Beranda blog Halaman 207

Banjir Berulang di Lombok Barat, Warga Terancam Krisis Air Bersih

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Banjir kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Rabu (21/1/2026) malam hingga Kamis dini hari. Banjir merendam ribuan rumah warga di Kecamatan Labuapi dan Kecamatan Sekotong. Selain kerusakan permukiman, warga terdampak mulai mengalami gangguan kesehatan serta krisis air bersih.

Berdasarkan data yang dihimpun, ribuan rumah warga yang terendam banjir tersebar di sedikitnya enam desa. Kondisi pascabanjir membuat warga mulai mengeluhkan penyakit kulit dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Saudi, warga Kebeng, mengatakan sebagian warga mengalami gatal-gatal akibat terendam air banjir.
“Tidak ada yang sakit berat, tapi yang gatal-gatal banyak. Tim puskesmas sudah turun ke lokasi untuk pelayanan,” ujarnya, Rabu.

Banjir susulan melanda wilayah Kebeng dan Bengkang pada Selasa malam (20/1/2026) sekitar pukul 23.00 hingga 00.00 Wita. Saat itu warga sudah dalam kondisi waspada karena hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut. Genangan air cukup parah dan masuk ke rumah-rumah penduduk. Warga berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk mengurangi risiko banjir susulan.

Di Kecamatan Sekotong, Kepala Dusun Selodong, Desa Persiapan Blongas, Juma’ah, mengatakan banjir kembali menerjang wilayahnya sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Akibatnya, sekitar 100 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 170 orang terdampak dan mengalami krisis air bersih.
“Jumlah KK yang terdampak kekurangan air bersih sekitar 100 KK, dengan jumlah jiwa kurang lebih 170 orang,” katanya.

Kondisi tersebut telah dilaporkan ke pemerintah desa dan diteruskan ke kecamatan. Ia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti dengan menyalurkan bantuan air bersih.
“Curah hujan masih tinggi dan warga waswas banjir susulan bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

Penjabat Kepala Desa Persiapan Pengantap, Saidi, juga membenarkan terjadinya banjir susulan di beberapa dusun, seperti Dusun Kebeng dan Bengkang.
“Banjir susulan terjadi Selasa malam. Kondisi pascabanjir pekan lalu belum pulih, tapi sudah diterjang lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Perampuan, H M Zubaidi, menjelaskan berdasarkan laporan dari empat kepala dusun, jumlah warga terdampak banjir di wilayahnya mencapai sekitar 782 orang. Rinciannya, Dusun Bayan Pengsong sebanyak 50 KK, Dusun Karang Bayan 175 KK, Dusun Kerepet 298 KK, dan Dusun Kapitan 259 KK.

Ia menyebut banjir dipicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Selain itu, kiriman air dari wilayah timur memperparah kondisi sehingga sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
“Kami turun langsung bersama Tagana untuk mengecek kondisi warga yang mengungsi, terutama anak-anak. Kami berharap Puskesmas Perampuan segera melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Zubaidi juga menyoroti persoalan tata ruang yang dinilai memperburuk situasi banjir. Menurutnya, pembangunan perumahan yang tidak tertata mengganggu aliran sungai.
“Pembangunan perumahan menjadi penyebab kedua. Setelah perumahan dibangun, aliran sungai jadi tidak jelas,” katanya.

Ia memperkirakan genangan air akan surut dalam tiga hingga empat hari jika tidak ada hujan lanjutan. Namun, jika hujan kembali turun, jumlah warga terdampak diprediksi bertambah. Karena itu, ia berharap Pemkab Lombok Barat melalui BPBD segera turun memberikan bantuan.

Di Desa Bajur, banjir juga menimpa warga Dusun Pohdodol. Kepala Dusun Pohdodol, H Syukri, mengatakan sekitar 45 warga terdampak banjir di wilayah tersebut.
“Jumlah warga terdampak sekitar 45 orang,” ujarnya.

Banjir di dusun itu diduga disebabkan hujan deras yang turun sejak Rabu malam serta belum adanya peninggian talud sungai di sisi barat permukiman.

Berdasarkan data BPBD Provinsi NTB, banjir di Lombok Barat melanda dua kecamatan, yakni Kecamatan Labuapi dan Kecamatan Sekotong. Di Kecamatan Labuapi, banjir terjadi di Desa Perampuan (BTN Pepabri) dan Desa Bajur. Di BTN Pepabri, tercatat 22 KK dengan 22 unit rumah terendam. Sementara di Kecamatan Sekotong, banjir melanda empat desa, yakni Desa Sekotong Tengah, Desa Cendi Manik, Desa Taman Baru, dan Desa Persiapan Blongas. Hingga kini, dampak banjir di wilayah Sekotong masih dalam tahap asesmen. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” anjir Kembali Terjang Lobar, Warga Mulai Terjangkit Penyakit dan Krisis Air Bersih “

Sungai Jangkuk Meluap Dini Hari, Tujuh KK Warga Pejeruk Terdampak

Mataram (globalfmlombok.com) – Debit air Sungai Jangkuk yang meningkat akibat curah hujan tinggi menyebabkan sungai tersebut meluap dan merendam permukiman warga di Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Rabu (21/1/2026) dini hari. Akibat kejadian itu, sedikitnya tujuh kepala keluarga (KK) terdampak.

Luapan air Sungai Jangkuk menggenangi dua lingkungan, yakni Lingkungan Kebon Jeruk dan Lingkungan Pejeruk Abian. Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.10 Wita dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 30 sentimeter atau setara di bawah lutut orang dewasa.

Lurah Pejeruk, Lalu Bagus Afriady, mengatakan meluapnya Sungai Jangkuk dipicu tingginya debit air akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah hulu. Meski demikian, genangan air tidak berlangsung lama karena air mulai surut sekitar pukul 06.00 Wita.
“Di Lingkungan Kebon Jeruk ada lima KK terdampak, sedangkan di Lingkungan Pejeruk Abian dua KK. Air sempat masuk ke rumah warga, namun cepat surut,” ujarnya, Rabu.

Ia menjelaskan, dari tujuh KK yang terdampak, empat KK mengalami dampak cukup parah karena air merendam tempat tidur dan sejumlah perabot rumah tangga. Ketinggian air di dalam rumah warga mencapai sekitar 30 sentimeter.

Menurut Bagus, luapan air di wilayah tersebut bukan disebabkan kondisi permukiman yang berada di dataran rendah, melainkan karena posisi Sungai Jangkuk yang berada di jalur tikungan. Kondisi ini menyebabkan aliran air dari hulu mengalir lebih deras dan meluap ke area permukiman.
“Di titik tersebut sungai berbelok, sehingga debit air dari hulu cukup deras dan akhirnya meluap,” katanya.

Pasca-kejadian, pemerintah kelurahan langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Mataram untuk melaporkan kondisi warga terdampak, terutama keluarga yang mengalami kerusakan perabot rumah tangga.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan responsnya cepat. Kemungkinan bantuan yang diberikan berupa penggantian tempat tidur bagi warga terdampak,” ujarnya.

Dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, pihak kelurahan mengimbau warga, khususnya yang bermukim di sekitar sempadan Sungai Jangkuk, agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai saat hujan deras.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama ketika curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat,” pungkas Bagus. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Debit Sungai Jangkuk Meluap, Tujuh KK di Pejeruk Terdampak “

Belasan Rumah Rusak Diterjang Bencana, Pemkab Lobar Cairkan BTT Rp30 Miliar

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Banjir susulan kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Rabu (21/1/2026). Beberapa daerah terdampak berada di Kecamatan Sekotong dan Labuapi. Selain banjir, angin puting beliung juga menerjang sejumlah wilayah, mengakibatkan belasan rumah warga rusak dan satu orang mengalami luka-luka.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai mengoptimalkan Belanja Tak Terduga (BTT) yang dialokasikan sebesar Rp30 miliar pada APBD tahun 2026 untuk penanganan bencana.

Bupati Lombok Barat, H Lalu Ahmad Zaini, mengatakan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah titik di wilayahnya dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah, kata dia, telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan. Ia juga telah menetapkan status darurat bencana agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat bergerak cepat.
“Semua OPD sudah bergerak. Saya juga rapat dengan jajaran supaya respons penanganan bisa lebih cepat,” tegasnya.

Menurut Bupati, Dinas Sosial, BPBD, serta OPD terkait lainnya bergerak secara kolaboratif bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Seluruh pihak didorong mengambil peran aktif dalam penanganan dampak bencana.
“BTT kita alokasikan Rp30 miliar dan sudah mulai kita gunakan. Itulah fungsi BTT, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan BTT dimungkinkan selama status darurat bencana berlaku. Namun demikian, ia menekankan pentingnya validasi data di lapangan sebelum bantuan disalurkan.
“Begitu ada laporan, harus dicek dan divalidasi agar penanganannya tepat,” katanya.

Sebelumnya, angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Lombok Barat pada Selasa sore (20/1/2026) sekitar pukul 16.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, belasan rumah warga dilaporkan rusak di Desa Buwun Mas, Desa Persiapan Empol, Sekotong Barat, serta Kecamatan Lembar. Satu orang warga mengalami luka-luka.

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, mengatakan hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan rumah warga di Dusun Sepi mengalami kerusakan.
“Sejauh ini ada 10 unit rumah yang sudah masuk laporan. Kebanyakan kerusakan pada bagian atap yang diterbangkan angin,” ujarnya.

Dari 10 rumah tersebut, tujuh unit mengalami rusak ringan dan tiga unit rusak berat. Selain itu, belasan warga di Dusun Selodong juga terdampak. Bencana serupa turut dirasakan warga di Desa Persiapan Pengantap dan Desa Belongas. Hingga kini, pendataan kerusakan masih terus dilakukan.

Angin puting beliung juga melanda Dusun Gunung Ketapang, Desa Sekotong Barat. Kepala Desa Sekotong Barat, H Saharudin, menyebutkan dua rumah dan satu kios milik warga mengalami kerusakan.
“Dua rumah dan satu kios rusak, serta satu warga mengalami luka-luka,” katanya.

Warga terdampak di antaranya Dahmur dan Sabariah yang rumahnya rusak, Sarpiah yang kiosnya terdampak, serta Sawiyah yang mengalami luka-luka. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap bangunan.

Selain angin puting beliung, banjir juga menerjang Dusun Pandanan Bersemi di Desa Sekotong Barat. Banjir terjadi sejak Senin (19/1/2026) malam hingga Selasa pagi dan merendam sekitar 50 rumah warga.
“Kami bersama warga sudah melakukan gotong royong untuk mengurangi genangan. Kejadian ini juga sudah kami laporkan ke kecamatan dan Pemkab,” ujar Saharudin.

Camat Sekotong, Andi Purnawan, membenarkan adanya bencana banjir dan angin puting beliung di wilayahnya. Ia menyatakan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk penanganan lebih lanjut.
“Selain di Sekotong, angin puting beliung juga dilaporkan melanda Dusun Batu Samban. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Belasan Rumah Rusak, Rp30 Miliar BTT Lobar Mulai Dicairkan “

Pasar Sekotong Terendam Banjir, Pedagang Berjualan di Jalan Raya

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Pasar Sekotong terendam banjir pada Rabu (21/1/2026) pagi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (20/1/2026) malam. Akibat banjir, aktivitas jual beli di pasar lumpuh dan para pedagang terpaksa memindahkan lapak mereka ke simpang tiga Sekotong yang kemudian berubah menjadi pasar dadakan.

Kepala Desa Sekotong Tengah, M Burham, mengatakan genangan banjir tidak hanya merendam area pasar, tetapi juga menutup akses jalan menuju Pasar Sekotong. Kondisi tersebut diperparah dengan kerusakan jalan kabupaten yang membuat warga kesulitan melintas.
“Curah hujan tinggi sejak malam menyebabkan pasar dan jalan terendam. Akibatnya pedagang tidak bisa berjualan di pasar dan terpaksa jualan di setampelat atau simpang tiga,” ujar Burham.

Menurut Burham, hampir seluruh dusun di wilayah bagian bawah Desa Sekotong Tengah tergenang banjir. Ia menyebut daerah tersebut memang kerap menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat segera melakukan penanganan jangka panjang.
“Kami sangat membutuhkan pembangunan beronjong dan normalisasi sungai sebagai solusi,” katanya.

Hal senada disampaikan Kasi Trantib Kecamatan Sekotong, Saidi. Ia menjelaskan banjir sudah menggenangi akses jalan dan Pasar Sekotong sejak malam hari hingga Rabu pagi, sehingga pedagang tidak dapat beraktivitas seperti biasa.
“Pedagang yang sudah terlanjur membawa barang dagangan akhirnya berjualan sementara di simpang tiga Sekotong,” ujarnya.

Para pedagang tampak menggelar dagangan di sepanjang trotoar dan bahu jalan sejak pagi hari. Namun, aktivitas tersebut tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 Wita, para pedagang mulai membubarkan diri seiring kondisi lalu lintas yang semakin padat.

Pihak Kecamatan Sekotong, kata Saidi, telah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk penanganan bencana di wilayah tersebut. Pasalnya, selain banjir yang masih berpotensi terjadi susulan, beberapa akses jalan dilaporkan mengalami retak.
“Di beberapa wilayah juga terjadi angin puting beliung yang mengakibatkan rumah warga rusak,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pasar Sekotong Terendam Banjir, Para Pedagang Tepaksa Pindah Berjualan di Jalan Raya “

Angin Puting Beliung Terjang Lombok Barat, Belasan Rumah Rusak dan Satu Warga Luka

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat, Selasa sore (20/1/2026) sekitar pukul 16.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, belasan rumah warga dilaporkan rusak, terutama pada bagian atap. Satu orang warga mengalami luka-luka.

Wilayah terdampak meliputi Desa Buwun Mas, Desa Sekotong Barat, serta Kecamatan Lembar. Pemerintah desa setempat telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk penanganan warga terdampak.

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, mengatakan hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan kerusakan pada rumah warga di Dusun Sepi. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang diterbangkan angin.
“Sejauh ini ada 10 unit rumah yang masuk laporan. Rata-rata kerusakan pada atap rumah warga,” kata Rochidi saat dikonfirmasi, Selasa.

Angin puting beliung juga melanda Dusun Gunung Ketapang, Desa Sekotong Barat. Kepala Desa Sekotong Barat, H Saharudin, menyebutkan dua rumah dan satu kios milik warga mengalami kerusakan. Selain itu, satu orang warga dilaporkan mengalami luka-luka.
“Dua rumah, satu kios rusak, dan satu warga luka-luka. Kerusakan rumah umumnya pada bagian atap,” ujarnya.

Warga terdampak di dusun tersebut antara lain Dahmur dan Sabariah yang rumahnya rusak, Sarpiah yang kiosnya mengalami kerusakan, serta Sawiyah yang mengalami luka-luka akibat kejadian itu.

Selain angin puting beliung, Desa Sekotong Barat juga dilanda banjir. Banjir terjadi sejak Senin (19/1/2026) malam hingga Selasa pagi dan merendam sekitar 50 rumah warga di Dusun Pandanan Bersemi.
“Kami bersama warga sudah melakukan gotong royong untuk mengurangi genangan. Kejadian ini juga sudah kami laporkan ke kecamatan dan Pemkab untuk penanganan lebih lanjut,” kata Saharudin.

Camat Sekotong, Andi Purnawan, membenarkan adanya dua dusun yang terdampak angin puting beliung, yakni Dusun Sepi di Desa Buwun Mas dan Dusun Gunung Ketapang di Desa Sekotong Barat.
“Kami sudah berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini ke OPD terkait untuk penanganan,” ujarnya.

Selain di wilayah Sekotong, angin puting beliung juga dilaporkan melanda Dusun Batu Samban, Kecamatan Lembar. Sejumlah rumah warga di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. (*)

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Diterjang Angin Puting Beliung, Belasan Rumah Warga di Lobar Rusak dan Satu Orang Luka “

Empat Tiang Listrik Roboh di Kuta Lombok Tengah, PLN Pulihkan Jaringan dalam Hitungan Jam

Praya (globalfmlombok.com)-

PT PLN (Persero) bergerak cepat menangani gangguan jaringan listrik akibat pohon tumbang yang menimpa jaringan distribusi hingga menyebabkan empat tiang listrik roboh di Dusun Lenser, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Senin malam (20/1/2026).

Begitu menerima laporan kejadian, PLN segera mengerahkan tim gabungan dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) Praya dan UP3 Selaparang ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan area sekaligus mencegah meluasnya gangguan kelistrikan.

Sebanyak 30 personel PLN diterjunkan untuk membersihkan material pohon tumbang, mengamankan lokasi, serta melakukan perbaikan jaringan distribusi yang terdampak. Seluruh proses penanganan dilakukan secara terkoordinasi dengan mengedepankan standar keselamatan kerja.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Sri Heny Purwanti, mengatakan bahwa kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi kunci dalam menjaga keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.

“Begitu menerima laporan, tim kami langsung bergerak ke lokasi dengan prioritas utama pada aspek keselamatan petugas dan masyarakat, serta keandalan sistem kelistrikan,” ujar Sri Heny.

Ia menjelaskan, kerusakan utama berupa robohnya empat tiang listrik berhasil ditangani melalui pekerjaan teknis intensif yang dilakukan sepanjang malam. Selama proses perbaikan berlangsung, PLN memastikan tidak ada pelanggan yang mengalami pemadaman listrik.

“Proses penormalan jaringan kelistrikan berhasil diselesaikan sepenuhnya pada Selasa pagi (21/1/2026) sekitar pukul 06.15 Wita, setelah seluruh tahapan pengecekan dan pengujian teknis rampung dilakukan,” kata Sri Heny.

PLN juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan dan pengertian selama proses penanganan gangguan jaringan tersebut. Menurut Sri Heny, dukungan masyarakat menjadi motivasi bagi PLN untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem.(ris/r)

Pemprov NTB Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi Tahun Anggaran 2026

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelaraskan program prioritas pembangunan daerah dengan program prioritas nasional dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Salah satu fokus utama sinkronisasi tersebut adalah melanjutkan hilirisasi dan pengembangan industri berbasis sumber daya alam (SDA) guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Berdasarkan dokumen Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026, sejumlah program strategis dialokasikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dengan total anggaran ratusan juta rupiah.

Pada sektor infrastruktur dasar, Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) yang dilaksanakan oleh Balai Bina Jasa Konstruksi dan Pengujian Material memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp48,71 juta. Selain itu, Program Penyelenggaraan Jalan pada unit kerja yang sama dialokasikan sebesar Rp50,44 juta, yang seluruhnya masuk dalam belanja operasi.

Di sektor penunjang industri, Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi yang dikelola Balai Kemasan, Promosi, dan Pemasaran Produk Daerah mendapat alokasi cukup signifikan, yakni Rp412 juta. Program ini diharapkan memperkuat dukungan kelembagaan dan layanan bagi pengembangan industri berbasis potensi lokal.

Sementara itu, Program Perencanaan dan Pembangunan Industri pada balai yang sama memperoleh total anggaran Rp195,5 juta, yang terdiri atas belanja operasi sebesar Rp82,5 juta dan belanja modal Rp113 juta. Program ini diarahkan untuk memperkuat fondasi perencanaan industrialisasi daerah, sejalan dengan agenda hilirisasi nasional.

Di sektor kelautan, Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan yang dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan NTB dialokasikan anggaran Rp200 juta. Program ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan melalui pengolahan dan akses pasar yang lebih luas.

Adapun pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Program Pengendalian Izin Usaha Industri mendapat alokasi anggaran Rp150 juta. Program ini dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha industri yang tertib dan berkelanjutan. Sementara Program Pengelolaan Sistem Informasi Industri Nasional belum memperoleh alokasi anggaran pada rancangan APBD 2026.

Pemerintah Provinsi NTB menegaskan, sinkronisasi program ini merupakan bagian dari upaya memastikan arah pembangunan daerah sejalan dengan kebijakan nasional, khususnya dalam memperkuat struktur ekonomi melalui hilirisasi dan industrialisasi berbasis SDA unggulan daerah.(ris/r)

Uji Coba Lima Hari Sekolah di Madrasah Mataram Berjalan, Respons Dinilai Positif

Mataram (globalfmlombok.com) – Penerapan uji coba Program Lima Hari Sekolah (PLHS) di lingkungan madrasah di Kota Mataram masih berjalan sesuai jadwal. Hasil dari uji coba tersebut akan menjadi dasar evaluasi sebelum kebijakan PLHS ditetapkan secara permanen oleh Pemerintah Kota Mataram.

Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Kota Mataram, H. Moh. Sahaluddin, Selasa (20/1/2026), mengatakan uji coba PLHS penting dilakukan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi penerapan sistem lima hari sekolah atau full day school di madrasah.

“Tujuan uji coba ini untuk mengetahui sejauh mana efektivitas dan efisiensi penerapan full day school di madrasah,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan selama uji coba berlangsung, Sahaluddin menyebut respons masyarakat madrasah terhadap skema PLHS cukup positif. Mayoritas madrasah tsanawiyah (MTs) di Kota Mataram, kata dia, mendukung penerapan sistem tersebut.

“Sebagian besar teman-teman di MTs merespons positif dan setuju dengan skema PLHS,” tuturnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil uji coba tersebut tetap akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah sebelum mengambil keputusan final terkait penerapan PLHS secara permanen.

“Seperti apa hasil evaluasinya, seberapa efektif dan efisiennya, nanti penentu akhirnya tetap di Pemerintah,” jelasnya.

PLHS sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017, dengan ketentuan proses pembelajaran berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat, dengan durasi belajar delapan jam per hari.

Menurut Sahaluddin, skema lima hari sekolah ini dinilai selaras dengan pola kerja orang tua yang umumnya bekerja lima hari dalam sepekan. Selain itu, sistem ini juga dinilai mempermudah pengaturan waktu antar-jemput siswa.

“Jadwalnya sejalan dengan orang tua yang bekerja di kantor. Berangkat bisa bersamaan, begitu juga saat pulang kerja sekaligus menjemput anak,” terangnya.

Selain itu, PLHS dinilai memberi manfaat tambahan berupa waktu istirahat siswa yang lebih panjang. Meski jam belajar harian lebih lama, siswa memiliki waktu libur yang lebih optimal pada Sabtu dan Minggu untuk berkualitas bersama keluarga.

“Quality time bersama keluarga bisa lebih maksimal. Bagi guru juga ada ruang waktu untuk mempersiapkan materi pembelajaran di hari Senin,” katanya.

Dalam pelaksanaan uji coba PLHS, sejumlah program rutin sekolah juga disesuaikan, termasuk pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG). Sahaluddin yang juga Kepala MTs Negeri 1 Mataram menjelaskan, jadwal MBG kini dialihkan dari pagi hari ke siang hari.

“Idealnya pendistribusian MBG dilakukan setelah zuhur, supaya menjadi bekal energi siswa untuk melanjutkan kegiatan belajar sampai pulang sekolah,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Uji Coba Lima Hari Sekolah di Madrasah Mataram Berjalan, Respons Dinilai Positif “

Strategi Tangani Sampah, Kelurahan Dasan Geres Libatkan Pemuda Hasilkan Cuan

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, menerapkan strategi penanganan sampah berbasis rumah tangga dengan mengandalkan pemilahan sampah dan pengolahan menjadi kompos. Program ini dirintis dengan melibatkan peran aktif pemuda setempat sebagai penggerak utama pengelolaan sampah di lingkungan.

Lurah Dasan Geres, Umar Syarapudin, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas surat edaran dan instruksi Bupati Lombok Barat terkait kewajiban pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Untuk mendukung kebijakan tersebut, pihak kelurahan menganggarkan pengadaan alat komposter di setiap lingkungan.

“Tahun ini kami anggarkan pengadaan 30 unit alat komposter. Setiap lingkungan mendapatkan dua alat, sehingga sampah organik dari rumah tangga bisa langsung diolah,” ujarnya.

Menurut Umar, warga saat ini sudah mulai memilah sampah plastik dan sampah organik dari rumah. Sampah organik tersebut kemudian diolah menggunakan komposter yang tersedia di masing-masing lingkungan. Dari proses pengolahan tersebut dihasilkan dua jenis pupuk, yakni pupuk padat dan pupuk cair.

“Pupuk ini bisa dimanfaatkan untuk tanaman dan hortikultura di lingkungan. Sekarang warga sudah mulai menanam menggunakan polybag, dan kami dukung dengan komposter,” jelasnya.

Selain penyediaan alat, Kelurahan Dasan Geres juga membentuk tim pengelola sampah yang diberi nama “Jabat Sampah” di tiap lingkungan. Tim ini bertugas mengambil sampah dari rumah tangga dan memastikan sampah yang masuk ke komposter sudah dalam kondisi terpilah.

“Tim Jabat Sampah sudah berjalan di lima lingkungan dari total 10 lingkungan yang ada. Dengan adanya komposter, pengelolaan sampah jadi lebih terarah karena yang masuk memang sampah organik,” imbuh Umar.

Ia menambahkan, sosialisasi pengolahan sampah menjadi pupuk telah dilakukan sejak tahun lalu, khususnya kepada para pemuda. Dari pengolahan tersebut, pemuda setempat bahkan mulai mendapatkan nilai ekonomi tambahan.

“Pupuk yang dihasilkan sudah mulai dijual. Selain itu, kotoran ternak yang dulu dibuang ke sungai atau kebun sekarang dikelola. Pesanan limbah kandang mentah sudah mencapai 500 karung,” ungkapnya.

Limbah kandang tersebut dijual dengan harga Rp25 ribu per karung berisi 25 kilogram. Pembelinya berasal dari pengusaha bunga, pecinta tanaman hias, dan masyarakat umum. Saat ini, pengelolaan sampah dan pupuk di Kelurahan Dasan Geres melibatkan belasan pemuda setempat.

“Ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi pemuda,” pungkas Umar. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Strategi Tangani Sampah, Kelurahan Dasan Geres Libatkan Pemuda Tangani Sampah Hasilkan Cuan “

Diterjang Puting Beliung, Empat Rumah Warga Desa Manemeng Rusak

TALIWANG, (globalfmlombok.com) – Hujan disertai angin puting beliung menerjang Desa Manemeng, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa (20/1/2026) siang. Akibat peristiwa tersebut, empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Kepala Desa Manemeng, Jayadi, menjelaskan bahwa mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah. Dari empat rumah terdampak, satu rumah mengalami kerusakan parah setelah seluruh atap hingga plafon terlepas dari konstruksi bangunan utama.

“Kalau tiga rumah lainnya hanya rusak di beberapa bagian atap. Yang paling parah rumah milik Pak Abdul Azis, karena atapnya hilang sama sekali,” ujar Jayadi.

Ia menuturkan, angin puting beliung datang secara tiba-tiba sekitar pukul 13.45 Wita. Hujan deras disertai tiupan angin kencang hanya berlangsung singkat, namun daya rusaknya cukup besar hingga membuat atap rumah beterbangan.

“Hujan dan anginnya tidak lama, tapi sangat kuat. Seketika atap rumah warga berhamburan,” jelasnya.

Pasca-kejadian, warga bersama pemilik rumah langsung bergotong royong melakukan pembersihan dan perbaikan darurat. Untuk rumah dengan kerusakan ringan, perbaikan dilakukan menggunakan material yang masih bisa dimanfaatkan. Sementara rumah yang mengalami kerusakan berat belum dapat ditempati, sehingga pemiliknya terpaksa mengungsi sementara ke rumah keluarga.

“Yang rusak berat belum bisa ditempati. Satu warga mengungsi, sementara yang rusak ringan sudah mulai diperbaiki,” kata Jayadi.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB. Tim BPBD pun langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan serta membantu warga membersihkan sisa material bangunan.

“Alhamdulillah respons BPBD cepat. Mereka sudah di lokasi mendata dan memberikan bantuan kepada warga kami,” ujarnya.

Jayadi berharap adanya bantuan lanjutan dari pemerintah daerah, khususnya untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan berat. “Kami berharap ada bantuan perbaikan rumah agar bisa meringankan beban warga yang terdampak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD KSB melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog), Amrullah, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan tingkat kerugian yang dialami warga.

“Kami masih di lokasi untuk pendataan,” singkatnya.

Amrullah memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, BPBD tetap menyalurkan bantuan logistik untuk membantu warga selama proses perbaikan rumah berlangsung.

“Kami juga membawa bantuan logistik untuk meringankan beban warga yang terdampak,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Diterjang Puting Beliung, Empat Rumah Warga Manemeng Rusak “