Beranda blog Halaman 228

Penemuan Tulang Belulang Manusia Gegerkan Warga Dusun Panggang Sekotong

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Masyarakat di Dusun Panggang, Desa Persiapan Belongas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) digegerkan oleh penemuan jenazah seorang perempuan di kawasan hutan setempat pada Selasa siang (6/1/2026). Jenazah korban ditemukan sudah dalam bentuk tulang belulang, dengan tengkorak di dalam kain yang menggantung di pohon sekitar lokasi kejadian.

Kasi Humas Polres Lobar Iptu Amirudin yang dikonfirmasi media membenarkan penemuan jenazah tersebut. “Memang benar pada hari Selasa, 6 Januari 2026 sekitar pukul 11.00, telah ditemukan mayat yang sudah berbentuk tengkorak (tulang belulang) di Dusun Panggang,” kata Amirudin, Rabu (7/1/2026).

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh seorang anak yang kebetulan melintas di lokasi penemuan. Lokasi penemuan tulang belulang ini berada di kawasan kebun milik warga di perbatasan antara Dusun Panggang dan Dusun Sauh. Kemudian kejadian itu dilaporkan ke warga sekitar dan kepala dusun setempat. “Lalu dilaporkan ke Polsek Sekotong,” terangnya.

Polsek Lakukan Olah TKP

Atas informasi tersebut, tim dari Polsek Sekotong terdiri dari Unit Reskrim dan SPKT di-backup oleh tim Inafis Polres Lobar, terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Di lokasi, tim melakukan pengumpulan barang bukti yang ada di TKP. Seperti KTP, pakaian korban dan barang lainnya. Dari hasil temuan awal di lokasi, baik berupa KTP dan pakaian, korban berjenis kelamin perempuan atas nama Jani warga kelahiran Lombok Tengah.

Kemudian ada seorang Kadus dari Lebah Suren Desa Sekotong Tengah membawa saksi yang ingin mengecek KTP korban. Dari pengakuan saksi tersebut, bahwa korban merupakan adiknya yang telah lama hilang. Sejak kapan bersangkutan menghilang, pihaknya belum bisa menyampaikan karena perlu pendalaman informasi dari saksi-saksi. Untuk sementara mayat korban berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi. Autopsi dilakukan untuk mengetahui apa penyebab kematian bersangkutan.

Terkait informasi bahwa bersangkutan diduga gantung diri, karena tengkorak korban menggantung di kain. Hal ini kata dia, akan disampaikan, apabila sudah lengkap pemeriksaan saksi-saksi dan penyebab dari kematian melalui hasil autopsi. Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyidikan kejadian penemuan mayat ini. Terutama untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Identitas Jenazah yang Ditemukan di Sekotong

Terpisah, Kapolsek Sekotong, Polres Lombok Barat, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menerangkan berdasarkan identitas yang ditemukan, korban bernama Jani, seorang perempuan berusia 41 tahun asal Dusun Dasan Bengkel, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. “Korban berdomisili di Dusun Lebah Suren Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong Lombok Barat,” terangnya.

“Begitu mendapatkan informasi mengenai penemuan mayat tersebut, kami segera menerjunkan Unit Reskrim beserta piket fungsi lainnya. Termasuk Tim Inafis Polres Lombok Barat, untuk melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat dikonfirmasi media.

Setibanya di lokasi kejadian pada pukul 15.10 Wita, petugas kepolisian langsung melakukan sterilisasi area. Tim Inafis Polres Lombok Barat bekerja ekstra hati-hati dalam mengumpulkan bukti-bukti fisik di sekitar tempat penemuan jenazah. Berdasarkan pengamatan awal, ditemukan tas yang berisi pakaian, sepatu, dompet, serta kartu identitas yang mengarah pada sosok Jani. Iptu I Ketut Suriarta menjelaskan bahwa kondisi jenazah saat ditemukan sudah sangat memprihatinkan.

Namun, barang-barang milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi menjadi petunjuk krusial dalam proses identifikasi awal. Setelah proses olah TKP selesai, jenazah kemudian dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram pada sore harinya untuk menjalani prosedur medis lebih lanjut.

“Pihak keluarga telah datang dan memastikan bahwa barang-barang yang kami amankan memang benar milik saudara mereka. Saat ini, kami tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku untuk memastikan penyebab kematian,” tambah Iptu I Ketut Suriarta.

Kepolisian Belum Simpulkan Penyebab Meninggal

Sementara itu, Kasat Reskrim, Polres Lombok Barat, Polda NTB, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H., menjelasakan bahwa meskipun identitas telah terungkap, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya korban. Penyelidikan masih terus dikembangkan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk saksi pertama yang menemukan korban dan warga di lokasi penemuan.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban masih dititipkan di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara. AKP Lalu Eka Arya menjelasakan bahwa, rencananya hari ini dilaksanakan visum terhadap korban, guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan.

“Langkah selanjutnya adalah menunggu hasil visum dari tim medis RS Bhayangkara. Kami berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan dan profesional agar penyebab kematian korban dapat segera terungkap secara terang benderang,” pungkas AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H. (her)

Selama 2025, BIZAM Layani 26.337 Pergerakan Pesawat dan 2,3 Juta Penumpang

Mataram (globalfmlombok.com) – Trafik tahunan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun 2024.

Sepanjang tahun 2025, BIZAM melayani sebanyak 26.337 pergerakan pesawat, meningkat 5,9 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 sebanyak 24.879 pergerakan pesawat.

Untuk pergerakan penumpang, pada tahun 2025 BIZAM melayani sebanyak 2.497.163 penumpang, meningkat 5 persen dibandingkan capaian tahun 2024 sebanyak 2.377.410 penumpang.

Menurut General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, capaian kinerja trafik 2025 dibandingkan 2024 ini semakin mempertegas peran strategis BIZAM sebagai pintu gerbang utama konektivitas udara di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Data pertumbuhan trafik 2025 menjadi motivasi bagi InJourney Airports BIZAM untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, guna mendukung pengembangan pariwisata serta perekonomian daerah,” ujarnya.

Sepanjang periode posko Nataru 2025/2026, BIZAM melayani sebanyak 171.241 penumpang, meningkat 15,7 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025, di mana BIZAM melayani sebanyak 147.974 penumpang.

Puncak arus penumpang terjadi pada 28 Desember 2025 dengan jumlah 10.682 penumpang, sekaligus menjadi rekor pergerakan penumpang harian tertinggi sepanjang tahun 2025.

Dari sisi operasional penerbangan, bandara melayani 1.905 pergerakan pesawat selama periode Nataru 2025/2026, meningkat 44,5 persen dibandingkan periode 2024/2025, dimana bandara melayani sebanyak 1.318 pergerakan pesawat.

Peningkatan ini juga didukung oleh realisasi 15 penerbangan tambahan (extra flight) dari maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, TransNusa, dan Wings Air pada rute Jakarta, Surabaya, Bali, serta Bima. (bul)

Kasus Dugaan Korupsi Pokir DPRD Mataram, Jaksa Telah Periksa 50 Saksi

Mataram (globalfmlombok.com) – Kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) Rp6 miliar yang bersumber dari dana pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Mataram 2022 masih berjalan di tahap penyidikan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Mataram, Muhammad Harun Al-Rasyid, Rabu (7/1/2026) mengatakan, sejauh ini pihaknya masih fokus melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Saksi yang telah diperiksa kini telah mencapai puluhan. “Kami telah periksa kurang lebih 50 orang saksi di perkara ini,” katanya.

Harun tidak membeberkan siapa saja 50 orang saksi yang telah diperiksa penyidik Kejari Mataram itu. “Intinya perkara ini tetap berproses,” tandasnya.

Dalam proses penyidikan, Kejari Mataram juga menerima petunjuk dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB mengenai dokumen dan data yang perlu dilengkapi. Rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti oleh penyidik.

Sejak awal, kejaksaan menjalin koordinasi dengan BPKP NTB guna menyamakan persepsi atas penanganan kasus ini. Pihaknya menegaskan bahwa perkara ini bukan ranah perdata maupun pidana umum.

Dari hasil penyidikan, Kejari Mataram mencatat potensi kerugian negara mencapai Rp5 miliar. Dana bansos tersebut diketahui dititipkan di Dinas Perdagangan Kota Mataram.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Mataram, Mardiyono, membeberkan adanya sejumlah kejanggalan dalam proses penyaluran bansos tersebut. Salah satunya adalah tidak adanya survei terhadap kelompok penerima bantuan. Bahkan, ditemukan kelompok penerima yang fiktif atau baru terbentuk menjelang penyaluran.
“Ada juga kelompok yang setelah menerima bantuan tidak lagi menjalankan usaha. Selain itu, ada pemotongan (dana) dalam penyaluran,” ujarnya.

Jaksa juga menemukan tidak adanya petunjuk teknis (juknis) yang jelas mengenai siapa saja yang berhak menerima bantuan dan berapa besarannya. Penyaluran bansos diketahui bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp50 juta. Penerima bansos pun terdiri dari kelompok dan perorangan, bahkan yang menerima nominal terbesar justru individu.
“Yang perorangan itu malah ada yang dapat sampai Rp50 juta. Padahal, tidak jelas itu usaha apa, sudah berapa lama berjalan, bahkan tidak ada data omsetnya. Ini yang kami anggap sebagai bentuk penyimpangan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada ketentuan jelas mengenai peruntukan bantuan tersebut. Proses penyalurannya pun disebut dilakukan sepihak oleh anggota DPRD Kota Mataram, tanpa mekanisme seleksi atau verifikasi.

“Pemberian bansos terserah anggota dewan, siapa yang mau dikasih. Permohonannya di dewan. Dinas Perdagangan hanya menyalurkan,” tandasnya. (mit)

25 Ribu Warga NTB Berangkat Bekerja ke Luar Negeri Secara Resmi Selama 2025

Mataram (globalfmlombok.com) – Minat masyarakat NTB untuk bekerja ke luar negeri sepanjang tahun 2025 terbilang tinggi. Berdasarkan data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, tercatat secara resmi sebanyak 25.062 warga NTB berangkat bekerja ke luar negeri selama periode Januari hingga Desember 2025.

Data BP3MI NTB menunjukkan, mayoritas pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB ditempatkan di negara-negara Asia Tenggara. Malaysia menjadi negara tujuan utama dengan jumlah penempatan mencapai 88,89 persen. Selanjutnya disusul Brunei Darussalam sebanyak 8,64 persen, serta Singapura sebanyak 2,47 persen.

Sementara itu, jika dilihat dari daerah asal kabupaten/kota, penempatan PMI asal NTB didominasi dari wilayah Pulau Lombok. Kabupaten Lombok Tengah tercatat sebagai daerah pengirim terbanyak dengan 41,36 persen, disusul Lombok Timur sebanyak 33,95 persen, dan Lombok Barat sebanyak 20,99 persen.

Adapun daerah lain menyumbang jumlah yang relatif kecil, yakni Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Utara masing-masing 1,23 persen, kemudian Kabupaten Bima dan Sumbawa masing-masing 0,62 persen.

Dari sisi jabatan atau jenis pekerjaan, data BP3MI NTB mencatat bahwa sebagian besar PMI asal NTB bekerja di sektor perkebunan. Plantation worker mendominasi dengan jumlah 88,27 persen. Selain itu, terdapat skilled workers, construction worker, dan domestic worker.

Sementara jabatan lainnya seperti cook, general worker, housekeeper and family, serta kitchen helper masing-masing tercatat sekitar 0,62 persen. Data ini menunjukkan bahwa sektor informal dan padat karya masih menjadi pilihan utama pekerja migran asal NTB.

Dari sisi jenis kelamin, PMI asal NTB masih didominasi oleh laki-laki. Tercatat 93,21 persen merupakan pekerja laki-laki, sedangkan perempuan sekitar 6,79 persen. Komposisi ini mencerminkan karakteristik lapangan kerja di negara tujuan yang banyak menyerap tenaga kerja laki-laki, khususnya di sektor perkebunan dan konstruksi.

Selain data penempatan, BP3MI NTB juga mencatat skema penempatan pekerja migran sepanjang 2025. Beberapa perusahaan penempatan PMI (P3MI) tercatat menempatkan pekerja dalam jumlah besar. Di antaranya Primadaya Pratama Pandukarya dengan 3.418 orang atau 13,64 persen, Cipta Rezeki Utama sebanyak 2.425 orang atau 9,68 persen, serta Wira Karitas sebanyak 2.402 orang atau 9,58 persen.

Kemudian disusul Pamor Sapta Dharma sebanyak 2.235 orang, Hamparan Karya Insani 1.901 orang, Agesa Asa Jaya 1.149 orang, dan sejumlah P3MI lainnya dengan jumlah penempatan bervariasi.

BP3MI NTB menegaskan bahwa data tersebut menjadi dasar evaluasi dan penguatan pelindungan bagi PMI asal NTB, sekaligus mendorong peningkatan penempatan yang prosedural dan aman.

“Pemerintah juga terus mengimbau masyarakat untuk berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi guna meminimalkan risiko dan memastikan hak-hak pekerja migran terpenuhi,” demikian Kepala BP3MI NTB, Noerman Adhiguna. (bul)

Pelindo Lembar Bantah Isu Dugaan Pungli di Terminal Gilimas

Giri Menang (globalfmlombok.com) – PT Pelindo Cabang Lembar memberikan klarifikasi resmi terkait isu negatif yang beredar di masyarakat mengenai dugaan pungutan liar (pungli) serta pembatasan kendaraan yang keluar masuk di Terminal Gilimas, Pelabuhan Lembar.

Manajemen menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. General Manager PT Pelindo Cabang Lembar, Kunto Wibisono, menegaskan bahwa Pelindo tidak menolerir segala bentuk praktik pungutan liar di area pelabuhan. “Pelindo Cabang Lembar secara tegas tidak mendukung dan tidak memberikan ruang bagi tindakan pungli dalam bentuk apa pun.

Kami berkomitmen menjalankan operasional pelabuhan secara transparan, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya. Terkait dengan tarif kendaraan, Kunto menjelaskan bahwa seluruh kendaraan pengantar maupun penjemput penumpang yang masuk ke kawasan pelabuhan hanya dikenakan tarif pas kendaraan sesuai dengan regulasi resmi yang telah ditetapkan. “Tidak ada pungutan tambahan di luar tarif resmi yang ditetapkan perusahaan, hanya ada pas kendaraan masuk yang dibayarkan secara nontunai,” tegasnya.

Mengenai pembatasan kendaraan yang diberlakukan pada saat pelaksanaan event kapal pesiar, Pelindo menegaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan semata-mata untuk memenuhi aspek keamanan dan keselamatan. Pembatasan ini merupakan bagian dari penerapan ISPS Code (International Ship and Port Facility Security Code) yang mengharuskan seluruh kendaraan dan aktivitas di area pelabuhan teridentifikasi dengan jelas. “Pada saat kedatangan kapal pesiar, pelabuhan menjadi area internasional dengan standar keamanan tinggi. Oleh karena itu, setiap kendaraan yang masuk dan keluar harus terdata dan terkontrol untuk menjamin keamanan wisatawan, kru kapal, serta seluruh pemangku kepentingan,” jelas Kunto Wibisono.

Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola yang bersih, Pelindo Cabang Lembar juga menyediakan saluran Whistleblowing System (WBS) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pengguna jasa pelabuhan untuk melaporkan dugaan pelanggaran, termasuk pungli. Kanal pelaporan ini dapat diakses secara mudah dan dijamin kerahasiaannya. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran. Setiap laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti secara profesional. Pelindo berkomitmen menjaga kepercayaan publik serta mendukung terciptanya pelabuhan yang aman, tertib, dan berintegritas,” tutup Kunto. (her)

Kecewa Pelayanan RSUD KLU, Anggota DPRD KLU Larikan Anaknya ke RSUD NTB

Tanjung (globalfmlombok.com) – Orang tua pasien sekaligus Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Artadi merasa sangat kecewa dengan pelayanan RSUD KLU. Hal itu setelah sang anak (perempuan), tak kunjung sembuh usai dirawat 3 hari di RSUD. Ia pun memutuskan merujuk sang anak secara sepihak ke RSUD NTB.

Artadi tak kuasa menahan emosional kecewanya terhadap pelayanan RSUD. Sehingga ia pun membuat postingan status WA yang bernada kecaman dengan menyorot kinerja dokter spesialis anak yang hanya masuk tiga hari dalam seminggu.

“Tiga hari anak saya di RSUD KLU, dokter anak atau spesialis anak ndak pernah ngontrol anak saya, dan saya dengar informasi dari petugas di RSUD KLU ada dokter spesialis anak yang sudah PNS di RSUD KLU, tapi kok masuk kerjanya tiga kali seminggu,” tulisnya.

Ia menduga anaknya tak mendapat penanganan serius layaknya pasien DBD. Kekhawatiran mendalam ia dan keluarga lantas membuatnya mengambil kesimpulan untuk tidak mempercayai langkah medis yang diterapkan manajemen RSUD KLU.

Dengan pelayanan yang menurutnya tidak baik dari dokter spesialis anak dan manajemen RSUD, dirinya pun memilih membawa anaknya ke RSUD NTB tanpa konsultasi.

Keprihatinannya terhadap sang buah hati memuncak, manakala di RSUD NTB sang anak dirawat di PICU.

Untuk diketahui, Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) merupakan ruang unit perawatan intensif khusus anak di rumah sakit untuk pasien kritis, mulai bayi (usia 1 bulan) hingga remaja (usia 18 tahun), dengan peralatan medis canggih (ventilator, monitor) dan tim medis profesional (dokter spesialis anak, perawat) untuk menangani kondisi seperti gagal organ, cedera berat, infeksi parah, atau pasca-operasi besar, memberikan pemantauan ketat 24 jam terhadap vital sign anak.

“Pantesan RSUD KLU ini sering didemo sama masyarakat. Parah. Ini harus menjadi atensi kita semua, termasuk kami di DPRD,” cetusnya.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD KLU, drg. Nova Budiharjo, dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, menjawab singkat. Ia menyatakan akan terlebih dahulu menggali kronologi kejadian tersebut.

“Nggih (iya), Pak Dewan yang mengeluhkan, tapi besok kronologinya saya gali dulu. Walaikumsalam,” kata Nova singkat. (ari)

Belanja Modal untuk Rakyat Lobar Naik Rp211 Miliar

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Belanja modal untuk kebutuhan infrastruktur masyarakat Lombok Barat naik signifikan pada APBD Murni tahun 2026. Awalnya angka belanja modal untuk kebutuhan masyarakat Rp159 Miliar, naik sementara ini menjadi Rp211 miliar. Alokasi belanja modal atau belanja infrastruktur ini disuarakan DPRD dari awal pembahasan APBD murni 2026.

Ketua Komisi III DPRD Lobar, Fauzi mengatakan pihaknya telah menyuarakan sejak pembahasan Rancangan APBD murni 2026 terkait anggaran belanja untuk kebutuhan masyarakat yang di pos belanja modal Infrastruktur. Awal pembahasan itu, komisi III mengusulkan belanja modal modal 40 persen dari APBD atau minimal sama dengan belanja tahun 2025, dengan menekan belanja pegawai. Namun oleh TAPD, hanya menyetujui mentok di angka Rp159 miliar.

“Kami sudah suarakan sejak awal pembahasan RAPBD agar belanja modal 40 persen dari APBD, dengan menekan belanja pegawai,” tegas Politisi PKB ini, Selasa (6/1/2026).

Setelah itu, dilakukan pengesahan APBD 2026. Pascapengesahan, dilakukanlah evaluasi APBD oleh Pemprov. Hasil evaluasi itu menegaskan bahwa belanja modal dinilai terlalu kecil sehingga Pemprov minta pos anggaran ini dinaikkan menjadi 40 persen atau minimal setara tahun lalu.

Pemkab pun mau tidak mau mengikuti hasil evaluasi Pemprov ini dengan menaikkan belanja modal infrastruktur. Sebab jika belanja ini tidak dinaikkan atau disesuaikan, maka APBD Lobar tidak diberikan nomor registrasi oleh Pemprov. Untuk memenuhi ketentuan belanja modal Infrastruktur ini, Pemkab mengalihkan belanja Silpa yang terdeteksi sementara untuk ini senilai Rp211 miliar untuk belanja modal Infrastruktur.

Bertambahnya belanja modal atau belanja infrastruktur ini tentu sesuai dengan yang disuarakan pihaknya. Sebab hal ini seusai dengan kebutuhan masyarakat yang butuh penanganan infrastruktur.

Fauzi menyebutkan, dari Rp211 miliar anggaran ini, dialokasikan masing-masing Rp80 miliar lebih untuk pembayaran pembebasan lahan, proyek jalan Sekotong yang masih ada sisa belum dibayar Rp3-4 miliar, pembayaran sisa proyek Alun-alun. Kemudian, untuk infrastruktur pendidikan Pekerjaan Umum Rp50 miliar, infrastruktur pendidikan Rp23 miliar, infrastruktur kesehatan Rp25 miliar. PJU dan sampah dilokasikan Rp26 miliar. (her)

Cucu Sultan Bima XIV Protes, Bandara Sultan M. Salahuddin Tidak Pajang Sejarah Pahlawan Nasional

Kota Bima (globalfmlombok.com) – Cucu Sultan Bima XIV, Dewi Ratna Muchlisa atau akrab disapa Dae Dewi, melayangkan protes terbuka kepada manajemen Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Ia menyayangkan tidak ada satu pun foto kakeknya, Sultan Muhammad Salahuddin, yang telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional dipajang di bandara tersebut.

Kekecewaan itu Dae Dewi sampaikan melalui akun Facebook pribadinya pada 4 Januari 2025. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan logika penamaan bandara yang mengabadikan nama Sultan Muhammad Salahuddin, namun tidak disertai representasi visual atau informasi sejarah tentang sosok pahlawan asal Bima tersebut.

“Sekarang ini Sultan Muhammad Salahuddin sudah menjadi pahlawan nasional. Tetapi anehnya meskipun bandara ini namanya Sultan Muhammad Salahuddin, satu pun foto beliau tidak ada di bandara ini. Namanya dipakai, tapi fotonya tidak ada,” tulis Dae Dewi.

Ia berharap pengelola bandara segera memasang foto dan informasi sejarah Sultan Muhammad Salahuddin sebagai bentuk penghormatan dan edukasi publik.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu perhatian publik. Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Suroso, S.T., M.M., mengakui pihak bandara selama ini memang belum pernah memasang foto Sultan Bima XIV.

“Sampai saat ini belum ada aturan khusus yang mewajibkan pengelola bandara memasang foto tokoh yang namanya digunakan. Namun setelah adanya masukan dari keluarga dan masyarakat, kami menindaklanjuti hal ini,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (6/1/2026).

Otoritas bandara kemudian meminta surat resmi sebagai dasar administrasi pemasangan foto. Direncanakan, akan memasang foto Sultan Muhammad Salahuddin di ruang VIP Kabupaten Bima dengan konsep yang lebih privat dan estetis.

“Langkah awalnya akan di pasang berupa foto dipajang di ruangan VIP Kabupaten Bima lebih private dan estetika,” sebutnya.

Sedangkan, Dae Dewi mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan pimpinan Bandara Bima pada Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 Wita. Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan pentingnya menghadirkan sejarah dan perjuangan Sultan Muhammad Salahuddin di ruang publik bandara.

“Setelah saya kirimkan video dan foto-foto perjuangan Sultan, pimpinan bandara langsung memerintahkan agar sejarah beliau segera ditayangkan di videotron ruang tunggu,” ungkap Dae Dewi.

Ia mengungkapkan, kini, tayangan sejarah Sultan Muhammad Salahuddin sudah dapat disaksikan di ruang tunggu keberangkatan Bandara Bima. Penumpang dapat melihat visual perjuangan sang pahlawan sambil menunggu jadwal penerbangan. Ke depan, bandara juga berencana menayangkan materi serupa di area kedatangan dilengkapi dengan narasi sejarah.

Ia berharap Bandara Sultan Muhammad Salahuddin benar-benar menjadi pintu masuk Bima yang mencerminkan identitas budaya dan sejarah daerah.

“Kita buat pintu masuk Bima menjadi pintu masuk dengan ciri budaya dan sejarah,” pungkasnya. (hir)

Molor, Empat Proyek Fisik di Sumbawa

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mencatat ada empat paket pekerjaan fisik yang pengerjaannya melebihi tahun kontrak alias molor. Rekanan dikenakan sanksi denda akibat keterlambatan pekerjaan tersebut.

“Ada empat paket pekerjaan fisik yang melebihi tahun anggaran dan kami telah memberlakukan denda keterlambatan. Kami pun tetap akan melakukan evaluasi lebih lanjut,” kata Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, kepada wartawan, Selasa (6/1/2025).

Suharmaji melanjutkan, proyek tersebut yakni pembangunan drainase di Buin Pandan di Desa Karang Dima, SPAM di Desa Klungkung, pembangunan rumah dinas Kejaksaan. Selain itu, ada pembangunan lanjutan RSUD Sumbawa di Sering yakni gedung C.

“Jadi, dari empat item pekerjaan ini intinya hanya tersisa sekitar hampir 1 sampai 2 persen saja. Artinya tinggal finishing saja kalau pekerjaan beratnya sudah tuntas,” ujarnya.

Ia menyebutkan, beberapa faktor yang menyebabkan pekerjaan itu melewati tahun anggaran, seperti drainase di Buin Pandan karena faktor cuaca. Hal itu terjadi karena untuk pemasangan jaringan tidak bisa dilakukan karena air yang masuk ke saluran sangat deras.
“Kalau untuk proyek SPAM Klungkung karena tidak ditemukan sumber air. Bahkan sudah beberapa kali dilakukan pengeboran di sejumlah titik tetapi tidak ditemukan dan alhamdulillah saat ini sudah ditemukan,” ucapnya.

Sementara untuk rumah dinas kejaksaan saat ini tinggal dilakukan finishing saja seperti pemasangan jendela dan pintu termasuk penataan halaman. Sedangkan, untuk blok C RSUD ada beberapa alat kesehatan yang belum ada yakni alat pemeriksaan jantung, sehingga berdampak pada fisik proyek.

“Alat pemeriksaan jantung ini tidak bisa ditempatkan di sembarangan tempat sehingga alatnya harus ada terlebih dahulu. Namun secara keseluruhan kekurangan fisiknya kurang dari 1 persen,” jelasnya.

Ia pun meyakinkan, terhadap pekerjaan fisik yang melebihi tahun anggaran tersebut, pemerintah mengenakan denda keterlambatan. Berdasarkan aturan denda keterlambatan yang dikenakan ke kontraktor pelaksana yakni 1: 1000 dari kontrak sejak tanggal kontrak berakhir.

“Tetap kita kenakan denda bagi kontraktor pelaksana yang melebihi tanggal kontrak. Kami juga tetap akan memberikan atensi khusus hingga akhir tahun nanti,” ujarnya.

Pemerintah pun memastikan akan tetap melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh pelaksana pekerjaan fisik. Selain itu, pihaknya akan mengevaluasi pola pelaksana pekerjaan fisik dan ditargetkan tuntas pada tanggal 20 Januari.

“Hasil evaluasi kita tadi rata-rata semuanya on progres, karena tinggal finishing saja dan kami memberikan batas waktu tanggal 20 Januari sudah harus tuntas,” tambahnya.

Proyek tersebut rata-rata terkendala teknis dan non teknis dengan ketentuan dikenakan denda keterlambatan. Pemerintah pun tetap memberikan atensi khusus terhadap proyek tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan karena rencananya akan diresmikan saat HUT Sumbawa.
“Kami tetap akan memberikan atensi khusus terhadap empat paket proyek ini karena akan menjadi kado saat HUT Sumbawa pada tanggal 22 Januari mendatang,” tukasnya. (ils)

Wakili NTB, Lima Mahasiswa Unram Raih Juara Bersama Inovasi Digital Budaya

Mataram (globalfmlombok.com) – Lima mahasiswa Universitas Mataram (Unram) berhasil mengharumkan nama Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan mewakili daerah dalam ajang Kompetisi Inovasi Digital Budaya GO! Yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kompetisi berskala nasional ini, menjadi wadah bagi generasi muda untuk menghadirkan inovasi digital yang berorientasi pada pelestarian dan pengenalan budaya Indonesia.

Kelima mahasiswa tersebut berasal dari dua program studi berbeda, yakni Program Studi Sosiologi atas nama Aliya Rahmawati dan Ikrima Fina Hayati, serta Program Studi Informatika yang diwakili oleh Muh.Rizky Destiawansyah, Muhammad Rendi Maulana, dan Rafly Ridho’ Sukardi. Dalam ajang ini, tim Unram sukses menembus ketatnya seleksi nasional dari 627 tim pendaftar. Tahapan seleksi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penyaringan menjadi 50 tim terbaik, hingga akhirnya mengerucut menjadi 10 tim kategori mahasiswa, di mana Unram menjadi salah satu tim yang lolos dan berhak mewakili NTB di tingkat nasional.

Melalui inovasi digital yang mereka kembangkan, tim Unram berhasil meraih juara bersama dalam kategori Inovasi Digital Budaya yang diselenggarakan di Jakarta. Muh. Rizky Destiawansyah menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui dengan penuh komitmen dan kerja sama tim. “Pencapaian ini adalah bentuk dari proses seleksi dan pembelajaran yang kami lalui bersama. Harapannya, inovasi digital yang kami buat dapat diterapkan di sekolah-sekolah di NTB sebagai media pembelajaran dari rumah, sehingga generasi muda bisa mengenal dan mencintai budayanya sendiri sejak dini,” ungkapnya.

Sementara itu, Aliya Rahmawati menuturkan bahwa keterlibatannya dalam kompetisi ini memberikan pengalaman berharga, terutama dalam mengaitkan aspek sosial dan budaya dengan teknologi digital. “Melalui kompetisi ini, saya belajar bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan dengan pendekatan yang lebih relevan dengan generasi sekarang. Inovasi digital menjadi jembatan antara nilai budaya dan kebutuhan masyarakat modern,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Ikrima Fina Hayati, yang merasa bangga dapat berkontribusi membawa nama NTB di tingkat nasional. “Kesempatan ini sangat berarti bagi saya. Kami tidak hanya membawa inovasi, tetapi juga membawa identitas budaya daerah agar dikenal lebih luas di tingkat nasional,” tuturnya.

Dari sisi teknis pengembangan, Muhammad Rendi Maulana menjelaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci utama keberhasilan tim. “Kolaborasi antara mahasiswa sosial dan informatika membuat inovasi ini lebih kuat, baik dari sisi konsep budaya maupun penerapan teknologinya. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” jelasnya.

Sementara itu, Rafly Ridho’ Sukardi berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada kompetisi semata. “Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pelajar, sebagai media edukasi budaya yang menarik dan mudah diakses,” ujarnya.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Unram lainnya untuk terus berinovasi, berkolaborasi lintas disiplin, serta berani mengambil peran dalam ajang nasional demi mengangkat potensi budaya daerah melalui teknologi digital. (ron)