Beranda blog Halaman 368

Berusaha Melarikan Diri, Bandar Narkoba di Lobar Tewas Ditembak Tim BNN NTB

Mataram (globalfmlombok.com)-

Seorang pria berinisial WD (32) yang diduga kuat sebagai bandar narkoba di wilayah Sekotong Lombok Barat tewas tertembak Tim Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BNNP NTB) di wilayah setempat pada Selasa, 8 Juli 2025. WD tepaksa ditembak saat dikejar aparat BNN, karena berupaya kabur.

WD diketahui merupakan warga Desa Batu Putih, yang selama ini kerap meresahkan masyarakat karena secara terang-terangan menjual sabu di depan rumahnya. Selain itu, bahwa pelaku merupakan residivis pencurian dengan kekerasan dan mengedarkan narkoba dengan cara terang-terangan di wilayah sekotong, sehingga meresahkan masyarakat setempat. Berdasarkan laporan warga, rumah pelaku sering dijadikan lokasi transaksi dan konsumsi narkotika jenis sabu.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP NTB, Kombes Pol Dr. Gede Suyasa, mengungkapkan bahwa WD telah lama menjadi target operasi karena diduga mengendalikan jaringan peredaran narkotika.

“Pelaku berusaha melarikan diri saat akan ditangkap, sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur,” ujar Suyasa, Rabu, 9 Juli 2025.

Kronologi kejadian penggerebekan berawal dari laporan masyarakat yang diterima tim BNNP NTB pada Selasa, 8 Juli 2025 sekitar pukul 13.00 Wita. Laporan menyebutkan bahwa TO (target operasi) tengah berada di berugak rumahnya bersama seorang pria yang diduga pembeli sabu.

Sekitar pukul 15.00 Wita, tim tiba di lokasi dan melakukan pemantauan dari jarak sekitar 2 kilometer. Setelah memastikan keberadaan pelaku, sekitar pukul 15.30 Wita tim mendekati lokasi. Namun, saat hendak ditangkap, WD melarikan diri dengan melompati tembok belakang rumahnya setinggi 1,5 meter, bersama pembeli berinisial S.

Petugas sempat memberikan tembakan peringatan, tapi WD terus berlari, sehingga dilakukan tembakan terukur ke arah kaki. Pelaku sempat hilang dari pantauan petugas, sementara S berhasil diamankan di tempat kejadian.

Tim kemudian melakukan penggeledahan di rumah pelaku dengan disaksikan oleh Kepala Dusun setempat. Penggeledahan berlangsung selama 1,5 jam. Saat hendak kembali ke kantor BNNP, petugas mendapat informasi dari warga bahwa pelaku ditemukan terkapar di kamar mandi rumah warga yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi awal.

Saat ditemukan, WD sudah dalam kondisi tidak bergerak dan membawa tas selempang. Dari hasil penggeledahan tas tersebut, petugas menemukan tiga bungkus plastik berisi sabu seberat total 11 gram, uang tunai sebesar Rp2.040.000, satu sekop dari pipet plastik, satu bendel klip transparan, serta alat isap sabu.

WD kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Mataram untuk dilakukan autopsi. Hasil pemeriksaan luar menunjukkan terdapat luka tembak di bagian pinggang dan luka robek pada alis yang diduga akibat benturan benda keras. BNNP NTB menyatakan akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas di wilayah NTB.

“Ini peringatkan bagi bandar sabu yang lainnya di Nusa Tenggara Barat supaya menjadi pelajaran berharga. Sebab bandar Narkoba ini merusak generasi penerus harapan bangsa,” ujarnya. Selain itu, pihak keluarga tidak mau melakukan autopsi. Pihak keluarga hanya meminta supaya Proyektil peluru dikeluarkan. (her)

Tertibkan Aset, Wali Kota Bima Bentuk Satgas Aset

Bima (globalfmlombok.com)-

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE menerima silaturahmi dan audiensi Komisi Pemantau Sosial dan Perpolitikan Indonesia (KPSPI), Selasa, 8 Juli 2025.

Audiensi yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota tersebut dalam rangka membahas sejumlah aset tanah tukar guling milik masyarakat dengan pemerintah Kota Bima pada tahun 2008 untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kelurahan Nungga yaitu perluasan pemukiman penduduk dan sarana pendidikan pada masa kepemimpinan Wali Kota Bima HM. Nur A. Latif.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bima, H. A. Rahman menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan tahapan inventarisasi sejumlah aset tanah yang sudah diserahkan oleh pemerintah Kabupaten Bima ke pemerintah Kota Bima yang masih bermasalah, baik aset tanah yang dikuasi oleh masyarakat maupun tanah yang sudah bersertifikat.

Wali Kota Bima menegaskan, pihaknya pada pekan kemarin telah melakukan rapat koordinasi dengan jajaran Forkopimda membahas penanganan Trantibum, termasuk membahas penuntasan sejumlah aset milik Pemerintah Kota Bima.

“Dari ratusan aset yang diserahkan Pemkab Bima, masih ada 60 aset yang masih bermasalah. Ada yang dikuasai oleh masyarakat tertentu, bahkan ada yang sudah terbit sertifikatnya,” ungkap Wali Kota.

“Saya akan bentuk satgas penertiban aset milik pemerintah yang masih bermasalah. Satgas aset yang dibentuk ini didalamnya ada BPKAD, TNI, Polri, Kejaksaan, BPN, dan KPKNL,” tegas Wali Kota.

Wali Kota menyebut melalui satgas aset ini nantinya akan menelusuri sejumlah aset tanah milik pemerintah yang dikuasi oleh oknum masyarakat tertentu. Termasuk bila hasil dari penelusuran satgas aset menemukan adanya tindakan menguasai aset tanah secara ilegal, maka akan diselesaikan secara aturan yang berlaku.

“Saya harap, masyarakat bersabar dulu sambil menunggu pemerintah bekerja melalui satgas aset yang dibentuk,” imbuhnya.(r)

Dua Anggota Polisi Tersangka Kasus Kematian Brigadir Nurhadi Akhirnya Ditahan

Mataram (globalfmlombok.com) –

Penyidik Polda NTB telah menahan tiga tersangka dalam kasus kematian anggota Bid Propam Polda NTB, Brigadir Muhammad Nurhadi, Senin, 7 Juli 2025.

Kepala Subdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, AKBP Catur Setiawan membenarkan adanya penahanan kepada tiga tersangka tersebut.

“Benar hari ini kami telah melakukan penahanan kepada tersangka Kompol IMY dan Ipda HC di Direktorat Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda NTB,” Ujar Catur sesuai mengantarkan kedua tersangka ke dalam tahanan.

Dia menyebut bahwa satu tersangka lainnya yaitu seorang perempuan berinisial M telah lebih dahulu ditahan. Penahanan Kompol IMY, Ipda HC, dan M kata Catur dilakukan sesuai dengan Surat Perintah Penahanan (SPHan) Nomor 81 dan 82. “Dan penahanan akan dilakukan hingga 20 hari ke depan,” ucapnya.

Dia mengatakan penahanan ketiga tersangka itu sudah melalui beberapa pertimbangan merupakan bagian dari strategi penyidikan. “Jika berkas perkara nanti ada perbaikan, mungkin kami akan lakukan perpanjangan penahanan,” tambahnya.

Catur membantah penahanan Kompol IMY dan Ipda HC dilakukan karena kasus ini banyak dibicarakan di media sosial. Dia menegaskan, penahanan keduanya memang sudah direncanakan.

Terpisah, AKBP Muhamad Rifa’i selaku Direktur Tahti Polda NTB mengatakan bahwa penahanan Kompol IMY dan Ipda HC dilakukan di lantai dua dan ditempatkan di sel yang berbeda. Tersangka M sendiri ditempatkan pada sel tahanan di lantai satu.

Rifa’i sendiri menyebutkan bahwa penahanan para tersangka bertujuan untuk mempercepat proses penyidikan. “Penyidik berkoordinasi untuk itu, karena itu kami lakukan penahanan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat mengatakan, penahanan M dilakukan terlebih dahulu karena M berdomisili di luar daerah.

Syarif menyebut bahwa perkara ini saat ini telah melimpahkan berkas perkara ketiganya ke kejaksaan. Saat ini kepolisian telah menunggu balasan jaksa apakah ada P-19 untuk berkas ini.

Sebelumnya, hasil autopsi jenazah Brigadir Nurhadi mengungkapkan adanya fraktur atau patah tulang lidah yang membuat korban tak sadarkan diri sebelum meninggal di dalam kolam renang. Disebutkan bahwa 80 persen penyebab patah tulang lidah adalah pencekikan atau tekanan di area leher.

“Yang melakukan penganiayaan (pencekikan) ini yang masih kami dalami. Ini yang kami belum dapatkan,” tandasnya. (mit)

 

Dewan Apresiasi Gerak Cepat Gubernur dan Walikota Tangani Dampak Banjir Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) –

Respons cepat yang ditunjukkan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal dan Walikota Mataram, Mohan Roliskana dalam menanggulangi dampak banjir yang menerjang Kota Mataram, Minggu (6/7) mendapat apresiasi dari DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Komisi IV DPRD NTB, Hamdan Kasim menegaskan gerak cepat pemerintah daerah dalam penanganan penyaluran bantuan kepada korban banjir patut diberikan apresiasi.

“Jadi upaya pak Gubernur dan Walikota Mataram dalam menanggulangi bencana banjir di Kota Mataram ini cukup baik dan cepat. Ini patut kita apresiasi,” kata pria yang akrab disapa HK ini, Selasa (8/7).

Menurutnya, bencana banjir yang menerjang Kota Mataram itu telah menyisakan rasa duka dan prihatin bagi warga terdampak. Apalagi kerugian materi yang dialami diperkirakan cukup besar sehingga menambah derita para korban. Oleh karenanya, kehadiran pemerintah tentu menjadi harapan warga ditengah kondisi bencana itu.

“Kami lihat pak Gubernur dan pak Walikota sudah turun sejak awal terjadinya banjir hari Minggu itu. Sangat luar biasa, dan itulah yang diharapkan oleh Warga dan kita semua. Pemerintah harus hadir untuk rakyat,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Hamdan Kasim mengatakan masyarakat tidak perlu bersedih karena pemerintah daerah bersama legislatif tidak pernah lelah membantu dan meringankan beban masyarakat yang terdampak dengan mengupayakan segala kebutuhan dapat terpenuhi.
 
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pak Gubernur, Walikota termasuk juga jajaran TNI/Polri dan pihak-pihak terkait lain yang telah ikut terlibat dalam penanggulangan bencana banjir ini. Semoga bencana cepat berlalu,” tandasnya.

HK yang juga merupakan ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyampaikan bahwa pihaknya melalui FPTI juga sudah turun membantu korban banjir di Kota Mataram dengan menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan.

Sejak hari pertama banjir menerjang Kota Mataram, dirinya langsung sigap menginstruksikan timnya untuk segera turun ke lapangan.

“Alhamdulilllah kami FPTI juga sudah turun ke lapangan menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia berharap semua pihak bisa berkolaborasi dan bergandengan tangan dalam menanggulangi dampak banjir yang terjadi di Kota Mataram.

“Mari kita fokus, kita kolaborasi dan bergandengan tangan. Karena ini adalah masalah kemunusiaan,” serunya. (r)

Telkomsel-UNIZAR Jalin Kolaborasi, Bangun Personal Branding dan Siapkan Talenta Digital Masa Depan

Mataram (globalfmlombok.com)-

Telkomsel memperkuat komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia melalui kolaborasi strategis bersama Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) Mataram. Kerja sama ini resmi ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Telkomsel dan UNIZAR yang dilaksanakan di kampus UNIZAR, Mataram (4/7).

Penandatanganan ini menjadi langkah awal dari sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi dalam rangka mendorong akselerasi transformasi digital dan pengembangan SDM unggul di Indonesia Timur. Salah satu bentuk konkret dari kerja sama ini adalah penyelenggaraan program Telkomsel Mengajar yang juga berlangsung pada hari yang sama, diikuti oleh ratusan mahasiswa.

Dalam kegiatan Telkomsel Mengajar, para mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai personal branding, keterampilan digital, dan persiapan karir di dunia kerja kepada mahasiswa, sebagai bagian dari kontribusi nyata Telkomsel dalam mendukung transformasi pendidikan dan pengembangan talenta digital di tanah air.

Manager Mobile Consumer Branch Mataram, Gede Jadiarte  menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif Telkomsel untuk memberdayakan generasi muda Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, Telkomsel ingin berperan lebih dari sekadar penyedia layanan digital. Kami hadir untuk menjadi mitra strategis dalam mencetak talenta digital unggul yang siap bersaing secara global. ” ujar Gede Jadiarte.

Kerja sama strategis ini melibatkan empat program studi, yakni Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Prodi Ekonomi Syariah, Prodi Ekonomi Pembangunan, dan Prodi Akuntansi. Keseluruhan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang selaras dengan perkembangan dunia usaha dan industri, khususnya di era digital.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam, Muhamad Sayuti, SE., MM, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi yang terjalin. Ia menegaskan bahwa kerja sama seperti ini bukan hanya memperluas jaringan kemitraan, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan penilaian akreditasi.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kami dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Di saat kami menghadapi proses akreditasi di setiap prodi yang ada di Fakultas Agama Islam dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, acara seperti ini memiliki nilai tersendiri dan menjadi poin penting dalam penilaian,” ungkapnya.

Melalui inisiatif ini, Telkomsel dan UNIZAR berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan pendidikan tinggi berbasis teknologi, memperluas akses dan peluang, serta menciptakan generasi muda yang cakap secara digital dan siap menghadapi tantangan global.(r)

Salurkan 3 Ribu Nasi Bungkus Selama Masa Tanggap Darurat, PDIP Kota Mataram Buka Dapur Umum 

Mataram (globalfmlombok.com)-

DPC PDI Perjuangan Kota Mataram bersama Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPC PDI Perjuangan setempat mendirikan dapur umum untuk korban banjir yang  menghantam ibukota provinsi NTB pada Minggu (6/7) kemarin.

Penyiapan makanan bagi sejumlah wilayah dan ribuan jiwa terdampak menjadi penting dilakukan.

“Insya Allah, mulai hari ini, dapur umum kami buka selama masa tanggap darurat  10 hari sesuai SK Gubernur NTB yang dipusatkan di kantor DPC PDIP Kota Mataram,” ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, Nyayu Ernawati Selasa (8/7) kemarin.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram ini, menegaskan bahwa dapur umum tersebut sesuai arahan DPP PDI Perjuangan dan Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat akan dibuka selama 24 jam.

Menurutnya, dana penyiapan dapur umum merupakan sumbangan sukarela dari seluruh kader PDI Perjuangan.

Untuk hari pertama, kata Nyayu, dapur umum ditargetkan bisa menyiapkan sekitar 3.000 bungkus nasi, untuk didistribusikan ke warga yang terdampak banjir di enam kecamatan se-Kota Mataram.

Hal ini, lanjutnya, saat ini warga yang terdampak banjir terpantau hingga kini, belum bisa beraktivitas normal, sehingga membutuhkan bantuan makanan.

“Pesan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader harus turun membantu rakyat dengan seluruh pikiran dan tenaga dan juga hindari sikap lupa pada rakyat saat sudah menjabat menjadi anggota dewan. Teruslah turun ke bawah menyapa warga untuk menangis dan tertawa bersama mereka,” tegas Nyayu menjelaskan.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, Made Slamet, mengatakan bahwa arahan DPP telah jelas, yakni memerintahkan kepentingan rakyat harus selalu dikedepankan, dan anggota serta kader partai wajib membantu rakyat.

“Jadi, ketika terjadi bencana di suatu wilayah maka organ partai secara otomatis bergerak memberikan bantuan. Di sini, seluruh kader PDIP Kota Mataram juga langsung turun ke semua wilayah terdampak bencana di Kota Mataram, dengan mendatangi dan memberikan bantuan pada mereka. Puncaknya, hari ini adanya dapur umum,” jelasnya.

Menurut Anggota DPRD NTB Dapil Kota Mataram ini, selain memberikan bantuan, pihaknya juga berjanji akan mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat proses penanganan pascabanjir.  termasuk bantuan pemulihan pada rumah warga yang rusak.

“Penanganan pasca-bencana harus segera dilakukan secara cepat dan tepat. Kami akan terus mengawal agar warga yang menjadi korban bisa mendapatkan haknya. Dengan langkah cepat ini, diharapkan semangat solidaritas dan gotong royong antar warga dan pemerintah terus terjaga, terutama dalam menghadapi musibah yang datang tak terduga ini,” tandas Made Slamet.

Made Slamet mengatakan, pihaknya juga telah membuka kanal donasi kepada masyarakat umum jika ingin berdonasi kepada korban banjir Mataram. Donasi bisa dikirim melalui rekening Bank Mandiri di nomor 1610015406080 atas nama Wahyu Septriandi Sakti

Diketahui, akibat banjir setinggi dua meter pada Minggu (6/7), yang dipicu intensitas hujan deras dan merata, sebanyak 7.676 rumah terendam banjir dengan ketinggian hingga satu meter dan 7.676 kepala keluarga (KK) atau sekitar 30.681 jiwa mengungsi dan dua orang meninggal dunia karena tersengat listrik.

Korban pertama adalah seorang pria (30) di Kecamatan Narmada dan korban kedua seorang perempuan (50) di Ampenan.

Menurut Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Ahmad Muzaki, terdapat enam kecamatan yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Sandubaya meliputi 7 kelurahan, yakni Kelurahan Bertais, Selagalas, Babakan, Abian Tubuh, Mandalika, Dasan Cermen, dan Turida.

Kemudian Kecamatan Mataram meliputi Kelurahan Pagutan, Pagutan Timur, Pagesangan Timur, dan Mataram Timur.

Sementara untuk Kecamatan Sekarbela, wilayah yang terdampak di Kelurahan Kekalik Jaya, Karang Pule, Tanjung Karang, dan Jempong Baru.

Untuk Kecamatan Selaparang meliputi Kelurahan Dasan Agung Baru dan Gomong, sedangkan Kecamatan Cakranegara meliputi Kelurahan Karang Taliwang, Mayura, Cakranegara Selatan Baru, dan Cakranegara Barat.

“Tadi malam kami buka sekitar 30 titik pengungsian, baik di masjid, sekolah, rumah warga terdekat, serta fasilitas umum lainnya,” kata dia.

Namun hari ini, lanjutnya, rata-rata mereka sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah dari sisa banjir berupa lumpur dan sampah.

“Meskipun demikian, mereka belum bisa beraktivitas normal dan masih membutuhkan bantuan makanan,” tandas Muzaki. (r)

Sisir Wilayah Terdampak Banjir di Mataram, PMI NTB Serahkan Bantuan ke Ratusan KK di Kekalik

Mataram (globalfmlombok.com)-

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB ikut membantu menangani warga yang terdampak banjir di wilayah Kota Mataram. Tim PMI NTB bersama PMI Kota Mataram menyisir warga terdampak banjir di wilayah Kekalik untuk mendistribusikan makanan siap saji mulai Minggu malam (6/7) hingga Senin (7/7) dini hari.

“Kami sudah kerahkan relawan untuk membantu di wilayah yang tergenang, identifikasi titik pengungsian, dan distribusi makanan bagi para korban. Ini tidak saja di Mataram tapi juga di wilayah Lombok Barat (Lobar),” ujar Sekretaris PMI NTB Lalu Dody Setiawan usai memberikan bantuan pada warga di Posko Masjid Al-Mabrur, Lingkungan Kekalik Jaya Timur, Kecamatan Sekerbela, Kota Mataram, Minggu malam (6/7) kemarin.

Menurutnya, saat relawan berangkat menuju lokasi menggunakan satu unit mobil ambulans dan satu unit mobil pick up, umumnya lokasi yang dikunjungi masih terjadi genangan banjir.

Salah satunya, di wilayah Kekalik. Di mana, sekitar 300 kepala keluarga memilih mengungsi di Posko Masjid Al-Mabrur, Kekalik Jaya Timur, Kecamatan Sekerbela.

“Jadi, karena ratusan KK belum ada dapat bantuan apapun, maka saya dan relawan PMI turun membagikan bantuan ke Kekalik,” kata Lalu Dody.

Ia mengatakan, bahwa bantuan yang disalurkan pada pengungsi berupa  ratusan  kotak makanan siap saji, terpal, selimut, paket family kit, kebutuhan bayi hingga masker.

Lalu Dody menegaskan bahwa pihaknya akan bersiaga beberapa hari ke depan dengan menyesuaikan kondisi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dampak banjir berjalan optimal.

“Yang pasti, relawan PMI NTB juga akan siap membersihkan rumah warga dari sisa banjir hingga nanti pascabanjir juga kami biasnya akan siap melakukan pembersihan sumur warga,” tegasnya.

Menyinggung permintaan warga yang menghendaki adanya pembukaan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian, Lalu Doddy mengaku akan berkordinasi terlebih dahulu dengan jajaran pengurus dan pihak rumah sakit.

“Tadi, banyak warga mengeluhkan gatal-gatal, dan kedinginan. Ini karena rumahnya tergenang. Secepatnya, kami akan menyikapi keluhan dan keinginan warga terdampak banjir dengan para pihak terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan Pemuda Kekalik, Iskandar mengaku berterima kasih atas kesigapan jajaran PMI NTB yang turun ke lokasinya.

Menurutnya, musibah banjir kali ini adalah paling parah lantaran air bisa masuk setinggi 50 centimeter ke rumahnya.

“Banjir Kekalik ini terparah. Tumben ada air banjir yang begitu kencang masuk ke rumah. Terimakasih PMI atas  bantuan yang pertama diperoleh warga Kekalik Jaya Timur,” tandas Iskandar.(r)

Sempat Alami Gangguan Akibat Banjir, Kini Seluruh Sistem Kelistrikan Lombok Kembali Normal

Mataram (globalfmlombok.com) —

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), Sri Heny Purwanti, meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kota Mataram pada Senin pagi (7/7). Kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian PLN terhadap masyarakat sekaligus memastikan seluruh sistem kelistrikan telah kembali normal setelah sempat terdampak banjir.

Banjir yang terjadi akibat hujan deras pada Minggu (6/7) mengakibatkan genangan di sejumlah titik seperti wilayah Cakranegara, Kekalik, dan Sekarbela. Sebanyak 45 petugas dari Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram dikerahkan untuk menangani kondisi darurat ini.

Mereka bekerja cepat dan sigap menelusuri titik-titik terdampak, memastikan peralatan aman sebelum listrik kembali dinyalakan. Hasilnya, per pukul 14.40 WITA, seluruh gardu terdampak banjir berhasil dinormalkan dan pasokan listrik kepada pelanggan kembali pulih.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh tim dan sinergi dengan pihak terkait, sistem kelistrikan di Kota Mataram kini telah kembali normal. Terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” ujar Sri Heny Purwanti.

Di tengah peninjauan, PLN juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN NTB. Bantuan diserahkan langsung kepada warga korban banjir sebagai bentuk solidaritas PLN dalam situasi darurat.

Salah satu penerima bantuan, Wandi Purnomo (55 tahun), warga Sandubaya, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian PLN. “Terima kasih banyak kepada PLN yang sudah peduli dan datang langsung ke lokasi. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang kesulitan. Semoga PLN selalu diberi kelancaran dalam tugasnya,” ujar Wandi penuh haru.

Sri Heny menegaskan, kehadiran PLN dalam kondisi darurat bukan hanya sebatas pelayanan kelistrikan, melainkan juga wujud kepedulian sosial. “Kami hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat NTB. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk komitmen bahwa PLN selalu siap mendampingi di tengah kesulitan,” tambah Heny.

PLN juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh instalasi listrik yang masih basah atau tergenang air, dan segera melaporkan kondisi berbahaya melalui aplikasi PLN Mobile untuk penanganan cepat.

Menutup kunjungannya, Heny menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan serta memohon dukungan masyarakat. “Saat ini seluruh sistem telah kembali normal 100 persen. Namun kami tetap siaga apabila terjadi kondisi serupa di masa mendatang. Mohon doa dan dukungan agar PLN terus dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Heny.(ris)

Pakar Lingkungan Sebut Banjir Besar Mataram Dipicu oleh Empat Faktor

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kota Mataram kembali dilanda banjir besar pada Minggu (6/7) kemarin. Banjir kali ini cukup mengejutkan lantaran terjadi di beberapa wilayah yang jarang terjadi luapan air seperti kawasan Selagalas, kawasan Universitas Mataram (Unram) dan di wilayah Kekalik.

Dosen Program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSDAL) Unram Prof. Markum mengatakan, kejadian banjir sesungguhnya merupakan pengaruh akumulatif dari banyak faktor. Curah hujan tidak menjadi faktor tunggal tetapi menjadi faktor pengendali (driver) dalam kejadian banjir.

Menurutnya, setidaknya ada empat faktor penyebab, yaitu karena terjadinya curah hujan ekstrem yaitu di atas 100 mm di wilayah hulu, kemudian kondisi daya dukung sumber daya alam yang terus menurun, perilaku buruk masyarakat terhadap kepedulian lingkungan dan dalam waktu bersamaan terjadi banjir rob di muara Sungai Ancar di Tanjung Karang.

“Sangat menentukan, tetapi bisa saja banjir tidak terjadi jika ada faktor penekan banjir, dan banjir bisa menjadi jauh lebih besar jika ada faktor pemicunya,” kata kata Prof Markum, Senin (7/7).

Menurutnya, ada instrument sederhana untuk menganalisis terjadinya banjir yaitu menggunakan analisis DPSIR (driver, pressure, state, impact, respons). Instrumen ini digunakan oleh European Environment Agency sejak tahun 1990-an untuk menganalisis pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

Hujan menjadi faktor pengendali yang menyebabkan volume air bertambah di bumi ini. Jika saja kondisi lingkungan di daratan masih bagus, daya serap tanah terhadap air hujan tinggi, tutupan vegetasi masih dominan, maka hal tersebut bisa menjadi penekan, banjir tidak terjadi atau hanya kecil saja.

Tetapi kalau kondisi lingkungan buruk, tutupan vegetasi sudah rusak, daya serap tanah terhadap air menurun, alur sungai menjadi menyempit dan dangkal, banyaknya sampah; maka ini akan menjadi pemicu terjadinya banjir lebih besar.

“Karena sebagian besar air akan mengalir dipermukaan, dan arusnya terhambat oleh sumbatan-sumbatan sampah dan bangunan sarana dan prasarana,” imbuhnya.

Markum yang juga Ketua Forum Daerah Aliran Sungai dan Lingkungan Hidup (DAS-LH) NTB ini juga menerangkan, pengaruh curah hujan terhadap terjadinya banjir, tergantung dari faktor-faktor lain sebagai penekan dan pemicu. Jika dengan curah hujan kecil saja, sudah menyebabkan banjir, bisa dipastikan bahwa kondisi sumber daya alan dan lingkungan di wilayah tersebut sudah rusak berat.

Pemicu lainnya yang menyebabkan banjir terjadi begitu besar di Mataram yaitu dalam waktu bersamaan terjadinya Rob di Pantai Tanjung karang. Sehingga air banjir yang seyogyanya mengalir lepas ke laut, justru terhalang oleh arus rob. Tidak pelak, volume air didaratan malah menjadi lebih besar.

Terkait dengan curah hujan, berdasarkan info yang diperoleh dari BMKG NTB Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid Praya, curah hujan pada hari Minggu di Stasiun Sigerongan tercatat sebesar 105,6 mm, dan di Stasiun Kota Mataram 67,4 mm.

Curah Hujan harian melebihi 100 mm, dalam kategori BMKG, sudah termasuk hujan ekstrem, sangat beresiko terjadinya banjir besar. Bahkan kalau merujuk pada kasus-kasus banjir yang terjadi tahun 2024 kamrian, khususnya di Kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa, CH kurang dari 60 mm saja sudah mampu menciptakan banjir besar.

Adapun terkait dengan perilaku buruk masyarakat terhadap kepedulian lingkungan, dalam kasus banjir ini, wilayah hilir seperti kawasan Unram yang penuh dengan sampah adalah penerima dampak dari perilaku buruk masyarakat di wilayah hulu yang membuang sampah sembarangan.

“Aliran air Sungai Ancar yang membawa material sampah dari hulu, melewati Selagalas, Cakranegara, Mataram akhirnya menumpahkan muatan sampahnya di hilir antara lain di depan Unram. Menjadi pemandangan tidak nyaman ketika melihat ribuan sampah mengapung dengan latar belakang gedung Unram,“ katanya.(ris)

Banjir Ganggu Listrik di Kota Mataram, 33 Ribu Pelanggan Terdampak, PLN Lakukan Penormalan Secara Bertahap

Mataram (globalfmlombok.com)-

Hujan lebat seharian yang mengguyur Kota Mataram pada Minggu (6/7) mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan, termasuk di wilayah Cakranegara dan sekitarnya. Kondisi ini berdampak pada terganggunya listrik di beberapa titik. Akibat kondisi tersebut, hingga berita ini disusun, tercatat sebanyak lebih dari 33 ribu pelanggan terdampak dari banjir tersebut.

PLN telah menyiagakan tim teknis untuk melakukan penormalan secara bertahap di lokasi-lokasi yang telah dinyatakan aman. Proses pemulihan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan masyarakat, petugas, serta keandalan sistem kelistrikan.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa langkah-langkah penanganan terus dilakukan secara intensif.

“Saat ini kami fokus pada proses penormalan sistem kelistrikan secara bertahap. Keselamatan masyarakat, petugas, dan peralatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujar Heny, Minggu (6/7) malam.

Seiring dengan mulai surutnya air di beberapa titik, hingga pukul 21.30 wita, PLN telah berhasil menyalakan kembali 35 gardu distribusi. Pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan secara berkala dengan koordinasi bersama aparat dan pihak terkait guna memastikan setiap area benar-benar aman sebelum aliran listrik dikembalikan.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya listrik di sekitar area genangan air. Bila menemukan kondisi berbahaya atau mengalami gangguan, masyarakat diharapkan segera melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

“Kami mengapresiasi dukungan dan pengertian dari seluruh pelanggan atas situasi yang terjadi. Semoga proses penormalan berjalan lancar dan seluruh pasokan listrik bisa kembali normal dengan aman,” tutup Heny.(r)