Beranda blog Halaman 324

Cegah Terlibat Demo, Dikbud NTB Minta SMA dan SMK di Mataram Pulangkan Siswa Pukul 11.00 Wita

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB meminta satuan pendidikan jenjang SMA dan SMK di Mataram memulangkan siswa-siswi, guru, dan pegawai pada Rabu (3/9/2025) pukul 11.00 Wita. Permintaan pemulangan lebih awal itu imbas dugaan adanya rencana aksi demonstrasi hari ini Rabu (3/9/2025) pukul 14.00 Wita.

Imbauan pemulangan lebih awal itu disampaikan Plt. Kepala Dikbud NTB, Lalu Hamdi melalui keterangan tertulis pada hari yang sama. Imbauan tertulis tersebut disampaikannya kepada seluruh Kepala satuan pendidikan SMA/SMK di Mataram melalui WhatsApp.

Dalam keterangan tertulis tersebut, Lalu Hamdi menyampaikan, pemulangan siswa dan guru tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya informasi kegiatan demonstrasi di Kota Mataram, Rabu (3/9/2025) pukul 14.00.

“Seluruh kepala satuan pendidikan SMA/SMK di lingkungan Kota Mataram untuk memulangkan guru, pegawai, dan siswa pukul 11.00 Wita dan pembelajaran dilanjutkan di rumah secara daring,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis tersebut.

Ia juga meminta setiap wali kelas agar memberikan informasi melalui grup WhatsApp orang tua perihal pemulangan tersebut dan memastikan siswa tidak keluar rumah.

“Kepala satuan pendidikan, wali kelas, dan BPBK (Bimbingan Penyuluhan dan Bimbingan Konseling) agar membantu kepulangan siswa dan memastikan siswa pulang sampai ke rumah masing-masing,” ujar L. Hamdi.

Selain itu, ia juga meminta orang tua siswa menjaga dan memastikan anak-anaknya aman di rumah. “Setelah siswa sampai di rumah, orang tua wali untuk menjaga putra-putrinya agar tidak keluar rumah jika tidak ada hal yang penting,” pungkasnya.

Dari pantauan, berdasarkan arahan tersebut, semua sekolah jenjang SMA/SMK beramai-ramai mengimbau peserta didiknya untuk pulang tepat waktu sesuai imbauan.

Sekitar pukul 11.00 Wita, sejumlah siswa terlihat bersiap-siap pulang menggunakan kendaraan pribadi. Sementara yang lain berdiri di samping jalan menunggu jemputan.

Sekolah Benarkan Ada Arahan Pemulangan Siswa dari Dikbud NTB

Kepala SMKN 1 Mataram, H. Ruslan, pada Rabu (3/9) membenarkan adanya pemulangan siswa, guru, dan pegawai sekolah tersebut. “Benar. Bukan hanya siswa, pegawai, guru semua diminta pulang oleh Plt. Kadis Dikbud NTB,” ujarnya.

Ia juga membenarkan bahwa alasan pemulangan di luar waktu seharusnya itu imbas adanya informasi demonstrasi hari ini.

“Ada demo katanya mulai pukul 14.00 Wita. Jadi anak dipulangkan lebih awal pukul 11.00 Wita dengan catatan tadi dipastikan bahwa dia sampai ke rumah. Kami berkoordinasi dengan wali murid melalui wali kelas,” jelasnya.

Menurutnya, keputusan pemulangan itu untuk mengantisipasi keterlibatan siswa pada aksi demonstrasi tersebut. “Kalau kita pulang sekolah kan 14.30 (Wita). Nah itu artinya tidak berani jamin anak kita bisa sampai rumah itu,” terangnya.

Informasi pemulangan tersebut juga dibenarkan oleh Plt. Kepala SMAN 1 Mataram, Burhanudin pada hari yang sama. Ia mengatakan, informasi tersebut ia terima dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Mataram Lombok Barat (Malomba) Dikbud NTB.

“Untuk antisipasi saja sebenarnya. Nanti kan (kalau) terjadi kerusuhan atau terjadi apa. Mungkin nanti dia (pendemo) lari ke sini. Nanti puncak ributnya itu biasanya agak siang-siangan. (Ketika) Jam pulang sekolah sudah,” pungkasnya. (sib)

Dompu Resmi Ajukan 5.573 Honorer untuk PPPK Paruh Waktu

0

Dompu (globalfmlombok.com) – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu secara resmi mengajukan 5.573 orang honorer di Kabupaten Dompu untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Sebelum diajukan, tim BKD dan PSDM Kabupaten Dompu melakukan verifikasi bersama perangkat daerah yang ada terkait keberadaan para honorer.

“Hasil verifikasi yang kita lakukan, ada 47 orang yang tidak dapat diusulkan dalam formasi PPPK paruh waktu. Sehingga yang kita ajukan sebanyak 5.573 orang,” kata Kepala BKD dan PSDM Kabupaten Dompu, Drs. Arif Munandar di ruang kerjanya, Rabu (3/9/2025) siang.

Pengajuan PPPK paruh waktu ini terakhir pada 25 Agustus 2025 lalu. Proses pengajuan melalui aplikasi dan saat ini tengah menunggu persetujuan dari KemenPAN-RB RI bersama BKN RI. “Sesuai jadwal, PPPK paruh waktu ini akan dituntaskan dalam 2025 ini,” kata Arif.

Arif mengakui, semula ada 5.620 orang honorer di Kabupaten Dompu yang masuk kriteria, yaitu pegawai non-ASN dan terdata dalam data BKN hasil pendataan tahun 2023. Mereka yang tidak terdata di data BKN, tapi mengikuti seleksi PPPK tahap kedua dengan minimal pengabdian dua tahun.

PPPK paruh waktu untuk menyelesaikan persoalan honorer di lembaga pemerintahan dengan penggajian minimal sebesar yang mereka terima saat menjadi honorer. Besaran honor bagi honorer daerah di Kabupaten Dompu bervariasi. Mereka yang diangkat dengan SK Bupati, besar honornya Rp700 ribu per bulan. Sementara mereka yang diangkat dengan SK Kepala dinas antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.

Ketika diangkat menjadi PPPK paruh waktu, gajinya tidak dimasukkan dalam kode rekening belanja pegawai seperti gaji ASN. Namun, masuk dalam belanja barang dan jasa seperti halnya saat menjadi honorer. (ula)

Polisi Kantongi Nama Terduga Pelaku Penjarahan Gedung DPRD NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram telah mengantongi nama-nama terduga pelaku yang melakukan penjarahan Gedung DPRD NTB dalam aksi unjuk rasa berujung pembakaran gedung pada Sabtu (30/8/2025).

“Terduga pelaku penjarahan sudah ada data-datanya, tinggal kami lengkapi secara administrasi dulu,” kata Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Mataram, AKP Regi Halili, Rabu (3/9/2025).

Regi menjelaskan, pihak kepolisian masih memenuhi kebutuhan administrasi dalam tahap penyelidikan.

“Kita masih belum memeriksa saksi-saksi seperti anggota dewan penjaga satpam dan lainnya,” jelasnya.

Jika para terduga penjarahan Gedung DPRD NTB datang dengan sukarela maka pihak kepolisian tidak perlu melakukan upaya jemput paksa.

Berkas pengusutan dugaan penjarahan masih satu kesatuan dengan berkas pengusutan pembakaran gedung. “Tapi kita lihat nanti juga, ada gelar untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga memerlukan koordinasi dengan jaksa untuk saran dalam penyelidikan.

Sejauh ini belum ada terduga pelaku yang secara sukarela mengembalikan barang jarahannya.

“Kami imbau masyarakat Mataram agar barang jarahan dikembalikan. Itu barang inventaris negara. Silakan dikembalikan,” tegasnya.

Pengembalian barang jarahan tidak hanya langsung ke Polresta Mataram tetapi juga bisa melalui kepala lingkungan atau RT setempat.

Pengusutan Pembakaran Gedung DPRD NTB

Dalam pengusutan pembakaran gedung, Polresta Mataram telah mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua dan jajaran anggota DPRD NTB.

Keterangan pihak dewan diperlukan untuk menaikkan status perkara ini ke penyidikan.

“Dari keterangan dia nanti akan kami dapatkan berapa kiranya kerugian yang sebenarnya timbul dari pembakaran itu,” terang Regi.

Polisi juga memerlukan keterangan jajaran anggota dewan itu terkait pertanggungjawaban gedung yang telah dibakar.

“Secara anggaran gedung milik negara. Tapi secara struktural ketua wajib bertanggung jawab atas gedung tersebut,” jelas Mantan Kasat Reskrim Polres Sumbawa itu.

Saat ini penyelidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan beberapa barag bukti.

Barang bukti yang polisi kumpulkan antara lain berupa rekaman video CCTV dan rekaman video dari sejumlah pihak. Dari video tersebut terlihat siapa dan bagaimana cara terduga pelaku membakar gedung anggota dewan itu.

Dari hasil olah TKP dan barang bukti, telah memberikan petunjuk siapa terduga pelaku pembakaran gedung wakil rakyat itu.

Regi menegaskan, gedung tersebut tidak dibakar secara spontan. Menurutnya, tidak ada pembakaran spontan. Pasti orang yang melakukannya membakar secara sadar.

Dia juga menyebutkan, tidak ada pembiaran dari aparat agar gedung terbakar. Pengamanan saat itu mungkin terkesan longgar karena polisi harus melakukan pengamanan di dua titik demo. (mit)

Polisi akan Periksa Ketua DPRD NTB dalam Pengusutan Pembakaran Gedung

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram akan memeriksa Ketua DPRD NTB dalam pengusutan pembakaran gedung pada unjuk rasa Sabtu (30/8/2025).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Mataram, AKP Regi Halili menyebutkan akan memanggil Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda pada Senin (8/9/2025).

“Dari keterangan dia nanti akan kami dapatkan berapa kiranya kerugian yang sebenarnya timbul dari pembakaran itu,” terang Regi.

Keterangan Isvie juga diperlukan untuk menaikkan status perkara ini ke penyidikan. Selain Isvie, polisi juga akan meminta keterangan terhadap jajaran anggota dewan lainnya.

“Syarat naik sidik harus timbul kerugian dulu. Apa saja yang dibakar. Intinya kita periksa pihak DPRD NTB dulu,” tuturnya.

Polisi memerlukan keterangan jajaran anggota dewan itu terkait pertanggungjawaban gedung yang telah dibakar.

“Secara anggaran gedung milik negara. Tapi secara struktural ketua wajib bertanggung jawab atas gedung tersebut,” jelas Mantan Kasat Reskrim Polres Sumbawa itu.

Saat ini penyelidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan beberapa barag bukti.

Barang bukti yang polisi kumpulkan antara lain berupa rekaman video CCTV dan rekaman video dari sejumlah pihak.

Dari hasil olah TKP dan barang bukti, telah memberikan petunjuk siapa terduga pelaku pembakaran gedung wakil rakyat itu.

Sejauh ini pihak kepolisian belum mengamankan satu orang pun terkait kasus ini. Pengusutan masih dalam tahap penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi.

Regi menegaskan, gedung tersebut tidak dibakar secara spontan. Menurutnya, tidak ada pembakaran spontan. Pasti orang yang melakukannya membakar secara sadar.

Dia pun menegaskan, tidak ada pembiaran dari aparat agar gedung terbakar. Pengamanan saat itu mungkin terkesan longgar karena polisi harus melakukan pengamanan di dua titik demo.

“Karena ada dua titik demo, bantuan datang ketika sudah terbakar,” tandansya.

Tujuh Tuntutan Mahasiswa

Seperti diberitakan, massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB melakukan demo di Polda dan DPRD NTB, Sabtu (30/8/2025).

Sempat terjadi kericuhan hingga berujung perusakan barang saat aksi demo di Mapolda NTB dan pembakaran gedung wakil rakyat itu.

Ada tujuh tuntutan massa aksi dalam demonstrasi tersebut. Yakni, menolak Rancangan Undang-Undang KUHAP yang akan melegitimasi kesewenang-wenangan aparat untuk melakukan represivitas.

Menuntut segala bentuk represivitas dan intimidasi aparat penegak hukum terhadap massa aksi, segera mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak dan menghukum pelaku penabrak pengemudi Ojol. Serta meminta pihak kepolisian untuk transparan dalam kasus penabrakan Ojol.

Mereka juga menuntut membebaskan semua aktivis atau massa aksi yang sedang ditahan di seluruh Indonesia dan meminta DPRD NTB untuk segera menindaklanjuti tujuh poin tuntutan massa aksi tersebut. (mit)

Ada Dugaan Penggunaan Bom Molotov pada Pembakaran Gedung DPRD NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram menduga ada penggunaan bom molotov dalam pembakaran Gedung DPRD NTB saat unjuk rasa pada Sabtu (30/8/2025).

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Mataram, AKP Regi Halili, Rabu (3/9/2025) menyebutkan, selain dibakar dengan bahan yang mudah terbakar, terbakarnya gedung juga disebabkan adanya bom molotov.

Terkait apakah ada dugaan penggunaan bahan bakar bensin, Regi mengaku masih mendalami perihal itu.

Ia membeberkan, pihaknya telah mengantongi video yang memperlihatkan bagaimana cara gedung tersebut terbakar.

“Kita punya video cara mereka membakar. Bakar dari bawah ke atas, ada yang lempar bom molotov,” ucapnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Sumbawa itu menegaskan bahwa tidak ada pembakaran spontan. Pastinya pembakaran dilakukan secara sadar.

Saat ini penyelidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan beberapa barang bukti.

Barang bukti yang polisi kumpulkan antara lain berupa rekaman video CCTV dan rekaman video dari sejumlah pihak. Dari hasil olah TKP dan barang bukti, telah memberikan petunjuk siapa terduga pelaku pembakaran gedung wakil rakyat itu.

Regi menegaskan, gedung tersebut tidak dibakar secara spontan. Menurutnya, pasti orang yang melakukannya membakar secara sadar.

Sebelumnya, dia menyebut bahwa gedung wakil rakyat itu dapat dengan cepat terbakar karena banyaknya bahan yang mudah terbakar.

“Bahan yang mudah terbakar seperti kardus, ban, dan kayu,” benernya.

Atap gedung memang berbahan besi, tetapi di bawah besi ada banyak bahan bermaterial kayu. Oleh karena itu, api dapat melalap gedung dengan cepat. Belum lagi adanya karpet-karpet dan bahan-bahan plastik yang ada di dalam gedung.

Pihaknya juga telah menyelidiki titik-titik api dan berdasarkan analisis tim identifikasi, ada tiga titik yang dibakar di bagian tengah gedung.

Tidak ada pembiaran dari aparat agar gedung itu terbakar kata dia. Pengamanan saat itu mungkin terkesan longgar karena polisi harus melakukan pengamanan di dua titik demo.

“Karena ada dua titik demo, bantuan datang ketika sudah terbakar,” tandansya. (mit)

Pasca Kantor Terbakar, Anggota DPRD NTB Siap “Work From Everywhere”

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pasca insiden pembakaran kantor DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh massa aksi pada 30 Agustus 2025 lalu, tempat ngantor para wakil rakyat sudah tak ada lagi. Namun, para anggota dewan menyatakan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas konstitusional meski tanpa gedung resmi.

Anggota DPRD NTB, H. Lalu Arif Rahman Hakim, menegaskan bahwa pihaknya siap bekerja dari mana saja demi menjaga kelangsungan fungsi lembaga legislatif. “Kami tetap melakukan rapat koordinasi dan menjalankan tugas di tempat-tempat yang memungkinkan. Gedung yang tidak terpakai, kantor sementara, bahkan ruang publik, kami siap tempati,” ujarnya di Mataram, Rabu (3/9/2025).

Menurut Arif, fleksibilitas ini merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat NTB. “Kami siap work from everywhere. Tidak ada rotan, akar pun jadi. Yang penting, fungsi-fungsi kami tetap berjalan dan aspirasi rakyat tetap tersalurkan,” katanya.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai lokasi kantor pengganti DPRD NTB. Pemerintah Provinsi NTB tengah mengkaji opsi relokasi sementara sambil menunggu proses rehabilitasi gedung utama yang rusak parah akibat aksi massa.

Gedung DPRD NTB dilalap api usai aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat berakhir ricuh, Sabtu (30/8/2025). Akibat peristiwa tersebut, seluruh aktivitas dewan tidak bisa lagi dilakukan di kantor DPRD NTB di Jalan Udayana, Kota Mataram.

Sebagai langkah darurat, DPRD NTB akan membangun tenda di area luar gedung untuk dijadikan kantor sementara. Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, menyampaikan hal itu usai menghadiri rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di pendopo Gubernur NTB, Sabtu malam

“Untuk sementara kami akan pakai tenda sebagai sekretariat,” kata Isvie.

Menurutnya, pembangunan tenda darurat menjadi solusi jangka pendek agar tugas dan fungsi legislatif tidak terhambat. Isvie juga sudah menyampaikan kebutuhan itu langsung kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.(ris)

Pariwisata Senggigi Tetap Kondusif Meski Ada Demo

Mataram (globalfmlombok.com) – Meski sejumlah negara mengeluarkan travel warning ke Indonesia akibat aksi demonstrasi di beberapa wilayah, industri pariwisata di Senggigi, Lombok Barat tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Tingkat okupansi hotel di Senggigi bahkan mencapai angka 85–90 persen.

Ketua Asosiasi Hotel Senggigi, Ketut Murtajaya, mengatakan bahwa situasi di kawasan wisata Senggigi masih aman dan kondusif. Aktivitas perhotelan berlangsung normal tanpa gangguan berarti, termasuk pasca aksi demonstrasi yang sempat berujung pada pembakaran kantor DPRD NTB.

“Sejauh ini situasi di Senggigi aman. Aktivitas hotel berjalan normal, tidak ada gangguan berarti. Okupansi kita masih di kisaran 90 persen,” ujar Ketut, yang juga menjabat sebagai General Manager Holiday Resort, Selasa, 2 September 2025.

Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Kanada telah mengeluarkan imbauan perjalanan (travel advisory) ke Indonesia. Namun menurut Ketut, sejauh ini belum terlihat dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Senggigi.

“Kami ada grup booking dari Malaysia di akhir bulan ini. Belum ada pembatalan, tapi mereka wait and see. Kalau kondisi tetap stabil, mereka tetap datang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar wisatawan memahami bahwa demonstrasi yang terjadi lebih banyak menyasar gedung pemerintahan, bukan destinasi wisata. “Bahkan beberapa tamu menganggap ini hal biasa, karena di negara mereka juga ada kejadian serupa. Selama objek wisata tidak terganggu, mereka tetap merasa nyaman,” ungkap Ketut.

Meski demikian, Ketut tetap mengingatkan potensi dampak yang lebih besar apabila situasi keamanan nasional memburuk dan menjalar ke kawasan wisata.  “Kalau nanti meluas ke destinasi wisata, tentu ini bisa berpengaruh serius terhadap pariwisata. Karena itu, kami berharap stabilitas terus terjaga,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memberikan jaminan keamanan maksimal di sektor-sektor vital pariwisata. “Yang paling penting adalah memastikan keamanan di bandara, pelabuhan, dan destinasi wisata utama. Itu kunci agar wisatawan tetap percaya datang ke NTB,” imbuhnya.

Dengan tingkat okupansi hotel yang masih tinggi, pelaku usaha pariwisata di Senggigi tetap optimis terhadap pertumbuhan pariwisata NTB. Ketut berharap sinergi antara pemerintah, aparat, dan pelaku industri wisata terus diperkuat. “Harapan kami situasi tetap kondusif, jangan sampai berlarut. Karena kalau stabil, pariwisata akan berkembang lebih baik lagi,” pungkasnya. (bul)

Dua Pembangunan Jembatan Masuk Proses Tender

Mataram (globalfmlombok.com) – Dua jembatan yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada awal Juli 2025 di Kota Mataram kini resmi masuk ke dalam proses lelang tender. Kedua jembatan tersebut adalah Jembatan Perumahan Mahkota Britas dan Jembatan Karang Kemong yang terletak di Kelurahan Cakranegara Barat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, membenarkan bahwa seluruh proses perencanaan teknis telah selesai. Saat ini, kedua proyek telah tayang di sistem lelang elektronik (LPSE) dan menunggu proses pemilihan pemenang tender. “Sudah tayang lelang, kita tinggal tunggu pemenangnya,” ujarnya, Selasa, 2 September 2025.

Lale menjelaskan bahwa total anggaran untuk dua jembatan tersebut mencapai sekitar Rp5,4 miliar, yang bersumber dari revisi APBD Tahun 2025. Pengerjaan fisik ditargetkan dapat dimulai pada September 2025 dan selesai sebelum akhir tahun.

Adapun rincian anggaran, Jembatan Mahkota Britas akan dibangun kembali dengan desain konvensional, seperti bentuk awalnya, dengan anggaran sekitar Rp2,3 miliar.

Sementara jembatan di Karang Kemong akan menggunakan kerangka besi seperti jembatan di Dasan Agung, menyesuaikan karakteristik medan dan kebutuhan konstruksi di lokasi tersebut. “Kami pastikan proses pembangunan mengikuti spesifikasi teknis dan memperhatikan daya tahan terhadap bencana, terutama banjir,” tegasnya.

Jembatan Mahkota Britas dan Karang Kemong menjadi prioritas, karena mengalami kerusakan cukup parah akibat tingginya intensitas hujan yang memicu banjir bandang di wilayah Mataram pada awal Juli 2025. Arus deras menggerus fondasi dan struktur utama jembatan, sehingga akses warga menjadi terganggu selama lebih dari sebulan.

Selain dua jembatan tersebut, Dinas PUPR juga mencatat sejumlah infrastruktur lain seperti talud, bronjong, dan tanggul yang rusak akibat banjir. Perbaikan infrastruktur pendukung ini diajukan melalui APBD Perubahan (APBD-P) dengan total anggaran mencapai Rp7 miliar, yang saat ini masih dalam proses persetujuan.

Lale berharap seluruh proses berjalan lancar agar proyek-proyek infrastruktur yang rusak bisa segera diperbaiki dan kembali berfungsi optimal, terutama mengingat pentingnya peran jembatan dan saluran penahan air dalam mencegah dampak lanjutan dari bencana. (pan)

Dukung Gelaran MotoGP, MGPA Rekrut 1.495 Volunteer

Praya (globalfmlombok.com) – Sebanyak 1.495 volunteer berhasil terjaring dalam seleksi yang dilaksanakan oleh Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Para volunterr tersebut nantinya akan ditugaskan untuk mendukung gelaran ajang MotoGP Mandalika yang akan berlangsung pada 3-5 Oktober 2025 mendatang. Mayoritas volunteer yang terjaring berasal dari Lombok Tengah (Loteng), Kota Mataram, Lombok Barat (Lobarr) serta Lombok Timur (Lotim).

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria dalam keterangan, mengungkapkan rekrutmen volunteer ajang MotoGP disambut antusiasme tinggi dari masyarakat. Di mana total ada 2.225 orang yang mendaftar untuk mengikuti seleksi volunteer dari berbagai wilayah. Setelah melalui seleksi wawancara yang telah berlangsung pada 4-9 Agustus 2025 lalu terpilihnya sebanyak 1.495 orang.

Sebelumnya bertugas, para volunteer itu nantinya akan menjalani pelatihan khusus terlebih dahulu. Untuk mengenali tugasnya masing-masing. Sehingga saat bertugas nantinya, para volunteer tersebut bisa menjalankan tugasnya dengan maksimal. “Para volunteer ini akan segera mengikuti pelatihan khusus yang dijadwalkan dimulai begitu seluruh kebutuhan teknis per divisi selesai dikompilasi,” sebut Priandhi.

Selain volunteer lanjut Priandhi, pihaknya juga  menyiapkan sebanyak 380 marshal yang nantinya akan bertugas khususnya di lintasan selama pelaksanaan balapan MotoGP berlangsung. Pelatihan bagi marshal tersebut pun sudah dimulai sejak Kamis (28/8) lalu. Dengan pengawasan langsung dari tim Federation Internationale de Motocyclisme (FIM).

“Pelatihan marshal diikuti oleh koordinator lapangan, chief marshal dan chief radio yang memang berperan sebagai ujung tombak dalam memastikan keamanan serta kelancaran jalannya balapan nantinya,” imbuhnya.

Ia menegaskan, para volunteer dan marshal tersebut akan dipersiapkan secara professional. Hal itu penting agar bisa mendukung jalannya event MotoGP dengan maksimal. Di mana kehadiran para volunteer dan marshal yang hampir semuanya masyarakat local tidak hanya akan memperkuat aspek operasional saja. Tetapi juga menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat lokal dalam menghadirkan IndonesianGP 2025 sebagai sebuah ajang olahraga internasional yang aman, berkelas, dan membanggakan Indonesia. (kir)

Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi RSUD Jilid II Masih Terkendala

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa, mengaku belum bisa menetapkan tersangka di dugaan korupsi pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD Sumbawa senilai Rp1,087 miliar.

“Belum kita tetapkan tersangka, karena kita masih menunggu hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) dari auditor Inspektorat Kabupaten,” kata kasi intelejen Kejari Sumbawa, Zanuar Irkham, kepada Suara NTB, Selasa, 2 September 2025.

Ia melanjutkan, penyidik juga saat ini tengah melakukan pemilihan terhadap dokumen yang disita sebelumnya untuk proses audit PKN-nya. Hal itu perlu dilakukan, karena pada saat penggeledahan semua dokumen diamankan sebagai barang bukti.

“Masih kita pilah mana yang sifatnya administrasi. Misalnya di proses pengadaan itu sifatnya masih administrasi sehingga kita perlu lakukan pemilahan,” ujarnya.

Berdasarkan ada 23 item yang masuk dalam agenda pemeriksaan dan dokumennya telah disita sebelumnya. Sehingga dari 23 item perlu dilakukan pemilihan mana yang masuk ranah pelanggaran administrasi dan perbuatan pidana.

“Jadi, yang kita pilah itu mana yang masuk tindak pidana korupsinya dan kesalahan administrasi. Sehingga pada saat penghitungan nanti tidak menimbulkan persoalan,” tambahnya.

Ia tidak menampik, dalam penanganan kasus itu, pihaknya sudah mengantongi hasil audit tertentu yang disampaikan inspektorat. Hanya saja hasil audit tersebut tidak bisa digunakan sebagai dasar penetapan tersangka karena harus menunggu hasil PKN.

“Kalau hasil audit tertentu yang disampaikan Inspektorat potensi kerugian negaranya Rp1, 087 miliar, tinggal kita menunggu hasil PKN nya saja untuk penetapan tersangka,” ucapnya.

Zanuar pun meyakinkan, di kasus tersebut penyidik meyakini Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di kasus tersebut yakni dugaan mark up anggaran di proses penyedian barang dan jasa. Indikasi PMH tersebut ditemukan setelah melakukan pemeriksaan belasan orang saksi.

“Kalau untuk PMH-nya sudah ada, tinggal kita tunggu hasil audut dan perampungan berkas pemeriksaan sebelum kita tetapkan tersangka,” ucapnya.

Disinggung terkait potensi identitas calon tersangka di kasus tersebut, ia mengaku sudah ada. Hanya saja untuk penetapannya pihaknya masih menunggu hasil audit terlebih dahulu untuk memudahkan penanganan lebih lanjut.

“Kalau untuk calon tersangkanya sudah ada, tetapi kami belum tetapkan karena audit PKN-nya belum kita terima dari Inspektorat,” ujarnya.

Pengusutan terhadap kasus tersebut, berkaitan dengan hasil LHP BPK-RI tahun 2022 lalu. Dimana ditemukan adanya kelebihan pembayaran yang dilakukan oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) terhadap rekanan penyedia (kontraktor) di pelaksanaan sejumlah kegiatan.

Kelebihan pembayaran itu ditemukan pada pekerjaan pembangunan pagar, paving block, dan rehabilitasi ruang rawat. Selain itu ada anggaran makan minum di RSUD Sumbawa yang masuk dalam item temuan BPK-RI.

Berdasarkan data yang dihimpun Suara NTB, di hasil audit kepatuhan tahun 2022 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditemukan dugaan penyimpangan anggaran senilai Rp1,87 miliar. Masalah ini juga menjadi fakta persidangan dengan terdakwa dr. Dede Hasan Basri di kasus suap dan gratifikasi.

Bahkan di LHP BPK juga sudah jelas yang bertanggung jawab atas munculnya kerugian negara itu adalah Direktur RSUD Sumbawa. Kerugian negara tersebut muncul dari adanya kelebihan pembayaran yang dilakukan PPK ke sejumlah rekanan. (ils)