Beranda blog Halaman 348

Pariwisata NTB Dikritik,Dari Soal Keamanan, Harga Tiket Mahal hingga Fasilitas Rumah Sakit

Mataram (globalfmlombok.com) – Pengembangan pariwisata NTB disorot. Kritik dilontarkan olah mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya. Menurutnya, NTB memiliki Gubernur yang memiliki banyak relasi di luar negeri. Namun, pariwisata Lombok malah terbentur banyak persoalan.

Tantowi Yahya dalam sebuah kesempatan, merinci persoalan yang dihadapi pariwisata NTB, mulai dari persoalan keamanan dan keselamatan pendakian di Gunung Rinjani dengan rentetan pendaki terjatuh dan cidera, juga ada yang meninggal dunia. Kemudian, harga tiket pesawat ke Lombok yang mahal, juga transportasi umum terjadwal di Lombok yang minim.

Persoalan lain yang dikritisi Tantowi, terkait ketersediaan rumah sakit yang memadai untuk penanganan cepat buat olahraga ekstrem di dekat venue. Seperti pendakian Gunung Rinjani di Sembalun dan balapan motor MotoGP di Mandalika. Helikopter untuk evakuasi wisatawan yang mengalami kecelakaan juga belum tersedia layaknya di Bali.

Menanggapi kritikan ini, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB  Ahmad Nur Aulia, menyebut, bahwa pesan khusus Tantowi Yahya ke Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal adalah pesan seorang sahabat. ‘’Mereka berdua telah lama saling mengenal dan memiliki wawasan global, karena pernah sama-sama melaksanakan tugas sebagai seorang Duta Besar,’’ ujarnya menjawab Suara NTB, Minggu ,11 agustus 2025.

Menurutnya,  NTB memiliki potensi pariwisata yang luar biasa karena daya tarik wisatanya baik alam, sosial dan budaya yang dimiliki bisa menjadi sumber dan pengggerak ekonomi yang kuat bagi pembangunan daerah. Bahkan, dalam visi dan misi Gubernur NTB telah diletakkan salah satu prioritas utama dalah sektor pariwisata dengan menjadikan destinasi-destinasi yang berkelas dunia melalui program pengembangan pariwisata berkualitas.

Di dalam program pariwisata berkualitas  terangnya, mengikhtiarkan penataan dan pengembangan destinasi termasuk di dalamnya berkenaan aksesibilitas dan konektivitas transportasi. Termasuk kelembagaan dan sumber daya manusia, pemasaran, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat (edukasi dan inklusif), digitalisasi. Serta mitigasi dan penanganan kondisi darurat serta pemulihan citra pariwisata.

‘’Harus diikhtiarkan, NTB punya modal karena punya pengalaman panjang tentang pariwisata tinggal ditingkatkan dan dikembangkan kualitasnya menyesuaikan trend pasar pariwisata,’’ terangnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB ini menambahkan, jika audiensi Gubernur NTB ke Menteri Perhubungan merupakan langkah peningkatan frekuensi penerbangan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, pengembangan industri pelayaran dan logistik. Dan pengembangan pemadu moda darat. (ham)

Inventarisasi 44 Pulau Kecil

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) tengah melakukan inventarisasi terhadap 44 pulau kecil atau gili yang berada di wilayahnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengamanan aset daerah sekaligus mempersiapkan pengelolaan berkelanjutan, baik untuk sektor pariwisata maupun pemanfaatan sumber daya alam (SDA).

Demikian dikemukakan Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Ahmad Masfu yang juga Sekretaris Tim Sertifikat Pulau Kecil, menjawab Suara NTB, Sabtu (9/8/2025) lalu.

Ahmad Masfu menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang wilayah dan pulau, Lombok Timur tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pulau kecil terbanyak di Pulau Lombok. Dari total sekitar 403 pulau kecil di Lombok, 44 di antaranya berada di Lotim. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, maupun Lombok Utara.

Bupati Lotim telah membentuk tim khusus pensertifikatan pulau kecil dengan Sekretaris Daerah sebagai ketua dan Asisten II Setda Lotim sebagai sekretaris. Tim ini beranggotakan perwakilan dari Badan Pengelolaannya Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pariwisata (Dispar), Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP), Badan Pertanahan  Nasional (BPN), Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakab Lotim, dan Bagian Hukum Setdakab Lotim.

Saat ini tim tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap 44 pulau tersebut, termasuk menentukan titik koordinat, memeriksa kondisi fisik, status kepemilikan, serta keberadaan penduduk. “Kita akan buat skala prioritas, mana yang akan diproses lebih dulu hingga terbit Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Karena keterbatasan anggaran, tidak semua bisa diproses sekaligus,” ujar Masfu.

Prioritas diberikan pada pulau yang telah diklaim pihak lain serta pulau yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata atau memiliki SDA unggulan. “Intinya, kita kuasai dulu seluruh 44 pulau kecil itu, baru melangkah ke rencana-rencana pengelolaan berikutnya,” tegasnya.

Minat investor terhadap beberapa pulau di Lotim sebenarnya cukup tinggi. Namun, status hukum yang belum jelas membuat banyak pihak menahan diri untuk mengelola. Misalnya, deretan Gili Petagan, Gili Lampu, Gili Kapal, Gili Bidara, dan Gili Kondo yang telah dilirik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk dikelola. “Tapi seperti yang kita sampaikan, kita pastikan dulu statusnya, baru nanti kita kerjasamakan,” jelasnya.

Inventarisasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Lotim untuk memastikan kepemilikan, mengamankan aset daerah, serta membuka peluang investasi yang terencana dan berkelanjutan. (rus)

Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Satpol PP Lotim Siap Gelar Operasi Gabungan

Selong (globalfmlombok.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) siap menggelar Operasi Gabungan (Opgab) bersama aparat terkait untuk menindak peredaran rokok ilegal yang tidak memiliki pita cukai resmi. Jadwal operasi sudah disusun dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Kepala Satpol PP Lotim, Slamet Alimin, mengatakan operasi ini akan melibatkan unsur kepolisian, kejaksaan, dan TNI. Sasaran operasi adalah semua pihak yang terindikasi mengedarkan rokok ilegal, mulai dari pedagang eceran hingga distribusi di pelabuhan.

Untuk memberantas praktik peredaran rokok ilegal, menurut Kasat Pol PP Lotim tidak bisa dilakukan lewat Satpol PP saja. “Ini bukan hanya pekerjaan Pol PP saja, perlu keterlibatan semua elemen. Kalau kami kan hanya bisa menyentuh pedagang di pasaran,” ucapnya kepada Suara NTB, Jumat (8/8/2025).

Tidak ditampik fakta saat ini memperlihatkan peredaran rokok ilegal masih marak. Menurutnya, ada banyak faktor yang menjadi pemicunya. Salah satunya  faktor ekonomi yang membuat konsumen mencari harga lebih murah.

Soal kemampuan Satpol PP terbatas pada penindakan di lapangan terhadap pelanggaran ringan. Diakui, selama ini belum pernah ada penindakan terdengar ada pabrik rokok ilegal yang disegel. Soal itu menjadi kewenangan instansi lain. Khusus di Lotim, menjadi tugas Dinas Perindustrian yang mendorong pelaku usaha industri rokok Ilegal ini agar segera menjadi legal.

Bagi Satpol PP sendiri sebatas sebagai penegak Perda. memang hanya menyentuh pelanggaran kecil. “Sebatas itu kewenangan kami,” paparnya.

Satpol PP siap bersinergi untuk sama sama secara konvergensi melakukan tindakan penegakan hukum atas peredaran rokok tak resmi. Termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait dalam mengawal aturan. (rus)

Terkesan Semrawut, Proyek Bundaran GMS Senilai Rp5,5 Miliar Perlu Siapkan Ruang PKL

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Proyek renovasi Bundaran Giri Menang Square (GMS) Desa Beleka Kecamatan Gerung Lombok Barat akan dilaksanakan tahun ini. Renovasi yang dianggarkan Rp5,5 miliar itu meliputi pekerjan utama air mancur dan lampu laser, dan lainnya. Pihak desa setempat menyambut baik penataan GMS ini untuk menghidupkan Bundaran tersebut.

Namun pihak desa berharap dilibatkan dalam proses pembahasan, terutama terkait penyiapan ruang atau space pusat kuliner untuk mengakomodasi puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di bundaran tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab dalam hal ini pak Bupati yang akan menata (hidupkan) bundaran GMS,” kata Kepala Desa (Kades) Beleka, Islahudin, akhir pekan kemarin.

Bundaran perlu dihidupkan, karena menjadi wajah kota yang dilalui warga luar maupun mancanegara, baik dari pelabuhan maupun Bandara. Ketika GMS itu hidup, banyak warga dari luar yang sekedar berswafoto di monumen berbentuk Masjid itu. Bundaran itu pun menjadi daya tarik bagi warga luar.

Bundaran GMS Jadi Pusat Perekonomian

GMS itu juga menjadi pusat perekonomian warga setempat maupun dari luar. Warga yang berjualan di sekitar areal itu hampir 47-48 orang.

Ia berharap agar para pedagang kaki lima ini disiapkan tempat khusus untuk berjualan. Selain Bundaran GMS itu lebih tertata rapi, keberadaan PKL ini juga tidak menganggu arus lalu lintas di jalur Negara itu. “Kami berharap disiapkan tempat khusus (pusat kuliner) bagi PKL, agar lebih tertata rapi,” harap dia.

Pada proyek penataan Bundaran ini, Is sapaan karib Kades Beleka ini sekaligus juga berharap disiapkan pusat PKL.

Dengan diberikan tempat khusus bagi PKL, perputaran ekonomi akan meningkat dan kemandirian ekonomi desa akan kuat. “Dengan begitu sejahtera dari desa akan terwujud seperti program Bupati Lobar,” tambah Ketua Asosiasi Kepala Desa Indonesia NTB (AKSI NTB) sekaligus Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Gerung ini.

Pihaknya pun telah menyiapkan langkah untuk membantu menghidupkan kawasan itu dengan meminta lahan di sekitar bundaran yang kini dijadikan areal bermain itu. Pihaknya melalui BUMDes nantinya berencana menata dengan menyiapkan angkringan di lokasi tersebut.

Untuk pemakaian lahan itu, pihaknya sudah bersurat ke pihak terkait agar lahan itu bisa dipinjam atau dikelola. “Kita nanti akan intervensi, kita siapkan tempat seperti angkringan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUTR Lalu Ratnawi mengatakan anggaran untuk renovasi Bundaran GMS dialokasikan Rp5,5 miliar dengan item pekerjaan mayor terdiri dari air mancur dan laser untuk layar optik embun yang berfungsi sebagai megatron di bundaran tersebut. Ditambah lampu-lampu ornamen lainnya.

Sementara untuk space PKL akan dibangun tahun depan, mengingat waktu di Perubahan ini sangat mepet. Hal ini agar kualitas pekerjaan Bundaran itu terjamin tidak tergesa-gesa.

Yang jelas nantinya, ada space untuk PKL yang berjualan agar tertata rapi sehingga tidak terkesan semrawut seperti sekarang ini. Terkait space PKL ini tentu pihaknya akan mengajak pihak desa rembuk. (her)

15 Ruas Jalan di NTB Masuk IJD

Mataram (globalfmlombok) – Sebanyak 15 ruas jalan di NTB lolos masuk Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2025. Ruas jalan tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB, dengan alokasi anggaran sebesar Rp200 juta.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan NTB, Rikson, S.T., M.T., mengatakan meski telah lolos IJD, perbaikan untuk seluruh ruas jalan tidak bisa dilakukan tahun ini. Sebab, NTB hanya mendapat alokasi sekitar Rp200 miliar karena adanya keterbatasan anggaran di Kementerian PU.

“Karena anggaran Kementerian terbatas, seluruh nasional kebutuhan untuk infrastruktur lebih dari Rp100 triliun,’’ ujarnya, Sabtu, 9 Agustus 2025. Dari total Rp100 miliar kebutuhan untuk IJD, Kementerian PU hanya mendapat alokasi sekitar Rp4 triliun. Sehingga pemerintah pusat hanya menganggarkan untuk jalan-jalan super prioritas sesuai dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto.

Jalan super prioritas tersebut adalah jalan pemenuhan tiga sektor, yaitu pertanian ketahanan pangan, energi, dan pendidikan. “Yang prioritas semuanya, sekarang tinggal ini yang ruas ini kita anggap segala kriteria sudah terpenuhi semua masalah lahan. Design kemudian doplingnya. Itu yang dianggap lengkap memenuhi syarat,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin menjelaskan terdapat empat ruas IJD yang mendapat perbaikan tahun ini. Di  antaranya jalan Sembalun, Lombok Timur menuju Kayangan, Lombok Utara, Jembatan Konca, Bima, dan jalan Lembar menuju jembatan Kemakmuran. “Lembar menuju Jembatan Kemakmuran itu dua paket, jadi totalnya empat paket,” katanya.

Kondisi Jembatan Konca, Bima saat ini miring akibat dihantam banjir di awal tahun lalu. Hal itu akan membahayakan masyarakat apabila tidak segera mendapat perbaikan.

Begitupun dengan Jembatan Kemakmuran, Lombok Barat yang rusak diterjang banjir di awal tahun lalu. Anggaran untuk perbaikan jembatan membutuhkan alokasi sekitar Rp50 miliar dengan panjang sekitar 100 meter.

Sementara, perbaikan jalan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yaitu jalan Pohgading-Tanjung-Geres dengan anggaran mencapai Rp28 miliar. Selanjutnya ada jalan Simpang Tano-Seteluk membutuhkan anggaran sekitar Rp39 miliar. Kemudian jalan Lunyuk, Sumbawa dengan anggaran sekitar Rp19 miliar. (era)

DPO Tersangka Kasus Dugaan Korupsi KUR BNI Woha Menyerahkan Diri

Mataram (globalfmlombok.com) – Salah satu tersangka kasus dugaan korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Woha, Bima menyerahkan diri, Sabtu (9/8/2025).

Tersangka itu adalah Asrarudin (ASR), yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah dua kali mangkir dari panggilan jaksa dan menghilang saat upaya penjemputan paksa.

Kepala Seksi Penerangan Hukum, Efrien Saputera mengatakan, ASR menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Mataram sekitar pukul 16.30 Wita.

“Pukul 15.00 Wita, Tim Intelijen Kejari Mataram dan Kasi Pidsus Kejari Bima menerima informasi yang bersangkutan menyerahkan diri,” ucap Efrien.

Orang tua ASR hadir mendampingi saat yang bersangkutan menyerahkan diri ke Kejari Mataram.

Setelah tiba di kantor Kejari Mataram, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bima, Catur Hidayat Putra dan tim penyidik langsung memeriksa ASR.

“Selama pelariannya, ASR ternyata pergi ke Tangerang dan tinggal di rumah temannya,” terangnya. Selama pelarian dari kasus KUR BNI Woha ini, dia tinggal di sana.

Setelah pemeriksaan selesai, ASR langsung menjalani penahanan di Lapas Kuripan Kelas II Lombok Barat.

“Penyidik melakukan penahanan selama 20 hari hingga 28 Agustus 2025,” tandasnya.

Kepada ASR penyidik menyangkakan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

ASR diduga kuat terlibat dalam penyaluran fiktif dana KUR BNI tahun 2021 dengan kerugian negara mencapai Rp 425 juta itu.

Tersangka Lain Kasus KUR BNI Woha

Selain ASR, Kejari Bima juga menetapkan Arif Rahman (AR), seorang pegawai BNI KCP Woha sebagai tersangka dalam kasus KUR BNI Woha ini.

Penyidik menduga AR berperan dalam memuluskan proses persetujuan pengajuan KUR secara kolektif oleh sejumlah petani jagung di Kabupaten Bima itu. Tindakannya terkait dengan penyaluran dana KUR BNI Woha.

Kejari Bima sebelumnya telah melimpahkan berkas perkara kedua tersangka. Berkas perkara ASR saat itu dilimpahkan secara in absentia atau tanpa kehadiran.

AR lebih dahulu menjalani masa penahanan dan persidangan terkait perkara KUR BNI Woha itu. Sidang tersebut kini telah memasuki tahap pembuktian oleh jaksa penuntut umum. (mit)

Dinilai Beri Dampak Buruk, Komisi X DPR RI Dukung Larangan Gim Roblox untuk Siswa

Mataram (globalfmlombok.com)-

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, menyatakan dukungannya terhadap langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang melarang anak-anak memainkan gim daring Roblox. Larangan tersebut dinilai sebagai upaya preventif untuk melindungi peserta didik dari paparan konten kekerasan dan perilaku negatif yang dapat ditiru.

“Gim daring seperti Roblox ternyata berdampak sangat mengkhawatirkan, terutama karena mengandung konten kekerasan dan bullying. Banyak kasus kekerasan di sekolah yang setelah ditelusuri, ternyata dipengaruhi oleh gim online,” ujar Lalu Hadrian Irfani kepada wartawan, usai menjadi keynote speaker di acar Workshop Pendidikan yang berlangsung di Hotel Lombok Astoria Sabtu 9 Agustus 2025.

Menurut data yang dihimpun Komisi X, sebanyak 65 persen siswa di Indonesia menghabiskan waktu minimal empat jam per hari untuk bermain gim daring, belum termasuk waktu yang digunakan untuk mengakses media sosial. Kondisi ini dinilai berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan prestasi akademik siswa.

“Contohnya, Komisioner KPAI menginformasikan kepada kami bahwa ada seorang siswa di Kota Semarang yang enggan bersekolah karena kecanduan bermain gim di ponsel. Ini tidak boleh terjadi. Kami berharap dinas pendidikan di kabupaten/kota ikut mengawasi secara ketat,” kata Lalu Hadrian.

Anggota DPR RI Dapil NTB 1 ini juga mendorong agar pemerintah segera merumuskan regulasi yang tidak hanya membatasi akses terhadap gim daring berbahaya, tetapi juga mengatur waktu penggunaan gawai oleh siswa. “Di beberapa negara, pembatasan penggunaan ponsel sudah mulai diterapkan. Kita perlu belajar dari sana,” tambahnya.

Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa anak-anak usia sekolah dasar belum memiliki kemampuan intelektual yang cukup untuk membedakan antara adegan nyata dan rekayasa dalam gim. Ia menyebut anak-anak sebagai peniru ulung yang dapat meniru tindakan kekerasan yang mereka lihat dalam gim daring.

Kekhawatiran serupa juga muncul dalam riset yang dilakukan oleh lembaga Revealing Reality, yang menunjukkan bahwa anak-anak sangat mudah menemukan konten tidak pantas dan berinteraksi tanpa pengawasan dengan orang dewasa di platform Roblox. Studi tersebut mengungkapkan bahwa banyak orang tua melaporkan anak-anak mereka mengalami kecanduan, trauma, dan bahkan didekati oleh orang asing melalui aplikasi tersebut.

Pihak Roblox sendiri mengakui adanya risiko paparan konten berbahaya dan interaksi dengan “orang jahat” di platform mereka. Mereka menyatakan tengah berupaya memperbaiki sistem keamanan, namun menekankan perlunya kolaborasi lintas industri dan dukungan regulasi dari pemerintah.(ris)

Lalu Hadrian Irfani Serahkan Beasiswa PIP di Kota Mataram, Minta Agar Uang Digunakan untuk Keperluan Pendidikan Anak

Mataram (globalfmlombok.com)

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, menyerahkan secara simbolis SK beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) kepada pihak sekolah di SDN 9 Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (9/8/2025).

Penyerahan dilakukan di hadapan para guru dan wali siswa penerima manfaat, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Lalu Hadrian Irfani mengatakan, khusus di SDN 9 Ampenan telah disetujui sebanyak 107 siswa sebagai penerima PIP. Ia berpesan agar beasiswa ini digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan siswa, bukan untuk hal-hal yang lain.

 “Dana PIP ini harus digunakan sepenuhnya untuk keperluan pendidikan anak-anak kita. Tidak boleh ada pemotongan satu rupiah pun, baik oleh dinas pendidikan, sekolah, maupun pihak lain yang tidak berkepentingan,” tegas Lalu Hadrian dalam sambutannya.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini menyebutkan, dirinya memiliki aspiraasi terkait beasiswa PIP sebanyak 150 ribu di Pulau Lombok melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Selain itu, terdapat pula usulan PIP dari dinas pendidikan masing-masing kabupaten/kota.

“Bagi siswa yang sudah memiliki rekening, dana sudah bisa dicairkan. Sementara yang belum, masih dalam proses aktivasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa mulai tahun 2026, PIP akan diperluas untuk mencakup anak-anak usia dini di jenjang PAUD. Sebab selama ini PIP hanya diberikan untuk siswa SD hingga SMA, SMK atau SLB.

Untuk diketahui, Program Indonesia Pintar merupakan bantuan pendidikan dari pemerintah yang disalurkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program ini ditujukan bagi anak usia sekolah 6–21 tahun yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin, pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, dan korban bencana.

Berikut rincian besaran dana PIP tahun 2025:

Jenjang & Kelas Besaran Dana (Rp/tahun)
SD kelas 1–5 450.000
SD kelas 6 225.000
SMP kelas 7–8 750.000
SMP kelas 9 375.000
SMA/SMK kelas 10–11 1.800.000
SMA/SMK kelas 12 900.000

Mulai tahun 2026, dana PIP untuk siswa SD akan ditingkatkan menjadi Rp630.000 per anak per tahun.

Program ini dirancang untuk mencegah anak-anak putus sekolah dan menarik kembali siswa yang telah berhenti agar melanjutkan pendidikan. Selain itu, PIP juga bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga dengan menanggung sebagian biaya pendidikan, baik langsung maupun tidak langsung.(ris)

Layani Warga Pesisir Lembar, Polisi Manfaatkan Kapal Patroli Jadi Klinik dan Perpustakaan Terapung

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polres Lombok Barat menggelar dua program unggulan sekaligus, yakni pemeriksaan kesehatan gratis dan perpustakaan terapung, pada Jumat (08/08/2025). Kegiatan ini berlangsung di Dermaga Pelengsengan Pelabuhan Pelindo III Lembar, memanfaatkan Kapal Patroli XXI-2007 Dit. Polairud Polda NTB sebagai sarana utama.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Polairud, Iptu L. Nursidi mengatakan bahwa salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan ini menyasar para sopir, pedagang, dan warga sekitar pelabuhan yang sering kali memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.

Dengan menggandeng tim kesehatan dari Polres Lombok Barat dan Puskesmas Jembatan Kembar. Klinik terapung ini berhasil memberikan layanan medis dasar, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan konsultasi kesehatan umum.”Tujuan dari klinik terapung ini adalah untuk memberikan layanan kesehatan dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan pesisir,” ujar Iptu L. Nursidi.

“Kami ingin memastikan bahwa kesehatan masyarakat tetap terjaga, terutama bagi mereka yang aktivitasnya padat dan berada di lingkungan pelabuhan.”lanjut dia.Program ini tidak hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga sebagai sarana edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat.

Petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang pencegahan penyakit dan kebersihan diri, yang sangat relevan bagi masyarakat yang beraktivitas di area dermaga.Selain layanan kesehatan, Satpolairud Polres Lombok Barat juga meluncurkan perpustakaan terapung. Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari SDN 1 Lembar Selatan, dengan tujuan menumbuhkan minat baca sejak dini.

Di atas Kapal Patroli XXI-2007, puluhan buku cerita, buku pelajaran, dan majalah telah disiapkan untuk dibaca oleh anak-anak.Suasana di kapal patroli berubah menjadi ruang baca yang menyenangkan, di mana anak-anak dapat membaca sambil belajar tentang dunia maritim. Iptu L. Nursidi menyampaikan harapannya agar program ini dapat berkelanjutan.

“Kegiatan perpustakaan terapung ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan keterampilan menulis anak-anak, serta mendorong literasi masyarakat pesisir,” katanya.Kehadiran perpustakaan terapung ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di wilayah pesisir. Dengan metode yang unik dan menarik, Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di daerah-daerah terpencil.Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi kuat antara Satpolairud Polres Lombok Barat dengan Dit. Polairud Polda NTB. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Polri bekerja secara terpadu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui program-program seperti klinik dan perpustakaan terapung, Polri berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat, membangun kepercayaan, dan mewujudkan visi Polri yang humanis, profesional, dan bermanfaat.(her)

Disaksikan Menkum, Mie Gacoan dan LMK SELMI Sepakat Berdamai

0

Denpasar (globalfmlombok.com) – Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas, menyaksikan penandatanganan Surat Perjanjian Perdamaian atas Sengketa Hak Cipta antara Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI) dan PT Mitra Bali Sukses (MBS) yang memegang lisensi merek Mie Gacoan, Jumat (08/08/2025).

Supratman menjelaskan kedua pihak telah sepakat untuk berdamai dan PT MBS telah membayar kewajibannya kepada LMK SELMI. Bagi Supratman, momentum ini harus dilihat sebagai contoh baik dari kedua pihak untuk menghargai kekayaan intelektual, khususnya penghargaan kepada para pencipta musik.

“Momen perjanjian damai ini bukan hanya soal jumlah royalti yang dibayarkan, tetapi lebih penting adalah kebesaran jiwa kedua belah pihak. Mudah-mudahan dapat menjadi contoh teladan bagi semua warga Indonesia untuk menghargai hak kekayaan intelektual,” ungkap Supratman di Bali, didampingi Direktur PT Mitra Bali Sukses, I Gusti Ayu Sasih Ira Pramita, serta perwakilan LMK SELMI, Ramsudin Manulang.

Menkum mengatakan bahwa Kementerian Hukum (Kemenkum) mendukung adanya transparansi terhadap pungutan royalti yang dilakukan oleh LMK maupun LMK Nasional (LMKN). Untuk itu, Kemenkum nantinya akan mengeluarkan Peraturan menteri Hukum yang baru untuk mengatur soal pemungutan royalti.

“Saya setuju bahwa koreksi terhadap transparansi, pungutan royalti, termasuk besaran tarifnya. Nanti akan kita bicarakan dan kita akan keluarkan Permenkum yang baru yang mengatur itu,” ungkapnya.

Supratman juga menegaskan kalau royalti bukanlah pajak. Pasalnya, tidak ada sepeserpun royalti yang masuk ke pemerintah, melainkan semuanya diberikan kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya.

“Royalti bukan pajak, negara tidak mendapatkan apa-apa secara langsung dari royalti. Semua pungutan royalti itu disalurkan kepada yang berhak. Dan yang menyalurkan bukan pemerintah, tetapi oleh LMK atapu LMKN yang memungut royalti, salah satunya LMK Selmi. Oleh karena itu, kita akan meminta pertanggungjawabannya, untuk transparansinya akan kita umumkan ke publik,” kata Supratman.

Jika dibandingkan dengan Malaysia, lanjut Supratman, jumlah royalti yang berhasil dikumpulkan di Indonesia masih terbilang rendah padahal jumlah penduduk Indonesia lebih banyak dari Malaysia. Ia mengungkapkan LMK dan LMKN di Indonesia mengumpulkan royalti sebesar Rp270 miliar, sedangkan Malaysia bisa mengumpulkan Rp600-700 miliar setiap tahunnya.

“Bayangkan, Malaysia, negara yang kecil, penduduknya tidak seberapa, total royalti yang mereka bisa kumpulkan hari ini kurang lebih 600-700 miliar per tahun. Kita Indonesia, mulai dari platform internasional, sampai kepada retail, kalau menurut laporan yang saya terima kita baru ngumpulin 270 miliar, padahal penduduk kita 280 juta. Jadi sangat kecil,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Direktur PT MBS dijadikan tersangka atas dugaan pelanggaran hak cipta setelah dilaporkan oleh LMK Selmi. Sengketa ini kemudian dimediasi oleh Kantor Wilayah Kemenkum Bali dengan tujuan mendapatkan kesepakatan damai.

Dalam sejumlah kesempatan, Kakanwil Kemenkum NTB, I Gusti Putu Milawati mengatakan pentingnya setiap karya didaftarkan agar bisa mendapat perlindungan dari negara.

“Hal itu sangat penting untuk mendapatkan perlindungan hukum yang sah dari negara dan juga terlindungi secara hukum dari potensi pelanggaran hak cipta,” jelas Mila.
(r/*)