Beranda blog Halaman 326

Polisi Sudah Amankan Enam Terduga Pelaku Perusakan Mapolda NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Hingga Selasa (2/9) sore, Kepolisian Daerah (Polda) NTB telah mengamankan enam terduga pelaku perusakan Markas Polda NTB pada aksi unjuk rasa yang berlangsung, Sabtu (30/8) lalu. Enam terduga pelaku perusakan yang diamankan tidak saja dari kalangan mahasiswa saja, juga di luar mahasiswa.

Demikian diungkapkan, Kepala Sub Direktorat (Subdit) I Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, AKBP Hurri Nugroho, Selasa (2/9). ‘’Tidak (bukan mahasiswa saja),” tegasnya.

Hurri tidak merinci terkait status enam terduga pelaku. Apakah sudah menjadi tersangka ataupun telah ditahan. “Kami masih dalami, itu saja,’’ jelasnya singkat.

Nugroho menepis dugaan pengamanan enam orang tersebut sebagai bentuk kriminalisasi mahasiswa. Katanya, pengusutan dugaan perusakan itu sudah sesuai prosedur hukum. ‘’Sudah ada alat buktinya, kami tidak semerta-merta (mengamankan terduga pelaku,’’ jelasnya.

Adapun bukti-bukti yang pihaknya amankan ada batu, kayu, dan rekaman CCTV di Gedung Polda NTB. Kepolisian juga telah mengantongi keterangan saksi-saksi, baik dari aparat maupun massa aksi yang melakukan demo saat itu. “Ini masih dalam proses ya, nanti kami sampaikan lebih terperinci,” ujarnya.

Sebelumnya, Yan Mangandar Putra selaku kuasa hukum salah satu tersangka, berinisial M mengatakan tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda NTB. Dia tidak merinci terkait identitas tiga tersangka yang telah diamankan itu. Yang jelas, pihak kepolisian menduga ketiga tersangka telah melakukan tindak pidana perusakan barang sebagaimana Pasal 170 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 406 KUHP.

Sementata itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram (Unram), Lalu Nazir Huda, Selasa (2/9/2025) juga membenarkan adanya tiga mahasiswa yang ditahan Polda NTB. “Tiga orang yang telah diamankan itu itu mahasiswa Unram dan Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat),” ucap Nazir.

Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap sejumlah pelaku lainnya.

Dari pantauan Suara NTB, ada dua orang yang diduga merupakan massa aksi demo datang ke Polda NTB. Dua orang tersebut terlihat dijemput pihak kepolisian untuk datang ke kantor polisi.

Tujuh Tuntutan Mahasiswa
Seperti diberitakan, massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB melakukan demo di Polda dan DPRD NTB, Sabtu (30/8). Sempat terjadi kericuhan hingga berujung perusakan barang saat aksi demo di Mapolda dan DPRD NTB.

Ada tujuh tuntutan massa aksi dalam demonstrasi tersebut. Yakni, menolak Rancangan Undang-Undang KUHAP yang akan melegitimasi kesewenang-wenangan aparat untuk melakukan represivitas.

Menuntut segala bentuk represivitas dan intimidasi aparat penegak hukum terhadap massa aksi, segera mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak dan menghukum pelaku penabrak pengemudi Ojol. Serta meminta pihak kepolisian untuk transparan dalam kasus penabrakan Ojol.

Mereka juga menuntut membebaskan semua aktivis atau massa aksi yang sedang ditahan di seluruh Indonesia dan meminta DPRD NTB untuk segera menindaklanjuti tujuh poin tuntutan massa aksi tersebut. (mit)

LPA Kota Mataram Dampingi Dua Siswa Diduga Terlibat Aksi Demonstrasi

Mataram (globalfmlombok.com) – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram tengah melakukan pendampingan terhadap dua siswa dari salah satu SMP di Mataram. Kedua siswa tersebut diduga ikut serta dalam aksi demonstrasi di Kantor DPRD NTB pada Sabtu (30/8/2025).

Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan proses pendampingan kepada dua pelajar tersebut. “Termasuk dia (diduga) terlihat melakukan perusakan di kantor DPRD NTB kemarin,” katanya kepada Suara NTB, Senin (1/9/2025) sore.

Joko menyampaikan, LPA Kota Mataram sudah berkoordinasi dengan pihak satuan pendidikan tempat anak tersebut bersekolah. Koordinasi dilakukan agar anak tersebut tidak terlibat kembali dalam aksi-aksi serupa.

“Kita juga menyampaikan kepada sekolah untuk pengawasan anak-anak ini,” jelasnya.

Yang menjadi pekerjaan rumah (PR), terutama sekolah, kata Joko, adalah memastikan peserta didik tidak terlibat dalam aksi yang menimbulkan kericuhan di luar jam sekolah.

Pentingnya Peran Orang Tua

Selain itu, LPA juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan terhadap anak-anak ketika berada di luar sekolah, khususnya di rumah.

“Nah sepulang sekolah ini kan sering kali orang tua juga tidak melakukan pengawasan secara maksimal,” ujar Joko.

Meski demikian, LPA belum menemukan adanya korban akibat pelibatan siswa dalam aksi demonstrasi. Namun, di sisi lain LPA justru menyoroti adanya keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi yang berujung pada tindakan kekerasan.

“Di Jakarta juga begitu. Anak-anak STM yang lebih agresif. Masih agak mending, tapi kalau ini yang anak-anak STM ini ada apa sebenarnya? Ini yang menjadi PR kita,” terang Joko.

Di situasi yang terbilang cukup kondusif saat ini, LPA tetap menekankan langkah antisipatif baik dari sekolah maupun orang tua untuk mencegah siswa kembali terlibat dalam aksi yang bersifat anarkis.

“Kalau sekarang ini yang bisa kita lihat adalah pengetatan di sekolah. Ada beberapa yang kemudian melakukan upaya dengan cara memodifikasi jam pembelajaran,” tutur Joko. Selain peran sekolah, Joko juga mengimbau agar orang tua melakukan upaya pengawasan terhadap anak-anaknya. “Orang tua bisa melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya, sekolah juga melakukan pengetatan. Harus dua-duanya dilakukan secara simultan,” pungkasnya. (sib)

Road To Piala by.U 2025, Telkomsel Gelar Event “MASIH” Bersama by.U di JB School Bali

Denpasar (globalfmlombok.com) –

Sebagai rangkaian program Piala by.U 2025, turnamen futsal terbesar bagi pelajar tingkat SMP dan SMA di Indonesia, Telkomsel Kembali menghadirkan roadshow MASIH Bersama by.U (Momen AkSI Hiburan Bersama by.U) ke JB School Bali Jumat, 29 Agustus 2025.

Terdapat berbagai kegiatan seru pada roadshow ini diantaranya Coaching Clinic bersama pelatih profesional, Pep-Talk bersama atlet futsal, dan Sound of Supporter aktivitas interaktif yang memungkinkan para pendukung tim futsal sekolah untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam mendukung tim favorit.

Manager Mobile Consumer GTM and Channel Partnership Region Bali Nusra, Herywanto, mengatakan, setelah sebelumnya diadakan di Mataram pada Agustus lalu, kali ini Piala by.U 2025 akan dilaksanakan di Bali pada Oktober mendatang.

“Piala by.U bukan sekadar kompetisi, tetapi batu loncatan bagi para pemain muda berbakat untuk mengejar mimpi menjadi pemain futsal profesional. Sebelum acara tersebut digelar Kami mengadakan roadshow MASIH Bersama by.U agar para peserta dapat lebih siap untuk bertanding pada Piala by.U Bali yang dihalr apda 3-5 Oktober 2025.”

Mengusung semangat “Saatnya Kejar Ambisimu, Menjadi Pemain Futsal Pro”, Piala by.U 2025 membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan bakatnya di dunia futsal. Turnamen ini juga menjadi bagian dari komitmen Telkomsel melalui brand by.U untuk mendukung akselerasi perkembangan ekosistem olahraga nasional serta menciptakan panggung bagi talenta futsal muda berbakat yang ingin melangkah ke level profesional.

Pendaftaran Sudah Dibuka, Siap-Siap Wujudkan Mimpi!

Tim futsal tingkat SMP dan SMA dapat mendaftar melalui situs resmi pialabyu.com. Semua Grand Final di setiap kota akan disiarkan langsung oleh MAXstream dan dapat juga disaksikan melalui YouTube by.U serta platform lainnya, sehingga penggemar futsal di seluruh Indonesia dapat menyaksikan aksi para talenta muda terbaik.

“Kegiatan ini bisa menjadi momentum buat siswa sebagai ajang untuk menyalurkan kemampuan dan bakatnya.  Saya berharap team Futsal SMP dan SMA JB School dapat meraih prestasi yang membanggakan pada event Piala by.U di bulan Oktober mendatang.” Ungkap I Wayan Sadiana, S.Si, Kepala Sekolah SMA JB School Bali.

Dengan segala peluang yang ditawarkan, Piala by.U 2025 siap menjadi ajang futsal pelajar paling bergengsi di Indonesia. Ini saatnya anak muda ambil peluang, tunjukkan bakat, dan kejar ambisi.

“Kami berharap Piala by.U 2025 dapat menginspirasi lebih banyak pelajar Indonesia untuk berani bermimpi besar dan menjadikan futsal sebagai jalan meraih prestasi. Semoga ajang ini terus melahirkan bintang baru yang mampu bersinar di kancah profesional,” tambah Herywanto.(r)

Damai, Unjuk Rasa di DPRD KLU

Tanjung (globalfmlombok.com) – Aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin, 1 September 2025 berjalan damai. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Lombok Utara (APMLU), menuntut 9 poin aspirasi kepada DPRD untuk dikawal oleh wakil rakyat tersebut.

Sejumlah poin aspirasi APMLU antara lain, penolakan kenaikan PBB oleh Bapenda KLU, menutup terminal “tikus” – dermaga Ponton di Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, evaluasi kinerja DPRD, menyuarakan pengesahan RUU Perampasan Aset koruptor, mendesak DPRD mengawal anggaran PJU (penerangan jalan umum), hingga persoalan ekonomi masyarakat Lombok Utara.

Massa Aksi terlihat diterima oleh sejumlah Anggota DPRD, Wakil Bupati Lombok Utara, serta mendapat pengawalan dari Polres Lombok Utara didukung TNI dan Satpol PP.

Kordum Aksi, Sopian Hakiki, menegaskan pembangunan terminal khusus dermaga Ponton di Desa Selengen sangat merugikan warga dan daerah. Pihaknya mempertanyakan kewenangan Dishub KLU yang memberikan izin rekomendasi pemanfaatan ruang laut.

Selain itu, operasional terminal Ponton untuk distribusi material galian C yang dikirim ke Gili Meno juga dinilai tidak memberikan PAD bagi daerah, serta minimnya pelibatan sopir dump truck lokal selama proses distribusi galian C.

“Kami juga menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset, peningkatan kesejahteraan buruh tani dan nelayan, serta percepatan pengadaan penerangan jalan umum (PJU),” kata Sopian.

Hal senada dikatakan Wira Maya Arnadi. Ketua LSM Surak Agung tersebut meminta DPRD untuk mengawasi rencana kebijakan kenaikan PBB oleh Bapenda KLU. Ia menilai, masyarakat KLU saat ini masih dihadapkan pada kesulitan untuk merubah status ekonomi menjadi lebih baik. Rencana kenaikan PBB tidak tepat dan dinilai akan membebani masyarakat.

Menanggapi itu, Wakil Ketua II DPRD KLU, I Made Kariyasa, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan kepada DPRD. Respons institusi terhadap permohonan hearing, ke depan akan diperbaiki lebih baik. Sementara berkenaan dengan tuntutan penambahan PJU dan pembangunan gapura batas Lombok Utara – Lobar, akan dianggarkan dalam APBD 2026.

“Ke depan, kami akan lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Aspirasi yang disampaikan dengan baik pasti akan kami tanggapi,” kata Karyasa.

Sementara, Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., saat diberi kesempatan menjawab aspirasi warga menyatakan, pelayanan publik akan terus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Dari 9 poin tuntutan warga, Wabup hanya merespon keberadaan Terminal Ponton di Dusun Tampes, Desa Selengen. Dimana, jika sarana tersebut merugikan masyarakat dan merusak lingkungan, maka hari itu juga akan ditutup.

Jawaban Wabup tersebut melegakan massa unjuk rasa, sekaligus mengakhiri jalannya orasi. Massa dan pejabat Pemda Lombok Utara (DPRD dan eksekutif) bersama-sama melakukan aksi tabur bunga di depan gerbang DPRD sebagai bentuk ungkapan belasungkawa kepada warga di seluruh Indonesia yang berjuang dalam demokrasi. (ari)

Massa Gelar Aksi di Kantor Bupati, Polres dan DPRD Lotim

Selong (globalfmlombok.com ) – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Cipayung Plus Lombok Timur (Lotim) turun ke jalan pada Senin, 1 September 2025 Mereka menggelar aksi di tiga titik, yakni Kantor Bupati, Mapolres, dan Gedung DPRD Lotim. Suasana sempat memanas, terutama saat massa berada di gedung wakil rakyat, hingga nyaris ricuh.

Koordinator Lapangan Aksi, Yogi Setiawan, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam mengawal kinerja pemerintah. Selain mendesak Bupati Lotim untuk memaksimalkan kinerja, massa juga menuntut revisi Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi di lingkungan Pemda Lotim.

Tak hanya itu, mereka juga menyerukan agar Kapolri dicopot dari jabatannya. Saat aksi di Gedung DPRD, mahasiswa bahkan menyatakan mosi tidak percaya terhadap para wakil rakyat. Menurut mereka, DPRD tidak lagi menjadi rumah rakyat, melainkan rumah elite yang sibuk dengan kepentingan politik. Massa pun mendesak agar DPR dibubarkan dan meminta seluruh pimpinan partai mengevaluasi kadernya yang duduk di eksekutif maupun legislatif.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri, menyampaikan apresiasi atas aspirasi mahasiswa. Ia mengaku DPRD akan menindaklanjuti tuntutan tersebut. “Kami minta maaf atas segala kekurangan. Semua masukan ini akan menjadi momentum untuk berbenah ke depan,” ujarnya.

Yusri juga mengecam keras tindakan oknum anggota DPR RI yang melukai hati rakyat serta menyampaikan belasungkawa atas korban yang meninggal dalam aksi di tempat lain.

Kapolres Lotim, AKBP I Komang Sarjana, yang ditemui massa menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti aspirasi hingga ke Polda NTB bahkan Mabes Polri. “Kami akan menyikapi dengan baik dan bijak. Terima kasih atas kontribusi mahasiswa menjaga keamanan di Lombok Timur,” katanya.

Sementara itu, di depan Kantor Bupati Lotim, massa aksi ditemui langsung Wakil Bupati H. Moch. Edwin Hadiwijaya dan Sekda H. M. Juaini Taofik. Wabup bahkan ikut menandatangani lembaran tuntutan mahasiswa sebagai bentuk komitmen. “Kami menjamin keterbukaan informasi publik dan siap melakukan perbaikan sesuai tuntutan,” tegas Edwin.

Aksi damai ini akhirnya berakhir setelah seluruh aspirasi disampaikan di tiga titik strategis tersebut. Meski sempat tegang, situasi tetap dapat dikendalikan berkat pengawalan aparat keamanan. (rus)

Sebulan Jelang MotoGP, Seluruh Perangkat Pendukung di Sirkuit Mandalika dalam Kondisi Prima

Praya (globalfmlombok.com) – Perhelatan balap roda dua MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit tinggal sebulan lagi. Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) selaku pengelola sirkuit Mandalika menegaskan kalau sirkuit Mandalika sudah siap menggelar ajang balap motor paling bergengsi didunia tersebut. Seluruh perangkat pendukung yang ada di sirkuit Mandalika dipastikan dalam kondisi prima.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria dalam keterangannya, Senin, 1 September 2025 kemarin, mengatakan memang ada penyesuaian-penyesuaian terhadap beberapa perangkat pendukung, khusus perangkat elektronik yang sedang dilakukan saat ini. Salah satunya system race electronic dan sejumlah perangkat vital lainnya.

“Improvement dilakukan itu dilakukan atas permintaan dari pihak Dorna Sport selaku penyelenggara MotoGP. Seperti sistem race electronic dan seluruh perangkat vital, mulai dari race control hingga sistem telemetry. Namun bisa dipastikan semua dalam kondisi prima. Karena memang telah melalui proses maintenance dan fine tuning berkelanjutan,” terangnya.

Semua itu ini dilakukan agar setiap aspek teknis dapat mendukung jalannya balapan dengan presisi tinggi, aman, dan sesuai standar global.

Awal September ini, lanjut Priandhi, MGPA juga akan memulai proses beautifikasi dan perawatan sirkuit. Meliputi pengecatan ulang marka lintasan, pengecatan kerb, dan penataan area run-off asphalt. Termasuk perataan gravel, perapihan dan  penataan ulang tyre barrier, hingga pembersihan menyeluruh pada area service road, marshal post, dan tenda marshal.

Dengan seluruh tahapan pekerjaan tersebut dijadwalkan rampung pada minggu keempat September 2025 mendatang. Dengan agenda akhir berupa pembersihan lintasan secara menyeluruh sebelum memasuki race week (pekan balapan).

Dengan langkah-langkah strategis tersebut sebagai upaya mendukung keberdaan kawasan The Mandalika agar kuat posisinya sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menyelenggarakan ajang balap internasional yang berkelas dan aman. Serta bisa memberikan pengalaman terbaik bagi para pembalap, penonton, maupun wisatawan.

“Kesiapan The Mandalika dalam menyambut IndonesianGP 2025 juga tercermin melalui koordinasi dan sinergi lintas stakeholders. Mulai dari pemerintah, penyelenggara, hingga masyarakat guna memastikan setiap aspek dari sirkuit, logistik hingga SDM pendukung, siap secara optimal. Komitmen bersama ini menjadi pondasi penting dalam menghadirkan event kelas dunia yang profesional, membanggakan Indonesia, sekaligus mempertegas posisi bangsa di kancah olahraga internasional,” terangnya.

Dengan seluruh rangkaian kesiapan tersebut sirkuit Mandaliak optimistis dapat kembali menjadi tuan rumah yang membanggakan untuk Indonesia di mata dunia. Karena MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang balapan. Tetapi juga momentum yang memperkuat nation branding Indonesia dan posisi The Mandalika, sebagai Sportstainment Destination unggulan.

“Untuk dukungan seluruh elemen masyarakat dan stakeholders demi suksesnya pelaksanaan ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 ini sangat penting,” tandas Priandhi. (kir)

Isu Demo Besar, Situasi Lobar Tetap Kondusif 

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Situasi di Lombok Barat (Lobar) aman terkendali, menyusul isu yang beredar akan dilakukan demo besar sebagai rentetan aksi di sejumlah daerah. Kendati ada aksi mahasiswa dari Front Mahasiswa (FM) Lobar di Mapolres Lobar, Senin, 1 september 2025 situasi keamanan dan ketertiban di Lobar tetap terkendali.

Sebelum isu demo tersebut, langkah cepat dilakukan Pemkab Lobar dalam hal ini Bupati H. L Ahmad Zaini bersama Forkopimda mengumpulkan segenap unsur, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya, Minggu, 31 Agustus 2025 malam.

Tokoh Agama TGH. Mukhlis Ibrahim menyampaikan siap bersama jajaran Pemkab Lobar dan Forkopimda dalam menjaga suasana kenyamanan dan keamanan Lobar. Menurutnya, para ulama dan semua unsur bersatu dalam pikiran dan tujuan menciptakan kondisi Lobar yang lebih baik.

 “Karena itulah kami bersama tuan guru dan Forkompinda, mewakili para tuan guru mengimbau dan mengajak semua pihak kalau pun ada yang melaksanakan demo, agar dilakukan dengan cara yang baik, sopan. Jangan sampai membuat hal-hal yang menimbulkan kerugian bagi kita semua,” imbaunya.

Hal senada disampaikan Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini. Pihaknya berterima kasih pada semua pihak dengan kondisi yang kondusif di Lobar.

Ia juga berterima kasih atas peran tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pihaknya telah mengumpulkan semua semua tokoh, pada Minggu, 31 Agustus 2025 malam, baik itu unsur tokoh masyarakat dan tokoh agama hadir dari semua elemen untuk menyampaikan kondisi ini.

“Dan alhamdulillah dengan imbauan – imbauan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat. Dan memberikan dukungan penuh pada Pemkab Lobar, tentu dari dukungan penuh dari tokoh agama dan tokoh masyarakat ini menjadi keyakinan kami untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat Lobar untuk bersama-sama, bentuk keyakinan kita, bentuk perhatian kita, bentuk kita cinta terhadap Lobar ini adalah kita menjaganya dengan baik,” harapnya.

Saat ini Pemkab sedang berupaya mewujudkan pembangunan di Lobar, sesuai dengan kapasitas daerah dengan segala potensi yang dimiliki dikerahkan untuk bisa melakukan perbaikan di Lobar kedepan.

Menurutnya semua penyampaian aspirasi itu dibolehkan, bahkan ia bersama Forkopimda sudah menyiapkan untuk menerima warga atau mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi. Kalau itu aspirasi bersifat nasional, pihaknya akan menyampaikan ke pusat. Sedangkan kalau aspirasi terkait daerah, tentunya hal ini didiskusikan dengan elemen yang ada.

Ia sangat berharap agar dalam menyampaikan aspirasi itu dengan cara yang baik, tidak anarkis dan merusak. Sebab kalau ada yang merusak fasilitas publik maka akan dibangun juga dengan uang publik, dan tentu itu akan berpengaruh atau mengurangi elemen-elemen yang akan bisa dipakai untuk kesejahteraan masyarakat Lobar sendiri.

Terkait pelayanan di Pemkab Lobar, Bupati menyampaikan kondisinya normal seperti biasa. Wabup Hj. Nurul Adha menghadiri pertemuan dengan KPK, sedangkan para asisten menjalankan tugas masing-masing. Dan ia pun baru selesai menerima audiensi dari BKSDA Provinsi NTB terkait pembangunan aspal jalan menuju kawasan Bangko-Bangko Sekotong.

Namun ia bersama Forkopimda tetap standby sebagai bentuk antisipasi jikalau ada mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.

Bupati juga meminta peran camat, kepala desa hingga kepala dusun bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk aktif memantau mengawasi, serta mengendalikan mobilisasi orang tidak dikenal di wilayah masing-masing.

Demo Kondusif

Sementara itu, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dengan tidak melakukan kegiatan atau perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri atau orang lain. “Mari sama-sama kita menjaga daerah kita supaya keamanan terjaga, pembangunan daerah juga dengan keamanan yang terjaga, insyaallah menjadi lebih lancar,” imbuhnya.

Sementara puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa (FM) Lobar melakukan aksi ke Mapolres Lobar, Senin, 1 September 2025. Mereka diterima Kapolres Lobar, AKBP Yasmara Harahap, S.IK., bersama sejumlah jajarannya.

Dalam aksinya itu, mahasiswa menyuaran beberapa hal, di antaranya meminta polisi humanis menghadapi demonstran dan mengayomi masyarakat. Mereka juga meminta kasus meninggalnya pengemudi Ojol Affan Kurniawan dalam aksi demo beberapa waktu lalu di Jakarta diusut tuntas.

Kapolres Lobar AKBP Yasmara Harahap menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima unjuk rasa di depan Mapolres Lobar yang dilakukan oleh mahasiswa.

Terhadap beberapa aspirasi atau tuntutan yang disampaikan mahasiswa, pihaknya sepakat mendukung. Tuntutan mereka terkait penanganan pelaksanaan pengamanan unjuk rasa agar dilakukan secara humanis siap dikedepankan.

“Dan itu memang itu sesuai aturan, kami dalam melaksanakan pengamanan unjuk rasa harus mengedepankan humanis, selama itu dilakukan unjuk rasa yang tidak mengarah pada anarkis,” imbuhnya. Namun jika unjuk rasa dilakukan mengarah pada tindakan anarkis, maka tindakan tegas akan dilakukan pihaknya.  (her)

Empat Kecamatan Rawan Kekurangan Air

Mataram (globalfmlombok.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, telah mengidentifikasi bahwa empat kecamatan rawan kekurangan air. Siklus alam serta topografi wilayah dinilai jadi penyebabnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Ahmad Muzaki menjelaskan, peralihan musim dari hujan ke kemarau berpotensi terjadinya kekurangan air. Empat wilayah sangat rawan yakni, Kecamatan Sandubaya, Kecamatan Sekarbela, Kecamatan Selaparang, dan Kecamatan Ampenan. “Potensi kebencanaan di musim kemarau ini limit air bersih,” kata Muzaki dikonfirmasi pada, Senin, 1 September 2025.

Kondisi ini terjadi diakibatkan siklus pergantian musim. Kedua, topografi daerah. Ia mencontohkan kawasan pesisir Pantai Ampenan berada di hilir, sehingga debit air kurang.

Pihaknya mengantisipasi dengan mendistribusikan air bersih. Ia menyadari kebutuhan air di beberapa wilayah berbeda-beda. Skemanya didata bersama kepala lingkungan dan kelurahan, sebelum distribusi. “Jadi ada data kawasan mana lebih banyak membutuhkan kemudian didistribusikan,” pungkasnya.

Pihaknya tidak bisa mengcover keseluruhan wilayah untuk pendistribusian air bersih. Oleh karena itu, ia bekerjasama dengan PT. Air Minum Giri Menang atau perusahaan lain yang menyediakan air bersih.

Jack sapaan akrabnya menyebutkan, kawasan padat penduduk seperti Dasan Agung dan Bintaro, paling rawan limit air saat musim kemarau. “Beberapa keluhan dari masyarakat sudah kita terima via aplikasi percakapan maupun dari kelurahan,” pungkasnya.

Bagaimana suplai air untuk lahan pertanian. Pemenuhan pasokan air di lahan pertanian kata Jack, Dinas Pertanian Kota Mataram membuat sumur bor. Sumur bor telah dibangun di beberapa titik, sehingga menjadi solusi jangka panjang bagi petani. (cem)

Wali Kota Mataram Kumpulkan Seluruh Kepala Lingkungan, Imbau Jaga Kekondusifan

Mataram (globalfmlombok.com) – Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengumpulkan seluruh Kepala Lingkungan (Kaling) dari 50 kelurahan se-Kota Mataram di Pendopo Wali Kota, Senin (1/9/2025). Pertemuan ini digelar sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah pascainsiden demonstrasi yang berujung Gedung DPRD Provinsi NTB terbakar, Sabtu (30/8/2025) lalu.

Dalam arahannya, Wali Kota Mataram menekankan pentingnya peran kepala lingkungan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban sosial dan mencegah potensi konflik di masyarakat.

“Kami minta para kaling menyampaikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Selain itu, pastikan warga tidak terlibat dalam aksi yang berpotensi anarkis,” ujar Mohan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan atau isu-isu yang bersifat destruktif, terutama yang tersebar melalui media sosial tanpa sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami percaya warga Kota Mataram merindukan suasana damai. Ini adalah upaya antisipatif kita bersama, karena menjaga situasi yang kondusif adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Gubernur NTB Turut Beri Arahan

Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, yang turut memberikan pengarahan langsung kepada seluruh Kepala Lingkungan. Ia meminta para kaling segera berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan patroli dan pengawasan di lingkungan masing-masing.

“Kami tidak akan membiarkan Wali Kota dan jajarannya bekerja sendiri dalam menjaga keamanan Kota Mataram. Keamanan adalah faktor utama pasca-pembakaran Gedung DPRD NTB agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar,” kata Gubernur Iqbal di hadapan para kaling.

Menurutnya, kepala lingkungan harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketenangan warga.

 “Kami juga mengimbau tokoh masyarakat, para ustaz, dan tokoh-tokoh lainnya untuk turut keliling menenangkan warga,” tambahnya.

Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi lintas sektoral antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perangkat kelurahan untuk menyusun strategi pengamanan yang terpadu. Pemerintah Kota Mataram menyatakan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah cepat bila diperlukan. (pan)

Kasus Meninggalnya Mahasiswi Unram di Pantai Nipah, Polres KLU Dalami Autopsi dan HP Korban

Tanjung (globalfmlombok.com) – Polres Lombok Utara masih melakukan penyelidikan atas kasus meninggalnya mahasiswi Universitas Mataram (Unram), MVP di kawasan Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, beberapa waktu lalu. Polres memeriksa hasil autopsi dan HP milik korban guna mengetahui petunjuk dan motif pembunuhan.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, SIK., kepada wartawan di sela-sela mengawal aksi unjuk rasa di Tanjung, Senin (1/9/2025) mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti yang mengarah kepada korban. Selain itu, hasil autopsi laboratorium Bhayangkara Polda NTB juga dalam analisa dan pengembangan Satreskrim untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda yang mengarah pada gangguan pernapasan. Namun kami belum bisa menyimpulkan karena masih ada kemungkinan penyebab lain. Kami tunggu hasil lab, insyaAllah nanti akan kami sampaikan secara resmi,” sambung Kapolres.

Di samping itu, Agus Purwanta juga menyampaikan jika handphone (HP) korban bisa menjadi petunjuk penting pengungkapan pelaku. HP korban diketahui hilang setelah kejadian.

“Barang bukti masih terus kami lengkapi. Setelah cukup, baru bisa disimpulkan secara jelas apa yang sebenarnya terjadi,” tambahnya.

Sementara, terhadap Kamtibmas di wilayah hukum Polres Lombok Utara, Polres Lombo Utara, akan meningkatkan intensitas pengawasan dengan patroli. Pihaknya juga mengajak masyarakat dan seluruh elemen pemerintahan dari kabupaten hingga desa dan dusun, untuk menjaga keamanan dan ketertiban demi keberlangsungan masyarakat dan sektor pariwisata.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak berspekulasi berlebihan, dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum untuk mengusut tuntas kasus ini,” tandasnya. (ari)