BerandaBerandaKecewa Pelayanan RSUD KLU, Anggota DPRD KLU Larikan Anaknya ke RSUD NTB

Kecewa Pelayanan RSUD KLU, Anggota DPRD KLU Larikan Anaknya ke RSUD NTB

Tanjung (globalfmlombok.com) – Orang tua pasien sekaligus Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Artadi merasa sangat kecewa dengan pelayanan RSUD KLU. Hal itu setelah sang anak (perempuan), tak kunjung sembuh usai dirawat 3 hari di RSUD. Ia pun memutuskan merujuk sang anak secara sepihak ke RSUD NTB.

Artadi tak kuasa menahan emosional kecewanya terhadap pelayanan RSUD. Sehingga ia pun membuat postingan status WA yang bernada kecaman dengan menyorot kinerja dokter spesialis anak yang hanya masuk tiga hari dalam seminggu.

“Tiga hari anak saya di RSUD KLU, dokter anak atau spesialis anak ndak pernah ngontrol anak saya, dan saya dengar informasi dari petugas di RSUD KLU ada dokter spesialis anak yang sudah PNS di RSUD KLU, tapi kok masuk kerjanya tiga kali seminggu,” tulisnya.

Ia menduga anaknya tak mendapat penanganan serius layaknya pasien DBD. Kekhawatiran mendalam ia dan keluarga lantas membuatnya mengambil kesimpulan untuk tidak mempercayai langkah medis yang diterapkan manajemen RSUD KLU.

Dengan pelayanan yang menurutnya tidak baik dari dokter spesialis anak dan manajemen RSUD, dirinya pun memilih membawa anaknya ke RSUD NTB tanpa konsultasi.

Keprihatinannya terhadap sang buah hati memuncak, manakala di RSUD NTB sang anak dirawat di PICU.

Untuk diketahui, Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) merupakan ruang unit perawatan intensif khusus anak di rumah sakit untuk pasien kritis, mulai bayi (usia 1 bulan) hingga remaja (usia 18 tahun), dengan peralatan medis canggih (ventilator, monitor) dan tim medis profesional (dokter spesialis anak, perawat) untuk menangani kondisi seperti gagal organ, cedera berat, infeksi parah, atau pasca-operasi besar, memberikan pemantauan ketat 24 jam terhadap vital sign anak.

“Pantesan RSUD KLU ini sering didemo sama masyarakat. Parah. Ini harus menjadi atensi kita semua, termasuk kami di DPRD,” cetusnya.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD KLU, drg. Nova Budiharjo, dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, menjawab singkat. Ia menyatakan akan terlebih dahulu menggali kronologi kejadian tersebut.

“Nggih (iya), Pak Dewan yang mengeluhkan, tapi besok kronologinya saya gali dulu. Walaikumsalam,” kata Nova singkat. (ari)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI