Beranda blog Halaman 321

DPRD NTB Pertanyakan Rencana Suntikan Dana Rp8 Miliar ke PT GNE

Mataram (globalfmlombok.com) – Rencana Pemerintah Provinsi NTB untuk menggelontorkan dana segar sebesar Rp8 miliar kepada PT Gerbang NTB Emas (GNE) menuai sorotan tajam dari DPRD NTB. Kalangan legislatif menilai langkah tersebut tidak tepat, mengingat kondisi internal BUMD tersebut yang dinilai sedang “sakit parah”.

Anggota Komisi III DPRD NTB yang membidangi keuangan, perbankan, dan BUMD, Muhammad Aminurlah, menyampaikan bahwa pemberian modal tambahan kepada GNE di tengah masalah manajerial dan keuangan yang kompleks merupakan keputusan keliru. “Mana mungkin kalau sudah sakit komplikasi, mau dikasih vitamin sebanyak apa pun, nggak bisa,” tegas Aminurlah, Minggu (7/9/2025).

Aminurlah menyarankan agar Pemprov NTB terlebih dahulu melakukan audit investigasi dan due diligence sebelum memutuskan menyuntikkan dana tambahan. Ia menilai restrukturisasi menyeluruh diperlukan sebelum modal kembali dikucurkan. “Yang pertama dilakukan audit investigasi. Yang kedua audit tuntas,” ujarnya.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengkritisi kontribusi dividen PT GNE terhadap pendapatan daerah yang dinilai minim, bahkan nol persen di tahun 2024. Ia mempertanyakan urgensi pemberian dana tambahan jika tidak ada manfaat langsung yang dirasakan masyarakat.

“Deviden untuk daerah tidak ada. Nol persen. Karena ini uang rakyat, perlu dipertanyakan sejauh mana penggunaan uang selama ini,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun :

2021: GNE menyetor dividen sebesar Rp1,5 miliar. 2022: Turun menjadi Rp1,18 miliar. 2023: Kembali turun ke angka Rp987 juta. 2024: Tidak ada dividen yang disetorkan ke kas daerah. Penurunan tren ini memperkuat alasan DPRD NTB untuk meminta peninjauan ulang terhadap keputusan suntikan dana tersebut.

Aminurlah mendesak Gubernur NTB untuk bersikap tegas dan tidak gegabah dalam mengalokasikan anggaran. Ia mengingatkan bahwa dana yang akan digunakan berasal dari uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan dengan transparan. “Saya minta kepada Pak Gubernur, harus audit investigasi dan audit tuntas terhadap PT GNE,” pungkasnya. (ndi)

1.200 Ton Sampah Menumpuk, DLH Targetkan Normalisasi Sebulan Lewat Insinerator

Mataram (globalfmlombok.com) – Sekitar 1.200 ton sampah masih menumpuk di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, Kota Mataram. Kondisi ini membuat TPST mengalami overkapasitas, sehingga membutuhkan penanganan segera agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menargetkan proses normalisasi dalam waktu satu bulan, dengan memanfaatkan insinerator yang tersedia di TPST untuk membakar sampah yang tidak dapat didaur ulang.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengatakan, penumpukan terjadi akibat tingginya volume sampah yang masuk setiap hari, sementara kapasitas pengolahan terbatas.

“Saat ini sekitar 1.200 ton sampah masih mengendap dan belum ditangani. Kita targetkan bisa dikosongkan dalam waktu satu bulan melalui pembakaran menggunakan insinerator,” ujarnya, Minggu, 7 September 2025.

DLH telah menyiapkan langkah operasional intensif, di mana insinerator akan dioperasikan setiap hari untuk membakar sampah secara bertahap. Langkah ini dinilai sebagai solusi cepat dalam mengurangi beban sampah yang telah menumpuk terlalu lama.

Denny menjelaskan bahwa insinerator yang dimiliki saat ini mampu memproses hingga 10 ton sampah per hari, dengan dua kali pembakaran dan waktu operasional mencapai 16 jam per hari.

“Fokus kami adalah membakar sampah yang tidak bisa dipilah atau didaur ulang. Ini bagian dari upaya percepatan normalisasi agar area TPS tidak terus-menerus dalam kondisi darurat,” jelasnya.

DLH juga memastikan, proses pembakaran dilakukan dengan mengutamakan standar keamanan dan pengendalian emisi, agar tidak menimbulkan pencemaran udara. “Alat insinerator ini tidak mengeluarkan asap, jadi aman. Sudah melalui uji coba dan memiliki izin resmi,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkot Mataram bersama DLH telah melakukan uji coba operasional insinerator di TPST Sandubaya pada Rabu, 3 September 2025. Uji coba tersebut berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Saat ini, Pemkot Mataram memiliki tiga unit insinerator, masing-masing berasal dari hibah Pemerintah Provinsi NTB, hibah RSUD Kota Mataram H. Moh. Ruslan, dan pengadaan langsung oleh Pemkot Mataram melalui APBD.

Selain penanganan jangka pendek melalui insinerator, DLH juga berkomitmen memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dari sumber dan pengelolaan berbasis masyarakat, salah satunya melalui penguatan bank sampah.

“Sekarang sudah ada program ‘Tempah Dedoro Organik’ yang belum lama ini diluncurkan. Harapannya bisa membantu menurunkan volume sampah yang masuk ke TPS,” ujarnya.

Penanganan penumpukan sampah di TPST Sandubaya ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Mataram menjaga kebersihan kota dan memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan secara efektif dan berkelanjutan. (pan)

Rp4 Miliar Potensi Retribusi Sampah Hilang

Mataram (globalfmlombok.com) – Pengelolaan retribusi daerah di Kota Mataram, masih menjadi pekerjaan rumah. Pasalnya, sejumlah Rp4 miliar potensi retribusi sampah hilang dari target.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi dikonfirmasi pekan kemarin menjelaskan, target retribusi parkir pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025, mencapai Rp12 miliar. Target ini dipastikan tidak terlampui, karena capaian retribusi persampahan di tahun 2024 saja, hanya mencapai Rp6 miliar.

Ia memastikan capaian retribusi pengelolaan persampahan hanya sekitar Rp7,5 miliar-Rp8 miliar. “Pokoknya sekitar Rp4 miliar retribusi persampahan yang lost (hilang,red),” terangnya.

Faktor utama tidak tercapainya retribusi persampahan sebut Denny, adalah belum diberlakukan peraturan daerah tentang perubahan tarif retribusi daerah.

Dalam perda yang baru kata dia, retribusi sampah naik dari Rp5 ribu menjadi Rp10 ribu perbulan. Faktanya perubahan tarif tidak dinaikan karena kebijakan kepala daerah. “Target dinaikan sementara tarif retribusi tidak dinaikan,” ujarnya.

Dua metode penarikan retribusi persampahan di Kota Mataram. Pertama, pembayaran retribusi dititip di PT. Air Minum Giri Menang (Perseroda). Masyarakat membayar tagihan air sekaligus membayar retribusi persampahan ke daerah.

Kedua, penarikan secara mandiri. Retribusi ditarik secara mandiri terutama di toko,restaurant, hotel dan lain sebagainya. Khusus retribusi di PT. AMGM tidak ada masalah alias pembayarannya sesuai target. “Kalau di PDAM tetap on the track pembayarannya,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram menambahkan, strategi peningkatan retribusi persampahan melalui optimalisasi kerja sama dengan pihak ketiga. Diantaranya, hotel, restaurant, dan universitas.

Kerja sama pengelolaan sampah kata Denny, baru diterapkan dengan Universitas Islam Negeri Mataram dan Epicentrum Mall. Kerja sama dengan pihak ketiga dinilai cukup membantu dalam peningkatan retribusi daerah. “Kita akan coba menjalin kerja sama dengan kampus-kampus dan hotel di Mataram,” demikian kata dia. (cem)

Dorong Keterlibatan Sanggar Seni Lokal

WAKIL Ketua Komisi II DPRD Mataram, Siti Fitriani Bakhreisyi mendorong keterlibatan aktif sanggar seni lokal dalam berbagai event pariwisata tahunan sebagai bagian dari strategi pembinaan pelaku seni dan pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya di Kota Mataram.

Pipit, sapaan akrabnya, menegaskan pentingnya sinergi antara pelaku seni dan penyelenggara event pariwisata. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan kegiatan seni sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi sanggar seni di Kota Mataram. “Apabila ada event tahunan yang memang kita punya, kita harus bekerja sama dengan sanggar seni yang ada di Kota Mataram,” ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram pekan kemarin.

Menurut Pipit, pendapatan sanggar seni dalam event-event tersebut nantinya akan diperoleh dari penjualan tiket atau karcis kunjungan para wisatawan, khususnya dari luar daerah. Oleh karena itu, partisipasi aktif pelaku seni menjadi bagian penting dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah.

Lebih lanjut dijelaskan, event-event tahunan yang diselenggarakan di Kota Mataram diharapkan dapat dijadwalkan secara rutin dan masuk dalam kalender event nasional. Dengan begitu, wisatawan, khususnya saat musim libur sekolah, dapat menjadikan event tersebut sebagai salah satu destinasi kunjungan utama.

“Kita ingin saat liburan sekolah, wisatawan yang datang ke NTB, khususnya ke Kota Mataram, sudah tahu bahwa di sini ada event seni yang bisa mengedukasi pelajar dan pemuda,” jelasnya.

Event-event tersebut tidak hanya menjadi panggung ekspresi bagi pelaku seni, namun juga wahana edukatif bagi generasi muda. Keterlibatan sanggar seni lokal menjadi sentral karena merekalah yang akan menampilkan pertunjukan yang bernilai budaya sekaligus inspiratif.

“Yang perlu kita perhatikan sekarang adalah pembinaan keterampilan secara personal. Mungkin sanggar seni sudah mengakomodir beberapa seniman, tapi ada juga bibit-bibit dari sekolah yang perlu kita libatkan,” ujar politisi Nasdem ini.

Pemerintah, lanjut dia, berkomitmen merangkul semua elemen, baik sanggar seni maupun komunitas seni dari lingkungan pendidikan, agar bisa diberdayakan dan dilibatkan dalam event-event seni dan budaya. Salah satu usulan yang mengemuka adalah menggabungkan beberapa event kecil menjadi satu event besar yang terjadwal secara rutin.

Event-event pariwisata yang cakupannya kecil bisa kita gabungkan menjadi satu event besar yang memiliki daya tarik nasional,” tambahnya.

Pemanfaatan ruang publik seperti Teras Udayana dan Loang Baloq juga menjadi perhatian sebagai lokasi strategis untuk menyelenggarakan event seni dan budaya. Lokasi-lokasi tersebut dinilai mampu menarik perhatian wisatawan dan memberi ruang tampil bagi para seniman lokal. “Tinggal bagaimana mereka dibina dan dijadwalkan secara rutin, sehingga bisa tampil sesuai periode tertentu,” kata anggota dewan dari daerah pemilihan Selaparang ini.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pariwisata berbasis seni budaya, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku seni di Kota Mataram. (fit)

Belanja Secara Daring, Masyarakat Perlu Waspadai Modus Penipuan

Mataram (globalfmlombok.com) – Era digital memudahkan masyarakat bertransaksi untuk memenuhi kebutuhan. Salah satunya dengan berbelanja secara online (dalam jaringan,red). Masyarakat sering terjebak dengan harga murah. Hal ini perlu diwaspadai karena menjadi modus penipuan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suandiasa membenarkan, perkembangan era digital saat ini, menghadirkan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi secara elektronik, termasuk berbelanja. Berbelanja secara online harus cerdas memilih platform kredibel.

Pengguna gawai bisa melihat dari rating platform serta review dari pelanggan sebelumnya. “Sebenarnya cara mengeceknya sangat mudah tinggal lihat saja rating atau bintang berapa platform digital itu,” terangnya dikonfirmasi pekan kemarin.

Masyarakat sering terjebak dengan harga murah. Kata Nyoman, harga murah terkadang menjadi modus penipuan. Ia menyebutkan, belanja secara online di marketplace seperti Facebook dan Instagram paling rawan penipuan. Pelakunya memanfaatkan platform digital untuk mencari keuntungan pribadi. “Sebuah kekonyolan apabila masyarakat terjebak dengan harga murah,” ujarnya.

Platform digital yang kredibel sangat banyak dan menyediakan segala kebutuhan pelanggannya. Nyoman menyadari literasi digital masyarakat relatif cukup rendah, sehingga mudah terpengaruh kemudian menjadi korban penipuan.

Pihaknya sering menyelenggarakan internet sehat dan menggandeng beberapa komunitas untuk sosialisasi literasi digital pada masyarakat. “Tetapi memang belum cukup masif dilaksanakan. Kita pahami karena kecepatan dunia digital ini,” ujarnya.

Menurut Nyoman, melawan modus penipauan di marketplace harus melibatkan stakeholder, untuk melakukan literasi digital secara masif. Tanggungjawab ini tidak hanya pemerintah yang bergerak, melainkan organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, platform digital dan lain sebagainya.

Masyarakat disarankan berbelanja secara online melalui platform digital yang memiliki standar operasional prosedur, tata kelola yang baik dan lain sebagainya. (cem)

Kewenangan Pemprov Dicabut, Ratusan Tambak Udang di NTB Belum Kantongi Izin

Mataram (globalfmlombok.com) – Ratusan tambak udang di NTB hingga kini belum mengantongi izin resmi. Kondisi ini kian rumit setelah pemerintah pusat mengambil alih kewenangan perizinan dan pengawasan pemanfaatan air laut melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025.

Berdasarkan hasil pemetaan dan pendampingan terlihat sebagian besar pelaku usaha tambak udang di NTB belum memenuhi perizinan. Dari total 193 tambak komersial yang terdata, hanya sekitar 10 tambak yang mampu memenuhi syarat izin dan dokumen lingkungan.

Seperti memperbaiki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Kelayakan Operasional (SLO) sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1 Tahun 2025.

Sebelumnya, di era PP Nomor 5 Tahun 2021, kewenangan izin pemanfaatan air laut berada di provinsi. Namun kini, pemerintah pusat sepenuhnya mengeluarkan izin penggunaan air di atas 30 meter kubik per bulan.

Hal tersebut membuat pemerintah provinsi tak lagi memiliki acuan untuk mengawasi langsung aktivitas tambak-tambak udang yang terus menjamur di NTB.

“Kalau pun kami melakukan pengawasan, memang gratis jalan-jalan ke sana. Pemprov bukan melakukan pembiaran. Di sini KPK harus tegak lurus memperbaiki manajemen sistem regulasi,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim.

Risiko Serius terhadap Keberlanjutan Ekologi

Ia menegaskan, situasi ini bisa menimbulkan risiko serius terhadap keberlanjutan ekologi daerah. Tanpa regulasi dan sistem pengawasan yang jelas, aktivitas tambak berpotensi merusak lingkungan pesisir dan laut NTB. “Kalau tidak, ekologi provinsi bisa hancur. Solusinya adalah perbaikan regulasi,” lanjutnya.

Di tengah kondisi fiskal daerah yang semakin terbatas, pemerintah provinsi mengaku kesulitan melakukan pembinaan dan pengawasan tambak udang di NTB. Meski berstatus sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, Muslim menilai perlu ada dukungan nyata, baik sistem maupun anggaran, agar pengawasan tambak udang tidak sekadar formalitas.

Kendati mengaku memiliki keterbatasan dalam penanganan tambak udang tidak berizin. Muslim menegaskan memberikan waktu hingga Mei tahun depan kepada seluruh pelaku tambak untuk menyesuaikan persyaratan perizinan dan tata kelola lingkungan sesuai dengan regulasi yang ada.

“Ini seusai peringatan keras dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebetulnya memberikan tenggat hingga September 2025,” tegasnya.

Tindak Tegas Pelaku Tambak Udang di NTB

Sebelumnya, Ketua Korsup Wilayah V KPK, Dian Patria, mengatakan akan menindak tegas para pelaku tambak udang di NTB yang belum memenuhi izin. Untuk seluruh proses perizinan, KPK memberikan waktu satu tahun untuk melengkapi izin sesuai instruksi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI.

“Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) sudah berlaku. Tetapi diberikan waktu hingga Mei 2026 untuk melengkapi izin tambaknya,” katanya.

Jika pelaku tambak udang di NTB tidak mengindahkan peringatan itu, KPK siap mengambil langkah tegas. KPK dapat menjatuhkan sanksi mulai dari penutupan tambak hingga proses hukum pidana.

Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, KPK menemukan mayoritas tambak udang di NTB belum sesuai aturan. Dari 10 lokasi sampel, hanya dua tambak yang memenuhi petunjuk teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bahkan, pengelola membuang banyak limbah IPAL langsung ke laut tanpa proses pengolahan.

“Kalau dibiarkan, laut NTB bisa rusak. Laut NTB sudah dikenal indah. Kalau dirusak, yang rugi masyarakat,” tandasnya. (era)

Jelajah Tanjung Bloam, Wisatawan Senang Sinyal Telkomsel Tetap Nyala

Praya (globalfmlombok.com)-

Keindahan Tanjung Bloam di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur memikat hati para wisatawan dengan pasir putih dan tebing cadas yang eksotis. Destinasi wisata alam yang mempesona ini terletak di ujung timur Pulau Lombok.

Jika dulu wisatawan yang berkunjung ke destinasi ini harus siap-siap menghadapi kondisi “blank spot”, namun kini wisatawan bisa lebih eksis karena ketersediaan sinyal seluler, dalam hal ini jaringan dari Telkomsel yang tetap stabil. Kondisi ini memberi kenyamanan lebih bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi ini.

Budiarti, wisatawan asal Mataram yang berkunjung awal September 2025, mengaku terbantu dengan kualitas jaringan yang diterimanya. “Kartu simpati saya tetap bisa menangkap sinyal dengan baik, sementara jaringan lain  tidak muncul,” tuturnya, Jumat 5 September 2025.

Menurut Budiarti, jaringan seluler yang stabil memudahkan wisatawan mengakses informasi tentang destinasi, mencari makan, hingga membuka peta untuk navigasi. Selain itu, wisatawan juga dapat langsung membagikan pengalaman melalui media sosial.

“Ini membantu sekali bagi pengguna yang sedang berwisata di daerah terluar. Kita bisa berbagi pengalaman terkait aktivitas wisata secara real time,” ujarnya.

Pesona Tanjung Bloam

Pantai Tanjung Bloam, sebuah pantai nan eksotik yang masih bertetangga dengan pantai Kaliantan dan pantai Tanjung Ringgit di Lombok Timur.

Tanjung Bloam lebih dikenal sebagai wilayah konservasi penyu dengan habitatnya yang berada di sepanjang garis pantai yang memanjang dari ujung selatan sampai ujung utara. Selain penyu, Pantai Tanjung Bloam memiliki keindahan alam yang begitu alami dan tak akan terlupakan oleh para wisatawan.

Begitu tiba di pantai ini, wisatawan akan disuguhkan dengan hamparan pasir putih yang begitu lembut dan air laut yang jernih membiru. Panorama keindahan alam di tempat ini sesekali akan diselingi oleh hilir mudiknya para nelayan yang mencari ikan dengan perahu-perahu kecil mereka.

Daya tarik pantai ini lebih menonjolkan panorama batuan cadas yang begitu menakjubkan seperti lukisan seorang pelukis ulung yang tak ternilai harganya. Dua buah tebing batuan cadas yang mengapit Tanjung Bloam ini memang sangat eksotis. Warna batuan di tebing yang kuning keemasan dengan corak corak hitam tak beraturan menjadikannya terlihat begitu kontrak dan warna dasar pantai yang membiru.

Akses menuju lokasi masih berupa jalan tanah yang berbatu dan berdebu. Namun, tantangan perjalanan terbayar dengan pemandangan laut dan tebing yang dramatis. Pantai ini terletak di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, salah satu kawasan terluar Pulau Lombok.

Manager Mobile Consumer Telkomsel Branch Mataram, Gede Jadiarte, mengatakan jaringan Telkomsel di Nusa Tenggara Barat kini semakin luas dan merata. “Telkomsel terus memberikan pelayanan jaringan maksimal dengan menambah cakupan di daerah blank spot serta memperkuat sinyal di kawasan padat penduduk,” ujarnya.

Dengan dukungan jaringan yang andal, banyak destinasi wisata terluar di Lombok seperti Tanjung Bloam yang bisa dieksplorasi oleh wisatawan digital.(ris)

Seorang Gadis di Lombok Barat Terjatuh ke Sumur Sedalam 12 Meter

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Warga Dusun Sedayu Utara, Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Lombok Barat (Lobar), pada Sabtu (6/9/2025) digegerkan dengan kejadian seorang gadis berusia 17 tahun bernama Hunafa Husaida jatuh ke dalam sumur sedalam 12 meter.

Nyawa korban tertolong, berkat kesigapan tim pemadam kebakaran. Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meski sempat mengalami trauma.

Insiden ini terjadi saat korban diduga terpeleset ketika sedang menimba air di rumah warga. Jatuhnya Hunafa menggegerkan masyarakat sekitar, yang segera berupaya memberikan pertolongan.

Kesaksian Warga dan Proses Penyelamatan

Seorang warga bernama Johri menceritakan bahwa ia mendengar teriakan minta tolong dari ibu korban. “Ibu korban berteriak meminta pertolongan, anaknya yang tercebur di dalam sumur,” ungkapnya.

Saat Johri dan warga lainnya datang, posisi korban berada di dalam sumur, memegang erat tali timba. Kedalaman air di sumur tersebut sekitar satu meter lebih, yang membuat kondisi Hunafa sangat membahayakan. Meskipun warga sempat mencoba menolong, keterbatasan peralatan membuat mereka tidak bisa berbuat banyak.

Akhirnya, warga segera menghubungi pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. Tim Damkar Lombok Barat Bergerak Cepat Respons cepat datang dari tim Damkar Lombok Barat. Danton 2 Damkar Lombok Barat, Husnul Hairi, mengatakan timnya menerima laporan dari warga sekitar pukul 09.30 Wita.

“Ada salah satu warga yang terjatuh dalam sumur. Dari kronologis jatuhnya gadis tersebut belum diketahui,” jelas Husnul Hairi.

Tim Damkar Lombok Barat segera mengerahkan tujuh personel ke lokasi, di mana satu orang di antaranya bertugas sebagai penyelamat yang turun langsung ke dalam sumur. Untuk mengevakuasi korban, tim menggunakan selang pemadam sepanjang 25 meter. Proses penyelamatan berlangsung dramatis, namun berkat kerja tim yang solid, Hunafa berhasil ditarik keluar dari sumur.

“Alhamdulillah dari evakuasi korban ini bisa diselamatkan. Kondisi korban baik, sudah bisa diajak komunikasi namun masih trauma,” tutur Husnul.

Proses evakuasi yang memakan waktu sekitar setengah jam ini berjalan sukses tanpa ada luka-luka pada korban. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kesiapan dan profesionalisme Damkar Lombok Barat dalam menangani situasi darurat yang berisiko tinggi. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berada di dekat sumur, terutama yang memiliki kedalaman ekstrem. (her)

Polisi Periksa Kabag Umum DPRD NTB Perkara Pembakaran Gedung

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram telah memeriksa Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat DPRD Provinsi NTB, Muhammad Erwan terkait pembakaran gedung dewan saat unjuk rasa pada Sabtu (30/8/2025).

Kepala Unit (Kanit) Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram, Iptu Ahmad Taufik membenarkan telah memintai keterangan Erwan perihal terbakarnya Gedung DPRD NTB itu.

“Iya, sudah kami mintai keterangan Kamis (4 September 2025) kemarin,” ucap Taufik, Sabtu (6/9/2025)

Kanit Jatanras itu memilih tidak menjelaskan secara detail terkait dengan materi pemeriksaan hingga pengakuan Erwan. Begitu pula dengan jumlah barang rusak dan perkiraan kerugian terhadap hangusnya gedung wakil rakyat itu.

Dia enggan membeberkan lebih jauh karena penanganan kasus ini masih berjalan di tahap penyelidikan.

“Intinya pemeriksaan ini. berkaitan dengan kasus kebakaran gedung (DPRD NTB),” tuturnya.

Taufik mengaku, sejauh ini hanya baru memeriksa dan mendalami keterangan Erwan selaku Kabag Umum Sekretariat DPRD NTB.

“Jadi saat ini kita masih fokus pihak Sekwan. Untuk ketua dan anggota belum,” jelasnya.

Akan Periksa Ketua DPRD NTB

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili menyebut telah mengagendakan untuk memeriksa Baiq Isvie Rupaeda terkait insiden terbakarnya gedung yang berada di Jalan Udayana, Kota Mataram itu.

“Sekitar Senin besok, kita panggil Bu Ketua DPRD NTB untuk memberikan keterangan kaitannya dengan pembakaran gedung,” kata Regi, Rabu (3/9/2025).

Polisi memerlukan keterangan Isvie untuk mengetahui jumlah kerugian yang timbul dari terbakarnya gedung.

Keterangan Isvie juga diperlukan untuk menaikkan status perkara ini ke penyidikan. Selain Isvie, polisi juga akan meminta keterangan terhadap jajaran anggota dewan lainnya.

“Syarat naik sidik harus timbul kerugian dulu. Apa saja yang dibakar. Intinya kita periksa pihak DPRD NTB dulu,” tuturnya.

Polisi memerlukan keterangan jajaran anggota dewan itu terkait pertanggungjawaban gedung yang telah dibakar.

“Secara anggaran gedung milik negara. Tapi secara struktural ketua wajib bertanggung jawab atas gedung tersebut,” jelas Mantan Kasat Reskrim Polres Sumbawa itu.

Saat ini penyelidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan beberapa barag bukti.

Barang bukti yang polisi kumpulkan antara lain berupa rekaman video CCTV dan rekaman video dari sejumlah pihak.

Dari hasil olah TKP dan barang bukti, telah memberikan petunjuk siapa terduga pelaku pembakaran gedung wakil rakyat itu.

Sejauh ini pihak kepolisian belum mengamankan satu orang pun terkait kasus ini. Pengusutan masih dalam tahap penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi.

Polisi Sebut Tidak Ada Pembakaran Spontan

Regi menegaskan, gedung tersebut tidak dibakar secara spontan. Menurutnya, tidak ada pembakaran spontan. Pasti orang yang melakukannya membakar secara sadar.

Dia pun menegaskan, tidak ada pembiaran dari aparat agar gedung terbakar. Pengamanan saat itu mungkin terkesan longgar karena polisi harus melakukan pengamanan di dua titik demo.

“Karena ada dua titik demo, bantuan datang ketika sudah terbakar,” tandasnya.

Seperti diberitakan, massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB melakukan demo di Polda dan DPRD NTB, Sabtu, 30 Agustus 2025

Sempat terjadi kericuhan hingga berujung perusakan barang saat aksi demo di Mapolda NTB dan pembakaran gedung wakil rakyat itu.

Ada tujuh tuntutan massa aksi dalam demonstrasi tersebut. Yakni, menolak Rancangan Undang-Undang KUHAP yang akan melegitimasi kesewenang-wenangan aparat untuk melakukan represivitas.

Menuntut segala bentuk represivitas dan intimidasi aparat penegak hukum terhadap massa aksi, segera mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak dan menghukum pelaku penabrak pengemudi Ojol. Serta meminta pihak kepolisian untuk transparan dalam kasus penabrakan Ojol.

Mereka juga menuntut membebaskan semua aktivis atau massa aksi yang sedang ditahan di seluruh Indonesia dan meminta DPRD NTB untuk segera menindaklanjuti tujuh poin tuntutan massa aksi tersebut. (mit)

Tiga Unit Rumah Warga Cempi Jaya Dompu Hangus Terbakar, Diduga Disebabkan Arus Pendek

Dompu (globalfmlombok.com) – Tiga unit rumah kayu yang berdampingan di Dusun Langgudi Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu hangus dilalap api pada Jumat (5/9/2025) siang. Api diduga berasal dari rumah milik Ahmad dan dengan cepat merambat ke rumah milik A Halik dan Nurdin yang ada di sampingnya.

Terik matahari dengan angin menjelang umat Islam menunaikan ibadah saalat Jumat, dan di rumah tersebut tidak ada penghuni di dalamnya, membuat api dengan cepat membakar rumah warga.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Saidin (32), anak dari A Halik yang hendak menunaikan salat Jumat. Ia melihat asap mengepul dari rumah milik Ahmad dan apinya mulai berkobar. Ia pun langsung berteriak minta tolong pada warga sekitar.

Upaya warga memadamkan api dengan peralatan seadanya dengan membawa air dari sumur di sekitar, tidak berhasil menghentikan kobaran api. Rumah kayu milik Ahmad dan A Halik pun rata dengan tanah. Kobaran api ini juga sempat membakar dinding samping rumah milik Nurdin.

Kesigapan warga sekitar berhasil melokalisasi api, sehingga tidak menyebar ke perumahan warga sekitar. Namun api benar-benar dipadamkan setelah mobil tanki milik PT Rangga Eka Pratama yang ada di Desa Jala didatangkan Kapolsek Hu’u, Ipda Samsul Rizal membawa air untuk memadamkan api.

Informasi ini dengan cepat direspon pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu. Ketua DPRD Dompu, Ir. Muttakun langsung mengkoordinasikan bantuan darurat bagi ketiga korban dengan Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Dompu. Bantuan pun langsung disampaikan pada Jumat (5/9/2025) sore.

“Terima kasih kepada Dinas Sosial dan BPBD untuk respon cepatnya dalam menyalurkan bantuan untuk penyintas. Respon cepat seperti ini sangat diperlukan dan didambakan oleh Masyarakat,” tulis Muttakun di akun FB-nya seraya menyertaan foto saat dirinya bersama BPBD Dompu menyerahkan bantuan tanggap darurat.

Bupati Dompu, Bambang Firdaus, S.E., juga tidak tinggal diam. Pada Sabtu (6/9/2025) pagi, Bupati didampingi istri juga menyambangi korban kebakaran di Desa Cempi Jaya. Bupati menyerahkan bantuan uang tunai, beras, telur, tenda dan berbagai perlengkapan rumah tangga.

Ia pun meminta korban untuk bersabar atas musibah yang terjadi. Ini merupakan ujian. Karenanya, kepada warga lain untuk tetap waspada dengan selalu mengecek api kompor dan listrik sebelum meninggalkan rumah atau sebelum tidur. Apalagi di musim kemarau ini, angin kencang dan banyak barang mudah terbakar.

Kepada Kepala Desa Cempi Jaya juga diingatkan untuk segera membuat laporan terkait bencana kebakaran secara lengkap kepada pemerintah daerah. Sehingga bisa segera dibantu dan ditangani pemerintah.

Selain kehilangan tempat tinggal, korban kebakaran juga kehilangan harta benda. Seperti sepeda motor, padi hasil panen, dan juga uang tunai. Seperti Ahmad, selain rumah yang ludes terbakar, juga sepeda motor, padi 20 karung, dan uang tunai Rp10 juta di rumahnya ikut terbakar.

Begitu juga dengan A Halik, sepeda motornya ikut terbakar dengan rumah, 25 karung padi, serta dokumen lainnya. Sementara Nurdin hanya terbakar di dinding samping rumahnya dan peralatan elektroniknya. (ula)