemukan tepat di lokasi awal korban dilaporkan hilang atau last known position (LKP). Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak laporan diterima pada pukul 11.22 WITA. Tim Rescue dari Kantor SAR Mataram bersama unsur gabungan dari kepolisian, BPBD, pemadam kebakaran, serta masyarakat setempat melakukan upaya pencarian secara intensif.

Proses pencarian dilakukan melalui penyisiran menggunakan perahu karet (rubber boat), pemantauan dari darat, hingga penggunaan alat deteksi bawah air aqua eye.

Koordinator Lapangan Kantor SAR Mataram, Fuad Hasan, mengatakan bahwa penemuan korban menandai berakhirnya operasi SAR.

“Korban ditemukan di dasar sungai melalui proses penyelaman di sekitar LKP. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan, antara lain satu unit kendaraan rescue car, perahu karet, perlengkapan selam, alat deteksi bawah air, serta peralatan medis dan komunikasi pendukung.

Peristiwa ini menambah daftar kejadian kecelakaan air di wilayah Lombok Barat dan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai.(ris/r)