Beranda blog Halaman 86

NTB Peringkat Kedua Nasional dalam Jumlah Perokok Usia Dini

Mataram (globalfmlombok.com) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi kedua secara nasional dalam jumlah perokok usia dini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi perokok usia 10–18 tahun di NTB mencapai 27 persen, sementara perokok usia di atas 15 tahun sebesar 32,32 persen.

Kabupaten Lombok Timur tercatat sebagai daerah dengan jumlah perokok aktif tertinggi di NTB, yakni mencapai lebih dari 213 ribu penduduk. Disusul Kota Bima, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Kabupaten Bima, Sumbawa, Dompu, Sumbawa Barat, dan terendah di Lombok Tengah.

“Asisten III Setda NTB Eva Dewiyani mengatakan kondisi tersebut sejalan dengan jumlah penduduk Lombok Timur yang merupakan terbesar di NTB, yakni sekitar 25,3 persen dari total populasi,” ujarnya saat mewakili gubernur dalam Mayor Meeting Implementasi Pengendalian Tembakau, Rabu (29/4/2026).

Meski Lombok Timur mencatat jumlah perokok tertinggi, perhatian khusus justru tertuju pada Kabupaten Lombok Utara. Di daerah ini, jumlah perokok usia 10 tahun ke atas mencapai lebih dari 24 ribu orang, angka yang dinilai tidak sebanding dengan proporsi jumlah penduduknya yang hanya sekitar 4,72 persen dari total penduduk NTB.

Di sisi lain, Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan capaian yang relatif lebih baik. Meskipun menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbesar kedua di NTB, angka perokok di wilayah tersebut tergolong lebih rendah, sehingga dinilai sebagai contoh positif dalam pengendalian konsumsi rokok.

Eva menegaskan, tingginya angka perokok di NTB, khususnya pada usia dini, menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari penguatan regulasi melalui peraturan daerah, peningkatan edukasi kepada masyarakat, hingga mendorong kolaborasi lintas sektor.

Saat ini, implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di NTB masih mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 3 Tahun 2014. Namun, menurut Eva, diperlukan regulasi turunan yang lebih teknis agar pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan optimal.

Dari 10 kabupaten/kota di NTB, baru tujuh daerah yang memiliki peraturan daerah terkait KTR. Pemerintah mendorong daerah lainnya segera menyusun regulasi serupa, sekaligus mencontoh daerah yang telah lebih maju dalam implementasinya.

Kawasan Tanpa Rokok sendiri mencakup sejumlah area penting, seperti fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, transportasi umum, tempat kerja, serta ruang publik lainnya.

Selain regulasi, pemerintah juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, guna meningkatkan kesadaran terhadap bahaya rokok dan pentingnya lingkungan sehat.

Sementara itu, Ketua Umum ADINKES dr. Moh. Subuh menilai forum tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pembangunan kesehatan nasional, khususnya melalui pemberdayaan desa.

“Kondisi kesehatan kita masih menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, kita ingin bangkit dari desa, sebab dari sanalah upaya mewujudkan masyarakat sehat bisa dimulai,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengendalian faktor risiko kesehatan, termasuk kebiasaan merokok pada usia dini yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit seperti stunting dan tuberkulosis.

“Pengendalian rokok, khususnya pada remaja, menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi bersama,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” NTB Duduki Posisi Kedua Perokok Usia Dini

Organda NTB Khawatir Pembatasan BBM Subsidi Lumpuhkan Angkutan Umum

Mataram (globalfmlombok.com) – Ketua DPD Organda NTB, Junaidi Kasum, menyoroti kondisi antrean panjang dan pembatasan BBM subsidi di sejumlah SPBU usai kenaikan harga BBM non-subsidi. Ia menilai situasi ini membuat sopir angkutan umum dan pelaku transportasi semakin tertekan.
Menurut Junaidi, fenomena BBM subsidi yang cepat habis di SPBU memicu keresahan di kalangan pengemudi, terutama angkutan umum yang sangat bergantung pada solar bersubsidi.

“Teman-teman sekarang rata-rata was-was. Yang terjadi di setiap Pertamina itu tiba-tiba habis, sore habis, maghrib habis,” kata JK, panggilannya.

Ia menduga kondisi ini membuat masyarakat yang biasa menggunakan BBM subsidi terpaksa beralih membeli BBM non-subsidi dengan harga lebih tinggi.

“Apa makna habis itu? Orang yang tadinya ambil subsidi, mau tidak mau kalau sudah merah ya beli non-subsidi. Sementara harganya naiknya sudah berlipat,” ujarnya.

JK juga menyoroti munculnya antrean kendaraan di SPBU yang dinilai berpotensi memicu persoalan baru di lapangan. Menurutnya, antrean panjang menjadi sinyal distribusi BBM perlu diawasi lebih ketat.

“Antrean itu yang berbahaya. Oleh karena itu kami berharap pemerintah daerah dan Pertamina bisa mengontrol kondisi ini agar jangan sampai terjadi kekacauan,” katanya.

Ia mengaku khawatir jika pembatasan pembelian BBM subsidi seperti di Pulau Jawa diterapkan di NTB. Pasalnya, kendaraan angkutan umum antarkota di NTB membutuhkan pasokan BBM lebih besar untuk operasional jarak jauh.

“Kalau di NTB diberikan batas 200 liter untuk bus besar, dari Bima ke Mataram pulang-pergi tidak akan cukup,” tegasnya.

Organda NTB meminta distribusi BBM subsidi benar-benar dikawal agar tepat sasaran dan tidak merugikan sektor transportasi umum. Sebab, menurut Junaidi, pengusaha dan sopir angkutan saat ini berada dalam posisi sulit karena tarif angkutan tidak bisa serta-merta dinaikkan.

“Kalau tarif dinaikkan sementara subsidi tidak naik, masyarakat juga keberatan. Kondisi ini yang membuat anggota kami terpukul,” ujarnya. (bul)

Minyak Goreng Subsidi Langka di Mataram, Distribusi Terbatas dan Permintaan Meningkat

Mataram (globalfmlombok.com) – Ketersediaan minyak goreng subsidi di Kota Mataram masih mengalami kelangkaan. Kondisi ini dipicu terbatasnya pasokan dari distributor, di tengah meningkatnya permintaan masyarakat akibat kenaikan harga minyak goreng premium.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, menjelaskan bahwa stok minyak goreng premium di pasar tradisional maupun ritel modern masih relatif aman. Namun, lonjakan harga membuat masyarakat beralih ke minyak goreng bersubsidi.

Menurut dia, tingginya permintaan terhadap minyak goreng merek MinyaKita menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan. Pasokan yang terbatas dari distributor tidak mampu mengimbangi kebutuhan di lapangan.

“Ada pengiriman dari Bulog ke beberapa mitra di pasar tradisional, tetapi jumlahnya terbatas,” ujar Nida saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).

Ia mengakui, konsumen lebih memilih MinyaKita karena harganya lebih terjangkau, yakni sekitar Rp15.700 per liter. Sementara itu, harga minyak goreng premium saat ini berkisar antara Rp21.000 hingga Rp23.000 per liter.

Untuk mengantisipasi pembelian berlebihan, penjualan minyak goreng subsidi dibatasi maksimal dua liter per konsumen. Kebijakan ini diterapkan agar distribusi lebih merata dan tidak terjadi penimbunan oleh masyarakat.

Nida tidak menampik bahwa kelangkaan juga disebabkan pengurangan distribusi dari pabrik. Saat ini, mitra di pasar tradisional hanya menerima sekitar 30 dus, turun dari sebelumnya 60 dus.

“Keterbatasan ini belum diketahui sampai kapan. Kami akan mengumpulkan distributor untuk membahas kenaikan harga minyak goreng premium sekaligus mencari penyebabnya,” katanya.

Ia menduga kenaikan harga minyak goreng premium salah satunya dipicu meningkatnya harga bahan kemasan seperti plastik kresek, yang turut memengaruhi harga jual di pasaran.

Di sisi lain, masyarakat merasakan langsung dampak kelangkaan tersebut. Yeyen, salah satu pengunjung Pasar Mandalika, mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng subsidi karena stok di banyak toko kosong.

“Hampir semua toko tidak jual karena stok habis. Padahal ini yang paling dicari karena harganya murah,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan minyak goreng subsidi di pasaran. Menurutnya, kondisi ini berpotensi berdampak lebih luas, terutama di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Minyak Goreng Subsidi Langka

GT World Challenge Asia Mandalika 2026, 22 Supercar Siap Adu Cepat

Praya (globalfmlombok.com)   – Ajang balap roda empat paling prestisius di kawasan Asia, GT World Challenge Asia 2026 by AWS siap mentas di Pertamina Mandalika International Circuit akhir pekan ini. Sebanyak 22 supercar dari berbagai pabrikan otomotif dunia bakal tampil untuk adu kecepatan dan ketahanan di sirkuit yang memiliki panjang lintasan 4,3 km tersebut. Dengan sekitar 44 pembalap bakal ambil bagian, termasuk pembalap asal Indonesia selaku tuan rumah.

Beberapa pembalap top dunia yang sudah dipastikan turun di lintasan Sirkuit Mandalika pada tanggal 1 sampai 3 Mei 2026 mendatang diantaranya Jules Gounon, pembalap pabrikan Mercedes-AMG sekaligus juara berbagai ajang GT dunia. Kemudian ada nama Raffaele Marciello, mantan juara GT World Challenge dan pembalap top GT3 global. Ditambah Nick Foster pembalap yang sudah kenyang membalap diberbagai ajang GT hingga Porsche Carrera Cup Asia.

Indonesia selaku tuan rumah juga akan mengirim sejumlah nama beken. Diantaranya, Setiawan Santoso dan Andrés Pato. Satu nama lain yakni pembalap top dunia dari Indoneia Sean Gelael yang saat ini masih aktif membalap disejumlah ajang balap mobil internasional.

“Kehadiran sejumlah pembalap internasional ternama dan berprestasi tersebut kian memperkuat kualitas kompetisi yang akan tersaji di sirkuit Mandalika nantinya,” ungkap Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) Priandhi Satria, dalam keterangnya di Mataram, Selasa (28/4/2026).

Selain gengsi pembalap, GT World Challenge Asia Mandalika 2026 ini juga akan menjadi ajang adu gengsi sejumlah merk otomotif ternama dunia. Mulai dari Porsche, BMW, Mercedes-AMG, Ferrari, Lamborghini, Audi hingga Nissan. Dengan Porsche menjadi pabrikan dengan jumlah entri terbanyak melalui model 911 GT3 R yang diturunkan oleh sejumlah tim. Seperti Origine Motorsport, Porsche Center Okazaki, Phantom Global Racing, AMAC Motorsport serta Absolute Racing.

Pabrikan BMW akan turun dengan model M4 GT3 yang digunakan oleh Team Studie dan Team KRC. Kemudian Mercedes-AMG mengandalkan GT3 Evo melalui Climax Racing dan Craft-Bamboo Racing.

Pabrikan asal Italia, Ferrari akan hadir dengan model 488 GT3 Evo yang digunakan oleh tim seperti 33R Harmony Racing, Winhere Harmony Racing serta Garage 75 yang akan diperkuat Sean Gelael. Pabrikan Lamborghini menurukan model Huracán GT3 Evo, Audi dengan model R8 LMS GT3 Evo II dan Nissan dengan GT-R NISMO GT3-nya akan melengkapi persaingan di ajang kali ini.

Untuk peserta dan mobil yang akan turun memang ada penurunan dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun lalu. Tetapi grid GT World Challenge Asia Mandalika 2026 tetap kompetitif dengan hadirkan hamper semua pabrikan otomotif dunia. Kendati dengan jumlah peserta yang lebih selektif.

“Kami optimis penyelenggaraan GT World Challenge Asia di Sirkuit Mandalika tahun ini akan tetap menghadirkan kualitas kompetisi yang tinggi. Kendati jumla pembalap dan mobil yang turun mengalami penuruna. Karena memang Sirkuit Mandalika merupkana sirkuit dengan karakter yang unik dan memiliki daya tarik tersendiri bagi tim serta pembalap internasional,” ujarnya seraya menambahkan, hadirnya ajang tersebut memberikan dampak positif bagi daerah. Baik itu dari sisi penyerapan tenaga kerja, pariwisata dan ekonomi daerah. (kir)

Bupati Lotim Janjikan Modal Rp2 Juta untuk 164 Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Selong (globalfmlombok.com)  – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, mengunjungi Pasar Pringgabaya, pada Rabu (29/4/2026). Bupati menyaksikan langsung puing-puing bekas kebakaran 164 lapak pedagang di Pasar Pringgabaya. Di depan para pedagang yang mengerumuninya, Bupati menyatakan segera akan bangunkan lapak sementara dan akan berikan bantuan modal awal masing-masing pedagang Rp2 juta.

“Untuk ibu-ibu, para pedagang dan bapak-bapak yang mengalami musibah, sudah didata sebanyak 164 (pedagang). InsyaAllah kita akan berikan bantuan modal kembali, sama-sama Rp2 juta untuk jangka pendek, sambil kita lihat perkembangan selanjutnya,” ujar Bupati Iron, sapaan akrab Bupati Lotim saat dikonfirmasi di sela kunjungannya.

Bupati menegaskan, kebakaran Pasar Pringgabaya berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat. Banyak lapak yang ikut terbakar, sehingga pemerintah daerah bergerak cepat untuk merespons.

Saat kebakaran Pasar Pringgabaya terjadi pada Senin malam lalu, Bupati Lotim berada di Jakarta. Sepulang dari Jakarta, ia langsung ke Pasar Pringgabaya tersebut.

“Saya bilang, nanti saya kembali dari sini, kita langsung ke sini (Pasar, red). Makanya dari bandara langsung ke sini. Kita lihat kondisi, artinya kita harus tetap peduli. Ini masalah ekonomi, kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera kita selesaikan. Masyarakat kami harap bersabar, semua dalam proses, akan kita perbaiki hingga normal kembali,” jelasnya.

Bupati Lotim Janjikan Pembangunan Los Pasar yang Permanen

Bupati memastikan pembangunan los pasar yang lebih permanen akan coba dianggarkan tahun 2027 mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Lotim, Hadi Fathurrahman, menyampaikan bahwa penataan pasar akan dilakukan sesuai profil dan zonasi. Lapak akan dibagi ke dalam zona sembako, zona Sembalun, serta zona pakaian dan konveksi. “Kami akan tata sesuai profil pasar, tata letak berdasarkan zonasi. Supaya rapi dan lebih mudah,” kata Hadi.

Ia juga menjelaskan, lapak sementara akan dibangun. Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah mendesainnya secara konstruksional untuk digunakan pedagang sebelum pasar permanen selesai.

Berdasarkan pendataan, total kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp30 miliar. Namun, hitungan kerugian dari sektor perdagangan saja sekitar Rp5 miliar.

“Kalau ditambah dengan fisik bangunan, kerugian bisa mencapai puluhan miliar,” pungkas Hadi.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen memulihkan Pasar Pringgabaya agar kegiatan ekonomi warga segera kembali normal.

Wakil Bupati Lotim H. Moh Edwin Hadiwijaya juga turut melihat langsung kondisi pasca-kebakaran Pasar Pringgabaya, Rabu (29/4). Wabup didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan memastikan kegiatan pembersihan sisa kebakaran cepat dilakukan sebagai lokasi pembangunan lapak sementara.

Disebutkan ada dana sekitar Rp400 juta di Dinas Perdagangan yang akan digunakan untuk membangun sementara lapak untuk pedagang. (rus)

 

Diupah Rp200 Ribu, Guru PPPK Paruh Waktu Lombok Tengah Demo Tuntut Penyesuaian Upah

Praya (globalfmlombok.com)– Aksi unjuk rasa atau demonstrasi menuntut penyesuaian upah oleh tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus berlanjut. Setelah tenaga kesehatan (nakes) menuntut penyesuian upah, giliran guru PPPK paruh waktu yang mendatangi kantor Bupati Loteng pada Rabu (29/4/2026) untuk menyuarakan tuntutan yang sama.

Pasalnya, dengan upah yang hanya Rp200 ribu per bulan, dinilai sangat tidak sesuai dengan beban tanggung jawab yang diemban dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

Massa aksi datang sekitar pukul 11.00 Wita, selain menuntut penyesuaian upah, puluhan guru PPPK paruh waktu perwakilan dari sejumlah sekolah di Loteng tersebut juga meminta Pemkab Loteng agar memperjuangkan mereka supaya bisa menjadi PPPK penuh waktu. Termasuk meminta dibukakan formasi guru untuk rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai tahun ini.

“Yang paling utama, naikkan upah kami. Karena upah yang sekarang ini sangat jauh dari kata layak. Mengingat beban dan tanggung jawab yang besar sebagai guru,” ungkap Siti Rauhun, perwakilan guru dalam orasinya di depan kantor Bupati Loteng.

Soroti Ketidakadilan

Para guru PPPK paruh waktu tersebut juga menyoroti ketidakadilan Pemkab Loteng dalam menentapkan besaran upaya PPPK paruh waktu. Di mana ada perbedanaan besaran upah yang diterima guru PPPK paruh waktu dengan PPPK paruh waktu lainnya, seperti tenaga teknis yang menerima hingga Rp500 ribu per bulan. Padahal sama-sama berstatus PPPK paruh waktu.

“Seperti Pol PP, mereka dapat sampai Rp500 ribu. Sementara kami para guru hanya terima Rp200 ribu,” tandasnya.

Jalannya aksi sempat memanas setelah hampir satu jam, masa aksi tidak kunjung ditemui olah Bupati atau Wakil Bupati (Wabup) Loteng. Asisten I Setda Loteng Drs. Lalu Muliawan, sempat menemui massa aksi. Namun, ditolak oleh massa aksi yang meminta ditemui langsung oleh Bupati Loteng atau Wabup Loteng.

Sebagai bentuk keprihatinan sejumlah guru PPPK paruh waktu lantas melakukan aksi bakar baju seragam tepat di depan Lobi Kantor Bupati Loteng disaksikan aparat kepolisian dan Sat Pol PP Loteng yang sejak awal terus mengawal jalannya aksi.

Bupati Loteng Minta PPPK Paruh Waktu Bersabar

Tidak berselang lama, Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P., akhirnya keluar menemui massa aksi setelah permintaan agar digelar pertemuan dengan perwakilan juga ditolak massa aksi. Di hadapan Bupati Loteng, para guru PPPK paruh waktu kembali menegaskan tuntutannya. Baik itu terkait penyesuaian upah serta usulan pengangkatan sebagai PPPK penuh Waktu. “Mohon bersabar,” pinta Bupati di hadapan masa aksi.

Ia menegaskan bahwa apa yang menjadi tuntutan guru PPPK paruh waktu sudah diterima. Dan, Pemkab Loteng akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa menjawab aspirasi para guru PPPK paruh waktu. Hanya saja untuk saat ini terkait penyesuaian upah jelas belum bisa dilakukan, karena alokasi anggaran sudah ditetapkan. Pihaknya akan berupaya di APBD perubahan mendatang.

“Jadi mohon sekali lagi untuk bersabar. Pemerintah daerah sedang mengupayakan tentunya sesuai dengan kemampuan dan kondisi anggaran,” imbuhnya.

Terkait besar upah yang hanya Rp200 ribu, Pathul mengaku karena memang kondisi anggaran daerah masih terbatas. Sementara jumlah tenaga PPPK paruh waktu cukup banyak yang harus dibiayai sekitar 4.600 orang lebih. Dengan 1.500 orang di antaranya guru.

Pathul menyampaikan, yang paling penting sekarang para guru ini sudah mendapat kejelasan status dengan diangkat sebagai PPPK paruh waktu. Walaupun dengan upah yang mungkin masih jauh dari yang diharapkan.

Dengan kejelasan status tersebut guru PPPK paruh waktu yang sudah bersertifikasi, bisa tetap mendapatkan dana sertifikasi. Selain mendapat upah dari pemerintah daerah. “Dari 1.528 guru PPK paruh waktu, ada 1.069 yang berstatus guru sertifikasi. Jadi selain mendapatkan upah, juga tetap mendapatkan dana serifikasi,” ujarnya.  

Disampaikan ke Pemerintah Pusat

Adapun terkait tuntutan agar diangkat sebagai PPPK penuh Waktu, Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini menegaskan juga akan mengupayakan untuk disampaikan ke pemerintah pusat. Karena kewenangan terkait perubahan status ada di tangan pemerintah pusat. Bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Kalau daerah diberi kewenangan, tidak akan sulit. Tapi ini kan kewenangannya ada di pemerintah pusat. Maka yang bisa dilakukan pemerintah daerah yang coba mengusulkan. Siapa tahu pemerintah pusat akan kebijakan terkait masalah ini,” tegas Pathul.

Usai ditemui Bupati Loteng, massa aksi kemudian membubarkan diri. (kir)

 

Junaidi Kasum Kembali Nahkodai Organda NTB, Sinergi dengan Pemerintah dan Perjuangkan Anggota

Mataram (globalfmlombok.com)—

Junaidi Kasum kembali terpilih sebagai Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk periode lima tahun ke depan. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Organda NTB yang berlangsung di Lombok Astoria Kota Mataram, Rabu (29/4/2026).

Pemilihan secara aklamasi itu berlangsung setelah seluruh pemilik suara menyatakan dukungan penuh kepada Junaidi untuk kembali memimpin organisasi transportasi darat terbesar di NTB tersebut.

“Alhamdulillah pemegang hak suara memberikan dukungan penuh. Ini menjadi evaluasi sekaligus amanah untuk lima tahun ke depan,” kata Junaidi Kasum usai Musda.

Dalam pidatonya, Junaidi menegaskan Organda NTB akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung program pembangunan transportasi yang aman dan tertib di era kepemimpinan Gubernur NTB.

Menurutnya, pembenahan sektor transportasi darat harus dibarengi dengan peningkatan keselamatan kendaraan dan kepatuhan terhadap aturan operasional angkutan.

“Organda akan terus mendukung program pemerintah, termasuk pembenahan transportasi dan keselamatan kendaraan di NTB,” ujarnya.

Junaidi juga menyoroti persoalan angkutan online yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan administrasi operasional di NTB. Ia menyebut Dinas Perhubungan telah mulai melakukan langkah penertiban terhadap kendaraan yang melanggar aturan.

Selain itu, ia mengungkapkan sejumlah capaian Organda NTB selama lima tahun terakhir, termasuk keterlibatan dalam penataan transportasi saat ajang internasional World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika.

Saat itu, kata dia, Organda berada di posisi sulit karena harus menjaga kepentingan pemerintah sekaligus melindungi anggota angkutan lokal.

“Organda ini seperti dua sisi mata pisau. Di satu sisi mendukung aturan pemerintah, di sisi lain harus memperjuangkan anggota,” katanya.

Ia juga menyinggung persoalan kendaraan wisata odong-odong yang hingga kini belum memiliki payung hukum jelas di NTB. Padahal, kendaraan tersebut masih banyak beroperasi dan digunakan masyarakat.

Data Organda NTB mencatat sedikitnya ada hampir 500 unit odong-odong beroperasi di berbagai daerah di NTB.

“Kami berharap pemerintah provinsi bisa menghadirkan regulasi agar odong-odong ini punya payung hukum dan standar keselamatan yang jelas,” ujar Junaidi.

Tak hanya itu, tantangan lain yang disorot ialah masih adanya perusahaan angkutan yang menggunakan pelat luar daerah untuk beroperasi di NTB. Junaidi menegaskan Organda mendukung penegakan aturan kendaraan angkutan agar menggunakan pelat DR sesuai ketentuan daerah.

Ia mencontohkan perusahaan otobus Sinar Jaya yang sebelumnya menggunakan pelat luar daerah, namun kini telah menyesuaikan aturan dengan menggunakan pelat kendaraan NTB.

“Kalau mengikuti aturan tentu tidak ada masalah. Yang penting semua taat regulasi,” tegasnya.

Dalam Musda XI tersebut, total terdapat 13 suara yang terdiri dari DPD dan DPC Organda kabupaten/kota se-NTB. Seluruh suara bulat mendukung Junaidi Kasum kembali memimpin Organda NTB

Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol dan Investasi Ilegal pada Kuartal I 2026

Jakarta (globalfmlombok.com) —

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal menghentikan 953 entitas keuangan ilegal sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 951 pinjaman online ilegal dan dua penawaran investasi ilegal yang ditemukan pada berbagai situs dan aplikasi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perlindungan konsumen dari maraknya praktik penipuan dan aktivitas keuangan ilegal di ruang digital.

Dalam keterangan tertulis OJK, Satgas juga mencatat sejumlah modus yang kerap digunakan pelaku, antara lain penawaran jasa periklanan dengan sistem deposit, peniruan identitas lembaga keuangan resmi, penawaran pendanaan tanpa kejelasan bisnis, skema money game, serta perdagangan aset kripto ilegal.

Modus-modus tersebut umumnya disebarluaskan melalui media sosial, pesan pribadi, hingga grup percakapan digital dengan iming-iming keuntungan tinggi dalam waktu singkat.

Selain itu, penanganan penipuan transaksi keuangan juga diperkuat melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Dalam periode 22 November 2024 hingga 31 Maret 2026, IASC menerima 515.345 laporan dari masyarakat. Dari laporan tersebut, sebanyak 872.395 rekening telah dilaporkan dan diverifikasi, serta 460.270 rekening di antaranya telah diblokir.

Upaya tersebut berhasil menahan dana korban sekitar Rp585,4 miliar. Sementara itu, dana yang telah dikembalikan kepada korban mencapai Rp169 miliar dari rekening yang tersebar di 19 bank.

Seiring masih tingginya kasus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal, Otoritas Jasa Keuangan bersama Satgas PASTI mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dan pasti dalam waktu singkat.

Masyarakat juga diminta memastikan legalitas pelaku usaha melalui kanal resmi, tidak mudah percaya pada penawaran melalui media sosial atau pesan pribadi, serta tidak membagikan data pribadi seperti nomor rekening, kode OTP, maupun kata sandi kepada pihak lain.

Satgas PASTI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi guna menekan penyebaran aktivitas keuangan ilegal. Masyarakat yang menemukan indikasi pinjol atau investasi ilegal dapat melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi, sementara korban penipuan transaksi keuangan didorong segera melapor untuk mempercepat pemblokiran rekening pelaku.(ris/r)

 

 

Menjaga Nafas Kelestarian di Jantung Sumbawa Barat: Sinergi AMMAN dan BKSDA NTB untuk Alam Indonesia

Sumbawa Barat (globalfmlombok.com),

Di antara perbukitan hijau dan ekosistem pesisir Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tersimpan kekayaan hayati yang menjadi warisan masa depan. Menyadari bahwa keberlanjutan operasional harus berjalan selaras dengan kelestarian alam, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, resmi memperkuat komitmennya melalui kemitraan strategis bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat.

Kemitraan ini dibangun atas kesepahaman bersama untuk mewujudkan perlindungan lingkungan hidup yang lebih terintegrasi. Melalui sinergi ini, koordinasi dalam menjaga ekosistem di wilayah lingkar tambang diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak luas.

Kolaborasi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian penguatan fungsi Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE) di tiga lokasi prioritas: Cagar Alam Pedauh, Cagar Alam Jereweh, dan Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang.

Kerja sama ini mencakup pengawasan kawasan, perlindungan flora dan fauna endemik, pengembangan pusat informasi penelitian, hingga pemberdayaan ekonomi hijau bagi masyarakat sekitar.

Salah satu implementasi nyata dari kolaborasi ini dilakukan di Cagar Alam Jereweh melalui upaya pelestarian Kakatua Jambul Kuning, burung endemik yang kini statusnya terancam punah. Program ini melampaui sekadar perlindungan satwa; AMMAN menempatkan masyarakat lokal sebagai garda terdepan pelestarian.

Warga diberdayakan untuk terlibat aktif dalam pemantauan habitat sekaligus menjadi edukator konservasi. Dengan model ini, perlindungan alam tidak lagi menjadi beban, melainkan jalan bagi peningkatan kesejahteraan warga melalui harmoni dengan lingkungan.

Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications AMMAN, menekankan pentingnya kolaborasi jangka panjang ini.

”Di AMMAN, kami meyakini bahwa setiap derap langkah perusahaan harus meninggalkan jejak yang menghidupkan. Kerja sama dengan BKSDA NTB ini merupakan satu dari berbagai rangkaian kemitraan strategis kami untuk memastikan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa keindahan dan kekayaan hayati Sumbawa Barat tidak hanya menjadi cerita bagi anak cucu kita, tetapi sebuah warisan nyata yang terus tumbuh. Ini adalah upaya kami: menambang dengan tanggung jawab, menjaga dengan hati,” ujarnya.

Inisiatif ini memperkuat rekam jejak lingkungan AMMAN yang telah berjalan, mulai dari reklamasi lahan pascatambang dengan spesies lokal, konservasi penyu di kawasan pesisir, hingga pengelolaan limbah berbasis prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai KSDA NTB, Budhy Kurniawan, berharap sinergi ini menjadi pemantik bagi pengelolaan keanekaragaman hayati yang lebih mumpuni dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

Direktur Perencanaan Konservasi, Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si., turut memberikan apresiasinya, “Kerja sama dengan Balai KSDA NTB yang dilandasi prinsip saling percaya dan saling memberi manfaat ini adalah pengejawantahan nyata dari ‘good mining practice’ yang dijalankan oleh AMMAN.”

Melalui kemitraan ini, AMMAN membuktikan bahwa kemajuan industri dan kelestarian alam bukanlah dua hal yang saling meniadakan, melainkan dapat berjalan beriringan demi masa depan Indonesia yang lebih hijau.(r)

Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Kuripan Ditemukan Meninggal Dunia

Giri Menang (globalfmlombok.com)-

Operasi pencarian terhadap seorang remaja bernama Nune Djumbuhulhaq (13), yang dilaporkan hanyut di sungai kawasan Perumahan Griya Menang Asri, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, resmi dihentikan setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (29/4/2026).

Korban sebelumnya dilaporkan hanyut pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.20 WITA. Peristiwa bermula saat korban bermain bola di bantaran sungai. Ketika hendak mengambil bola yang jatuh ke aliran sungai, korban terpeleset dan terseret arus deras hingga hilang dari pandangan.

Menerima laporan tersebut, Kantor SAR Mataram mengerahkan tim penyelamat untuk melakukan pencarian bersama unsur gabungan, di antaranya Polsek Kuripan, Brimob Polres Lombok Barat, Koramil Kuripan, BPBD Lombok Barat dan Provinsi NTB, Damkarmat Lombok Barat dan Mataram, Satpol PP Lombok Barat, Tagana Dinas Sosial Lombok Barat, serta relawan dan masyarakat setempat.

Pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi kejadian hingga sepanjang aliran sungai, termasuk upaya penyelaman di titik-titik yang dicurigai. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, turut memantau langsung jalannya operasi.

Pada Rabu sekitar pukul 10.20 WITA, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian. Korban ditemukan mengambang oleh tim SAR gabungan yang tengah melakukan penyisiran.

Koordinator lapangan, Dewa Gede Kerta, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan korban langsung dievakuasi ke rumah duka setelah ditemukan.

“Setelah ditemukan pada hari kedua pencarian, korban langsung dievakuasi menuju rumah duka,” ujar Dewa. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup.(ris/r)