Beranda blog Halaman 288

Ribuan Investor Baru Lahir dari Kegiatan Road To CMSE dan Guruku Investor Saham di NTB

Mataram (globalfmlombok.com)-

Rangkaian kegiatan Road to Capital Market Summit & Expo (RTCMSE) 2025 dan program Guruku Investor Saham yang digelar oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mencetak ribuan investor baru di daerah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di seluruh Indonesia, menjelang puncak acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 yang berlangsung pada 17–18 Oktober di Main Hall BEI, Jakarta.

Kepala BEI Wilayah NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, mengatakan bahwa berbagai program literasi yang digelar sepanjang tahun bertujuan mengajak masyarakat memahami pasar modal secara mudah dan menyenangkan. “Kami ingin masyarakat NTB, dari guru hingga mahasiswa, bisa melek investasi dan terhindar dari praktik keuangan ilegal seperti pinjol, judi online, atau investasi bodong,” ujarnya, Jumat (17/10).

Beberapa kegiatan inovatif yang digelar di antaranya Permainan Berburu Galeri Investasi (PABGI) yang melibatkan Kelompok Studi Pasar Modal dari Universitas Mataram, UIN Mataram, dan Universitas Islam Al-Azhar. Program ini berhasil menarik 589 investor baru. Kemudian, program Guru Hebat Cerdas Investasi (GHCI) yang bekerja sama dengan OJK dan Balai Guru Penggerak menghasilkan ratusan guru berprestasi yang kini menjadi investor pasar modal.

Tak kalah menarik, program Mangrovvest menggabungkan literasi investasi dengan kepedulian lingkungan. Setiap investor baru dikonversi menjadi satu bibit mangrove yang ditanam di pesisir Sigar Penjalin, Lombok Utara. Sementara program Mahasiswa Cerdas Investasi diikuti ribuan mahasiswa dari Universitas Teknologi Sumbawa, Universitas Islam Al-Azhar, dan Universitas Mataram.

Selain itu, program Guruku Investor Saham juga berhasil melibatkan 231 kepala sekolah dan guru dari 16 SMA, SMK, dan MA di seluruh NTB. Sekolah-sekolah seperti SMAN 2 Mataram, MAN Insan Cendekia Lombok Timur, hingga SMKN 2 Selong turut serta dalam gerakan literasi investasi ini.

Gusti Bagus berharap kegiatan tersebut tidak hanya menumbuhkan jumlah investor baru, tetapi juga membangun budaya investasi yang sehat dan berkelanjutan di daerah. “Kami ingin pasar modal menjadi bagian dari kehidupan finansial masyarakat NTB — bukan hal yang menakutkan, tapi justru membuka peluang masa depan,” ujarnya.(r)

Pasar Modal Kian Inklusif, CMSE 2025 Usung Tema “Pasar Modal untuk Rakyat, Satu Pasar Berjuta Peluang”

Jakarta (globalfmlombok.com)-

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) — PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) — dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 pada 17–18 Oktober di Main Hall BEI, Jakarta.

Tahun ini, CMSE mengusung tema “Pasar Modal untuk Rakyat: Satu Pasar Berjuta Peluang”, yang menegaskan semangat inklusivitas dan keterbukaan akses pasar modal bagi seluruh lapisan masyarakat.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengatakan tema tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan pasar modal yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

“Satu pasar modal Indonesia mampu membuka berjuta peluang — mulai dari investasi bagi masyarakat, pendanaan bagi perusahaan, hingga pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Iman dalam pembukaan CMSE 2025, Jumat (17/10).

Ia menambahkan, pasar modal Indonesia kini semakin modern dan berdaya saing global, namun tetap berpijak pada nilai budaya bangsa seperti tanggung jawab, integritas, dan kolaborasi.

Hingga 16 Oktober 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia hampir mencapai 19 juta, termasuk lebih dari 8 juta investor saham. Peningkatan ini menunjukkan minat masyarakat yang kian besar terhadap investasi. CMSE 2025 juga menjadi bagian dari kampanye nasional “Aku Investor Saham” yang diluncurkan sejak 2023, bertujuan menumbuhkan kebanggaan dan inklusivitas dalam berinvestasi.

Acara tahun ini menghadirkan 88 stan dari berbagai lembaga, mulai dari OJK, SRO, perusahaan tercatat, manajer investasi, hingga UMKM binaan BEI. Selama dua hari, pengunjung dapat mengikuti seminar, talk show, dan podcast yang menghadirkan ekonom, pelaku industri, dan tokoh publik. Pada hari kedua, dijadwalkan peluncuran Produk Wakaf Berbasis Saham bersama Menteri Agama serta Seminar Pasar Modal Syariah bersama perwakilan dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Selain seminar, CMSE 2025 juga menampilkan pengalaman interaktif, seperti photobooth, games edukatif, serta door prize dengan total hadiah ratusan juta rupiah. Pengunjung dapat hadir langsung di Main Hall BEI atau mengikuti secara daring melalui kanal YouTube Indonesia Stock Exchange.

“Melalui CMSE 2025, kami ingin menegaskan bahwa pasar modal Indonesia adalah milik rakyat. Siapa pun bisa berpartisipasi, mulai dari modal kecil, asalkan dengan pengetahuan dan tanggung jawab investasi yang benar,” tutur Iman.

BEI berharap ajang ini dapat memperluas inklusivitas, memperkuat literasi keuangan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pasar modal Indonesia.(r)

Investor Turki Berencana Bangun Dua Silo di NTB

Mataram (globalfmlombok.com)  – Pemprov NTB memastikan rencana investasi pengusaha asal Turki untuk membangun dua fasilitas penyimpanan atau silo komoditas jagung dan gabah terus berproses. Per bulan ini, investor tersebut berencana untuk mengunjungi NTB, memastikan lahan untuk pembangunan dua silo tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB, Dr.H.Aidy Furqan menyatakan, kedua silo itu akan difokuskan untuk komoditas jagung di Pulau Sumbawa dan gabah di

“Mereka akan datang kemari sekitar bulan ini atau bulan depan untuk memverifikasi lokasi kegiatan secara persyaratan dari luas lahan, kemudian wilayah jangkauan dan komitmen pemerintah mereka oke,” ujarnya, Senin, 20 Oktober 2025.

Ia menyebutkan, pada proses verifikasi lahan, pemerintah provinsi akan turut mendampingi investor luar negeri tersebut untuk memastikan lokasi terpilih merupakan yang paling layak.

Rencananya, silo jagung akan dibangun di Sumbawa atau Dompu, dan silo gabah akan dibangun antara di Lombok Barat atau Lombok Tengah. Pemilihan wilayah, lanjutnya menyesuaikan kondisi daerah, dan ketersediaan lahan Pemda.

“Tinggal nanti kalau ditindaklanjuti oleh mereka kita akan dampingi untuk men-survei mana yang lebih layak. Ada beberapa opsi yang kita tawarkan sesuai dengan kondisi tanah Pemda yang ada di NTB ini,” jelasnya.

Terkait nilai investasi, ia mengatakan seluruh pembiayaan berasal dari pihak pengusaha. Namun, hingga kini belum ada komunikasi ke arah tersebut karena mereka belum melakukan survei lokasi.

Adapun rencana kapasitas penyimpanan kedua silo tersebut juga cukup besar. Sekitar 200-500 ribu ton per gudang. Nantinya, Silo tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga dilengkapi fasilitas pengeringan.

“Sederhananya, silo itu tempat nyimpan sekaligus pengolahan. Jadi gabah atau jagung masuk, dikeringkan dulu baru disimpan. Dengan begitu kualitasnya terjaga lebih lama,” paparnya.

Bulog Kerap Kali Kekurangan Gudang

Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat  mengusulkan pembangunan sepuluh unit gudang baru dengan kapasitas masing-masing sekitar 3.000 ton. Usulan ini diajukan sebagai bagian dari rencana pemerintah pusat yang tengah menyiapkan pembangunan sekitar 100 unit gudang Bulog di berbagai daerah di Indonesia.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menyebutkan bahwa keberadaan tambahan gudang di NTB sangat mendesak. “Insyaallah, seperti informasi yang kita dapat dari pusat, memang ada wacana pemerintah untuk membangun kurang lebih 100 unit gudang. Mudah-mudahan usulan dari NTB bisa diakomodir,” ujarnya, Jumat 3 Oktober lalu.

Menurutnya, pihaknya telah mengajukan usulan sebanyak-banyaknya. Terutama untuk wilayah sentra pengadaan komoditas pangan. NTB dinilai layak mendapatkan prioritas karena menjadi salah satu sentra jagung dan beras nasional.

Ia menegaskan, kebutuhan gudang di NTB saat ini tergolong mendesak. Hal ini karena Bulog masih banyak menggunakan gudang sewaan untuk menampung hasil panen petani, baik gabah maupun jagung.

“Daripada terus menyewa, akan lebih baik jika Bulog memiliki gudang sendiri. Dengan begitu kita bisa lebih efisien, sekaligus menjamin ketersediaan ruang simpan bagi hasil panen petani kita,” tegasnya. (era)

BNNP NTB Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Daerah, Dua Kurir Ditangkap, Satu Buron

Mataram (globalfmlombok.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB kembali mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas daerah pada Oktober 2025.

Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP NTB, Kombes Pol Gede Suyasa, Senin (20/10/2025) mengatakan, dua terduga pengedar tersebut berasal dari Sumbawa dan Sumbawa Barat.

“Dua orang tersebut berinisial Y alias Bado dan I alias Ciam,” kata Suayasa.

Dari tangan keduanya, petugas menyita barang bukti berupa ganja dan sabu dengan total berat lebih dari dua kilogram.

I alias Ciam ditangkap petugas BNNP NTB di depan kantor Sumbawa Utama Travel, Jalan Diponegoro, Bugis, Sumbawa, Sabtu (4/10/2025).

BNNP NTB menangkap I setelah mengambil paket yang dikirim melalui agen travel. Saat dibuka, isi paket tersebut berupa narkotika jenis ganja seberat bruto 339,06 gram.

Dari hasil interogasi di tempat kejadian, I mengaku paket tersebut milik temannya bernama MAI alias Odon, warga Desa Pekat, Kecamatan Sumbawa. Dia mengakui telah mengetahui isi paket tersebut sebelum mengambilnya.

“Paket itu milik temannya, dan yang bersangkutan sudah lebih dari sepuluh kali disuruh mengambil paket serupa yang sebelumnya berisi obat keras jenis tramadol,” terangnya.

Dari pemeriksaan lebih lanjut, I mengaku selama ini membantu Odon berjualan tramadol di rumahnya dengan imbalan 200 butir tramadol Rp1,4 juta.

“Sebagian ia jual kembali, sebagian lainnya dikonsumsi sendiri,” tambahnya.

Namun, I mengaku baru mengetahui bahwa paket yang diambilnya bukan lagi berisi obat, melainkan ganja.

Petugas yang menindaklanjuti keterangan I kemudiam melakukan pengembangan ke rumah Odon di Desa Pekat, tetapi tersangka utama tersebut telah melarikan diri. BNNP NTB kemudian menetapkan Odon sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penyelidikan BNNP NTB mengungkap jaringan ini menggunakan modus pengiriman berlapis, yakni mengirim paket dari Medan ke Lombok melalui ekspedisi J&T. Kemudian diteruskan ke Sumbawa lewat travel Titian Mas atau Sumbawa Utama.

“I hanya berperan sebagai pengambil barang atas perintah Odon, sementara transaksi dan pembayaran langsung dilakukan antara Odon dan pengirim di Medan,” tuturnya.

Sementara itu, di hari berbeda, petugas BNNP NTB juga menangkap Y alias Bado di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu (5/10/2025).

“Y ditangkap di pinggir jalan sesaat setelah menerima dua paket berisi narkotika jenis sabu seberat 45,94 gram dan ganja seberat 2.192,79 gram,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Y, dua mengaku paket tersebut ia pesan dari seseorang bernama Reza yang berdomisili di Medan. Transaksi dilakukan melalui aplikasi WhatsApp, sementara pengiriman dilakukan dengan jasa ekspedisi JNE menuju wilayah Sampir, Taliwang.

“Tersangka sudah empat kali memesan sabu dan ganja dari Reza dengan total 125 gram sabu dan 2,2 kilogram ganja. Nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp150 juta,” ungkapnya.

Sistem pembayarannya pun dilakukan secara digital. Setelah barang terjual, Y mengirim uang ke rekening Reza melalui agen Brilink, BNI Link, dan aplikasi DANA, secara bertahap untuk menghindari pelacakan.

“Mereka memanfaatkan layanan ekspedisi umum dan pembayaran digital untuk menyamarkan aktivitas ilegalnya,” jelasnya.

Pengungkapan dua kasus ini mengindikasikan masih aktifnya jalur peredaran narkoba dari Sumatera menuju NTB. “Kasus ini tidak berhenti di kurir. Kami sedang memburu pelaku utama dan jaringan pemasok dari Medan,” tandasnya.

Saat ini, I dan Y telah ditahan di rumah tahanan (Rutan) BNNP NTB. Sementara Odon masih dalam pencarian dan telah resmi masuk dalam daftar buronan BNNP NTB. (mit)

TNGR Naik Kelas, Tarif Pendakian Rinjani Meningkat

Mataram (globalfmlombok.com) – Tiket pendakian dan non pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) direncanakan akan meningkat. Hal ini menyusul tiga jalur pendakian ke kawasan wisata ini yang turut naik kelas, dari kelas II, menjadi kelas I.

Tiga jalur pendakian yang naik kelas I di antaranya ⁠jalur pendakian Sembalun, jalur pendakian Senaru, dan jalur pendakian Torean. Tiga jalur pendakian naik ke kelas II yaitu jalur pendakian Timbanuh, jalur pendakian Tetebatu, dan jalur pendakian Aikberik. Dan 21 destinasi non-pendakian naik ke kelas III.

Kenaikan kelas wisata ini menyebabkan tarif pendakian juga meningkat. Mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pembagian Kelas Tiket Masuk Pengunjung Wisata Alam di Taman Nasional dan Taman Wisata Alam untuk Pengenaan Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Tiket masuk pengunjung taman wisata kelas I untuk wisatawan mancanegara senilai Rp250 ribu per hari. Untuk wisatawan nusantara Rp50 ribu per hari, dan rombongan pelajar atau mahasiswa berjumlah minimal lima orang senilai Rp25 ribu per hari.

Untuk kelas II, tiket masuk wisatawan mancanegara senilai Rp200 ribu. Untuk wisatawan nusantara senilai Rp20 ribu, dan rombongan pelajar atau mahasiswa minimal lima orang senilai Rp10 ribu. Dan untuk kelas III, tarif untuk wisatawan mancanegara senilai Rp150 ribu. Untuk wisatawan nusantara senilai Rp10 ribu, dan rombongan pelajar atau mahasiswa minimal lima orang senila Rp5 ribu.

Kepala TNGR, Yarman mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi terhadap kenaikan tersebut. Sosialisasi menyasar para pelaku wisata.

“Besarannya sudah ada, di Permen sudah ada. Belum kita sosialisasi dulu dengan pelaku wisata nanti kita akan sampaikan lewat medsos,” ujarnya, Senin, 20 Oktober 2025.

Selain memperhatikan kenaikan tarif, TNGR juga memastikan adanya peningkatan tarif porter untuk kesejahteraan mereka. “Untuk kesejahteraan porter silakan, bisa saja. Kita naik ke kelas 1 memang kita. Terjadi kenaikan karena naik ke kelas 1. Untuk memberlakukan itu kita perlu sosialisasi,” tambahnya.

Tidak hanya itu, karena adanya kenaikan kelas, TNGR juga memperhatikan peningkatan fasilitas di kawasan wisata juga menjadi bagian dari proses persiapan penerapan tarif baru. “Fasilitas juga perlu kita lengkapi. Itu proses kan. Ini sudah kita mulai,” tandasnya. (era)

Puncak BIK di Lobar, OJK NTB Dorong Inklusi Keuangan Lewat Pasar Keuangan Rakyat 2025

Giri Menang (globalfmlombok.com)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB menggelar puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Lombok Barat, Sabtu (19/10). Kegiatan bertajuk Pasar Keuangan Rakyat ini menjadi bagian dari kampanye nasional untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.

Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, menyampaikan bahwa hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen. Angka tersebut masih terpaut sekitar 10 persen dari target 90 persen yang ingin dicapai pada tahun ini.

“Untuk itu, OJK bersama pemerintah daerah dan industri jasa keuangan perlu terus bersinergi melalui kegiatan BIK. Melalui Pasar Keuangan Rakyat, kami ingin mendorong masyarakat agar memahami dan menggunakan layanan keuangan secara bijak,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung di Gerung, Lombok Barat, selama dua hari (18–19 Oktober) ini diikuti oleh 30 industri jasa keuangan dan menampilkan beragam kegiatan seperti pameran produk keuangan, bazar UMKM, edukasi keuangan, fun games, serta hiburan rakyat. Berbagai kegiatan sosial juga digelar, antara lain donor darah, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, wakaf sayur, dan pasar sembako murah. Acara turut dimeriahkan dengan parade gendang beleq, festival presean, serta car free night idol yang diselenggarakan oleh Pemkab Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, mengapresiasi sinergi OJK dan FKIJK NTB dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. “Dengan meningkatnya literasi keuangan, kita berharap lahir kemandirian ekonomi dari bawah yang akan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan Program Pembiayaan Tanpa Bunga yang menjadi bagian dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Lombok Barat. Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperoleh modal dengan mudah dan tanpa beban bunga.

“Ketika akses permodalan terbuka dan adil, daya saing ekonomi lokal akan semakin kuat,” kata Zaini.

Melalui penyelenggaraan Pasar Keuangan Rakyat 2025, OJK berharap kesadaran masyarakat terhadap layanan keuangan legal terus meningkat. Program ini juga diharapkan dapat memperluas akses keuangan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah.(r)

Program GenSi, Indosat Bekali Santri dengan Kecakapan Digital Aman dan Produktif

Mataram (globalfmlombok.com)-

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Tribun Lombok menggelar Workshop Literasi Digital di Pondok Pesantren Nurul Haramain, Lombok Barat, Senin (20/10). Kegiatan ini diikuti hampir 100 pelajar dan mahasiswa yang antusias mempelajari cara memanfaatkan internet secara cerdas, aman, dan produktif.

Workshop tersebut merupakan bagian dari program Generasi Terkoneksi (GenSi), inisiatif literasi digital Indosat untuk memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjadi warga digital yang cerdas, tangguh, dan bertanggung jawab. Program ini sebelumnya telah dilaksanakan di Papua, Solo, Minahasa Utara, Maumere, Bima, dan Sumbawa Besar dengan total peserta lebih dari seribu orang.

EVP Head of Circle Java IOH, Fahd Yudhanegoro, mengatakan bahwa Indosat berkomitmen menghadirkan pemerataan akses digital dan manfaat teknologi bagi seluruh masyarakat, termasuk pelajar. “Melalui GenSi, kami ingin membekali Gen Z dengan literasi digital yang inklusif — bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku digital yang positif,” ujarnya.

Pemimpin Redaksi Tribun Lombok, Sirtupillali, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya media dalam mengedukasi generasi muda agar memanfaatkan teknologi secara bijak. “Kami ingin para pelajar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga inspirator yang menghadirkan dampak positif di dunia digital,” katanya.

Peserta workshop mendapat materi tentang Literasi Media dan Berpikir Kritis Online serta Melawan Misinformasi dan Hoaks di Era AI. Kepala Dinas Kominfotik NTB, H. Yusron Hadi, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program tersebut. “Literasi digital harus dimulai sejak dini. Kami siap mendukung agar program ini berjalan inklusif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain sesi materi, peserta juga mengikuti tantangan konten AI di media sosial serta kuis edukatif tentang keamanan digital. Kegiatan berlangsung interaktif dan inspiratif, dengan semangat membangun ruang digital yang aman dan produktif.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada, TGH Khairi Habibullah, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Semoga inisiatif ini menginspirasi santri kami untuk menjadi generasi digital yang kreatif, kritis, dan beretika,” katanya.

Indosat berharap melalui program ini, generasi muda dapat tumbuh sebagai Generasi Terkoneksi — generasi yang tak hanya mahir secara digital, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab sosial.(r)

 

 

Jaksa Periksa Mantan Direktur hingga Mantan Komisaris PT GNE Terkait Kasus Penyertaan Modal

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) memeriksa mantan Direktur PT Gerbang NTB Emas (GNE) Samsul Hadi dan mantan Komisaris, Afuani terkait kasus dugaan korupsi kegiatan penyertaan modal perusahaan tersebut, Senin (20/10/2025).

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Muh Zulkifli Said membenarkan terkait pemeriksaan dua petinggi PT GNE itu.

“Betul mereka diperiksa terkait penyertaan modal PT GNE,” kata Zulkifli.

Samsul Hadi saat ditemui wartawan ketika waktu istirahat selama proses pemeriksaan enggan memberi komentar. Dia hanya melambaikan tangan sebagai gestur penolakan.

Mantan Direktur PT GNE itu terlihat keluar untuk melaksanakan salat sekitar pukul 12.30 Wita. Dia mengenakan masker putih dan kemeja kotak-kotak bercorak hitam putih. Dua pengacara terlihat mendampingi Samsul Hadi.

Terkait Samsul yang didampingi dua pengacara, Zulkifli mengatakan hal itu sah-sah saja. “Silakan saja didampingi pengacara, haknya dia. Kalau masih saksi, ada batasan,” tuturnya.

Sementara itu, Afuani yang ditemui di sela Isoma (istirahat, solat/salat, makan) juga membenarkan dirinya diperiksa terkait kegiatan penyertaan modal tersebut.

Dia mengaku tidak membawa dokumen apapun saat datang menjalani pemeriksaan. Ia membeberkan pada 2021, PT GNE menjaminkan sertifikat kantor ke beberapa bank milik negara. Salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Menjaminkan sertifikat untuk menjalankan sejumlah bisnis dan biaya operasional perusahaan,” jelasnya.

Untuk jumlah bisnis itu dia mengaku tidak mengetahui secara rinci jumlahnya. “Saya anggota Komisaris, mungkin ketua yang tahu,” tambahnya.

Status sertifikat tersebut kini masih di bank, karena kredit pinjaman belum lunas. Hasil pinjaman yang didapatkan dari bank mencapai miliaran rupiah.

“Jajaran karyawan juga, kepala bagian umum juga akan diperiksa,” tandasnya.

Kasus Dugaan Korupsi Kegiatan Penyertaan Modal PT GNE Masuk Tahap Penyidikan

Penanganan kasus ini di tangan Kejati NTB telah masuk dalam tahap penyidikan. Peningkatan kasus ini ke tahap penyidikan karena jaksa telah menemukan adanya perbuatan melawan hukum dan indikasi kerugian negara.

Dugaan korupsi dalam kegiatan PT GNE itu berkaitan dengan penyertaan modal pemerintah dari 2019-2024 senilai Rp27 miliar.

Sebagai informasi, Kejati NTB saat ini tengah mengusut dua perkara yang berkaitan dengan perusahaan daerah tersebut. Pengusutan itu terkait penyertaan modal PT GNE dan penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di tiga gili (Gili, Meno, dan Air) yang dikelola oleh BAL GNE dan PT Berkah Air Laut (BAL).

Terkait perkara penyertaan modal, Kejati NTB saat ini telah menaikan penanganan kasus kasus ke tahap penyidikan. Kendati sudah naik ke tahap penyidikan, jaksa sejauh ini belum menetapkan tersangka yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Jenis usaha yang diduga terjadi tindak pidana korupsi berkaitan dengan usaha kayu, trading kerja sama dengan BUMDes terkait pengadaan bahan pokok. Selain itu, ada proyek pembangunan kawasan perumahan kerja sama dengan perusahaan di Lombok Timur, dan pemenuhan kebutuhan di Mandalika untuk kerikil dan batu koral, serta kegiatan usaha agro jagung.

Sementara itu, untuk kasus dugaan korupsi penyelenggaraan SPAM Gili Matra yang dikelola oleh BAL GNE dan PT Berkah Air Laut (BAL), penyidik telah menggeledah Kantor PT GNE dan Kantor Biro Perekonomian Setda NTB beberapa waktu lalu.

Dalam perkara ini, Kejaksaan telah memeriksa 23 orang saksi. Puluhan saksi itu berasal dari pihak Pemprov NTB, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung KLU, dan Direktur PT BAL, William John Matheson. Baik penanganan peminjaman modal dan penyelenggaraan SPAM, Kejati NTB sama-sama belum menetapkan tersangka. (mit)

Kantongi Sertifikat Kurma, Lombok Utara Sudah Bisa Programkan Budidaya Kurma di Masyarakat

Tanjung (globalfmlombok.com) – Potensi kurma Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk menunjang ekonomi dan ketahanan pangan di masyarakat, semakin terbuka lebar. Hal ini setelah Pemda KLU mengantongi Sertifikasi Kurma Varietas Lombok Utara dengan nama “Kurma Kumari Lombok Utara”.

Kepala Dinas Ketahanaan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), KLU, Tresnahadi, S.Pt., Sabtu, 18 Oktober 2025 mengungkapkan, Pemda KLU secara resmi sudah bisa memulai pengembangan budidaya kurma melibatkan masyarakat melalui anggaran daerah. Sebelumnya, program ini belum dapat dirancang karena kendala usulan varietas kurma khas KLU belum keluar dari Kementerian Pertanian.

“Varietas kurma sudah keluar sekitar 4 bulan lalu. Artinya, kita sudah bisa mengucurkan anggaran daerah untuk bantuan pengadaan bibit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kurma KLU sudah diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini tidak lepas dari suksesnya pembinaan kurma oleh Asosiasi Kurma Ukhuwah Datu Lombok Utara yang mampu menghasilkan produksi kurma kualitas sangat baik.

“Pada festival kurma tahun lalu di Abu Dhabi, kualitas kurma KLU diakui dengan berada pada peringkat ke-17 terbaik dunia dari sejumlah negara penghasil kurma,” ujarnya.

Tresnahadi menyambung, kurma memiliki potensi besar sebagai salah satu sumber ekonomi dan pangan. Mengingat produksi kurma KLU yang bisa berbuah sepanjang musim, serta tingkat hasil yang cukup menjanjikan, memberi peluang bagi masyarakat untuk membangun ekonomi.

Ia mencontohkan, dalam setiap pohon kurma dapat menghasilkan minimal 4 tandan dengan perkiraan berat per tandan mencapai 8-10 kg. Artinya, dengan harga jual kurma per kilo minimal Rp 200 ribu, maka dalam satu tandan, masyarakat mendapatkan penghasilan minimal Rp 1,6 juta per tandan.

“Dengan potensi besar inilah, maka Pak Bupati memerintahkan DKP3 untuk mulai merancang ekspansi budidaya di masyarakat. Kita rencanakan mulai tahun depan (2026), tentu dengan pendekatan kelompok karena arahnya pengembangannya adalah dengan memberikan bantuan bibit ke masyarakat,” sambungnya.

Menurut dia, budidaya kurma oleh masyarakat dapat dilakukan secara mandiri, berkelompok, maupun mengikuti sistem Pola Nyakap (Bagi Hasil) yang sudah diterapkan oleh Ukhuwah Datu Lombok Utara. Melalui Pola Nyakap, masyarakat hanya perlu menyiapkan lahan untuk ditanami dengan hasilnya dibagi masing-masing satu per tiga antara pemilik lahan, pemodal, dan asosiasi pendamping.

“Saran kita jika ada masyarakat yang berminat, supaya segera mengajukan proposal.  Untuk target areal lahan, kita tidak patok, namun jika ada kelompok yang berminat budidaya, akan kami respon cepat. Makin banyak makin bagus,” tandasnya. (ari)

Tekan Stunting, Lobar Beli Susu Senilai Rp3,5 Miliar

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat (Lobar) Hj. Nurul Adha mengatakan untuk penanganan kasus stunting, Pemkab Lobar mengalokasikan Rp3,5 miliar untuk pembelian susu. Susu ini dipesan khusus di perusahaan. Penanganan stunting melalui intervensi susu ini sesuai hasil rekomendasi dari dokter spesialis anak.

“Rp3,5 miliar kita pesan khusus susu PKMK ini di Perubahan (APBD perubahan), sudah berproses,”kata Hj Nurul Adha, akhir pekan kemarin.

Pengadaan susu ini tak lepas dari komitmen Pemkab Lobar dalam hal ini Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini yang turun melihat anak-anak yang ditangani stunting melalui pemberian makanan tambahan. Sehingga keterbatasan susu bagi anak-anak pun diminta agar ditambah anggarannya oleh Bupati Lobar. “Beliau paham kebutuhan untuk penanganan stunting,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut Wabup bahwa fokus penanganan stunting pada anak usia 0-2 tahun. Karena untuk menyelamatkan perkembangan otak anak pada usia dua tahun pertama. Bentuk treatment-nya adalah pemberian susu. Yang baru ditangani tahap awal dengan pemeriksaan dokter spesialis anak sebanyak 400 anak dari 1.266 anak.

Dari hasil zoom meeting dengan dokter spesialis anak, bersama tim puskesmas dan Dinas Kesehatan, rencananya skrining atau tata laksana pemeriksaan stunting. Sambil kata dia menunggu susu yang sedang proses pengadaan. Karena susu yang telah diadakan sebelumya sudah habis. “Susu sedang pengadaan, susu berdasarkan Permenkes memenuhi standar pemenuhan gizi khusus untuk stunting,” imbuhnya.

Pihaknya sudah memesan susu khusus tersebut di perusahaan, dimana pada November bisa tersedia. Sistem dan skema pola kerja penanganan stunting ini berbasis puskesmas, nantinya pihak puskesmas yang verifikasi data anak-anak stunting di masing-masing desa. “Mana yang prioritas itu yang kita sasar,” sambungnya.  (her)