Beranda blog Halaman 360

APHT Terancam Bubar, Pelaku Bisnis Rokok Legal Banyak Gulung Tikar

Selong (globalfmlombok.com)

Keberadaan rokok legal atau yang resmi produksi dengan pita cukai ini dinilai makin terjepit, karena kalah saing dengan masih maraknya rokok ilegal dengan harga murah. Kondisi ini pun membuat sejumlah produsen rokok legal ini banyak gulung tikar. Parahnya lagi, Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) Lotim terancam bubar.

Direktur APHT Lotim, Gaguk Santoso menjawab Suara NTB via ponselnya Kamis, 24 Juli 2025 mengatakan dirinya akan angkat kaki dari APHT melihat kondisi bisnis rokok yang dianggap tidak berpihak pada pelaku industri rokok resmi. “Saya akan mengundurkan diri dari APHT,” ungkapnya.

Kemunculan rokok ilegal yang makin marak dengan harga yang jauh lebih murah membuat yang resmi bisa tergiur untuk beralih menjadi ilegal. Menurut Gaguk Santoso, sekarang ini yang dilakukan pemerintah secara tidak langsung adalah memberantas rokok yang legal daripada yang ilegal.

Ungkapan Gaguk tersebut diakui sebagai bentuk pesimistis terhadap upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberantas rokok ilegal. Faktanya yang makin tergerus justru pelaku-pelaku bisnis resmi yang menjalankan bisnis rokok legal. ‘’Percuma saja mendesak pemerintah untuk memberantas rokok ilegal tetapi tidak bisa dilakukan,’’ kritiknya.

Direktur APHT yang juga pemilik pabrik rokok merek Kabul atau Kabol ini menuturkan setidaknya ada 53 usaha tembakau tis yang sebelumnya membeli pita cukai ini kini tutup.

Dia jelaskan, kondisi bisnis rokok yang resmi ini mendapat pengawalan yang ketat dari pemerintah. Sementara yang ilegal ini dikesankan setengah hati untuk ditindak. Bahkan ada kecenderungan dibiarkan. Belum pernah ada pemberitaan katanya ada mesin pabrik rokok ilegal yang disita pemerintah. Gaguk mensinyalir, produsen rokok ilegal ini seperti ada yang mem-back up oleh orang besar.

Kemunculan rokok ilegal ini disebut makin marak dan merebak di tengah masyarakat. Berbagai jenis rokok ilegal dengan harga yang jauh lebih murah dan begitu mudah ditemukan di pasar.

Kepala Dinas Perindustrian Lotim, Muhammad Azlan yang dikonfirmasi terpisah mengatakan terbalik. Dia menilai bisnis tembakau yang menjalankan usaha secara resmi terus bermunculan. Sebelumnya dicatat terdapat ada 73 unit se Lotim. Data terbaru yang muncul katanya ada sekitar 150 unit tersebar di seluruh Lotim.

Disampaikan, satu unit usaha rokok resmi ini dilaporkan ada yang sudah membeli pita cukai ratusan juta rupiah. Hal ini menunjukkan tren pembayaran cukai terus meningkat. Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) Lotim terus juga mengakami peningkatan setelah kehadiran APHT. (rus)

Lepas Kontingen Fornas, Wali Kota Berharap Mataram Harus Menang

Mataram (globalfmlombok.com)

Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana melepas sejumlah 1.060 pegiat, pelatih, dan official untuk mengikuti Festival Olahraga Kreasi Masyarakat Nasional (Fornas) ke-VIII pada, Kamis, 24 Juli 2025. Sebagai tuan rumah Kota Mataram harus menang. “Sesuai tagline Kalah Menang Semua Senang. Saya berharap Mataram harus menang,” kata Mohan dalam sambutannya.

Wali Kota menegaskan menang tidak saja dari pertandingan, melainkan pegiat dan masyarakat harus memenangkan hati peserta dari luar daerah. Jika kontingen luar daerah senang maka memberi citra positif bagi Kota Mataram.

Orang nomor satu di Kota Mataram mengharapkan masyarakat agar mengambil bagian dalam peristiwa penting ini. Fornas dinilai menjadi wadah untuk bisa memperkuat persaudaraan, persatuan dan kesatuan serta menjadi duta bagi Kota Mataram untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut. “Festival olahraga ini tidah hanya sekedar mencari prestasi tetapi mencintai kesehatan fisik serta olahraga kreasi masyarakat,” jelasnya.

Pemkot Mataram akan memberikan dukungan terbaik untuk menyambut 16 ribu – 18 ribu tamu dari seluruh Indonesia. Banyaknya tamu yang data diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Mataram, H. Soehartono Toemiran menyampaikan, sejumlah 2.928 kontingen asal Provinsi NTB yang akan mengikuti Fornas ke-VIII dari 79 induk organisasi olahraga (Inorga). Dari jumlah itu sebanyak 1.060 kontingen asal Kota Mataram. Terdiri dari 799 pegiat (atlet,red), 232 official, dan 29 pelatih. “Dari 2.928 kontingen Kota Mataram paling banyak mengirim pegiat di Fornas ke VIII,” sebutnya.

Toemiran mengatakan, tagline Fornas ke-VIII adalah kalah menang semua senang. Tetapi, ia mengharapkan pegiat Kota Mataram harus banyak menyumbang medali emas dalam ajang bergengsi dua tahunan tersebut. (cem)

Gubernur NTB Lepas Ekspor Komoditas Unggulan ke Empat Negara

Mataram (globalfmlombok.om)

Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor di Nusa Tenggara Barat (NTB).  Rabu (23/7/2025), Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, dan Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Berry A. Harahap, melepas ekspor komoditas unggulan NTB ke empat negara. Pelepasan ekspor dilakukan di halaman Kantor Bank Indonesia NTB.

Komoditas yang diekspor meliputi kemiri (Jepang), vanili (Amerika Serikat), furnitur (Spanyol), dan home décor (Jerman).  Ekspor ini merupakan hasil kerja sama dan upaya berkelanjutan pelaku usaha lokal, beberapa di antaranya telah menerima pesanan ulang dengan volume yang terus meningkat.

Gubernur Iqbal menyatakan ekspor sebagai kunci penggerak ekonomi daerah.  “Semakin banyak ekspor, semakin baik.  Ini bukan produk baru, tetapi produk yang sudah repeat order.  Kita dukung penuh peningkatan ekspor, namun harus berpikir lebih jauh, bagaimana mengundang buyer berinvestasi di NTB, membawa teknologi, pengetahuan, dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan pasar besar negara-negara seperti Amerika, Jepang, dan Korea, serta potensi skema perdagangan bebas untuk mendorong ekspor lebih luas.  Sertifikasi FDA untuk vanili, misalnya, membuka peluang besar ke pasar global.  Gubernur juga mengapresiasi konsistensi BI NTB dalam pendampingan pelaku usaha dari hulu hingga hilir.

Kepala Perwakilan BI NTB, Berry A. Harahap, menambahkan komoditas seperti kemiri dan vanili berdampak langsung pada masyarakat, dari petani hingga pengusaha lokal.  “Kemiri melibatkan banyak masyarakat sekitar hutan. Nilai tambahnya langsung ke ekonomi lokal.  Begitu pula vanili, furnitur, dan kerajinan lainnya.  Kami dorong ekspor non-tambang meningkat,” jelasnya.

Saat ini, ekspor non-tambang NTB masih kecil, sekitar 2 persen dari total ekspor yang didominasi tembaga dan logam lainnya.  Namun, Berry optimistis angka ini akan naik seiring perluasan pasar dan peningkatan kapasitas produksi.  BI akan menjalin kemitraan dengan merek global seperti IKEA untuk memasarkan home décor NTB dan mendorong penanaman kemiri dan vanili di lahan kurang produktif di Lombok Tengah, Sumbawa, dan Bima.

Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) juga ditekankan untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan produksi komoditas ekspor.  Ekspor ini diharapkan meningkatkan pendapatan masyarakat, menekan angka kemiskinan, dan menurunkan stunting.

Tips:  Perhatikan penggunaan lead yang lebih kuat dan ringkas di awal berita, serta pemisahan informasi menjadi paragraf-paragraf yang lebih terstruktur dan fokus pada satu poin utama per paragraf.  Penggunaan kutipan juga lebih ringkas dan terfokus pada poin penting. (bul)

Asisten III Setda NTB Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi PT GNE

Mataram (globalfmlombok.com)

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB memeriksa Asisten III Setda NTB, Eva Dewiyani perihal kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT Gerbang NTB Emas (GNE), Rabu (23/7/2025). Eva sebagai saksi dalam kapasitasnya saat ia menjabat sebagai Karo Ekonomi Setda NTB.

Dari pantauan Suara NTB, Eva terlihat keluar dari ruang pemeriksaan pukul 12.18 Wita. Dia terlihat mengenakan kerudung berwarna putih tulang sambil menenteng berkas keluar dari ruang penyidik. “Datang untuk dimintai keterangan terkait GNE,” kata Eva singkat.

Mantan Kepala Bappenda NTB itu tidak merinci terkait kasus PT GNE mana yang dirinya dimintai keterangan. “Belum tahu,” ucapnya. Begitu pula ketika ditanya apa saja dan berapa pertanyaan yang ditanyakan penyidik kepada dirinya. “Tanya penyidik soal itu,” katanya.

Namun, dia menegaskan bahwa dirinya menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai Karo Ekonomi Setda NTB. “Karena waktu itu saya Karo Ekonomi,” terangnya.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati NTB, Efrien Saputera membenarkan terkait pemeriksaan Asisten III Setda NTB itu. Efrien menyebut bahwa Eva diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi PT GNE sejak pukul 11.00 Wita.

Sebagai informasi, Kejati NTB saat ini tengah mengusut dua perkara yang berkaitan dengan perusahaan daerah tersebut. Pengusutan itu terkait penyertaan modal PT GNE dan penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di tiga gili (Gili, Meno, dan Air) yang dikelola oleh BAL GNE dan PT Berkah Air Laut (BAL).

Terkait perkara penyertaan modal, Kejati NTB saat ini telah menaikan penanganan kasus kasus ke tahap penyidikan. Kendati sudah naik ke tahap penyidikan, jaksa sejauh ini belum menetapkan tersangka yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Dalam rangkaian penyelidikan pihak Kejaksaan telah meminta klarifikasi sejumlah pihak terkait. Termasuk dari PT GNE yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi NTB. Samsul Hadi selaku mantan Direktur PT GNE NTB turut diperiksa.

Jenis usaha yang diduga terjadi tindak pidana korupsi berkaitan dengan usaha kayu, trading kerja sama dengan BUMDes terkait pengadaan bahan pokok. Selain itu, ada proyek pembangunan kawasan perumahan kerja sama dengan perusahaan di Lombok Timur, dan pemenuhan kebutuhan di Mandalika untuk kerikil dan batu koral, serta kegiatan usaha agro jagung.

Sementara itu, untuk kasus dugaan korupsi penyelenggaraan SPAM Gili Matra yang dikelola oleh BAL GNE dan PT Berkah Air Laut (BAL), penyidik telah menggeledah Kantor PT GNE dan Kantor Biro Perekonomian Setda NTB beberapa waktu lalu.

Dalam perkara ini, Kejaksaan telah memeriksa 23 orang saksi. Puluhan saksi itu berasal dari pihak Pemprov NTB, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung KLU, dan Direktur PT BAL, William John Matheson.
Baik penanganan peminjaman modal dan penyelenggaraan SPAM, Kejati NTB sama-sama belum menetapkan tersangka. (mit)

Kasus Pokir 2025: Jumlah yang Dipanggil Kejaksaan Bertambah, Kini Giliran Anggota Komisi IV

Mataram (globalfmlombok.com)

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi NTB kembali memanggil anggota DPRD Provinsi NTB periode 2024-2029. Jumlah yang dipanggil Kejaksaan bertambah, untuk dimintai keterangannya terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam penyerahan dan pengelolaan anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi NTB tahun 2025.

Kali ini Kejati NTB kembali melayangkan surat tertanggal 21 Juli 2025. Surat perintah itu berisi pemanggilan kepada anggota Komisi IV DPRD NTB yang membidangi urusan infrastruktur, fisik dan pembangunan, salah satunya atas nama Abdul Rahim.

Sebelumnya jaksa juga telah memanggil Hamdan Kasim, Ketua Komisi IV Bidang Infrastruktur, Fisik, dan Pembangunan DPRD NTB dan Indra Jaya Usman anggota Komisi V DPRD NTB Bidang Kesehatan DPRD NTB.

‘’Dengan ini diminta kehadiran saudara pada hari Kamis, tanggal 24 Juli 2025. Tempat ruang tindak pidana khusus Kejati NTB, menghadap Ely Rahmawati, SH, MM, MH, dan Alfierro, SH. MH,’’ bunyi petikan surat Kejati NTB yang dikutif dari salinan surat diperoleh Suara NTB.

Adapun tujuan pemanggilan Abdul Rahim tersebut untuk dimintai keterangannya terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam penyerahan dan pengelolaan anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi NTB tahun 2025. Atau yang belakangan ini ramai disebut dugaan bagi-bagi uang ‘’siluman’’ atau dugaan bagi bagi fee proyek Pokir anggota DPRD NTB tahun anggaran 2025.

“Untuk dimintai keterangannya dan membawa dokumen/surat-surat yang terkait sehubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam penyerahan dan pengelolaan anggaran Pokir anggota DPRD Provinsi NTB tahun 2025,” lanjut bunyi petikan dalam surat Kejati NTB tersebut.

Abdul Rahim yang dikonfirmasi Suara NTB membenarkan bahwa pada Rabu (23/7/2025) ia menerima surat panggilan itu. Ia mengaku bahwa dirinya sudah menerima surat panggilan dari Kejaksaan untuk permintaan keterangan. “Ya benar, kemarin diberitahukan,” katanya.

Ditanya lebih jauh apakah dirinya akan memenuhi panggilan dari Kejati NTB tersebut? Politisi PDIP yang akrab disapa Bram ini mengatakan bahwa sebagai warga negara yang baik, dirinya akan datang memenuhi panggilan Kejaksaan tersebut. “Ya besok (hari ini) jadwalnya di surat itu,” ujar Bram.

Namun demikian, Bram tidak ingin berspekulasi lebih jauh terkait dengan materi pemeriksaan terhadap dirinya itu. Yang jelas dia akan kooperatif untuk kepentingan penegakan Hukum. “Besok saja ya,” katanya.

Diketahui beberapa waktu sebelumnya, Bram pernah menyampaikan pernyataan tegas terkait dengan isu dugaan bagi-bagi uang ‘’siluman’’ kepada anggota DPRD Provinsi NTB yang baru. Sebagai anggota wakil rakyat dirinya merasa dirugikan oleh isu tersebut.

Karena itu ia sempat meminta pimpinan DPRD NTB untuk menyikapi isu tersebut, serta meminta APH untuk mengusutnya agar isu tersebut tidak menjadi fitnah.

Sebagai informasi bahwa Kejati NTB telah menerbitkan surat perintah penyelidikan (Sprintlidik) tertanggal 10 Juli 2025. Surat ini memerintahkan untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam penyerahan dan pengelolaan anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi NTB tahun 2025 tersebut.

Kaitannya dengan kasus tersebut, pada tanggal 17 Juli lalu, Kejati NTB juga sudah menerbitkan surat pemanggilan untuk dimintai keterangan terhadap dua orang anggota DPRD NTB, yakni Ketua Komisi IV Hamdan Kasim dan anggota Komisi V Indra Jaya Usman. Namun pada saat itu keduanya berhalangan hadir. (ndi)

47.529 Pekerja di Pulau Lombok Terima BSU 2025

Mataram (globalfmlombok.com)

Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 di Pulau Lombok telah mencapai 90 persen.  Sebanyak 47.529 pekerja dari total 53.000 penerima di empat kabupaten/kota telah menerima bantuan tersebut melalui Kantor Pos Mataram.  Informasi ini disampaikan perwakilan Pos Mataram, Ari Garmono, Rabu, 23 Juli 2025.

Ari menjelaskan, penyaluran BSU mencakup Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara.  Lombok Timur dan kabupaten/kota di Pulau Sumbawa ditangani kantor pos setempat.  Ia mengimbau masyarakat yang belum menerima BSU segera mendatangi kantor pos terdekat.  Ari menambahkan,  meski belum ada tenggat waktu resmi,  kemungkinan pemerintah akan meminta pengembalian dana yang belum dicairkan.

Pengecekan status penerima BSU dapat dilakukan mandiri melalui aplikasi Pospay.  Cukup dengan NIK, masyarakat dapat memverifikasi data dan mendapatkan QR Code untuk pencairan di kantor pos.

Berikut langkah-langkah pengecekan melalui Pospay:

  1. Unduh aplikasi Pospay di Google Play Store atau Apple App Store.
  2. Buka menu Bantuan Sosial (ikon “i” di pojok kanan bawah, lalu pilih Bantuan Sosial).
  3. Pilih “Bantuan Subsidi Upah 2025” dan masukkan NIK.
  4. Verifikasi data dengan memfoto KTP dan mengisi formulir sesuai data KTP.
  5. Setujui syarat dan ketentuan.
  6. Dapatkan QR Code untuk pencairan.

PT Pos Indonesia berharap seluruh pekerja berhak menerima BSU tepat waktu.  Pihaknya mengajak masyarakat menyebarluaskan informasi ini agar tidak ada yang tertinggal. (bul)

Pusat Layanan Bayi Tabung Pertama di NTB, Rujukan Baru Indonesia Timur

Mataram (globalfmlombok.com)

RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram tengah mempersiapkan peluncuran layanan program bayi tabung (IVF – In Vitro Fertilization) pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi pusat rujukan baru bagi wilayah Indonesia Timur, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat NTB yang mengalami peningkatan kasus infertilitas setiap tahunnya.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Eka Nurhayati, menjelaskan bahwa selama ini banyak pasangan dari NTB harus dirujuk ke luar daerah, bahkan hingga ke luar negeri, untuk menjalani program bayi tabung.

“Di wilayah timur seperti NTB, NTT, dan Papua itu belum ada. Hanya sampai di Makassar saja. Jadi kita menggagas di NTB untuk membuat layanan ini, karena selama ini pasien-pasien kita kirim ke Bali, Surabaya, Jakarta, atau Bandung. Bahkan ada yang sampai ke Malaysia. Jadi devisa kita keluar,” jelasnya kepada Suara NTB, Rabu, 23 Juli 2025.

Menurutnya, meningkatnya angka infertilitas setiap tahun menandakan perlunya penyediaan layanan fertilitas yang memadai di daerah. Keberadaan layanan ini juga diharapkan dapat mencegah masyarakat mencari pengobatan ke daerah atau negara lain, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Mataram.

“Angka fertilitas sekarang meningkat. Semakin tahun meningkat terus dan yang membutuhkan layanan ini semakin banyak. Supaya masyarakat daerah tidak lari ke daerah lain atau negara lain (makanya diadakan layanan bayi tabung ini). Ini (juga) salah satu usaha kita untuk meningkatkan PAD Kota Mataram,” ujarnya.

Untuk pengadaan fasilitas dan alat penunjang layanan ini, RSUD H. Moh. Ruslan mengandalkan pendanaan dari berbagai sumber karena biaya yang dibutuhkan cukup besar.

“Untuk dana pengadaan layanan ini, RSUD mencari dari berbagai sumber, tidak hanya satu. Dari APBD Pemkot, ada yang peng-drop-an dari pusat lewat APBD, dari dana DAK, dari DAU. Peralatannya kami ambil dari sana-sini (banyak sumber) karena butuh dana besar,” terangnya.

Target keberhasilan program ini ditetapkan sebesar 40 persen, sesuai dengan rata-rata global. Namun, Eka menekankan bahwa banyak faktor dapat memengaruhi keberhasilan program bayi tabung, sehingga penting untuk menjalankan prosedur sesuai standar operasional yang ketat.

“Banyak faktor yang membuat tidak berhasil. Dari faktor ibunya, dari faktor embrionya, dari faktor lab-nya. Jadi multifaktorial angka keberhasilannya. Makanya SOP-nya harus benar-benar diikuti betul,” tegasnya.

Layanan bayi tabung ini akan dijalankan oleh sekitar 15 tenaga medis, terdiri dari dokter spesialis kandungan, dokter spesialis lainnya, serta tim pendukung seperti bidan dan perawat. Ia berharap, kehadiran layanan IVF ini memperkuat posisi Kota Mataram sebagai pusat layanan medis canggih dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia timur.

“Kita maunya semua tersedia di Kota Mataram. Layanan-layanan canggih, semua ada di NTB. Supaya lebih memudahkan masyarakat mendapatkan layanan itu dan juga untuk mengurangi pengeluaran mereka, tidak usah jauh-jauh,” tutupnya.

Peluncuran resmi layanan bayi tabung di RSUD H. Moh. Ruslan direncanakan pada 8 Agustus 2025, dan akan dilanjutkan dengan seminar pada 9 Agustus 2025.(hir)

BI NTB Gelar Kick-Off Investment Challenge dan Lepas Ekspor Komoditas Unggulan

Mataram (globalfmlombok.com)-

Memasuki triwulan I tahun 2025, perekonomian NTB menghadapi beberapa tantangan, terutama pada sektor ekspor dan investasi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya relaksasi ekspor konsentrat tembaga pada Desember 2024 dan masuknya fase akhir pembangunan pembangkit listrik juga pembatasan pembangunan proyek fisik pemerintah.

Karena itulah guna mendorong pertumbuhan ekonomi NTB diperlukan sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan agar dampaknya juga dapat dirasakan oleh masyarakat.

Berdasarkan data market intelligence Bank Indonesia, beberapa sektor strategis yang diminati oleh investor luar negeri di antaranya adalah, energi baru terbarukan, hilirisasi sumber daya, dan infrastruktur strategis. Sektor-sektor tersebut juga telah tercatat dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan draft RPJMD NTB, sehingga relevan untuk didorong penguatannya agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi NTB.

Sebagai lembaga yang bertugas menjaga stabilitas ekonomi, Bank Indonesia terus berupaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk menjalankan upaya strategis untuk meningkatkan jumlah proyek clean and clear yang dapat dipromosikan di luar negeri sehingga mampu mendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Melalui fungsi Regional Investment Relation Unit (RIRU), Bank Indonesia Provinsi NTB telah menyelenggarakan kegiatan Kick-Off NTB Investment Challenge 2025 pada tanggal 23 Juli 2025 dengan tema ”Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap menyampaikan bahwa NTB Investment Challenge 2025 ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, yaitu Kurasi Proyek Clean and Clear, Capacity Building, On-Site Visit, dan Pemberian Award bagi proyek investasi potensial. Seluruh rangkaian kegiatan NTB Investment Challenge 2025 ini dilakukan bersama dengan Kementerian, Pemerintah Daerah Provinsi, dan expert sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan investasi daerah.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB, Dr. H. L. Muhamad Iqbal, M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa komoditas yang di ekspor pada hari ini juga berpotensi untuk dibangun industrinya di NTB.

Indonesia telah menjalin perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, sehingga yang diperlukan saat ini adalah “know-how” yang bisa didapatkan dari investasi melalui pembangunan industri hilirisasi.

“Peluang ini terbuka lebar bagi siapa pun yang menanamkan modalnya di NTB,” ujar gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa komoditas yang dilepas ekspor bukanlah produk baru, melainkan peningkatan dari sisi volume. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas ekspor di NTB.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan juga pelepasan ekspor empat komoditas unggulan NTB yang akan di kirimkan ke berbagai negara, di antaranya:

  1. Vanili oleh UD Rempah Organik Lombok, ke Amerika Serikat sebanyak 4 ton;
  2. Kemiri oleh PT Mujnah Kemiri Lombok, ke Jepang sebanyak 5 ton;
  3. Home Décor oleh PT Fatih Craft Lombok, ke Jerman sebanyak 1 container; dan
  4. Furniture oleh Bale Rattan, ke Spanyol sebanyak 1 container.

Tentunya, keberhasilan ekspor ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi Tim Promosi Ekonomi Daerah (TPED), Bank Indonesia, dan buyer yang telah mempercayai produk unggulan NTB. Selanjutnya, Bank Indonesia akan terus memperkuat ekosistem promosi perdagangan melalui re-launching website Sasambo.org yang menyajikan informasi potensi investasi dan perdagangan, serta menjadi wadah promosi bagi UMKM di Provinsi NTB. (ris)

 

TNGR Tutup Total Seluruh Jalur Pendakian Rinjani Mulai 1 Agustus, Pendaki Bisa “Reschedule”

Mataram (globalfmlombok)-

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menutup seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat mulai 1 Agustus 2025.

Kepala Balai TNGR Yarman mengatakan penutupan semua jalur pendakian itu berdasarkan hasil rapat koordinasi tindak lanjut penanganan kecelakaan yang terjadi di Jalur Danau Segara Anak Rinjani.

“Penutupan ini berlaku 10 hari mulai tanggal 1 hingga 10 Agustus 2025,” ujar Yarman dalam keterangannya di Mataram, Rabu, 23 Juli.

Penutupan enam jalur pendakian itu tertuang dalam surat pengumuman nomor: PG.5/T.39/TU/KSA.04.01/B/07/2025.

Menurut dia, rapat koordinasi penguatan aspek keselamatan dan kesiapan penanggulangan insiden kedaruratan di Gunung Rinjani yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Nota Dinas Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan pada Selasa (22/7) memutuskan agar semua jalur ditutup sementara.

Bagi calon pendaki yang telah memiliki tiket masuk (e-ticket) tanggal 1 hingga 10 Agustus 2025 dapat melakukan penjadwalan ulang (reschedule) selama sisa musim pendakian tahun 2025.

“Pendaki dapat melakukan klaim pengembalian (refund) biaya pembelian tiket masuk dan asuransi apabila membatalkan rencana pendakian di Gunung Rinjani,” ujarnya.

Berikut enam jalur yang ditutup sementara oleh BTNGR, di antaranya:

  1. Jalur pendakian Senaru di Kabupaten Lombok Utara
  2. Jalur pendakian Torean di Kabupaten Lombok Utara
  3. Jalur pendakian Sembalun di Kabupaten Lombok Timur
  4. Jalur pendakian Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur
  5. Jalur pendakian Tetebatu di Kabupaten Lombok Timur
  6. Jalur pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.(r)

Telkomsel Kenalkan Modem EZnet Wireless, Ini Keunggulannya

Denpasar (globalfmlombok.com)-

Di era serba cepat dan dinamis, kebutuhan akan internet yang stabil, fleksibel, dan tanpa ribet menjadi prioritas utama. EZnet Wireless hadir sebagai solusi tepat bagi pelanggan yang butuh koneksi internet praktis.

EZnet Wireless adalah layanan internet rumah unlimited pascabayar dari Telkomsel yang menggunakan modem seluler EZnet yang dapat dibeli maupun disewakan dengan penyediaan internet berbasis unlimited.

General Manager Consumer Business Region Bali Nusra, Mulyadi Indra mengatakan, Telkomsel terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi konektivitas yang inovatif dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia, termasuk melalui produk terbaru kami, EZnet. Layanan internet berbasis Mobile Broadband ini dirancang untuk memberikan pengalaman internet yang cepat, stabil, dan mudah diakses.

“Bbahkan di wilayah dengan tantangan geografis sekalipun. Kami percaya internet seharusnya mudah diakses siapa saja, kapan saja. Layanan kami dirancang untuk mobilitas tinggi dan gaya hidup fleksibel.”

Keunggulan Eznet Wireless antara lain; jangkauan luas dengan sinyal Telkomsel di seluruh Indonesia, Unlimited dengan batas pemakaian wajar (FUP), Harga terjangkau, Tidak perlu isi ulang pulsa, paket otomatis diperbaharui, Koneksi internet nyambung terus dengan paket unlimited serta Modem bisa dibeli maupun disewakan.

Untuk saat ini pelanggan dapat membeli EZnet Wireless pada Grapari terdekat dan apabila ingin menyewa perangkat pelanggan dapat mencari Agen Sales (Sales Force) terdekat atau melalui https://tsel.id/pasangeznet.

Pelanggan cukup membayar Paket Eznet Wireless 20 Mbps dengan harga Rp. 170.000 untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Pelanggan dapat melakukan Pembayaran maksimum dilakukan tanggal 20 setiap bulannya.

Pelanggan dapat melakukan pembayaran tagihan EZnet melalui GraPARI terdekat dengan menjelaskan keperluan pembayaran tagihan internet kepada petugas disertai dengan nomor telepon rumah atau ID internet lalu lakukan pembayaran sesuai tagihan yang tertera. Tidak hanya itu, pelanggan juga dapat membayar tagihan lewat aplikasi LinkAja, kantor pos. Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, bank BCA, Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli, Alfamart, Indomaret, Gopay, Ovo, dan bank partner lainnya.

“Kami berharap EZnet dapat menjadi solusi terbaik untuk kebutuhan internet rumah masyarakat dari berbagai kalangan. Mudahnya pemasangan yang hanya membutuhkan perangkat modem juga menjadikan EZnet pilihan yang praktis bagi pelanggan. Dengan EZnet Wireless, Kita bisa fokus pada aktivitas utama tanpa khawatir soal koneksi. Cukup sewa ataupun beli, sambungkan, dan nikmati internet dengan cepat.” Tutup Mulyadi.(r)