Beranda blog Halaman 33

Satpol PP Mataram Ancam Tindak Pedagang Hewan Kurban di Trotoar

Mataram (globalfmlombok.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram akan menertibkan lapak pedagang hewan kurban yang memanfaatkan fasilitas publik, seperti trotoar, badan jalan, hingga saluran drainase untuk berjualan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul maraknya lapak penjualan hewan kurban yang muncul di sejumlah titik strategis di Kota Mataram menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Satpol PP Kota Mataram, H. Irwan Rahadi, mengatakan pihaknya terus melakukan penyisiran dan pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang digunakan pedagang untuk membuka lapak di area terlarang. Meski sebagian besar pedagang merupakan pedagang musiman, aturan penggunaan fasilitas umum tetap harus dipatuhi.

“Keberadaan pedagang hewan kurban di area publik seperti trotoar, badan jalan, dan saluran air tidak dapat dibenarkan karena memicu berbagai dampak negatif, makanya tetap kami sisir,” ujarnya, pekan kemarin.

Menurut Irwan, penggunaan fasilitas publik untuk aktivitas perdagangan tidak hanya mengganggu fungsi utama fasilitas tersebut, tetapi juga berdampak terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar. Kotoran hewan yang tidak dibersihkan dengan baik berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu masyarakat pengguna jalan.

Selain itu, kendaraan pengangkut hewan yang keluar masuk lokasi penjualan juga dinilai berpotensi merusak infrastruktur jalan maupun trotoar. Keberadaan lapak di pinggir jalan bahkan dapat mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada jam-jam sibuk.

Irwan menegaskan pemerintah kota pada prinsipnya tidak melarang masyarakat menjalankan usaha penjualan hewan kurban karena aktivitas tersebut merupakan bagian dari perputaran ekonomi masyarakat menjelang Iduladha. Namun, para pedagang diminta tetap mematuhi aturan dengan tidak menggunakan badan jalan, trotoar, maupun saluran air sebagai lokasi berjualan.

“Kami memahami ini momentum musiman dan masyarakat mencari penghasilan tambahan. Tetapi jangan sampai kepentingan usaha justru mengorbankan kepentingan umum,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan Satpol PP, sejumlah titik yang kini dipadati lapak penjualan hewan kurban antara lain Jalan Majapahit, Jalan Panji Tilar, Jalan Gajah Mada, Jalan Langko, kawasan Kelurahan Rembiga, serta beberapa ruas jalan strategis lainnya di Kota Mataram.

Terkait munculnya lapak-lapak tersebut, Satpol PP telah memberikan teguran secara langsung kepada para pedagang dan meminta mereka memindahkan lapak ke lokasi yang lebih sesuai. Petugas juga mengimbau agar pedagang menjaga kebersihan lingkungan sekitar lokasi penjualan.

“Hasil pantauan kami, sebagian pedagang kooperatif dan mulai memindahkan lapak mereka,” katanya.

Meski demikian, Satpol PP masih menemukan beberapa pedagang yang tetap bertahan di fasilitas publik. Karena itu, pengawasan akan terus diperketat dalam beberapa pekan ke depan hingga pelaksanaan Iduladha selesai.

Irwan menegaskan, apabila pedagang tidak mengindahkan teguran atau kembali mendirikan lapak di fasilitas publik, Satpol PP akan memberikan peringatan lanjutan hingga melakukan tindakan penertiban secara tegas.

Namun demikian, proses penertiban tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis mengingat para pedagang merupakan pedagang musiman. Pemerintah kota, kata dia, tetap berupaya menjaga keseimbangan antara penegakan aturan dan kepentingan ekonomi masyarakat.

“Kami tidak akan segan menindak apabila mereka tetap bersikeras berjualan di area trotoar,” pungkasnya. (pan)

Fasilitas SWRO Berhenti Operasi, SPAM Mandalika Jadi Pemasok Utama Air di Kawasan Mandalika

Praya (globalfmlombok.com)– SPAM Mandalika yang dikelola Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Ardhi Rinjani (Tiara) Lombok Tengah (Loteng) kini menjadi pemasok utama air bersih untuk kawasan The Mandalika. Sebelumnya, fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang dikelola investor asal Amerika berhenti beroperasi sejak tahun 2025 lalu.

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan The Mandalika saat ini pun membuka peluang kerja sama dengan investor lain untuk pengaktifan kembali fasilitas SWRO tersebut.

Keberadaan fasilitas SWRO tersebut penting untuk memastikan keandalan layanan air bersih di kawasan The Mandalika. Sebagai kawasan pariwisata dunia pasokan air bersihnya harus bagus. Maka dibutuhkan setidaknya dua sumber air bersih yang melayani kebutuhan air bersih di kawasan The Mandalika. Untuk memastikan pasokan air bersih di kawasan The Mandalika tetap terjaga.

“Pasokan air di kawasan The Mandalika harus bagus. Maka keberadaan SWRO ini penting. Jangan sampai mati” sebut Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka, dalam keterangan pers di kawasan Kuta Mandalika, Jumat (23/5) malam.

Terhadap persoalan dengan investor Amerika tersebut, Troy mengatakan saat ini tengah dalam pembahasan bersama. Situasi pembahasan juga berlangsung positif. Baik ITDC maupun investor Amerika tersebut juga berkeinginan menyelesaikan persoalan tersebut secara baik.

“Terkait persoalan SWRO akan kita bereskan. Inikah lebih pada persoalan business to business (BtoB) dan kita upayakan ambil keputusan yang baik,” ujarnya.

Pihaknya akan merunut ulang persoalan yang terjadi terkait pengelolaan SWRO tersebut. Untuk menemukan simpul persoalan yang sebenanya terjadi. Semua masalah yang muncul akan dikaji kembali. Supaya dalam pengembalikan keputusan akhir nantinya tidak salah. Artinya, harus menguntungkan semua pihak.

Dalam ini pihaknya ingin membuktikan kalau Indonesia ramah investasi. Jadi ketika ada persoalan investasi yang terjadi di kawasan The Mandalika khuusnya, tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Semua harus merasa diuntungkan dengan keputusan akhir yang diambil nantinya. (kir)

Utang Lunas, RSUD NTB Secara Bertahap Naikkan Jaspel Ribuan NakesNakes

Mataram (globalfmlombok.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah melunasi seluruh utang rumah sakit. Terakhir, rumah sakit ini membayar sekitar Rp91 miliar utang operasional dalam jangka waktu dua bulan.

Lunasnya utang satu-satunya rumah sakit tipe A di NTB itu membawa angin segar, khususnya kepada para tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di RSUD Provinsi NTB. Hal ini menyusul adanya kemungkinan jasa pelayanan (jaspel) pegawai akan kembali dinaikkan setelah sempat dipotong untuk membayar utang.

Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD NTB, Baiq Nelly Kusumawati mengatakan pihaknya tetap memperhatikan kesejahteraan para tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD NTB. Namun, untuk mengembalikan nominal jaspel dalam waktu dekat dinila tidak memungkinkan. Hal ini karena meski nilai kenaikan jaspel tidak terlalu tinggi, namun diberikan kepada ribuan pegawai, sehingga tetap membutuhkan anggaran besar.

Di tambah lagi, jaspel masuk dalam anggaran belanja pegawai. Dengan membengkaknya belanja pegawai NTB hingga 33 persen lebih, ditambah lagi adanya tekanan dari pusat untuk menekan hingga 30 persen di akhir tahun 2026 menjadikan RSUD NTB masih memikirkan formula terbaik pengembalian nominal jaspel kepada pegawai.

“Jumlah pegawainya kan 2.600 an. Semuanya akan dinaikkan. Jadi sekarang formulanya masih kita hitung,” ujarnya belum lama ini.

Sebagai Wakil Direktur, Nelly mengaku pegawai merupakan faktor utama pelayanan dalam rumah sakit. Untuk itu, pihaknya memastikan para pekerja di RSUD NTB mendapatkan gaji yang sesuai dengan pelayanan yang mereka berikan.

“Jadi insyaallah semuanya sudah kita pikirkan. Kita menuntut pelayanan yang baik atau kita menuntut mereka bekerja sesuai dengan tanggung jawab. Kita juga akan memberikan hak sesuai dengan kinerja mereka,” katanya.

Jasa Pelayanan RSUD NTB, lanjut mantan Inspektur Kota Mataram itu maksimal 40 persen. Saat ini, jaspel untuk pegawai dialokasikan sekitar 25 persen. Namun, untuk total nominal dari alokasi 25 persen itu, Nelly mengaku belum mengetahui pasti, sebab perlu dihitung melalui aplikasi.

Di lain sisi, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB, Nursalim memastikan jaspel pegawai RSUD akan meningkat seiring dengan lunasnya utang rumah sakit tersebut. Besaran pemotongan jaspel, katanya berkisar antara 30-50 persen. Dengan positifnya tata kelola keuangan di RSUD, tidak menutup kemungkinan di awal tahun nanti, para pegawai menerima jaspel sesuai nominal awal. “Nanti kalau 2027 bagus keuangannya, bisa kembali lagi,” katanya. (era)

Serap 26 Ribu Tenaga Kerja, Investasi di Kawasan Mandalika Tembus Rp6 Triliun

Praya (globalfmlombok.com)  – Laju investasi di kawasan The Mandalika terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir tahun 2025 lalu, nilai investasi yang masuk baik investasi dalam negeri maupun luar negeri sudah menembus angka Rp6 triilun lebih. Dengan nilai investasi sebesar itu, total tenaga kerja yang masuk diserap mencapai 26 ribu orang lebih.

Total investasi yang masuk tersebut bersumber dari 27 investor dan pelaku usaha yang berasal dari beberapa negara seperti Jepang, Singapura, Spanyol hingga Amerika Serikat dan Maroko. Termasuk investor dalam negeri. Dengan cakupan usaha mulai dari sektor hospitality, lifestyle tourism, utilitas kawasan hingga kegiatan usaha pendukung motorsport ecosystem.

“Raihan ini menunjukkan bahwa berkembangnya ekosistem pariwisata juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkap Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy R. Warokka, dalam keterangnya di kawasan Kuta Mandalika, Jumat (23/5) malam.

Bagi kawasan The Mandalika sendiri, peningkatan nilai investasi yang masuk tersebut sangat penting. Karena itu menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor untuk mau berinvestasi di kawasan The Mandalika dengan potensi yang dimiliki saat ini. Bahwa di mata para investor, kawasan The Mandalika memiliki prospek sebagai destiasi pariwisata kelas dunia.

“ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika berkomitmen untuk terus mendorong penguatan ekosistem investasi di kawasan. Dengan terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi, pengembangan infrastruktur serta penyediaan utilitas kawasan yang mendukung keberlanjutan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional,” ujarnya.

Dari sisi pariwisata, lanjut Troy, selama tahun 2026 ini kawasan The Mandalika juga terus tumbuh dan bergerak. Angka kunjungan wisatawan hingga April 2026 sudah mencapai 285 ribu. Dengan lama tinggal rata-rata 2,33 hari serta okupansi hotel di kawasan The Mandalika naik menjadi 44,57 persen. Lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut membawa dampak secara ekonomi yang cukup besar bagi para pelaku usaha lokal, UMKM dan sektor hospitality lainnya di sekitar kawasan The Mandalika. “Kawasan The Mandalika memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya bertumpu pada event, tetapi juga didukung kekuatan alam, ekosistem kawasan dan pertumbuhan aktivitas wisata yang terus meningkat,” tambah Direktur Utama PT. Kleo Mandalika Resort Satoki Okazaki, terpisah. (kir)

Bunda Sinta Beri Pendampingan Trauma Healing bagi Siswa SMAN 7 Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – KETUA Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mengunjungi SMA Negeri 7 Mataram untuk memberikan pendampingan trauma healing pasca robohnya atap salah satu bangunan sekolah, Jumat (22/5/2026).

Sebelumnya, atap ruang kelas dan perpustakaan SMAN 7 Mataram roboh secara tiba-tiba pada Selasa (19/5/2026) siang lalu. Akibat kejadian tersebut, empat siswa mengalami luka ringan dan satu siswa sempat dirujuk ke RSUD Kota Mataram. Bangunan yang roboh diketahui dibangun pada tahun 2006 dan saat ini telah dipasangi garis polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Dalam sambutannya di hadapan para siswa, Bunda Sinta menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, atas musibah yang terjadi di sekolah tersebut.
Ia mengajak para siswa untuk tetap berpikir positif dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum memperbaiki kondisi sekolah agar proses belajar mengajar ke depan menjadi lebih aman dan nyaman.

“Kalian adalah generasi muda NTB yang kami titipkan masa depan daerah ini. Kami ingin kalian menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan penuh kasih,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bunda Sinta juga memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar dan sesama teman. Ia mengingatkan pentingnya saling memperhatikan kondisi teman, terutama ketika menghadapi masalah atau mengalami perubahan perilaku.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar di era digital, sehingga kemampuan sosial, empati, dan komunikasi langsung tetap harus dijaga.

“Teknologi boleh maju, tetapi rasa peduli dan perhatian terhadap sesama jangan sampai hilang. Itu yang akan menjadi kekuatan generasi kalian di masa depan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan para siswa agar bijak menggunakan teknologi dan media sosial serta tidak mudah mempercayai seluruh informasi yang beredar di internet.

“Kalian punya teknologi yang luar biasa, gunakan dengan baik agar tidak menjadi generasi mager dan tetap memiliki semangat berjuang untuk masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB, Syamsul Hadi, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB memberikan perhatian serius terhadap kondisi SMAN 7 Mataram pascakejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Insyaallah SMA Negeri 7 Mataram mendapatkan perhatian khusus dan prioritas dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” ujarnya.

Ia juga meminta para guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan guna membantu pemulihan psikologis siswa.

“Kurangi dulu tugas-tugas yang terlalu berat. Pembelajaran harus dibuat menggembirakan dan penuh interaksi agar anak-anak kembali nyaman belajar di sekolah,” katanya.

Kepala SMAN 7 Mataram, Ridha Rosalina, menyampaikan bahwa sejak hari pertama pascakejadian pihak sekolah langsung menggelar doa bersama dan memberikan pendampingan kepada siswa. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan sistem dua sif guna menghindari penggunaan ruang yang dinilai belum aman. (r)

DBH Kurang Salur dan Harapan Infrastruktur NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Di banyak daerah, pembangunan sering kali terhambat karena kurangnya cita-cita, melainkan karena terbatasnya ruang fiskal untuk mewujudkan harapan masyarakat. Jalan yang ingin diperbaiki, irigasi yang ingin dibangun, layanan publik yang ingin ditingkatkan, hingga upaya mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja, semuanya membutuhkan kemampuan anggaran yang memadai agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Di tengah tantangan itulah, Dana Bagi Hasil (DBH) kurang salur menjadi harapan penting bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan PMK Nomor 120 Tahun 2025, Pemerintah Provinsi NTB memiliki hak atas kurang salur DBH Pajak dan Sumber Daya Alam Tahun 2023 dan 2024 sebesar Rp616,02 miliar. Nilai tersebut bukan sekedar angka administratif dalam hubungan fiskal pusat dan daerah, tetapi memiliki makna besar bagi keberlanjutan pembangunan NTB dalam beberapa tahun ke depan.

Bagi masyarakat NTB, salah satu kebutuhan paling mendesak hari ini adalah penguatan infrastruktur jalan. Jalan bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi penghubung kehidupan masyarakat. Dari jalan yang baik, distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, akses pendidikan dan kesehatan menjadi lebih mudah, biaya logistik dapat ditekan, kawasan wisata berkembang, aktivitas ekonomi rakyat bergerak lebih cepat, dan dampaknya pada angka kemiskinan bisa diturunkan.

Karena itu, percepatan realisasi DBH kurang salur sesungguhnya dapat menjadi titik awal penting untuk memperkuat pembangunan infrastruktur jalan secara lebih terencana dan berkelanjutan, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Masih banyak ruas jalan yang membutuhkan penanganan serius. Sebagian mengalami kerusakan cukup berat, sementara sebagian lainnya membutuhkan peningkatan kapasitas agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. Dalam kondisi fiskal daerah yang terbatas, percepatan realisasi DBH kurang salur akan memberi ruang yang lebih kuat bagi pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan dasar tersebut.

Lebih dari sekedar penanganan jangka pendek, dana DBH kurang salur dapat menjadi fondasi awal bagi roadmap pembangunan infrastruktur jalan NTB secara bertahap pada periode 2027 hingga 2029. Dengan perencanaan yang terukur, penguatan fiskal daerah akan memungkinkan pembangunan jalan dilakukan secara lebih merata, berkesinambungan, dan memiliki dampak ekonomi jangka panjang.

Di Pulau Sumbawa, penguatan konektivitas jalan akan sangat mendukung kawasan pertanian, peternakan, perikanan, hingga potensi industri dan pariwisata yang terus tumbuh. Sementara di Pulau Lombok, pembangunan jalan yang lebih baik akan menopang kawasan wisata, pusat ekonomi, dan konektivitas antarwilayah penyangga pertumbuhan baru.

Karena itu, pembicaraan mengenai DBH kurang salur tidak boleh dipahami semata sebagai urusan administrasi fiskal antara pemerintah pusat dan daerah. Lebih dari itu, ia menyangkut harapan masyarakat terhadap pembangunan yang lebih baik, lebih merata, dan lebih berkelanjutan.
Pemerintah pusat tentu memiliki mekanisme dan tata kelola fiskal nasional yang harus dijaga. Namun dalam semangat pembangunan nasional yang berkeadilan, perhatian terhadap daerah-daerah yang sedang bertumbuh seperti NTB menjadi sangat penting. Dukungan fiskal kepada daerah bukan hanya soal transfer anggaran, tetapi juga bentuk investasi negara terhadap pertumbuhan kawasan dan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah kebutuhan penguatan fiskal daerah tersebut, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat agar percepatan realisasi DBH kurang salur dapat memperoleh perhatian yang optimal. Pengalaman dan jejaring nasional yang dimilikinya menjadi modal penting dalam menghadirkan komunikasi yang konstruktif demi memperkuat agenda pembangunan NTB di masa mendatang.

Langkah-langkah tersebut tentu memerlukan dukungan bersama seluruh elemen masyarakat NTB. Akademisi, tokoh masyarakat, politisi, aktivis, dunia usaha, hingga masyarakat sipil perlu membangun optimisme kolektif bahwa penguatan fiskal daerah akan memberi dampak nyata terhadap percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Harapan tersebut juga tidak berhenti pada kurang salur DBH Tahun 2023 dan 2024. Kurang salur DBH Tahun 2025 yang saat ini masih dalam proses perhitungan pemerintah pusat diharapkan pula dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan. Kepastian fiskal semacam ini sangat penting agar pemerintah daerah mampu menyusun perencanaan pembangunan secara lebih matang, terukur, dan berkesinambungan.

Ke depan, pemerintah pusat juga diharapkan dapat membuka ruang-ruang kebijakan yang lebih adaptif dalam membantu daerah memperkuat pembangunan infrastruktur dasar. Sebab ketika daerah memiliki ruang fiskal yang cukup, maka pembangunan dapat bergerak lebih cepat dan manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat.

Pada akhirnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kekuatan anggaran, tetapi juga kekuatan kebersamaan, optimisme, dan do’a masyarakatnya. Dukungan moral rakyat NTB akan menjadi energi penting agar setiap ikhtiar pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah mendapat kemudahan dan keberhasilan.

Sebab jalan yang baik bukan hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat dengan masa depan yang lebih sejahtera. Dan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, harapan besar itu dapat tumbuh menjadi fondasi bagi masa depan NTB yang lebih maju, lebih kuat, dan lebih berkeadilan, baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa. (r/ham)

NTB Berpotensi Jadi Kawasan Industri Nasional

Mataram (globalfmlombok.com) – Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi menjadi kawasan industri nasional. NTB yang berada di tengah-tengah Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai memiliki posisi strategis sebagai jalur tengah dari tiga region perdagangan dan budaya. Kondisi ini menjadi peluang besar untuk memperkuat ekosistem industri serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, mengatakan pihaknya saat ini tengah mempercepat pembangunan kawasan industri di NTB sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2024 tentang perwilayahan industri, khususnya dalam upaya pemerataan pembangunan industri di luar Pulau Jawa melalui sinergi lintas sektor di tingkat daerah.

Wilayah Bali Nusra menjadi salah satu kawasan potensial yang mendapat perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan industri dan peningkatan nilai ekonomi daerah.

“Pemerintah pusat juga tengah melakukan pemetaan wilayah potensial di NTB sebagai bagian dari strategi penguatan kawasan industri nasional,” ujar Wiranata, pekan kemarin.

Terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian Pemprov NTB, yakni percepatan pembentukan entitas pengelola Kawasan Industri Sumbawa Barat yang ekosistem industrinya dinilai telah terbentuk di Pulau Sumbawa, serta realisasi pengembangan Aero City dan kawasan peruntukan industri di Pulau Lombok.

Adapun pembangunan kawasan industri menjadi langkah penting untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri daerah.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik, pada akhir tahun 2025 lalu sektor industri pengolahan menjadi salah satu faktor penentu tumbuhnya ekonomi NTB. Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menyatakan berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), perekonomian NTB pada Triwulan IV-2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp52,04 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp30,07 triliun.

“Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi NTB tetap bergerak dan bertumbuh di tengah dinamika ekonomi nasional dan global,” ujarnya.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang melonjak hingga 25,32 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 64,09 persen.

BPS NTB juga mencatat pertumbuhan ekonomi NTB secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Triwulan IV-2025 mencapai 12,49 persen dibandingkan Triwulan IV-2024. Pertumbuhan ini ditopang kuat oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan yang mengalami lonjakan signifikan hingga 137,78 persen.

“Industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan tahunan NTB, sejalan dengan meningkatnya nilai tambah komoditas dan aktivitas hilirisasi,” jelasnya. (era)

Salahi Aturan, Pemprov Tertibkan Pelampung Tambat Nelayan di Perairan Senggigi

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) dan Pemerintah Lombok Barat (Lobar) menertibkan pelampung tambat nelayan yang ada di perairan Senggigi, Lombok Barat. Penertiban ini dilakukan, karena pelampung tambat nelayan yang dipasang ini menyalahi aturan yang berlaku.

Kepala Dislutkan NTB, Muslim menjelaskan penertiban ini mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2021 yang mengatur bahwa setiap pelaku usaha maupun perorangan yang melakukan aktivitas secara terus-menerus selama 30 hari berturut-turut di ruang laut waiib memiliki Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Selain itu berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 5 Tahun 2024, kawasan yang saat ini digunakan sebagai lokasi mooring buoy atau pelampung khusus yang berfungsi sebagai titik ikat bagi kapal untuk menambatkan diri tanpa perlu menurunkan jangkar nelayan merupakan zona pariwisata.

“Sehingga pemanfaatannya harus disesuaikan dengan ketentuan tata ruang yang telah ditetapkan,” ujarnya, pekan kemarin.

Ia menegaskan, nelayan merupakan bagian penting dari masyarakat yang harus dilindungi dan diberikan pendampingan. Oleh karena itu, selain melakukan penertiban, pemerintah juga terus berupaya memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat nelayan mengenai ketentuan pemanfaatan ruang laut yang berlaku.

“Sehingga tercipta keseimbangan antara kepastian hukum, keberlanjutan lingkungan. dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.

Pengawasan Laut NTB Diperketat

Saat ini, Pemprov NTB juga kian memperketat pengawasan laut. Hal ini menyusul ancaman rusaknya ekosistem kelautan di provinsi ini yang terus mengintai. Mulai dari abrasi pantai hingga rusaknya habitat yang ada di dalam laut akibat aktivitas-aktivitas yang tidak memperhatikan dampak lingkungan di dalamnya.

Kepala Balai Sumber Daya Kelautan dan Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutan NTB) Abdul Wahab menjelaskan, pemerintah rutin melakukan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi mencegah kerusakan ekosistem di laut.

Setiap minggunya, pihaknya rutin melakukan patroli untuk memantau aktivitas masyarakat di laut khususnya di kawasan konservasi, terutama kegiatan yang mengancam keberlangsungan hidup terumbu karang sebagai tempat berkembang biaknya keanekaragaman bahari.

“Kami di balai itu melakukan patroli, biasanya satu minggu sekali kita lakukan, untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat kita yang berada di sekitar wilayah konservasi itu,” katanya beberapa waktu lalu.

Secara umum kondisi kelautan di NTB masih dalam kondisi baik, hanya saja ada beberapa titik yang mengalami kerusakan terutama akibat abrasi. Berdasarkan data forum ilmiah pengelolaan perikanan berkelanjutan (FIP2B), perairan laut NTB memiliki luas 29 ribu kilometer persegi yang kaya akan keanekaragaman hayati di antaranya ekosistem terumbu karang seluas 76.420 hektar.
Di dalamnya hidup 700 spesies ikan terumbu karang dan 69 genus karang keras, potensi ini memiliki ekonomis pada sektor perikanan dan pariwisata. Sehingga pemerintah membentuk 17 kawasan konservasi di NTB. (era)

Pemerintah Pusat Anggarkan Rp1,7 Triliun Bangun Hilirisasi Ayam di NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Investasi Danantara menganggarkan sekitar Rp1,7 triliun untuk membangun hilirisasi ayam di Nusa Tenggara Barat (NTB). Program tersebut dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit ayam atau day old chick (DOC), pakan ternak, hingga pengembangan industri olahan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhamad Riadi mengatakan, PT Berdikari yang merupakan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) ditunjuk untuk mengembangkan proyek hilirisasi ayam tersebut di NTB. Saat ini perusahaan masih dalam tahap feasibility study (FS) untuk pembangunan pabrik, penyediaan stok indukan, DOC, hingga industri pengolahan.

“Hilirisasi terintegrasi itu, jadi BUMN lewat PT Berdikari nanti mencari mitra untuk membangun pabrik pakan, membangun stok. Yang di petani itu tetap peternak untuk PAM. Jadi dia tidak masuk ke PAM, dia hanya menyiapkan DOC, pakan, sama industri olahannya,” ujar Riadi, pekan kemarin.

Rencananya, kawasan Serading di Kabupaten Sumbawa menjadi lokasi utama pembangunan industri ayam tersebut. Lokasi itu bahkan telah melalui proses groundbreaking dan disiapkan di atas lahan milik pemerintah daerah seluas sekitar 10 hektare.

Dari fasilitas tersebut nantinya akan diproduksi DOC yang kemudian dipelihara oleh peternak lokal di berbagai wilayah di NTB.

“Itu dipakai sekitar 10 hektare tempat pembangunan parent stock. Nanti dari produk parent stock ini menghasilkan DOC. DOC ini yang dipelihara sama peternak-peternak kita,” lanjutnya.

Selain di Sumbawa, pengembangan industri juga direncanakan di sejumlah daerah lain. Pabrik pakan akan dibangun di Kabupaten Dompu, sedangkan industri pengolahan ayam direncanakan berada di Lombok Tengah.

Namun demikian, realisasi pembangunan industri tersebut masih bergantung pada kesiapan dan minat investor. Sebab, skema yang digunakan dalam proyek tersebut merupakan investasi swasta murni. (r)

Mahasiswi Unram di Gomong Diduga Sudah Dua Hari Meninggal Saat Ditemukan

Mataram (globalfmlombok.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram masih menggencarkan penyelidikan pada kasus meninggalnya mahasiswi di kamar kos di wilayah Gomong, Kota Mataram, Senin (18/5/2026) lalu.

Kepala Satreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, mahasiswi Universitas Mataram tersebut diperkirakan telah meninggal dunia selama dua hari saat ditemukan.

“Korban saat ditemukan diduga telah meninggal dua hingga tiga hari sebelumnya,” katanya, Minggu (24/5/2026).

Saat ini, pihak kepolisian masih fokus meminta keterangan saksi-saksi yang ada. Terakhir, ada 12 orang yang telah menjalani pemeriksaan di Polresta Mataram. “Dan kami masih meminta keterangan terkait saksi lainnya,” tambahnya.

Selain keterangan saksi, tim penyelidik juga masih mengumpulkan barang bukti lain seperti rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Pada Sabtu (23/5/2026), aparat juga telah menurunkan anjing pelacak di kos tempat korban tinggal. Penurunan anjing pelacak tersebut untuk mencari bukti tambahan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Dharma membeberkan, pihaknya saat ini juga masih menunggu hasil autopsi dari dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. “Kita intinya masih melakukan penyelidikan mendalam,” tandasnya.

Sebagai informasi, perempuan berinisial NDR (21) asal Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa itu pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh sepupunya yang merasa curiga karena tidak bisa menghubungi korban sejak beberapa hari.

Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, korban sempat menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp pada 16 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Namun, saat itu saksi masih berada di Jakarta dalam perjalanan menuju Lombok.

Setelah tiba di Lombok pada 17 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 Wita, saksi mencoba kembali menghubungi korban, tetapi handphone korban sudah tidak aktif. Sekitar pukul 21.00 Wita, saksi bersama sepupunya mendatangi kamar kos korban.

Saat tiba di lokasi, kamar korban dalam keadaan gelap. Saksi beberapa kali mengetuk pintu namun tidak ada respons. Karena sepeda motor korban juga tidak terlihat, saksi sempat mengira korban sedang keluar.

Karena merasa curiga, saksi kemudian kembali bersama beberapa rekannya untuk memastikan kondisi korban. Saat mengintip melalui ventilasi kamar menggunakan senter, mereka melihat korban dalam posisi terlentang dan mencium bau tidak sedap dari dalam kamar.

Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepala lingkungan setempat yang selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Selaparang bersama Unit Identifikasi Polresta Mataram langsung melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ini, jenazah korban telah dipulangkan kepada pihak keluarga di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Pemulangan jenazah setelah proses autopsi selesai dilakukan. (mit)