Beranda blog Halaman 331

Kebakaran di Kantor DPRD NTB Berhasil Dipadamkan

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram berhasil memadamkan kebakaran hebat yang melanda Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), pada Sabtu (30/8/2025), sore tadi.

Kebakaran yang terjadi akibat kericuhan demonstrasi di Kantor Parlemen Daerah itu, membuat gedung DPRD NTB di Jalan Udayana, Kota Mataram itu hangus dilahap “si jago merah”.

Setelah massa aksi mulai menyurut sekitar sore waktu setempat, Damkar Kota Mataram segera menuju kantor Dewan yang berada di Jl. Udayana itu.

Dari pantauan, mobil Damkar Kota Mataram terlihat memasuki areal Kantor DPRD dan segera memadamkan sisa api yang masih menyala.

Terlihat, asap kecil masih menyembul di antara atap gedung. Sementara, atap satunya sisa rangka.

Sebelumnya, sekolompok demonstran yang terdiri dari mahasiswa, komunitas ojek daring atau ojol, dan masyarakat menggeruduk Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) NTB sekitar pukul 10.00 Wita, lalu berpindah ke Gedung DPRD NTB sekitar 12.00 Wita.

Massa aksi menuntut sejumlah hal dalam aksinya. Di antaranya, meminta pertanggungjawaban aparat kepolisian untuk menghukum oknum polisi yang melindas Affan, driver Ojol, Kamis (28/8/2025) lalu.

Selain itu, massa juga meminta pemerintah untuk mencopot Jenderal Listyo Sigit dari jabatannya sebagai Kapolri.

Isu kenaikan tunjangan DPR juga tak luput dari poin tuntutan mereka. Massa aksi merasa, kenaikan tunjangan DPR di tengah kesulitan ekonomi dirasa tidak tepat.

Aldi (22), seorang demonstran mengatakan, terbakarnya gedung Sekretariat Dewan milik DPRD NTB ini merupakan bentuk kekecewaan mereka kepada DPR yang tidak pernah mendengar aspirasi masyarakat.

“DPR ini kan ketika didemo mereka pergi bang. Jadi kita dibenturkan dengan aparat. Tersebut mereka ini seakan-akan tidak ada tanggung jawab. Mereka ini mewakili suara kita. Namun, suara kita ini tidak didengar,” keluhnya.

Sampai berita ini terbit, kondisi gedung DPRD NTB terlihat mulai kondusif. Arus lalu lintas dari simpang empat BI menuju Jl. Udayana nampak lancar kembali. (sib)

Gedung DPRD NTB Terbakar saat Demonstrasi, Jadi Tontonan Warga

Mataram (globalfmlombok.com) – Aksi demonstrasi yang berlangsung sejak pukul 13.00 Wita di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB berujung ricuh dan menyebabkan sebagian gedung terbakar. Kondisi itu menjadi tonton warga.

Massa aksi yang menuntut sejumlah tuntutan, yakni menindak tegas oknum polisi yang diduga melindas Affan Kurniawan, driver Ojol pada Kamis (28/8/2025). Selain itu, mereka juga meminta Jenderal Listyo Sigit dicopot dari jabatannya sebagai Kapolri.

Massa yang awalnya berunjuk rasa secara damai mulai memanas sekitar pukul 14.00 Wita. Bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan pun tak terhindarkan. Sejumlah peserta aksi terlihat melemparkan benda-benda dan membakar ban di depan gedung DPRD. Api kemudian merambat dan membakar bagian bangunan.

Kobaran api dengan cepat membesar dan mengepung sisi depan gedung. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan api, sementara aparat kepolisian berusaha membubarkan massa yang masih bertahan di sekitar area.

Peristiwa ini menarik perhatian warga yang melintas di sekitar lokasi. Banyak dari mereka berhenti untuk menyaksikan kejadian tersebut, sehingga arus lalu lintas di kawasan Jalan Udayana sempat tersendat.

“Ini tumben terjadi di NTB. Biasanya kita lihat di Pulau Jawa seperti yang terjadi kemarin. Tidak lama, akhirnya terjadi juga di sini. Ini sejarah,” ujar Idris, salah seorang warga yang menyaksikan kejadian. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait jumlah korban atau estimasi kerugian akibat insiden tersebut. (pan)

Empat Orang Demonstran Diduga Diamankan Polisi Terkait Demo di DPRD NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak empat orang diduga massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat NTB diamankan polisi dalam demo di DPRD NTB, Sabtu (30/8/2025).

Dari pantauan Suara NTB, polisi diduga mengamankan empat orang tersebut lantaran melakukan provokasi terhadap massa aksi lain.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Mataram, Kombes Pol Hendro Purwoko saat dikonfirmasi Suara NTB menyebutkan masih harus mengecek terkait informasi tersebut.

“Belum, masih saya cek. Masih saya konsolidasi semua,” jawab Hendro melalui pesan WhatsApp.

Diberitakan sebelumnya, gedung milik DPRD NTB di sebelah utara luluh lantah diduga terbakar dalam aksi demonstrasi. Sementara gedung sebelah selatan, api hanya melahap sebagian gedung saja.

Setelah api membakar Gedung DPRD NTB, polisi diduga mulai melemparkan gas air mata kepada demonstran.

Salah satu pengunjuk rasa, Ilham pada Sabtu (30/8/2025) mengatakan, terdapat ratusan massa aksi yang terdampak gas air mata aparat kepolisian.

“Perkiraan sampai ratusan mahasiswa yang kena,” katanya kepada Suara NTB.

Beberapa mahasiswa yang terkena, kata Ilham, juga dibawa ke Rumah Sakit terdekat. “Sebagian lari ke pemukiman, sebagian yang memang sudah parah banget dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Massa aksi yang berjumlah ribuan orang itu telah melakukan demonstrasi di depan Polda NTB. Hingga kemudian, massa beralih ke depan kantor DPRD NTB. Demonstrasi berlangsung dari pukul 10.40 Wita.

Ada tujuh tuntutan massa aksi dalam demonstrasi tersebut. Yakni, menolak Rancangan Undang-Undang KUHAP yang akan melegitimasi kesewenang-wenangan aparat untuk melakukan represivitas, menuntut segala bentuk represivitas dan intimidasi aparat penegak hukum terhadap massa aksi, segera mencopot Kepala Polisi RI Listyo Sigit Prabowo.

Meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak dan menghukum pelaku penabrak pengemudi ojol serta meminta pihak kepolisian untuk Transparan dalam kasus penabrakan Ojol.

Mereka juga menuntut membebaskan semua aktivis atau massa aksi yang sedang ditahan di seluruh Indonesia dan meminta DPRD NTB untuk segera menindaklanjuti tujuh poin tuntutan massa aksi tersebut. Setelah berita ini terbit, situasi sudah kondusif. Api di Gedung DPRD berhasil dipadamkan dan sebagian besar massa aksi telah meninggalkan lokasi. (mit)

Semakin Tak Representatif  karena Terbakar, Gubernur NTB Sempat Ingin Renovasi Gedung DPRD

Mataram (globalfmlombok.com) – Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB hangus terbakar api. Gedung utama yang biasa dijadikan tempat rapat paripurna, turut dilalap si jago merah. Terbakarnya gedung dewan rakyat itu diduga oleh rakyat sendiri, yang melakukan aksi demonstrasi pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Hangusnya dua gedung utama DPRD NTB membuka kembali janji Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Saat baru dua bulan menjabat, Iqbal menjanjikan akan merenovasi Gedung DPRD NTB karena dinilai tak representatif.

“Saya sendiri sebagai gubernur merasa tidak puas melihat fasilitas ini, karena itu kami mohon izin dan dukungan dari bapak ibu anggota dewan bahwa di tahun depan atas initiatif gubernur saya ingin merenovasi secara bertahap seluruh fasilitas di gedung DPRD Provinsi NTB,” ujarnya saat Rapat Paripurna DPRD NTB pada, Jumat, 11 April 2025.

Renovasi rencananya dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026. Namun, belum habis Bulan Agustus 2025, gedung itu sudah hangus, seluruhnya. Bahkan, fasilitas dalam gedung turut sirna. Diduga dijarah oleh massa.

Revitalisasi kantor DPRD NTB, menurut Iqbal tidak mengganggu fiskal daerah meski sedang dilanda efisiensi. Asalkan, dilakukan secara teliti, dan tidak ada konflik kepentingan dalam pengelolaan keuangan.

“Bisa, yang penting efisiensi itu kita lakukan dengan teliti. Tidak ada konflik of interest, tidak ada benturan kepentingan,” katanya di lain kesempatan.

Menurutnya, Gedung DPRD sebagai gedung rakyat sudah saatnya dibugarkan sebab belum disentuh perbaikan sejak 20 tahun lalu.

“Ini gedung sudah tidak pernah direnovasi 20 tahun terakhir, ini aset negara yang kalau kita tidak rawat akan kehilangan nilai,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi kembali soal wacana renovasi gedung dewan NTB, Gubernur NTB belum memberikan komentar. Begitu pun dengan beberapa pejabat, seperti Pj Sekda NTB dan Kepala Dinas Kominfotik selaku juru bicara Gubernur.

Massa Aksi Diduga Bakar Gedung DPRD NTB

Gedung DPRD NTB diduga dibakar massa aksi demo dari aliansi mahasiswa dan masyarakat NTB. Massa aksi tiba di DPRD NTB sekitar pukul 12.30 Wita setelah beralih dari Polda NTB. Setibanya di Gedung DPRD NTB, polisi tidak bisa membendung massa aksi dan membiarkan massa aksi masuk ke dalam gedung.

Pukul 13.00 Wita, massa aksi mulai memasuki gedung DPRD NTB. Massa mulai membakar kursi-kursi lalu melemparkan ke gedung Paripurna sebelah timur. Api kemudian semakin membesar ke penjuru gedung pukul 13.30 Wita. Terlihat atap gedung mulai hangus oleh si jago merah. (era/mit)

Sebelum Dibakar, Isi Kantor DPRD NTB Diduga Dijarah Massa Aksi

Mataram (globalfmlombok.com) – Aksi demontrasi di DPRD Provinsi NTB pada Sabtu siang 30 Agustus 2025, berlangsung anarkis. Ratusan massa aksi yang tidak terkendali, menyebabkan dua gedung utama kantor DPRD Provinsi NTB terbakar hebat.

Sebelum kedua gedung kantor para anggota wakil rakyat di Udayana tersebut terbakar habis, massa aksi diduga terlebih dahulu melakukan penjarahan isi kantor tersebut. Sejumlah barang-barang elektronik digondol para massa aksi.

Pantauan Suara NTB di lokasi memperlihatkan sejumlah orang yang keluar dari gedung kantor DPRD tersebut menenteng barang-barang elektronik berupa tv, komputer, kursi, dan mesin-mesin lainnya.

Setelah mengamankan sejumlah barang-barang, mereka diduga langsung mengobrak-abrik isi ruang-ruang kantor tersebut, sembari menyalakan api. Massa aksi nyaris menyisir seluruh ruangan kantor DPRD, mulai dari lantai satu sampai lantai empat.

Aparat kemanan yang berjaga nampak tidak berdaya membendung beringasnya aksi massa yang masuk menguasai seluruh ruang kantor dengan melakukan perusakan dan pembakaran.

Terkait kondisi tersebut pihak Sekretariat DPRD NTB melalui Kepala Bagian Umum dan Humas, Muhammad Erwan menyampaikan bahwa tidak ada satu pun yang bisa diselamatkan. Lantaran memang kantor sedang sepi karena hari libur.

Erwan pun memprediksi akibat terbakarnya gedung utara dan gedung selatan kantor DPRD NTB. Pihaknya mengalami kerugian sampai puluhan miliar. “Kalau kerugian ini dua gedung satu gedung utama ludes. Ini nilainya puluh miliar,” pungkasnya. (ndi)

Dua Gedung DPRD NTB Ludes Terbakar, Kerugian Diduga Puluhan Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) – Aksi demontrasi di DPRD Provinsi NTB pada Sabtu, 30 Agustus 2025 siang, berlangsung anarkis. Ratusan massa aksi tidak terkendali, menyebabkan dua gedung utama Kantor DPRD Provinsi NTB terbakar hebat.

Menyikapi hal itu, pihak Sekretariat DPRD NTB melalui Kepala Bagian Umum dan Humas,  Muhammad Erwan yang ditemui di lokasi mengonfirmasi bahwa seluruh gedung kantor DPRD NTB itu terbakar habis tidak tersisa.

“Api melahap ruang pimpinan, ruang sekretariat, ruang semua wakil ketua, ruang paripurna dan segala macam yang ada di dalam gedung,” kata Erwan.

Saat massa datang ke kantor DPRD pukul 12.00 Wita, Erwan mengakui bahwa tidak ada satu pun anggota dewan ada di tempat dan menemui massa aksi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pimpinan dewan, dan bersiap untuk menerima massa aksi.

Akan tetapi aksi massa aksi yang diduga beringas, tanpa aba-aba mereka bergerak cepat masuk ke dalam ruangan kantor, sambil merusak fasilitas yang ada dan membakar semuanya.

“Rencana Ketua DPRD Baiq Isvie Rupaeda akan menemui, tapi karena situasi tidak terkendali maka negosiasi tidak ada komunikasi,” tuturnya.

Erwan mengaku tidak sempat terjadi dialog dan negoisasi antara massa aksi dan pihak DPRD. Dan di luar dugaannya, massa aksi yang bergerak cepat langsung melakukan aksi pembakaran.

“Karena ini hari Sabtu kami tidak masuk. Semua berkas tidak bisa kita amankan. Demo kan harusnya sampaikan aspirasi tapi kami tidak menyangka ini akan terjadi pembakaran,” keluhnya.

Sementara pihak aparat keamanan yang berjaga tidak bisa berbuat banyak, lantaran aparat tidak berani bersentuhan langsung dengan massa aksi. Sehingga massa dengan cepat dan mudah menerobos masuk ke dalam gedung.

Akibat terbakarnya dua bangunan gedung Kantor DPRD NTB tersebut. Dia memprediksi akibat pembakaran Gedung DPRD ini pihaknya mengalami kerugian sampai puluhan miliar. “Kalau kerugian ini dua gedung satu gedung utama ludes. Ini nilainya puluh miliar,” pungkasnya. (ndi)

Aksi di DPRD NTB Masih Berlanjut, Gedung Sekretariat Dewan Ikut Terbakar

Mataram (globalfmlombok.com) – Aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD NTB, pada Sabtu (30/8/2025) belum selesai hingga pukul 15.20 Wita. Massa aksi masih terus melontarkan aspirasinya serta kekecewaannya di depan kantor parlemen daerah itu.

Setelah Kantor DPRD, massa aksi diduga membakar gedung Sekretariat Dewan DPRD sebelah selatan.

Demonstrasi ini sendiri merupakan bentuk ekspresi masyarakat dengan kondisi negara yang dinilai tidak pro-rakyat. Massa aksi membawa sejumlah isu di antaranya, menolak kenaikan tunjangan DPR, meminta pertanggungjawaban pihak Kepolisian atas meninggalnya driver Ojol, Affan Kurniawan, Kamis (28/8/2025) lalu.

Aldi (22), seorang demonstran mengatakan, terbakarnya gedung Sekretariat Dewan milik DPRD NTB ini merupakan bentuk kekecewaan mereka kepada DPR yang tidak pernah mendengar aspirasi masyarakat.

“DPR ini kan ketika didemo mereka pergi. Jadi kita dibenturkan dengan aparat. Terus mereka ini seakan-akan tidak ada tanggung jawab. Mereka ini mewakili suara kita. Namun, suara kita ini tidak didengar,” keluhnya.

Dari pantauan, gedung Sekretariat Dewan milik parlemen daerah NTB hangus dilahap si jago merah. Alhasil, kepulan asap tebal membumbung tinggi ke langit.

Sementara itu, pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut mengamankan keadaan di depan kantor DPRD NTB. Mereka meminta para demonstran untuk kondusif dan tenang.

Barang-barang milik DPRD NTB diperkirakan lenyap dilalap api. Sejak berita ini diterbitkan, massa aksi terlihat mundur dari depan halaman kantor dewan itu.

Di jalan, lagu kebangsaan dinyanyikan oleh massa aksi sebagai suara protes mereka terhadap keadaan negara yang dirasa tak menguntungkan masyarakat. (sib)

Gas Air Mata Diduga Berulang Kali Dilemparkan Polisi ke Massa Aksi Demo di DPRD NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Gas air mata diduga beberapa kali dilemparkan polisi pada massa aksi demo di Gedung DPRD NTB di Jalan Udayana, Kota Mataram, Sabtu (30/8/2025).

Dari pantauan Suara NTB, polisi mulai melemparkan gas air mata kepada demonstran setelah Gedung DPRD NTB terbakar Si Jago Merah sekitar pukul 13.00 Wita.

Polisi menembakkan gas air mata kurang lebih lima kali setelah gedung mulai terbakar. Di tembakan pertama, polisi menembakkan gas air mata di depan Gedung DPRD. Sejumlah massa aksi di sebelah kanan gedung berlari berhamburan menyelamatkan diri.

Beberapa mata demonstran memerah akibat gas air mata tersebut. Terlihat solidaritas membagikan air botol di antara massa aksi untuk meredam perihnya wajah akibat gas air mata.

Tembakan gas air mata yang kedua hingga kelima dilemparkan lumayan jauh dari Gadung DPRD. Tembakan gas air mata mencapai jalan kecil di samping kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram.

Massa aksi berulang kali berlari berhamburan menjauh dari titik pelemparan gas air mata.

Hingga berita ini terbit, massa aksi masih berkumpul di lokasi demo. Aparat kepolisian juga terlihat masih berada di lokasi.

Diberitakan sebelumnya, gedung milik DPRD NTB di sebelah utara luluh lantah terbakar api. Sementara gedung sebelah selatan, api hanya melahap sebagian saja.

Massa aksi yang berjumlah ratusan ornag itu telah melakukan demonstrasi di depan Polda NTB. Hingga kemudian, massa beralih ke depan kantor DPRD NTB. Demonstrasi berlangsung dari pukul 10.40 Wita.

Ada tujuh tuntutan massa aksi dalam demonstrasi tersebut. Yakni, menolak Rancangan Undang-Undang KUHAP yang akan melegitimasi kesewenang-wenangan aparat untuk melakukan represivitas, menuntut segala bentuk represivitas dan intimidasi aparat penegak hukum terhadap massa aksi, segera mencopot Kepala Polisi RI Listyo Sigit Prabowo.

Meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak dan menghukum pelaku penabrak pengemudi ojol serta meminta pihak kepolisian untuk Transparan dalam kasus penabrakan Ojol.

Mereka juga menuntut membebaskan semua aktivis atau massa aksi yang sedang ditahan di seluruh Indonesia dan meminta DPRD NTB untuk segera menindaklanjuti tujuh poin tuntutan massa aksi tersebut. (mit)

Api di Gedung DPRD NTB Kian Membesar, Atap Terlihat Hangus

Mataram (globalfmlombok.com) – Gedung DPRD NTB dibakar massa aksi demo dari aliansi mahasiswa dan masyarakat NTB, Sabtu (30/8/2025).

Massa aksi tiba di DPRD NTB sekitar pukul 12.30 Wita setelah beralih dari Polda NTB. Setibanya di Gedung DPRD NTB, polisi tidak bisa membendung massa aksi dan membiarkan massa aksi masuk ke dalam gedung.

Pukul 13.00 Wita massa aksi mulai memasuki gedung DPRD NTB. Massa mulai membakar kursi-kursi lalu melemparkan ke gedung Paripurna sebelah timur.

Api kemudian semakin membesar ke penjuru gedung pukul 13.30 Wita. Terlihat atap gedung mulai hangus oleh si jago merah.

Setelah gedung mulai terbakar, gas air mata mulai dilemparkan ke arah massa aksi. Keadaan mulai ricuh, massa aksi berlari berhamburan ke segala penjuru. (mit)

Kantor DPRD NTB Terbakar Diduga oleh Kemarahan Massa Aksi

Mataram (globalfmlombok.com) – Kantor milik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB diduga terbakar dalam aksi demonstrasi yang dilakukan pada Sabtu (30/8/2025). Sejumlah gedung DPRD NTB di Jalan Udayana, Kota Mataram itu dilahap oleh si jago merah.

Demonstrasi ini sendiri membawa sejumlah tuntutan di antaranya meminta oknum polisi yang diduga melindas Affan Kurniawan, Driver Ojol daring, pada Kamis (28/8), dihukum seberat-beratnya.

Selain itu, aksi massa yang tergabung dari sejumlah elemen masyarakat di antaranya, mahasiswa, Ormawa, sejumlah masyarakat ini juga menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit turun dari jabatan.

Dari pantauan, gedung milik DPRD NTB di sebelah utara luluh lantah terbakar api. Sementara gedung sebelah selatan, api hanya melahap sebagian saja.

Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa NW (HIMMAH) NW, M. Rizwandi pada Sabtu (30/8) mengatakan, demonstrasi ini didasari kekecewaan masyarakat dengan kondisi negara saat ini.

“Melihat keadaan negara kita ini yang ada di seluruh Indonesia bahwasanya saat ini dengan tunjangan DPR yang sangat melonjak, sementara pajak terus meningkat,” ujarnya kepada Suara NTB.

Sebelumnya, massa aksi telah melakukan demonstrasi di depan Polda NTB. Hingga kemudian, massa beralih ke depan kantor DPRD NTB. (sib)