Beranda blog Halaman 54

Putra NTB Sabolah Resmi Diangkat Jadi Komisaris MGPA

Mataram (globalfmlombok.com) – Putra daerah NTB asal Kabupaten Lombok Tengah, Sabolah resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) melalui InJourney yang berada di bawah naungan Danantara.

Penunjukan tersebut menjadi bagian dari perombakan struktur manajemen MGPA, sebagai pengelola kawasan Sirkuit Mandalika. Pergantian juga terjadi pada jajaran direksi dan komisaris perusahaan. Dalam susunan baru, posisi Komisaris Utama diisi Marrel, sementara jabatan komisaris ditempati Ara dan Sabolah.

Adapun jajaran direksi dipimpin legenda balap nasional Ananda Mikola sebagai Direktur Utama, didampingi Dony Mahardjono dan Poppy Senduk sebagai direktur. Ananda Mikola menggantikan Priandhi Satria yang sebelumnya menjabat Direktur Utama MGPA sejak 2022 hingga 2026.

Menanggapi penunjukan tersebut, Sabolah menyampaikan rasa syukur sekaligus berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik demi kemajuan daerah dan bangsa. “Mohon doa, semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan baik. Mohon dukungan dan support dari semua pihak,” ujarnya, Rabu malam (13/5/2026).

Ia menegaskan, posisi yang diembannya merupakan bentuk pengabdian untuk memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam memperkuat posisi NTB di mata dunia melalui pengembangan kawasan Mandalika. “Ini adalah tugas pengabdian dari negara untuk sebaik mungkin dapat berkontribusi bagi negara dan tentu untuk menduniakan NTB,” katanya.

Menurut Sabolah, Sirkuit Mandalika kini telah berkembang menjadi ikon internasional yang tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah MotoGP, tetapi juga menjadi pusat berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional.

“Sirkuit Mandalika adalah sirkuit kelas dunia yang sudah dikenal mancanegara dengan berbagai event tiap tahunnya. Dahulu kita tahu hanya untuk balapan MotoGP, tetapi beberapa tahun terakhir sudah banyak event lain yang terlaksana, baik skala lokal, nasional maupun internasional,” tuturnya.

Ia menilai, tantangan berikutnya bagi MGPA adalah memperbanyak kegiatan dan event internasional agar kawasan Mandalika semakin dikenal luas sekaligus memberi dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat NTB. “Kedepan tugas kita insyaAllah memperbanyak event agar Mandalika makin dikenal dunia dan tentu memberikan dampak kepada perputaran ekonomi daerah,” tegasnya.

Sabolah juga menekankan pentingnya sinergi antara MGPA dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah agar pengembangan kawasan Mandalika berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah.

“InsyaAllah akan semaksimal mungkin melakukan koordinasi intensif dengan Pak Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah agar sejalan dengan visi beliau, yaitu NTB Makmur Mendunia,” ucap Sabolah.

Menurutnya, pengembangan Mandalika dan visi besar pembangunan daerah hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak. “Visi besar yang ujungnya untuk kemanfaatan kepada masyarakat harus dilakukan secara bersama-sama dalam kolaborasi,” pungkasnya. (ndi)

Inflasi Masih di Atas Nasional, BI NTB Perkuat Operasi Stabilisasi Harga Jelang Iduladha

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi NTB bersama Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi TPID Provinsi NTB bertema “Pengendalian Harga Jelang HBKN Iduladha” yang digelar pada Selasa, 12 Mei 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi NTB masih berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen, baik secara tahunan (year on year/yoy) maupun inflasi tahun kalender (year to date/ytd). Meski demikian, laju inflasi NTB masih tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sehingga perlu diantisipasi.

Sejumlah komoditas pangan dinilai berpotensi mengalami kenaikan harga menjelang Iduladha. Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras, cabai rawit, serta minyak goreng yang umumnya mengalami peningkatan permintaan saat momentum hari besar keagamaan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Hario K. Pamungkas, mengatakan pihaknya telah menjalankan berbagai langkah konkret untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan di NTB sejak awal tahun.

Hingga Mei 2026, BI NTB telah mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 37 titik di berbagai wilayah di NTB sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Selain itu, BI NTB juga bersinergi dengan Badan Pangan Nasional dalam program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dengan mendatangkan cabai rawit sebanyak 2,48 ton dari Enrekang saat momentum Ramadan dan Idulfitri 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan gejolak harga cabai rawit yang sempat meningkat akibat keterbatasan pasokan di daerah.

Tak hanya fokus pada distribusi, BI NTB juga turut memperkuat produksi pangan melalui penyaluran berbagai sarana dan prasarana pertanian kepada petani guna menjaga keberlanjutan pasokan komoditas strategis.

“Hingga Mei 2026, kami telah mendukung stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah di 37 titik, fasilitasi distribusi cabai rawit, serta penyaluran sarana dan prasarana kepada petani,” ujar Hario.

Menjelang Iduladha, BI NTB memastikan akan terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan seluruh anggota TPID agar gejolak harga pangan tetap terkendali.

Beberapa strategi yang akan terus dilakukan antara lain memperkuat distribusi pangan antarwilayah, menjaga kelancaran pasokan, memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang tepat lokasi, tepat waktu, dan tepat sasaran, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan inflasi NTB tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha. (bul)

 

Pastikan Bahan Pangan di Pasar Tidak Berbahaya

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram menunjuk Pasar Perumnas, Kelurahan Tanjung Karang Permai sebagai pasar aman. Proses penilaian telah rampung. Pasar tradisional diharapkan tidak menjual bahan pangan yang berbahaya bagi masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, H. Miftahhurrahman dikonfirmasi pada, Rabu (13/5/2026) menjelaskan, penilaian pasar pangan aman oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan telah rampung. Aspek penilaian yang dilihat dari keamanan produk, higienistas serta kandungan bahan pangan. Pemkot Mataram mengusulkan Pasar Perumnas karena lokasinya berdekatan langsung dengan masyarakat. “Kita usulkan Pasar Perumnas, karena pasarnya berdekatan langsung dengan masyarakat,” terangnya.

Pemkot Mataram sebelumnya kata Miftah, telah mengusulkan Pasar Dasan Agung dan Pasar ACC Ampenan untuk mengikuti penilaian pasar pangan aman. Menurutnya, program ini bukan semata-mata untuk mengikuti penilaian saja melainkan prinsip dasarnya adalah pasar tradisional harus memberikan jaminan bahwa produk yang dijual aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. “Prinsip dasarnya memperhatikan kebersihan, sanitasi dan pengaturan zona pedagang. Termasuk tidak ada kandungan bahan berbahaya seperti boraks dan lain-lain,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram menegaskan, pasar pangan aman sebenarnya mendorong sekaligus mengedukasi pedagang, agar produk yang dijual tidak beresiko terhadap kesehatan. Masyarakat atau konsumen yang berbelanja merasa aman serta nyaman untuk datang ke pasar tradisional. (cem)

Pembahasan Royalti Mataram Mall Belum Ada Titik Temu

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bersama PT Pasifik Cilinaya Fantasi (PCF) dan kuasa hukum menggelar pertemuan lanjutan terkait pembayaran royalti Mataram Mall di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, Rabu (13/5/2026).

Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan mengenai selisih perhitungan appraisal royalti. Bahkan, peluang dilakukannya penilaian ulang atau re-appraisal masih terbuka.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani selaku juru bicara Pemkot Mataram mengatakan, pembahasan masih berada pada tahap saling mempelajari dokumen dan data perhitungan masing-masing pihak.

“Pertemuan tadi hanya sampai pada level tukar-menukar data perhitungan. Kami belum sepakat soal besaran royalti,” ujarnya.

Terkait kemungkinan appraisal ulang, Ramadhani menilai peluang tersebut tetap ada meskipun cukup berat untuk direalisasikan. Hal itu mengingat sisa masa kontrak kerja sama yang tinggal kurang dari satu bulan.

“Saya pikir kecil kemungkinannya, walaupun tetap ada potensi,” katanya.

Meski belum ada kesepakatan, kedua belah pihak sepakat untuk kembali mengevaluasi data yang ada guna memastikan tidak terdapat kekeliruan informasi. Pertemuan lanjutan yang dinilai krusial dijadwalkan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026.

Sementara itu, penasihat hukum PT PCF, Bambang Widjojanto, enggan memberikan banyak komentar terkait hasil pertemuan tersebut. Menurutnya, terdapat kesepakatan antara pihak perusahaan dan Pemkot Mataram agar isi pembahasan tidak dipublikasikan secara rinci.

“Tadi kesepakatannya bukan untuk konsumsi publik. Saya melanggar dong kalau menjawab,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu juga memahami bahwa selama ini informasi yang berkembang di publik lebih banyak berasal dari satu pihak, yakni Pemkot Mataram. Karena itu, hasil pertemuan disepakati untuk tidak diumbar ke publik dan difokuskan pada penyelesaian internal kedua belah pihak.

“Saya tidak enak karena kesepakatan di dalam tadi diselesaikan di sana,” katanya.

Sebagai informasi, pengelolaan Mataram Mall dilakukan oleh PT PCF melalui skema bangun guna serah dengan Pemerintah Kota Mataram selaku pemilik lahan. Kerja sama tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama Nomor 8 Tahun 1996.

Kontrak kerja sama antara Pemkot Mataram dan PT PCF dijadwalkan berakhir pada 11 Juli 2026 sesuai butir kesatu perjanjian.

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H. Muhammad Ramayoga mengungkapkan, nilai royalti yang seharusnya disetorkan ke kas daerah mencapai sekitar Rp1,2 miliar per tahun. Namun, pihak pengelola selama ini disebut baru menyetorkan sekitar Rp350 juta per tahun.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp850 juta per tahun yang hingga kini masih menjadi pembahasan antara kedua pihak.

“Royalti yang harus dibayar itu nilainya sekitar Rp1,2 miliar per tahun, sementara yang dibayarkan sekitar Rp350 juta. Jadi selisihnya itu yang kita bahas. Ini yang belum ada kata sepakat antara pihak perusahaan dengan hasil appraisal,” ujar Ramayoga.

Persoalan selisih royalti tersebut bukan hal baru, melainkan akumulasi selama lima tahun terakhir sejak 2021 hingga menjelang berakhirnya kontrak pada 2026. Pemkot Mataram menegaskan pemenuhan kewajiban royalti menjadi poin krusial sebelum kerja sama resmi berakhir. (pan)

Lapak Hewan Kurban di Mataram Mulai Diperiksa

Mataram (globalfmlombok.com) – Menjelang Iduladha, Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram mulai mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan. Pemeriksaan perdana dilakukan di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, guna memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak kurban.

Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan beberapa hewan mengalami gangguan pada bagian mata. Meski demikian, secara umum kondisi hewan kurban dinyatakan sehat dan tidak ditemukan indikasi penyakit berbahaya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Johari, mengatakan Pemerintah Kota Mataram telah membentuk tim pemeriksa yang disebar di enam kecamatan. Total terdapat 36 personel yang bertugas melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban hingga menjelang Iduladha.

“Sudah ada timnya. Kita ada enam tim dan anggotanya 36 orang,” ujarnya, Kamis (14/5).

Ia menjelaskan, tim pemeriksa tidak hanya melibatkan jajaran Pemkot Mataram, tetapi juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB dan kalangan perguruan tinggi. Salah satu institusi yang turut terlibat adalah Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma).

Menurut Johari, pemeriksaan difokuskan untuk mengantisipasi munculnya penyakit menular pada hewan ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, maupun penyakit menular lainnya. Namun hingga saat ini, pihaknya memastikan belum ada hewan kurban yang terindikasi penyakit tersebut.

“Sementara ini tidak ada, masih aman. Kita temukan yang sifatnya bisa langsung ditangani petugas,” katanya.

Selain memeriksa kondisi fisik hewan, petugas juga memastikan hewan kurban telah memenuhi syarat, mulai dari usia yang cukup, kondisi mata yang tidak berair, hingga kaki yang tidak pincang. Pemeriksaan dilakukan agar hewan yang dijual benar-benar sehat dan layak dikurbankan.

Distan Kota Mataram juga mencatat jumlah lapak penjualan hewan kurban yang telah terdata mencapai sekitar 75 lapak. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring munculnya lapak-lapak baru milik pedagang musiman.

Johari menambahkan, hewan yang telah dinyatakan sehat nantinya akan diberikan stiker atau tanda khusus sebagai bukti telah lolos pemeriksaan kesehatan dari petugas.

“Hewan yang sehat akan diberikan stiker atau tanda khusus sebagai bukti telah melewati pemeriksaan,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram itu menyebutkan pemeriksaan akan berlangsung hingga sehari sebelum Hari Raya Iduladha.

Tidak hanya pemeriksaan fisik luar, petugas juga akan melakukan pemeriksaan organ dalam hewan saat proses pemotongan kurban berlangsung. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada kontaminasi penyakit, termasuk cacing hati.

“Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan organ dalam hewan, seperti hati. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kontaminasi cacing hati,” pungkasnya. (pan)

Pengusaha Beras Lokal Terancam Bangkrut

Mataram (globalfmlombok.com) – Pengusaha beras lokal di Kota Mataram, terancam gulung tikar alias bangkrut. Kenaikkan harga gabah dan plastik menambah biaya produksi. Sementara, pemerintah tidak menaikkan harga eceran beras premium.

Salah seorang pengusaha beras lokal Kota Mataram yang enggan disebutkan identitasnya mengeluhkan, bisnis beras premium bukan menjadi hal yang menarik dikelola oleh pelaku usaha kecil dan menengah. Kebijakan pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras premium Rp14.900, justru tidak menguntungkan bagi pengusaha beras. Sementara, harga plastik dan gabah basah melonjak drastis, sehingga biaya produksi membengkak. “Harga gabah basah di petani Rp7.600 -Rp7.700 per kilogram. Plastik naik gila-gilaan. Kita bukannya untung malah jadi buntung,” katanya mengeluh dikonfirmasi pada, Rabu (13/5).

Beras yang dijual atau dititip di toko di bawah harga HET. Pengusaha lokal terkadang memberikan harga dengan selisih Rp400-Rp500 per kilogram. Kondisi ini justru memparah bisnis beras lokal.
Ia menuntut pemerintah merevisi HET beras premium. Kebijakan ini justru akan menguntungkan segelintiran pengusaha terutama yang memiliki penggilingan, karena bisa memainkan harga. “Jadi pengusaha beras yang punya penggilingan diuntungkan. Kalau kami pengusaha kecil justru tidak dapat apa-apa,” katanya.

Pihaknya mengkhawatirkan jika kondisi ini berlarut-larut, maka tidak saja pengusaha beras lokal yang dirugikan melainkan masyarakat. Pasalnya, beras premium tidak bisa dipasok ke toko atau supermarket.

Menurutnya, satgas pangan semestinya tidak mengintervensi atau mengontrol pengusaha kecil melainkan mengatur pengusaha skala besar. Pengusaha kecil kata dia, hanya mengikuti kebijakan pemerintah. “Kalau kami ada kenaikkan berarti kita naikkan harganya. Kalau harga turun maka kita turunkan juga harganya,” ujarnya.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, keluhan pengusaha beras lokal akan disampaikan ke Pemprov NTB. Pihaknya akan mencoba mencari benang merah dari permasalahan tersebut. Penggilingan padi lebih banyak di Lombok Tengah, sehingga diharapkan pelaku UMKM dikumpulkan untuk mencari solusi.

Jangan sampai kata Nida, beras premium lokal kosong di toko atau ritel modern. “Kita khawatirkan tidak menutupi biaya produksi,” ujarnya.

Pihaknya tidak bisa mengubah HET beras premium, karena kebijakan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. (cem)

Jelang MotoGP, Infrastruktur Kelistrikan dan Air Bersih Sirkuit Mandalika Diperkuat

Praya (globalfmlombok.com) – Jelang perhelatan akbar balap MotoGP pada Oktober 2026 mendatang, Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat sistem mitigasi risiko serta keandalan infrastruktur pendukung yang ada di Sirkuit Internasional Mandalika. Terutama infrastruktur kelistrikan serta jaringan air bersihnya.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga standar keselamatan dan kualitas event di tengah kian meningkatnya aktivitas dan intensitas penyelenggaraan ajang atau event di Sirkuit Mandalika.
“Peningkatan prasarana penunjang ini wujud komitmen ITDC dalam menjaga standar keselamatan, operational excellence serta kualitas layanan di kawasan untuk mendukung penyelenggaraan berbagai aktivitas di area sirkuit,” sebut Direktur Operasi ITDC Troy Warokka, dalam keterangnya, Kamis (14/5/2026).

Keandalan infrastruktur pendukung tersebut menjadi fondasi penting dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan berbagai event di Sirkuit Mandalika. ITDC secara berkelanjutan terus meningkatkan sistem keselamatan dan utilitas kawasan. Hal ini supaya operasional event dapat berjalan lebih aman, andal dan responsif terhadap berbagai potensi risiko yang ada.

Beberapa penguatan yang dilakukan di antaranya pembangunan sistem fire protection dan kelistrikan di sejumlah titik strategis di Sirkuit Mandalika. Dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2025 lalu. Dengan rencana beroperasi mulai Agustus dan September 2026 mendatang.

Untuk antisipasi kebakaran, ITDC telah mengoptimalkan sistem perlindungan dan mitigasi keadaan darurat di area paddock, Royal Box, dan Royal Hall. Dengan memasang fire alarm, pembangunan jaringan hydrant serta penyediaan fire pump house sesuai standar keselamatan kebakaran internasional. Sistem tersebut didukung oleh pompa utama dan pompa cadangan yang bekerja secara terintegrasi untuk memastikan jaringan hydrant siap digunakan dalam kondisi darurat.

“ITDC juga membangun Ground Water Tank (GWT) yang terhubung dengan jaringan air bersih kawasan The Mandalika untuk memastikan ketersediaan pasokan air yang memadai untuk mendukung kebutuhan sistem pemadam kebakaran di area sirkuit serta fasilitas pendukung lainnya,” imbuhnya.

Tidak hanya itu pihaknya juga turutu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan sirkuit agar tetap stabil. Salah satunya dengan pemasangan kubikel tegangan menengah. Kemudian pemisahan jaringan listrik antara gedung dan peralatan utama balap (race equipment) di Race Control.

Dengan dukungan UPS sirkuit, UPS PLN serta penyulang PLN dan hingga genset PLN. Sehingga pasokan listrik ke Sirkuit Mandalika bisa tetap terjaga dan stabil selama event berlangsung.

Untuk mendukung distribusi beban listrik yang lebih merata sekaligus menunjang kebutuhan operasional tim balap dan penyelenggaran event, di area paddock ITDC sudah menambahkan sumber listrik baru bertegangan tiga fase. Bersamaan dengan itu di area Royal Box kini sudah dilengkapi pasokan listrik yang mendukung layanan hospitality serta kebutuhan catering.

“Sedangkan di Royal Hall kini sudah memiliki jaringan listrik permanen untuk mempercepat proses persiapan event di kawasan sirkuit,” ujarnya seraya menambahkan, ITDC juga melengkapi seluruh panel di area sirkuit dengan power meter untuk memantau beban listrik secara real time dan menjaga kestabilan daya. (kir)

RSUD Lombok Utara Siapkan Layanan Rehabilitasi Medik

Tanjung (globalfmlombok.com) – RSUD Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan terobosan dengan menghadirkan layanan rehabilitasi medik bagi penderita penyakit stroke dan nyeri kronis. Spesialisasi kedokteran ini dibuka dengan tujuan memulihkan fungsi tubuh, meningkatkan kemampuan fisik, dan mengoptimalkan kualitas hidup pasien akibat cedera, penyakit, atau kecacatan.

Kabid Humas RSUD Lombok Utara, Okta Santika Iriani, S.Kep., Ners., mengungkapkan, spesialisasi layanan medik dibuka sebagai wujud komitmen Pemda Lombok Utara melalui rumah sakit daerah untuk terus mengembangkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Sebagai poli baru, layanan ini perlu mendapat banyak dukungan sosialisasikan baik melalui media sosial, media cetak maupun elektronik.

“Kami dari pihak manajemen akan melengkapi fasilitas apa saja yang dibutuhkan di poli fisioterapi untuk mendukung pelayanan dokter spesialis tersebut,” ujar Okta, Rabu (13/5/2026).

Ia mengatakan, pasien akan menjalani asesmen menyeluruh oleh dokter spesialis (Sp.KFR) sebelum mendapatkan program terapi yang dipersonalisasi. Fasilitas umumnya mencakup ruang terapi sensori integrasi, elektroterapi (MWD, Ultrasound), dan gym latihan fisik.

Sementara, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr. M. Syairozi Hidayat, Sp.KFR., menjelaskan poli baru ini dibuka untuk tujuan fokus pelayanan pada pemulihan kemampuan pasien yang terganggu akibat berbagai kondisi, mulai dari stroke hingga nyeri kronis seperti punggung, bahu, dan lutut. Banyak pasien, kata dia, berhenti memulihkan diri di tahap pengobatan penyakit, sementara fungsi tubuhnya belum pulih optimal.

“Rehabilitasi medik ini hadir untuk menjembatani itu, agar pasien bisa kembali beraktivitas secara mandiri,” ujarnya.

Syairozi mengutarakan, layanan rehabilitasi medik di RSUD KLU ditangani oleh satu dokter spesialis dan dua fisioterapis. Kendati baru, pihak manajemen telah menyiapkan sejumlah alat fisioterapi dasar yang mendukung proses pemulihan pasien.

“Layanan ini belum terintegrasi dengan BPJS Kesehatan dan masih dalam tahap pengajuan. Akibatnya, pasien untuk sementara harus mengakses layanan dengan biaya mandiri,” tambahnya.
Pihaknya berharap, kehadiran layanan ini menjadi langkah awal yang signifikan bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Lombok Utara. RSUD KLU akan terus berupaya optimal memenuhi tuntutan akses kesehatan sehingga tercapai peningkatan kualitas harapan hidup di masyarakat. (ari)

Jelang Kenaikan Tipe, Sejumlah Pejabat Polres Loteng Digeser

Praya (globalfmlombok.com) – Polres Lombok Tengah (Loteng) dalam waktu ini akan mendapat kenaikan tipe. Dari Polres tipe B menjadi Polres tipe A (Polresta). Jelang perubahan tipelogi tersebut, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Loteng dimutasi. Masing-masing tiga Komandan Satuan (Kasat) serta dua Komandan Kepolisian Sektor (Kapolsek).

Tiga Kasat yang diganti yakni Kasat Lantas AKP Wulan Sucianur, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., digantikan AKP Edwin Isa Mahendra, S.T.K., S.I.K., M.H. Kemudian Kasat Intelkam kini dijabat AKP Abdul Haris yang sebelumnya diisi oleh Iptu I Komang Sugiarne, S.H. Terakhir, Kasat Resnarkoba Iptu Yudha Aditya Warman, posisinya digantikan oleh AKP Mulyadi.

Adapun dua jabatan masing-masing Kapolsek Batukliang Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H., digantikan oleh Iptu I Nyoman Rudi Santoso dan Kapolsek Kawasan Mandalika Iptu Kadek Angga Nambara, S.H., digantikan oleh AKP Mulyadi.

“Pergantian jabatan ini murni merupakan kebutuhan organisasi,” sebut Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., saat memimpin serah terima jabatan di lapangan apel Mapolres Loteng, Rabu (13/5/2026) pagi.

Ia mengatakan, pergantian jabatan juga penting dalam rangka mendukung pengembangan karier setiap personel kepolisian. Sekaligus meningkatkan kinerja organisasi supaya tetap menampilkan performa yang optimal dalam menghadapi setiap tantangan tugas yang kian komplek.

Ia menegaskan, bagi anggota Polri, menjalankan tugas adalah bentuk pengabdian dan ibadah. Jadi harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan serta tanggung jawab. Di mana pun tempat bertugas.

Maka penting bagi pejabat baru untuk segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru. “Terus tingkat kinerja serta laksanakan tugas dengan optimal. Guna menjawab tantangan dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks,” pintanya seraya‎ memberikan apresiasi kepada pejabat lama atas pengabdian dan dedikasi selama bertugas di Polres Loteng. (kir)

Di Forum MPU 2026, Wagub Tegaskan Kekuatan Bali–Nusra

Semarang (globalfmlombok.com) — Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama kawasan Bali–Nusa Tenggara sebagai kekuatan strategis nasional dalam mendukung ketahanan pangan, konektivitas wilayah, dan transisi energi berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Wagub NTB saat menghadiri Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) Tahun 2026 di Hotel Tentrem, Semarang, Selasa (12/5/2026).

Rapat kerja tersebut menghasilkan kesepakatan bersama antarprovinsi anggota FKD MPU untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi tantangan global, khususnya di sektor pangan, energi, dan konektivitas kawasan.

Kegiatan dibuka dengan arahan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang disampaikan secara virtual. Dalam arahannya, Wapres menekankan bahwa wilayah anggota FKD MPU memiliki posisi strategis karena dihuni sekitar 183 juta jiwa dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Presiden menginstruksikan percepatan swasembada pangan dan energi sebagai benteng pertahanan nasional. Saya berharap forum ini menghasilkan langkah konkret dan inovatif,” tegas Wapres.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wagub NTB memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemprov NTB dalam memperkuat kawasan Bali–Nusra yang meliputi Bali, NTB, dan NTT.

Menurut Wagub, NTB memiliki kapasitas besar sebagai daerah penyangga pangan nasional, termasuk dalam sektor peternakan dan perikanan.

“Beberapa komoditas kami seperti perikanan sekarang sudah bisa diekspor langsung dari NTB. Begitu juga sapi, karena sebagian kebutuhan Jabodetabek dipenuhi dari wilayah kami,” ujar Wagub.

Selain sektor pangan, NTB juga terus memperkuat investasi dan pengembangan energi terbarukan melalui potensi pertambangan dan keberadaan fasilitas smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Wagub menegaskan, kerja sama antardaerah tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata, tetapi harus memiliki arah, target, dan implementasi yang terukur.

Karena itu, Pemprov NTB bersama daerah kawasan Bali–Nusra mulai melibatkan perguruan tinggi dan akademisi untuk memetakan potensi energi terbarukan dan sumber daya strategis daerah.

“Kami ingin kerja sama ini menghasilkan tindak lanjut yang nyata, berbasis riset, dan memiliki dampak langsung bagi pembangunan kawasan,” jelasnya.

Langkah kolaboratif tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, yang menilai kerja sama Bali, NTB, dan NTT sebagai model kolaborasi regional yang progresif dan perlu diperkuat melalui target yang lebih konkret.

“Kerja sama Bali, NTB, dan NTT ini sangat baik. Yang dibutuhkan sekarang adalah ukuran keberhasilan yang jelas, mulai dari target energi terbarukan hingga output pembangunan yang terukur,” ujar Bima Arya.

Rapat kerja FKD MPU 2026 turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, serta perwakilan kepala daerah dari seluruh provinsi anggota FKD MPU. (r/ham)