Beranda blog Halaman 207

Tangani Persoalan Sampah, Gubernur NTB Duduk Bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan langkah terukur untuk menyelesaikan persoalan persampahan yang melibatkan Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dalam Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan yang dihadiri Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, serta Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTB H. Lalu Moh. Faozal di ruang kerja Gubernur NTB, Rabu (21/1/2026).

Gubernur menjelaskan, penanganan persoalan sampah dilakukan melalui dua skema utama, yakni solusi jangka pendek berupa perluasan landfill dan solusi jangka panjang melalui penerapan teknologi waste to energy (WTE). Langkah jangka pendek dinilai mendesak guna memastikan layanan persampahan tetap berjalan hingga sistem pengelolaan permanen terwujud.

“Untuk jangka pendek, kita tidak punya pilihan selain memperluas landfill. Ini harus segera dikerjakan agar tidak terjadi krisis sampah berulang,” ujarnya.

Ia menambahkan, perluasan landfill akan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan lahan yang secara teknis telah siap. Upaya ini diharapkan mampu menambah daya tampung TPA Regional Kebon Kongok hingga sekitar dua tahun ke depan.

Sementara itu, Pemprov NTB juga mendorong percepatan realisasi WTE sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan. Menurut Gubernur, sejumlah perusahaan telah mengajukan proposal penerapan WTE, dan saat ini pemerintah provinsi tengah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk penyelarasan regulasi.

Koordinasi lintas kementerian tersebut dinilai penting mengingat TPA Regional Kebon Kongok melayani dua daerah sekaligus, yakni Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Dalam skema pembiayaan penanganan jangka pendek, disepakati pembagian beban anggaran dengan proporsi 40 persen ditanggung Pemprov NTB, 40 persen oleh Pemkot Mataram, dan 20 persen oleh Pemkab Lombok Barat. Pemprov NTB juga memastikan anggaran pembebasan lahan pendukung telah disiapkan.

“Target kita jelas, penyelesaian jangka pendek harus tuntas tahun ini. Dengan begitu, tidak perlu lagi menetapkan status darurat sampah ke depan,” katanya. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Sepakati Langkah Terukur Tangani Sampah, Gubernur NTB Duduk Bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat “

Jelang Ramadan, Pemprov NTB Jamin Ketersediaan Pangan Aman

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri dalam kondisi aman. Stok beras sebagai komoditas pangan utama saat ini tercatat sekitar 154 ribu ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan. Ketersediaan komoditas lain seperti telur dan daging ayam juga dinyatakan aman.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah NTB, Lalu Mohammad Faozal, mengatakan pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap stok dan distribusi pangan, khususnya beras dan telur, baik di gudang Bulog maupun distributor.
“Alhamdulillah, stok beras kita sangat aman hingga enam bulan ke depan,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Hal senada disampaikan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (AP) Setda NTB, Izzudin Mahili. Berdasarkan hasil inspeksi pasar yang dilakukan di Bulog Dasan Cermen dan PT Baling-Baling Bambu, ketersediaan stok pangan dipastikan tetap aman hingga berakhirnya HBKN.
“Rantai pasok berjalan dengan baik dan distribusi ke masyarakat tidak mengalami kendala berarti. Ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah optimistis stabilitas harga pangan dapat terjaga, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

Pengawasan Berkala

Pemerintah Provinsi NTB bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pengawasan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan maupun lonjakan harga. Masyarakat pun diimbau agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat NTB agar berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan rumah tangga. Tidak perlu panic buying karena ketersediaan barang terjamin dan pemerintah bersama TPID terus melakukan pengawasan,” kata Faozal.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat dengan menyampaikan informasi yang akurat dan menenangkan.
“Informasi yang benar sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi daerah selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, memastikan stok beras di seluruh gudang Bulog NTB lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadan, Idul Fitri, hingga Idul Adha. Selain menjaga stok, Bulog juga telah mulai melakukan penyerapan gabah petani.
“Stok aman dan harga relatif stabil. Belum ada gejolak harga, mudah-mudahan tetap kondusif karena NTB merupakan daerah sentra pangan,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh gudang penyimpanan Bulog di NTB saat ini telah terisi penuh. Bahkan, tingginya produksi padi petani membuat Bulog membutuhkan tambahan ruang penyimpanan. Untuk itu, Bulog berencana menyewa beberapa gudang yang representatif agar penyerapan gabah petani dapat berjalan optimal. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemprov NTB Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan “

Banjir Berulang di Lombok Barat, Warga Terancam Krisis Air Bersih

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Banjir kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Rabu (21/1/2026) malam hingga Kamis dini hari. Banjir merendam ribuan rumah warga di Kecamatan Labuapi dan Kecamatan Sekotong. Selain kerusakan permukiman, warga terdampak mulai mengalami gangguan kesehatan serta krisis air bersih.

Berdasarkan data yang dihimpun, ribuan rumah warga yang terendam banjir tersebar di sedikitnya enam desa. Kondisi pascabanjir membuat warga mulai mengeluhkan penyakit kulit dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Saudi, warga Kebeng, mengatakan sebagian warga mengalami gatal-gatal akibat terendam air banjir.
“Tidak ada yang sakit berat, tapi yang gatal-gatal banyak. Tim puskesmas sudah turun ke lokasi untuk pelayanan,” ujarnya, Rabu.

Banjir susulan melanda wilayah Kebeng dan Bengkang pada Selasa malam (20/1/2026) sekitar pukul 23.00 hingga 00.00 Wita. Saat itu warga sudah dalam kondisi waspada karena hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut. Genangan air cukup parah dan masuk ke rumah-rumah penduduk. Warga berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk mengurangi risiko banjir susulan.

Di Kecamatan Sekotong, Kepala Dusun Selodong, Desa Persiapan Blongas, Juma’ah, mengatakan banjir kembali menerjang wilayahnya sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Akibatnya, sekitar 100 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 170 orang terdampak dan mengalami krisis air bersih.
“Jumlah KK yang terdampak kekurangan air bersih sekitar 100 KK, dengan jumlah jiwa kurang lebih 170 orang,” katanya.

Kondisi tersebut telah dilaporkan ke pemerintah desa dan diteruskan ke kecamatan. Ia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti dengan menyalurkan bantuan air bersih.
“Curah hujan masih tinggi dan warga waswas banjir susulan bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

Penjabat Kepala Desa Persiapan Pengantap, Saidi, juga membenarkan terjadinya banjir susulan di beberapa dusun, seperti Dusun Kebeng dan Bengkang.
“Banjir susulan terjadi Selasa malam. Kondisi pascabanjir pekan lalu belum pulih, tapi sudah diterjang lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Perampuan, H M Zubaidi, menjelaskan berdasarkan laporan dari empat kepala dusun, jumlah warga terdampak banjir di wilayahnya mencapai sekitar 782 orang. Rinciannya, Dusun Bayan Pengsong sebanyak 50 KK, Dusun Karang Bayan 175 KK, Dusun Kerepet 298 KK, dan Dusun Kapitan 259 KK.

Ia menyebut banjir dipicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Selain itu, kiriman air dari wilayah timur memperparah kondisi sehingga sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
“Kami turun langsung bersama Tagana untuk mengecek kondisi warga yang mengungsi, terutama anak-anak. Kami berharap Puskesmas Perampuan segera melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Zubaidi juga menyoroti persoalan tata ruang yang dinilai memperburuk situasi banjir. Menurutnya, pembangunan perumahan yang tidak tertata mengganggu aliran sungai.
“Pembangunan perumahan menjadi penyebab kedua. Setelah perumahan dibangun, aliran sungai jadi tidak jelas,” katanya.

Ia memperkirakan genangan air akan surut dalam tiga hingga empat hari jika tidak ada hujan lanjutan. Namun, jika hujan kembali turun, jumlah warga terdampak diprediksi bertambah. Karena itu, ia berharap Pemkab Lombok Barat melalui BPBD segera turun memberikan bantuan.

Di Desa Bajur, banjir juga menimpa warga Dusun Pohdodol. Kepala Dusun Pohdodol, H Syukri, mengatakan sekitar 45 warga terdampak banjir di wilayah tersebut.
“Jumlah warga terdampak sekitar 45 orang,” ujarnya.

Banjir di dusun itu diduga disebabkan hujan deras yang turun sejak Rabu malam serta belum adanya peninggian talud sungai di sisi barat permukiman.

Berdasarkan data BPBD Provinsi NTB, banjir di Lombok Barat melanda dua kecamatan, yakni Kecamatan Labuapi dan Kecamatan Sekotong. Di Kecamatan Labuapi, banjir terjadi di Desa Perampuan (BTN Pepabri) dan Desa Bajur. Di BTN Pepabri, tercatat 22 KK dengan 22 unit rumah terendam. Sementara di Kecamatan Sekotong, banjir melanda empat desa, yakni Desa Sekotong Tengah, Desa Cendi Manik, Desa Taman Baru, dan Desa Persiapan Blongas. Hingga kini, dampak banjir di wilayah Sekotong masih dalam tahap asesmen. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” anjir Kembali Terjang Lobar, Warga Mulai Terjangkit Penyakit dan Krisis Air Bersih “

Sungai Jangkuk Meluap Dini Hari, Tujuh KK Warga Pejeruk Terdampak

Mataram (globalfmlombok.com) – Debit air Sungai Jangkuk yang meningkat akibat curah hujan tinggi menyebabkan sungai tersebut meluap dan merendam permukiman warga di Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Rabu (21/1/2026) dini hari. Akibat kejadian itu, sedikitnya tujuh kepala keluarga (KK) terdampak.

Luapan air Sungai Jangkuk menggenangi dua lingkungan, yakni Lingkungan Kebon Jeruk dan Lingkungan Pejeruk Abian. Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.10 Wita dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 30 sentimeter atau setara di bawah lutut orang dewasa.

Lurah Pejeruk, Lalu Bagus Afriady, mengatakan meluapnya Sungai Jangkuk dipicu tingginya debit air akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah hulu. Meski demikian, genangan air tidak berlangsung lama karena air mulai surut sekitar pukul 06.00 Wita.
“Di Lingkungan Kebon Jeruk ada lima KK terdampak, sedangkan di Lingkungan Pejeruk Abian dua KK. Air sempat masuk ke rumah warga, namun cepat surut,” ujarnya, Rabu.

Ia menjelaskan, dari tujuh KK yang terdampak, empat KK mengalami dampak cukup parah karena air merendam tempat tidur dan sejumlah perabot rumah tangga. Ketinggian air di dalam rumah warga mencapai sekitar 30 sentimeter.

Menurut Bagus, luapan air di wilayah tersebut bukan disebabkan kondisi permukiman yang berada di dataran rendah, melainkan karena posisi Sungai Jangkuk yang berada di jalur tikungan. Kondisi ini menyebabkan aliran air dari hulu mengalir lebih deras dan meluap ke area permukiman.
“Di titik tersebut sungai berbelok, sehingga debit air dari hulu cukup deras dan akhirnya meluap,” katanya.

Pasca-kejadian, pemerintah kelurahan langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Mataram untuk melaporkan kondisi warga terdampak, terutama keluarga yang mengalami kerusakan perabot rumah tangga.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan responsnya cepat. Kemungkinan bantuan yang diberikan berupa penggantian tempat tidur bagi warga terdampak,” ujarnya.

Dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, pihak kelurahan mengimbau warga, khususnya yang bermukim di sekitar sempadan Sungai Jangkuk, agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai saat hujan deras.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama ketika curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat,” pungkas Bagus. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Debit Sungai Jangkuk Meluap, Tujuh KK di Pejeruk Terdampak “

Belasan Rumah Rusak Diterjang Bencana, Pemkab Lobar Cairkan BTT Rp30 Miliar

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Banjir susulan kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Rabu (21/1/2026). Beberapa daerah terdampak berada di Kecamatan Sekotong dan Labuapi. Selain banjir, angin puting beliung juga menerjang sejumlah wilayah, mengakibatkan belasan rumah warga rusak dan satu orang mengalami luka-luka.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai mengoptimalkan Belanja Tak Terduga (BTT) yang dialokasikan sebesar Rp30 miliar pada APBD tahun 2026 untuk penanganan bencana.

Bupati Lombok Barat, H Lalu Ahmad Zaini, mengatakan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah titik di wilayahnya dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah, kata dia, telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan. Ia juga telah menetapkan status darurat bencana agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat bergerak cepat.
“Semua OPD sudah bergerak. Saya juga rapat dengan jajaran supaya respons penanganan bisa lebih cepat,” tegasnya.

Menurut Bupati, Dinas Sosial, BPBD, serta OPD terkait lainnya bergerak secara kolaboratif bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Seluruh pihak didorong mengambil peran aktif dalam penanganan dampak bencana.
“BTT kita alokasikan Rp30 miliar dan sudah mulai kita gunakan. Itulah fungsi BTT, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan BTT dimungkinkan selama status darurat bencana berlaku. Namun demikian, ia menekankan pentingnya validasi data di lapangan sebelum bantuan disalurkan.
“Begitu ada laporan, harus dicek dan divalidasi agar penanganannya tepat,” katanya.

Sebelumnya, angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Lombok Barat pada Selasa sore (20/1/2026) sekitar pukul 16.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, belasan rumah warga dilaporkan rusak di Desa Buwun Mas, Desa Persiapan Empol, Sekotong Barat, serta Kecamatan Lembar. Satu orang warga mengalami luka-luka.

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, mengatakan hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan rumah warga di Dusun Sepi mengalami kerusakan.
“Sejauh ini ada 10 unit rumah yang sudah masuk laporan. Kebanyakan kerusakan pada bagian atap yang diterbangkan angin,” ujarnya.

Dari 10 rumah tersebut, tujuh unit mengalami rusak ringan dan tiga unit rusak berat. Selain itu, belasan warga di Dusun Selodong juga terdampak. Bencana serupa turut dirasakan warga di Desa Persiapan Pengantap dan Desa Belongas. Hingga kini, pendataan kerusakan masih terus dilakukan.

Angin puting beliung juga melanda Dusun Gunung Ketapang, Desa Sekotong Barat. Kepala Desa Sekotong Barat, H Saharudin, menyebutkan dua rumah dan satu kios milik warga mengalami kerusakan.
“Dua rumah dan satu kios rusak, serta satu warga mengalami luka-luka,” katanya.

Warga terdampak di antaranya Dahmur dan Sabariah yang rumahnya rusak, Sarpiah yang kiosnya terdampak, serta Sawiyah yang mengalami luka-luka. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap bangunan.

Selain angin puting beliung, banjir juga menerjang Dusun Pandanan Bersemi di Desa Sekotong Barat. Banjir terjadi sejak Senin (19/1/2026) malam hingga Selasa pagi dan merendam sekitar 50 rumah warga.
“Kami bersama warga sudah melakukan gotong royong untuk mengurangi genangan. Kejadian ini juga sudah kami laporkan ke kecamatan dan Pemkab,” ujar Saharudin.

Camat Sekotong, Andi Purnawan, membenarkan adanya bencana banjir dan angin puting beliung di wilayahnya. Ia menyatakan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk penanganan lebih lanjut.
“Selain di Sekotong, angin puting beliung juga dilaporkan melanda Dusun Batu Samban. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Belasan Rumah Rusak, Rp30 Miliar BTT Lobar Mulai Dicairkan “

Pasar Sekotong Terendam Banjir, Pedagang Berjualan di Jalan Raya

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Pasar Sekotong terendam banjir pada Rabu (21/1/2026) pagi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (20/1/2026) malam. Akibat banjir, aktivitas jual beli di pasar lumpuh dan para pedagang terpaksa memindahkan lapak mereka ke simpang tiga Sekotong yang kemudian berubah menjadi pasar dadakan.

Kepala Desa Sekotong Tengah, M Burham, mengatakan genangan banjir tidak hanya merendam area pasar, tetapi juga menutup akses jalan menuju Pasar Sekotong. Kondisi tersebut diperparah dengan kerusakan jalan kabupaten yang membuat warga kesulitan melintas.
“Curah hujan tinggi sejak malam menyebabkan pasar dan jalan terendam. Akibatnya pedagang tidak bisa berjualan di pasar dan terpaksa jualan di setampelat atau simpang tiga,” ujar Burham.

Menurut Burham, hampir seluruh dusun di wilayah bagian bawah Desa Sekotong Tengah tergenang banjir. Ia menyebut daerah tersebut memang kerap menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat segera melakukan penanganan jangka panjang.
“Kami sangat membutuhkan pembangunan beronjong dan normalisasi sungai sebagai solusi,” katanya.

Hal senada disampaikan Kasi Trantib Kecamatan Sekotong, Saidi. Ia menjelaskan banjir sudah menggenangi akses jalan dan Pasar Sekotong sejak malam hari hingga Rabu pagi, sehingga pedagang tidak dapat beraktivitas seperti biasa.
“Pedagang yang sudah terlanjur membawa barang dagangan akhirnya berjualan sementara di simpang tiga Sekotong,” ujarnya.

Para pedagang tampak menggelar dagangan di sepanjang trotoar dan bahu jalan sejak pagi hari. Namun, aktivitas tersebut tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 Wita, para pedagang mulai membubarkan diri seiring kondisi lalu lintas yang semakin padat.

Pihak Kecamatan Sekotong, kata Saidi, telah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk penanganan bencana di wilayah tersebut. Pasalnya, selain banjir yang masih berpotensi terjadi susulan, beberapa akses jalan dilaporkan mengalami retak.
“Di beberapa wilayah juga terjadi angin puting beliung yang mengakibatkan rumah warga rusak,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pasar Sekotong Terendam Banjir, Para Pedagang Tepaksa Pindah Berjualan di Jalan Raya “

Angin Puting Beliung Terjang Lombok Barat, Belasan Rumah Rusak dan Satu Warga Luka

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat, Selasa sore (20/1/2026) sekitar pukul 16.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, belasan rumah warga dilaporkan rusak, terutama pada bagian atap. Satu orang warga mengalami luka-luka.

Wilayah terdampak meliputi Desa Buwun Mas, Desa Sekotong Barat, serta Kecamatan Lembar. Pemerintah desa setempat telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk penanganan warga terdampak.

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, mengatakan hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan kerusakan pada rumah warga di Dusun Sepi. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang diterbangkan angin.
“Sejauh ini ada 10 unit rumah yang masuk laporan. Rata-rata kerusakan pada atap rumah warga,” kata Rochidi saat dikonfirmasi, Selasa.

Angin puting beliung juga melanda Dusun Gunung Ketapang, Desa Sekotong Barat. Kepala Desa Sekotong Barat, H Saharudin, menyebutkan dua rumah dan satu kios milik warga mengalami kerusakan. Selain itu, satu orang warga dilaporkan mengalami luka-luka.
“Dua rumah, satu kios rusak, dan satu warga luka-luka. Kerusakan rumah umumnya pada bagian atap,” ujarnya.

Warga terdampak di dusun tersebut antara lain Dahmur dan Sabariah yang rumahnya rusak, Sarpiah yang kiosnya mengalami kerusakan, serta Sawiyah yang mengalami luka-luka akibat kejadian itu.

Selain angin puting beliung, Desa Sekotong Barat juga dilanda banjir. Banjir terjadi sejak Senin (19/1/2026) malam hingga Selasa pagi dan merendam sekitar 50 rumah warga di Dusun Pandanan Bersemi.
“Kami bersama warga sudah melakukan gotong royong untuk mengurangi genangan. Kejadian ini juga sudah kami laporkan ke kecamatan dan Pemkab untuk penanganan lebih lanjut,” kata Saharudin.

Camat Sekotong, Andi Purnawan, membenarkan adanya dua dusun yang terdampak angin puting beliung, yakni Dusun Sepi di Desa Buwun Mas dan Dusun Gunung Ketapang di Desa Sekotong Barat.
“Kami sudah berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini ke OPD terkait untuk penanganan,” ujarnya.

Selain di wilayah Sekotong, angin puting beliung juga dilaporkan melanda Dusun Batu Samban, Kecamatan Lembar. Sejumlah rumah warga di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. (*)

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Diterjang Angin Puting Beliung, Belasan Rumah Warga di Lobar Rusak dan Satu Orang Luka “

Empat Tiang Listrik Roboh di Kuta Lombok Tengah, PLN Pulihkan Jaringan dalam Hitungan Jam

Praya (globalfmlombok.com)-

PT PLN (Persero) bergerak cepat menangani gangguan jaringan listrik akibat pohon tumbang yang menimpa jaringan distribusi hingga menyebabkan empat tiang listrik roboh di Dusun Lenser, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Senin malam (20/1/2026).

Begitu menerima laporan kejadian, PLN segera mengerahkan tim gabungan dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) Praya dan UP3 Selaparang ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan area sekaligus mencegah meluasnya gangguan kelistrikan.

Sebanyak 30 personel PLN diterjunkan untuk membersihkan material pohon tumbang, mengamankan lokasi, serta melakukan perbaikan jaringan distribusi yang terdampak. Seluruh proses penanganan dilakukan secara terkoordinasi dengan mengedepankan standar keselamatan kerja.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Sri Heny Purwanti, mengatakan bahwa kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi kunci dalam menjaga keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.

“Begitu menerima laporan, tim kami langsung bergerak ke lokasi dengan prioritas utama pada aspek keselamatan petugas dan masyarakat, serta keandalan sistem kelistrikan,” ujar Sri Heny.

Ia menjelaskan, kerusakan utama berupa robohnya empat tiang listrik berhasil ditangani melalui pekerjaan teknis intensif yang dilakukan sepanjang malam. Selama proses perbaikan berlangsung, PLN memastikan tidak ada pelanggan yang mengalami pemadaman listrik.

“Proses penormalan jaringan kelistrikan berhasil diselesaikan sepenuhnya pada Selasa pagi (21/1/2026) sekitar pukul 06.15 Wita, setelah seluruh tahapan pengecekan dan pengujian teknis rampung dilakukan,” kata Sri Heny.

PLN juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan dan pengertian selama proses penanganan gangguan jaringan tersebut. Menurut Sri Heny, dukungan masyarakat menjadi motivasi bagi PLN untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem.(ris/r)

Pemprov NTB Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi Tahun Anggaran 2026

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelaraskan program prioritas pembangunan daerah dengan program prioritas nasional dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Salah satu fokus utama sinkronisasi tersebut adalah melanjutkan hilirisasi dan pengembangan industri berbasis sumber daya alam (SDA) guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Berdasarkan dokumen Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026, sejumlah program strategis dialokasikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dengan total anggaran ratusan juta rupiah.

Pada sektor infrastruktur dasar, Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) yang dilaksanakan oleh Balai Bina Jasa Konstruksi dan Pengujian Material memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp48,71 juta. Selain itu, Program Penyelenggaraan Jalan pada unit kerja yang sama dialokasikan sebesar Rp50,44 juta, yang seluruhnya masuk dalam belanja operasi.

Di sektor penunjang industri, Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi yang dikelola Balai Kemasan, Promosi, dan Pemasaran Produk Daerah mendapat alokasi cukup signifikan, yakni Rp412 juta. Program ini diharapkan memperkuat dukungan kelembagaan dan layanan bagi pengembangan industri berbasis potensi lokal.

Sementara itu, Program Perencanaan dan Pembangunan Industri pada balai yang sama memperoleh total anggaran Rp195,5 juta, yang terdiri atas belanja operasi sebesar Rp82,5 juta dan belanja modal Rp113 juta. Program ini diarahkan untuk memperkuat fondasi perencanaan industrialisasi daerah, sejalan dengan agenda hilirisasi nasional.

Di sektor kelautan, Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan yang dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan NTB dialokasikan anggaran Rp200 juta. Program ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan melalui pengolahan dan akses pasar yang lebih luas.

Adapun pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Program Pengendalian Izin Usaha Industri mendapat alokasi anggaran Rp150 juta. Program ini dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha industri yang tertib dan berkelanjutan. Sementara Program Pengelolaan Sistem Informasi Industri Nasional belum memperoleh alokasi anggaran pada rancangan APBD 2026.

Pemerintah Provinsi NTB menegaskan, sinkronisasi program ini merupakan bagian dari upaya memastikan arah pembangunan daerah sejalan dengan kebijakan nasional, khususnya dalam memperkuat struktur ekonomi melalui hilirisasi dan industrialisasi berbasis SDA unggulan daerah.(ris/r)

Uji Coba Lima Hari Sekolah di Madrasah Mataram Berjalan, Respons Dinilai Positif

Mataram (globalfmlombok.com) – Penerapan uji coba Program Lima Hari Sekolah (PLHS) di lingkungan madrasah di Kota Mataram masih berjalan sesuai jadwal. Hasil dari uji coba tersebut akan menjadi dasar evaluasi sebelum kebijakan PLHS ditetapkan secara permanen oleh Pemerintah Kota Mataram.

Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Kota Mataram, H. Moh. Sahaluddin, Selasa (20/1/2026), mengatakan uji coba PLHS penting dilakukan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi penerapan sistem lima hari sekolah atau full day school di madrasah.

“Tujuan uji coba ini untuk mengetahui sejauh mana efektivitas dan efisiensi penerapan full day school di madrasah,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan selama uji coba berlangsung, Sahaluddin menyebut respons masyarakat madrasah terhadap skema PLHS cukup positif. Mayoritas madrasah tsanawiyah (MTs) di Kota Mataram, kata dia, mendukung penerapan sistem tersebut.

“Sebagian besar teman-teman di MTs merespons positif dan setuju dengan skema PLHS,” tuturnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil uji coba tersebut tetap akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah sebelum mengambil keputusan final terkait penerapan PLHS secara permanen.

“Seperti apa hasil evaluasinya, seberapa efektif dan efisiennya, nanti penentu akhirnya tetap di Pemerintah,” jelasnya.

PLHS sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017, dengan ketentuan proses pembelajaran berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat, dengan durasi belajar delapan jam per hari.

Menurut Sahaluddin, skema lima hari sekolah ini dinilai selaras dengan pola kerja orang tua yang umumnya bekerja lima hari dalam sepekan. Selain itu, sistem ini juga dinilai mempermudah pengaturan waktu antar-jemput siswa.

“Jadwalnya sejalan dengan orang tua yang bekerja di kantor. Berangkat bisa bersamaan, begitu juga saat pulang kerja sekaligus menjemput anak,” terangnya.

Selain itu, PLHS dinilai memberi manfaat tambahan berupa waktu istirahat siswa yang lebih panjang. Meski jam belajar harian lebih lama, siswa memiliki waktu libur yang lebih optimal pada Sabtu dan Minggu untuk berkualitas bersama keluarga.

“Quality time bersama keluarga bisa lebih maksimal. Bagi guru juga ada ruang waktu untuk mempersiapkan materi pembelajaran di hari Senin,” katanya.

Dalam pelaksanaan uji coba PLHS, sejumlah program rutin sekolah juga disesuaikan, termasuk pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG). Sahaluddin yang juga Kepala MTs Negeri 1 Mataram menjelaskan, jadwal MBG kini dialihkan dari pagi hari ke siang hari.

“Idealnya pendistribusian MBG dilakukan setelah zuhur, supaya menjadi bekal energi siswa untuk melanjutkan kegiatan belajar sampai pulang sekolah,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Uji Coba Lima Hari Sekolah di Madrasah Mataram Berjalan, Respons Dinilai Positif “