Beranda blog Halaman 9

Kapolda NTB Kunjungi Polres Sumbawa Barat, Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima

Mataram (globalfmlombok)—

Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Sumbawa Barat, Jumat (5/6/2026). Sejumlah agenda strategis dijalani mulai dari kegiatan sosial, penghijauan, silaturahmi dengan pemerintah daerah hingga pengecekan fasilitas pendukung operasional kepolisian.

Kedatangan Kapolda bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTB Ny. Bulawan Widihastuti Kalingga, disambut jajaran kehormatan personel Polres Sumbawa Barat. Penyambutan berlangsung khidmat dan penuh semangat, sebagai bentuk penghormatan kepada pimpinan baru Polda NTB.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolda bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTB melakukan penanaman pohon di lingkungan Polres Sumbawa Barat. Kegiatan itu menjadi simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menciptakan kawasan kerja yang lebih hijau dan nyaman.

“Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini bagian dari ikhtiar bersama menjaga lingkungan, dan meninggalkan manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja.

Usai kegiatan penghijauan, Kapolda NTB dan Ny. Widihastuti Kalingga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat. Penyaluran bantuan berlangsung hangat dan mendapat sambutan positif dari para penerima.

“Kehadiran Polri harus dapat dirasakan masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami ingin memperkuat kedekatan serta kepedulian kepada warga yang membutuhkan,” kata Irjen Kalingga.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda juga bersilaturahmi dengan Bupati Sumbawa Barat. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan membahas sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian, dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah.

“Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan kepolisian, menjadi modal penting untuk menjaga situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain agenda silaturahmi, Alumni Akpol 1992 itu melakukan pengecekan langsung ke Gedung Tahti, gudang penyimpanan senjata api, serta ruang penyimpanan barang bukti. Pengecekan dilakukan guna memastikan seluruh prosedur pengamanan dan pengelolaan berjalan sesuai standar.

“Pengelolaan tahanan, senjata api, dan barang bukti harus dilakukan secara profesional, tertib, dan penuh tanggung jawab. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” tegas Kapolda.

Rangkaian kunjungan kerja ditutup dengan arahan kepada seluruh personel Polres Sumbawa Barat. Dalam arahannya, Jenderal Polri bintang dua kalahiran Surakarta, Jawa Tengah, 2 November 1970 itu menekankan pentingnya disiplin, integritas, serta pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

“Saya mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga nama baik institusi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kepercayaan publik harus dijaga melalui kerja nyata dan pengabdian yang tulus,” tandasnya.

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Kapolda NTB meninjau langsung kesiapan satuan kewilayahan, sekaligus memperkuat soliditas internal guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.(r)

Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemprov NTB Gelar GPM di Wilayah Miskin Ekstrem

Giri Menang (globalfmlombok.com) –

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (5/6). Kegiatan ini menyasar wilayah dengan kategori kemiskinan ekstrem serta masyarakat yang memiliki akses terbatas terhadap pasar dan bahan pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan bahwa pelaksanaan GPM merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya bagi masyarakat di daerah pelosok.

“Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya, termasuk di daerah-daerah pelosok. Kita harus memberikan pelayanan, terutama dalam penyediaan bahan pangan murah kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.343 keluarga di Taman Ayu juga menerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret.

Menurut Mirza, program GPM merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah.

“GPM ini kita upayakan bersama. Jangan hanya mengandalkan Dinas Pertanian, tetapi seluruh pihak harus berkolaborasi untuk melakukan pengendalian inflasi agar harga pangan tetap terjangkau oleh masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa GPM akan terus dilaksanakan setiap bulan di berbagai wilayah yang terindikasi mengalami kenaikan harga kebutuhan pokok. Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga melibatkan pelaku UMKM yang menyediakan berbagai komoditas dengan harga terjangkau.

Berdasarkan hasil pemantauan dan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelangkaan minyak goreng dan bahan bakar rumah tangga menjadi salah satu faktor yang memicu inflasi di hampir seluruh kabupaten dan kota di NTB.

“Kalau bulan ini satu titik, setiap bulan akan dilaksanakan GPM pada lokasi yang terindikasi mengalami kenaikan harga. Dari pantauan kami dan berdasarkan data BPS, bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng menjadi penyumbang inflasi karena terjadi kelangkaan di hampir seluruh daerah di NTB,” jelasnya.

Program GPM juga difokuskan pada desa berdaya yang masuk kategori miskin ekstrem. Langkah ini diharapkan dapat menekan lonjakan harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih murah.

“Sasaran GPM banyak berada di desa berdaya dan fokus pada desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem,” tambah Mirza.

Sementara itu, Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin, mengapresiasi pelaksanaan GPM yang dinilai mampu membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, stabilitas harga beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Dengan GPM ini diharapkan dapat menstabilkan harga-harga bahan pokok yang saat ini terus meningkat. Ini merupakan salah satu solusi dari Pemerintah Provinsi yang perlu terus dilaksanakan untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai kehadiran GPM sangat membantu warga, terutama di tengah kelangkaan sejumlah komoditas penting seperti beras dan minyak goreng.

“Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Apalagi saat ini yang paling langka adalah minyak goreng dan beras, sehingga program ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi terus berlanjut hingga kondisi ekonomi masyarakat semakin stabil,” pungkasnya.(r)

Kemenag NTB: Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pesantren. Setiap kasus yang mengarah pada tindak pidana diminta untuk segera dilaporkan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz, menyusul kembali mencuatnya kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum di sejumlah lembaga pendidikan keagamaan.

“Ini adalah tindakan kriminalitas yang tidak bisa ditoleransi. Karena itu kami bergerak cepat, turun langsung, dan melibatkan berbagai pihak untuk mengawal penanganannya,” kata Zamroni saat diwawancarai melalui video conference ketika melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Irsyad Gentang, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Jumat (5/6/2026).

Menurut Zamroni, Kementerian Agama bersama berbagai pihak terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap pesantren di seluruh NTB guna mencegah terjadinya pelanggaran serupa.

Ia menjelaskan bahwa sistem pengawasan terhadap pesantren telah diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pesantren. Selain pengawasan internal, pemerintah juga melibatkan pengawasan eksternal dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan.

“Kami tidak menutup-nutupi kasus kekerasan ini. Justru kami mendorong agar setiap pelanggaran yang masuk ranah kriminalitas ditindak secara tegas sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

Meski demikian, Zamroni mengingatkan masyarakat agar tidak menggeneralisasi seluruh pesantren akibat tindakan yang dilakukan oleh segelintir oknum. Menurut dia, banyak pesantren di NTB yang selama ini berkontribusi besar dalam pendidikan, pembinaan karakter, dan pembangunan sumber daya manusia.

“Jangan sampai karena satu kasus, kita mengabaikan fakta bahwa masih banyak pesantren yang sangat baik, berprestasi, dan melahirkan tokoh-tokoh hebat di berbagai bidang,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Irsyad Gentang, TGH Fathurrahman, mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag NTB yang dinilai aktif memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan pesantren.

Menurut dia, keterlibatan Kemenag terlihat mulai dari tingkat Kantor Wilayah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, hingga Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan.

“Kepala Kanwil Kemenag Provinsi sudah sangat baik memberikan perhatian terhadap setiap persoalan di pondok pesantren. Mulai dari tingkat kabupaten hingga KUA ikut turun memberikan perhatian,” ujarnya.

Fathurrahman mengatakan Kemenag juga mendorong seluruh pesantren untuk bersikap terbuka dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul, termasuk jika ditemukan dugaan kasus kekerasan seksual atau asusila.

“Kanwil Kemenag meminta setiap pelanggaran yang terjadi di pesantren diselesaikan secara terbuka dan dilaporkan agar memberikan efek jera kepada pelaku,” katanya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap pesantren dilakukan secara berjenjang mulai dari KUA, Kementerian Agama Kabupaten/Kota, hingga Kanwil Kemenag Provinsi NTB. Selain pengawasan, Kemenag juga rutin melakukan pembinaan kepada pengelola pesantren dan para santri.

Langkah tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari upaya memastikan lingkungan pesantren tetap aman, nyaman, dan kondusif sebagai tempat pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.(ris/r)

Utang BLUD Tuntas, Gubernur NTB Optimis Mampu Selesaikan Rekomendasi BPK di Atas 85 Persen

Mataram (globalfmlombok.com) –

Di tengah tantangan fiskal yang masih dihadapi daerah, Pemerintah Provinsi NTB  mendapatkan dua capaian penting pada tahun pertama pemerintahan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri.

Selain berhasil menuntaskan seluruh kewajiban utang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemprov NTB juga optimistis mampu menyelesaikan tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melampaui target nasional sebesar 85 persen.

Optimisme tersebut disampaikan Gubernur usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB dalam rangka Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jumat (5/6/2026).

Bagi Iqbal, hasil pemeriksaan tahun ini memiliki arti strategis karena menjadi audit pertama yang sepenuhnya merekam kinerja pemerintahan yang dipimpinnya bersama Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri sepanjang tahun 2025.

“Ini adalah pemeriksaan pertama terhadap hasil kerja yang sepenuhnya kami laksanakan selama tahun 2025. Karena itu, hasil pemeriksaan ini menjadi cerminan dari kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan yang kami bangun selama satu tahun terakhir,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh rekomendasi yang diberikan BPK akan ditindaklanjuti secara serius dan terukur sebagai bagian dari komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil.

“Insya Allah akan kami tindak lanjuti. Kami optimistis capaian penyelesaian tindak lanjut rekomendasi ini bisa berada di atas 85 persen,” tegasnya.

Komitmen tersebut ditopang oleh berbagai langkah pembenahan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk penyelesaian kewajiban keuangan yang selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian.

Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa seluruh utang pemerintah daerah, baik utang langsung Pemprov maupun utang pada BLUD, khususnya di RSUP Provinsi NTB, telah berhasil diselesaikan sesuai target yang ditetapkan.

“Kita sudah menyelesaikan utang, baik utang langsung Pemprov maupun utang di BLUD. Khususnya di RSUP, alhamdulillah sesuai target, akhir bulan lalu sudah selesai 100 persen,” ungkapnya.

Menurut Iqbal, penyelesaian kewajiban tersebut bukan sekedar capaian administratif, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi keuangan daerah yang lebih sehat, disiplin, dan berkelanjutan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB juga terus memperkuat sistem pengawasan internal melalui peningkatan alokasi anggaran pengawasan bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) guna mendorong tata kelola yang semakin efektif dan akuntabel.

Bagi Gubernur, hasil pemeriksaan BPK bukan sekedar ukuran kepatuhan administrasi, melainkan kompas untuk memastikan reformasi tata kelola berjalan di jalur yang benar. Karena itu, setiap rekomendasi akan ditindaklanjuti, setiap kelemahan akan dibenahi, dan setiap rupiah anggaran harus kembali menjadi manfaat nyata bagi masyarakat NTB. (ris/r))

Pemprov NTB Raih WTP ke-15, BPK Apresiasi Transformasi Tata Kelola Keuangan Pemprov

Mataram (globalfmlombok.com)–

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memberikan apresiasi terhadap transformasi tata kelola keuangan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri.

BPK menilai berbagai langkah pembenahan yang dilakukan tidak hanya menunjukkan arah perubahan yang jelas, tetapi juga mulai menghadirkan hasil nyata dalam pengelolaan keuangan daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua BPK RI, Dr. Isma Yatun, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB dalam rangka Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jumat (5/6/2026).

“Kehadiran saya hari ini secara khusus merupakan bentuk apresiasi atas transformasi tata kelola di tahun pertama kepemimpinan Bapak Gubernur Lalu Muhamad Iqbal. Komitmen akuntabilitas yang ditunjukkan Pemprov NTB membuktikan bahwa daerah ini tidak hanya siap membangun, tetapi juga siap mendunia,” ujar Ketua BPK RI.

Menurut Isma Yatun, berbagai perbaikan yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB berhasil menjawab sejumlah persoalani mendasar yang sebelumnya menjadi perhatian dalam pemeriksaan BPK. Hal tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun tata kelola yang lebih sehat, transparan, disiplin, dan akuntabel.

BPK mencatat keberhasilan Pemprov NTB dalam menuntaskan sejumlah persoalan strategis yang sebelumnya menjadi catatan penting dalam pemeriksaan tahun 2024, khususnya pada sektor kesehatan dan pendidikan. Permasalahan pengendalian terkait utang belanja rumah sakit daerah yang sebelumnya menjadi perhatian serius kini tidak lagi terulang, seiring dengan pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan disiplin. Bahkan seluruh utang belanja dan utang bank pada RSUD Provinsi NTB telah berhasil dilunasi pada tahun 2025.

Di sektor pendidikan, BPK juga menilai langkah progresif yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB melalui penghapusan pungutan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) pada SMA dan SMK sejak Semester II Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan akses layanan pendidikan bagi masyarakat.

Atas hasil pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2025, BPK kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke- 15. BPK menilai bahwa meskipun masih terdapat sejumlah catatan terkait pengendalian dan kepatuhan, dampaknya tidak berpengaruh material dan signifikan terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

Ketua BPK RI menegaskan bahwa capaian tersebut hendaknya tidak dimaknai sebagai tujuan akhir, melainkan momentum untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah melalui percepatan tindak lanjut atas seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

BPK juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Pemerintah Provinsi NTB dan DPRD NTB dalam mendukung pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara eksekutif dan legislatif menjadi fondasi penting untuk memastikan setiap rupiah APBD memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Ketua BPK RI menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi NTB dan DPRD NTB atas komitmen yang ditunjukkan dalam mendukung pelaksanaan tugas konstitusional BPK. Keberhasilan mempertahankan opini WTP, menurutnya, harus menjadi pijakan untuk memperkuat integritas fiskal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat terwujudnya visi NTB Mendunia.(Kominfotik)

Jemaah Haji Kloter 3 dari Lobar Tiba di Asrama Haji, Disambut Keluarga dengan Penuh Haru dan Syukur

Mataram (globalfmlombok.com)-

Sebanyak 393 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 3 asal Kabupaten Lombok Barat resmi diserahkan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenhaj NTB), Lalu Muhamad Amin, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat.

“Selamat datang kembali ke tanah air kepada Jemaah Haji Kloter 3 asal Kabupaten Lombok Barat. Semoga seluruh jemaah kembali dengan sehat, selamat, serta menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh. Kepulangan ini menjadi titik tolak untuk terus berkontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya, Kamis sore 4 Juni 2026.

Lalu Amin juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lombok Barat atas dukungan terhadap penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari persiapan, pemberangkatan hingga penyambutan jemaah.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada petugas kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, KBHU, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan jemaah.

“Atas nama PPIH Embarkasi dan Debarkasi Lombok, kami memohon maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan. Insya Allah akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan mutu penyelenggaraan ibadah haji pada masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah kembali dalam jumlah yang sama seperti saat keberangkatan.

“Kloter 3 ini berangkat dalam jumlah yang sama dan pulang dalam jumlah yang sama. Ini adalah kebahagiaan kita bersama dan menunjukkan bahwa proses penyelenggaraan haji, pelayanan kesehatan, serta seluruh SOP berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia mengatakan sejak awal telah berpesan agar seluruh proses berjalan lancar sehingga seluruh jemaah dapat kembali ke daerah dalam keadaan selamat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, kami mengucapkan selamat datang kembali. Semoga menjadi haji yang mabrur dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga tercinta,” ucapnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa setelah 42 hari berada di Tanah Suci, para jemaah tentu merindukan keluarga dan suasana kampung halaman.

“Kami memahami rasa rindu kepada keluarga yang telah menanti kepulangan Bapak dan Ibu sekalian. Tentu berbeda antara masakan Arab dan masakan Lombok, meskipun di Arab Saudi juga banyak tersedia masakan Lombok,” katanya.

Pada akhir sambutannya, Lalu Ahmad Zaini menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan ibadah haji yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah masih terdapat kekurangan.

“Jika dalam penyelenggaraan ibadah haji selama ini masih terdapat hal-hal yang kurang berkenan, maka atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” pungkasnya.(ris/r)

RENUNGAN JUM’AT BAROKAH | Ketika Ilmu Menumbuhkan Rendah Hati

“SETIAP kali waktu mendidikku, aku semakin menyadari kekurangan akalku. Dan setiap kali aku bertambah ilmu, aku semakin tahu betapa bodohnya diriku.” – Imam Asy-Syafi’i

Ada satu tanda yang sering membedakan antara orang yang sedang bertumbuh dengan orang yang sedang terjebak dalam kesombongan dirinya sendiri. Orang yang bertumbuh akan semakin mudah menerima nasihat

Sedangkan orang yang dikuasai ego akan semakin sibuk mencari pembenaran. Fenomena ini semakin mudah kita temukan pada zaman sekarang. Ketika seseorang diingatkan atas ucapan atau perbuatannya, yang muncul bukanlah perenungan, melainkan pembelaan. Yang dicari bukan kebenaran, tetapi alasan untuk membenarkan diri sendiri.

Bahkan tidak jarang, orang yang mengingatkan justru dijadikan pihak yang disalahkan. Padahal dalam banyak keadaan, nasihat bukanlah serangan. Kritik bukanlah penghinaan. Dan pengingat bukanlah permusuhan. Sering kali Allah SWT menghadirkan orang lain untuk menunjukkan sesuatu yang tidak mampu kita lihat pada diri kita sendiri.

Karena itu para ulama terdahulu tidak pernah merasa terganggu ketika diingatkan. Mereka justru merasa bersyukur. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: “Semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan kepadaku kekuranganku.” Kalimat ini lahir dari jiwa yang besar. Sebab tidak semua orang sanggup melihat kesalahannya sendiri,

Manusia memiliki kecenderungan mencintai dirinya. Karena itulah ia sering lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada kesalahannya sendiri. Allah SWT mengingatkan: “Janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang paling bertakwa.” (QS. An-Najm: 32) Ayat ini seakan menjadi rem bagi kesombongan manusia.

Sebab salah satu penyakit hati yang paling berbahaya adalah merasa diri selalu benar. Ketika seseorang merasa dirinya selalu benar, maka nasihat akan terasa menyakitkan. Kritik akan dianggap ancaman. Dan pengingat akan dipandang sebagai serangan terhadap harga dirinya.

Padahal bisa jadi, keselamatan dirinya justru datang melalui nasihat yang tidak ia sukai. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa di antara tanda kecerdasan seorang mukmin adalah kesediaannya menerima kebenaran dari siapa pun yang membawanya, meskipun berasal dari orang yang lebih muda, lebih rendah kedudukannya, atau bahkan dari orang yang tidak ia sukai.

Karena yang dicari oleh orang beriman bukan kemenangan dirinya, melainkan kemenangan kebenaran. Sayangnya, zaman ini sering mengajarkan hal yang sebaliknya. Media sosial membuat banyak orang lebih sibuk membangun citra daripada memperbaiki diri.

Ketika dipuji, ia merasa senang. Ketika dikritik, ia merasa tersinggung. Padahal pujian tidak selalu menunjukkan kebenaran. Dan kritik tidak selalu menunjukkan kebencian. Terkadang orang yang memuji justru sedang menjerumuskan kita. Sedangkan orang yang mengingatkan sedang menyelamatkan kita. Rasulullah SAW bersabda:

“Agama adalah nasihat.” (HR. Muslim) Perhatikanlah. Rasulullah tidak mengatakan agama adalah kemenangan dalam perdebatan. Tidak pula mengatakan agama adalah kemampuan membungkam orang lain. Baginda Rasul SAW, mengatakan bahwa agama adalah nasihat.

Artinya, kehidupan seorang mukmin tidak pernah jauh dari saling mengingatkan dalam kebaikan.

Namun ada satu hal yang lebih menarik lagi untuk direnungkan

Imam Asy-Syafi’i tidak berkata bahwa semakin banyak ilmunya, semakin banyak pula ia merasa tahu. Beliau justru berkata bahwa semakin bertambah ilmunya, semakin ia menyadari kebodohan dirinya. Mengapa? Karena ilmu yang sejati membuka cakrawala.

Semakin jauh seseorang berjalan di lautan ilmu, semakin ia menyadari bahwa apa yang belum diketahuinya jauh lebih luas daripada apa yang telah diketahuinya.

Allah SWT berfirman: “Dan di atas setiap orang yang berpengetahuan masih ada yang lebih mengetahui.” (QS. Yusuf: 76) Ayat ini mengajarkan kerendahan hati intelektual. Tidak peduli setinggi apa pendidikan seseorang, tidak peduli sebanyak apa pengalaman yang dimilikinya, akan selalu ada hal yang belum ia ketahui.

Karena itu para ulama’ besar justru dikenal sebagai orang-orang yang paling rendah hati. Imam Malik pernah ditanya puluhan pertanyaan. Untuk sebagian besar pertanyaan itu beliau menjawab: “Aku tidak tahu.” Bagi sebagian orang, mengucapkan “aku tidak tahu” terasa memalukan.

Namun bagi para ulama, mengaku tidak tahu adalah bagian dari kejujuran ilmiah. Sebab ilmu tidak tumbuh dari kesombongan, tetapi dari kerendahan hati.

Maka ketika nasihat datang kepada kita, jangan tergesa-gesa membangun benteng pembelaan diri. Berhentilah sejenak. Dengarkan. Renungkan. Jika nasihat itu benar, maka terimalah dengan lapang dada karena Allah sedang menunjukkan jalan perbaikan.

Jika nasihat itu keliru, maka balaslah dengan senyuman, adab, dan penjelasan yang baik. Tidak semua kesalahan harus dibalas dengan kemarahan. Dan tidak semua perbedaan harus berakhir dengan pertengkaran. Semakin matang seseorang, semakin tenang ia menghadapi kritik. Dan semakin dalam ilmunya, semakin kecil keinginannya untuk selalu terlihat benar.

Sebab pada akhirnya, waktu akan terus mendidik manusia. Dan orang yang beruntung bukanlah yang selalu menang dalam perdebatan, melainkan yang terus bertumbuh dalam kebijaksanaan. Karena ilmu yang tidak melahirkan kerendahan hati hanyalah informasi.

Sedangkan ilmu yang sejati akan membuat seseorang semakin lembut, semakin mawas diri, dan semakin sadar betapa luas ilmu Allah dibanding seluruh pengetahuan yang dimilikinya.

Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang mudah menerima nasihat, lapang menerima kritik, jujur melihat kekurangan diri sendiri, serta dianugerahi ilmu yang mendekatkan hati kepada-Nya, bukan ilmu yang menumbuhkan kesombongan. Aamiin ya Rabbal ‘Aalamin.

DR.4K4

Honda BeAT Generasi Keenam Tawarkan Fitur Baru, Ada Promo DP di NTB

Mataram (globalfmlombok.com)-

Honda BeAT 2026 hadir membawa pembaruan yang membuatnya semakin relevan untuk kebutuhan mobilitas harian masyarakat. Di Nusa Tenggara Barat, pembaruan ini menjadi sorotan karena menyasar pengguna muda hingga pekerja aktif yang mengandalkan kendaraan praktis setiap hari.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menjelaskan bahwa Honda BeAT kini telah memasuki generasi keenam sejak peluncuran versi terbarunya oleh Astra Honda Motor pada 3 Juni 2024.

“Honda BeAT yang kita kenal sekarang ini sudah generasi keenam. Tampilan desainnya kami hadirkan lebih fresh dibanding model sebelumnya, tetapi tetap mempertahankan karakter ramping dan ringkas agar mudah dikendarai,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa desain tersebut dirancang untuk mendukung mobilitas perkotaan yang dinamis. Pengendara dapat lebih mudah bermanuver di jalan sempit maupun lalu lintas padat.

Astra Honda Motor membekali Honda BeAT 2026 dengan sejumlah fitur tambahan yang fokus pada kenyamanan dan keamanan pengguna. Tipe Deluxe Smart Key kini hadir dengan sistem keamanan Smart Key yang lebih praktis.

Selain itu, fitur alarm juga tersedia pada tipe CBS dan Deluxe Standard. Fitur ini memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko pencurian.

Tidak hanya itu, tipe CBS kini dilengkapi power charger dengan daya maksimal 12 Watt. Pengendara dapat mengisi daya perangkat elektronik saat berkendara. Panel meter juga sudah menampilkan battery indicator untuk memantau kondisi aki secara real time.

Dari sisi performa, Honda BeAT 2026 masih menggunakan mesin 110 cc SOHC dengan teknologi PGM-FI dan eSP (enhanced Smart Power). Mesin ini dikenal irit bahan bakar dan responsif untuk kebutuhan harian.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 8,97 PS pada 7.500 rpm dengan torsi 9,2 Nm pada 5.500 rpm. Kombinasi ini membuat motor tetap lincah di berbagai kondisi jalan.

“Efisiensi bahan bakar dan kepraktisan tetap menjadi fokus utama Honda BeAT. Kami ingin pengguna merasakan pengalaman berkendara yang ringan dan hemat,” kata Felix.

Honda BeAT 2026 hadir dalam beberapa varian, yaitu CBS, Deluxe, dan Deluxe Smart Key. Setiap varian menawarkan pilihan warna berbeda yang menyasar karakter pengguna.

Varian Deluxe Smart Key hadir dengan warna seperti Matte Brown, Matte Blue, dan Matte Black. Sementara Deluxe Standard tersedia dalam pilihan Black dan Matte Green. Varian CBS tampil lebih agresif dengan pilihan Hard Rock Black, Funk Red Black, dan Jazz White Black.

Dari sisi harga, Honda BeAT 2026 dipasarkan mulai Rp18,98 juta hingga Rp20,38 juta on the road NTB.

Menariknya, Astra Motor NTB menghadirkan program Honda JENIUS selama Juni 2026. Program ini menawarkan uang muka mulai Rp1 jutaan serta potongan angsuran bulanan.

Konsumen juga berkesempatan mendapatkan potongan cicilan hingga ratusan ribu rupiah per bulan. Promo ini berlaku di seluruh dealer resmi Honda di Lombok, Sumbawa, Dompu, dan Bima.

Program ini menjadi strategi untuk mendorong minat masyarakat terhadap motor matic yang efisien dan ekonomis di tengah kebutuhan mobilitas yang terus meningkat di NTB.(r)

NTB Alokasikan DBHCHT Rp32 Miliar untuk Perkuat Kesejahteraan Petani

Mataram, (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp32 miliar untuk mendukung petani tembakau di berbagai daerah sentra produksi. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk sejumlah program pemberdayaan, mulai dari penguatan kelembagaan hingga bantuan sarana produksi pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan alokasi DBHCHT tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan langsung kepada petani, tetapi juga digunakan untuk memperkuat kapasitas kelompok tani dan mendukung kebutuhan sektor pertanian secara lebih luas.

“Memang diarahkan untuk petani. Kalau dari angka di Dinas Pertanian sekitar Rp32 miliar berasal dari DBHCHT,” kata Mirza, Kamis (4/6/2026).

Menurut dia, seluruh anggaran tersebut diperuntukkan bagi petani melalui berbagai skema bantuan, seperti fasilitasi kelembagaan, bantuan pupuk, serta dukungan kebutuhan produksi lainnya. Penyaluran akan diprioritaskan ke wilayah-wilayah sentra tembakau di NTB.

Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah diperkirakan menjadi daerah yang menerima porsi bantuan lebih besar karena merupakan kawasan utama penghasil tembakau di NTB.

“Sentra-sentra tembakau kita seperti di Lombok Timur dan Lombok Tengah tentu akan mendapatkan perhatian lebih karena jumlah petaninya juga banyak,” ujarnya.

Di sisi lain, Mirza menilai program swasembada pangan yang saat ini berfokus pada peningkatan produksi padi tidak memberikan dampak signifikan terhadap petani tembakau. Menurutnya, kondisi tersebut terbantu oleh membaiknya harga sejumlah komoditas pertanian lain yang menjadi sumber pendapatan petani.

Ia mencontohkan harga jagung yang saat ini relatif tinggi sehingga dapat menjadi penyangga ekonomi petani ketika harga komoditas tertentu mengalami tekanan.

“Jagung sekarang harganya cukup baik. Artinya ada komoditas lain yang bisa menjadi penyeimbang bagi pendapatan petani,” katanya.

Selain jagung, harga gabah juga dinilai lebih stabil setelah pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga memberikan kepastian pasar bagi petani padi.

Menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu, Distanpangan NTB juga akan memperkuat penerapan konsep climate smart agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim dan serangan organisme pengganggu tanaman, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Penerapannya dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti penggunaan air secara efisien dengan sistem macak-macak, pemupukan berimbang berbasis hasil uji tanah, penggunaan benih unggul, hingga penerapan sistem tanam jajar legowo guna meningkatkan produktivitas lahan.

“Ke depan, penggunaan alat ukur unsur hara tanah akan terus dioptimalkan agar pemupukan lebih tepat sasaran dan tidak merusak lahan,” ujar Mirza.

Melalui dukungan anggaran DBHCHT dan penerapan teknologi pertanian yang lebih adaptif, Pemprov NTB berharap produktivitas dan kesejahteraan petani, khususnya petani tembakau, dapat terus meningkat di tengah berbagai tantangan sektor pertanian. (r)

Cegah Peredaran Rokok Ilegal, Operasi Gabungan di Pelabuhan Lembar Diintensifkan

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Operasi gabungan (Opgab) penindakan peredaran rokok ilegal di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat terus digencarkan petugas Satpol PP bersama Bea Cukai dan Aparat. Hal ini dilakukan setelah petugas menggagalkan penyelundupan 1 juta batang rokok ilegal di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar) pada Jumat (8/5/2026) lalu.

Upaya ini untuk memutuskan mata rantai pasok rokok ilegal dari perusahaan produsen ke pedagang di tingkat bawah di wilayah Lobar. Kasatpol PP Lombok Barat, I Ketut Rauh mengatakan pihaknya bersama Bea Cukai dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) terus mengintensifkan operasi penindakan rokok ilegal di Pelabuhan Lembar.

“Setelah menggagalkan (mengamankan) 1 juta batang rokok ilegal itu, kami terus intens operasi di pelabuhan Lembar,” tegas Rauh.

Penindakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan dan menjadi bagian dari instruksi langsung Bupati Lombok Barat. Sehingga pengawasan di jalur masuk pun semakin diperketat.

“Arahan Bupati, Pol PP jangan hanya menyisir pasar grosir atau pedagang eceran saja, tetapi harus memutus mata rantai peredarannya langsung di jalur distribusi. Meski begitu, operasi masif di tingkat toko grosir maupun eceran akan tetap kami jalankan secara beriringan,” pungkas Rauh.

Pihaknya bersama Bea Cukai dan Denpom Mataram, pun kembali turun melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap truk yang melintas di pelabuhan Lembar. Upaya ini untuk pencegahan dan pemberantasan rokok illegal yang dapat merugikan negara dan mengganggu ketertiban perdagangan.

Dalam operasi itu petugas memeriksa kelengkapan berkas dan muatan truk yang melintas. Pemeriksaan dilakukan secara ketat, untuk memastikan apakah kendaraan bermuatan rokok illegal atau tidak menggunakan pita cukai ataupun pita cukai tidak sesuai ketentuan. Tetapi dalam operasi ini, tidak ditemukan rokok ilegal. “Nggak ada hasil (nihil),” pungkasnya.

Meski demikian, operasi tidak berhenti sampai di sini. Pihaknya memastikan operasi terus dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai pasok rokok langsung dari perusahaan atau produsen yang diduga dipasok dari pulau Jawa. (her)