Beranda blog Halaman 217

Tersangka WNA China Kasus Tambang Ilegal Sekotong Terancam Masuk DPO

MATARAM, (globalfmlombok.com) — Tersangka warga negara asing (WNA) asal China dalam kasus dugaan tambang emas ilegal di kawasan perbukitan Belongas, Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, berpotensi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Penetapan DPO akan dilakukan apabila tersangka belum berhasil ditangkap setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol FX Endriadi mengatakan, penerbitan DPO terhadap WNA berinisial LHF tersebut menunggu status berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh kejaksaan.

“Nanti penerbitan DPO dilakukan kalau berkas sudah P-21 dan tersangka belum tertangkap. Doakan tertangkap,” ujar Endriadi, Rabu (14/1/2026).

Untuk melacak keberadaan LHF, penyidik Polda NTB telah berkoordinasi dengan International Criminal Police Organization (Interpol). Menurut Endriadi, kerja sama lintas negara diperlukan mengingat tersangka merupakan warga asing yang diduga telah meninggalkan wilayah Indonesia.

“Tim sedang mencari WNA tersebut dan sudah berkoordinasi dengan Interpol,” katanya.

Selain LHF, polisi juga menetapkan satu tersangka lain berinisial FR, warga lokal yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang emas ilegal tersebut. Namun, FR tidak ditahan karena dinilai kooperatif selama proses penyidikan.

“Yang bersangkutan selalu hadir setiap dipanggil dan dimintai keterangan,” kata Endriadi.

Meski demikian, kepolisian menyatakan kemungkinan penambahan tersangka masih terbuka. Penyidikan terhadap kasus tambang emas ilegal di Sekotong, kata Endriadi, masih terus berlanjut dan dilakukan pendalaman bersama pihak kejaksaan.

“Saat ini masih dalam tahap penyidikan dan pendalaman oleh tim kejaksaan,” ujarnya.

Endriadi menjelaskan, kedua tersangka memiliki peran berbeda. FR diduga melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah Sekotong, sementara LHF diduga sebagai pihak yang menyuruh atau mengendalikan kegiatan pertambangan ilegal tersebut.

Berkas perkara kedua tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram untuk diteliti oleh jaksa penuntut umum. Penyidik kepolisian kini menunggu hasil penelitian berkas tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Mataram Muhammad Harun Al-Rasyid membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan berkas perkara dari Polda NTB. Ia menyebut, jaksa saat ini masih mempelajari kelengkapan berkas tersebut.

“Untuk lengkapnya nanti, kita pelajari dulu,” ujar Harun singkat.

Dalam tahap penyidikan, polisi telah melakukan sejumlah langkah hukum, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi dari warga lokal, pemeriksaan ahli, hingga penyitaan barang bukti. Polisi menyita sejumlah truk pengangkut material, kamp tambang, serta bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida.

Sebagian besar barang bukti yang disita diketahui bermerek China dan diduga sengaja didatangkan untuk mendukung aktivitas tambang ilegal tersebut. Temuan ini, menurut penyidik, menguatkan indikasi adanya keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam praktik pertambangan tanpa izin di wilayah itu.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, terdapat sedikitnya 25 titik lokasi tambang ilegal di wilayah Sekotong dengan luas mencapai 98,19 hektare. Aktivitas tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian pendapatan asli daerah (PAD) hingga sekitar Rp90 miliar setiap bulan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul “ Polisi akan Tetapkan DPO Tersangka WNA China Kasus Tambang Ilegal Sekotong ”

Banjir Kembali Terjang Sekotong, Gubernur NTB Tekankan Penanganan Jangka Panjang

GIRI MENANG, (globalfmlombok.com) — Banjir bandang kembali melanda wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (13/1/2026) malam. Dua desa dilaporkan terdampak, yakni Desa Persiapan Pengantap dan Desa Sekotong Tengah. Sedikitnya ribuan warga terdampak dalam peristiwa tersebut, sementara satu rumah dilaporkan hanyut terbawa arus.

Banjir terparah terjadi di Desa Persiapan Pengantap yang meliputi empat dusun, yakni Dusun Kebeng, Bengkang, Sap Baru, dan Pengantap. Sebanyak 570 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.711 jiwa terdampak banjir. Hingga Rabu (14/1/2026), sebagian warga masih mengungsi karena ketinggian air mencapai hampir satu meter dan merendam rumah beserta isinya.

Wilayah Sekotong Dilanda Banjir, Gubernur NTB Ingatkan Penanganan Jangka Panjang

Penjabat Kepala Desa Persiapan Pengantap Saidi mengatakan, banjir mulai menerjang sekitar pukul 19.00 Wita, saat warga baru selesai menunaikan ibadah Salat Magrib. “Banjir terjadi sekitar pukul 19.00 Wita di empat dusun, yakni Kebeng, Bengkang, Sap Baru, dan Pengantap,” ujarnya.

Rincian warga terdampak di Dusun Kebeng mencapai 85 KK dengan 330 jiwa, Dusun Bengkang 230 KK dengan 659 jiwa, Dusun Sap Baru 150 KK dengan 459 jiwa, dan Dusun Pengantap 100 KK dengan sekitar 300 jiwa. Menurut Saidi, banjir dipicu hujan lebat yang menyebabkan sungai meluap. Penanganan awal dilakukan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama perangkat desa.

Dalam peristiwa tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia. Korban bernama Nurinah (69), seorang lanjut usia asal Desa Persiapan Blongas, diduga terseret arus banjir. Selain menelan korban jiwa, banjir bandang juga menghanyutkan satu rumah serta sejumlah ternak milik warga.

Bencana banjir yang kerap melanda Sekotong mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Persiapan Pengantap, Rabu (14/1/2026).

Gubernur Iqbal menegaskan, penanganan bencana tidak dapat hanya bersifat jangka pendek. Menurut dia, upaya jangka menengah dan panjang harus dilakukan untuk mengatasi akar persoalan banjir yang berulang.

“Penanganan jangka menengah dan panjang mau tidak mau harus kita lakukan. Kita harus memperbaiki bukit-bukit yang sudah gundul ini,” ujar Iqbal saat berada di Dusun Bengkang.

Ia menilai, aspirasi warga untuk meninggikan tanggul sungai belum cukup jika tidak disertai pembenahan kawasan hulu. Sedimentasi sungai, kata dia, terjadi akibat hilangnya kawasan tangkapan air di perbukitan sekitar. Karena itu, ia meminta para kepala desa tidak lagi sembarangan mengeluarkan rekomendasi pemanfaatan kawasan untuk pembangunan.

“Harus dicek dulu dampaknya terhadap lingkungan. Tidak boleh lagi sembarangan mengeluarkan rekomendasi,” tegasnya.

Senada dengan itu, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menilai banjir yang terus berulang menandakan adanya kerusakan ekosistem di wilayah Sekotong. Penggundulan hutan menyebabkan sedimentasi tinggi sehingga saluran air tidak lagi berfungsi optimal.

“Kerusakan ekosistem ini harus kita cegah. Jangka panjangnya kita harus menata ulang. Hujan sedikit saja di Sekotong pasti banjir. Ini menandakan alam sudah tidak mampu lagi,” katanya.

Namun, menurut Zaini, penanganan jangka panjang tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk menjaga ekosistem dari aktivitas penebangan dan perusakan hutan.

Kepala Dusun Bengkang, Zohdi Akbar, mengakui sebagian besar warga di wilayahnya berprofesi sebagai petani jagung yang membuka lahan hingga ke kawasan perbukitan. Ia berharap dilakukan penanaman kembali dan penghijauan, serta peninggian tanggul dan pengerukan sedimentasi sungai yang kini mudah meluap akibat pendangkalan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul “ Wilayah Sekotong Dilanda Banjir, Gubernur NTB Ingatkan Penanganan Jangka Panjang ”

Gubernur NTB Kirim Tiga Nama Calon Sekda ke Pemerintah Pusat

MATARAM, (globalfmlombok.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyerahkan tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selain ke Kemendagri, berkas tiga calon tersebut juga dikirim secara paralel ke Sekretariat Kabinet (Seskab) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB Tri Budiprayitno mengatakan, pengiriman berkas secara bersamaan dilakukan untuk mempercepat proses seleksi. Dengan langkah tersebut, Pemprov NTB menargetkan Sekda definitif dapat dilantik pada minggu ketiga atau keempat Januari 2026.

“Prinsip kami mengupayakan kecepatan. Karena sesungguhnya proses di Kemendagri menunggu hasil dari BKN, sedangkan Seskab menunggu dari BKN dan Kemendagri. Dengan pengiriman paralel ini, mudah-mudahan waktu bisa dipersingkat,” ujar Tri, Rabu (14/1/2026).

Saat ini, Pemprov NTB masih menunggu respons dari Kemendagri terkait tiga nama calon Sekda tersebut. Tri menjelaskan, Kemendagri akan melakukan sejumlah penilaian terhadap masing-masing kandidat sebelum diserahkan kepada Presiden untuk dipilih satu nama.

“SK pengangkatannya ditandatangani Presiden. Jadi, Sekda NTB dipilih langsung oleh Presiden,” katanya.

Setelah Presiden Prabowo Subianto menetapkan satu nama, hasilnya akan disampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dalam hal ini Gubernur NTB, untuk proses pelantikan.

Mengacu pada sistem penilaian di BKN, proses evaluasi dilakukan selama lima hari kerja. Sementara itu, penilaian di Kemendagri tidak memiliki batas waktu tertentu, sedangkan Seskab menunggu hasil dari Kemendagri.

Selain menunggu proses di tingkat pusat, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dijadwalkan memanggil satu per satu tiga besar calon Sekda NTB pada Senin (19/1/2026). Pemanggilan tersebut bertujuan untuk memperdalam visi dan misi para kandidat jika nantinya dipercaya mengemban jabatan sebagai pejabat tertinggi di birokrasi Pemprov NTB.

“Untuk mendalami visi dan misi masing-masing calon Sekda,” ujar Tri yang akrab disapa Yiyit.

Ia menambahkan, penentuan Sekda membutuhkan pertimbangan matang karena posisi tersebut memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan seluruh perangkat daerah dan memahami kondisi pemerintahan di daerah.

Adapun 10 pejabat yang mendaftar sebagai calon Sekda NTB antara lain mantan Kepala Biro Perekonomian NTB Najamuddin Amy, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB Ahsanul Khalik, mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Wirawan Ahmad, Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Kemasyarakatan Yusron Hadi, serta Kepala BPSDMD NTB Fathurrahman.

Selain itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Aidy Furqan, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB Jamaluddin, Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK Ahmad Saufi, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur Abul Chair, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bima Taufik turut mendaftar dalam seleksi tersebut. (*)

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul “Gubernur Kirim Tiga Nama Calon Sekda NTB ke Pusat”

Pemprov NTB Resmi Tetapkan Batas Tarif Angkutan Sewa Khusus per Kilometer

MATARAM, (globalfmlombok.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan tarif angkutan sewa khusus (ASK) dengan batas bawah Rp4.500 per kilometer dan batas atas Rp6.500 per kilometer. Ketentuan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur NTB dan menjadi acuan resmi bagi seluruh aplikator transportasi daring yang beroperasi di wilayah NTB.

Penetapan tarif itu merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018, khususnya Pasal 22, yang memberikan kewenangan kepada gubernur untuk menetapkan tarif ASK di daerah. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah daerah berharap tercipta kepastian hukum bagi pelaku usaha transportasi daring.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan NTB Indra Jaya menegaskan, kebijakan tarif ASK telah bersifat final, sah, dan berlaku resmi bagi seluruh aplikator, termasuk Gojek, Grab, Maxim, dan InDrive. Menurut dia, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan iklim transportasi daring yang adil, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan daerah dari pengemudi yang berdomisili di NTB.

“Pihak aplikator berkomitmen patuh sepanjang kebijakan ditetapkan secara jelas dan tegas melalui regulasi resmi, bukan sekadar kesepakatan harga,” ujar Indra, Rabu (14/1/2026).

Indra menambahkan, kejelasan regulasi juga penting untuk menghindari potensi konflik dengan ketentuan persaingan usaha. Para aplikator, kata dia, turut mengusulkan keterlibatan kalangan akademisi dalam kajian transportasi, termasuk diskusi lanjutan terkait standar operasional, kelayakan kendaraan, kebersihan, administrasi, dan pengawasan.

Selain penetapan tarif, Pemprov NTB juga menegaskan kewajiban kendaraan dan operasional ASK. Seluruh pengemudi diwajibkan menggunakan pelat nomor kendaraan DR dan EA sebagai bentuk dukungan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Pemerintah daerah juga mewajibkan setiap aplikator memiliki kantor cabang di NTB. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan dikenai teguran tertulis hingga sanksi oleh Dinas Perhubungan.

Pemprov NTB menekankan, regulasi tarif ASK tidak hanya mengatur soal tarif, tetapi juga kepatuhan perizinan, keberadaan kantor cabang, serta perlindungan tenaga kerja. Para aplikator menyatakan siap mendukung dan mematuhi kebijakan tersebut demi mewujudkan layanan transportasi daring yang tertib dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, sektor transportasi daring telah menyerap 9.259 pengemudi terdaftar dan berkontribusi menurunkan angka pengangguran di daerah itu. Seluruh pengemudi juga diwajibkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan keselamatan dan jaminan kerja.

Sementara itu, data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB menunjukkan belum seluruh aplikator menyelesaikan proses perizinan ASK secara lengkap. Pemerintah menegaskan, setiap penambahan kendaraan wajib disertai pembaruan izin serta pemutakhiran data jumlah armada. Ke depan, persetujuan kuota kendaraan akan ditetapkan berbasis kajian teknis dan kerja sama lintas pihak, termasuk dengan kalangan akademisi. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemprov NTB Tetapkan Batas Tarif Angkutan Sewa Khusus per Kilometer “

Gubernur NTB Tegaskan Izin Pemanfaatan Lahan Tak Boleh Sembarangan

Mataram – (globalfmlombok.com) – Banjir bandang yang menerjang Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (13/1/2025) malam, menyebabkan kerusakan lingkungan dan infrastruktur. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan satu warga meninggal dunia.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, penanganan banjir tidak boleh hanya difokuskan di wilayah hilir, tetapi harus disertai upaya pencegahan dari hulu. Salah satu langkah penting, menurut dia, adalah memastikan tidak terjadi alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

“Untuk jangka menengah dan panjang, kita harus memperbaiki kondisi bukit-bukit yang sudah gundul. Jika hulunya tidak dibenahi, banjir akan terus berulang,” ujar Iqbal saat meninjau lokasi terdampak, Rabu (14/1/2026).

Selain aspek lingkungan, perhatian juga diarahkan pada perbaikan infrastruktur jalan yang rusak akibat banjir. Iqbal menjelaskan, peningkatan jalan di kawasan tersebut telah masuk dalam usulan pembangunan daerah dan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal pemerintah.

“Selama ini kita memprioritaskan jalan logistik. Ke depan, kawasan ini akan kita perlakukan sebagai jalur penunjang pariwisata dan akan kita review percepatan penanganannya,” katanya.

Iqbal menuturkan, penanganan banjir di Sekotong akan dilakukan secara bertahap dengan memetakan kebutuhan jangka pendek, menengah, hingga panjang. Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

“Kebutuhan paling mendesak adalah kebutuhan dasar masyarakat, seperti selimut, sembako, dan perlengkapan hidup lainnya. Bantuan sudah disalurkan oleh Pemkab Lombok Barat, Pemprov NTB, serta Baznas Provinsi,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan logistik, penanganan darurat juga difokuskan pada pembersihan drainase dan sungai yang mengalami sedimentasi. Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sepakat mendatangkan alat berat, termasuk ekskavator, untuk mempercepat normalisasi saluran air melalui Dinas PUPR Provinsi dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, dengan melibatkan masyarakat secara gotong royong.

“Kita sepakat membersihkan drainase terlebih dahulu karena curah hujan masih tinggi. BWS juga akan menurunkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi yang sementara dimanfaatkan sebagai tanggul darurat,” kata Iqbal.

Terkait rumah warga yang rusak akibat banjir, pemerintah akan menetapkan status tanggap darurat melalui surat keputusan agar penanganannya dapat dilakukan bersama melalui belanja tidak terduga Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat.

Dalam penanganan bencana ini, sejumlah perangkat daerah dan lembaga turut menyalurkan bantuan. Baznas Provinsi NTB menyalurkan bantuan air bersih, beras, dan kebutuhan pokok. Dinas Kesehatan Provinsi NTB memberikan bantuan berupa paket pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita, penjernih air, kaporit, serta abate.

Dinas Sosial Provinsi NTB menyalurkan berbagai bantuan logistik, antara lain beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir, kecap manis, saus sambal, kasur, selimut, terpal, family kit, kids ware, serta tenda gulung. Bantuan tambahan juga disalurkan untuk kebutuhan makanan anak, makanan siap saji, serta perlengkapan hunian sementara.

Dukungan juga datang dari APBD Kabupaten Lombok Barat dan BPBD Provinsi NTB berupa kebutuhan harian, air bersih, mie instan, dan terpal. Pemerintah Desa Persiapan Pengantap turut menyalurkan bantuan sandang dan logistik kepada warga terdampak.

Usai meninjau lokasi banjir di Sekotong, Gubernur NTB melanjutkan peninjauan ke Desa Kabul, Kabupaten Lombok Tengah. Menurut Iqbal, penanganan di wilayah tersebut akan dilakukan dengan pola yang sama, mencakup langkah jangka pendek, menengah, dan panjang. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Jangan Asal Keluarkan Izin Pemanfaatan Lahan “ 

Banjir Bandang di Sekotong Tewaskan Satu Warga, Distribusi Logistik Jadi Prioritas

Giri Menang – (globalfmlombok.com) – Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret banjir bandang yang melanda Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Selasa malam (13/1/2026). Korban diketahui bernama Nurinah (69), seorang lanjut usia asal Dusun Blongas, Desa Persiapan Blongas.

Selain menelan korban jiwa, banjir bandang juga mengakibatkan rumah warga serta ternak hanyut terbawa arus. Hingga kini, warga terdampak masih membutuhkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya karena banyak perabotan rumah tangga rusak dan hilang.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, jumlah warga terdampak mencapai 1.047 kepala keluarga (KK) dengan total 3.223 jiwa. Wilayah terdampak terbesar berada di tiga desa, yakni Desa Persiapan Pengantap, Desa Persiapan Blongas, dan Desa Sekotong Tengah.

Di Desa Persiapan Pengantap, banjir menerjang empat dusun. Dusun Kebeng mencatat 85 KK atau 330 jiwa terdampak. Di Dusun Bengkang, sebanyak 230 KK atau 659 jiwa terdampak. Dusun Sap Baru terdapat 150 KK atau 459 jiwa terdampak, sementara di Dusun Pengantap sekitar 100 KK atau 300 jiwa terdampak banjir.

Sementara itu, di Desa Persiapan Blongas, enam dusun dilaporkan terdampak. Dusun Slodong tercatat 100 KK atau 270 jiwa terdampak. Dusun Blongas sebanyak 75 KK atau 300 jiwa. Dusun Kekalik terdapat 62 KK atau 187 jiwa terdampak. Di Dusun Sauh, tercatat 150 KK atau 420 jiwa terdampak. Dusun Panggang mencatat 50 KK atau 175 jiwa, sedangkan Dusun Tangin Angin sebanyak 45 KK atau 123 jiwa terdampak banjir.

Banjir juga melanda Desa Sekotong Tengah, merendam rumah warga serta menggenangi Jalan Raya Sekotong di Dusun Sekotong I dan Dusun Sekotong II, sehingga mengganggu aktivitas dan akses transportasi masyarakat.

Banjir bandang ini dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi secara merata di wilayah Kecamatan Sekotong selama kurang lebih tiga jam. Tingginya curah hujan menyebabkan Kali Sekotong meluap. Kondisi diperparah oleh aliran air dari kawasan pegunungan dengan lahan gundul dan daya serap tanah yang rendah, sehingga debit air meningkat signifikan.

Penjabat Kepala Desa Persiapan Pengantap, Saidi, mengatakan korban meninggal dunia diketahui pergi seorang diri menuju rumah anaknya yang berada di seberang sungai. Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 15.00 Wita dan ditemukan oleh pihak keluarga pada pukul 19.30 Wita dalam kondisi meninggal dunia.

Akibat banjir tersebut, akses transportasi di sejumlah titik terganggu karena genangan air dan lumpur di badan jalan. Jalan licin menjadi kendala dalam proses evakuasi dan distribusi logistik, sehingga sempat menghambat penanganan di lapangan.

Saat ini, upaya yang dilakukan meliputi pemantauan dan asesmen lapangan, koordinasi lintas sektor, pendataan korban terdampak, serta pengamanan lokasi bencana. Warga terdampak membutuhkan bantuan mendesak berupa matras, selimut, makanan siap saji, air bersih, serta perlengkapan bayi dan anak. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Satu Warga Meninggal Diduga Terseret Banjir Bandang di Sekotong, Warga Butuh Bantuan Logistik “

Satu Korban Jiwa Akibat Banjir NTB, Gubernur Iqbal Minta Penanganan Cepat

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB untuk segera melakukan penanganan banjir yang melanda Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Banjir di Kabupaten Lombok Barat berdampak pada 1.711 jiwa atau 570 kepala keluarga (KK). Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia, yakni NR (69), warga Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong.

Sementara itu, banjir di Kabupaten Lombok Tengah terjadi di Kecamatan Praya Barat Daya, meliputi Desa Montong Ajang dan Desa Kabul. Selain itu, wilayah terdampak bertambah di Kecamatan Praya Barat, tepatnya di Desa Selong Belanak.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 23.00 Wita, di Desa Montong Ajang tercatat sebanyak 50 KK terdampak dengan 50 unit rumah terendam. Adapun di Desa Kabul, terdapat 250 KK terdampak dengan 250 unit rumah terendam. Pendataan di Desa Selong Belanak masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr H Ahsanul Khalik, mengatakan Gubernur Iqbal menekankan agar penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur dengan prioritas utama keselamatan warga.

“Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan langkah-langkah darurat berjalan optimal serta seluruh upaya untuk meringankan beban masyarakat terdampak segera dilaksanakan,” kata Ahsanul Khalik.

Koordinasi Intensif

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB telah melakukan koordinasi intensif antara BPBD Provinsi NTB dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah. Langkah tersebut meliputi asesmen langsung ke lokasi terdampak serta penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat.

Personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), unsur TNI dan Polri, aparatur desa dan kecamatan, serta masyarakat setempat turut dilibatkan untuk memastikan respons penanganan di lapangan berjalan cepat dan terkendali.

Kepala BPBD Provinsi NTB Sadimin terus melaporkan perkembangan terkini di lapangan, termasuk kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Masyhuri bersama Baznas NTB melaporkan kesiapan dukungan logistik dan penyaluran bantuan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Hamzi Fikri memastikan kesiapan tim kesehatan beserta sarana dan prasarana penanganan darurat guna mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir.

“Personel BPBD, Tagana, dan tenaga kesehatan diminta siaga penuh. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik, dengan keselamatan warga sebagai prioritas utama,” ujarnya. (*)

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Satu Warga Meninggal, Gubernur Iqbal Perintahkan Penanganan Cepat Banjir di NTB “

 

Dua Terduga Pencurian Motor di Kos-kosan Mataram Ditangkap Polisi

MATARAM – (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram menangkap dua orang terduga pelaku pencurian sepeda motor di sebuah rumah kos di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan, dua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MD (23) dan SR (29). Keduanya merupakan warga Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram.

“MD merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor,” ujar Dharma saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

Dharma menjelaskan, peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Kamis (8/1/2026) malam. Saat itu, korban memarkir sepeda motornya di halaman kos dengan kondisi kunci masih terpasang di kendaraan. Korban kemudian masuk ke kamar kos untuk mengambil helm.

“Ketika korban keluar dari kamar, sepeda motornya sudah tidak berada di tempat,” kata dia.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 23 juta dan melaporkan peristiwa itu ke Polresta Mataram. Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan melacak keberadaan kedua terduga pelaku.

Polisi menangkap MD di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Kota Mataram. Sementara itu, SR diamankan di rumahnya saat hendak melakukan transaksi penjualan sepeda motor milik korban.

“Kami mengamankan pelaku saat akan menjual motor hasil curian,” ujarnya.

Selain mengamankan kedua terduga pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy milik korban. Saat ini, keduanya telah diamankan di Polresta Mataram untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, kedua terduga pelaku dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf e dan huruf g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pencurian Motor di Kos-Kosan Mataram “

Harga Emas Terus Meroket, Daya Beli Masyarakat Menurun

0

Mataram (globalfmlombok.com) – Lonjakan harga emas yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak nyata terhadap daya beli masyarakat. Harga emas yang kini menembus kisaran Rp2,6 juta per gram membuat transaksi jual beli perhiasan berbahan emas di pasar dan toko emas mengalami penurunan signifikan.

Pedagang Emas dan Mutiara, sekaligus Ketua Asosiasi Mutiara NTB, H. Fauzi, mengatakan kenaikan harga emas yang berkelanjutan membuat masyarakat semakin menahan diri untuk membeli perhiasan, terutama untuk kebutuhan konsumtif.

“Pergerakan harga emas terus naik. Dampaknya, daya beli masyarakat terhadap produk berbahan emas ikut menurun. Di pasar dan toko-toko emas, transaksi jual beli sekarang terasa jauh lebih sepi,” ujar Fauzi.

Menurutnya, meskipun kenaikan harga emas membuat nilai aset toko emas secara nominal meningkat, kondisi tersebut justru tidak sepenuhnya menguntungkan pelaku usaha. Pasalnya, pelaku usaha lebih mengharapkan pasar yang normal dengan perputaran jual beli yang lancar.

“Nilai aset memang naik karena harga emas naik, tapi pedagang justru lebih senang kondisi normal. Kalau jual beli macet, ekonomi tidak bergerak,” katanya, Selasa, 13 Januari 2026.

Fauzi menjelaskan, lonjakan harga emas membuat kemampuan beli masyarakat menurun drastis. Jika sebelumnya dengan dana sekitar Rp5 juta konsumen masih bisa membeli kalung atau gelang, kini jumlah tersebut hanya cukup untuk membeli satu cincin kecil.

“Dulu dengan uang Rp5 juta bisa dapat beberapa perhiasan. Sekarang mungkin hanya dapat satu cincin. Ini yang membuat masyarakat berpikir ulang untuk membeli,” jelasnya.

Sementara itu, minat masyarakat untuk menjual emas juga tidak terlalu tinggi. Banyak pemilik emas memilih menahan asetnya karena melihat tren harga yang terus meningkat.

“Kecuali yang benar-benar butuh atau ingin impas, kebanyakan orang memilih menyimpan emasnya. Mereka tahu trennya masih naik,” tambah Fauzi.

Fauzi menilai, kenaikan harga emas dipicu oleh perubahan pola pikir masyarakat yang kini menjadikan emas sebagai instrumen investasi utama. Jika sebelumnya investasi lebih banyak disimpan dalam bentuk tabungan di bank, kini masyarakat cenderung beralih ke emas, khususnya logam mulia.

“Sekarang pola pikir orang sudah berubah. Emas dilihat sebagai instrumen investasi yang nilainya terus naik. Ini yang membuat permintaan meningkat,” ujarnya.

Selain itu, meningkatnya permintaan global, terutama dari negara-negara besar, turut mendorong keterbatasan pasokan emas di pasar dunia. Kondisi geopolitik dan ekonomi global, termasuk ketegangan politik dan perang dagang, juga memperkuat tren kenaikan harga.

“Bukan hanya di Indonesia, hampir di seluruh dunia orang berburu emas. Pasokan terbatas, dibeli terus, otomatis harga naik,” katanya.

Terkait prospek ke depan, Fauzi memprediksi tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut. Meski sesekali mengalami koreksi, penurunannya diperkirakan tidak signifikan dan akan kembali naik dalam waktu singkat.

“Turunnya mungkin sedikit, tapi besoknya naik lebih tinggi. Bahkan ada prediksi dari ekonom, harga emas bisa tembus Rp4 juta per gram,” ungkapnya.

Kenaikan harga emas juga berdampak pada logam mulia lainnya, seperti perak. Fauzi menyebut harga perak ikut melonjak seiring meningkatnya minat masyarakat yang sebelumnya beralih dari emas ke perak sebagai alternatif.

“Dulu harga perak sekitar Rp15 ribu per gram, sekarang sudah hampir Rp40 ribu. Ini juga karena banyak orang beralih ke perak,” jelasnya.

Kondisi tersebut turut memukul kalangan pengrajin perhiasan. Saat permintaan perhiasan emas menurun, sebagian pengrajin beralih ke perak. Namun, lonjakan harga perak membuat order perhiasan perak kini mulai melambat.

“Perajin ikut terdampak. Order emas sepi, beralih ke perak, tapi sekarang perak juga mahal. Akhirnya sama-sama lesu,” katanya.

Fauzi menegaskan, pelaku usaha sebenarnya tidak menginginkan harga emas yang terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat dan memperlambat perputaran ekonomi.

“Kami lebih ingin harga emas normal dan terjangkau, seperti dulu sekitar Rp1 juta per gram. Kalau sekarang Rp2,6 juta, itu berat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, tren masyarakat yang cenderung menimbun emas sebagai investasi berpotensi menahan perputaran uang di masyarakat.

“Kalau orang hanya menimbun emas dan tidak berbelanja, ekonomi juga bisa melambat. Ini yang perlu jadi perhatian,” tandasnya.(bul)

Seorang Siswa di Mataram Meninggal saat Latihan Silat

Mataram (globalfmlombok.com) – Seorang siswa asal MAN 2 Mataram berinisial AI meninggal diduga akibat mengikuti latihan silat di lingkungan sekolah pada Minggu (11/1/2026). AI diketahui mengikuti salah satu ekstrakurikuler di sekolahnya.

Berdasarkan kronologi kejadian, AI mengikuti latihan silat yang diketahui menjadi sesi terakhir. Namun, pada saat latihan itu, AI tiba-tiba terlihat lemas. Ia sempat mendapat pertolongan pertama dari anggota palang merah remaja (PMR) madrasah. Tak kunjung membaik, ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan. Tak lama berselang, AI dinyatakan meninggal dunia.

Kepala MAN 2 Mataram, Sumber Hadi, pada Selasa (13/1/2026) menyampaikan duka mendalam terhadap musibah yang menimpa salah satu siswanya itu.

Kejadian ini akan menjadi evaluasi untuk memperbaiki seluruh program di sekolah.

“Terkait kejadian kemarin, itu adalah musibah yang membuat kami kaget. Tapi, itu sebagai bahan evaluasi dan bertindak untuk pengembangan madrasah yang lebih bagus lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sekolah maupun pelatih sudah melakukan mediasi dengan keluarga korban. Dari hasil mediasi itu, lanjut Sumber Hadi, pihak keluarga menyepakati bahwa kejadian meninggalnya AI tidak akan berlanjut ke proses hukum.

“Sudah mediasi sama keluarga korban dan pelatih beladiri kita sudah bermediasi semua dan bersepakat pihak keluarga, terutama bapak dan ibu (korban) sudah menerima dan tidak akan melanjutkan ke proses yang lebih jauh,” tuturnya.

Mengenai keberlanjutan kerja sama dengan pihak PSHT, Sumber Hadi menjelaskan bahwa pihaknya akan merembukan kembali. Sekolah akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh program. (sib)