Beranda blog Halaman 289

Tekan Stunting, Lobar Beli Susu Senilai Rp3,5 Miliar

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat (Lobar) Hj. Nurul Adha mengatakan untuk penanganan kasus stunting, Pemkab Lobar mengalokasikan Rp3,5 miliar untuk pembelian susu. Susu ini dipesan khusus di perusahaan. Penanganan stunting melalui intervensi susu ini sesuai hasil rekomendasi dari dokter spesialis anak.

“Rp3,5 miliar kita pesan khusus susu PKMK ini di Perubahan (APBD perubahan), sudah berproses,”kata Hj Nurul Adha, akhir pekan kemarin.

Pengadaan susu ini tak lepas dari komitmen Pemkab Lobar dalam hal ini Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini yang turun melihat anak-anak yang ditangani stunting melalui pemberian makanan tambahan. Sehingga keterbatasan susu bagi anak-anak pun diminta agar ditambah anggarannya oleh Bupati Lobar. “Beliau paham kebutuhan untuk penanganan stunting,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut Wabup bahwa fokus penanganan stunting pada anak usia 0-2 tahun. Karena untuk menyelamatkan perkembangan otak anak pada usia dua tahun pertama. Bentuk treatment-nya adalah pemberian susu. Yang baru ditangani tahap awal dengan pemeriksaan dokter spesialis anak sebanyak 400 anak dari 1.266 anak.

Dari hasil zoom meeting dengan dokter spesialis anak, bersama tim puskesmas dan Dinas Kesehatan, rencananya skrining atau tata laksana pemeriksaan stunting. Sambil kata dia menunggu susu yang sedang proses pengadaan. Karena susu yang telah diadakan sebelumya sudah habis. “Susu sedang pengadaan, susu berdasarkan Permenkes memenuhi standar pemenuhan gizi khusus untuk stunting,” imbuhnya.

Pihaknya sudah memesan susu khusus tersebut di perusahaan, dimana pada November bisa tersedia. Sistem dan skema pola kerja penanganan stunting ini berbasis puskesmas, nantinya pihak puskesmas yang verifikasi data anak-anak stunting di masing-masing desa. “Mana yang prioritas itu yang kita sasar,” sambungnya.  (her)

Terdakwa dan Jaksa Sama-sama Banding Atas Putusan Kasus LCC

Mataram (globalfmlombok.com) – Dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan lahan Lombok City Center (LCC) dan Kejati NTB kompak ajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram pada Senin (13/10/2025).

Kuasa Hukum terdakwa Zaini Arony, Hijrat Prayitno, Minggu (19/10/10) membenarkan telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi NTB. Dia mengaku saat ini pihaknya tengah menyusun memori banding yang rencananya akan ia serahkan pada Senin (20/10/2025).

Hijrat mengaku telah menerima berkas lengkap putusan majelis hakim terkait perkara ini. “Itu menjadi dasar kami untuk ajukan banding, pembelaan kami banyak masuk pertimbangan putusan majelis hakim,” jelasnya.

Pertimbangan yang dia maksud yakni kesamaan pendapat majelis hakim dengan pembelaan kliennya terkait aset SHGB Nomor 01 yang dijaminkan ke Bank Sinarmas bukan lagi tercatat sebagai barang milik daerah (BMD).  SHGB seluas 4,8 hektare itu disebutkan sebagai aset PT Tripat.

”Pertimbangan itu sebenarnya bertolak belakang dengan dakwaan JPU yang menyatakan, tanah yang dijaminkan tersebut adalah tercatat masih masuk dalam BMD Lobar,” tuturnya.

Dengan adanya pertimbangan tersebut kata Hijrat, proses perjanjian tidak lagi tunduk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Melainkan harus tunduk pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. “Jadi, sebenarnya dakwaan JPU itu tidak terbukti keseluruhannya,” tegasnya.

Adanya pertimbangan itu juga menurutnya menyebabkan tidak ada kerugian keuangan negara yang muncul. Dengan kata lain, penerapan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tidak terpenuhi. ”Seharusnya dengan adanya pertimbangan seperti itu, klien saya bisa vrijspraak (bebas murni),” tambahnya.

Dalam putusan PN Tipikor Mataram, Mantan Bupati Lombok Barat itu divonis 6 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 4 bulan kurungan. Vonis itu jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut Zaini 10,5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider hukuman 6 bulan kurungan.

Terpisah, Kuasa Hukum Isabel Tanihaha, Ina Minggu (19/10/2025) mengatakan telah menerima pemberitahuan pernyataan banding JPU. Pihaknya menegaskan tetap melakukan banding meskipun JPU juga menyatakan banding.  ”Besok senin kita nyatakan bandingnya,” kata dia.

Terkait memori banding, dia menyebutkan perlu untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan timnya untuk memperkuat posisi Isabel Tanihaha dalam kasus ini. ”Kalau ini murni bisnis to bisnis. Masalah keperdataan,” tandasnya.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi NTB Zulkifli Said membenarkan telah mengajukan banding terhadap dua terdakwa atas putusan pengadilan perkara ini. “Ada beberapa pertimbangan sehingga JPU mengajukan banding, tetapi saya tidak bisa beritahukan mengenai materinya. Itu kan strategi kami,” ucapnya, Minggu (19/10/2025).

Zulkifli tidak ingin mengomentari klaim para penasihat hukum para terdakwa terkait dakwaan jaksa yang bertentangan dengan pertimbangan majelis hakim. Intinya kata dia, majelis hakim jelas sudah menyatakan para terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Pertimbangan majelis hakim juga ia hormati.

Terkait dua terdakwa yang akan mengajukan banding, dia mengatakan, JPU telah menyiapkan semua bantahan yang tertuang dalam kontra memori bandingnya. “Kami siapkan kontra memori banding kalau sudah kami terima banding dari pihak terdakwa,” bebernya.

Untuk terdakwa ketiga kasus ini, yakni mantan Direktur PT Tripat Lalu Azril Sopandi, jaksa tidak mengajukan banding. Azril dalam putusan majelis hakim mendapat vonis 4 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 4 bulan kurungan.

”Ya, sepertinya untuk terdakwa Azril tidak kita ajukan banding. Sudah sesuai dengan tuntutan,” pungkasnya. (mit)

Pengurus Koperasi Merah Putih di Mataram Minta Kejelasan Akses Modal ke Himbara

Mataram (globalfmlombok.com) – Pengurus Koperasi Merah Putih di Kota Mataram, meminta kejelasan terkait akses pengajuan modal usaha ke perbankan, khususnya melalui himpunan bank milik negara (Himbara). Pasalnya, seluruh legalitas koperasi, baik akta notaris maupun struktur kepengurusan, telah diselesaikan secara administratif.

Salah seorang Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Ampenan, Sawaludin mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi atau arahan resmi terkait prosedur pengajuan pinjaman modal dari Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram. Padahal, koperasi yang dipimpinnya telah siap untuk mengakses permodalan guna menjalankan usaha secara optimal.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan prosedur atau teknis pengajuan ke Himbara dari dinas terkait. Kami terus berkoordinasi dan menunggu arahan,” ujarnya, Minggu, 19 Oktober 2025.

Sambil menunggu kejelasan prosedur dari dinas, Sawaludin mengatakan bahwa pihaknya tetap menjalankan kegiatan koperasi secara mandiri. Beberapa pengurus telah berinisiatif mengumpulkan modal pribadi untuk memulai kegiatan usaha dalam skala kecil.

Karena itu, pihaknya merencanakan pekan depan akan mulai menjalankan usaha, meskipun dengan modal terbatas. Ini sebagai langkah awal sambil menunggu akses modal yang lebih besar.

“Insya Allah kami mulai dengan modal seadanya, yang penting kami kelihatan bahwa KMP di Kelurahan Ampenan Utara sudah berproses dan memulai membuka usaha,” jelas Sawaludin.

Adapun jenis usaha yang akan dikembangkan oleh Koperasi Merah Putih Ampenan Utara adalah penjualan sembako. Bahkan, Sawaludin menyebut pihaknya telah melakukan komunikasi awal dengan pihak Bulog untuk kemungkinan kerja sama dalam penyediaan bahan kebutuhan pokok.

Untuk mempercepat akses ke permodalan, pihak koperasi berharap pendamping koperasi dapat membantu memfasilitasi komunikasi teknis dengan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram, serta memberikan pendampingan prosedural dalam pengajuan pinjaman ke Himbara.

“Sampai hari ini kami juga belum tahu Himbara mana yang bisa kami akses untuk mendapatkan modal. Belum ada kejelasan,” ujarnya.

Dengan inisiatif ini, ia berharap koperasi yang dipimpinnya dapat segera berkembang dan berkontribusi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah Ampenan Utara.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kota Mataram, Zarkasyi mengatakan,program Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari program prioritas nasional yang menjadi komitmen bersama pemerintah daerah untuk dikawal secara serius. “Untuk urusan permodalan ini coba nanti kita komunikasikan bersama. Karena belum berani kita terlalu jauh menyampaikan, soalnya ini sangat teknis,” ucapanya. (pan)

BKPSDM Pastikan Tidak Ada Honorer Siluman

Mataram (globalfmlombok.com) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, memastikan tidak ada pegawai honorer siluman. Pendataan dan verifikasi rutin dilakukan secara berkala.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Mataram, Taufik Priyono menegaskan, proses pendataan dan verifikasi pegawai rutin dilakukan setiap bulan di masing-masing organisasi perangkat daerah. Tujuannya memastikan tidak ada tenaga penunjang kegiatan atau tenaga honorer siluman.

“Kita terus mengupdate jumlah pegawai di masing-masing OPD,” kata Taufik dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Proses penggantian pegawai honorer tetap dilaporkan. Ia mencontohkan seperti penjaga malam berhenti karena meninggal dunia. Pimpinan organisasi perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan pasti melaporkan dan atau mengusulkan penggantinya.

Perangkat daerah diingatkan tidak menambah tenaga penunjang kegiatan. Pemkot Mataram tidak mungkin menambah anggaran untuk membayar gaji tenaga penunjang kegiatan. Pun diminta menambah anggaran untuk bayar gaji tidak akan disetujui. ‘’Pasti tidak disetujui kalau ada penambahan anggaran untuk bayar gaji,’’ tegasnya.

Jumlah tenaga honorer yang belum masuk sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mencapai 528 orang. Setelah diverifikasi secara menyeluruh jumlahnya 590 orang.

Jumlahnya mengalami peningkatan karena OPD belum melaporkan penjaga malam. “Penjaga malam dan sopir ini sangat krusial sekali,” ujarnya.

Yoyok sapaan akrabnya menegaskan Pemkot Mataram menghentikan pengangkatan tenaga penunjang kegiatan sejak tahun 2023. Moratorium pengangkatan tenaga honorer berdasarkan amanat dari pemerintah pusat.

Selain itu, pihaknya juga menghitung kembali kemampuan anggaran daerah supaya banyaknya TPK, justru menimbulkan masalah dari aspek penggajian. (cem)

Keluarkan Surat Resmi, Pemkab Lobar Putus Kontrak 1.632 Tenaga Honorer Non-Database

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) memutus kontrak 1.632 orang non-ASN atau honorer non-database. Pemutusan kontrak tersebut melalui surat resmi yang ditandatangani Sekda H. Ilham, menindaklanjuti arahan Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini yang disampaikan pada saat Rapat Koordinasi tanggal 4 September 2025 lalu dan berdasarkan hasil rekonsiliasi data non-ASN dengan semua OPD.

Dalam Surat Nomor 800/301/BKD-PSDM/2025 perihal pemutusan kontrak kerja Tenaga Non-ASN Lingkup Pemerintah Kabupaten Lobar tertanggal 15 September 2025. Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemkab Lobar.

“Agar Kepala OPD melakukan pemutusan kontrak kerja terhadap tenaga Non-ASN yang tidak terdaftar dalam database BKN (honorer non-database) hasil pendataan tahun 2022 paling lambat tanggal 31 Oktober 2025,” tegas Sekda Lobar H. Ilham dalam surat tersebut.

Lebih lanjut Sekda menyampaikan pada poin selanjutnya, memutusan kontrak kerja pada poin 1 satu di atas berlaku juga bagi non-ASN yang terdaftar dalam database BKN hasil pendataan tahun 2022, namun tidak mengikuti seluruh tahapan seleksi PPPK Tahap I dan Tahap II beberapa waktu lalu.

Kepala OPD Diminta Laporkan Pemutusan Kontrak

Kepala OPD diminta menyampaikan laporan pelaksanaan pemutusan kontrak kerja tersebut kepada Bupati Lobar melalui BKD-PSDM Kabupaten Lobar selambat-lambatnya tanggal 7 November 2025.

Laporan pelaksanaan pemutusan kontrak kerja akan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja bagi Kepala OPD.

Berdasarkan data BKD dan PSDM Lobar terdapat 5.063 orang non-ASN. Masing-masing 3.431 orang masuk database dan 1.632 orang tidak masuk database. Data 3.431 non-ASN ini pun diaudit oleh Inspektorat, di mana hasil audit Inspektorat menemukan sekitar 400 orang tidak memenuhi syarat diusulkan PPPK Paruh Waktu.

Non-ASN ini masuk database BKN hasil pendataan tahun 2022. Syarat masuk pendataan ketika itu, sesuai aturan minimal satu tahun masa kerjanya per 31 Desember 2021. Sedangkan yang tidak masuk database mencapai 1.632 orang. Mereka ini kemungkinan besar tidak bisa diakomodir karena tidak masuk database. “Yang 1.632 ini tidak memenuhi syarat masuk database berdasarkan aturan,” terang Kepala BKD dan PSDM Lobar Jamaludin.

Mereka ada yang diangkat sendiri oleh OPD dan kepala sekolah tanpa koordinasi dengan BKD, sehingga sumber penggajian nya pun tidak jelas darimana. “OPD ini mengangkat -angkat sendiri, Kita sudah larang,” pungkasnya. Padahal pihak Sekda, Inspektorat telah melayangkan surat larangan mengangkat honorer. (her)

Sisa Dua Bulan, Realisasi Belanja Pemprov NTB Capai 64 Persen

Mataram (globalfmlombok.com) – Di sisa dua bulan tahun 2025, Pemprov NTB masih memiliki sekitar Rp2,2 triliun untuk segera dibelanjakan. Hingga 17 Oktober 2025, Realisasi belanja Pemprov NTB masih di angka 64 persen, atau senilai Rp4 triliun dari total belanja Rp6,2 triliun.

Meski tersisa beberapa bulan lagi, Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal yakin seluruh anggaran akan terserap sampai dengan 15 Desember 2025. Bahkan, realisasi anggaran NTB, lanjutnya lebih tinggi di atas rata-rata nasional.

“Realisasi belanja kita di atas rata-rata nasional. Kemarin kita terhambatnya di Perkim, tapi dengan rotasi kemarin sekarang jauh lebih cepat,” ujarnya, Jumat, 17 Oktober 2025.

Sementara Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, Nursalim memastikan kondisi keuangan daerah tahun ini dalam keadaan sehat. Seluruh proyek yang dibiayai melalui APBD Murni dan APBD Perubahan sudah tuntas dikontrakkan. Bahkan sebagian besar telah selesai dikerjakan dan kini hanya menunggu tahap administrasi Berita Acara Serah Terima (BAST).

“Kita masih menunggu hasil evaluasi dari Mendagri untuk APBD Perubahan. Angkanya sudah berproses kontraknya, tinggal BAST saja,” katanya.

Ia menegaskan, meski tersisa sekitar Rp2,2 triliun, anggaran tersebut bukan sedang “mengendap” di kas daerah. Melainkan programnya sudah direalisasikan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tinggal menunggu pembayaran.

“Bukan mengendap. Ketika sudah di BAST, OPD-OPD itu langsung mengajukan SPM (Surat Perintah Membayar). Begitu SPM diajukan ke BPKAD, langsung kita bayar,” sambungnya.

Misalnya saja, di Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), nilai kontrak yang siap dibayarkan mencapai lebih dari Rp100 miliar. Saat ini, proyek di Dinas tersebut telah rampung, tinggal melaksanakan BAST untuk kemudian dibayar oleh BPKAD.

“Kalau sudah dibayarkan, kontraktor bayar tukang, bayar material, dan uangnya langsung berputar di masyarakat,” imbuhnya.

Keuangan Daerah Pemprov NTB Cukup Sehat

Di APBD tahun ini, Nursalim menegaskan kondisi keuangan daerah cukup sehat. Pemprov sudah menyelesaikan seluruh kewajiban. Tidak memiliki utang atau tanggungan ke kabupaten/kota maupun pihak ketiga. Yang mana menurutnya, kondisi itu jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dulu sampai ada yang gembok-gembok karena uangnya tidak dibayar. Sekarang sudah kita selesaikan semua,” katanya.

Hingga pertengahan Oktober, realisasi belanja daerah Provinsi NTB mencapai 64 persen lebih, angka ini dinilai cukup tinggi dibanding kabupaten/kota yang rata-rata masih di kisaran 55–60 persen.

“Kemarin memang sempat ada instruksi presiden tentang penghematan secara nasional, jadi bukan kendala di daerah saja. Tapi begitu BAST selesai dan SPM diajukan, realisasi akan naik cepat,” jelasnya.

Adapun dengan pertumbuhan ini, BPKAD optimistis, hingga akhir tahun nanti realisasi belanja bisa menembus di atas 95 persen. “Semua sudah dieksekusi. Tinggal pembayaran saja,” pungkasnya. (era)

Program MBG Belum Berdampak Signifikan pada Nilai Jual Petani

Selong (globalfmlombok.com) – Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) belum dirasakan manfaatnya secara langsung oleh para petani dalam hal peningkatan nilai jual produksi petani. Program unggulan pemerintah ini dinilai belum berdampak pada perbaikan harga sejumlah komoditas pertanian.

Bahkan, beberapa komoditi justru mengalami penurunan harga. Seperti yang diungkapkan Anita, seorang petani dari Desa Tembeng Putik, Kecamatan Wanasaba. “Tomat justru sekarang harganya turun,” ujarnya kepada globalfmlombok.com, Sabtu (18/10/2025).

Harapan kini tertumpu pada peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pengelola dapur sehat untuk lebih mengakomodir petani lokal. Selama ini, pengadaan sayuran untuk dapur MBG masih dilakukan melalui perantara pengepul, bukan membeli langsung dari petani.

“Kami berharap ke depan pihak dapur yang turun langsung ke petani membeli kebutuhan bahan makan MBG. Sehingga hal ini akan lebih menguntungkan bagi petani,” harap Anita.

Penyerapan hasil pertanian secara langsung oleh program MBG diharapkan bisa menjadi solusi di tengah ketidakpastian harga pasar, baik untuk sayur-mayur maupun tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat. Saat ini, siklus distribusi masih berputar dari petani ke pengepul, kemudian baru ke dapur MBG.

Keberadaan Dapur MBG Berpeluang Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Dengan semakin banyaknya dapur MBG yang beroperasi di Lotim, makin besar pula peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani, asalkan disertai dengan pembelian hasil panen dengan harga yang lebih baik daripada pasar.

Salah satu masalah klasik yang dihadapi petani adalah anjloknya harga saat panen raya. Padahal, dari sisi kualitas dan hasil produksi, banyak yang cukup bagus. Seperti pengalaman seorang petani cabai yang pada panen kedua di lahan 14 are mampu menghasilkan lebih dari 2 kuintal.

Di sisi lain, dukungan untuk program MBG juga datang dari berbagai pihak. Seorang petani sekaligus pemilik Repok Literasi di Desa Banjarsari, Kecamatan Labuhan Haji, menyatakan kesiapannya untuk mendukung program ini dengan menyuplai bahan baku pertanian organik.

“Hasil pertanian di Repok Literasi yang akan disuplai meliputi sayuran dan umbi-umbian yang ditanam dengan metode ramah lingkungan dan pupuk organik,” jelasnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan petani lokal tidak hanya akan meningkatkan nilai jual hasil pertanian, tetapi juga memperluas dampak positif MBG. Program ini dinilai tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, termasuk petani, peternak, dan UMKM.

Kepala Dinas Pertanian Lotim, Lalu Fathul Kasturi, meyakinkan bahwa hasil pertanian Lotim akan diserap oleh dapur MBG. “Semakin banyak dapur MBG, maka akan semakin banyak produk hasil pertanian yang bisa dibeli,” tegasnya.

Meski beberapa komoditas tertentu belum bisa diproduksi di Lotim, Fathul Kasturi meyakini sebagian besar hasil pertanian lokal akan terserap dengan baik seiring berjalannya program MBG, asalkan mekanisme pembeliannya dapat dioptimalkan untuk memihak pada petani. (rus)

Menkes Komitmen Bangun RSUD Sumbawa

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, memastikan akan tetap memberikan atensi terkait keberlanjutan pembangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa yang berada di Sering.

“Beberapa hari lalu saya sudah berkomunikasi dengan Direktur RSUD terkait kebutuhan anggaran. Sayangnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak bisa hadir supaya beliau bisa langsung melihat kondisinya,” kata Budi saat melakukan kunjungan kerja di Sumbawa, Sabtu (18/10/2025).

Budi meyakinkan, kebutuhan anggaran itu nantinya akan dibicarakan langsung dengan Menkeu untuk mekanisme percepatan penyelesaian pembangunannya. Karena pada prinsipnya layanan kesehatan merupakan prioritas pemerintah untuk dibenahi dan dilengkapi.

“Tadi pagi saya sudah dihubungi Direktur RSUD, saya juga sempat lewat dan sudah beberapa kali membantu. Kurangnya sekitar Rp300 miliar agar RSUD rampung,” ujarnya.

Menurutnya, proyek pembangunan RSUD Sumbawa yang telah berjalan sejak 2019 disebut masih membutuhkan tambahan dana sekitar Rp300 miliar untuk dapat beroperasi secara penuh. Untuk itu, ia akan berbicara dengan Menkeu termasuk melakukan kunjungan bersama untuk melihat secara langsung.

“Kami tetap berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan rumah sakit ini,” tegasnya.

Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, didampingi Wakil Bupati, Drs. H. Mohamad Ansori menyambut baik komitmen Menkes dan telah menyiapkan sejumlah proposal pendanaan untuk percepatan pembangunan.

“Kami menyambut baik rencana Bapak Menteri untuk membahas skema percepatan bersama pihak-pihak terkait di tingkat pusat, termasuk potensi dukungan anggaran,” ujar Bupati.

Keberadaan RSUD Sumbawa yang diharapkan dapat segera rampung akan menjadi penopang utama sistem kesehatan di Pulau Sumbawa. Penyelesaian pembangunan RSUD Sering maka akses masyarakat terhadap layanan kesehatan rujukan yang berkualitas.

‘’Penyelesaian pembangunan rumah sakit sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan yang berkeadilan bagi masyarakat,’’ jelasnya. (ils)

Menhan Ingatkan Prajurit Tidak Menyakiti Rakyat

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, mengingatkan kepada personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif) TP 835/Samota Yudha Bhakti (SYB) di Sumbawa untuk tidak menyakiti Rakyat.

“Kamu adalah tentara rakyat. Kamu tinggal di sekitar rakyat. Jangan sekali-sekali menyakiti hati rakyat serta bermanfaat bagi seluruh rakyat di sekitarnya,” kata Menhan saat kunjungannya di Sumbawa, Sabtu (18/10/2025).

Menhan melanjutkan, kunjungan ini menegaskan soliditas pemerintah pusat dalam membangun kekuatan pertahanan negara. Yonif TP 835/SYB merupakan bagian dari titik kuat pertahanan rakyat semesta dan motor penggerak pembangunan daerah.

“TNI menjadi ujung tombak operasional. Batalyon 835 ini merupakan bagian dari 150 batalyon yang akan digelar di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2025,” ucapnya.

Ia menegaskan kehadiran Batalyon 835 bukan untuk pertahanan semata. Namun, juga sebagai bagian dari pertahanan rakyat semesta yang menyatu dengan masyarakat.

“Saya sudah memberi pesan kepada para prajurit agar mereka harus bersatu dengan rakyat, disiplin, giat berlatih, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat di sekelilingnya,” lanjut Menhan.

Beri Dukungan Penguatan Fasilitas Kesehatan

Menhan juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk memberikan dukungan teknis bagi penguatan fasilitas kesehatan di batalyon. Khususnya dalam upaya pengembangan kompi kesehatan.

“Batalyon 835 akan dikembangkan sebagai batalyon teritorial yang dilengkapi dengan berbagai kompi fungsional seperti kompi pertanian, kompi kesehatan, kompi konstruksi, dan kompi peternakan,” ucapnya.

Menhan Sjafrie turut menekankan, batalyon tersebut adalah model satuan yang akan mendukung satu kabupaten. Sehingga prajurit harus memiliki dua dimensi yaitu meningkatkan kemampuan sebagai prajurit infanteri dengan dimensi teritorial pembangunan, dan menjadi prajurit yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Sebagai prajurit harus disiplin, berlatih, dan menyatu dengan rakyat. TNI adalah tentara rakyat yang tidak boleh menyakiti hati rakyat,” tambahnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, juga menyoroti peran penting Yonif TP dalam menghadapi ancaman non-militer, yaitu perang melawan penyakit atau pandemi, dan mendorong kompi kesehatan untuk bekerja sama erat dengan dinas kesehatan setempat dalam sistem surveilans penyakit menular. (ils)

Menteri PU Jamin Pengembangan Bendungan Beringin Sila

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Doddy Hanggodo meyakinkan akan terus mengembangkan fungsi Bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa dalam mendukung program swasembada pangan yang ditetapkan pemerintah.

“Luas areal irigasi fungsional saat ini baru 2.164 hektare sementara untuk pengembangan lebih lanjut mencapai 3.250 hektare dan akan kita kerjakan paling lama tahun 2026 seluas 1.100 hektare,” kata Doddy kepada wartawan, Minggu (19/10/2025).

Pemerintah pun lanjut Doddy sudah menetapkan pengembangan Bendungan Beringin Sila ini melalui Instruksi Presiden (Inpres). Ia pun sudah berdiskusi bersama Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk proses penyiapan lahan.

“Kita akan kerjakan untuk 1.100 hektarenya di tahun 2026 sehingga total nanti bisa mencapai 3.250 hektare sebagaimana yang dikatakan Pak Bupati tadi,” ujarnya.

Termasuk juga untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) juga akan disiapkan nanti jika diperlukan. Bahkan pemerintah sudah sangat siap jika IPA dan PLTA dibutuhkan untuk direalisasikan beberapa tahun ke depan.

“Kami akan koordinasikan dengan Pak Bupati untuk IPA dan PLTA-nya, salah satunya sambungan ke rumah nanti polanya seperti apa juga harus kita pikirkan mulai sekarang,” ucapnya.

Hal itu dilakukan pemerintah, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan air yang melimpah dari Bendungan Beringin Sila. Baik itu untuk kebutuhan air bersih maupun kebutuhan masyarakat yang lain nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut.

“Hasil tinjauan saat ini eksisting Bendungan Beringin Sila masih oke lah, cuman yang diatas itu kan ada tanaman jagung. Karena sifat tanaman jagung ini merusak tanah dan akan menimbulkan sedimentasi,” sebutnya.

Tuntaskan Pembangunan Saluran Irigasi Bendungan Beringin Sila

Ia menambahkan, pemerintah pun juga berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan saluran irigasi di seluruh bendungan yang sudah terbangun di Sumbawa. Hal itu dilakukan untuk mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan program swasembada pangan.

“Kita akan prioritaskan (saluran irigasi) untuk diselesaikan apalagi di Sumbawa ada tujuh bendungan cukup besar yang sudah di bangun pemerintah. Termasuk juga melakukan study terkait usulan pembangunan Bendungan Kerekeh,” tambahnya.

Doddy pun berharap kepada masyarakat untuk tidak melakukan penamaan jagung di dekat kawasan bendungan. Karena akan mengakibatkan sedimentasi di bendungan lebih cepat sehingga air yang tertampung bisa cepat mengering dan masyarakat yang akan dirugikan nantinya.

‘’Kami berharap agar aset yang sudah dibangun ini bisa dijaga dan dirawat termasuk hutannya. Karena jika hutan rusak sedimentasi di bendungan akan tinggi sehingga air yang tertampung tidak maksimal dan masyarakat yang paling dirugikan nantinya,’’ ujarnya. (ils)