Beranda blog Halaman 52

Sektor Pertanian Lotim Jadi Penyumbang Tertinggi Pertumbuhan Ekonomi

Selong globalfmlombok.com) – Sektor pertanian kembali menunjukkan perannya sebagai tulang punggung perekonomian Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sumbangan sektor pertanian dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 27 persen. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Lotim. Ini menegaskan, kehidupan ekonomi masyarakat Lotim sangat bergantung pada sektor pertanian beserta seluruh rantai turunannya.

Staf Khusus Bupati Lotim Bidang Pertanian, H. Badarudin, menjelaskan, subsektor tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, menjadi yang paling menonjol dan banyak diusahakan oleh petani. “Ketika pertanian tumbuh baik, daya beli masyarakat naik, perdagangan ikut bergerak, sehingga ekonomi daerah tumbuh signifikan,” ujarnya.

Pemerintah pun telah meluncurkan sejumlah kebijakan strategis untuk mengatasi permasalahan petani, baik dari sisi sarana produksi maupun kepastian harga.

Pertama, penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi hingga 100 persen pada awal tahun 2025 untuk memenuhi kebutuhan petani dalam rangka peningkatan produksi. Selain itu, terjadi penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen pada akhir tahun 2025.

Kedua, Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas padi sebesar Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram. Kebijakan ini diikuti dengan peningkatan peran Bulog dalam menyerap hasil produksi petani, sehingga berdampak pada penurunan biaya produksi, peningkatan produktivitas, dan akhirnya meningkatkan pendapatan petani.

Ketiga, dukungan Pemerintah Daerah melalui penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan irigasi, serta pendampingan intensif oleh petugas pertanian.

Menurut Badarudin, tak hanya berfokus pada tanaman pangan, Pemkab Lotim juga mulai menggencarkan program hilirisasi pada komoditas unggulan lainnya. Salah satu yang paling berkembang adalah hilirisasi rumput laut, ditandai dengan pembangunan International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) di Ekas, Kecamatan Jerowaru. Pusat riset berskala internasional ini akan mengembangkan rumput laut dari hulu ke hilir, mulai dari penggunaan bibit unggul hingga pengolahan menjadi berbagai produk jadi untuk kebutuhan pasar lokal maupun ekspor.

Hilirisasi sapi potong yang selama ini hanya dijual dalam bentuk sapi hidup. Padahal nilai tambah terbesar ada pada pengolahan daging, pengemasan, dan cold chain untuk menghasilkan produk premium seperti daging segar vakum, abon sapi, hingga rendang kemasan.

Hilirisasi sapi perah untuk menghasilkan susu pasteurisasi, yogurt, susu bubuk, dan lainnya. Pembangunan pabrik pakan ternak (mini) untuk sapi, kambing, ayam, dan ikan, termasuk produk turunan seperti silase dan konsentrat. Dengan adanya pabrik pakan, biaya pemeliharaan ternak akan turun, peternak lebih untung, dan ekonomi daerah berputar secara lokal.

Ditambahkan, Pemkab Lotim saat ini tengah menyusun Blue Print Hilirisasi yang komprehensif untuk memaksimalkan seluruh potensi daerah. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan sektor pertanian dan turunannya tidak hanya menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara berkelanjutan. (rus)

Perkuat Pengelolaan Sampah Organik

Mataram (globalfmlombok.com) – PEMERINTAH Kecamatan Sekarbela terus menggencarkan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai upaya mengurangi penumpukan sampah di TPS Sandubaya, Kebon Talo, hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok.

Camat Sekarbela, Arief Satriawan, mengatakan inovasi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pakan ternak lele sekaligus pupuk organik.

Menurutnya, sistem pengolahan ini memanfaatkan siklus hidup maggot yang mampu mengurai sampah organik dengan cepat, sehingga dinilai efektif mengurangi volume sampah sekaligus memiliki nilai ekonomis.

“Kita upayakan inovasi ini dapat berjalan maksimal, dimulai dari skala kecil,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Arief menjelaskan, pengelolaan sampah organik, khususnya limbah sayuran, menjadi maggot dinilai sangat efektif karena memiliki siklus produksi yang relatif cepat.

Meski sempat menghadapi kendala pada proses penetasan telur maggot, pihak kecamatan kini mulai menemukan metode yang tepat setelah mendapat pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Maggot Center.

“Kita dulu terlalu lama saat proses penetasan. Kita tunggu sampai seminggu, padahal seharusnya tiga hari sudah bisa menetas. Alhamdulillah sekarang sudah dibimbing teman-teman DLH,” jelasnya.

Ia menyebutkan, hasil pengolahan sampah tersebut tidak hanya mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan pakan alami untuk ikan lele dan nila yang dikelola pihak kecamatan. Selain itu, kotoran maggot atau kasgot dimanfaatkan menjadi pupuk organik berkualitas tinggi.

Menurut Arief, hasil penelitian menunjukkan kandungan nitrogen (N) pada kasgot lebih tinggi dibandingkan kotoran ayam. Karena itu, kasgot difermentasi menggunakan EM4 untuk menghasilkan pupuk yang lebih optimal bagi tanaman.

“Hasilnya sangat bagus untuk tanaman, seperti cabai di depan kantor ini yang daunnya sangat subur,” katanya.

Saat ini, fasilitas budidaya maggot masih memanfaatkan lahan terbatas dengan menggunakan kotak sederhana guna menekan biaya pembangunan infrastruktur.

“Kita coba pakai kotak dulu. Kalau membuat kandang permanen biayanya cukup besar karena harus menggunakan rangka baja dan membutuhkan tempat yang luas,” ungkapnya.

Arief juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar sampah organik tidak tercampur dengan plastik maupun kuah makanan yang dapat menghambat pertumbuhan maggot. (pan)

BI: Pariwisata Jadi Mesin Utama Ekonomi Bali-Nusra

Mataram (globalfmlombok.com) – Bank Indonesia menegaskan sektor pariwisata masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi kawasan Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena itu, penguatan ekonomi kreatif dan UMKM dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan daerah di tengah ketidakpastian global.

Hal ini disampaikan Koordinator Wilayah Bank Indonesia Bali Nusra, Achris Sarwani, saat pembukaan ajang Karya Kreatif NTB (KK-NTB) 2026 di Lombok Epicentrum Mall (LEM), Jumat, 15 Mei 2026 sore.

Achris mengatakan, salah satu mandat Bank Indonesia sebagai bank sentral di daerah adalah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Peran tersebut dijalankan melalui fungsi advisory kepada kepala daerah, termasuk mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor tradisional.

“Bank Indonesia memang punya tugas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kami bertugas menjadi advisor bagi kepala daerah dan salah satu fokusnya adalah mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.

Menurutnya, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor potensial yang harus terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta pelaku usaha.
Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi kawasan Balinusra saat ini tercatat mencapai sekitar 7,93 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen. Tingginya pertumbuhan ini salah satunya ditopang oleh sektor pariwisata.

Berdasarkan struktur ekonomi kawasan Balinusra, sektor pariwisata disebut menyumbang hampir 30 persen atau sekitar 29,79 persen, lebih tinggi dibanding sektor pertanian yang berada di kisaran 20 persen.

“Ini menunjukkan bahwa pariwisata adalah mesin utama ekonomi kawasan Bali Nusra. Kalau pariwisata di wilayah ini turun, dampaknya juga bisa terasa terhadap ekonomi nasional,” tegas Mantan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB ini.

Meski demikian, Achris mengakui sektor pariwisata saat ini menghadapi tantangan akibat gejolak global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi mobilitas wisatawan internasional. Namun, BI tetap optimistis karena pasar wisatawan dari Australia, Tiongkok, Jepang, dan Korea masih sangat potensial bagi wilayah Bali Nusra.

Apalagi, kawasan ini akan segera memasuki periode high season pariwisata bersamaan dengan momentum libur sekolah.

“Kami masih optimistis pertumbuhan ekonomi tetap terjaga jika peluang ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Achris juga menyoroti pentingnya memperkuat promosi pariwisata internasional melalui ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) yang akan digelar pada 27–29 Mei mendatang di Bali. Event tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi NTB untuk memasarkan destinasi wisata dan desa wisata kepada buyer internasional dari berbagai negara.

Ia menyebut, hingga saat ini lebih dari 40 negara telah mendaftar sebagai buyer dalam ajang tersebut.

“NTB harus memanfaatkan momentum ini. Desa wisata di NTB perlu ikut tampil agar bisa masuk dalam paket wisata internasional, bukan hanya Bali, tetapi satu kawasan Bali Nusra,” ujarnya.
Selain promosi destinasi, BI juga terus memperkuat kemudahan transaksi wisatawan mancanegara melalui pengembangan sistem pembayaran digital lintas negara berbasis QRIS cross border.

Saat ini, wisatawan asal Tiongkok yang menggunakan Alipay dan WeChat Pay disebut sudah dapat bertransaksi melalui QRIS di Indonesia. Fasilitas serupa juga mulai tersedia bagi wisatawan dari Jepang, Korea Selatan, serta sejumlah negara ASEAN.

“Bank Indonesia ingin memastikan wisatawan yang datang ke Indonesia, termasuk NTB, mendapatkan kemudahan transaksi. Ini bagian dari upaya memperkuat daya saing pariwisata daerah,” katanya.

Achris menambahkan, sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Bank Indonesia diharapkan terus diperkuat agar sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM lokal semakin berkembang dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah ke depan. (bul)

Buka Event KK-NTB 2026 di Lombok Epicentrum, Gubernur Dorong UMKM NTB Naik Kelas

Mataram (globalfmlombok.com) —

Gelaran Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 kembali menjadi panggung penguatan UMKM dan ekonomi kreatif daerah. Pemerintah Provinsi NTB menargetkan penguatan kualitas produk, kapasitas pelaku usaha, serta daya saing UMKM sebagai fondasi untuk menembus pasar nasional hingga global.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat membuka KK-NTB 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB di Atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM), Jumat (15/5).

Ratusan pengunjung tampak memadati area pameran yang menampilkan beragam produk unggulan UMKM NTB, mulai dari fesyen, kriya, kopi, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif dari berbagai kabupaten/kota di NTB.

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia NTB dalam melakukan pembinaan dan inkubasi UMKM secara berkelanjutan.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat pondasi UMKM sebelum memperluas penetrasi pasar ke tingkat nasional dan internasional.

“Tahun ini kami fokus memperkuat pondasi UMKM terlebih dahulu sebelum lebih agresif masuk ke pasar yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui pameran, tetapi harus dibangun melalui proses inkubasi yang mampu melahirkan pelaku usaha baru yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

Kehadiran 15 UMKM baru hasil program inkubasi yang telah lolos kurasi dan tampil pada KK-NTB 2026 dinilai menjadi indikator positif bahwa proses pembinaan mulai menunjukkan hasil nyata.

“Selama ini pameran sering diisi pelaku yang sama dari tahun ke tahun. Sekarang mulai muncul UMKM baru yang siap tampil dan berkembang. Ini progres yang sangat baik,” katanya.

Miq Iqbal juga menilai keberagaman budaya Lombok dan Sumbawa merupakan kekuatan besar yang dapat dikembangkan menjadi identitas ekonomi kreatif NTB, termasuk melalui penguatan produk kopi unggulan daerah.

Menurutnya, kopi-kopi NTB memiliki karakter khas yang dapat dipadukan menjadi racikan premium sebagai identitas baru NTB di pasar nasional maupun internasional.

“Kultur masyarakat NTB yang telah berbaur selama ratusan tahun juga tercermin dalam kekayaan produk kita. Ini kekuatan yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Meski banyak menerima undangan pameran nasional dan internasional, Pemerintah Provinsi NTB memilih fokus memperkuat kualitas produk dan kesiapan UMKM terlebih dahulu. Namun demikian, NTB dijadwalkan menjadi salah satu tamu kehormatan pada pameran ASEAN–China di Tiongkok pada September mendatang atas undangan Kementerian Perdagangan RI.

Gubernur berharap UMKM NTB yang telah melalui proses pembinaan dan kurasi mampu tampil lebih percaya diri, memiliki daya saing tinggi, dan menjadi representasi produk unggulan daerah di pasar global.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan KK-NTB 2026 menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan UMKM daerah.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 Mei 2026 tersebut melibatkan 119 UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia dari seluruh wilayah NTB, termasuk 15 UMKM baru hasil program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI).

“KK-NTB tidak hanya menghadirkan bazar UMKM, tetapi juga business matching, edukasi keuangan, fashion show, art performance, hingga promosi ekonomi kreatif daerah,” jelasnya.

Menurut Hario, salah satu fokus utama KK-NTB 2026 adalah memperkuat branding kopi lokal NTB melalui kolaborasi dengan Lombok Coffee Hub dan enam coffee shop terbaik di NTB untuk menghadirkan berbagai signature menu berbahan kopi asli NTB.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat posisi NTB sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan Indonesia,” pungkasnya.(r)

Gubernur NTB Dorong Konsultan Lokal Kuasai Teknologi, Inovasi dan Mampu Bersaing hingga Tingkat Global

Mataram (globalfmlombok.com)-

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan dunia konsultansi daerah tidak lagi dapat bertahan dengan pola kerja lama di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Menurut dia, konsultan saat ini dituntut lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu bersaing hingga tingkat global agar dapat menghadirkan pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Iqbal saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia NTB di Ballroom Hotel Merumatta Senggigi, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus pemilihan kepengurusan baru INKINDO NTB. Musprov dibuka Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah, bersama jajaran pengurus nasional dan daerah INKINDO.

Dalam sambutannya, Iqbal menekankan peran konsultan kini tidak lagi sekadar menyusun dokumen atau menjalankan pekerjaan teknis, tetapi ikut menentukan kualitas pembangunan daerah.

“Konsultan harus mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Kita membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih cerdas dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.

Ia mengatakan kualitas perencanaan sangat memengaruhi hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, kawasan permukiman, hingga pelayanan publik.

Menurut Iqbal, pendekatan pembangunan di daerah juga harus disesuaikan dengan karakter geografis wilayah. Ia mencontohkan pembangunan jalan di NTB yang masih menghadapi persoalan kerusakan badan jalan dan longsor karena metode teknis yang belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi daerah.

“Banyak metode dan teknologi yang diterapkan belum sepenuhnya sesuai dengan karakter wilayah kita. Akibatnya, hasil pembangunan tidak optimal dan membutuhkan biaya perbaikan yang besar,” katanya.

Iqbal menyebut biaya pembangunan jalan di NTB saat ini dapat mencapai sekitar Rp 5 miliar per kilometer. Karena itu, diperlukan pendekatan baru agar penggunaan anggaran pembangunan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kita membutuhkan pendekatan baru, baik pada pembangunan infrastruktur maupun jasa konsultansi, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efisien dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB, lanjut dia, juga mulai memperkuat jejaring internasional untuk meningkatkan kapasitas konsultan lokal. Salah satunya melalui dorongan kerja sama antara INKINDO Indonesia dengan Turki.

Iqbal menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mendorong pertumbuhan konsultan lokal agar mampu bersaing di daerah sendiri maupun di tingkat yang lebih luas.

“Ayo kita tumbuh bersama melalui kolaborasi dan sinergi agar pembangunan daerah semakin kuat dan NTB mampu melangkah menuju visi Makmur Mendunia,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri PKP RI, Fahri Hamzah, menilai dunia konsultansi harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan yang kuat.

Menurut dia, konsultan tidak hanya dituntut menyelesaikan proyek, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi pembangunan.

“Semua kita harus menjadi pemikir. Konsultan harus memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang kuat, bukan sekadar tradisi proyek,” ujar Fahri.

Ketua DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia NTB, Lalu Karman Lutfi, menambahkan konsultan lokal, khususnya kelompok menengah dan kecil, masih membutuhkan dukungan agar memiliki ruang yang lebih luas dalam pembangunan daerah.

Melalui Musprov XI tersebut, INKINDO NTB diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang inovatif dan berdaya saing di tengah perubahan global.(ris/r)

 

19 WNI Diamankan Aparat Saudi Terkait Pelanggaran Aturan Haji

Makkah (globalfmlombok.com) –

Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia Jeddah, Yusron B. Ambary, mengonfirmasi bahwa 19 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Belasan WNI tersebut ditangkap atas dugaan berbagai pelanggaran hukum selama musim haji 2026.

Yusron merinci, pelanggaran yang dilakukan meliputi promosi layanan haji ilegal, praktik penjualan dam (denda) yang tidak sesuai aturan, hingga tindakan mendokumentasikan atau memotret perempuan warga lokal tanpa izin.

“Pihak KJRI melalui Tim Pelindungan Jemaah telah mendatangi kantor polisi. Saat ini, 15 orang sedang diperiksa di wilayah Khororoh dan 4 orang lainnya berada di Al-Mansyur,” ujar Yusron saat meninjau kesiapan layanan jemaah haji di Arafah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026) dikutip dari haji.go.id.

Dari total 19 WNI yang diperiksa, Yusron menyebutkan dua orang telah mendapatkan pembebasan bersyarat. Keduanya terlibat dalam kasus berbeda, yakni dugaan merekam perempuan Saudi di Masjid Nabawi dan satu orang lainnya terkait penjualan dam.

Khusus untuk jemaah yang tersandung kasus pengambilan video tanpa izin, Yusron memastikan yang bersangkutan masih diperbolehkan melanjutkan rangkaian ibadah haji sambil menunggu perkembangan hukum.

“Untuk saat ini dia memang masih dibebaskan dan boleh melanjutkan pelaksanaan ibadah hajinya. KJRI akan terus memantau apakah akan ada tuntutan hak khusus dari pihak perempuan yang diambil videonya itu,” kata Yusron.

Yusron menjelaskan bahwa nasib WNI tersebut sangat bergantung pada ada atau tidaknya tuntutan dari korban. Dalam sistem hukum Arab Saudi, terdapat perbedaan antara pidana umum dan pidana khusus.

“Kalau tidak ada tuntutan khusus, yang bersangkutan bisa kembali ke tanah air saat jadwal kepulangan. Namun jika ada tuntutan dari korban, proses hukum berlanjut. Pidana khusus ini sangat bergantung pada tuntutan pihak korban,” tegasnya.

Terkait empat kasus penjualan dam, satu orang telah dibebaskan bersyarat karena bukti yang dikumpulkan aparat setempat belum mencukupi.

Menutup keterangannya, Yusron mengimbau semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia menekankan bahwa status 19 WNI tersebut saat ini masih sebagai tertuduh, bukan tersangka.

“Aparat keamanan memiliki waktu lima hari untuk mengumpulkan bukti. Jika belum lengkap, masa penahanan bisa diperpanjang hingga 20 hari. KJRI sudah berbicara langsung dengan para tertuduh untuk memastikan mereka mendapatkan hak-haknya,” pungkas Yusron.(r)

RENUNGAN JUM’AT BAROKAH | Jiwa Putih yang Retak oleh Bisikan Jiwa-Jiwa Kelam

TIDAK semua manusia berubah karena kebencian.Kadang seseorang berubah hanya karena terlalu lama hidup di tengah lingkungan yang salah.

Hati yang awalnya lembut bisa perlahan mengeras.Lisan yang dahulu terjaga dapat berubah tajam.

Dan jiwa yang mulanya mencintai kebaikan, perlahan kehilangan cahayanya tanpa benar-benar menyadarinya.

Beginilah manusia.Ia bukan hanya dibentuk oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh suara-suara yang setiap hari mengelilinginya, oleh pergaulan, percakapan, kebiasaan, lingkungan tempat ia tumbuh, dan waktu yang diam-diam membentuk dirinya.

Sebab hati manusia tidak selalu retak karena luka besar.Kadang ia pecah perlahan oleh hal-hal kecil yang terus diulang.

Oleh pertemanan yang membiasakan keburukan.Oleh lingkungan yang menertawakan dosa.Oleh percakapan yang dipenuhi iri, fitnah, dan kebencian.

Atau oleh dunia yang perlahan membuat manusia kehilangan rasa malu terhadap maksiat.

Hari ini kita menyaksikan banyak manusia berubah bukan karena mereka tidak mengenal kebaikan, tetapi karena terlalu lama berada di tengah kebiasaan yang salah.

Yang dahulu santun menjadi kasar.Yang awalnya jujur mulai terbiasa berdusta.Yang dulu menjaga lisan akhirnya ikut mencaci agar diterima dalam lingkungannya sendiri.

Dan yang paling menyedihkan, sering kali seseorang tidak sadar bahwa hatinya sedang berubah. Ia merasa masih menjadi dirinya yang dulu, padahal cahaya dalam jiwanya perlahan mulai meredup.

Rasulullah SAW telah mengingatkan:

“Seseorang itu mengikuti agama sahabat dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat dengan siapa ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadis ini bukan sekedar nasihat memilih teman, tetapi peringatan bahwa manusia dapat mengambil warna dari lingkungan yang ia cintai.

Sebab jiwa memiliki sifat menyerap.Apa yang sering didengar akan memengaruhi pikiran.Apa yang terus dilihat akan memengaruhi hati. Dan apa yang dibiarkan berulang akhirnya terasa biasa.

Imam Ibnul Qayyim berkata:

Pergaulan yang buruk lebih cepat merusak hati daripada racun merusak tubuh.”

Betapa banyak manusia baik yang akhirnya kehilangan dirinya sendiri bukan karena tidak tahu jalan pulang, tetapi karena terlalu lama berjalan bersama orang-orang yang salah arah.

Inilah fitnah kehidupan zaman ini. Ketika keburukan dipertontonkan setiap hari, manusia perlahan kehilangan kepekaan. Fitnah dianggap hiburanKebencian dianggap keberanian.Sindiran dianggap kecerdasan.

Dan dosa yang terus diulang akhirnya tidak lagi terasa menakutkan. Yang paling berbahaya bukan ketika tubuh berada di lingkungan yang buruk, tetapi ketika hati mulai nyaman tinggal di dalamnya. Karena pada saat itu, manusia tidak lagi merasa sedang menjauh dari cahaya.

Ia mulai menganggap gelap sebagai sesuatu yang biasa.

Allah SWT berfirman:

“Dan bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap ridha-Nya…” (QS. Al-Kahfi: 28)

Ayat ini mengajarkan bahwa bertahan di tengah lingkungan baik adalah penjaga bagi iman. Sebab manusia membutuhkan lingkaran yang menjaga hatinya tetap hidup.

Tidak semua tempat baik untuk jiwa.Tidak semua kedekatan membawa ketenangan. Ada manusia yang hadir mendekat, tetapi perlahan menjauhkan kita dari Allah.

Mungkin karena itulah para ulama terdahulu sangat berhati-hati menjaga lingkungan hati mereka.

Imam Al-Ghazali berkata:

“Hati itu lemah, sedangkan pengaruh datang secara halus.”

Lalu bagaimana menjaga diri di tengah keadaan seperti ini?

Pertama, dekatkan hati kepada Allah SWT

Karena hati yang jauh dari Allah akan mudah dipenuhi suara manusia. Sedangkan hati yang dekat kepada-Nya akan lebih peka membedakan cahaya dan kegelapan.

Allah SWT berfirman:

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Kedua pilih lingkungan yang menjaga iman.Tidak semua pertemanan harus dipertahankan.Tidak semua keramaian layak diikuti.

Rasulullah SAW bersabda:

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Teman yang baik mungkin tidak selalu banyak berbicara tentang agama, tetapi kehadirannya membuat hati lebih tenang, lisan lebih terjaga, dan langkah lebih dekat kepada Allah.

Ketiga, belajarlah menjaga jarak dari hal-hal yang perlahan merusak jiwa.

Karena tidak semua yang membuat kita nyaman akan membawa keselamatan.Dan tidak semua yang ramai layak dijadikan tempat menetap hati. Kadang menjaga diri adalah bentuk ibadah yang paling sunyi.

Renungan ini mengingatkan kita bahwa mempertahankan hati yang bersih di zaman yang penuh pengaruh adalah perjuangan yang tidak ringan.

Sebab sering kali manusia tidak jatuh karena tidak mengenal kebenaran, tetapi karena terlalu lama hidup di tengah kebiasaan yang menyesatkan.

Maka jagalah hati itu sebelum ia benar-benar kehilangan cahayanya. Karena pada akhirnya, yang akan kembali menghadap Allah bukan wajah kita, bukan kedudukan kita, melainkan jiwa yang selama hidup kita rawat dan jaga.

Sebab tidak semua hati yang rusak hancur seketika.Ada yang perlahan gelap, hanya karena terlalu lama jauh dari cahaya.

Semoga Allah SWT menjaga hati kita tetap hidup di tengah kerasnya dunia, menjaga langkah kita dari bisikan jiwa-jiwa yang gelap, serta mempertemukan kita dengan manusia-manusia yang menumbuhkan iman, ketenangan, dan jalan menuju Ridha-Nya.

Sebab dunia hanyalah perjalanan yang singkat, sedangkan akhirat adalah negeri yang kekal abadi.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

DR. 4K4

Akibat Jalan Rusak, Warga Dusun Teluk Gok-Telaga Lupi Sekotong Lombok Barat Hidup Terisolasi

Giri Menang (globalfmlombok.com)  – Akses jalan kabupaten yang menghubungkan beberapa dusun di sepanjang pesisir Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar), yakni Dusun Medang, Teluk Gok, Telaga Lupi, dan Gerisak Desa Sekotong Barat rusak parah. Kondisi akses jalan ini hampir 25 tahun lamanya dikeluhkan warga, lantaran aktivitas mereka terganggu bahkan nyaris hidup terisolasi.

Berbagai potensi yang ada di wilayah itu, seperti perikanan, pariwisata dan lainnya menjadi terhambat. Warga berharap agar jalan sepanjang 3-4 kilometer tersebut diperbaiki pemerintah. Pantauan Suara NTB, akses jalan mulai dari jalur masuk Dusun Medang menuju beberapa dusun rusak. Jalan tanah dan berbatu menyulitkan kendaraan lewat di akses tersebut.

Pengunjung yang menggunakan kendaraan harus ekstra hati-hati melewati jalur tersebut. Di wilayah itu, tampak tambak ikan dan garam. Warga membuka usaha jasa transportasi menuju Gili-gili yang ada. Warga juga membuka usaha ikan bakar. Namun, potensi itu tak bisa maksimal dikembangkan akibat kondisi jalan rusak tersebut.

Terbaru, dari video yang diunggah di media sosial bernama Fitri, tampak warga menaiki kendaraan pikap melewati jalan rusak berbatu. Warga didominasi perempuan itu membawa peralatan seadanya untuk gotong royong memperbaiki jalan rusak tersebut. Semangat gotong royong warga ini sangat menyentuh perasaan, kerena tidak saja bapak atau ibu-ibu tetapi anak-anak juga ikut gotong royong.

Dalam video berdurasi lima menit itu, dikatakan warga, jalan bukan sekadar infrastruktur tetapi urat nadi dari kehidupan, baik pendidikan, kesehatan, ekonomi, akses distribusi hasil pertanian, perikanan dan lainnya. Ketika jalan rusak atau tidak layak, maka kesengsaraan dialami warga karena semua aspek hidup ikut terhambat.

“Kondisi ini dialami warga di Teluk Gok, hampir 25 tahun lamanya. Belum ada kebijakan konkret mengenai penanganan infrastruktur dan kemiskinan ekstrem di wilayah ini,” keluh warga.

Warga pun secara swadaya melakukan gotong royong rutin setiap pekan memperbaiki jalan itu agar sedikit layak dilalui warga yang beraktifitas sehari-hari, terutama anak-anak ke sekolah. Di tengah ketidakpastian penanganan jalan itu dari pemerintah, warga tidak berpangku tangan. Mereka justru patungan dari swadaya seadanya untuk perbaiki jalan tersebut.

Menurut warga, ketika warga berswadaya perbaiki jalan, menjadi sinyal kuat adanya ketimpangan prioritas pembangunan di daerah ini. Warga memahami bahwa setiap pergantian kepemimpinan membawa visi dan gaya kerja berbeda. Namun, itu tidak menjadi alasan memperlambat usulan dari warga yang telah lama diperjuangkan. Baik usulan infrastruktur dasar, jalan, dan pelayanan publik menjadi kebutuhan kolektif masyarakat yang lahir dari musyawarah dan perjuangan panjang.

Sebab jika usulan ini terhambat, tak direalisasikan maka yang menjadi korban adalah rakyat. Seharusnya, harapan warga, transisi kepemimpinan memperkuat kesinambungan pembangunan. Warga berharap siapapun pemimpin saat ini komitmen terhadap terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Jalan ini telah lama rusak parah, jadi tolong para pemimpin kami juga butuh diperhatikan,” imbuhnya.

Tak saja warga, pengunjung juga mengeluhkan kondisi jalan tersebut. “Kondisi jalan ini rusak sekali, padahal ini jalan wisata menuju Gili Sudak,” kata Yayan. Menurutnya jika jalan ini bagus, maka banyak pengunjung yang akan datang dan memilih ke Gili melalui wilayah setempat, sehingga ekonomi warga setempat menjadi berkembang. “Sayang potensi daerah ini besar, tapi jalannya rusak. Pemerintah harus segera bangun,” harapnya.

Dirinya beberapa kali berwisata ke Gili Sudak dan menyeberang naik perahu warga di kawasan itu. Jaraknya dekat membuat akses ini menjadi salah satu alternatif bagi pengunjung yang mau ke Gili Sudak dan Gili Kedis. Akan tetapi, jalannya yang rusak menjadi kendala pengunjung.

Ketua RT 03 Bangko Palut Dusun Medang, Sahar mengaku akses jalan sepanjang 3 kilometer dari jalan utama kondisinya rusak parah. “Panjang jalan di daerah kami yang rusak sekitar 3 kilometer,” sebutnya.

Jalan ini perlu ditangani pemerintah, karena menghambat tidak saja potensi pariwisata religi pura, Teluk Gok dan beberapa Gili yang dekat dengan kawasan itu. Bahkan, pengunjung dari luar sering kali datang ke pura dan Goa Landak tersebut menggunakan bus. Pengunjung ini mengeluh karena kondisi jalan yang rusak tersebut. Tidak itu saja, aktivitas perekonomian warga juga terganggu, baik warga mau ke pasar, menjual hasil tangkapannya dan dari sisi kesehatan serta pendidikan juga ikut terganggu.

Jalan kabupaten itu tidak saja dilalui warga Medang, namun beberapa dusun yakni Gunung Ketapang, Geresak, Telaga Lupi dan Teluk Gok. Warga kesulitan ke fasilitas pelayanan kesehatan, terutama ketika melahirkan, karena selain jauh jaraknya, kondisi jalan itu juga menghambat warga.
Sementara itu, Kepala Desa Sekotong Barat, H. Saharudin tak menampik kondisi jalan kabupaten tersebut. “Ya memang kondisinya begitu (rusak),” akunya.

Pihaknya sudah mengusulkan ke Pemkab Lobar untuk penanganan namun belum ada tindaklanjut. Yang sudah dilakukan penanganan dari program DPRD menimbun akses jalan itu, sehingga bisa dilalui dengan layak dan aman.

Sementara dari desa sendiri tak mampu karena membutuhkan anggaran besar. Pihaknya sudah melakukan pentaludan di kawasan pemukiman warga terdampak air laut pasang tahun 2023 lalu. Sementara itu Kadis PUPRPKP Lalu Ratnawi mengatakan bahwa untuk ruas jalan ini memang kondisinya sangat memperihatinkan.

Pihaknya pun telah lama mengatensi. “Mudah-mudahan segera bisa tangani karena kemarin tidak masuk usulan Musrenbang juga,” jelasnya. Pihaknya berupaya agar bisa mendapatkan penanganan pada tahun 2027. (her)

Demi Bisa Sekolah, Anak-anak Teluk Gok Lobar Tempuh Jalan Terjal dan Berbatu

Giri Menang (globalfmlombok.com)  – Anak-anak di Teluk Gok Dusun Medang Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar) harus berjuang keras untuk bisa mengenyam pendidikan demi masa depan mereka. Anak-anak yang seharusnya terjamin dari sisi akses pendidikan justru harus menempuh bahaya, terjalnya jalan yang penuh bebatuan untuk ke sekolah.

Setiap pagi, sejumlah anak menenteng tas ransel dan sepatu tampak melewati jalan rusak dan berbatu. Mereka seperti anak pada umumnya riang gembira membawa tas di punggung dan menenteng sepatu agar tidak kotor terkena lumpur di jalan. Bahkan, anak-anak memilih menggunakan sandal, karena sering kali sepatu mereka rusak akibat medan yang berat.

Namun, di tengah kondisi itu, sesekali mereka terlihat bersenda gurau, seolah sudah tertempa fisik dan dan mentalnya melalui jalur bahaya yang bisa saja mengintai akibat jalan terjal dan serangan binatang liar. Bukan saja melewati jalan berbahaya, mereka juga menempuh jalan jauh, berkilo-kilo meter naik-turun beberapa tanjakan baru bisa tiba ke sekolah.

Kisah ini pun bukan cerita baru, tetapi bertahun-tahun lamanya anak-anak di daerah itu, bahkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga setempat. Generasi bangsa itu pun berharap peran dan perhatian pemerintah intim membangunkan jalan di daerah mereka. Harapan mereka tidak besar, hanya berharap dibangunkan jalan yang telah lama rusak parah agar mereka bisa mengenyam pendidikan dengan nyaman dan aman. Warga setempat telah mendambakan jalan itu ditangani pemerintah.

Persoalan jalan ini pun pernah menuai aksi protes warga. Mereka menuntut jalan itu segera diperbaiki. Dalam protesnya, warga mengeluhkan jalan tanah yang tak kunjung dibangun pemerintah. Akibatnya, semua aktivitas warga nyaris lumpuh. Tidak saja aktivitas sehari-hari ke sekolah, perekonomian, berjualan dan pelayanan kesehatan.

“Anak-anak kami tidak pernah mendapatkan MBG gara-gara jalan rusak, tidak bisa masuk kendaraan ke daerah kami. Kami sudah muak dan habis kesabaran, karena kondisi jalan ini,” protes salah satu warga di hadapan kepala desa.

Anak-anak setempat harusnya setiap hari mendapatkan program MBG. Namun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak bisa masuk ke daerah itu akibat kondisi jalan rusak. “Jangankan bisa memperoleh MBG, anak-anak ke sekolah saja sangat sulit. Keadaan jalan kami sangat memperihatinkan,” tegas warga.

Kondisi hujan menyebabkan jalan berkubang lumpur, licin, dan berbatu. Sehingga anak-anak tidak ke sekolah, bahkan jika anak-anak nekat ke sekolah mereka rela kakinya mengalami luka-luka karena terjatuh di jalan rusak tersebut. Warga mengaku sudah lelah dijanjikan untuk penanganan jalan itu, namun tidak ada satu pun yang terealisasi. Aksi ini pun dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat pada pemerintah.

Sementara itu, Kades Sekotong Barat H. Saharudin mengatakan kondisi jalan tanah itu memang bertahun-tahun rusak parah. “Kami dari desa berupaya menangani (menimbun) tapi keadaan jalan itu rusak parah,” kata dia.

Pihaknya hanya bisa sebatas menimbun jalan itu, karena kondisi keuangan desa yang tak mencukupi secara permanen jalan tanah tersebut.

Panjang jalan itu sekitar 2 kilometer dari jalan aspal hingga daerah Telaga Lupi. Akses jalan kabupaten itu bisa langsung tembus ke Teluk Gok dan Gerisak, Dusun Medang. Rencananya ia akan membuka jalan tersebut. “Kalau ditotal panjangnya hampir 4 kilometer,” sebutnya.

Jalan ini sangat vital bagi warga setempat karena di daerah itu bermukim sekitar 150 KK, terpencar di beberapa daerah. Di daerah itu juga ada fasilitas pendidikan yang mana anak-anaknya mendapatkan program MBG.

Di daerah itu juga memiliki potensi besar, dari sisi perikanan dan pariwisata, karena di sana ada wisata Goa Landak, yang ramai dikunjungi pengunjung. Parahnya lagi, ketika musim hujan warga setempat selalu menjadi langganan banjir rob. Pihak desa sudah dua kali menganggarkan untuk talud pantai ini, tetapi air laut tetap saja meluap.

Pihaknya juga sudah mengusulkan melalui Musrenbang, tetapi tidak bisa masuk. “Mudah-mudahan melalui aksi warga ini pemerintah mau tangani, karena kami lelah melihat warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi mengatakan, semua infrastruktur sudah dipetakan pihaknya. Infrastruktur ini nantinya secara bertahap akan tangani pihaknya. “Semua infrastruktur sudah kami petakan untuk secara bertahap kami tangani,” kata Ratnawi. (her)

Penangguhan Penahanan Terdakwa Kasus Gratifikasi DPRD, Kejati NTB Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menegaskan proses hukum tiga terdakwa kasus dugaan gratifikasi DPRD NTB tetap berlanjut. Tiga terdakwa kasus tersebut sebelumnya mendapatkan penangguhan penahanan dari majelis hakim.

Tiga terdakwa yang mendapat penangguhan penahanan itu adalah Indra Jaya Usman (IJU), M. Nashib Ikroman, dan Hamdan Kasim.

Juru Bicara Kejati NTB, Muhammad Harun Al Rasyid, Kamis (14/5/2026) menyebutkan, pihaknya menghormati keputusan majelis hakim yang mengeluarkan tiga terdakwa dari rumah tahanan negara (Rutan). Menurutnya, penangguhan penahanan itu murni berkaitan dengan ketentuan masa penahanan dalam KUHAP baru.

“Tetapi mereka (terdakwa) tetap menjadi terdakwa sampai dengan ada putusan majelis hakim,” katanya.

Meskipun mendapat penangguhan penahanan, lanjutnya, status para terdakwa tidak berubah. Sebab, proses persidangan masih berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Mataram.

“Kami punya bahan pembuktian. Ini perkara masih jalan. Bukti kami serius, ini sudah kami bawa ke pengadilan,” tegasnya.

Harun menjelaskan, perkara tersebut menggunakan ketentuan KUHAP baru yang membatasi masa penahanan terdakwa. Oleh karena itu, jaksa penuntut umum tidak dapat memaksakan penahanan apabila masa waktunya telah berakhir.

“KUHAP baru membatasi. Kami tidak mempermasalahkan siapa-siapa, kami menghormati proses hukum,” ucapnya.

Sebelumnya, beredar tudingan bahwa Kejati NTB menerima uang ratusan juta rupiah dari sejumlah anggota DPRD diduga penerima gratifikasi. Harun dengan tegas menepis isu tersebut. Ia menganggap bahwa uang yang diterima merupakan titipan semata dan bukan penerimaan pribadi. Uang pengembalian itu saat ini berada di Rekening Pemerintah Lainnya (RPL).

“Kami hanya menerima uang titipan, bukan uang pribadi. Tidak ada itu. Kami meyakinkan, baik untuk penyidik maupun penuntut umum tidak ada yang menerima itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim yang dipimpin Dewi Santini. dalam sidang lanjutan kasus ini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Mataram, Rabu (13/5/2026) mengabulkan permohonan tiga terdakwa kasus gratifikasi DPRD NTB untuk menangguhkan penahanannya. Tiga terdakwa atas nama Muhammad Nashib Ikroman, Hamdan Kasim, dan Indra Jaya Usman ditangguhkan penahanannya sejak tanggal 13 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penangguhan penahanan diberikan karena masa penahanan para terdakwa telah berakhir. Meski dapat penangguhan, hakim menegaskan bahwa ketiganya tetap wajib bersikap kooperatif selama proses persidangan berjalan.

Majelis hakim turut mewajibkan para terdakwa tetap hadir dalam setiap agenda sidang serta tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat proses hukum yang sedang berjalan.

“Memerintahkan agar salinan penetapan ini segera diberikan kepada terdakwa dan penasihat hukumnya,” lanjut majelis hakim.

Setelah membacakan penetapan, Dewi Santini juga mengingatkan ketiga anggota DPRD NTB itu agar kooperatif mengikuti jalannya persidangan dan tidak mangkir.

“Apabila saudara mangkir atau melarikan diri, kami tetap akan melakukan persidangan secara in absentia. Kami bisa tetap menjalankan persidangan secara in absentia tanpa kehadiran saudara kalau saudara tidak hadir,” tegasnya.

Sebelumnya, Hamdan Kasim menjalani penahanan di Lapas Kelas IIA Kuripan, Lombok Barat sejak Senin, 24 November 2025. Lalu, IJU ditahan lebih dahulu sejak Kamis, 20 November 2025 dan ditempatkan di lapas yang sama dengan Hamdan Kasim. Sementara M. Nashib Ikroman menjalani penahanan di Rutan Praya, Lombok Tengah sejak Kamis, 20 November 2025. (mit)