Beranda blog Halaman 316

Tinjau Jembatan Putus, Bupati Pastikan akan Buka Akses bagi Masyarakat

Selong (globalfmlombok.com) – Bupati Lotim H. Haerul Warisin, Jumat (19/9) menjelang petang meninjau jembatan putus akibat banjir bandang di Apitaik. Jembatan yang menghubungkan desa Apitaik dengan Teko ini diketahui merupakan akses utama bagi masyarakat. Bupati pun memastikan akan segera membuka akses bagi masyarakat dengan mengalokasikan Rp1 miliar dari dana tanggap darurat (DTT).

Kehadiran Bupati ini disambut warga sekitar. Setelah mengecek kondisi jembatan dan turun langsung ke Sungai Tanggek mengecek langsung dari bawah, Bupati berkesempatan berdialog dengan warga Apitaik dan warga Teko. Jembatan ini juga menjadi satu satunya akses jalan menuju pasar bagi warga Tirtanadi, Korleko, Krumut, dan sekitarnya.

Guna memastikan aktivitas ekonomi warga tetap bisa berjalan, Bupati didampingi Wakil Ketua DPRD Lotim, Abdul Khalid, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Rumah (PUPR) Achmad Dewanto Hadi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lalu Mulyadi.

H. Iron, mengatakan, jembatan tersebut memang sejak awal sudah diusulkan pendanaannya ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan hasil kajian dan evaluasi BPBD Lombok Timur. Saat ini, kata Bupati, usulan itu sudah sampai ke meja Kementerian Keuangan dan masih dalam pembahasan.

“Karena kondisi darurat, kita ambil langkah cepat dengan membangun jalan sementara agar masyarakat tetap bisa melintas. Anggarannya kami siapkan sekitar satu miliar rupiah termasuk untuk normalisasi alur sungai,” ucapnya

Ia menambahkan, jembatan Penghubung Apitaik dengab Teko memang masuk kategori rawan dan sudah tidak layak, sehingga perlu segera perbaikan permanen. Bupati menuturkan sudah komunikasi densjk salah satu anggota DPR RI, khususnya Komisi V, akan terus memperjuangkan agar dana perbaikan segera cair dari pusat.

Sesuai proposal yang diajukan ke BNPB, biaya pembangunan jembatan Rp10 miliar lebih. Prosesnya masih butuhkan waktu. Sehingga kemungkinan besar akan cair tahun 2026. Anggaran pembangunan jembatan cukup besar karena bentangannya cukup panjang, mencapai lebih dari 30 meter.

Ditambahkan, dana Rp1 miliar itu juga sekalian dipergunakan untuk normalisasi sungai guna mengantisipasi ketika terjadi banjir kembali tidak terjadi kerusakan jembatan lebih parah.

“Dana Rp1 miliar ini kita akan lakukan normalisasi sungai supaya kalaupun terjadi banjir masih bisa lancar lah, banjirnya tidak sampai membuat hal yang membahayakan,” demikian katanya. (rus)

Banjir Bandang Terjang Tiga Kecamatan di Lotim: Sebuah Jembatan Putus, Puluhan Hektare Tanaman Padi Hanyut

Selong (globalfmlombok.com) – Banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) pada Kamis (18/9/2025) malam. Banjir yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan satu jembatan putus dan puluhan hektar tanaman padi hanyut.

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, ketiga kecamatan yang terdampak adalah Aikmel, Wanasaba, dan Pringgabaya. Hujan ekstrem yang berlangsung dari pukul 16.00 Wita hingga malam pada Kamis lalu menyebabkan tanggul Sungai Tanggek jebol, sehingga air meluap ke permukiman warga dan areal pertanian.

Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Lalu Mulyadi, saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (19/9/2025) menjelaskan sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) di Desa Tembeng Putik, Kecamatan Wanasaba, terpaksa dievakuasi sementara ke tempat yang lebih aman. Sementara belum ada laporan adanya korban jiwa dan luka-luka dalam musibah ini.

Untuk sementara ini, warga tidak diizinkan tidur di rumah dan diarahkan mengungsi ke rumah tetangga yang lokasinya aman. ‘’Ini dilakukan karena kami khawatir akan adanya banjir susulan yang lebih besar,” kata Mulyadi.

Banjir baru mulai surut sekitar pukul 22.00 Wita, tapi masih menyisakan genangan di beberapa titik, seperti di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya. Tim BPBD pun melakukan upaya penyedotan menggunakan pompa mesin di lokasi-lokasi yang airnya sulit surut.

Dampak kerusakan material yang ditimbulkan cukup signifikan. Satu jembatan di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, putus diterjang banjir. Selain itu, puluhan hektar lahan padi di wilayah Ladon, Kecamatan Wanasaba, hanyut terbawa banjir. Arus air yang deras dari sungai langsung menerjang permukiman warga di Desa Tembeng Putik, khususnya yang berdekatan dengan aliran sungai.

Hingga berita ini ditulis, warga sudah dapat kembali masuk ke rumahnya untuk membersihkan dan menyelamatkan barang-barang. Namun, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan belum disarankan untuk tidur di rumahnya hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.

Kejadian ini telah dilaporkan kepada instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut, termasuk perbaikan infrastruktur dan pendataan kerugian yang lebih detail.

Banjir Sebabkan Jembatan Putus

Mengenai jembatan putus di Desa Apitaik ini diketahui sudah cukup lama mengalami kerusakan juga akibat diterjang banjir. Banjir terparah terjadi pada Kamis malam  yang menyebabkan jembatan yang menghubungkan Desa Apitaik dengan Desa Teko itu kini putus.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, Achmad Dewanto Hadi langsung mengecek kondisi jembatan Jumat pagi.

Kepada Suara NTB, Dewanto Hadi menyampaikan ia meninjau langsung ke lokasi melihat kondisi jembatan Apitaik. Sesuai dengan laporan Camat Pringgabaya dan Kepala Desa Apitaik, debit air yang cukup besar membuat jembatan putus.

“Total sekarang jembatan ini sudah tidak bisa kita fungsikan dan akan kita tutup,’’ ujarnya. Diakui, jembatan ini menjadi satu-satunya akses penghubung antara Desa Teko dengan Desa Apitaik. Tidak jauh dari Jembatan, merupakan Pasar Apitaik.

Melihat kondisi bentangan jembatan yang cukup panjang, sehingga tidak bisa juga dibuatkan jembatan darurat. Karena itu, disarankan warga menggunakan jalur lain. Untuk pengguna jalan selama air sungai tidak terlalu besar masih bisa dilalui, akan tetapi disarankan untuk ditutup dulu karena khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Dewanto Hadi mengakui, jembatan ini sudah lama hendak diperbaiki. Desain pembangunan pun sudah disiapkan dan diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kabarnya, pihak BNPB sudah memberikan restu untuk segera diperbaiki.

Ia mengatakan, kalaupun tidak bisa dialokasikan lewat BNPB, Pemkab Lotim akan coba ajukan penganggarannya lewat APBD tahun anggaran 2026 mendatang. Mengingat kondisi jembatan, harus dilakukan pembangunan ulang dengan bentangan lebih panjang agar lebih aman.

Adapun kisaran dana dibutuhkan untuk pembangunan sekitar Rp 17 miliar. Diawal perencanaan beberapa tahun lalu sudah didesain dengan anggaran Rp 10,5 miliar. Tapi karena perlu penyesuaian sehingga kondisi jembatan ini membutuhkan anggaran yang lebih besar. (rus)

Pulihkan Akses Warga, Pemkot Mataram Bangun Jembatan Sementara

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram membangun jembatan sementara di Lingkungan Karang Kemong, Kelurahan Cakranegara Barat, guna memulihkan akses warga yang terputus akibat jembatan lama rusak diterjang banjir bandang pada 6 Juli 2025 lalu. Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Karang Kemong dengan Lingkungan Majeluk, Kelurahan Pejanggik.

Langkah pembangunan ini ditempuh karena jembatan permanen yang direncanakan masih dalam proses tender, sementara kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung sangat mendesak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning mengatakan, pembangunan jembatan sementara ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.

“Jembatan ini sangat dibutuhkan warga, karena menjadi akses ke sekolah dan ke kuburan,” ujarnya, Kamis, 18 September 2025.

Lale menambahkan, pembangunan jembatan sementara ditargetkan rampung dalam satu hari dan bisa mulai digunakan pada Jumat, 19 September 2025. Namun sebelum dioperasikan, pihaknya akan melakukan uji coba terlebih dahulu untuk memastikan kekuatan dan keamanan struktur.

Jembatan ini tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermotor, dan akan difungsikan khusus untuk pejalan kaki. Keputusan ini, kata Lale, diambil untuk menjaga keamanan serta keberlanjutan jembatan dalam jangka menengah.

“Untuk jembatan permanen pun nantinya tidak disiapkan bagi kendaraan, meskipun secara struktur bisa dilalui. Masyarakat juga mendukung,” jelasnya.

Jembatan sementara tersebut dibangun dengan material besi rangka bekas jembatan sebelumnya yang diperkuat pelat baja, sehingga bersifat semi permanen dan bisa dibongkar-pasang jika dibutuhkan kembali.

“Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, jembatan ini bisa jadi cadangan. Tapi harapan kami, tidak sampai terjadi bencana lagi,” ujar Lale.

Untuk pembangunan jembatan permanen, Pemkot Mataram telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,3 miliar melalui revisi APBD 2025. Saat ini, tahapan lelang sedang berlangsung melalui LPSE dan ditargetkan rampung Desember 2025.

Selain itu, proyek jembatan Mahkota Bertais juga telah masuk tahap konstruksi. Dinas PUPR bersama rekanan CV. Dewi Wangi sudah menandatangani kontrak kerja senilai Rp2,8 miliar.

Terpisah, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana menegaskan, pembangunan jembatan sementara ini adalah bagian dari proses menuju jembatan permanen, yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga empat bulan untuk penyelesaian total, termasuk aspek administrasi, lelang, hingga pelaksanaan fisik.

“Karena masyarakat harus memutar jauh, saya putuskan untuk bangun jembatan sementara agar bisa digunakan dulu,” katanya.

Mohan menambahkan, meskipun disebut sementara, struktur jembatan cukup kuat untuk digunakan dalam jangka waktu panjang selama pembangunan permanen berjalan.

“Kami melihat kebutuhan warga yang sangat tinggi terkait keberadaan jembatan ini, karena akses utama mereka untuk beraktivitas,” pungkasnya. (pan)

Polisi Segel Aktivitas Penambangan Ilegal di Kecamatan Lantung

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa, memasang garis polisi atau police line di lokasi penambangan rakyat ilegal yang terjadi di Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Langkah tegas tersebut ditempuh karena Izin Penambangan Rakyat (IPR) belum disetujui.

“Kami telah melakukan tindakan kepolisian dengan memasang police line terhadap fasilitas yang diduga digunakan sebagai operasional tambang ilegal tersebut,” tegas Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, kepada wartawan, kemarin.

Marieta menegaskan, bahwa kepolisian tidak memiliki kewenangan untuk menerbitkan izin pertambangan. Mengingat untuk proses pengurusan izinnya merupakan kewenangan dari Kementerian ESDM.

“Proses pengurusan perizinan merupakan wewenang dari Kementerian ESDM. Kami tidak punya wewenang apapun terkait pertambangan,” ujarnya.

Selain memasang garis polisi, pihaknya pun juga sudah melakukan pengecekan lokasi tambang tersebut. Hal tersebut dilakukan, menindak lanjuti adanya informasi dugaan bahan peledak di lokasi pertambangan untuk menjaga kondusivitas.

“Kami sudah cek ke lokasi untuk penggunaan bahan peledak dan tidak kita temukan, tetapi yang jelas langkah hukum sudah kami ambil salah satunya pemasangan garis polisi,” ucapnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi terkait dugaan adanya pekerja asing di lokasi tambang. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya hal yang tidak diinginkan serta menjaga kondusivitas wilayah.

“Kami tetap memberikan atensi serius terhadap persoalan tambang ini. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Apalagi aktivitas tambang ini mengakibatkan adanya masyarakat yang pro dan kontra,” tukasnya. (ils)

Jaksa Minta Polisi Pisah Berkas Enam Tersangka Kasus Masker Covid-19

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram telah mengembalikan berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan masker Covid-19 ke pihak kepolisian, Rabu (17/9/2025).

Dalam pengembalian berkas perkara, terdapat sejumlah petunjuk jaksa yang harus dipenuhi oleh penyidik Unit Tipikor Polresta Mataram. Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, Kamis (18/9/2025) mengatakan, petunjuk jaksa yang pertama adalah memisah berkas perkara enam tersangka menjadi lima.

“Sebelumnya penanganan kasus ini dalam tiga berkas. Jaksa meminta agar diubah menjadi lima berkas,” kata Regi.

Jaksa meminta penyidik untuk memisah berkas perkara milik Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) NTB, Wirajaya Kusuma dan Kamaruddin selaku Pejabat Pembuat Komitmen.

“Kemudian mereka meminta berkas M. Haryadi Wahyudin dan Chalid Tomasoang Bulu digabung,” tuturnya.

Berkas perkara milik Dewi Noviany dan Rabiatul Adawiyah tetap terpisah.

Sebelumnya, Wirajaya Kusuma, Chalid Tomasoang Bulu, M. Haryadi Wahyudin, dan Kameuddin berada dalam satu berkas.

“Kami menyatukan empat orang dalam satu berkas karena erannya sama, dua berkas lainnya berbeda-beda waktu itu,” jelasnya.

Petunjuk lainnya, jaksa meminta penyidik untuk melengkapi berkas pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB dan ahli keuangan.

Serta melengkapi berkas pemeriksaan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Regi menyebutkan, pihaknya kini telah mulai untuk memenuhi sejumlah petunjuk jaksa itu.

“Kami garansi secepatnya akan memenuhi seluruh petunjuk jaksa. Sebentar lagi pasti akan P-21,” tandasnya.

Riwayat Penanganan Kasus Pengadaan Masker Covid-19

Kasus ini bermula dari proyek pengadaan masker pada tahun 2020 dengan anggaran sebesar Rp12,3 miliar, yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Dinas Koperasi dan UMKM NTB. Pihak dinas pada saat itu melakukan pengadaan dalam tiga tahap dan melibatkan lebih dari 105 pelaku UMKM.

Berdasarkan Surat Nomor: B/673/V/RES.3.3/2025/Reskrim tertanggal 7 Mei 2025, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Wakil Bupati Sumbawa (DN), Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah NTB (WK), serta K, CT (Chalid Tomasoang), MH, dan RA.

Pihak kepolisian melakukan penyelidikan dalam kasus ini pada Januari 2023. Polisi kemudian meningkatkannya ke tahap penyidikan pada September 2023 setelah menemukan indikasi perbuatan melawan hukum.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB menaksir kerugian negara akibat dalam kasus mencapai Rp1,58 miliar. (mit)

Dikunjungi Dosen Universitas Sains Malaysia, Amaq Darwilis Maestro Penatah Wayang Sasak ke Panggung Dunia

KEDIAMAN Amaq Darwilis di Dusun Gunung Malang, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, menjadi saksi pertemuan berharga pada Minggu, 13 september 2025. Maestro penatah wayang Sasak ini mendapat kunjungan dari Dosen Universitas Sains Malaysia dan Dosen Program Studi Seni Pertunjukan Universitas Bumi Gora NTB.

Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap konsistensi Amaq Darwilis dalam menjaga warisan Budaya Sasak melalui seni pembuatan wayang kulit. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa syukurnya.

“Bagi saya, kedatangan para akademisi ini adalah sebuah penghormatan. Wayang bukan hanya karya seni, tapi juga warisan leluhur yang harus terus dijaga. Saya bersyukur masih bisa menekuni pekerjaan ini di tengah zaman yang semakin modern,” ungkapnya.

Amaq Darwilis menuturkan harapannya agar perhatian dari kalangan akademisi bisa membuka jalan bagi pelestarian wayang Sasak. “Saya hanya bisa membuat dan menjaga apa yang diwariskan orang tua saya. Tapi kalau ada generasi muda yang mau belajar, saya dengan senang hati akan mengajarkan. Semoga wayang Sasak tidak berhenti di tangan saya saja,” ucapnya penuh harap.

Dalam kunjungan itu, Dr. Fara Dayana dari Universitas Sains Malaysia mengaku tertarik mengetahui perbedaan wayang di Malaysia dengan Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki ragam wayang yang jauh lebih banyak dan beragam dibanding Malaysia. “Di Malaysia, wayang kulit memang ada, tetapi jenis dan variannya tidak sebanyak di Indonesia. Dari kunjungan ini saya bisa melihat betapa kayanya tradisi wayang di Nusantara, termasuk wayang Sasak yang unik dengan karakter warna dan detailnya,” ujar Dr. Fara Dayana.

Sementara itu, Dosen Prodi Seni Pertunjukan Universitas Bumi Gora NTB, Taufik Mawardi,M.A, menekankan pentingnya dukungan terhadap para maestro lokal. “Sosok seperti Amaq Darwilis adalah inspirasi nyata bagi generasi muda. Konsistensi beliau menatah wayang adalah bukti bahwa seni tradisi masih relevan dan patut kita perkuat dengan dukungan akademisi maupun pemerintah,” tegasnya.

Pria yang kini sudah berusia 62 tahun memiliki nama asli “ Darwinah”, akrab dipanggil Amaq Darwilis ini telah menekuni dunia penatah wayang sejak remaja. Warisan keahlian dari ayahnya yang juga seorang Dalang, serta lingkungannya yang lekat dengan dunia pedalangan, membuat karyanya memiliki ciri khas tersendiri. Warna-warni mencolok, rapi, dan detail halus. Tak heran bila dalang-dalang kondang kerap memesan wayang darinya.

Tak hanya dikenal di Lombok. Karya Amaq Darwilis juga telah menembus panggung nasional hingga internasional. Wayang hasil karyanya sudah sampai ke berbagai daerah di Indonesia, seperti di Museum Wayang Yogyakarta, Bali dan nasional. Bahkan karyanya dikoleksi oleh pecinta budaya di Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Prestasi ini semakin menegaskan perannya sebagai maestro penatah wayang Sasak yang menjaga tradisi sekaligus mengharumkan nama Lombok (NTB) di kancah global.

Di tengah capaian tersebut, kehadiran dan dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan. Terlebih, saat ini Pemerintah Provinsi NTB tengah menggaungkan visi “NTB Makmur dan Mendunia”, yang selaras dengan perjuangan seniman tradisi seperti Amaq Darwilis. Dengan perhatian serius, baik berupa fasilitasi, promosi, maupun pemberdayaan. Wayang Sasak berpotensi menjadi ikon budaya Lombok yang tak hanya mengakar di masyarakat lokal, tetapi juga dikenal luas di dunia internasional.

Kunjungan akademisi ini diharapkan menjadi titik awal kerja sama dalam mendokumentasikan dan mengangkat seni wayang Sasak ke ranah global. Kehadiran Amaq Darwilis sebagai penjaga tradisi menjadi pengingat pentingnya merawat budaya di tengah arus modernisasi. (her)

Baru Dilantik, Ini Langkah Pertama OPD Baru Pemprov NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Rabu, 17 September 2025 kemarin melantik enam Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Mereka adalah Budi Herman yang menjabat sebagai Inspektur Inspektorat NTB. Samsudin sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kepala Dinas Perhubungan, Ervan Anwar.

Kemudian, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Irnadi Kusuma. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Marga Sulkifli Rayes. Serta, Kepala Biro Hukum, Dr. Hubadi.

Apa saja program yang telah dipersiapkan oleh Kepala OPD baru ini?

Inspektur Inspektorat NTB , Budi Herman yang dikonfirmasi Suara NTB mengatakan, langkah pertama yang dilakukan sebagai pengawas internal Pemprov NTB adalah memperbaiki manajemen risiko di daerah.  Selain itu, dia juga akan melakukan pendampingan menyeluruh kepada OPD sebagai quality insurance untuk pengawasan intern yang efektif dan efisien.

“Secara garis besarnya itu yang akan kita lakukan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma mengatakan, amanah jabatan baru ini dinilai cukup menantang. Apalagi dengan Gubernur, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal yang telah menggelar karpet merah bagi investor.

Di samping itu, masih banyak hambatan-hambatan yang dihadapi Pemprov NTB dalam membentuk ekosistem investasi di NTB, misalnya pada persoalan izin dan sosial masyarakat.

‘’Kita coba untuk bisa mempertemukan antara potensi investasi. Kalaupun ada tantangan itu, di situlah kita coba. Tidak ada hal yang sulit kalau ada komunikasi, koordinasi, terutama dengan dinas teknis dan pemerintah kabupaten/kota,’’ katanya.

Begitupun dengan target Rp61 triliun yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada Pemprov NTB di tahun 2025, mantan Kabag Humas Setda NTB itu mengaku itu termasuk tantangan bagi dirinya. Oleh karena itu, dia berharap akan ada pemetaan investasi dan kolaborasi untuk bisa mencapai investasi Rp61 triliun.

Untuk itu, pihaknya akan mencoba membenahi sistem investasi di NTB. Seperti membentuk titik perizinan yang belum terdigitalisasi untuk dijadikan digital.

“Itu yang kita coba percepat. Misalnya di peternakan itu kan belum digital. Itu mungkin perlahan, paling tidak dengan cara itu mengurai yang saat ini menjadi kendala kita dalam mempermudah investasi,” terangnya.

Pihaknya juga akan melakukan jemput bola dengan mendatangi para investor mencari tahu apa kendala yang sedang mereka hadapi. ‘’Tidak mesti mereka yang datang. Kalau bisa kita yang mendatangi mereka,’’ pungkasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Samsudin mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah membenahi program-program dalam instansi tersebut. Dia akan melakukan pengecekan program mana saja yang akan menjadi prioritas.

“Kita cek dulu bagaimana masalah internalnya, baru kita cek bagaimana langkah-langkah strategisnya,” katanya. (era)

Pamobvit Polda NTB Perkuat Sinergi Keamanan Sambut Ajang MotoGP

Praya (globalfmlombok.com) – Subsatgas Pengamanan Obyek Vital (Pamobvit) Polda NTB di bawah pimpinan Kasubsatgas Pamobvit, Kompol Mujahidin, S.Sos.,Kamis (18/9/2025), melaksanakan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Mandalika Rinjani 2025. Kegiatan difokuskan di dua titik vital, yakni Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dan Swiss-Bel Hotel Lombok Tengah.

Direktur Pamobvit Polda NTB, Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., menjelaskan jika kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kondusifitas keamanan, menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2025.

“Bandara dan hotel adalah dua pintu masuk utama para tamu, penonton, hingga pembalap MotoGP. Karena itu, pengamanan dan pengecekan kesiapan fasilitas, menjadi prioritas kami agar situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Kombes Pol. I Wayan Winaya.

Tim Pamobvit berkoordinasi dengan petugas pengamanan bandara, terkait jadwal penerbangan dan kondisi keamanan di area sekitar bandara. Selain itu, personel juga memberikan imbauan dialogis kepada pihak bandara maupun pengunjung, agar bersama-sama menjaga keamanan. Dari hasil pemantauan, situasi di Bandara BIZAM terpantau aman dan kondusif.

Selanjutnya, Subsatgas Pamobvit melakukan koordinasi dengan manajer operasional hotel, terkait tingkat hunian, kesiapan fasilitas keamanan seperti CCTV dan APAR, serta kondisi keamanan lingkungan sekitar hotel. Pihak hotel dan security juga dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta pelayanan, agar para tamu merasa nyaman dan aman. Sejauh ini, situasi di Swiss-Bel Hotel juga terpantau aman kondusif.

Kombes Pol. I Wayan Winaya menambahkan jika sinergi antara kepolisian, pengelola bandara, manajemen hotel, dan masyarakat sangat penting untuk menyukseskan event internasional MotoGP Mandalika.

“Kami mengajak semua pihak untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban. MotoGP Mandalika bukan hanya milik Lombok atau NTB, tapi milik Indonesia. Mari kita tunjukkan keramahan dan keamanan terbaik kepada dunia,” tegasnya. (r)

Polisi Amankan Satu Terduga Pelaku dalam Kasus Terbakarnya Gedung Inspektorat Kabupaten Bima

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor (Polres) Bima Kota telah mengamankan satu terduga pelaku terkait terbakarnya Gedung Inspektorat Kabupaten Bima yang terjadi pada Kamis, (7/8/2025).

Kasubsi PIDM Humas Polres Bima Kota Aipda Nasrun saat dihubungi via telepon, Kamis (18/9/2025) membenarkan terkait penahanan satu terduga pelaku itu.

“Iya, memang sudah ada satu orang yang kami amankan di Mapolres Bima Kota,” kata Nasrun.

Namun, dia enggan membeberkan siapa identitas satu terduga pelaku tersebut. “Sedang pendalaman, tidak bisa kami buka sekarang,” tuturnya ketika ditanya apakah yang diamankan itu adalah oknum Kepala Desa berinisial P.

Dia mengaku kasus terbakarnya Gedung Inspektorat Kabupaten Bima itu kini telah menemui titik terang. Karena saat ini penyidik telah mengantongi hasil dari Lab Forensik dari Polda Bali. Juga telah memeriksa saksi-saksi.

Nasrun belum bisa membeberkan, apakah terbakarnya gedung lembaga pengawasan internal itu disengaja atau tidak.

“Masih belum bisa kami sampaikan kalau itu. Masih pendalaman,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Bima Kota berkoordinasi dengan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk proses olah tempat kejadian perkara (TKP) lebih lanjut.

“Nanti dari Puslabfor yang mengidentifikasi penyebab kebakaran,” ucap Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bima Kota, AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, Kamis (7/8/2025).

Kesaksian Penjaga Gedung Saat Kebakaran

Dari kesaksian dua petugas keamanan bernama Umar dan Sukartono, sekitar pukul 02.00 Wita keduanya merasa mengantuk dan bersiap untuk beristirahat.

Sebelum tidur, Sukartono sempat memarkirkan sepeda motornya di lorong tengah atau lobi kantor. sementara Umar memarkirkan motornya di ruang aula. Setelah itu, mereka mengunci pintu lobi dan aula, lalu tidur bersama di ruang aula.

Sekitar pukul 03.30 Wita, keduanya terbangun karena mendengar suara mencurigakan seperti “kretek… kretek…” dari arah lorong lobi.

Sukartono kemudian membuka pintu penghubung aula ke lobi dan mendapati api besar sudah membakar bagian plafon lorong lobi, dengan kondisi lampu kantor masih menyala.

Saat itu, api sudah membesar dan melalap ruangan lobi. Ia segera mengeluarkan sepeda motornya dari dalam ruangan, disusul oleh Umar. Keduanya berhasil menyelamatkan diri keluar dari gedung.

Sekitar 20 menit kemudian, tim pemadam kebakaran Kota Bima tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 08.00 Wita. (mit)

Polisi Serahkan Oknum Mantan Dosen UIN Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan ke Kejaksaan

Mataram (globalfmlombok.com) – Polda NTB menyerahkan tersangka WJ (35) ke Kejaksaan Negeri Mataram, Kamis (18/9/2025). Oknum mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini diduga tersangkut kasus pencabulan.

Kanit IV pada Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Iptu Nur Imansyah menuturkan, pihaknya baru kemarin mendapatkan pemberitahuan bahwa hasil penyidikan telah lengkap (P-21) dari jaksa.

“Sehingga hari ini, kami melakukan pengiriman tersangka dan barang bukti atau pelimpahan tahap dua,” kata Imansyah.

Di tahap penyidikan, pihak kepolisian telah memeriksa enam orang saksi. Juga meminta keterangan tiga orang ahli. Ahli tersebut berasal dari ahli pidana, ahli hukum agama Islam, dan ahli psikologi.

Modus tersangka melakukan aksi bejatnya adalah dengan memanfaatkan kewenangan, kedudukan, pengaruh, serta tipu dayanya. Tersangka memberikan barang-barang kepada korban untuk memanipulasi mereka. Sehingga korban sulit menolak atas perbuatan WJ.

“Tersangka mulai melakukan dugaan pencabulan setelah diangkat jadi sekretaris, atau setelah punya jabatan,” jelasnya.

Yang menjadi korban dalam perkara ini adalah mahasiswi yang masif berinteraksi dengan tersangka.

Sebelumnya, penyidik menetapkan WJ sebagai tersangka pada Jumat, 23 Mei 2025. WJ dijerat Pasal 6 huruf a atau huruf c dan Pasal 15 ayat (1) huruf b atau huruf e Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, mengingat kasus ini melibatkan banyak korban.

Dia terancam penjara selama 12 tahun, yang dapat bertambah sesuai pertimbangan di persidangan.

Manfaatkan Relasi Kuasa

Terpisah, Joko Jumadi dari Koalisi Stop Kekerasan Seksual (KSKS) mengungkapkan pelecehan seksual tersebut diduga terjadi antara 2021 hingga 2024.

Sebagian besar tindakan dilakukan di lingkungan asrama kampus pada malam hari. Modusnya, pelaku yang merupakan oknum mantan dosen UIN mengajak mahasiswi ke ruangan tertentu dan melakukan perbuatan cabul seperti mencium dan meraba tubuh korban.

Tersangka diduga memanfaatkan relasi kuasa sebagai kepala asrama dan membangun citra sebagai sosok ‘ayah’ untuk memanipulasi korban secara emosional. Sayangnya, laporan awal korban ke pihak kampus tidak mendapat respons memadai, bahkan diduga ada upaya penutupan kasus.

Korban akhirnya melapor ke organisasi pendamping eksternal, Sahabat Saksi dan Korban. Proses pendampingan berlangsung cukup lama karena korban perlu diperkuat secara psikologis agar berani melapor. Saat ini, KSKS mengajukan permohonan pendampingan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Menurut Joko, keberanian korban untuk bersuara salah satunya dipicu oleh serial televisi asal Malaysia berjudul Bida’ah, yang memberikan dorongan moral bagi para korban untuk mengungkapkan pengalaman mereka.

Sebagai informasi, pihak kampus telah memecat WJ sedari proses hukum kasus ini berjalan. (mit)