Beranda blog Halaman 239

Sidang Perdana Kasus Chromebook, Jaksa Ungkap Dugaan Aliran Kerugian Negara Rp9,2 Miliar ke Enam Terdakwa

Mataram (globalfmlombok.com) – Sidang perdana kasus dugaan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) 2022 berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Mataram, Jumat (19/12/2025).

Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum (JPU) menguraikan aliran kerugian negara Rp9,2 miliar yang diduga mengalir ke enam terdakwa kasus ini.

“Memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi, yaitu terdakwa LIA direktur PT Dinamika Indo Media sebesar Rp534 juta kemudian terdakwa S selaku Direktur CV Cerdas Mandiri sebesar Rp2 miliar,” ucap Balma Ariagana yang mewakili JPU.

Selanjutnya aliran uang kepada terdakwa MJ selaku marketing PT JP Press Rp238 juta dan LH, Direktur PT Temprina Media Grafika Rp5,5 miliar. Uang juga turut mengalir kepada tujuh penyedia di e-katalog yakni: CP Anugerah Pratama, PT Agres Info Teknologi, PT My Icon Technology, PT Ladang Karya Husada, PT Samafitro, PT Trimedia Solusi Informatika, dan PT Trisolah Utama Indonesia. Total Rp1,6 miliar mengalir kepada ketujuh penyedia tersebut.

Penuntut umum kemudian membeberkan, 7 perusahaan yang terdaftar sebagai penyedia di e-katalog itu berasal dari usulan terdakwa MJ (PT Agres Info Teknologi, PT My Icon Technology, dan PT Ladang Karya Husada) dan saksi Bupati Lombok Barat (PT Samafitro, PT. Trimedia Solusi Informatika, dan PT Trisolah Utama Indonesia).

Jaksa menjelaskan, terdakwa AS, A, S, MJ, LH, dan LA merekayasa proses pemilihan barang dan jasa melalui e-katalog. Mereka memilih CP Anugerah Pratama, PT Agres Info Teknologi, PT My Icon Technology, dan PT Ladang Karya Husada sebagai penyedia 4.230 unit laptop Chromebook untuk memenuhi kebutuhan 282 sekolah dasar (SD) di Lombok Timur.

Padahal, lanjut penuntut umum, keempat penyedia tersebut tidak memiliki barang atau produk paket laptop Chromebook. “Melainkan pesanan dipenuhi atau dilaksanakan dengan membeli barang dari PT Temprina Media Grafika yang tidak terdaftar sebagai penyedia e-katalog pada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” jelasnya.

Sehingga berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Kantor Akuntan Publik A.F Rahman & Soetjipto WS, perbuatan keenam terdakwa menimbulkan kerugian negara Rp 9.273.011.077.

Jaksa kini mendakwa keenam terdakwa dengan pasal berlapis, yakni Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 Jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Secara subsidair, juga disangkakan dengan Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas dakwaan penuntut umum tersebut, hanya terdakwa A yang mengajukan eksepsi. Sementara lima terdakwa lainnya menyatakan menerima dakwaan dan memilih untuk melanjutkan perkara ke tahap pemeriksaan pokok perkara. (mit)

Pengadilan Tinggi Perberat Vonis Mantan Bupati Lobar Menjadi 9 Tahun

Mataram (globalfmlombok.com) – Hakim banding pada Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengubah vonis hukuman mantan Bupati Lombok Barat (Lobar) , Dr.H.Zaini Arony dalam perkara korupsi kerja sama operasional pembangunan dan pengelolaan Lombok City Center dari 6 tahun menjadi 9 tahun penjara.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Mataram Lalu Moh. Sandi Iramaya di Mataram, Jumat (19/12/2025), membenarkan adanya kenaikan masa hukuman tersebut berdasarkan putusan di tingkat banding.

“Iya, betul. Lengkapnya sudah kami tampilkan dalam SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) Pengadilan Negeri Mataram,” katanya.

Dalam laman SIPP Pengadilan Negeri Mataram, amar putusan perkara banding Zaini Arony dengan nomor: 30/PID.TPK/2025/PT MTR, majelis hakim menyatakan menerima permintaan banding dari jaksa penuntut umum maupun terdakwa.

Hakim banding turut mengubah putusan Pengadilan Negeri Mataram nomor: 24/Pid.Sus-TPK/2025/PN Mtr, tanggal 13 Oktober 2025, yang dimintakan banding mengenai pidana yang dijatuhkan.

Hakim banding kemudian menyatakan terdakwa Zaini Arony terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primer jaksa penuntut umum.

Sehingga dalam amar putusan, hakim menjatuhkan pidana hukuman 9 tahun dan denda Rp400 juta subsider empat bulan kurungan pengganti.

Hakim banding turut menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan serta menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan.

Amar putusan di tingkat banding ini hanya terlihat berbeda dengan putusan pengadilan tingkat pertama pada pidana hukuman.

Untuk pidana denda dan perbuatan hukum yang dijatuhkan masih sama seperti amar putusan pengadilan tingkat pertama.

Perbuatan pidana Zaini Arony yang dinyatakan terbukti melanggar dakwaan primer jaksa penuntut umum ini berkaitan dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sandi Iramaya menyampaikan bahwa atas adanya putusan di tingkat banding ini, kedua belah pihak, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum masih memiliki hak untuk mengajukan upaya hukum lanjutan ke tingkat kasasi.

“Waktunya tujuh hari setelah putusan dibacakan. Jadi, sekarang menunggu para pihak saja apakah menerima atau menggunakan haknya untuk kembali melakukan upaya hukum lanjutan,” ucapnya.

Kerugian Negara Kasus LCC Ikut Berubah

Pengadilan Tinggi NTB menyatakan kasus korupsi pembangunan LCC menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp39,6 miliar. Hal ini merubah putusan pengadilan tingkat pertama yang menyatakan negara merugi Rp22,7 miliar.

Majelis hakim pada tingkat banding secara tegas menyatakan perbedaan pandangan dengan putusan pengadilan tingkat pertama. Terutama mengenai penentuan sumber serta metode perhitungan kerugian negara, karena dinilai tidak menggambarkan kerugian riil yang sesungguhnya dialami negara.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan tidak sependapat dengan kesimpulan hakim tingkat pertama yang menghitung kerugian negara dari selisih nilai tanah sebesar Rp22,3 miliar. Hakim menilai, angka tersebut semata-mata merupakan hasil konversi penyertaan modal daerah yang didasarkan pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim banding memaparkan bahwa penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kepada PT Patuh Patut Patju atau PT Tripat dilakukan pada 2013 dengan mengacu pada nilai tanah yang berlaku pada waktu itu.

Majelis hakim berpendapat cara perhitungan itu tidak lagi relevan karena perkara diperiksa dalam kondisi perekonomian dan nilai pasar tanah yang sudah jauh berbeda. Oleh karena itu, majelis berpendapat perhitungan nilai tanah yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tarmizi Ahmad lebih rasional.

Tanah yang menjadi penyertaan modal daerah tersebut terdiri atas dua sertifikat hak guna bangunan, namun hanya sebagian lahan yang dijadikan agunan dalam kerja sama. Luas tanah yang diagunkan tercatat mencapai 47.921 meter persegi dari SHGB Nomor 01.

Majelis hakim selanjutnya merujuk pada hasil penilaian KAP Tarmizi Ahmad untuk menetapkan nilai wajar tanah pada saat perkara diperiksa. Berdasarkan penilaian tersebut, nilai tanah sHGB Nomor 01 mencapai sekitar Rp38,1 miliar dengan acuan harga tahun 2024.

“Nilai bangunan sudah naik tiga kali lipat sejak tahun 2014 dianggap wajar apalagi setelah ada bangunan mal LCC di atasnya,” sebut hakim. Atas dasar pertimbangan itu, majelis menetapkan kerugian negara dari aspek nilai tanah sebesar Rp38.187.046.875. (mit)

KETIKA SUARA MENTERI SEBAGAI PENENTU AKHIR PEMILIHAN REKTOR UNRAM PERIODE 2026–2030

Oleh Markum, Guru Besar Unram

Pemilihan putaran kedua calon Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026–2030 telah usai dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025. Dari lima bakal calon yang sebelumnya berkompetisi, telah mengerucut menjadi tiga calon, dengan perolehan suara masing-masing Prof. Sukardi (34 suara), Prof. Muhamad Ali (16 suara), dan Prof. Kurniawan (6 suara). Sekilas, konfigurasi suara tersebut tampak memberi gambaran awal mengenai siapa yang berada di posisi teratas. Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: sudahkah hasil ini cukup untuk mengestimasi siapa pemenangnya? Jawabannya belum. Dalam mekanisme pemilihan rektor perguruan tinggi negeri, penentuan akhir tidak semata-mata ditentukan oleh suara senat, melainkan oleh suara Menteri yang memiliki bobot 35 persen, yang pada akhirnya menjadi faktor kunci dalam menentukan siapa yang akan memimpin Unram empat tahun ke depan.

Secara matematis, peta persaingan menjadi semakin jelas jika dilihat dari komposisi suara yang berlaku. Jumlah anggota Senat Universitas Mataram sebanyak 59 orang, sementara suara Menteri memiliki bobot 35 persen dari total suara pemilihan. Dengan komposisi tersebut, suara Menteri ekuivalen dengan 32 suara, sehingga total suara keseluruhan berjumlah 91 suara. Konsekuensinya, untuk dapat ditetapkan sebagai pemenang, seorang calon setidaknya harus memperoleh suara terbanyak. Dalam skenario jika seluruh suara Menteri diberikan kepada satu calon, maka kandidat yang memiliki peluang untuk menang adalah ketiga calon. Konfigurasi ini menegaskan bahwa kontestasi tidak lagi semata-mata ditentukan oleh perolehan suara senat, melainkan sangat bergantung pada arah pilihan suara Menteri sebagai penentu akhir.

Artinya, secara matematis dan prosedural, tidak ada skenario kemenangan yang memungkinkan tanpa keterlibatan suara Menteri. Pada titik inilah pemilihan rektor memasuki babak baru—bukan lagi sekadar kompetisi dukungan di internal senat, melainkan adu strategi untuk memperoleh legitimasi dan kepercayaan pemegang suara penentu, yakni Menteri. Dinamika inilah yang kemudian menggeser arena kontestasi dari ruang senat menuju ruang lobi kebijakan dan pertimbangan strategis di tingkat nasional.

Dalam fase krusial inilah, berbagai sumber daya dikerahkan secara intensif untuk memperoleh dukungan suara Menteri sebagai penentu akhir. Namun, perlu disadari bahwa Menteri bukanlah pemain tunggal yang sepenuhnya bebas menentukan arah pilihan secara mandiri. Dalam struktur kekuasaan yang hierarkis, posisi Menteri kerap berada pada simpul kebijakan yang tidak steril dari pengaruh kekuatan yang lebih besar, baik yang bersifat politik, institusional, maupun strategis. Keputusan yang diambil sering kali merupakan hasil dari rangkaian arahan, kepentingan, dan kalkulasi di tingkat yang lebih tinggi.

Maka arena kompetisi bagi calon rektorpun bergeser dan meluas, tidak lagi semata berada pada ruang akademik dan forum resmi kampus, melainkan memasuki wilayah lobi, negosiasi, dan bahkan transaksi kepentingan. Beragam pendekatan kemudian dimainkan secara simultan—mulai dari pendekatan politik melalui jejaring kekuasaan dan afiliasi politik, pendekatan kultural yang memanfaatkan kedekatan kekerabatan dan pertemanan, pendekatan ekonomi melalui insentif sumber daya, hingga pendekatan  pada organisasi keagamaan.  Dinamika ini menunjukkan bahwa pemilihan rektor, pada titik tertentu, berpotensi berubah dari proses akademik menjadi kontestasi kekuasaan yang kompleks dan berlapis.

Pada akhirnya, pertanyaan penting yang tersisa adalah bagaimana membaca arah pilihan Menteri dalam menentukan pemenang kontestasi ini. Jawabannya tidak pernah tunggal dan tidak sederhana. Arah tersebut saat ini sedang diuji melalui berbagai proses yang sengaja dibangun, diuji lewat beragam pendekatan, sinyal politik, komunikasi informal, serta konsistensi narasi yang ditawarkan masing-masing calon. Namun, jika dibaca dalam kerangka realitas kekuasaan, maka calon yang memiliki afiliasi politik paling kuat dengan kekuatan yang sedang berkuasa cenderung memiliki kans kemenangan yang lebih besar.

Malam Munajat NTB: Gubernur Iqbal Tekankan Syukur, Persatuan, dan Kepedulian Sosial

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menandai peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 daerah itu dengan cara yang berbeda. Bukan pesta seremonial, melainkan malam munajat dan doa bersama, yang digelar khidmat di halaman Kantor Gubernur NTB, Selasa (17/12/2025) malam.

Lantunan doa, musik religi, dan suasana reflektif mengiringi kegiatan yang juga dirangkai dengan penyerahan simbolis 18 paket umrah gratis serta satu unit sepeda motor dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal kepada para tokoh pengabdi dan insan berdedikasi.

Gubernur Iqbal menegaskan, malam munajat bukan sekadar penutup rangkaian peringatan ulang tahun, melainkan ruang untuk menundukkan hati, mensyukuri nikmat, sekaligus merenungkan arah perjalanan NTB ke depan.

“Pagi tadi kita memperingati 67 tahun usia NTB. Malam ini bukan peringatan seremonial, tetapi malam munajat. Malam berdoa untuk mengekspresikan rasa syukur kita kepada Allah SWT karena NTB diberikan semua hal yang dibutuhkan untuk maju,” ujar Iqbal.

Ia mengingatkan bahwa rasa syukur merupakan kunci bertambahnya nikmat, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT. Menurutnya, NTB dianugerahi kekayaan alam, sumber daya manusia, serta potensi besar yang tidak dimiliki banyak daerah lain di dunia.

Karena itu, tantangan terbesar ke depan, kata Iqbal, adalah menjaga persatuan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mendukung dan menguatkan, menyingkirkan kepentingan pribadi maupun golongan, serta fokus membangun NTB secara bersama-sama.

“Yang paling kita butuhkan ke depan adalah persatuan. Saling mendukung, saling menguatkan, dan mengesampingkan kepentingan sempit demi NTB,” tegasnya.

Dalam suasana penuh keheningan, Gubernur Iqbal juga mengajak hadirin mengirimkan doa dan membaca Al-Fatihah bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana. Musibah tersebut, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya menjaga dan memperbaiki lingkungan secara kolektif.

Malam munajat itu sekaligus menjadi panggung penghormatan bagi para pengabdi yang selama ini bekerja jauh dari sorotan. Iqbal menyampaikan apresiasi kepada pegawai pendukung pemerintahan, mulai dari pengemudi, petugas kebun, hingga penyedia layanan harian yang rata-rata telah mengabdi lebih dari 13 tahun.

“Mereka yang menyajikan kopi, menyiapkan kendaraan, mengurus kebun, dan memastikan roda pemerintahan berjalan, sering kali tidak terlihat. Malam ini kami ingin menyampaikan terima kasih setulus-tulusnya,” ucapnya.

Apresiasi juga diberikan kepada insan pers yang setia mengabarkan perjalanan NTB selama puluhan tahun. Di antaranya H. Supriayantho Khafid , mantan wartawan Tempo yang telah empat dekade meliput NTB; H. Agus Talino dari Suara NTB dengan lebih dari 30 tahun pengabdian; serta Sirojudin, jurnalis muda TVRI yang bertugas di lingkungan Pemprov NTB.

Penghormatan serupa diberikan kepada para penyuluh posyandu yang disebut Gubernur Iqbal sebagai pekerja sosial dengan “gaji keikhlasan”. Mereka dinilai memiliki peran krusial dalam mendampingi ibu dan anak di desa-desa. Tiga penyuluh posyandu terbaik NTB menerima apresiasi khusus, termasuk Ibu Solatiyah yang meraih penghargaan tingkat nasional.

Sementara itu, kepada Ibu Wayan, penyuluh posyandu beragama Hindu, Pemprov NTB menyerahkan satu unit sepeda motor sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, menggantikan hadiah umrah.

Sebanyak 18 paket umrah gratis diserahkan secara simbolis, dengan rencana keberangkatan pada Januari 2026 mendatang.

Di penghujung acara, Gubernur Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri memohon doa dari para tuan guru, tokoh agama, dan seluruh masyarakat agar diberi kekuatan memimpin NTB dengan amanah dan adil.

“Kami mohon doa agar dijauhkan dari kepentingan pribadi, dari hasad dan dengki, serta diberi kesehatan dan kekuatan untuk benar-benar mengabdi demi kesejahteraan rakyat NTB,” ujar Iqbal.(ris)

Anugerah KIP NTB 2025: Kota Mataram, RSJ Mutiara Sukma dan Desa Semparu Jadi Badan Publik Predikat Informatif dengan Nilai Tertinggi

Mataram (globalfmlombok.com)—

Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB menggelar Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tahun 2025 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (18/12/2025). Acara ini menjadi puncak apresiasi bagi badan publik yang dinilai konsisten menghadirkan layanan informasi terbuka kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Yusron Hadi, ST, MUM, menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kegiatan ini menjadi apresiasi bagi badan publik yang telah menghadirkan informasi terbuka. Diharapkan bisa menginspirasi semua pihak untuk menghadirkan informasi yang positif dalam rangka membangun daerah kita. Good governance harus didukung oleh pilar informasi yang baik,” ujarnya.

Ketua KI NTB, M. Zaini, menjelaskan bahwa anugerah ini merupakan rangkaian akhir dari monitoring dan evaluasi (monev) badan publik yang dilakukan sejak Juli hingga November 2025.

“Kami menilai sejauh mana kepatuhan badan publik dalam memberikan layanan informasi. Selain itu, kami juga melakukan visitasi untuk melihat langsung komitmen badan publik terhadap keterbukaan informasi,” katanya.

Dalam ajang tersebut, sejumlah badan publik meraih predikat tertinggi:

  • Kategori OPD Pemprov NTB: RSJ Mutiara Sukma dengan nilai 99,80
  • Kategori Pemerintah Daerah: Kota Mataram dengan nilai 99,40
  • Kategori Pemerintah Desa: Desa Semparu, Lombok Tengah, dengan nilai 98,00

Apresiasi Gubernur NTB

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, memberikan apresiasi kepada KI NTB atas perannya mengawal keterbukaan informasi.

“Kegiatan ini memotivasi OPD untuk lebih informatif. Saya kaget ada OPD yang tidak disebutkan namanya. Semoga ke depan semua OPD lingkup NTB bisa informatif,” ujarnya.

Iqbal juga menyoroti keberhasilan RSJ Mutiara Sukma yang dinilai mampu menjadi teladan.

“Saya mengucapkan selamat kepada RSJ Mutiara Sukma. Ini bisa menjadi model yang kita tiru dalam organisasi kita sendiri. Tidak perlu jauh-jauh mengambil contoh dari luar. Terima kasih atas profesionalisme dan transparansi yang ditunjukkan,” katanya.

Melalui anugerah ini, Pemprov NTB berharap keterbukaan informasi publik semakin mengakar sebagai budaya birokrasi. Transparansi dinilai bukan sekadar kewajiban, melainkan fondasi untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.(ris)

Pertama di NTB, Pemkot Mataram Serahkan SK kepada 3.067 PPPK Paruh Waktu

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram menjadi pemerintah daerah pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Sebanyak 3.067 PPPK paruh waktu menerima SK pengangkatan yang diserahkan di Taman Sangkareang, Kota Mataram, Kamis (18/12/2025).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono, menyampaikan bahwa penyerahan SK tersebut dimajukan dari jadwal yang sebelumnya ditetapkan pada 22 Desember 2025. Dengan demikian, Kota Mataram menjadi daerah pertama di NTB yang menyerahkan SK PPPK paruh waktu.

“Hari ini kami menyerahkan SK kepada 3.067 pegawai PPPK paruh waktu. Mataram menjadi yang paling pertama di NTB karena jadwal penyerahan kami majukan,” ujarnya dalam laporan kegiatan.

Taufik menjelaskan, jumlah awal pegawai yang diusulkan masuk dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebanyak 3.078 orang. Mereka merupakan tenaga yang tidak lulus seleksi PPPK penuh waktu tahap I dan II. Namun, jumlah tersebut berkurang menjadi 3.070 orang karena sebagian tidak melengkapi Daftar Riwayat Hidup (DRH) dan persyaratan administrasi lainnya.

Dari 3.070 orang yang diusulkan, sebanyak 3.067 pegawai dinyatakan memenuhi syarat dan menerima SK PPPK paruh waktu. Sementara itu, tiga orang lainnya dinyatakan tidak lolos, masing-masing karena mengundurkan diri, meninggal dunia, dan diberhentikan.

Selain itu, dari total 3.067 PPPK paruh waktu, terdapat 15 orang yang akan memasuki masa pensiun pada tahun 2026 karena mendekati batas usia pensiun, yakni 58 tahun.

Taufik menambahkan, kontrak kerja PPPK paruh waktu berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang. Namun, perpanjangan kontrak akan didasarkan pada hasil evaluasi kinerja. “Ada dua kriteria utama, yaitu disiplin kerja dan pencapaian target kinerja,” katanya.

Penghasilan PPPK Paruh Waktu di Pemkot Mataram

Terkait penghasilan, PPPK paruh waktu akan menerima gaji sesuai dengan penghasilan yang selama ini diterima di instansi tempat mereka bekerja, dengan batas minimal sebesar Rp1,5 juta per bulan. Khusus bagi PPPK paruh waktu yang bertugas di rumah sakit dan puskesmas, terdapat kemungkinan memperoleh tambahan penghasilan dari jasa pelayanan (jaspel) melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, menyampaikan bahwa pengangkatan sebagai PPPK paruh waktu tidak menutup kemungkinan untuk menjadi PPPK penuh waktu di masa mendatang.

“Berdasarkan pertimbangan dan kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD). Ada peluang bagi bapak dan ibu sekalian untuk diangkat menjadi PPPK penuh waktu,” ujarnya.

Ia menegaskan, kinerja dan dedikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat akan menjadi bahan penilaian utama pemerintah daerah ke depan. “Apa yang dilakukan ketika menjalankan tugas akan tetap diawasi,” punggungnya. (pan)

Syukuran HUT Ke-67 NTB, Gubernur Tegaskan “Gerak Cepat NTB Hebat” untuk NTB Makmur Mendunia

Praya (globalfmlombok.com) – Pemprov NTB menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTB di halaman Kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Praya, Lombok Tengah, Rabu (17/12/2025). Peringatan tahun ini mengusung tema “Gerak Cepat NTB Hebat” yang mencerminkan semangat kebangkitan, kerja cepat, dan kolaborasi seluruh elemen daerah dengan komitmen bersama untuk membawa NTB menjadi daerah makmur, berdaya saing dan mendunia.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah kerja nyata pemerintah daerah untuk memastikan setiap kebijakan bergerak cepat, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“NTB harus bergerak cepat, tepat, dan berdampak. Kita ingin setiap kebijakan benar-benar menyentuh masyarakat dan setiap langkah pembangunan memberi hasil yang hebat dan nyata,” tegas Gubernur.

Tema “Gerak Cepat NTB Hebat” disebut selaras dengan Tripel Agenda NTB Makmur Mendunia, yakni penurunan angka kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pariwisata yang mendunia.

Dalam kurun waktu 10 bulan, Pemprov NTB mencatat sejumlah capaian signifikan. Angka kemiskinan NTB berhasil ditekan dari 11,91 persen pada 2024 menjadi 11,78 persen pada 2025. Dengan dimulainya program Berdaya Transformatif, penurunan kemiskinan ditargetkan semakin progresif ke depan.

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah fokus pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Program Optimalisasi Lahan (Oplah) telah dilaksanakan di lebih dari 10.700 hektare sawah, memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun.

Dampaknya, lanjut Gubernur, produksi padi NTB meningkat signifikan dari 1,45 juta ton pada 2024 menjadi lebih dari 2 juta ton pada akhir 2025. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) melonjak dari 123 pada Desember 2024 menjadi 128 pada November 2025.

“Seperti yang kita impikan bersama, hari ini petani sudah mulai tersenyum. Dan kita ingin senyum itu semakin lebar,” ujar Gubernur.

Di sektor pariwisata, fondasi menuju destinasi kelas dunia terus diperkuat melalui peningkatan konektivitas. Frekuensi penerbangan ke Sumbawa meningkat dari satu menjadi dua kali sehari, sementara ke Bima dari dua menjadi tiga kali sehari.

Sepanjang 2025, NTB juga membuka lima rute penerbangan nasional baru menuju Labuan Bajo, Tambolaka, Waingapu, Malang, dan Banyuwangi. Ke depan, tiga rute penerbangan internasional baru ke Perth, Darwin, dan Bangkok dipersiapkan mulai 2026, disertai upaya membuka konektivitas ke Timur Tengah, Asia Tengah, dan Eropa.

Selain itu, jalur kapal cepat Sanur–Senggigi–Mandalika serta layanan seaplane yang menghubungkan Bandara Bizam dengan destinasi pulau-pulau kecil di NTB tengah dipersiapkan dan ditargetkan beroperasi pada 2026.

Di luar Tripel Agenda, sejumlah langkah fundamental juga berhasil dituntaskan. Antara lain perbaikan total empat ruas jalan strategis provinsi, yakni Simpang Tano Seteluk, Lenangguar Lunyuk, Pohgading Dasan Gres, dan Wakul Ketejer, yang selama bertahun-tahun berdampak besar terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Di bidang kesehatan, RSUD Manambai Sumbawa berhasil naik kelas dari tipe C ke tipe B. Sehingga masyarakat Pulau Sumbawa kini dapat mengakses layanan kesehatan rujukan tanpa harus ke Mataram. Sementara itu, studi kelayakan pembangunan jalan bebas hambatan port to port Lembar–Kayangan diharapkan konstruksi dapat dimulai pada 2027.

Sepanjang 2025, NTB juga menorehkan berbagai prestasi membanggakan, di antaranya TPAKD Awards sebagai provinsi terbaik wilayah timur dalam akses dan literasi keuangan. Juara I SPM Awards tingkat nasional, Penghargaan Kemendagri dan Majalah Tempo atas peningkatan layanan kesehatan, Konsisten masuk tiga besar nasional realisasi pendapatan dan belanja daerah dan Juara I Anugerah Adinata Syariah 2025. Serta sejumlah penghargaan lain di kategori halal, pendidikan, dan keuangan syariah

‘’Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Namun kita tidak boleh berpuas diri. NTB harus terus bergerak lebih cepat, lebih inovatif, dan lebih adaptif,” tegas Gubernur.

Syukuran HUT ke-67 NTB turut dihadiri anggota DPR RI dan DPD RI Dapil NTB, para Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode sebelumnya. Pimpinan DPRD, Forkopimda, Bupati/Wali Kota se-NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, insan pers, warga NTB berprestasi, serta ribuan masyarakat. (era/*)

Bersiap Hadapi Lonjakan Penumpang Selama Nataru, Posko Terpadu di BIZAM Diaktifkan

Praya (globalfmlombok.com) – InJourney Airports Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mengaktifkan Posko terpadu layanan penumpang terhitung mulai Selasa (16/12/2025). Langkah itu dilakukan sebagai untuk memastikan pelayanan penumpang dan operasional kebandarudaraan di BIZAM selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kali ini bisa berjalan lancar. Layanan posko terpadu yang dibuka di area lobi terminal BIZAM tersebut akan dibuka hingga 21 hari ke depan.

“Sebagai bentuk kesiapan operasional kita sudah mengaktifkan Posko layanan angkutan udara di BIZAM. Ini dilakukan untuk memastikan kesiapan penuh dalam melayani perjalanan udara masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru kali ini,” ungkap General Manager InJourney Airports BIZAM Aidhil Philip Julian, Selasa (16/12/2025) siang.

Kesiapan tersebut mencakup optimalisasi infrastruktur penunjang bandara, fasilitas hingga kesiapsiagaan personel. Guna mengantisipasi dan menghadapi potensi terjadinya peningkatan pergerakan penumpang dan lalu lintas penerbangan selama peak season di periode libur natal dan tahun baru.

“Posko berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi dalam rangka memastikan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan bandara berjalan secara optimal selama periode libur akhir tahun ini. Sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar stakeholder bandara dalam menghadapi peningkatan aktivitas penerbangan,” jelasnya.

Dengan sinergi lintas stakeholder tersebut pihaknya siap menyambut peningkatan pergerakan penumpang dan memberikan seamless journey experience bagi masyarakat yang memanfaatkan libur akhir tahun. Ia juga memastikan seluruh infrastruktur dan fasilitas bandara di BIZAM, baik di sisi udara maupun sisi daratnya dalam kondisi prima dan dan siap mendukung kelancaran operasional selama periode natal dan tahun baru ini.

“Dengan fokus utama memastikan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan berjalan optimal. Sehingga seluruh pengguna jasa bandara dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman serta berkesan. Pengoperasian Posko Nataru menjadi penanda dimulainya kesiapan penuh seluruh stakeholder bandara dalam melayani perjalanan udara masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru ini,” imbuhnya.

Terkait permintaan extra flight (penerbangan tambahan) untuk musim libur natal dan tahun baru, sejauh ini belum ada dari maskapai. Karena biasanya biasanya maskapai mengajukan extra flight mendekati masa liburan. “Setiap perkembangan nanti akan kami informasikan kembali,” tambah Branch Communication & CSR Department Head InJourney Airports BIZAM Angga Maruli Anugrah P. (kir)

NTB Bermunajat, Pemprov NTB Berikan Penghargaan kepada Puluhan Non-ASN

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemprov NTB menggelar NTB bermunajat sebagai salah satu rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 NTB. NTB Bermunajat sebagai salah satu bentuk syukur Pemprov NTB atas usia yang kini menyentuh 67 tahun. Dalam kegiatan ini, ribuan warga NTB memadati Kantor Gubernur sejak pukul 16.00 Wita untuk menikmati sajian UMKM secara gratis. Di malam puncak, NTB Bermunajat mengundang tiga bintang, yaitu Opick, Habib Ali Zaenal Abidin Alkaff, dan Mohammed Youssef.

Selain NTB bermunajat, daerah juga menggelar NTB expo dan syukuran di halaman kampus Institut Pendidikan Dalam negeri (IPDN) pada Kamis, 17 Desember 2025. Tidak hanya itu, Pemprov juga memberikan sejumlah penghargaan kepada ASN yang kompeten, hingga tokoh-tokoh non-ASN pembantu pengembangan daerah selama 10 bulan terakhir. Pada malam NTB Bermunajat, Gubernur memberikan hadiah umrah ke 19 orang, dan satu orang mendapatkan motor.

Di antaranya yaitu penghargaan wartawan senior kepada Pemimpin Redaksi Suara NTB, Agus Talino dan Suprianto Khafid, wartawan Tempo. Penghargaan wartawan yang bertugas di lingkup Pemprov NTB diberikan kepada wartawan TVRI, Sirajudin. Tidak hanya kepada unsur wartawan, Pemprov juga memberikan penghargaan kepada Tenaga Posyandu, Tenaga Kebersihan/Tukang Kebun dan Sopir Pemerintah Provinsi NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan NTB bermunajat sebagai salah satu cara pemerintah mengekspresikan rasa syukur atas usia NTB yang kini menyentuh 67 tahun.

“Malam ini bukan peringatan, tapi malam ini adalah malam munajat. Malam berdoa untuk mengekspresikan rasa syukur kita bahwa Allah berikan semua hal yang kita butuhkan di NTB ini untuk bisa maju,” ujarnya, Rabu, 17 Desember 2025.

Iqbal melanjutkan, berkumpulnya warga NTB, pimpinan, hingga beberapa tokoh di malam HUT NTB ini semata-mata untuk menunjukkan rasa syukur atas nikmat yag telah diberikan Tuhan kepada NTB. Dengan rasa syukur, lanjutnya akan ada tambahan nikmat-nikmat lainnya yang memudahkan provinsi mencapai visi-misi NTB Makmur Mendunia.

“Caranya adalah dengan bersyukur. Karena itu tema besar malam ini adalah syukur. Allah memberikan semua hal kepada NTB yang dibutuhkan untuk maju,” lanjutnya.

Nikmat NTB, sambung Iqbal tergambar dari kekayaan dan keindahan alam daerah ini, gunung, pantai, air terjun, hingga pangan yang melimpah.Memiliki sumber daya manusia yang baik, dalam tanahnya terdapat sumber daya mineral yang melimpah, dan berbagai nikmat lainnya. “Tidak banyak daerah di dunia ini yang memiliki begitu banyak kenimatan lebih dari yang diberikan kepada NTB,” ucapnya.

Dengan banyaknya nikmat yang dimiliki NTB, Iqbal mengaku daerah ini hanya butuh persatuan dan solidaritas. Saling mendukung antara pemerintah dan masyarakat, saling menguatkan sampai tercapainya kemakmuran yang dimimpikan oleh masyarakat NTB.

Habib Ali Zaenal Abidin Alkaf mengapresiasi penuh kegiatan NTB Bermunajat. Menurutnya tidak banyak pemerintah yang menggelar kegiatan keagamaan seperti ini dalam rangka HUT daerahnya. “Biasanya saya diundang keluar daerah, ke luar negeri. Tapi ini tumben sekali ada kepala daerah mengundang untuk berdoa bersama disini. Terima kasih pak Gubernur,” katanya. (era)

Temuan Bayi Hiu Paus Bukti Ekosistem Laut Masih Subur di Teluk Saleh

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB menyatakan temuan bayi hiu paus oleh para ilmuwan menjadi indikator kuat kondisi ekosistem laut yang masih terjaga dan memiliki tingkat kesuburan yang baik.

Kepala DKP NTB Muslim memandang temuan bayi hiu paus di Teluk Saleh, Pulau Sumbawa, memperkuat posisi kawasan perairan tersebut sebagai habitat penting bagi biota laut langka.

“Temuan ini bukan hal yang mengagetkan bagi kami, karena itu menandakan bahwa tingkat kesuburan perairan dan juga kondisi ekosistem perairan masih bagus,” ujarnya di Mataram, Rabu (17/12/2025).

Muslim mengatakan fenomena kemunculan bayi hiu paus menandakan bahwa Teluk Saleh berfungsi sebagai daerah pemijahan dan tempat mencari makan bagi hiu paus serta biota laut lainnya.

Ia menegaskan pengelolaan kawasan Teluk Saleh harus terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari masyarakat lokal, otoritas pemerintah, sektor swasta hingga lembaga swadaya masyarakat.

“Yayasan Konservasi Indonesia merupakan salah satu mitra kami di NTB yang memang secara fokus melakukan kegiatan konservasi dan upaya bagaimana pemanfaatan tata kelola hiu paus bisa berkelanjutan,” kata Muslim.

Lebih lanjut ia menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu yang telah sepakat mendorong penetapan kawasan konservasi hiu paus di Teluk Saleh.

Menurutnya, kesepakatan itu sebagai bentuk upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap upaya penting menjaga keberlangsungan spesies laut yang dilindungi.

Keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan konservasi menjadi kunci utama menjaga kesuburan ekologi perairan, mencegah pencemaran, serta menghindari aktivitas yang berpotensi merusak habitat hiu paus.

Aktivitas perlindungan yang dilakukan langsung oleh masyarakat diharapkan mampu mencegah spesies ikan bernama latin Rhincodon typus tersebut bermigrasi ke perairan lain.

“Kami mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam melindungi hiu paus. Spesies ikan terbesar di dunia tersebut bukan untuk satu atau 10 tahun ke depan, tapi kami ingin hiu paus tetap berada di Teluk Saleh sampai ratusan tahun mendatang,” pungkas Muslim.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, para ilmuwan mengonfirmasi temuan neonatal atau bayi baru lahir hiu paus berukuran sekitar 135 sampai 145 sentimeter pada perairan Teluk Saleh yang berada di bagian utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Hasil temuan itu diumumkan melalui jurnal Diversity dan menempatkan Teluk Saleh sebagai salah satu kandidat terkuat pengasuhan anakan hiu paus di dunia.

Catatan kemunculan bayi hiu paus berukuran di bawah 1,5 meter secara global baru tercatat sebanyak 33 kali selama lebih dari satu abad penelitian. Sebagian besar temuan adalah hasil observasi singkat, tanpa dokumentasi visual yang memadai, dan tidak terjadi secara berulang di satu lokasi.

Para Ilmuwan menyatakan situasi berbeda nampak di Teluk Saleh. Pada Agustus hingga September 2024, nelayan lokal melaporkan melihat sedikitnya lima kali kemunculan hiu paus kecil berukuran 1,2 hingga 1,5 meter di sekitar bagan.

Salah satu individu sempat terjaring tanpa sengaja sebelum dilepaskan kembali ke laut. Bayi hiu paus tersebut sempat berada di dalam kota styrofoam berisi air laut yang memungkinkan nelayan melakukan estimasi ukuran tubuh secara presisi menggunakan analisis visual berbasis objek pembanding.

Dengan dimensi kotak 120 x 42 x 32 sentimeter, ilmuwan memperkirakan panjang total bayi hiu paus yang ditemukan di perairan Teluk Saleh sekitar 135 hingga 145 sentimeter. (ant)