Beranda blog Halaman 329

Tekankan Kedamaian saat Aksi, Gubernur NTB Kumpulkan Mahasiswa, Ojol, dan FKUB

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal kumpulkan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ada juga perwakilan Ojek Online (Ojol), dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Pendopo tengah Gubernur NTB, Minggu, 31 Agustus 2025.

Dalam pertemuan itu, Iqbal menegaskan tidak pernah melarang siapa pun untuk melakukan aksi demonstrasi. Namun ia menekankan untuk melakukan aksi secara damai, tidak berlaku anarkis, apalagi merusak fasilitas publik.

“Tujuan pertemuan ini murni silaturahmi, bukan melarang mereka aksi. Kami sampaikan bahwa aspirasi mereka penting untuk diteruskan, hanya saja kami minta komitmen agar penyampaian pendapat dilakukan secara damai,” ujarnya, Minggu, 31 Agustus 2025.

Hasil pertemuan itu, Mantan Dubes RI untuk Turki itu mengaku seluruh mahasiswa sepakat untuk menjaga stabilitas daerah, namun akan tetap melakukan aksi unjuk rasa.

Menurutnya, para mahasiswa sepakat menjaga stabilitas daerah meski tetap akan menyampaikan aspirasi. Bahkan, ia mengaku kaget dengan semangat kecintaan mahasiswa terhadap NTB.

“Proses penyampaian pendapat ini berlangsung secara damai, gak ada penolakan semua sepakat tadi untuk melakukan aksi secara damai,” lanjutnya.

Pada pertemuan dengan tiga aliansi masyarakat itu, Iqbal mengaku kaget dengan pengakuan mahasiswa. Menurutnya, para mahasiswa ini mengaku langsung seberapa besar cinta mereka kepada Bumi Gora.

Undang Tokoh Lintas Agama

Selain gelar acara dengar pendapat dengan mahasiswa, Gubernur juga mengundang tokoh lintas agama untuk meminta dukungan dan doa agar NTB tetap tenang. Ia berharap para pemuka agama bisa mengimbau umat masing-masing untuk menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi.

“Kalau NTB terganggu stabilitasnya, pasti ekonomi ikut terganggu. Dan yang pertama merasakan penderitaan tentu rakyat. Karena itu, menjaga kedamaian adalah keinginan seluruh masyarakat NTB,” tegasnya.

Adapun dengan akan adanya aksi lanjutan pada Senin, 1 September 2025 besok, Iqbal mengaku akan menerima seluruh aspirasi. Dia tidak pernah melarang aksi demonstrasi, namun ditegaskan untuk tidak berlaku anarkis.

Di samping itu, dia memastikan aktivitas pendidikan dan layanan publik tetap berjalan normal. Namun khusus besok, Gubernur meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengatur agar sekolah SMA/SMK memulai aktivitas belajar pada pukul 10.00 Wita.

Hal ini dimaksudkan agar siswa juga mendapatkan arahan tentang pentingnya menjaga perdamaian di daerah.

“Ini bertujuan untuk memberikan imbauan-imbauan yang baik, damai kepada adik-adik kita,” pungkasnya. (era)

Polda NTB Periksa Lima Petugas dalam Kasus Dugaan Pungli Bandara Internasional Lombok

Mataram (globalfmlombok.com) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB terus mendalami dugaan pungutan liar (pungli) oleh manajemen parkir dan penjaga pintu lobi utama Bandara Internasional Lombok (BIL) di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Dirreskrimsus Polda NTB, Kombes Pol FX Endriadi saat dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (31/8/2025) mengatakan pihaknya telah memeriksa lima petugas bandara terkait kasus tersebut.

“Benar, masih berjalan. Sejauh ini sudah lima petugas diklarifikasi,” ujarnya.

Penyelidikan secara bertahap mulai menemukan titik terang. Endriadi mengungkapkan, para petugas yang dimintai klarifikasi sepakat menyatakan, ada kesalahan sistem.

“Hasil klarifikasi bahwa terjadi kesalahan sistem saat membayar menggunakan QRIS. Harusnya tagihan itu untuk pengendara sebelumnya,” jelas Endriadi.

Sebelumnya, diduga sejumlah pengendara mobil kaget ketika menerima tagihan pembayaran parkir di BIL beberapa waktu lalu. Ada yang disuruh membayar hingga Rp360 ribu padahal tidak sampai satu jam parkir di tempat resmi.

Ketika ditanya apakah ada pelanggaran dalam kasus ini, Endriadi tidak membalas. Termasuk terkait apakah ada peluang kasus ini naik ke tahap penyidikan, ia juga tidak menjawab.

Pengelola BIL akan Kooperatif

Sebelumnya, pihak PT Angkasa Pura selaku pengelola BIL mengaku siap kooperatif dalam memberikan pernyataan di kepolisian. Pihaknya pun mendorong polisi untuk menemukan terduga pelaku pungli di area bandara.

Humas dari Bandara Internasional Lombok, Angga Maruli mengatakan menghormati akan adanya laporan yang masuk ke Polda NTB tersebut.

“Itu hak setiap warga negara sebagai dan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap kami” kata Angga, Kamis (21/8/2025).

Dia memberi dukungan penuh terhadap proses hukum yang tengah berjalan.

“Jika terbukti adanya kegiatan Pungli oleh oknum petugas, kami akan tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Penindakan tegas tersebut diperlukan karena jika dugaan pungli itu benar, maka kualitas pelayanan prima bagi pengguna jasa di BIL telah tercederai.

Dalam kasus ini, Polda NTB menerbitkan surat tugas penyelidikan nomor SP.Gas/308/VII/2025/Dit Reskrimsus tertanggal 15 Juli 2025.

Dugaan pungli tidak datang hanya dari parkir. Terdapat dugaan keluhan adanya pengunjung yang dimintai sejumlah uang saat datang ke bandara.

Salah satu pengunjung melayangkan keluhan setelah mengalami dugaan pungli oleh petugas keamanan bandara saat hendak check-in bersama rekannya. Ia mengaku dimintai uang Rp50 ribu per orang tanpa alasan yang jelas. (mit)

Bupati Lobar Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Isu Rugikan Daerah

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini bersama Wabup Hj Nurul Adha mengajak sekaligus berpesan kepada masyarakat agar tetap memperkokoh kebersamaan, saling bergandengan, dan saling menyayangi. Dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan akan mampu menjaga Lombok Barat.

Bupati Lobar mengimbau semua pihak tidak mudah terprovokasi oleh isu yang merugikan daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha. Bupati LAZ menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun demikian, persaudaraan dan kebersamaan serta kedamian harus tetap dijaga.

“Mari kita satukan hati, eratkan tangan, dan bersama-sama membangun daerah ini. Dengan kebersamaan, insyaAllah semua tantangan dapat kita lewati,” ujarnya dengan penuh keteduhan.

Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha juga menyampaikan pesan serupa. Menurutnya, menciptakan suasana rukun, aman, dan damai di tengah masyarakat harus terus dilakukan. Hal ini agar proses pembangunan dapat terus dilaksanakan.

Ia juga meminta agar semua pihak dapat menahan diri sehingga hal hal negatif tidak terjadi. “Kita ingin Lombok Barat menjadi rumah yang nyaman bagi semua, tempat kita saling mendukung, saling menjaga, dan saling menguatkan,” ungkapnya.

Sejumlah tokoh masyarakat turut menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah yang selalu mengedepankan semangat kebersamaan.

Mereka menilai suasana damai dan persaudaraan akan mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat persatuan yang terus dijaga, Lombok Barat diharapkan mampu menjadi daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga teduh dan harmonis dalam kehidupan sosial warganya. (her)

Ketum PB NWDI Imbau Masyarakat Tidak Bertindak Anarkis 

Selong (globalfmlombok.com) – Menyikapi situasi terkini yang dihadapi bangsa Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI) mengeluarkan imbauan resmi untuk menyerukan kedamaian dan menolak segala bentuk kekerasan. Imbauan ini disampaikan pada Minggu (31/8/2025), menyusul kondisi yang disebutkan cukup berat di Ibu Kota Negara dan beberapa daerah.

Dalam surat imbauan yang ditandatangani oleh Ketua Umum Dr. TGB. H. M. Zainul Majdi, MA., dan Sekretaris Jenderal H. M. Nasihuddin Badri, M.AP., organisasi keagamaan yang berpusat di Pancor, Lombok Timur ini menekankan tiga poin penting kepada seluruh Keluarga Besar NWDI dan masyarakat.

Pertama, kebebasan berpendapat di muka umum tetap diperbolehkan asalkan dilaksanakan sesuai dengan koridor hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kedua, PB NWDI menolak tegas segala bentuk anarkisme dan kekerasan, karena tindakan tersebut dinilai dapat merugikan masyarakat luas. Ketiga, NWDI mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak doa dan pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan, memohon pertolongan Allah Ta’ala agar bangsa Indonesia, khususnya para pemimpin, dianugerahkan kedamaian dan kebahagiaan.

Ketua Umum PB NWDI, Dr. TGB. H. M. Zainul Majdi, MA., dalam pernyataannya menegaskan komitmen organisasinya untuk menebarkan nilai-nilai perdamaian.

“NWDI hadir untuk menebarkan nilai kedamaian dan keberkahan. Di tengah situasi sulit, kita diajak untuk menahan diri, mengedepankan akhlak mulia, serta memperbanyak doa agar bangsa ini mendapat pertolongan Allah,” tegas TGB.

Dengan imbauan ini, PB NWDI berharap seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menghindari perpecahan, serta bersama-sama menciptakan iklim yang damai dan kondusif demi kemajuan bangsa dan negara. (rus)

MPI PWM NTB Gelar Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah, Hidupkan Tradisi Literasi dan Sejarah Persyarikatan

Mataram (globalfmlombok.com)-

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah di Kota Mataram, yang dibuka Sabtu (30/8/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tradisi literasi, dokumentasi sejarah, dan penguatan jaringan jurnalis Muhammadiyah di wilayah NTB.

Festival yang dibuka secara resmi di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. H Dadang Kahmad, Rektor UMMAT  Abdul Wahab, Ketua PWM NTB H. Falahuddin, Wakil Ketua MPI DPP Muhammadiyah Widiastuti, serta para pegiat literasi dan jurnalis Muhammadiyah.

Ketua MPI PWM NTB, Yusron Saudi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menghasilkan beberapa output utama. Misalnya Festival Pers dan Literasi ini akan melahirkan Aliansi Jurnalis Muhammadiyah.

“Sebanyak 60 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk alumni jurnalis Muhammadiyah, humas amal usaha, ortom, dan UKM pers, bergabung dalam aliansi ini untuk memperkuat penyiaran gerakan dan kontribusi Muhammadiyah,” kata Yusron Saudi Sabtu (30/8/2025).

Kemudian,kini  sedang dilakukan Penulisan Sejarah Muhammadiyah NTB. Proyek penulisan sejarah yang telah berjalan sejak setahun lalu kini memasuki tahap finalisasi. Draft awal disusun selama tiga hari dengan dukungan 10 penulis dari PP Muhammadiyah.

Ada pula Tim Heritage Muhammadiyah yang sedang menelusuri jejak sejarah Muhammadiyah di Labuan Haji, termasuk dokumen penting seperti sertifikat pengakuan kepengurusan Muhammadiyah NTB tahun 1930.

“Sebagai bentuk komitmen kolektif dalam membangun ekosistem pers yang berintegritas dan bernafaskan nilai-nilai persyarikatan nanti kami akan melakukan Deklarasi Aliansi Jurnalis Muhammadiyah,” terang Yusron.

📖 Literasi sebagai Dakwah Digital

Ketua PWM NTB, H. Falahuddin, menegaskan bahwa sejak awal berdirinya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan, literasi telah menjadi pilar utama gerakan. “Majelis Pustaka adalah satu dari empat majelis pertama yang dibentuk. Pustaka berarti buku, dan buku adalah jantung literasi. Maka tidak boleh dianaktirikan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Prof. H Dadang Kahmad menyampaikan bahwa literasi merupakan bagian tak terpisahkan dari dakwah Muhammadiyah. “Ayat pertama yang diterima Rasulullah adalah iqra’. Kehidupan dimulai dengan membaca. Maka dakwah kita harus menyesuaikan dengan tren digital agar tetap relevan,” tuturnya.

Festival ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah NTB tidak hanya menjaga warisan intelektual, tetapi juga aktif membangun masa depan literasi yang inklusif dan berbasis teknologi.(ris)

WNA Spanyol Ditemukan Meninggal di Senggigi Diduga Korban Pembunuhan Berencana, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Jajaran Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil mengungkap kasus warga negara asing (WNA) asal Spanyol, inisial MMMC (73 tahun) dinyatakan hilang beberapa waktu lalu. WNA ini ternyata diduga menjadi korban pembunuhan berencana. Jenazah MMMC ditemukan di pesisir pantai tikungan Alberto, Senggigi, Lobar, Sabtu malam (30/8/2025).

Dua terduga pelaku pun telah diamankan terkait tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan orang hilang pada awal Juli 2025. Korban terakhir terlihat di Hotel Bumi Aditya, Dusun Loco, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

Kronologi Hilangnya Korban hingga Penemuan Mayat

Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., menjelaskan bahwa penyelidikan intensif telah dilakukan sejak laporan kehilangan diterima. “Kami menerima laporan kehilangan MMMC yang terakhir terlihat di sebuah hotel di Senggigi. Tim Satreskrim langsung bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan mendalam,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).

MMMC adalah seorang perempuan kelahiran Ferrol, 11 September 1952, dengan tinggi sekitar 150 cm, rambut pendek bergelombang putih, tubuh kurus, kulit putih berkeriput, mata abu-abu, hidung mancung, dan bibir biasa. Informasi terakhir mengindikasikan ia menghilang sejak awal bulan Juli 2025.

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H., menjelaskan secara detail terkait dengan pengungkapan kasus ini. “Berdasarkan hasil penyelidikan, mengarah kepada kedua terduga pelaku masing berinisial SU (34) dan HR alias GE (30),” terang AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.

Tim Jatanras Satreskrim Polres Lombok Barat bersama Unit Reskrim Polsek Batulayar segera melacak keberadaan yang bersangkutan. Keduanya merupakan warga Dusun Loco, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, dan berprofesi sebagai wiraswasta.

Detik-Detik Penangkapan dan Motif Terduga Pelaku

Tidak membuang waktu, tim langsung bergerak mencari SU dan HR. HR berhasil diamankan di kediamannya di Dusun Loco, Desa Senggigi. Sementara itu, SU ditangkap di RSUD Kota Mataram saat sedang menjenguk keluarganya.

Dari keterangan kedua terduga pelaku, terkuak fakta mengejutkan bahwa MMMC telah direncanakan untuk dibunuh, untuk menguasai barang milik korban.

“Kedua terduga pelaku mengakui telah merencanakan pembunuhan terhadap korban. Mereka masuk ke dalam kamar korban melalui jendela samping kamar,” ungkap AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.

Modus operandi yang digunakan pelaku sangat keji. Mereka membekap wajah korban menggunakan handuk yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sambil menduduki tubuh korban yang sedang tidur hingga korban tidak bisa bernapas dan meninggal dunia.

Jenazah MMMC ditemukan di pesisir pantai Tikungan Alberto. Tim Identifikasi segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Proses Hukum Para Pelaku

AKBP Yasmara Harahap menegaskan bahwa para terduga pelaku akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kasus ini akan kami usut tuntas. Para terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 365 ayat 4 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang Mengakibatkan Kematian,” tegasnya. (her)

Dikes Mataram Catat 18 Pendemo Alami Sesak Napas dan Luka

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mencatat sebanyak 18 orang peserta aksi demonstrasi mengalami gangguan kesehatan saat unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi NTB, Sabtu (30/8/2025).

Aksi yang digelar oleh aliansi mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat tersebut dimulai sejak pagi hari di depan Kantor Polda NTB. Situasi memanas saat massa mencoba merangsek masuk ke halaman Gedung DPRD, hingga terjadi insiden pembakaran. Aparat kepolisian kemudian membubarkan massa dengan menggunakan water cannon dan gas air mata.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan mengungkapkan, dari total 18 orang yang terdampak, sebagian besar mengalami sesak napas akibat paparan gas air mata. Sementara sisanya mengalami luka ringan, yang diduga terjadi akibat dorong-dorongan antara massa dan aparat.

“Seluruh korban langsung ditangani oleh petugas puskesmas. Tidak ada yang sampai kehilangan kesadaran, semuanya bisa langsung pulang setelah diberikan pertolongan pertama,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Ia menambahkan, tidak ada korban luka serius maupun yang harus dirujuk ke rumah sakit.

“Menurut laporan dari puskesmas, para pendemo yang mengalami luka tidak dalam kondisi parah,” tambahnya.

Emirald juga menyebutkan, sebagian besar korban yang ditangani merupakan peserta aksi dari luar daerah, sementara sisanya berasal dari kalangan pelajar dan pemuda asal Kota Mataram. Menyikapi hal itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk melakukan tindak lanjut serta langkah-langkah pencegahan ke depannya.

“Menurut laporan dari petugas puskesmas, seluruh korban yang ditangani merupakan peserta aksi. Tidak ada laporan korban dari pihak kepolisian,” jelasnya.

Adapun fasilitas layanan kesehatan yang paling banyak menangani korban terdampak aksi tersebut adalah Puskesmas Mataram di Jalan Catur Warga dan Rumah Sakit Angkatan Darat di Jalan Hos Cokroaminoto.

Dikes Mataram sebelumnya telah menyiagakan ambulans dan tenaga medis di masing-masing puskesmas terdekat dari lokasi demonstrasi sebagai langkah antisipatif.

“Pada saat kejadian, petugas tidak turun langsung ke lapangan, tetapi siaga di puskesmas masing-masing,” tutup Emirald. (pan)

Pengamat Ekonomi: Perlu Diumumkan Paket Kebijakan untuk Kondusifkan Suasana Setelah Demo

Mataram (globalfmlombok.com) – Demo besar-besaran yang terjadi beberapa hari terakhir dinilai sebagai akumulasi kekecewaan masyarakat. Terutama dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kehidupan yang sulit menyebabkan demo sulit dihindari. Ini tentu mengkhawatirkan.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Mataram (Unram), Dr. M. Firmansyah mengatakan, masyarakat sebenarnya berharap banyak pada presiden dan juga pemerintah daerah untuk segera mengeluarkan paket kebijakan stabilisasi politik, hukum, dan ekonomi. Apa saja tahapannya, kapan selesainya. masyarakat tentu menunggu untuk direalisasikan.

“Semoga masalah ini tidak berlarut-larut. Saya yakin pemerintah tentu punya jalan keluar untuk mengurai kemelut ini. Dari aspek ekonomi misalnya mempertimbangkan kembali penetapan pajak yang memberatkan. Sehingga, ekonomi di daerah-daerah bisa bergairah. Ini perlu dilakukan di tengah semakin terbatasnya lapangan kerja di daerah,” ujarnya.

Pola hubungan keungan pusat dan daerah perlu dilihat lagi. Pendapatan daerah strategis perlu juga ditingkatkan untuk daerah. Daerah butuh guyuran likuiditas sehingga banyak ekonomi berputar dan lapangan kerja tercipta di daerah.

“Ini penting untuk mengganti investasi di daerah yang terbatas,” pesannya.

Rencana menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat, visi pembangunan juga perlu dijelaskan. “Rencananya seperti apa, tahapan sekarang secara nyata sampai di mana. Itu juga perlu dijelaskan,” ujar Firmansyah. Dengan terjelaskan, akan memberi ketenangan publik. Bahwa mereka walaupun dalam kondisi turbelensi ekonomi tapi merasa yakin akan melawati kondisi ini ketika diberi kejelasan.

“Negara juga perlu perkuat insentif untuk kalangan menengah. Misalnya secara berkala menambah subsidi, subsidi produk pokok misalnya, bila memungkinkan. Supaya meringankan masyarakat,” tambahnya.

Perlunya Ada Sensitivitas

Dan yang penting perlu ada sensitivitas. Ketika pemerintah bilang melakukan efisiensi maka semua aspek perlu mendukung itu. Semua harus tunjukkan bahwa memang nyata fasilitas untuk siapapun menunjukkan keprihatinan. Jangan sampai masyarakat diminta efisien, tetapi pejabat tertentu tidak menunjukkan hal yang sama, sehingga rasa keadilan bisa dirasa dalam masyarakat.

“Saya kira konteksnya sama (dengan NTB). Bila tidak tertangani, akan semakin panjang mengurai persoalan penyelesaian masalah ekonomi seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Iklim dunia usaha terganggu. Kita lagi butuh-butuhnya investasi di tengah keterbatasan APBD. Semoga kita bisa sama-sama hadapi kemelut ini ke depan,” demikian ujar Firmansyah. (bul)

Pasca-Dibakarnya Gedung DPRD NTB, Gubernur Iqbal Imbau Massa Jangan Berlaku Anarkis

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan massa aksi untuk terus mengedepankan kedamaian. Jangan berlaku anarkis, apalagi sampai merusak fasilitas publik. Imbauan itu menyusul terbakarnya dua gedung utama DPRD NTB, yang diduga dibakar oleh demonstran.

“Setiap ada instabilitas di provinsi ini, yang paling pertama terdampak adalah masyarakat sendiri. Karena itu, saya meminta semua pihak jaga kondusifitas,” ujarnya setelah kegiatan Dialog Forkopimda Provinsi NTB dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, di Pendopo Gubernur NTB pada Sabtu, 30 Agustus malam.

Dia menyatakan, pihaknya tidak pernah menolak aksi demonstrasi. Karena itu merupakan hak masyarakat. Namun, ia menolak segala aksi kekerasan, baik itu fisik, maupun pengrusakan.

“Kita tidak menolak demo, tidak menolak aksi. Itu adalah hak masyarakat untuk berpendapat. Tapi kita semua sepakat menolak kekerasan,” sambungnya.

Berkomitmen Jaga Stabilitas

Dalam kegiatan itu, Eks Dubes RI untuk Turki itu mengaku seluruh elemen yang terlibat, baik itu ormas hingga Forkopimda berkomitmen bersatu menjaga stabilitas keamanan di NTB. Menurutnya, situasi kondusif sangat dibutuhkan agar pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat tidak terganggu.

“TNI Polri Pemda akan bersatu saling bantu menjamin memastikan situasi kondusif di NTB karena kita butuh stabilitas ini untuk membangun masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB, Baiq Isvie Rupaeda jelasnya.

Adapun dengan aksi demonstrasi kali ini, dia menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden anarkis yang terjadi dalam aksi unjuk rasa di kantor dewan.

Menurutnya, DPRD selama ini selalu menerima aspirasi masyarakat dengan baik melalui demonstrasi yang digelar di gedung dewan. Ke depan, ia berharap penyampaian aspirasi bisa dilakukan dengan cara-cara yang lebih kondusif.

“Kali ini mungkin ada hal-hal lebih baik lagi ke depan agar tidak terjadi hal anarkis,” katanya.

Sebagai informasi, Gedung DPRD NTB dibakar massa aksi demonstrasi dari aliansi mahasiswa dan masyarakat NTB. Massa aksi tiba di DPRD NTB sekitar pukul 12.30 Wita setelah beralih dari Polda NTB. Setibanya di Gedung DPRD NTB, polisi tidak bisa membendung massa aksi dan membiarkan massa aksi masuk ke dalam gedung.

Pukul 13.00 Wita, massa aksi mulai memasuki gedung DPRD NTB. Massa mulai membakar kursi-kursi lalu melemparkan ke gedung Paripurna sebelah timur. Api kemudian semakin membesar ke penjuru gedung pukul 13.30 Wita. Terlihat atap gedung mulai hangus oleh si jago merah. (era)

Gedung Terbakar, DPRD NTB Jadwalkan Rapat Penting dalam Waktu Dekat

Mataram (globalfmlombok.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB akan melangsungkan sejumlah rapat paripurna dalam waktu dekat. Yang paling genting adalah rapat mengenai Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang akan berlangsung pada Rabu, 3 September 2025 mendatang.

Meski rapat paripurna Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025 sangat mendesak. Dewan tidak bisa menggunakan gedung paripurna sebagai lokasi rapat. Setelah hangus terbakar saat aksi demonstrasi di DPRD NTB, Sabtu, 30 Agustus 2025.

“Rabu jam 14.00, tetap berjalan. InsyaAllah tetap berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, adanya aksi massa yang menghanguskan dua gedung utama DPRD NTB itu tidak akan mengganggu jadwal rapat paripurna. Melainkan, Dewan akan mengganti lokasi rapat, di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB.

“Tidak akan terganggu (dengan kondisi gedung yang hangus, red). Doain bisa terlaksana,” sambungnya.

Selain rapat paripurna KUA-PPAS, dewan juga akan melakukan rapat mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

“Harus berjalan-lah. Sesuai dengan jadwal, karena ini menyangkut kesejahteraan rakyat, mengganggu nasib rakyat,” tambahnya.

Aksi massa dengan tujuh tuntutan kali ini berakhir anarkis. Dua gedung utama DPRD NTB habis dilalap api. Untuk memastikan kegiatan kesekretariatan tetap berjalan, Isvie mengaku akan membangun tenda di halaman kantor DPRD untuk dijadikan lokasi kerja sementara.

Adapun tujuh tuntutan pada aksi kali ini, yaitu menolak Rancangan Undang-Undang KUHAP yang akan melegitimasi kesewenang-wenangan aparat untuk melakukan represifitas. Menuntut segala bentuk represifitas dan intimidasi aparat penegak hukum terhadap massa aksi, segera mencopot Kepala Polisi RI Listyo Sigit Prabowo.

Selanjutnya, meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak dan menghukum pelaku penabrak pengemudi ojol serta meminta pihak kepolisian untuk Transparan dalam kasus penabrakan Ojol. Dan menuntut membebaskan semua aktivis atau massa aksi yang sedang ditahan di seluruh Indonesia. Serta meminta DPRD NTB untuk segera menindaklanjuti tujuh poin tuntutan massa aksi tersebut.

Rapat KUA-PPAS Mendesak

Rapat paripurna KUA-PPAS cukup mendesak. Hal itu berkaitan dengan pembahasan keuangan daerah dalam empat bulan ke depan. Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) APBD-Perubahan harus selesai selambat-lambatnya tanggal 30 September 2025.

Dalam APBD Perubahan tahun ini, Pemprov NTB akan menitikberatkan pada program Desa Berdaya di 106 desa yang masuk kategori miskin ekstrem. Program tersebut menjadi salah satu arah kebijakan utama Gubernur. Selain itu, sektor pariwisata juga mendapat perhatian khusus karena dianggap memiliki efek ganda erhadap perekonomian daerah. (era)