Beranda blog Halaman 359

Beberapa Ruas Jalan Ditutup saat  Pembukaan FORNAS VIII 2025

Mataram (globalfmlombok.com)

Sejumlah ruas jalan di Kota Mataram akan ditutup sementara saat acara pembukaan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII 2025 pada Sabtu,26 Juli 2025. Penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan acara yang dipusatkan di Kantor Gubernur Provinsi NTB.

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas (Wakasat Lantas) Polresta Mataram, AKP Syamsudin menjelaskan bahwa penutupan dimulai dari Simpang Tiga Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB dan Simpang Empat Bank Indonesia (BI). Ruas jalan dari BI ke arah timur yang menuju ke Kantor Gubernur NTB akan disterilkan, hanya boleh dilalui oleh peserta dan tamu undangan FORNAS.

“Simpang Empat Kamboja yang mengarah ke utara akan ditutup. Simpang Empat Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Wira Bhakti juga akan ditutup sepenuhnya,” ujar Syamsudin, Jumat,25 Juli 2025. Dia menyebut bahwa penutupan jalan diperkirakan akan mulai dilakukan mulai pukul 14.00 Wita atau bisa lebih awal. “Tergantung situasi di lapangan,” tambahnya.

Jalan akan dibuka kembali  setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan. Syamsudin membeberkan bahwa pengalihan arus lalu lintas akan melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari Polresta Mataram, Polda NTB, dan Dinas Perhubungan Kota Mataram. “Seluruh personel telah diplot di sejumlah titik untuk memastikan pengalihan arus berjalan lancar,” tuturnya.

Dia menambahkan, polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas menyusul penutupan sejumlah ruas jalan. “Dari arah Kejati menuju Jalan Langko dan Jalan Pejanggik akan dialihkan. Di depan BI, kendaraan dari arah barat menuju timur atau menuju Wali Kota dan Gubernuran sudah tidak bisa melintas,” tandasnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan FORNAS VIII akan  tersebar di tujuh wilayah di NTB. Ketujuh wilayah tersebut meliputi Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Bima.

Adapun upacara pembukaan FORNAS VIII akan digelar di Kantor Gubernur Provinsi NTB pada Sabtu,26 Juli 2025. Sementara itu, upacara penutupan direncanakan berlangsung di lokasi eks Bandara Selaparang. (mit)

Fornas VIII 2025 Dimulai, Maskapai Ajukan Penambahan Penerbangan ke Lombok

Mataram (globalfmlombok.com)

Menjelang pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII Tahun 2025 di Provinsi NTB, Kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia mulai memadati Bandara Internasional Lombok.

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok memastikan kesiapan menyambut ribuan peserta dan ofisial, serta mendukung penuh kelancaran event olahraga nasional yang akan berlangsung mulai 26 Juli hingga 1 Agustus 2025 ini.

Guna mengakomodasi lonjakan penumpang Fornas, salah satu maskapai nasional telah mengajukan penerbangan tambahan (extra flight) rute Jakarta–Lombok untuk tanggal 26 Juli. Penerbangan tambahan ini bertujuan memastikan arus kedatangan peserta dari luar daerah berlangsung lancar dan sesuai jadwal.

General Manager Bandara Lombok, Stephanus Millyas Wardana, Jumat, 25 Juli 2025 menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan panitia Fornas VIII dan seluruh stakeholder terkait, termasuk maskapai penerbangan, otoritas bandara, dan instansi keamanan. Pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk menjamin kelancaran arus transportasi udara, logistik, serta kenyamanan peserta selama masa pelaksanaan Fornas.

“Kami menyambut hangat kedatangan para kontingen Fornas VIII di Bandara Lombok. Ini merupakan momentum penting bagi NTB sebagai tuan rumah event olahraga masyarakat tingkat nasional,” ujar Millyas.

Bandara Lombok, menurutnya, siap menangani pergerakan pesawat berbadan sedang (narrow body) hingga pesawat berbadan lebar (wide body). Termasuk penanganan logistik serta arus penumpang dalam jumlah besar.

Tidak hanya dari sisi operasional, Bandara Lombok juga menampilkan penyambutan yang meriah dengan nuansa budaya lokal NTB. Di area terminal, pihak Bandara menyambut kontingen dan tamu dengan ornamen tematik khas Lombok dan Sumbawa. Termasuk videotron informatif seputar Fornas, serta booth resmi Fornas VIII yang menjadi pusat informasi dan layanan peserta.

“Inilah salah satu bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi tamu dan peserta. Suasana terminal kami desain agar menyemangati para atlet sejak pertama kali tiba di Gumi Sasak,” imbuhnya.

Pihaknya memperkirakan, perhelatan Fornas VIII akan mendorong lonjakan pergerakan penumpang selama dua pekan ke depan. Khususnya pada rute-rute penerbangan yang dilayani Bandara Lombok saat ini.

“Kami siap menerima permintaan tambahan lainnya sesuai kebutuhan maskapai dan panitia Fornas,” ujar Millyas.

Fornas merupakan ajang olahraga masyarakat yang diselenggarakan dua tahun sekali oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Tahun 2025, NTB terpilih sebagai tuan rumah. Ribuan peserta dari berbagai daerah akan bertanding dan berpartisipasi dalam berbagai cabang olahraga rekreasi, tradisional, dan komunitas. Lombok menjadi pusat utama penyelenggaraan, dengan berbagai venue tersebar di beberapa kota/kabupaten di NTB. (bul)

Atlet Fornas Meninggal, DPR Dorong Penguatan Protokol Keselamatan Wisata NTB

Mataram (globalfmlombok.com)

Meninggalnya R. Haryo Wijoseno (RHW), atlet gateball asal Sleman, Yogyakarta, saat berwisata di Gili Trawangan pasca-FORNAS VIII 2025 di NTB, mendorong Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyoroti pentingnya penguatan protokol keselamatan wisata dan olahraga di NTB.

Hadrian menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya RHW, yang disebutnya sebagai “duta olahraga rekreasi dan tamu kehormatan dari Yogyakarta.” Ia menekankan peristiwa ini sebagai refleksi pentingnya standar keselamatan, khususnya dalam aktivitas wisata alam seperti snorkeling dan pendakian.  Kejadian ini, menurutnya,  bukan insiden biasa, mengingat sebelumnya juga terjadi kasus meninggalnya wisatawan asal Brazil saat mendaki Gunung Rinjani.

“NTB sebagai destinasi wisata unggulan nasional harus memprioritaskan keselamatan dan mitigasi risiko, bukan hanya sebagai pelengkap brosur promosi,” tegas Hadrian. Ia juga menyayangkan absennya doa bersama lintas agama sebelum FORNAS, menganggap spiritualitas sebagai fondasi keselamatan kolektif dalam acara berskala besar.

Hadrian mendorong evaluasi menyeluruh terhadap SOP pengamanan dan kesehatan di destinasi wisata yang dikunjungi peserta FORNAS, serta penyusunan protokol terpadu antara sektor olahraga dan pariwisata.  Ia juga mendesak investasi lebih serius dalam kesiapan medical tourism, termasuk fasilitas pertolongan pertama dan komunikasi cepat antar instansi.

Lebih lanjut, Hadrian menekankan pentingnya penegakan standar pelatihan operator wisata air dan pemandu wisata sesuai sertifikasi keselamatan nasional. Ia mengajak seluruh peserta FORNAS untuk mengingat RHW sebagai simbol sportivitas, persaudaraan, dan cinta tanah air. (ndi)

Menteri PPPA Dorong Pemberdayaan Warga Binaan Bisa Mandiri Ekonomi

Mataram (globalfmlombok.com)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi warga binaan yang ada di Lapas Perempuan Kelas III Mataram.

Pemberdayaan dan kemandirian ekonomi tersebut didorong lewat pelatihan berbagai jenis keterampilan bertujuan agar warga binaan bisa mengembangkan ilmunya ketika sudah kembali ke masyarakat.

“Pelatihan kepada penghuni di lapas ini untuk bekal mereka ketika mereka kembali ke masyarakat, ujarnya.” Jumat, 25 Juli 2025.

Dia menyampaikan, pelatihan keterampilan di lapas perempuan merupakan program baru. NTB bergabung dengan enam daerah lain menjadi pilot projek program perdana Menteri PPPA. “Ini tahap pertama dengan tujuh pilot project, setelah ini kita akan ngobrol kembali titik mana yang akan kita kunjungi bersama,” katanya.

Dalam kunjungannya, Menteri PPPA meninjau berbagai produk hasil pelatihan warga binaan seperti kue, boneka, tas rajut, dan aksesoris buatan tangan. Kunjungannya ke Lapas kali ini, Menteri mengaku tertarik dengan salah keterampilan warga binaan yaitu membatik menggunakan cat.

Untuk penjualan produk-produk tersebut, Menteri PPPA akan bekerja sama dengan BUMN untuk memasarkan produk para warga binaan.

Program pemberdayaan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian PPPA dengan sebuah propider dan telah dilaksanakan di tujuh wilayah di Indonesia. Selain NTB, program serupa juga diterapkan di Banten, Yogyakarta, Tangerang, Sumatera Utara, dan Bali.

Di Lapas Perempuan Kelas III Mataram, terdapat 245 warga binaan, termasuk lima anak balita yang turut tinggal di dalam Lapas tersebut. Menteri PPPA menyebut bahwa seluruh warga binaan mendapatkan kesempatan yang sama dalam pelatihan, disesuaikan dengan minat dan potensi masing-masing.
“Semuanya mendapatkan kesempatan yang sama tergantung dengan passionnya masing-masing,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa secara nasional, program pelatihan ini telah menjangkau lebih dari 500 warga binaan perempuan. Dia berharap, 500 warga binaan ini mampu mengembangkan keterampilannya ketika keluar lapas.

Lokasi Sekolah Rakyat Masuk KP2B, Loteng Ajukan Perubahan Status Lahan ke Pusat

Praya (globalfmlombok.com)

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sampai sejauh ini masih berupaya menyelesaikan persoalan lahan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang sudah ditetapkan di lahan milik pemerintah daerah seluas 10 hektarE yang ada di Desa Taman Indah, Kecamatan Pringgarata. Pemkab Loteng dituntut segera menyelesaikan persoalan lahan tersebut, sebelum proses pembangunan bangunan Sekolah Rakyat dimulai yang direncanakan mulai bulan Agustus mendatang.

Di satu sisi Pemkab Loteng belum bisa menyelesaikan lahan tersebut lantaran terkendala status. Di mana lahan tersebut saat ini masuk ke dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Yang artinya lahan tersebut tidak diperbolehkan digunakan selain untuk pertanian pangan.

Untuk menuntaskan persoalan status lahan tersebut Pemkab Loteng pun sudah mengajukan perubahan status lahan ke Kementerian Pertanian. Dengan begitu lahan tersebut digunakan untuk keperluan selaian pertanian pangan. “Sedang kita ajukan,” aku Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T.M.T., kepada Suara NTB, Kamis,24 Juli 2025.

Firman menegaskan kalau Pemkab Loteng sudah menetapkan lahan milik pemda yang ada di Desa Taman Indah tersebut sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Rencananya tersebut pun sudah disampaikan ke pemerintah pusat. Hanya saja, Pemkab Loteng masih harus menuntaskan beberapa persyaratan. Salah satu soal pengalihan status lahan tersebut.

Pihaknya pun berharap usulan tersebut bisa segera disetujui oleh Kementerian Pertanian. Dalam hal ini pihak optimis bisa disetujui, karena pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional. “Perubahan status lahan yang masuk ke dalam KP2B baru bisa disetujui kalau akan digunakan untuk program strategis nasional. Dan, Sekolah Rakyat masuk ke dalamnya,” terang Firman.

Untuk mendukung alih status lahan tersebut, Pemkab Loteng pun sudah menyiapkan lahan pengganti. Karena memang itu yang dipersyaratan, harus ada lahan pengganti yang disiapkan. Dengan luasan minimal sama dengan luasan lahan yang akan digunakan.

“Semua sudah kita persiapkan. Termasuk untuk lahan penggantinya. Sekarang kita tinggal menunggu rekomendari dari Kementerian Pertanian. Semoga bisa segera. Mengingat, proses pembangunan Sekolah Rakyat sendiri direncanakan dalam waktu dekat ini juga,” pungkas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng ini. (kir)

Pembukaan FORNAS VIII, Jalan Pejanggik Ditutup Sementara, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Mataram (globalfmlombok.com)

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram menyatakan kesiapannya mendukung penuh kelancaran pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII Tahun 2025 yang akan digelar di NTB. Sebagai bentuk dukungan, Dishub memprioritaskan pengamanan lalu lintas di kawasan venue dan titik-titik keramaian selama perhelatan berlangsung.

Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, menegaskan bahwa seluruh jajaran Dishub siap berkolaborasi dengan Dishub Provinsi NTB dan kepolisian dalam menyukseskan ajang olahraga masyarakat tingkat nasional tersebut.

“Dishub siap melaksanakan yang terbaik dalam rangka menyukseskan Fornas  yang ke delapan tahun 2025 di Provinsi NTB, bersama dengan (pihak) Dishub NTB dan kepolisian,” ujarnya, Jumat, 25 Juli 2025.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan personel Dishub tidak hanya difokuskan pada pengamanan kegiatan Fornas, tetapi juga tetap menjalankan tugas rutin pengaturan lalu lintas. Apalagi, pelaksanaan Fornas bertepatan dengan jam-jam sibuk masyarakat, termasuk saat jam pulang sekolah yang rawan terjadi kemacetan.

“Karena kegiatan Fornas ini bersamaan dengan kegiatan rutin kita, seperti menjaga titik-titik simpul kemacetan pada saat waktu pulang sekolah. Melalui Kabid Pengendalian Operasional (Dalops) sudah disampaikan untuk (tetap) melaksanakan tugas rutin sekaligus mengawal pelaksanaan Fornas,” jelasnya.

Sejumlah titik venue yang menjadi fokus pengamanan di antaranya adalah Taman Sangkareang, Teras Udayana, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, serta beberapa titik lainnya yang diperkirakan menjadi pusat keramaian.

Sementara itu, Kepala Bidang Dalops Dishub Kota Mataram, Arif Rahman, menyampaikan bahwa akan ada penutupan sementara arus lalu lintas pada saat pembukaan Fornas berlangsung. Penutupan difokuskan di ruas Jalan Pejanggik, tepatnya dari Simpang Tiga Kejaksaan Tinggi NTB (S3 Kajati) hingga Simpang Empat Bank Indonesia (S4 BI).

“Penutupan hanya berlaku saat pembukaan saja. Setelah itu, selama lomba berlangsung tidak ada pengalihan arus, hanya pengaturan lalu lintas biasa,” terang Arif, Jumat, 25 Juli 2025.

Penutupan jalan dijadwalkan mulai Sabtu, 26 Juli 2025, pukul 16.00 WITA hingga acara pembukaan selesai. Untuk itu, masyarakat diminta mengantisipasi dengan menggunakan jalur alternatif.

Beberapa jalur yang direkomendasikan antara lain Jalan R. Supratman, Jalan Gunung Kawi, Jalan Gunung Lawu, Jalan Udayana, Jalan Airlangga, Jalan Laboja, Jalan Flamboyan, Jalan Hos Cokroaminoto, dan Jalan WR. Supratman.

Arif juga menambahkan, Dishub Kota Mataram menerjunkan sebanyak 70 personel untuk mendukung pengamanan lalu lintas selama pelaksanaan Fornas. Dari jumlah tersebut, sekitar 35 personel akan ditugaskan setiap hari secara bergiliran di sekitar venue dan titik-titik strategis seperti Jalan Udayana, RTH Pagutan, dan kawasan Epicentrum.

Dishub mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Fornas dengan tetap tertib berlalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (hir)

Kasus Pokir 2025, Giliran Dua Pimpinan DPRD NTB Diperiksa Kejaksaan

Mataram (globalfmlombok.com)

Setelah memeriksa dua anggota DPRD NTB, Kamis (24/7) kemarin. Jumat (25/7/2025) hari ini giliran dua Wakil Ketua II DPRD Provinsi NTB memenuhi panggilan Kejati NTB.

Dua Pimpinan DPRD NTB yang diperiksa yakni, Lalu Wirajaya Wakil Ketua II dan Wakil Ketua III DPRD Provinsi NTB H. Yek Agil.

Mereka diperiksa Kejati NTB terkait kasus dugaan korupsi penyerahan dan pengelolaan anggaran pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD NTB 2025.

Baik Wirajaya maupun Agil yang dikonfirmasi Suara NTB, mengakui bahwa mereka datang ke Kejati NTB untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi kasus Pokir DPRD NTB itu. “Diperiksa terkait kasus dana “siluman” Pokir,” kata keduanya.

Keduanya mengakui diperiksa di Ruang Pidana Khusus Kejati NTB sejak pukul 09.00 Wita hingga 11.30 Wita. Keduanya mengenakan peci hitam. Yek Agil terlihat mengenakan baju batik. Sedangkan Wirajaya mengenakan kemeja polos berwarna hijau muda.

“Intinya kami memenuhi panggilan dan memberikan keterangan,” kata Wirajaya.

Keduanya enggan berkomentar terkait perkara dugaan adanya uang “siluman” yang menjadi permasalahan dalam kasus ini.

“Nanti kalau itu biar penyidik yang menjelaskan kebenarannya,” kata Wakil Ketua II DPRD Provinsi NTB itu.

Begitu pula ketika ditanya terkait siapa pemberi dan penerima uang “siluman” itu? Keduanya sepakat menjawab, agar informasi tersebut biar penyidik yang menyimpulkan.

Baik Agil maupun Wirajaya mengatakan bahwa keduanya tidak ada komunikasi langsung dengan Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Ruapaeda perihal pemanggilan mereka berdua ke Kejati NTB.

Menurut mereka, pengusutan perkara Pokir oleh Kejati tidak berdampak pada stabilitas atau kinerja internal DPRD NTB.

“Kita tunggu proses hukumnya saja. Karena sudah masuk di aparat penegak hukum. Kita taati proses hukum,” tandasnya. (mit)

Warga Mataram Tanggapi Pro dan Kontra, Wacana Sistem Seleksi CPNS 2025 Berubah

Mataram (globalfmlombok.com)

Isu pemerintah pusat yang akan merombak sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025 menuai beragam respons dari masyarakat Kota Mataram. Rencana perubahan ini digadang-gadang akan membuat proses seleksi lebih fleksibel dan efisien, namun tidak sedikit warga yang justru khawatir akan meningkatnya potensi kecurangan.

Informasi yang beredar, dengan sistem baru, peserta dapat memilih jadwal tes sesuai kesiapan masing-masing. Selain itu, Hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan berlaku selama dua tahun, dan tidak perlu lagi mengulang seluruh subtes bila gagal. Peserta cukup mengulang bagian yang belum memenuhi passing grade, seperti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), atau Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Juga, tes tetap akan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT), namun waktu pelaksanaannya fleksibel dan tidak serentak nasional. Skor yang diperoleh bisa digunakan untuk mendaftar formasi berbeda, bahkan diperbaiki jika peserta ingin mencoba lagi.

Bagi sebagian warga, terutama mereka yang telah berkali-kali mengikuti tes CPNS, isu perubahan ini dirasa memberi angin segar.

“Menurut saya bagus, karena jadi lebih fleksibel. Kita bisa menyesuaikan waktu tes dengan kesiapan mental dan materi. Kalau gagal pun enggak perlu ngulang semuanya dari nol,” ujar, salah seorang warga Kota Mataram, Liza, yang sudah dua kali mengikuti seleksi CPNS sebelumnya, Kamis, 24 Juli 2025.

Senada dengan Liza. Salah seorang lulusan sarjana Matematika, Asmanita, menyebut bahwa sistem baru ini seperti sistem TOEFL yang hasilnya bisa digunakan berulang kali selama masa berlaku.

“Ini bisa mengurangi tekanan psikologis. Selama ini, tes CPNS itu momok karena serentak, sekali gagal harus nunggu tahun depan. Kalau sistem baru diterapkan, jadi lebih manusiawi,” katanya.

Namun tidak semua warga menyambut baik isu wacana ini. Sebagian lainnya justru menyoroti potensi kecurangan yang bisa terjadi jika tes tidak lagi dilakukan secara serentak dan transparan.

“Kalau bisa tes kapan saja, bagaimana menjamin tidak ada yang main belakang? Dulu sistem real-time bagus karena semua orang bisa lihat nilai langsung di layar, tidak ada celah untuk rekayasa,” tegas salah seorang warga Kota Mataram, Nova.

Ia khawatir bahwa sistem yang terlalu fleksibel bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan manipulasi, apalagi jika tidak diawasi secara ketat.

Hal serupa disampaikan oleh Widia, seorang guru di sekolah swasta di Kota Mataram. “Saya justru takut, nanti makin susah bersaing karena sistemnya tidak transparan. Sistem lama meskipun ketat, tapi jelas dan adil,” ujarnya.

Namun, lebih lanjut, Widia menyatakan tidak menolak perubahan, asalkan sistem pengawasan dan transparansi diperkuat.

“Kalau memang mau ubah sistem, harus ada jaminan keterbukaan data, dan semua peserta bisa tahu prosesnya dengan jelas. Jangan sampai sistemnya longgar tapi pengawasannya lemah,” tuturnya

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono, menyatakan bahwa terkait dengan isu wacana ini pihaknya masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat.

“Kalau masalah ini tergantung regulasinya. Setiap pengadaan pasti mengacu pada regulasi yang berlaku. Untuk pengadaan tahun 2025, belum dipastikan ada atau tidak, dan regulasinya juga belum keluar,” Jawabnya singkat  saat dihubungi Suara NTB, Kamis, 24 Juli 2025.(hir)

Pengedar Ditangkap, Polisi Sita 8 Poket Sabu Ukuran Besar di Mohi

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com)

Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Sumbawa, mengamankan dua terduga pengedar sabu di jalan lintas Sumbawa-Bima Kilometer 6 Tepatnya di depan Gudang SB di Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir (Mohi), Rabu, 23 Juli 2025 sekitar pukul 15.00 WITA.

“Kedua pelaku masing-masing berinisial S als O (49) asal Lape dan H als B (28) asal Moyo Hilir, kita tangkap saat membawa barang itu ke pembeli setelah berjanji akan bertemu di depan gudang,” kata Kasat Narkoba, Iptu Harirustaman, kepada wartawan, Kamis, 24 Juli 2025.

Pengungkapan terhadap kasus tersebut berawal dari informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas dua orang pria yang diduga akan melakukan transaksi sabu. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim kemudian bergerak melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap keduanya.

“Keduanya kita tangkap di pinggir Jalan lintas Sumbawa-Bima KM 6 tepatnya didepan Gudang SB Desa. Moyo Kecamatan Moyo Hilir, saat sedang menunggu pembeli,” ujarnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil penggeledahan badan ditemukan barang bukti sabu sebanyak delapan poket dengan total berat bruto sabu 40,73 gram. Selain itu, petugas juga menyita dua unit HP Android, satu buah kotak susu dan satu unit sepeda motor.

“Saat kita introgasi, pelaku mengaku barang haram tersebut didapatkan dari seorang yang berinisial K asal Moyo Hilir. Kasus ini pun masih terus kita dalami untuk mengungkap asal barang haram tersebut,” tambahnya.

Dua Pasangan Ditangkap

Tidak berselang lama dari pengungkapan awal, pihaknya kembali mengamankan dua orang didalam kamar kost saat tengah pesta sabu di Kampun Unter, Kelurahan Brang Biji, Rabu, 23 Juli 2025 sekitar pukul 20.30 WITA.

“Saat kita gerebek kedua pelaku masing-masing berinisial A (42) pria asal Moyo Hilir bersama DOS (26) perempuan asal Labuhan Badas saat sedang berpesta sabu,” ucap Obe sapaan akrab Kasat Narkoba.

Dari tangan keduanya, petugas menyita barang bukti satu poket sabu dengan berat bruto 3,1 gram satu buah sekop plastik. Selain itu pihaknya juga mengamankan, satu lembar tisu, dan satu buah botol plastik yang digunakan sebagai bong.

“Keduanya mengaku barang haram tersebut dengan dibeli dari seseorang yang berinisial G melalui perantara berinisial R di pinggir jalan di depan gor mampis Rungan Brangbiji,” sebutnya.

Selanjutnya, kedua pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Sumbawa untuk dilakukan proses lebih lanjut. Satresnarkoba Polres Sumbawa akan tetap menunjukan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Sumbawa.

“Kami akan terus memberikan atensi khusus terhadap perkara narkotika ini, kami juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada aktivitas yang mencurigakan,” tukasnya. (ils)

Berenang di Gili Trawangan, WNA Asal Inggris Meninggal

Tanjung (globalfmlombok.com)

Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris berinisial SHS (84), meninggal dunia di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Rabu, 23 Juli 2025. Korban yang berstatus lanjut isia (lansia) tersebut, diketahui tiba-tiba terjatuh saat berenang bersama keluarga di pantai setempat.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, SIK., melalui Kapolsek Pemenang, AKP Henni Andriani, dalam keterangannya kepada media menyampaikan, korban berenang di Pantai Gili Trawangan, tepatnya di depan Blue Marlin pada Rabu sore sekitar pukul 15.30 WITA.

“Korban berenang bersama keluarganya dengan jarak sekitar tiga meter dari bibir pantai,” kata Henni.

Polsek Pemenang bergerak melakukan evakuasi usai mendapat laporan dari Polsubsektor Gili Trawangan. Berdasarkan keterangan saksi, korban melakukan aktivitas renang seperti wisatawan pada umumnya. Sesaat sedang menikmati air pantai, korban sempat berdiri lalu menoleh ke kiri dan kanan. Secara tiba-tiba, korban terjatuh dalam posisi tengkurap dan langsung tidak sadarkan diri.

Mengetahui hal itu, pihak keluarga dibantu sejumlah Staf Blue Marlin yang melihat korban, langsung memberikan pertolongan. Korban diangkat dengan digotong ke tepi pantai. Selanjutnya, Staf Blue Marlin langsung menghubungi pihak medis pada Klinik Warna.

“Dokter dari Klinik Warna Gili Trawangan datang untuk membantu proses penyelamatan, tetapi nyawa korban tidak dapat diselamatkan,” ujarnya.
Setelah korban dinyatakan meninggal dunia, Polsubsektor bersama warga dan keluarga korban, melakukan evakuasi jenazah menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Pihak Dokter Klinik juga turut memberikan pendampingan sampai ke Mataram.

Keluarga korban menolak dilakukannya autopsi dan untuk sementara waktu jenazah dititipkan di RS Bhayangkara untuk mendapatkan proses pemulangan ke negara asal. “Korban diketahui mulai menginap di penginapan Blue Marlin sejak 20 Juli 2025,” imbuhnya. (ari)