Beranda blog Halaman 24

Jadi Ajang Pemetaan Kekuatan Atlet di PON 2028, Pemprov dan KONI Matangkan Persiapan PORPROV XII NTB 2026

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pemerintah Provinsi NTB bersama KONI NTB terus mematangkan persiapan pelaksanaan PORPROV XII NTB Tahun 2026 sebagai langkah strategis menuju PON 2028.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat persiapan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair, didampingi Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, jajaran panitia, serta para pemangku kepentingan di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Jumat (29/05/2026).

Sekda Abul Chair menegaskan bahwa PORPROV XII NTB bukan sekadar ajang olahraga, tetapi momentum penting pembinaan atlet menuju target NTB masuk lima besar nasional pada PON 2028.

“Prestasi tidak hadir secara instan. Dibutuhkan kerja keras, pembinaan yang konsisten, serta kolaborasi seluruh elemen agar NTB mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Abul Chair.

Dirinya menambahkan, selain sukses penyelenggaraan dan prestasi, PORPROV XII NTB juga diharapkan memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat, tata kelola pemerintahan, dan citra NTB sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional.

Sementara itu Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menyampaikan PORPROV XII NTB Tahun 2026 akan menjadi ajang pemetaan kekuatan atlet daerah menuju PON 2028.

“PORPROV XII NTB menjadi momentum penting untuk memetakan kekuatan atlet NTB menuju PON 2028. Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi proses pembinaan jangka panjang,” katanya.

PORPROV XII NTB dijadwalkan berlangsung pada 16-24 Juli 2026 dan ditutup pada 25 Juli 2026. Sebanyak 51 cabang olahraga dengan 758 nomor pertandingan akan dipertandingkan, meningkat dibanding pelaksanaan sebelumnya. Total peserta mencapai sekitar 6.089 orang dari seluruh kabupaten/kota di NTB.

Untuk mendukung tata kelola yang modern dan transparan, proses pendaftaran atlet untuk pertama kalinya menggunakan aplikasi digital “SPORTA”. Saat ini proses verifikasi administrasi atlet ditargetkan rampung pada 10 Juni 2026.

Venue pertandingan tersebar di sejumlah daerah, yakni Kota Mataram 33 cabang olahraga, Lombok Barat 5 cabang olahraga, Lombok Tengah 9 cabang olahraga, Lombok Timur 3 cabang olahraga, Lombok Utara 1 cabang olahraga, dan Sumbawa Barat 3 cabang olahraga.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan agenda kirab api obor PORPROV XII NTB yang dijadwalkan dimulai pada 15 Juli 2026 dari Sangiang, Kota Bima. Kirab akan melewati kantor bupati dan walikota Provinsi NTB dengan melibatkan 66 personel tim sepeda dan atlet serta mendapat pengawalan dari patroli lalu lintas, Satpol PP, dan panitia pelaksana sebelum tiba di Pendopo Gubernur NTB.

KONI NTB turut menyampaikan kebutuhan anggaran PORPROV XII NTB sebesar Rp15 miliar yang bersumber dari hibah Pemprov NTB melalui KONI NTB sebesar Rp10 miliar dan dukungan sponsorship Rp5 miliar.

Di sisi lain, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda menekankan pentingnya menjaga stabilitas organisasi dan soliditas pembinaan olahraga menjelang PON 2028.

“Stabilitas organisasi sangat penting agar fokus pembinaan atlet dan persiapan menuju PON 2028 tidak terganggu,” ujarnya.

Pemprov NTB bersama KONI NTB mengajak seluruh masyarakat, media, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk mendukung sukses PORPROV XII NTB Tahun 2026 sebagai bagian dari langkah besar NTB menuju prestasi nasional pada PON 2028

Korban Terseret Ombak Pantai Lakey Ditemukan Meninggal Dunia

Dompu (globalfmlombok.com) – Rian (23) pemuda asal Karang Asam Kecamatan Lewimunding, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat yang terseret ombak pantai Lakey Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu,akhirnya ditemukan pada Jumat, 29 Mei 2026 pagi sekitar jam 07.15 WITA, dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah ditemukan di sekitar Mboo Mboha antara Lakey Hu’u dengan Maci Kecamatan Tarano Sumbawa.

Dari lokasi penemuan jasad korban, dilakukan evakuasi oleh Tim SAR Bima dengan jarak tempuh sekitar 30 menit ke Pantai Lakey dengan Speed 30 knot.

Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Dompu. “Jenazah direncanakan akan dibawa pulang ke Majalengka Provinsi Jawa Barat,” ungkap Plt. Kepala BPBD Kabupaten Dompu, H Wan Muhtajun, ST.

Sebelumnya, korban diketahui berenang bersama rekannya di Pantai Lekay pada, Kamis (28/5). Korban bersama rekannya sempat terseret gelombang besar. Akan tetapi, teman korban berhasil diselamatkan oleh pengunjung dibantu nelayan setempat. (ula)

Polresta Mataram Pastikan Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 9 Mataram Berlanjut

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra menegaskan bahwa penanganan dugaan korupsi dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) SMAN 9 Mataram masih berjalan.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman,” kata Dharma, Kamis (28/5/2026).

Dugaan korupsi terhadap pengelolaan dana BOS tahun 2021-2022 senilai Rp2 miliar itu sebelumnya masuk pengusutan Polresta Mataram pada 2024 lalu.

Ia menegaskan, proses penanganan kini masih berada di tahap awal penyelidikan. Yakni masih pada pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket). Pihaknya masih perlu mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk meminta keterangan para pihak.

Dari data yang dihimpun Suara NTB, dalam rangkaian penyelidikan, Tim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Mataram diketahui telah meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait. Di antaranya para rekanan proyek pengadaan barang dan jasa yang jumlahnya mencapai lebih dari belasan orang.

Selain memeriksa pihak rekanan, penyidik juga telah meminta keterangan dari pejabat struktural di SMAN 9 Mataram.

”Kita masih perlu mendalami indikasi perbuatan melawan hukum (PMH). Apakah ada mens rea (niat jahat) atau tidak,” tandasnya.

SMAN 9 Mataram pada periode 2021-2022 mengelola dana BOS senilai Rp2 miliar. Dugaan penggelembungan anggaran muncul dalam sejumlah proyek fisik yang bersumber dari dana BOS, seperti pengadaan paving block dan pembuatan taman sekolah. (mit)

Polisi Tangkap Seorang Residivis Pencurian di Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Tim Puma Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda NTB menangkap seorang pria, terduga pelaku penjambretan di sejumlah tempat di wilayah Mataram.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Catur Erwin Setiawan, Kamis (28/5/2026) mengatakan, pihaknya menangkap pria berinisial IS itu di sebuah rumah di wilayah Jempong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Penangkapan IS lanjutnya, berhasil dilakukan pada Selasa (23/5/2026) lalu. Saat ditangkap, IS sempat melakukan perlawanan kepada aparat kepolisian. “Sehingga tim melakukan tembakan peringatan namun tidak diindahkan oleh dia sehingga tembakan mengenai betis yang bersangkutan,” jelasnya.

Dari hasil interogasi awal, IS mengaku telah melakukan dua kali penjambretan di wilayah Mataram. Yang bersangkutan juga tercatat sebagai residivis kasus pencurian.

“Penjambretan pertama dilakukan di depan Bengkel Holy, Sekarbela pada 23 Desember 2025 lalu. Terduga pelaku mengambil gelang emas seharga Rp26 juta,” bebernya.

Dalam aksinya di Sekarbela itu, IS tak sendirian. Dia menjalankan aksinya bersama seorang rekannya berinisial U.

Selanjutnya pada Selasa, 2 April 2026, IS kembali melakukan dugaan penjambretan di JI. Sultan Kaharudin Pagutan Barat. Kali ini, terduga pelaku mengambil dua handphone milik korban seharga Rp45 juta. Di sini ia juga tak sendirian, seorang pria berinisial Y turut membantu IS.

Polisi dapat mengamankan IS berawal dari penangkapan seorang pria berinisial AZ yang mengaku membeli handphone curian milik IS. Terduga AZ merupakan penadah barang curian IS yang saat ini telah diamankan di Polda NTB.

“Kemudian kanit puma dan tim melakukan konsolidasi dan membagi tim terkait pengembangan pelaku utama tersebut,” terangnya.

Setelah rangkaian penyelidikan, aparat kepolisian dapat menemukan keberadaan IS dan langsung mengamankannya ke Mapolda NTB. Saat ini polisi masih melakukan pendalaman terkait adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

“Kami juga tengah menindaklanjuti laporan masyarakat yang ada kaitanya dengan perbuatan pelaku maupun kelompoknya guna proses hukum lebih lanjut,” tutupnya. (mit)

Lima Jemaah Haji Asal NTB Meninggal

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak lima Jemaah Haji asal NTB meninggal dunia di Arab Saudi. Lima jemaah yang meninggal dunia ini sebelum memasuki puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji (Kemenhaj) Provinsi NTB H. Lalu Muhamad Amin menyebut, lima Jemaah Haji yang meninggal dunia itu berasal dari Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat dan Sumbawa Barat.

‘’Kalau informasi mengenai Jemaah Haji yang meninggal ini harus satu pintu, yakni dari pusat. Namun, kami akan terus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai nasib dan kondisi jemaah di Arab Saudi,’’ ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis, 28 Mei 2026.
Dijelaskannya, jemaah yang meninggal dunia rata-rata merupakan jemaah lanjut usia (lansia). Faktor kelelahan diduga menjadi salah satu pemicu utama menurunnya kondisi fisik para jemaah.

Meski demikian, ujarnya, sebelum meninggal, beberapa jemaah sempat mengikuti rangkaian ritual ibadah bersama dengan kelompok terbang (kloter) masing-masing. Namun, setibanya kembali di hotel tempat menginap, sejumlah jemaah mengalami penurunan kesehatan yang drastis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pihaknya memastikan lima jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi ini akan mendapatkan hak mereka berupa asuransi. Namun, untuk nominal pasti dari santunan yang akan diterima oleh ahli waris belum disebutkan.

Disediakan Es Krim

Pada bagian lain, tambahnya, di tengah kondisi cuaca di Arab Saudi yang mencapai 50 C, Panitia Haji di Arab Saudi menyediakan es krim bagi Jemaah Haji yang sedang melaksanakan rukun haji. Selain itu, ungkapnya, pelaksanaan haji tahun ini berusaha dilakukan lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga pelayanan pada Jemaah Haji lebih maksimal.

‘’Dalam pergerakan jemaah ini cuaca cukup tinggi. Panas. Sehingga perlu ada minuman dan makanan yang segar untuk menetralisir kondisi Jemaah Haji kita,’’ ujarnya.

Berdasarkan data PPIH Embarkasi Lombok, total jemaah termasuk petugas haji pada 2026 sebanyak 5.864 orang. Sampai kloter terakhir, sebanyak 5.861 orang jemaah haji NTB yang diberangkatkan ke Arab Saudi. Karena tiga orang calon jemaah NTB gagal berangkat akibat kondisi kesehatan. (ham)

Sejumlah Objek Pajak di NTB Mengalami Kenaikan

Mataram (globalfmlombok.com) – Sejumlah objek pajak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kenaikan. Seperti Seperti Pajak Kendaraan dan pajak bahan bakar minyak. Selain itu, muncul juga beberapa kantong pajak dan retribusi baru seperti pajak balik nama kendaraan luar daerah, pajak kendaraan listrik, pajak penggunaan bahu jalan untuk kebutuhan usaha, izin pertambangan rakyat, hingga pajak air permukaan.

Peningkatan dan kemunculan sumber pendapatan baru bagi Pemprov NTB ini setelah pemerintah menyetujui revisi Peraturan Daerah (Perda) Pajak dan Retribusi Daerah (PDRB) NTB.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan terdapat sekitar enam ribu kendaraan luar daerah yang beroperasi di NTB. Selama ini, kendaraan-kendaraan tersebut tidak pernah berkontribusi pada pendapatan daerah.
“Kendaraan dari luar itu, kita wajibkan balik nama. Karena mereka kan menggunakan jalan kita. Minimal bayar pajaklah untuk kami,” ujarnya belum lama ini.

Kebijakan tersebut dikecualikan bagi kendaraan berstatus fidusia, yaitu pengalihan hak kepemilikan kendaraan secara sah. Selain meningkatkan pendapatan daerah, kebijakan wajib balik nama kendaraan luar daerah juga ditujukan untuk penertiban identitas kendaraan.
“Jangan sampai, tindakan kejahatan menggunakan kendaraan yang tidak jelas identitasnya. Itu makanya polisi juga punya kepentingan dalam wajibkan pajak itu menyesuaikan identitas kendaraan,” katanya.

Selain kendaraan luar daerah, pemerintah daerah juga memasukkan tambang rakyat sebagai objek pajak baru. Aktivitas pertambangan rakyat nantinya akan dikenakan pungutan pada aspek lingkungan, pengelolaan, dan komoditas. Besaran pajak akan disesuaikan berdasarkan luas wilayah izin pertambangan rakyat (IPR).

Objek pajak baru lainnya adalah penggunaan bahu jalan provinsi untuk kepentingan usaha komersial, termasuk oleh provider telekomunikasi. Kepala Bappeda NTB itu menilai penggunaan fasilitas daerah untuk kegiatan bisnis perlu dikenakan pajak karena memiliki nilai ekonomi.
Pemprov NTB juga mulai mengatur penggunaan air permukaan dengan mewajibkan pemasangan water meter di sumber air. Langkah itu dilakukan untuk memastikan penggunaan air dapat diukur secara jelas, sehingga besaran pajak lebih akurat.

“Sekarang di perda ini, kita minta mereka memasang meter di sumber air, sehingga jelas berapa air yang digunakan. Kalau tidak memasang water meter, makanya kita kena denda,” jelasnya.

Selain penambahan objek pajak, pemerintah daerah juga berencana menaikkan tarif pajak kendaraan kategori mewah, seperti sepeda motor di atas 150 CC dan mobil di atas 1.500 CC. Kendaraan listrik juga dipastikan masuk dalam objek pajak di perubahan perda tersebut.
Menurutnya, tarif pajak kendaraan di NTB saat ini masih lebih rendah dibanding sejumlah daerah lain seperti Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Karena itu, penyesuaian tarif dinilai perlu dilakukan.

Saat ini revisi perda tersebut masih menunggu evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kepala Bappeda NTB itu berharap aturan itu bisa mulai diterapkan pada Juni mendatang agar potensi pendapatan daerah segera dapat dimaksimalkan.

Dari perhitungan sementara, penerapan sejumlah objek pajak baru tersebut diperkirakan mampu menambah pendapatan daerah sekitar Rp28 miliar dari IPR. Dan Rp160 miliar secara total keseluruhan. (era)

Temuan DPD RI, Mutiara NTB Dipasarkan Ulang dengan Branding Singapura

Mataram (globalfmlombok.com) – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyoroti produk asal NTB yang gagal mempertahankan identitas asal di pasar global. Sorotan ini muncul menyusul adanya temuan dari Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung saat berkunjung ke NTB awal pekan ini yang mengatakan produk mutiara asli Lombok dipasarkan ulang di luar negeri dengan branding Singapura.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata mengaku pihaknya masih menelusuri terkait dugaan tersebut. Ia mengatakan hingga kini pihaknya belum bisa memastikan apakah produk NTB benar-benar diubah branding-nya setelah masuk pasar luar negeri.

“Ini saya lagi cek dulu. Bisa saja setelah kita ekspor, mereka jual lagi dengan branding baru. Kita belum tahu,” ujarnya pekan kemarin.

Menurutnya, selama ini ekspor mutiara tetap tercatat sebagai produk asal Lombok. Hal itu dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan Asal (SKA) yang diterbitkan pemerintah daerah untuk setiap produk ekspor.

“Kalau kita ekspor itu ada SKA-nya. Di situ jelas asal produknya dari mana. Jadi sebenarnya asal barangnya tetap tercatat dari NTB,” lanjutnya.

Namun, ia mengakui pemerintah tidak bisa mengontrol bagaimana produk tersebut dipasarkan kembali setelah berada di luar negeri. “Pas sudah dijual ke luar, kita tidak tahu apakah dipakai sendiri atau dijual lagi dengan merek lain,” tambahnya.

Singapura diakui menjadi salah satu negara tujuan ekspor mutiara NTB, selain China dan Filipina. Meski demikian, pemerintah daerah belum merilis data detail nilai maupun volume ekspor mutiara karena masih dalam proses pendataan.

Selain persoalan branding, Pemprov NTB juga menyoroti masih dominannya ekspor bahan mentah dari daerah. Produk-produk seperti udang, hasil perkebunan, hingga hasil hutan bukan kayu (HHBK) dinilai masih minim proses hilirisasi sebelum dikirim ke luar negeri.

“Masih banyak yang mentah. Ke depan kita ingin diproses dulu di NTB supaya nilai tambahnya tidak lari ke daerah lain,” katanya.

Adapun dengan banyaknya produk NTB yang dikirim melalui pelabuhan di Surabaya, sehingga nilai tambah ekonomi lebih banyak tercatat di provinsi lain. Wiranata mengaku ingin pelan-pelan mengurangi pengiriman dari luar daerah, dan menjadikan NTB sebagai daerah asal langsung pengiriman produk.

Di sisi lain, ia juga masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait kebijakan baru ekspor melalui BUMN. Kebijakan tersebut disebut akan mengatur perusahaan agar tidak lagi melakukan ekspor langsung secara mandiri.

“Secara teknis juknisnya belum turun, jadi kita belum bisa menilai apakah nanti menguntungkan atau justru merugikan eksportir,” pungkasnya. (era)

Soroti Wacana Dress Code Perpisahan Sekolah, DPRD Mataram Nilai Berpotensi Bebani Orang Tua

Mataram (globalfmlombok.com) – Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Ni Luh Arini menyoroti wacana penerapan aturan berpakaian atau dress code tertentu dalam kegiatan perpisahan sekolah. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menambah beban ekonomi bagi para orang tua siswa, khususnya dari kalangan kurang mampu.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kebijakan yang berkaitan dengan penyeragaman atau aturan berpakaian khusus sebaiknya dipertimbangkan secara matang agar tidak memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat. Ia menilai fokus utama dunia pendidikan seharusnya lebih diarahkan pada peningkatan kualitas belajar dan kedisiplinan siswa, bukan pada aspek penampilan yang berlebihan.

“Kalau saya melihat sih, kayaknya malah lebih memberatkan orang tua, khususnya yang tidak mampu,” ujar Arini kepada Suara NTB.

Arini menilai aturan yang terlalu rinci mengenai penampilan siswa dikhawatirkan justru menyerupai budaya luar negeri yang belum tentu sesuai dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Mataram.

Menurutnya, prinsip kesederhanaan harus tetap menjadi landasan dalam penerapan kebijakan di lingkungan sekolah. Sekolah dinilai tidak perlu menerapkan aturan yang terkesan berlebihan hingga mengarah pada kewajiban penggunaan pakaian tertentu yang membutuhkan biaya tambahan.

“Ya sederhana saja. Kalau saya melihat, kok seperti di luar negeri begitu. Bukan budaya kita juga,” katanya.

Ia juga menyinggung potensi biaya tambahan yang harus ditanggung wali murid apabila sekolah mewajibkan penggunaan kostum atau atribut tertentu di luar seragam yang selama ini sudah dimiliki siswa.

“Dari kostumnya, harus dress code, itu kan butuh biaya,” ujarnya.

Selain itu, Arini meminta dinas terkait lebih tegas dalam mengawasi kebijakan pendidikan agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Menurutnya, penerapan aturan di sekolah tetap diperbolehkan sepanjang tidak memberatkan siswa maupun orang tua.

Arini berharap setiap kebijakan di lingkungan pendidikan dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan finansial.

“Artinya, pembatasan atau aturan boleh saja, tapi jangan sampai memberatkan,” kata anggota dewan dari daerah pemilihan Cakranegara tersebut. (fit)

Satgas MBG Loteng Buka Layanan Pengaduan

Praya (globalfmlombok.com) – Guna mempermudah proses evaluasi dan pengawasan pelaksanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Satusan Tugas (Satgas) MBG Loteng membuka layanan pengaduan melalui call center 112. Melalui kanal tersebut masyarakat bisa menyampaikan keluhan, saran ataupun kritik terkait pelaksanaan program MBG di daerah ini. Dengan pengawasan dari semua pihaknya diharapkan program MBG bisa berjalan optimal di Loteng.

“Kalau programnya sudah berjalan optimal, maka hasilnya diharapkan juga maksimal,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Loteng Drs. H. Lalu Herdan, M.Si., kepada Suara NTB, di kantor Bupati Loteng, Selasa (26/5).

Ia mengatakan layanan pengaduan program MBG melalui call center 112 itu gratis. Tidak dikenakan biaya dan tanpa pulsa. Di mana masyarakat bisa menyampaikan apa saja terkait progam MBG. Mulai dari kualitas menu, distribusi maupun dampak-dampak lainnya terkait pelaksanaan program MBG di dalamnya.

Keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pelaksaan program MBG penting. Karena yang bersentuhan langsung dengan program ialah masyarakat itu sendiri. Jadi masyarakat yang merasakan dan terdampak secara langsung dengan program MBG.

Artinya, ketika ada persoalan yang ditemukan di lapangan, masyarakat tidak perlu ragu untuk melapor ke Satgas MBG melalui kanal yang sudah ada. Itu penting supaya ketika ada yang kurang dalam pelaksanaan program MBG bisa dilakukan perbaikan-perbaikan. Sehingga pada akhirnya program MBG bisa berjalan dengan maksimal sesuai apa yang diharapkan oleh pemerintah.

Disinggung pelaksanaan progam MBG di Loteng sejauh ini, Herdan mengungkapkan dari hasil evaluasi yang dilakukan Satgas MBG Loteng dibawah komanda Sekda Loteng bersama Kooridinator Wilayah (Korwil) MBG Loteng, secara umum sudah berjalan baik. Kendati diakui masih ada kekurangan-kekurangan yang itu menjadi catatan untuk diperbaiki.

Saat ini total sudah ada sekitar 160 dapur MBG yang berdiri dan beroperasi di Loteng dari sekitar 180 dapur yang menjadi kebutuhan. Dari jumlah dapur yang ada masih ada sekitar tujuh dapur yang masih berstatus dihentikan sementra operasionalnya. Karena belum melengkapi persyaratan yang ditentukan oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN).

“Masih ada tujuh dapur MBG yang saat ini masih dihentikan sementara operasionalnya. Menunggu kelengkapan syarat yang telah ditentukan oleh BGN. Dan, kita harapkan pihak dapur bisa segera melengkapi persyaratan yang diperlukan. Supaya bisa kembali beroperasi,” sebut mantan Camat Praya Barat ini. (kir)

Ketua Yayasan AHM Ajak Gen Z Sampaikan Edukasi Safety Riding Lewat SMC 2026 

Mataram (globalfmlombok.com)–

Di tengah maraknya penggunaan konten pendek di media sosial, Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) mengajak generasi muda menggunakan bahasa Gen Z untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara. Ajakan ini dikemas dalam gelaran Safety Riding Short Movie Contest 2026 (SMC 2026) yang akan berlangsung mulai 25 Mei hingga akhir Juli 2026.

Mengusung tema “Stay Alive for the Next Chapter”, kompetisi ini diharapkan menjadi ajang unjuk kreativitas dan mengajak generasi muda untuk melihat keselamatan berkendara sebagai bagian penting untuk mewujudkan mimpi, meraih masa depan, dan cerita hidup yang masih panjang.

Diharapkan akan muncul storytelling yang emosional, visual yang kreatif, hingga format video singkat yang mampu menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara efektif di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Pesan keselaman berkendara pun akan dapat diterima lebih luas dan membekas di kalangan anak muda.

Kompetisi film pendek ini terbagi dalam dua kategori, yakni film pendek dan video kreatif sosial media. Peserta dapat menuangkan ide kreatif melalui film pendek berdurasi maksimal tiga menit maupun video singkat maksimal 60 detik dengan gaya komunikasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda. Kegiatan ini terbuka untuk pelajar SMA/sederajat, mahasiswa, dan masyarakat umum di seluruh Indonesia.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan, kompetisi ini menjadi salah satu upaya Yayasan AHM untuk melibatkan generasi muda sebagai bagian dari gerakan positif keselamatan berkendara melalui pendekatan kreatif yang efektif dan kekinian.

“Lewat ajang ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak muda untuk menyampaikan perspektif dan pesan positif mereka terkait keselamatan berkendara dengan cara yang relevan. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang berani berkarya, berkolaborasi, dan menjadi bagian dari perubahan positif untuk masa depan yang berkelanjutan,” ujar Muhib.

Seluruh karya dapat diunggah melalui platform Instagram, Tiktok, dan YouTube. Penilaian dilakukan oleh juri profesional berdasarkan kesesuaian tema, kreativitas storytelling, orisinalitas ide, kekuatan pesan, hingga kualitas visual dan editing. Yayasan AHM menyiapkan total apresiasi hadiah puluhan juta rupiah bagi para pemenang terbaik yang berhasil menghadirkan karya inspiratif dan berdampak positif bagi masyarakat. Informasi lebih lanjut mengenai Safety Riding Short Movie Contest 2026 dapat diakses melalui akun Instagram @yayasanahm dan @sahabat1hati.