Beranda blog Halaman 219

Targetkan 122 Lubang Tempah Dedoro

PEMERINTAH Kecamatan Selaparang menargetkan pembangunan sebanyak 122 lubang Tempah Dedoro Organik pada tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, untuk mengurangi volume sampah rumah tangga dari sumbernya, menyusul kondisi darurat sampah akibat pembatasan ritase pembuangan ke Tempat Pemrosesan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok.

Camat Selaparang, Mulya Hidayat, mengatakan program Tempah Dedoro akan diterapkan secara bertahap di sembilan kelurahan yang ada di Kecamatan Selaparang. Setiap kelurahan akan memiliki sejumlah titik lokasi, dengan total 61 titik di seluruh kecamatan. Di setiap titik akan dibangun dua lubang Tempah Dedoro.

“Jadi total se-Kecamatan Selaparang ada 122 lubang gembleng, karena 61 titik dikali dua. Lubang ini akan dibagi ke seluruh lingkungan di masing-masing kelurahan,” ujarnya, Minggu (11/1).

Menurut Hidayat, tahun 2026 menjadi tahap awal atau fase implementasi program secara lebih masif. Sebanyak 122 lubang yang direncanakan tersebut akan difungsikan sebagai proyek percontohan (pilot project) sebelum diperluas ke lebih banyak titik di tahun-tahun berikutnya.

Sebelumnya, konsep Tempah Dedoro telah diterapkan di Lingkungan Marong Karang Tatah, Kelurahan Karang Baru, dan dinilai cukup efektif dalam mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS).

Ia menjelaskan, lubang Tempah Dedoro difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan dan daun kering. Setiap lubang dirancang dengan ukuran standar sekitar 80 x 100 sentimeter dengan kedalaman minimal satu meter. Namun, ukuran tersebut tetap fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi lahan di masing-masing lingkungan.

Lebih lanjut, Hidayat menekankan bahwa keberhasilan program Tempah Dedoro sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, pihak kecamatan akan melibatkan lurah, kepala lingkungan, RT, serta kader lingkungan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga terkait pemilahan sampah organik dan pemanfaatan lubang Tempah Dedoro.

“Program ini tidak akan berjalan maksimal kalau hanya pemerintah yang bergerak. Kuncinya ada di kesadaran dan keterlibatan warga untuk memilah sampah dari rumah,” katanya.

Terkait dengan anggaran pembangunan, Hidayat mengaku belum dapat merinci besaran biaya per lubang maupun total alokasi anggaran yang disiapkan. Namun, ia memastikan Pemerintah Kecamatan Selaparang berkomitmen penuh agar program ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Ini bagian dari upaya bersama menekan volume sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, agar beban TPS dan TPA bisa berkurang secara signifikan,” pungkasnya. (pan)

Belum Tersentuh Mutasi, Delapan Kursi Kepala OPD Lingkup Pemprov NTB Masih Dijabat Plt

Mataram (globalfmlombok.com) – Mutasi yang dilakukan oleh Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal pada Jumat, 9 Januari 2025 masih menjadi sorotan. Meski gubernur melantik sekitar 30 pejabat, baik eselon II maupun III, masih tersisa sedikitnya delapan jabatan yang belum memiliki Kepala.

Di antaranya yaitu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kebudayaan, Dinas Perindustrian Perdagangan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan.

Menanggapi kekosongan jabatan posisi-posisi strategis di lingkup Pemprov NTB, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budiprayitno, mengatakan Pemprov NTB akan membentuk tim panitia seleksi (Pansel) untuk mengisi jabatan lowong tersebut. Dipastikan, pengisian jabatan akan segera dilakukan menyusul Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) baru Pemprov NTB mulai berlaku pada 2 Januari 2026 ini.

“Sebenarnya lebih cepat lebih bagus ya, kalau pansel itu seyogyanya kita berharap Januari sudah mulai pansel,” ujarnya.

Selain delapan jabatan strategis, masih ada empat posisi wakil direktur RSUD Provinsi NTB yang belum juga diisi. Pengisian rencananya dilakukan sekaligus dengan delapan jabatan kepala OPD tersebut.

Sebelumnya, Gubernur NTB mengharapkan setelah penerapan SOTK baru tidak menginginkan adanya kekosongan jabatan yang diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Ia memastikan, dalam waktu dekat seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di NTB memiliki kepala tetap, sehingga daerah bisa cepat berjalan, bahkan berlari dalam mencapai visi-misi besar, NTB Makmur Mendunia.

“Jangan ada lagi Plt-Plt, mulai Januari kelembagaannya sudah selesai. Tinggal lari saja. 10 bulan kita sudah cukup mengamati. Kita sudah tahu karakter semua pejabat ini,” katanya.
Ia berharap, pengisian Kepala OPD saat SOTK baru mulai diterapkan bersamaan dengan tuntasnya seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) NTB definitif. Sehingga, Pemprov bisa berlari dalam mencapai visi-misi yang telah tertuang dalam RPJMD.

Pada hari Jumat (9/1) lalu, Gubernur H. Lalu Muhamad Iqbal melantik sejumlah pejabat eselon II dan III. Di antara pejabat yang dimutasi adalah Baiq Nelly Yuniarti yang awalnya menjabat Kepala BPSDMD NTB kini menjabat Kepala Bappeda NTB, mantan Kasatpol PP, H. Fathul Gani sebagai Asisten I Setda NTB. Mantan Staf Ahli Gubernur, H. Ahsanul Khalik kini menjabat Kepala Diskominfotik NTB. Mantan Kepala Dinas Sosial, Nunung Triningsih sebagai Kasat Pol PP NTB. Mantan Asisten I Setda NTB, H. Fathurrahman kini menjabat Kepala BPSDM NTB.

Selanjutnya Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTB dijabat oleh Izzuddin Mahili, H. Surya Bahari sebagai Kepala Bakesbangpoldagri NTB, mantan Direktur RSUD NTB, Lalu Herman Mahaputra Kepala Bapenda NTB. Mantan Kepala Dinas PUPR NTB, Sadimin menjadi Kepala Pelaksana BPBD NTB.

Kemudian, mantan Kepala Diskominfotik NTB, Yusron Hadi menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur NTB, Wirawan Ahmad sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM, mantan Kepala Diskop UKM, Ahmad Mashuri sebagai Kepala Dinas Sosial dan PPA, Ahmadi sebagai Kepala Biro Organisasi Setda NTB, dan H. Aidy Furqan sebagai Kepala Disnakertrans NTB.

Lima Pejabat Demosi
Lima mantan Kepala OPD di NTB kena demosi, mereka adalah Najamuddin Amy yang semula menjabat Kepala Biro Perekonomian NTB kini turun menjadi Kepala Bidang Kelembagaan di BPSDM NTB.

Selanjutnya ada Staf Ahli Gubernur, Subhan Hasan yang kini menjabat sebagai Kabid di Dinas Sosial dan PPA, Muhammad Taufieq Hidayat yang semula Kepala Biro Organisasi NTB kini sebagai Kepala Bidang Perlindungan Konsumen, Dinas Perindustrian dan Perdagangan; Mantan Kepala Dinas Perindustrian, Nuryanti kini menjabat Kepala Bidang Deposit Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah; Hairul Akbar yang semula menjabat Kepala Biro Adpim kini menjabat Kepala Bidang Budidaya Kesehatan Hewan Disnakeswan NTB. (era)

Sampaikan Potensi Unggulan NTB

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Sekretaris Negara Bidang Pembangunan Internasional Kanada, Randeep Singh Sarai, di Bank NTB Syariah, Sabtu (10/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Randeep didampingi Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton, Direktur Jenderal Biro Asia Tenggara dan Oseania Kementerian Luar Negeri Kanada Alan Bowman, Kepala Kerja Sama Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia Alice Katherine Birnbaum, Direktur Kebijakan Kantor Pembangunan Internasional Olga Vasilievna Radchenko, serta Direktur Komunikasi Kantor Pembangunan Internasional Shanti Walle Cosentino.

Pada kesempatan itu, Gubernur memaparkan berbagai potensi unggulan NTB, mulai dari sektor pariwisata, peternakan, perikanan, energi terbarukan, pertambangan, kehutanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Gubernur juga menawarkan sejumlah peluang investasi yang telah siap dikembangkan, salah satunya kawasan peternakan sapi potong di Labangka, Kabupaten Sumbawa.

Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam memberikan jaminan dan kemudahan bagi investor yang masuk ke daerah melalui skema NTB Capital.

“Melalui perusahaan milik daerah ini, Pemerintah Provinsi akan menjadi pemegang saham dengan porsi kecil untuk membantu menjamin investor, terutama dalam menghadapi potensi persoalan sosial serta mempermudah proses perizinan,” tegasnya.

Selain investasi, Gubernur juga menyampaikan rencana penyesuaian pendidikan vokasi di NTB dengan kebutuhan tenaga kerja di Kanada. Menurutnya, NTB memiliki sumber daya manusia yang potensial dan dapat ditingkatkan kualitasnya melalui penguatan sekolah vokasi.

Menanggapi paparan tersebut, Randeep Singh Sarai menyatakan bahwa peluang kerja sama yang ditawarkan sejalan dengan misi Pemerintah Kanada untuk berkontribusi di kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara. Setelah melihat presentasi dan paparan yang disampaikan, kami akan menindaklanjuti peluang kerja sama ini melalui tim kami di Indonesia, termasuk Duta Besar Jess,” ujarnya.

Randeep juga menjelaskan bahwa kunjungannya ke NTB sekaligus untuk meninjau berbagai program yang telah didukung Pemerintah Kanada melalui mitra pembangunan di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Pulau Lombok.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kanada saat ini memprioritaskan kerja sama pada sektor energi terbarukan, ketahanan iklim, serta kesehatan, terutama bagi perempuan muda.

“Bidang-bidang ini menjadi fokus kami dan merupakan kerja sama yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan Kanada, demi mencapai kesejahteraan bersama,” katanya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi NTB Lalu Moh. Faozal, Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemprov NTB, serta Direktur Bank NTB Syariah Nazaruddin. (ham/r)

Sirkuit Mandalika Jalani “Track Inspection” Awal Tahun

Praya (globalfmlombok.com) – Mengawali tahun 2026, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit melakukan track inspection di seluruh area sirkuit. Pemeriksaan mencakup semua fasilitas penunjang yang ada di Sirkuit Mandalika. Mulai dari kondisi aspal lintasan hingga fasilitas penunjang lainnya.

Track inspection dipimpin langsung Direktur Utama MGPA Priandhi Satria bersama pejabat operasional lainya, awal pekan kemarin. Hasilnya, kondisi Sirkuit Mandalika sejauh ini dinyatakan dalam kondisi prima. Dan, siap digunakan untuk menggelar berbagai ajang olahraga, baik itu balapan maupun non balapan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan MGPA dalam memastikan seluruh fasilitas sirkuit berada pada kondisi optimal, aman dan sesuai dengan standar keselamatan serta operasional yang berlaku di sirkuit bertaraf internasional,” sebut Priandhi Satria, dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Ia menegaskan kalau MGPA sangat serius melakukan pengawasan langsung terhadap seluruh aspek teknis, operasional dan keamanan sirkuit. Hal itu penting untuk bisa memastikan dan menjamin kesiapan infrastruktur dan layanan di Sirkuit Mandalika, sehingga berbagai event bisa berjalan dengan aman dan lancar nantinya.

“Pengecekan dilakukan secara menyeluruh. Dengan meninjau setiap elemen sirkuit. Mulai dari area lintasan hingga fasilitas operasional yang menunjang kelancaran aktivitas balap dan non-balap,” imbuhnya.

Termasuk pemeriksaan terhadap kondisi kebersihan lintasan balap, baik lintasan utama maupun area runoff asphalt. Untuk memastikan kalau permukaan aspal lintasan tetap optimal dan memenuhi standar keselamatan serta bebas dari material yang berpotensi mengganggu keselamatan.

Elemen lainnya seperti tyre barrier, gravel runoff dan grass runoff hingga sistem elektronik, paddock dan standar prosedur sirkuit juga menjadi fokus pemeriksaan. “Track Inspection juga memeriksa sistem Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada,” terang Priandhi.

Dalam ini MGPA ingin memastikan seluruh prosedur kerja dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku, baik itu dalam hal operasional harian maupun dalam mendukung kesiapan menghadapi berbagai aktivitas dan agenda di sirkuit. Sebagai fondasi penting dalam memastikan sirkuit selalu siap digunakan untuk berbagai kegiatan sekaligus mendukung posisi kawasan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan nasional.

“Melalui pelaksanaan track inspection secara rutin dan terstruktur ini, MGPA menegaskan komitmennya dalam menjaga Pertamina Mandalika International Circuit tetap berada pada level sirkuit standar internasional,” tandasnya. (kir)

Kena Demosi, Sejumlah Pejabat Ancang-ancang Pensiun Dini

MANTAN Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau pejabat eselon II lingkup Pemprov NTB yang kini turun jabatan menjadi eselon III kepala bidang (kabid) legawa dengan keputusan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menurunkan jabatannya.

Meski begitu, beberapa dari mereka memilih untuk pensiun dini. Salah satunya Muhamad Taufieq Hidayat, mantan Kepala Biro Organisasi Setda NTB, sempat juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), kini digeser menjadi Kepala Bidang Perlindungan Konsumen di Dinas Perindustrian Perdagangan NTB.

Menurutnya, penurunan dan pengangkatan jabatan di lingkungan pemerintahan merupakan hal biasa. Namun, di tahun ini pihaknya sudah memasuki usia 58 tahun. Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023, batas usia pensiun untuk jabatan administrator atau eselon III adalah 58 tahun.
“Nggak, udah biasa saja kita demosi. Biasa, sudah resiko jabatan,” ujarnya.

Berdasarkan pesan yang dikirimkan Taufieq ke grup pimpinan OPD lingkup Pemprov NTB, Ia mengucapkan salam perpisahan sekaligus berencana akan pensiun dini setelah Surat Keputusan (SK) demosi dari Gubernur Iqbal sampai di tangannya.

“Hari ini saya undur diri dengan legowo. Karena tak lagi layak syarat, saya berada di antara kita. Demosi datang tanpa kabar yang nyata, namun saya terima, tanpa luka yang dibawa. Mohon maaf atas khilaf dan tutur yang kurang, atas sikap yang mungkin tak selalu tenang. Saya akan ajukan pensiun dalam waktu tak panjang, setelah SK demosi resmi saya pegang,” ujarnya, yang juga dibenarkan saat dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 11 Januari 2026.

Meski legawa, Taufiq cukup mempertanyakan bagaimana penilaian gubernur terhadap kinerja para Kepala OPD. Sebab menurutnya, sejak digeser menjadi Kepala Biro Organisasi pada September lalu, ia mengklaim telah menyelesaikan sejumlah pekerjaan penting, termasuk pembenahan dan percepatan penyusunan organisasi, melalui Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) baru.

“Kan SOTK baru itu saya jemput Itu untuk mempercepat proses. Semua itu kan selalu gitu kan. Nah karena itu tugas terpenting di organisasi saya masuk itu. Dan SOTK sudah kita selesaikan dengan baik. Kita masuk, kita jemput, kita lakukan semuanya dan kita sudah selesai semua,” katanya.

Selain itu, sejak ia digeser menjadi Kepala Biro Organisasi, gubernur memberikan waktu enam bulan terhadap pejabat eselon II yang dilantik pada September lalu. Dalam pakta integritas, lanjutnya mereka yang dilantik hari itu harus bisa menunjukkan kinerja terbaik, karena akan terus dilakukan evaluasi.

Namun, baru tiga bulan berjalan, Gubernur NTB memutuskan untuk menurunkan jabatannya. Kendati begitu, ia mengakui mungkin terdapat variabel penilaian lain yang sepenuhnya menjadi kewenangan pimpinan dan belum diketahui secara pasti olehnya. “Nah sekarang, variabel lainnya kita tidak tahu penilain pimpinan Itu ya, tapi kalau dari kinerja selama saya dievaluasi, selesai dan baik semua,” lanjutnya.

Menyikapi soal demosi, ia menegaskan tetap profesional dan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme evaluasi yang berlaku, sembari menekankan bahwa masa enam bulan evaluasi sebagaimana tertuang dalam pakta integritas belum sepenuhnya dijalani.
“Nah sekarang baru 3 bulan lebih. Kalau menurut saya, saya menyelesaikan SOTK dengan baik. Saya sudah selesaikan tugas-tugas selama menjadi Biro Organisasi dalam 3 bulan ini, sesuai dengan pakta integritas Itu saja,” tegasnya.

Selain Taufieq, mantan Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda NTB, Khaerul Akbar juga akan pensiun dini. Alasan dirinya memilih pensiun karena usia yang telah menyentuh 58 tahun.
“Udah melebihi, eselon III itu batasnya 58 tahun. Saya tidak dapat tunjangan jabatan di eselon baru ini. Langsung pensiun. Nanti saya koordinasi dengan kepegawaiannya,” katanya.

Sama seperti Taufiq, Khairul mengaku legawa dengan Keputusan demosi yang dilakukan oleh Gubernur Iqbal. Menurutnya, kebijakan menaikkan dan menurunkan jabatan ada di tangan gubernur, untuk itu, dirinya merasa tidak masalah dengan penurunan eselon di usia yang sudah menyentuh 58 tahun.

“Saya kinerja mengawal pimpinan, jadi tidak ada kendala sepertinya. InsyaAllah. Karena lebih aktif teman-teman di bagian itu. Alhamdulilah tidak ada hal yang jelek lah di depan mata Pak Gubernur. Mungkin ini masalah umur saja,” pungkasnya. (era)

Siapapun Jadi Sekda NTB Harus Didukung

Mataram (globalfmlombok.com) — Pemerhati Kebijakan Publik NTB Dr. H. Ruslan Abdul Gani, SH., MH. menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB harus mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat dan birokrasi, demi kelancaran roda pemerintahan dan keberhasilan pembangunan daerah.

Menurut Ruslan, posisi Sekda memiliki peran yang sangat strategis dalam sistem pemerintahan daerah. Sekda bukan hanya pejabat administratif tertinggi di lingkungan pemerintah provinsi, tetapi juga motor penggerak birokrasi yang memastikan seluruh perangkat daerah bekerja selaras dengan visi dan kebijakan kepala daerah.

“Sekda itu penghubung utama antara kepala daerah dengan kepala perangkat daerah. Dari tangan Sekda lah koordinasi birokrasi dijalankan, kebijakan diterjemahkan, dan pelayanan publik digerakkan agar berjalan efektif dan efisien,” ujar Ruslan pada Suara NTB, Minggu, 11 Januari 2026.

Karena peran strategis tersebut, lanjutnya, sosok Sekda kerap menjadi perhatian publik, terlebih ketika calon yang mengemuka berasal dari luar NTB. Namun dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia, Ruslan menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengabdi di seluruh wilayah Indonesia, tanpa dibatasi oleh asal daerah.

“Dalam negara kesatuan, tidak boleh ada sekat-sekat sempit. Setiap anak bangsa punya hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi daerah mana pun, termasuk NTB,” tegas mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi NTB itu.

Meski demikian, Ruslan juga mengingatkan bahwa semangat kedaerahan tidak bisa diabaikan. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan pemahaman yang kuat terhadap kondisi sosial, budaya, serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
“NTB punya karakter sosial dan budaya yang khas. Itu harus dipahami oleh siapa pun yang memimpin birokrasi. Karena itu, Sekda harus mampu menyelaraskan perspektif nasional dengan realitas lokal,” jelasnya.

Ruslan menutup dengan menegaskan bahwa siapa pun yang akhirnya ditetapkan sebagai Sekda NTB patut didukung, sepanjang memiliki komitmen yang utuh, berpikir jernih, dan bekerja sepenuhnya demi kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat NTB. Dukungan publik, menurutnya, menjadi kunci agar pemerintahan berjalan solid dan produktif demi NTB Makmur Mendunia. (ham)

Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Kunjungi NTB, Jajaki Kerja Sama Strategis Berkelanjutan

Mataram (globalfmlombok.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima kunjungan resmi Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Sandeep Sarai, dalam rangka menjajaki dan memperkuat kerja sama pembangunan berkelanjutan antara Kanada dan Provinsi NTB.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi Pemerintah Kanada melalui Kedutaan Besar Kanada di Jakarta yang disampaikan kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhamad Iqbal. Dalam surat tersebut, Pemerintah Kanada menyampaikan rencana kunjungan Menteri Pembangunan Internasional ke Indonesia pada 9–13 Januari 2026, dengan agenda khusus ke Lombok pada 10–11 Januari 2026, serta permohonan pertemuan bilateral dengan Gubernur NTB guna membahas peluang kerja sama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di Nusa Tenggara Barat.

Pertemuan Bilateral NTB–Kanada

Pertemuan bilateral antara Gubernur NTB dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Ketua TP PKK NTB Ibu Sinta Agarthia dan beberapa Kepala Perangkat Daerah Pemprov NTB, memaparkan secara komprehensif potensi dan arah pembangunan NTB yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, ekonomi hijau, dan pembangunan inklusif.

Gubernur menegaskan bahwa NTB merupakan wilayah strategis Indonesia dengan keunggulan komparatif dan kompetitif di berbagai sektor unggulan, mulai dari pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, energi terbarukan, hingga sumber daya mineral, yang seluruhnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pariwisata sebagai Penggerak Utama Pertumbuhan

Dalam paparannya, Gubernur menjelaskan bahwa sektor pariwisata menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi NTB yang berkualitas dan inklusif. Saat ini, NTB memiliki 265 destinasi wisata, terdiri dari 171 destinasi wisata alam, 31 wisata budaya, 12 wisata religi, 7 wisata buatan, dan 43 wisata petualangan. Selain itu, NTB juga memiliki 15 kawasan hutan wisata serta 375 desa wisata, dengan 93 desa telah memenuhi standar nasional.

Sektor pariwisata NTB telah menyerap 422.498 tenaga kerja, didukung oleh 4.137 tenaga kerja pariwisata bersertifikat, serta 5.966 pelaku usaha pariwisata, di mana 402 unit usaha telah tersertifikasi CHSE. Infrastruktur pariwisata ditopang oleh 1.078 hotel, terdiri atas 274 hotel berbintang dan 804 hotel nonbintang, yang tersebar di zona pariwisata seluas ±32.808 hektare.

Untuk memperkuat pariwisata berkualitas, NTB terus meningkatkan konektivitas melalui pembukaan rute udara domestik baru ke Labuan Bajo, Malang, dan Banyuwangi, serta rute internasional yang telah beroperasi ke Singapura dan Malaysia. Ke depan, NTB menargetkan rute langsung ke Perth, Bangkok, Darwin, dan Sydney, termasuk pengembangan transportasi wisata berbasis pesawat amfibi (seaplane), yang dalam pertemuan ini turut dibahas sebagai peluang kerja sama dengan perusahaan asal Kanada.

Ketahanan Pangan, Hilirisasi, dan Ekonomi Biru

Gubernur NTB juga memaparkan posisi NTB sebagai lumbung pangan nasional. Produksi padi mencapai 1.453.451 ton gabah kering giling dari lahan 280.027 hektare, atau setara 973.812 ton beras, serta produksi jagung sebesar 2.465.293,40 ton dari lahan 334.812,12 hektare.

Di sektor peternakan, produksi daging sapi NTB pada tahun 2025 tercatat 14.120 ton, dengan konsumsi daerah 12.250 ton di luar Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ini membuka peluang kerja sama investasi dalam peternakan terintegrasi dan industri pengolahan hasil ternak.

Sementara itu, sektor perikanan NTB mencatat produksi signifikan, antara lain 198.639 ton udang vaname, 704.810 ton rumput laut, serta berbagai komoditas unggulan tuna dan cakalang. Pelabuhan perikanan strategis seperti Teluk Awang, Labuhan Lombok, Tanjung Luar, Sape, Teluk Santong, dan Soroadu menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi biru dan hilirisasi hasil laut.

Energi Terbarukan dan Pembangunan Berkelanjutan

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga menekankan potensi besar NTB di sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi dan tenaga angin, dengan kapasitas potensial 20–30 megawatt per lokasi di wilayah Huu, Sembalun, Sekotong, Jerowaru, dan Empang. Selain itu, NTB memiliki cadangan mineral strategis seperti tembaga, emas, perak, mangan, dan pasir besi, yang telah menghasilkan produk turunan bernilai tinggi.

Respons Pemerintah Kanada

Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Sandeep Sarai, didampingi oleh Jess Dutton Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia dan rombongan, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan paparan yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Ia menyatakan ketertarikan Kanada untuk memperluas kerja sama, khususnya di bidang energi berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, kesehatan reproduksi, dan pendidikan, yang selama ini menjadi fokus program pembangunan internasional Kanada.

Ia juga menegaskan bahwa Kanada telah memiliki sejumlah program pembangunan di kawasan Asia Tenggara dan memandang kerja sama dengan NTB sebagai peluang strategis untuk memperkuat pembangunan berbasis kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Arah Kerja Sama ke Depan

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kemitraan strategis antara NTB dan Kanada, yang mencakup: pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, hilirisasi produk pertanian, perikanan, dan peternakan, pengembangan energi terbarukan dan industri hijau, serta, transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tegas Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal. (r)

Gaet Wisatawan, MGPA Perkuat Kolaborasi Mandalika International Festival

Praya (globalfmlombok.com) – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) perkuat kolaborasi dengan Mandalika International Festival (MIF). Hal tersebut disampaikan oleh Vice President Operation MGPA, Tri Agung Hartanto, Sabtu, 9 Desember 2026.

Tri Agung menjelaskan, MGPA sebagai pengelola Sirkuit Mandalika mengapresiasi kesempatan yang diberikan untuk berpartisipasi dalam Mandalika International Festival. Menurutnya, event tersebut memiliki cakupan internasional dan dinilai berkualitas, baik dari sisi konsep maupun keterlibatan para pembicara dari dalam dan luar negeri.

Menurutnya, penyelenggaraan festival tahun ini terasa lebih menarik dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, festival dipadukan langsung dengan pelaksanaan balap di sirkuit, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta dan pengunjung.

“Dampaknya sangat terasa. Penonton lebih banyak, dan peserta seminar bisa merasakan suasana unik karena sambil mengikuti diskusi, mereka juga menyaksikan balapan berlangsung,” ujarnya.

Kolaborasi antara MGPA dan MIF selama 2025 dinilai memberikan dampak positif, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun promosi kawasan Mandalika. Konsep penggabungan seminar dan balapan bahkan disebut sebagai sesuatu yang jarang ditemukan di negara lain.

Ke depan, MGPA berharap MIF dapat terus dikembangkan dengan konsep yang lebih inovatif. Tri Agung mengusulkan agar seminar dapat diakses oleh penonton balapan, sehingga terjadi pertukaran audiens yang lebih luas. Selain itu, MGPA juga membuka peluang menghadirkan atraksi tambahan seperti pengalaman drifting bagi peserta terpilih.

Ia menilai dukungan terhadap event internasional di Mandalika tidak hanya berdampak pada penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga menjadi sarana edukasi pariwisata bagi masyarakat dan wisatawan.

Melalui kolaborasi tersebut, Mandalika diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi unggulan NTB.
Dalam jangka panjang, MGPA menargetkan Sirkuit Mandalika dapat menjadi ikon pariwisata daerah. “Harapannya, seperti Monas di Jakarta. Orang datang ke Mandalika atau NTB, kalau belum ke sirkuit, rasanya belum lengkap,” pungkasnya. (era)

WNA Perempuan Asal Prancis Ditemukan Meninggal Dunia di KLU

Tanjung (globalfmlombok.com) – Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis, Lyna Normies (35) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban diduga mengakhiri hidup usai tubuh korban dievakuasi dalam keadaan tergantung pada seutas tali di kontrakannya di Dusun Gili Air, Desa Gili Indah, kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Kapolsek Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, IPTU I Komang Wilandra, S.H., dalam keterangan pers Sabtu (10/1/2026), mengungkapkan korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di depan teras rumah kontrakannya pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.56 Wita.

“Pagi ini (kemarin), anggota Polsubsektor Gili Indah bersama Polsek Pemenang dan Sat Reskrim Polres Lombok Utara menangani laporan penemuan WNA perempuan yang ditemukan dalam keadaan meninggal,” ucap Wilandra.

Dijelaskan, kronologi penemuan jasad korban bermula dari laporan warga setempat kepada aparat keamanan Polsubsektor Gili Indah. Sabtu pagi pukul 06.56 Wita, saksi bernama Patrick Gatel Pascal Honore, warga negara Prancis, menerima telepon dari rekannya bernama, Sandra, yang meminta agar ia mengecek kondisi korban di rumah kontrakan.

Pada pukul 07.00 Wita, saksi tiba di lokasi dan mendapati korban dalam kondisi sudah tergantung. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar lokasi. Mahdan, salah seorang warga (buruh proyek) yang mendengar teriakan Patrick, mendekat ke lokasi.

“Mahdan langsung datang membantu dengan memotong tali menggunakan parang dan menurunkan tubuh korban. Setelah itu, ia melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun Gili Air,” sambung Wilandra.

Lebih lanjut, informasi tersebut diteruskan oleh Aparat Kewilayahan kepada personel Polsubsektor Gili Indah. Petugas melibatkan Unit Reskrim segera mendatangi lokasi dan melakukan serangkaian tindakan kepolisian dengan mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan barang bukti, melakukan olah TKP, dan mencatat keterangan saksi dan membuat laporan resmi.

Iptu Wilandra menambahkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti mej korban.

“Saat ini hasil awal mengarah pada dugaan bunuh diri. Namun, penyidik tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan rangkaian peristiwa dan latar belakangnya,” tandasnya. (ari)

Tampil Lebih Fasionable, All New Honda Vario 125 Kini Rilis di Lombok Epicentrum Mall

Mataram (globalfmlombok.com)-

Astra Motor NTB selaku Main Dealer sepeda motor Honda di wilayah NTB bersama jaringan dealer Honda siap merilis skutik teranyar Honda yaitu All New Honda Vario 125. Acara Regional Public Launching ini akan digelar pada Sabtu, 10 Januari di Atrium Hall Lombok Epicentrum Mall (LEM).

Kegiatan ini menjadi puncak perkenalan All New Honda Vario 125 ke kalangan Masyarakat Kota Mataram dan sekitarnya. All New Honda Vario 125 hadir dengan pembaruan menyeluruh, dilengkapi kehadiran tipe terbaru berkonsep Street style. Pilihan terbaru salah satu skutik terlaris Honda ini siap meningkatkan penampilan pengendaranya sesuai dengan tren gaya hidup masa kini.

Adrian Arlim selaku Marketing Manager Astra Motor NTB mengatakan selama event berlangsung aka nada beragam program menarik yang ditawarkan. “Spesial program untuk event Regional Public Launching esok di LEM, kami hadirkan potongan angsuran sampai dengan Rp 150 ribu rupiah perbulannya. Ini untuk masa tenor kredit 36 kali. Atau potongan masa tenor 4 kali. Program ini hanya berlaku saat pameran berlangsung di Lombok Epicentrum Mall pada tanggal 10 Januari 2026,” jelas Adrian.

Rangkaian acara seru menanti pengunjung LEM diantaranya lomba modif contest, street dance competition, Mobile legends, Cheerleader competition, photo booth challenge, photography contest, serta hiburan entertain music dari band lokal ternama. Juga ada booth pameran sparepart Honda dan MotorkuX.

Kemeriahan acara ini diharapkan menjadi ajang berkumpulnya para pecinta sepeda motor Honda, khususnya pengguna Vario series, sekaligus memperkuat semangat #pakeMotorkuXaja yang menggambarkan kebanggaan konsumen terhadap motor Honda-nya.

“Ragam tipe All New Honda Vario 125 yang kami hadirkan diharapkan dapat memberikan pilihan baru bagi konsumen yang menginginkan sepeda motor dengan tampilan sporti dan tetap fungsional, Semoga event ini dapat memanjakan konsumen loyal Honda,” tutup Adrian.

Astra Motor NTB juga mengundang seluruh masyarakat Lombok dan sekitarnya untuk hadir dan menikmati berbagai kegiatan seru, hadiah menarik, serta kesempatan eksklusif menjajal langsung All New Honda Vario 125 di arena Riding Test yang disediakan. Jangan lewatkan momen seru ini pada 10 Januari 2026, hanya di Lombok Epicentrum Mall.

All New Honda Vario 125 tipe CBS dipasarkan Rp 26.280.000,- (On The Road Lombok), tipe CBS-ISS dipasarkan seharga Rp 28.130.000,- (On The Road Lombok), sedangkan tipe Street dipasarkan seharga Rp 28.560.000,- (On The Road Lombok).(r)