Giri Menang (globalfmlombok.com) – Banjir susulan kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Rabu (21/1/2026). Beberapa daerah terdampak berada di Kecamatan Sekotong dan Labuapi. Selain banjir, angin puting beliung juga menerjang sejumlah wilayah, mengakibatkan belasan rumah warga rusak dan satu orang mengalami luka-luka.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai mengoptimalkan Belanja Tak Terduga (BTT) yang dialokasikan sebesar Rp30 miliar pada APBD tahun 2026 untuk penanganan bencana.
Bupati Lombok Barat, H Lalu Ahmad Zaini, mengatakan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah titik di wilayahnya dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah, kata dia, telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan. Ia juga telah menetapkan status darurat bencana agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat bergerak cepat.
“Semua OPD sudah bergerak. Saya juga rapat dengan jajaran supaya respons penanganan bisa lebih cepat,” tegasnya.
Menurut Bupati, Dinas Sosial, BPBD, serta OPD terkait lainnya bergerak secara kolaboratif bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Seluruh pihak didorong mengambil peran aktif dalam penanganan dampak bencana.
“BTT kita alokasikan Rp30 miliar dan sudah mulai kita gunakan. Itulah fungsi BTT, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan BTT dimungkinkan selama status darurat bencana berlaku. Namun demikian, ia menekankan pentingnya validasi data di lapangan sebelum bantuan disalurkan.
“Begitu ada laporan, harus dicek dan divalidasi agar penanganannya tepat,” katanya.
Sebelumnya, angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Lombok Barat pada Selasa sore (20/1/2026) sekitar pukul 16.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, belasan rumah warga dilaporkan rusak di Desa Buwun Mas, Desa Persiapan Empol, Sekotong Barat, serta Kecamatan Lembar. Satu orang warga mengalami luka-luka.
Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, mengatakan hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan rumah warga di Dusun Sepi mengalami kerusakan.
“Sejauh ini ada 10 unit rumah yang sudah masuk laporan. Kebanyakan kerusakan pada bagian atap yang diterbangkan angin,” ujarnya.
Dari 10 rumah tersebut, tujuh unit mengalami rusak ringan dan tiga unit rusak berat. Selain itu, belasan warga di Dusun Selodong juga terdampak. Bencana serupa turut dirasakan warga di Desa Persiapan Pengantap dan Desa Belongas. Hingga kini, pendataan kerusakan masih terus dilakukan.
Angin puting beliung juga melanda Dusun Gunung Ketapang, Desa Sekotong Barat. Kepala Desa Sekotong Barat, H Saharudin, menyebutkan dua rumah dan satu kios milik warga mengalami kerusakan.
“Dua rumah dan satu kios rusak, serta satu warga mengalami luka-luka,” katanya.
Warga terdampak di antaranya Dahmur dan Sabariah yang rumahnya rusak, Sarpiah yang kiosnya terdampak, serta Sawiyah yang mengalami luka-luka. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap bangunan.
Selain angin puting beliung, banjir juga menerjang Dusun Pandanan Bersemi di Desa Sekotong Barat. Banjir terjadi sejak Senin (19/1/2026) malam hingga Selasa pagi dan merendam sekitar 50 rumah warga.
“Kami bersama warga sudah melakukan gotong royong untuk mengurangi genangan. Kejadian ini juga sudah kami laporkan ke kecamatan dan Pemkab,” ujar Saharudin.
Camat Sekotong, Andi Purnawan, membenarkan adanya bencana banjir dan angin puting beliung di wilayahnya. Ia menyatakan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk penanganan lebih lanjut.
“Selain di Sekotong, angin puting beliung juga dilaporkan melanda Dusun Batu Samban. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan,” katanya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Belasan Rumah Rusak, Rp30 Miliar BTT Lobar Mulai Dicairkan “


