Beranda blog Halaman 206

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pesisir Pantai Gading Mapak

Mataram (globalfmlombok.com) – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas ditemukan di pesisir Pantai Gading, Lingkungan Mapak Belatung, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Kamis (22/1/2026) pagi.

Kapolsek Ampenan Kompol Ahmad Majmuk mengatakan, jasad tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.00 Wita. Saat itu, seorang warga bernama Sadri hendak mengecek kondisi cuaca dan situasi di sekitar pesisir pantai.

“Ketika tiba di lokasi, saksi melihat sosok mayat tanpa busana dari kejauhan,” kata Majmuk saat dikonfirmasi, Kamis.

Menurutnya, posisi mayat saat pertama kali terlihat masih terbawa dan terombang-ambing oleh ombak di tepi pantai. Menyadari temuan tersebut, saksi kemudian menghubungi pihak kepolisian.

“Saksi mengirimkan rekaman video penemuan mayat sebagai laporan awal kepada kami,” ujarnya.

Majmuk menjelaskan, kondisi jenazah saat dievakuasi sudah sulit dikenali. Tubuh korban mengalami pembengkakan dan mengeluarkan bau tidak sedap. Polisi menduga korban telah meninggal beberapa waktu sebelum akhirnya terseret arus hingga ke Pantai Gading.

“Hasil penyelidikan awal, korban diduga meninggal dunia akibat terseret arus deras dan tenggelam,” katanya.

Identitas korban hingga kini masih belum diketahui. Namun, polisi memperoleh informasi adanya laporan warga yang hanyut di Sungai Melau, Dusun Mapasan, Desa Sarage, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

“Diperkirakan jenazah yang ditemukan ini merupakan warga yang dilaporkan hanyut tersebut,” jelas Majmuk.

Saat ini, Polsek Ampenan masih meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk dilakukan pemeriksaan luar guna kepentingan identifikasi lebih lanjut. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Gading “

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional–Provinsi, Hilirisasi Industri Jadi Salah Satu Perhatian APBD NTB 2026

Mataram (globalfmlombok.com)—

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelaraskan program prioritas nasional dengan prioritas pembangunan daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026. Salah satu fokus diarahkan pada kelanjutan program hilirisasi dan pengembangan industri berbasis sumber daya alam guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Dalam dokumen sinkronisasi program prioritas nasional dan provinsi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB memperoleh alokasi anggaran untuk mendukung dua program strategis. Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi dialokasikan anggaran sebesar Rp 2,58 miliar. Anggaran tersebut ditujukan untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan industri berbasis potensi lokal.

Selain itu, Program Perencanaan dan Pembangunan Industri yang juga berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan mendapatkan alokasi lebih besar, yakni Rp 5,89 miliar. Program ini difokuskan pada penguatan perencanaan industri daerah sebagai bagian dari strategi hilirisasi guna meningkatkan daya saing produk unggulan NTB.

Sementara itu, untuk mendukung perlindungan tenaga kerja di tengah pengembangan industri, Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp 250 juta melalui Program Pengawasan Ketenagakerjaan yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Program ini diharapkan dapat memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan seiring meningkatnya aktivitas industri.

Di sisi lain, program yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja berkualitas, kewirausahaan, serta pengembangan industri kreatif dan agromaritim juga masuk dalam daftar prioritas. Namun, untuk Program Riset dan Inovasi Daerah yang berada di bawah Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), terdapat perbedaan alokasi anggaran. BRIDA NTB tercatat memperoleh alokasi sebesar Rp 100 juta, sementara pada unit lainnya belum dialokasikan anggaran pada RAPBD 2026.

Sinkronisasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB memastikan bahwa program daerah sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis hilirisasi industri, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya saing daerah pada Tahun Anggaran 2026.(ris/r)

Penyelidikan Polisi: Temuan Jenazah di Pantai Pandanan Tanpa Unsur Pidana

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor Lombok Utara memastikan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa kematian seorang perempuan berinisial SAH (35) yang jenazahnya ditemukan di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Minggu (18/1/2026).

Kepastian tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Lombok Utara Iptu I Komang Wilandra, Rabu (21/1/2026). Ia menyatakan kesimpulan itu diambil berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, data medis korban, serta keterangan resmi dari pihak keluarga.

“Penyidik telah mengkaji rekam medis korban serta meminta keterangan dokter spesialis dan keluarga,” kata Wilandra.

Dari hasil pendalaman, korban diketahui memiliki riwayat gangguan afektif bipolar tipe campuran. Berdasarkan keterangan keluarga, korban juga memiliki riwayat gangguan cemas menyeluruh, pernah mengalami depresi, serta mengeluhkan sakit di bagian leher sejak sekitar 10 tahun lalu.

Wilandra menambahkan, pihak keluarga korban telah menyatakan menerima dan mengikhlaskan peristiwa tersebut serta tidak menuntut secara hukum. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang diserahkan kepada kepolisian.

“Dengan mempertimbangkan seluruh fakta medis, keterangan keluarga, dan hasil penyelidikan di lapangan, kami memastikan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa ini,” ujarnya.

Sebelumnya, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Maimun Supriadi saat berjalan di sekitar proyek jalan Malaka Hill menuju Pantai Pandanan, Minggu (18/1/2026). Korban ditemukan tergeletak di tepi pantai dalam kondisi hanya mengenakan kaos kaki, dengan tangan kiri yang hilang.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian segera melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP. Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu potong pakaian dalam dan satu cincin yang diduga milik korban.

Polisi juga melakukan penyisiran di sekitar area pantai bersama tim K9 dari Direktorat Samapta Polda NTB untuk mencari kemungkinan adanya barang bukti lain. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk dilakukan visum luar.

Dalam proses penyelidikan, terungkap bahwa korban sebelumnya dilaporkan meninggalkan tempat tinggalnya sejak Selasa (13/1/2026). Rekan satu rumah korban sempat menemukan sepeda motor korban terparkir di pinggir jalan di wilayah Malaka. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga korban di Sidoarjo, Jawa Timur.

Keluarga korban selanjutnya datang ke Lombok dan ikut melakukan pencarian hingga korban akhirnya ditemukan. Dalam penanganan perkara ini, penyidik telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan dokumen medis korban.

Pihak keluarga secara resmi menolak dilakukan autopsi dan menyerahkan surat pernyataan tidak keberatan kepada kepolisian. Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Sidoarjo, Jawa Timur. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Nyatakan Kasus Temuan Mayat di Pantai Pandanan Tak Ada Unsur Pidana “

Konsorsium Lombok Eco Kriya Sulap Limbah Jadi Produk Kerajinan Bernilai Ekspor

Mataram (globalfmlombok.com) – Tiga organisasi yang tergabung dalam Konsorsium Lombok Eco Kriya menggerakkan kreativitas masyarakat di Pulau Lombok untuk memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai jual tinggi. Sampah yang selama ini terbuang, diolah menjadi kerajinan tangan (handycraft) yang pasarnya kini menembus mancanegara.

Konsorsium Lombok Eco Kriya yang terdiri dari Plana, Timba, dan Wise Steps Foundation, dengan dukungan Instellar Impact, mengembangkan ekosistem pariwisata hijau berbasis ekonomi sirkular yang melibatkan langsung masyarakat di kawasan penyangga Mandalika.

Diseminasi sekaligus peluncuran inisiatif kreatif tersebut digelar di Tampah Hills, Lombok Tengah, Rabu (20/1/2026). Kegiatan ini dihadiri pelaku industri pariwisata, pemerintah daerah, akademisi, serta kelompok masyarakat, dan menandai puncak capaian Program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 yang telah berjalan sejak Februari 2025.

Founder Plana, Jusuf Christopher Chandra, menjelaskan konsorsium ini dibentuk untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yakni tingginya ketergantungan terhadap kayu serta belum optimalnya pengelolaan limbah plastik dan jerami.

“Produk yang kami kembangkan adalah material dari sekam padi dan plastik HDPE daur ulang. Dari situ kami memproduksi Planawood, bahan alternatif pengganti kayu yang lebih ramah lingkungan,” ujar Jusuf.

Menurutnya, Planawood telah digunakan dalam berbagai proyek pengembangan kawasan dan properti, termasuk di Bali, serta diekspor ke Jepang dan Afrika. Material ini memiliki keunggulan tahan air, antijamur, dan kuat, sehingga sesuai untuk kebutuhan industri pariwisata.

Berangkat dari bahan dasar tersebut, konsorsium kemudian mengembangkan produk turunan berupa kerajinan tangan melalui merek Tusha. Produk yang dihasilkan antara lain coaster, tray, tissue box, key holder, hingga berbagai hotel amenities ramah lingkungan.

“Yang kami bangun bukan sekadar produk, tetapi ekosistem tertutup (closed loop). Limbah dikumpulkan dari masyarakat, diolah menjadi bahan baku, lalu dijual kembali ke industri pariwisata sebagai produk bernilai ekonomi,” kata Christopher.

Salah satu desa yang merasakan langsung dampak program ini adalah Desa Bonder, Lombok Tengah. Melalui kemitraan dengan Surya Mandiri Handicraft, masyarakat setempat dilatih mengolah Planawood dan limbah plastik menjadi produk kerajinan.

Owner Surya Mandiri Handicraft, Lalu Surya Bakti, mengatakan kehadiran program tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga desa.

“Alhamdulillah, bahan baku yang digunakan ini benar-benar baru bagi kami, berasal dari sekam padi dan plastik bekas. Dari situ kami bisa membuat berbagai produk yang dibutuhkan hotel, seperti coaster, tray, dan amenities,” ujarnya.

Ia menjelaskan, plastik bekas dikumpulkan dari warga melalui Bank Sampah Bintang Sejahtera. Plastik tersebut dibeli dari masyarakat dan dalam praktiknya kerap ditukar dengan kebutuhan pokok seperti telur dan minyak goreng untuk mendorong partisipasi warga mengumpulkan sampah.

“Lingkungan jadi lebih bersih, saluran air tidak tersumbat, dan masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan. Ini sangat membantu, terutama karena sebagian besar warga bekerja secara musiman,” kata Surya.

Tak hanya plastik keras, plastik kresek juga diolah. Plastik dibersihkan, dikeringkan, dipres menjadi lembaran, lalu dijahit menjadi tas, dompet, dan pouch dengan melibatkan penjahit lokal serta pengrajin tenun.

Saat ini, sekitar 25 warga terlibat dalam rantai produksi, dengan 15 orang di antaranya aktif sebagai pengrajin terlatih, termasuk kaum perempuan. Dalam sehari, seorang pengrajin mampu menghasilkan hingga 50 unit coaster siap pakai.

Produk hasil olahan masyarakat Desa Bonder kini telah digunakan oleh sejumlah hotel dan vila di kawasan Mandalika, Gili Asahan, dan Gili Air. Bahkan, sebagian produk telah dipasarkan ke luar negeri, seperti Jepang dan Afrika, melalui pameran internasional dan jejaring mitra bisnis.

“Kami fokus memperkuat pasar lokal terlebih dahulu, terutama industri perhotelan di Lombok. Namun, peluang ekspor sangat terbuka dan sudah mulai berjalan,” ujar Jusuf.

Untuk memperluas jangkauan pasar, konsorsium juga meluncurkan platform digital Tusha.id sebagai etalase produk kerajinan ramah lingkungan berbasis masyarakat. Produk Tusha juga dipasarkan melalui e-commerce nasional.

Selain itu, diperkenalkan pula SOLAH Network (Sustainability of Oceans, Land, Air, and Heritage) sebagai wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna memastikan keberlanjutan program.

Sebagai ekosistem pariwisata hijau sirkular pertama di Pulau Lombok, program ini telah mencatatkan dampak signifikan. Selain mengurangi timbunan limbah plastik dan jerami yang sebelumnya dibakar atau dibuang, pendapatan masyarakat mitra tercatat meningkat rata-rata hingga 30 persen.

Program ini juga meningkatkan kesadaran ratusan warga desa penyangga Mandalika terhadap pentingnya pemilahan sampah berbasis sumber dan pengelolaan limbah berkelanjutan.

“Target kami bukan hanya mengurangi sampah, tetapi menciptakan dampak holistik—lingkungan terjaga, pengrajin berdaya, petani mendapatkan nilai tambah, dan pariwisata Lombok tumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Christopher. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Tiga Konsorsium Gugah Kreativitas Warga Penyangga KEK Mandalika, Ubah Limbah Sekam Padi dan Plastik Jadi Handycraft Bernilai Ekspor

Komisi I DPRD NTB Mulai Uji Kelayakan Calon Anggota Komisi Informasi

0

Mataram (globalfmlombok.com) – Setelah sempat tertunda, Komisi I DPRD Provinsi NTB memastikan keberlanjutan proses seleksi calon komisioner Komisi Informasi (KI) NTB. Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 15 calon anggota KI NTB dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 22–23 Januari 2026.

“Kita sudah jadwalkan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon anggota Komisi Informasi dilaksanakan tanggal 22 sampai 23 Januari,” kata Ketua Komisi I DPRD NTB, Muhammad Akri, Selasa (21/1/2026).

Akri menjelaskan, penundaan tahapan seleksi sebelumnya dipicu adanya keberatan, protes, hingga gugatan hukum yang diajukan sejumlah peserta seleksi yang tidak lolos 15 besar ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Meski demikian, ia menegaskan Komisi I DPRD NTB tidak mengabaikan aspirasi tersebut. DPRD telah memanggil dan meminta keterangan dari seluruh pihak terkait, baik tim seleksi (Timsel) maupun Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB.

Bahkan, Komisi I juga telah menggelar dengar pendapat dengan para peserta seleksi yang mengajukan keberatan. “Kami sudah mendengarkan informasi dan keterangan dari semua pihak secara berimbang, termasuk keberatan dari peserta yang menyampaikan protes,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pendalaman tersebut, Akri menilai seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku, mulai dari seleksi administrasi, computer assisted test (CAT), hingga tahapan wawancara.

“Atas dasar itu, kami memutuskan untuk melanjutkan tahapan seleksi calon komisioner KI NTB,” tegas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Terkait proses hukum yang masih berjalan di PTUN, Akri menegaskan DPRD menghormati mekanisme hukum yang ditempuh para peserta. Namun, ia menyebut proses seleksi tetap berjalan sembari menunggu putusan pengadilan.

“Kalaupun nanti PTUN memutuskan ada pelanggaran, itu menjadi kewenangan gubernur untuk menindaklanjuti melalui penerbitan atau pembatalan surat keputusan,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Komisi I DPRD NTB Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota KI Mulai Hari Ini “

Tangani Persoalan Sampah, Gubernur NTB Duduk Bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan langkah terukur untuk menyelesaikan persoalan persampahan yang melibatkan Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dalam Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan yang dihadiri Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, serta Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTB H. Lalu Moh. Faozal di ruang kerja Gubernur NTB, Rabu (21/1/2026).

Gubernur menjelaskan, penanganan persoalan sampah dilakukan melalui dua skema utama, yakni solusi jangka pendek berupa perluasan landfill dan solusi jangka panjang melalui penerapan teknologi waste to energy (WTE). Langkah jangka pendek dinilai mendesak guna memastikan layanan persampahan tetap berjalan hingga sistem pengelolaan permanen terwujud.

“Untuk jangka pendek, kita tidak punya pilihan selain memperluas landfill. Ini harus segera dikerjakan agar tidak terjadi krisis sampah berulang,” ujarnya.

Ia menambahkan, perluasan landfill akan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan lahan yang secara teknis telah siap. Upaya ini diharapkan mampu menambah daya tampung TPA Regional Kebon Kongok hingga sekitar dua tahun ke depan.

Sementara itu, Pemprov NTB juga mendorong percepatan realisasi WTE sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan. Menurut Gubernur, sejumlah perusahaan telah mengajukan proposal penerapan WTE, dan saat ini pemerintah provinsi tengah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk penyelarasan regulasi.

Koordinasi lintas kementerian tersebut dinilai penting mengingat TPA Regional Kebon Kongok melayani dua daerah sekaligus, yakni Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Dalam skema pembiayaan penanganan jangka pendek, disepakati pembagian beban anggaran dengan proporsi 40 persen ditanggung Pemprov NTB, 40 persen oleh Pemkot Mataram, dan 20 persen oleh Pemkab Lombok Barat. Pemprov NTB juga memastikan anggaran pembebasan lahan pendukung telah disiapkan.

“Target kita jelas, penyelesaian jangka pendek harus tuntas tahun ini. Dengan begitu, tidak perlu lagi menetapkan status darurat sampah ke depan,” katanya. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Sepakati Langkah Terukur Tangani Sampah, Gubernur NTB Duduk Bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat “

Jelang Ramadan, Pemprov NTB Jamin Ketersediaan Pangan Aman

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri dalam kondisi aman. Stok beras sebagai komoditas pangan utama saat ini tercatat sekitar 154 ribu ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan. Ketersediaan komoditas lain seperti telur dan daging ayam juga dinyatakan aman.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah NTB, Lalu Mohammad Faozal, mengatakan pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap stok dan distribusi pangan, khususnya beras dan telur, baik di gudang Bulog maupun distributor.
“Alhamdulillah, stok beras kita sangat aman hingga enam bulan ke depan,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Hal senada disampaikan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (AP) Setda NTB, Izzudin Mahili. Berdasarkan hasil inspeksi pasar yang dilakukan di Bulog Dasan Cermen dan PT Baling-Baling Bambu, ketersediaan stok pangan dipastikan tetap aman hingga berakhirnya HBKN.
“Rantai pasok berjalan dengan baik dan distribusi ke masyarakat tidak mengalami kendala berarti. Ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah optimistis stabilitas harga pangan dapat terjaga, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

Pengawasan Berkala

Pemerintah Provinsi NTB bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pengawasan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan maupun lonjakan harga. Masyarakat pun diimbau agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat NTB agar berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan rumah tangga. Tidak perlu panic buying karena ketersediaan barang terjamin dan pemerintah bersama TPID terus melakukan pengawasan,” kata Faozal.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat dengan menyampaikan informasi yang akurat dan menenangkan.
“Informasi yang benar sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi daerah selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, memastikan stok beras di seluruh gudang Bulog NTB lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadan, Idul Fitri, hingga Idul Adha. Selain menjaga stok, Bulog juga telah mulai melakukan penyerapan gabah petani.
“Stok aman dan harga relatif stabil. Belum ada gejolak harga, mudah-mudahan tetap kondusif karena NTB merupakan daerah sentra pangan,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh gudang penyimpanan Bulog di NTB saat ini telah terisi penuh. Bahkan, tingginya produksi padi petani membuat Bulog membutuhkan tambahan ruang penyimpanan. Untuk itu, Bulog berencana menyewa beberapa gudang yang representatif agar penyerapan gabah petani dapat berjalan optimal. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemprov NTB Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan “

Banjir Berulang di Lombok Barat, Warga Terancam Krisis Air Bersih

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Banjir kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Rabu (21/1/2026) malam hingga Kamis dini hari. Banjir merendam ribuan rumah warga di Kecamatan Labuapi dan Kecamatan Sekotong. Selain kerusakan permukiman, warga terdampak mulai mengalami gangguan kesehatan serta krisis air bersih.

Berdasarkan data yang dihimpun, ribuan rumah warga yang terendam banjir tersebar di sedikitnya enam desa. Kondisi pascabanjir membuat warga mulai mengeluhkan penyakit kulit dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Saudi, warga Kebeng, mengatakan sebagian warga mengalami gatal-gatal akibat terendam air banjir.
“Tidak ada yang sakit berat, tapi yang gatal-gatal banyak. Tim puskesmas sudah turun ke lokasi untuk pelayanan,” ujarnya, Rabu.

Banjir susulan melanda wilayah Kebeng dan Bengkang pada Selasa malam (20/1/2026) sekitar pukul 23.00 hingga 00.00 Wita. Saat itu warga sudah dalam kondisi waspada karena hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut. Genangan air cukup parah dan masuk ke rumah-rumah penduduk. Warga berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk mengurangi risiko banjir susulan.

Di Kecamatan Sekotong, Kepala Dusun Selodong, Desa Persiapan Blongas, Juma’ah, mengatakan banjir kembali menerjang wilayahnya sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Akibatnya, sekitar 100 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 170 orang terdampak dan mengalami krisis air bersih.
“Jumlah KK yang terdampak kekurangan air bersih sekitar 100 KK, dengan jumlah jiwa kurang lebih 170 orang,” katanya.

Kondisi tersebut telah dilaporkan ke pemerintah desa dan diteruskan ke kecamatan. Ia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti dengan menyalurkan bantuan air bersih.
“Curah hujan masih tinggi dan warga waswas banjir susulan bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

Penjabat Kepala Desa Persiapan Pengantap, Saidi, juga membenarkan terjadinya banjir susulan di beberapa dusun, seperti Dusun Kebeng dan Bengkang.
“Banjir susulan terjadi Selasa malam. Kondisi pascabanjir pekan lalu belum pulih, tapi sudah diterjang lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Perampuan, H M Zubaidi, menjelaskan berdasarkan laporan dari empat kepala dusun, jumlah warga terdampak banjir di wilayahnya mencapai sekitar 782 orang. Rinciannya, Dusun Bayan Pengsong sebanyak 50 KK, Dusun Karang Bayan 175 KK, Dusun Kerepet 298 KK, dan Dusun Kapitan 259 KK.

Ia menyebut banjir dipicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Selain itu, kiriman air dari wilayah timur memperparah kondisi sehingga sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
“Kami turun langsung bersama Tagana untuk mengecek kondisi warga yang mengungsi, terutama anak-anak. Kami berharap Puskesmas Perampuan segera melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Zubaidi juga menyoroti persoalan tata ruang yang dinilai memperburuk situasi banjir. Menurutnya, pembangunan perumahan yang tidak tertata mengganggu aliran sungai.
“Pembangunan perumahan menjadi penyebab kedua. Setelah perumahan dibangun, aliran sungai jadi tidak jelas,” katanya.

Ia memperkirakan genangan air akan surut dalam tiga hingga empat hari jika tidak ada hujan lanjutan. Namun, jika hujan kembali turun, jumlah warga terdampak diprediksi bertambah. Karena itu, ia berharap Pemkab Lombok Barat melalui BPBD segera turun memberikan bantuan.

Di Desa Bajur, banjir juga menimpa warga Dusun Pohdodol. Kepala Dusun Pohdodol, H Syukri, mengatakan sekitar 45 warga terdampak banjir di wilayah tersebut.
“Jumlah warga terdampak sekitar 45 orang,” ujarnya.

Banjir di dusun itu diduga disebabkan hujan deras yang turun sejak Rabu malam serta belum adanya peninggian talud sungai di sisi barat permukiman.

Berdasarkan data BPBD Provinsi NTB, banjir di Lombok Barat melanda dua kecamatan, yakni Kecamatan Labuapi dan Kecamatan Sekotong. Di Kecamatan Labuapi, banjir terjadi di Desa Perampuan (BTN Pepabri) dan Desa Bajur. Di BTN Pepabri, tercatat 22 KK dengan 22 unit rumah terendam. Sementara di Kecamatan Sekotong, banjir melanda empat desa, yakni Desa Sekotong Tengah, Desa Cendi Manik, Desa Taman Baru, dan Desa Persiapan Blongas. Hingga kini, dampak banjir di wilayah Sekotong masih dalam tahap asesmen. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” anjir Kembali Terjang Lobar, Warga Mulai Terjangkit Penyakit dan Krisis Air Bersih “

Sungai Jangkuk Meluap Dini Hari, Tujuh KK Warga Pejeruk Terdampak

Mataram (globalfmlombok.com) – Debit air Sungai Jangkuk yang meningkat akibat curah hujan tinggi menyebabkan sungai tersebut meluap dan merendam permukiman warga di Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Rabu (21/1/2026) dini hari. Akibat kejadian itu, sedikitnya tujuh kepala keluarga (KK) terdampak.

Luapan air Sungai Jangkuk menggenangi dua lingkungan, yakni Lingkungan Kebon Jeruk dan Lingkungan Pejeruk Abian. Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.10 Wita dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 30 sentimeter atau setara di bawah lutut orang dewasa.

Lurah Pejeruk, Lalu Bagus Afriady, mengatakan meluapnya Sungai Jangkuk dipicu tingginya debit air akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah hulu. Meski demikian, genangan air tidak berlangsung lama karena air mulai surut sekitar pukul 06.00 Wita.
“Di Lingkungan Kebon Jeruk ada lima KK terdampak, sedangkan di Lingkungan Pejeruk Abian dua KK. Air sempat masuk ke rumah warga, namun cepat surut,” ujarnya, Rabu.

Ia menjelaskan, dari tujuh KK yang terdampak, empat KK mengalami dampak cukup parah karena air merendam tempat tidur dan sejumlah perabot rumah tangga. Ketinggian air di dalam rumah warga mencapai sekitar 30 sentimeter.

Menurut Bagus, luapan air di wilayah tersebut bukan disebabkan kondisi permukiman yang berada di dataran rendah, melainkan karena posisi Sungai Jangkuk yang berada di jalur tikungan. Kondisi ini menyebabkan aliran air dari hulu mengalir lebih deras dan meluap ke area permukiman.
“Di titik tersebut sungai berbelok, sehingga debit air dari hulu cukup deras dan akhirnya meluap,” katanya.

Pasca-kejadian, pemerintah kelurahan langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Mataram untuk melaporkan kondisi warga terdampak, terutama keluarga yang mengalami kerusakan perabot rumah tangga.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan responsnya cepat. Kemungkinan bantuan yang diberikan berupa penggantian tempat tidur bagi warga terdampak,” ujarnya.

Dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, pihak kelurahan mengimbau warga, khususnya yang bermukim di sekitar sempadan Sungai Jangkuk, agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai saat hujan deras.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama ketika curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat,” pungkas Bagus. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Debit Sungai Jangkuk Meluap, Tujuh KK di Pejeruk Terdampak “

Belasan Rumah Rusak Diterjang Bencana, Pemkab Lobar Cairkan BTT Rp30 Miliar

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Banjir susulan kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Rabu (21/1/2026). Beberapa daerah terdampak berada di Kecamatan Sekotong dan Labuapi. Selain banjir, angin puting beliung juga menerjang sejumlah wilayah, mengakibatkan belasan rumah warga rusak dan satu orang mengalami luka-luka.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai mengoptimalkan Belanja Tak Terduga (BTT) yang dialokasikan sebesar Rp30 miliar pada APBD tahun 2026 untuk penanganan bencana.

Bupati Lombok Barat, H Lalu Ahmad Zaini, mengatakan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah titik di wilayahnya dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah, kata dia, telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan. Ia juga telah menetapkan status darurat bencana agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat bergerak cepat.
“Semua OPD sudah bergerak. Saya juga rapat dengan jajaran supaya respons penanganan bisa lebih cepat,” tegasnya.

Menurut Bupati, Dinas Sosial, BPBD, serta OPD terkait lainnya bergerak secara kolaboratif bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Seluruh pihak didorong mengambil peran aktif dalam penanganan dampak bencana.
“BTT kita alokasikan Rp30 miliar dan sudah mulai kita gunakan. Itulah fungsi BTT, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan BTT dimungkinkan selama status darurat bencana berlaku. Namun demikian, ia menekankan pentingnya validasi data di lapangan sebelum bantuan disalurkan.
“Begitu ada laporan, harus dicek dan divalidasi agar penanganannya tepat,” katanya.

Sebelumnya, angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Lombok Barat pada Selasa sore (20/1/2026) sekitar pukul 16.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, belasan rumah warga dilaporkan rusak di Desa Buwun Mas, Desa Persiapan Empol, Sekotong Barat, serta Kecamatan Lembar. Satu orang warga mengalami luka-luka.

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, mengatakan hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan rumah warga di Dusun Sepi mengalami kerusakan.
“Sejauh ini ada 10 unit rumah yang sudah masuk laporan. Kebanyakan kerusakan pada bagian atap yang diterbangkan angin,” ujarnya.

Dari 10 rumah tersebut, tujuh unit mengalami rusak ringan dan tiga unit rusak berat. Selain itu, belasan warga di Dusun Selodong juga terdampak. Bencana serupa turut dirasakan warga di Desa Persiapan Pengantap dan Desa Belongas. Hingga kini, pendataan kerusakan masih terus dilakukan.

Angin puting beliung juga melanda Dusun Gunung Ketapang, Desa Sekotong Barat. Kepala Desa Sekotong Barat, H Saharudin, menyebutkan dua rumah dan satu kios milik warga mengalami kerusakan.
“Dua rumah dan satu kios rusak, serta satu warga mengalami luka-luka,” katanya.

Warga terdampak di antaranya Dahmur dan Sabariah yang rumahnya rusak, Sarpiah yang kiosnya terdampak, serta Sawiyah yang mengalami luka-luka. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap bangunan.

Selain angin puting beliung, banjir juga menerjang Dusun Pandanan Bersemi di Desa Sekotong Barat. Banjir terjadi sejak Senin (19/1/2026) malam hingga Selasa pagi dan merendam sekitar 50 rumah warga.
“Kami bersama warga sudah melakukan gotong royong untuk mengurangi genangan. Kejadian ini juga sudah kami laporkan ke kecamatan dan Pemkab,” ujar Saharudin.

Camat Sekotong, Andi Purnawan, membenarkan adanya bencana banjir dan angin puting beliung di wilayahnya. Ia menyatakan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk penanganan lebih lanjut.
“Selain di Sekotong, angin puting beliung juga dilaporkan melanda Dusun Batu Samban. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Belasan Rumah Rusak, Rp30 Miliar BTT Lobar Mulai Dicairkan “