Beranda blog Halaman 184

Bau Nyale Dongkrak Okupansi Hotel di Mandalika, Didominasi Wisatawan Mancanegara

Praya (globalfmlombok.com) – Tingkat keterisian atau okupansi hotel di kawasan The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), mengalami peningkatan signifikan sejak sepekan menjelang ajang budaya tahunan Bau Nyale. Rata-rata okupansi hotel saat ini telah mencapai 90 persen, bahkan sejumlah hotel mencatatkan kondisi penuh atau full booking beberapa hari sebelum puncak acara.

Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Syamsul Bahri mengatakan, peningkatan hunian hotel tersebut didominasi oleh wisatawan mancanegara. Sementara wisatawan domestik jumlahnya relatif lebih sedikit.

“Sekitar 70 persen tamu hotel merupakan wisatawan mancanegara. Sisanya sekitar 30 persen berasal dari wisatawan lokal dan domestik,” ujar Syamsul kepada Suara NTB, Sabtu (7/2/2026).

Menurut dia, pelaksanaan ajang Bau Nyale memberikan dampak nyata terhadap minat kunjungan wisatawan ke kawasan The Mandalika. Event budaya tersebut tidak hanya menarik wisatawan untuk datang, tetapi juga mendorong mereka untuk menginap di kawasan tersebut, sehingga berkontribusi langsung terhadap peningkatan okupansi hotel.

Syamsul menilai, event-event budaya seperti Bau Nyale perlu diperbanyak dan digelar secara berkelanjutan. Hal itu penting untuk menjaga arus kunjungan wisatawan, khususnya ke kawasan The Mandalika yang menjadi destinasi unggulan di Lombok Tengah.

“Event budaya ke depan harus lebih sering digelar supaya wisatawan mau datang dan berkunjung ke daerah ini, khususnya kawasan The Mandalika,” katanya.

Dukungan Pemerintah Pusat

Khusus untuk penyelenggaraan Bau Nyale, pelaku industri pariwisata berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah pusat. Bahkan, Syamsul menyebut, ajang tersebut idealnya dapat ditangani langsung oleh pemerintah pusat agar gaungnya semakin luas, termasuk di tingkat internasional.

“Harapan kami sebagai pelaku wisata, event Bau Nyale bisa terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pariwisata daerah,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya penyempurnaan konsep dan kemasan acara agar semakin menarik minat wisatawan.

Sebagai informasi, ajang budaya nasional Bau Nyale ditetapkan berlangsung pada 7–8 Februari 2026. Penetapan tersebut merupakan hasil Sangkep Warige yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di kawasan Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (4/12/2025).

Dalam pertemuan yang dihadiri para pemuka adat dari berbagai wilayah di Pulau Lombok tersebut, sempat muncul dua pendapat terkait waktu pelaksanaan Bau Nyale, yakni pada awal Februari dan awal Maret. Namun, mayoritas pemuka adat berpendapat bahwa Nyale atau cacing laut yang menjadi inti tradisi ini akan muncul pada Februari 2026. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Okupansi Hotel di Kawasan Mandalika Naik Signifikan Selama Bau Nyale, Didominasi Wisatawan Mancanegarai “

Pemkab Lobar Pangkas Birokrasi Perizinan, Investor Berencana Bangun Vila dan Bungalow di Gili Poh Sekotong

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Investor akan membangun vila dan bungalow di kawasan Gili Poh, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar). Permohonan perizinan pun tengah diajukan investor ke Pemkab Lobar. Dalam pelayanan perizinan bagi investor, Pemkab melalui Tim Terpadu OPD memastikan cepat dan mudah dengan memangkas birokrasi. Sistem survei yang dilakukan cukup sekali turun melibatkan OPD atau bidang terkait agar proses perizinan berjalan cepat dan tepat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Lalu Ratnawi mengatakan bahwa pihaknya menindaklanjuti adanya permohonan perizinan dari investor yang ingin membangun vila di Gili Poh. “Rencana lahan yang diajukan sekitar 2 hektare lebih yang nantinya berupa villa dan bungalow di Gili Poh Sekotong,” kata Ratnawi.

Pihaknya pun telah turun melakukan survei pertama (lapangan). Survei lapangan dilaksanakan tim dan PUPRPKP dari Bidang Tata Ruang dan SDA bersama Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi eksisting kawasan, kesesuaian tata ruang, aspek sumber daya air, serta potensi dan daya dukung lingkungan.

Tiba di lokasi tim melakukan peninjauan terhadap site plan, meliputi batas dan luas lahan, posisi bangunan, akses jalan, ruang terbuka, sistem drainase dan jarak bangunan terhadap batas lahan. Kondisi eksisting di kawasan itu masih berupa lahan yang didominasi oleh tumbuh-tumbuhan liar yang tumbuh alami di sekitar kawasan pantai. Di lokasi ini belum ada bangunan permanen maupun aktivitas pemanfaatan lahan.

Luas lahan yang direncanakan untuk pengembangan dipekrirakan sekitar 2 hektare. Dengan karakteristik wilayah pesisir yang masih alami dan terbuka. Terakhir, tim melakukan pengukuran sepadan pantai untuk memastikan batas sepadan sesuai dengan peraturan yang berlaku serta sebagai dasar dalam penilaian keseisian pemanfaatan ruang dengan aspek perlindungan kawasan pesisir.

“Kegiatan peninjauan lapangan ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan pertimbangan dalam proses percepatan perizinan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, berkelanjutan dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam pelaksanaan survei ini, pihaknya memangkas alurnya. Di mana survei cukup sekali saja melibatka tim terpadu dari OPD atau bidang teknis terkait. Setelah itu langsung proses izin tanpa ada survei-survei tambahan lagi. “Kami mempersingkat alur dan tahapan perizinan yang panjang,” tegasnya.

Tidak lagi seperti dulu yang beberapa kali tim OPD turun sehingga memakan waktu lama.

Percepatan pelayanan perizinan ini seusai dengan perintah dan arahan Bupati Lobar agar pelayanan sektor investasi tidak bertele-tele. Bahkan Bupati menargetkan pelayanan perizinan tuntas lima hari. Sehingga pihaknya pun berupaya menidaklanjuti instruksi tersebut mulai dari turun survei awal dipersingkat hingga izin diterbitkan.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkannya proses percepatan perizinan berjalan selaras dengan kebijakan penataan ruang, prinsip keberlanjutan lingkungan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lebih lanjut, pihaknya perlu mendetailkan gambar teknisnya untuk melihat nanti berapa kapasitas kamar villa yang akan bisa dibagun pihak investor. Terkait nilai investasi ini, belum dihitung Pihaknya secara total karena masih baru tahapan awal. Namun menurut informasi, nilainya lumayan besar. (her)

KKG PJOK Kecamatan Sekarbela Gelar Fun Swimming, Ajang Pembinaan Atlet Renang Pemula

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Sekolah Dasar Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, menggelar lomba renang junior bertajuk Fun Swimming se-Kota Mataram, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kolam Renang Wira Bhakti Gebang, Kota Mataram.

Ketua Panitia Fun Swimming, Mulyanto, S.Pd, mengatakan, lomba tersebut diikuti sebanyak 295 peserta yang berasal dari berbagai klub renang dan sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) se-Kota Mataram.

“Peserta datang dari berbagai latar belakang, baik klub renang maupun sekolah. Ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi terhadap olahraga renang di kalangan anak-anak,” ujar Mulyanto, didampingi Ketua KKG PJOK Kecamatan Sekarbela, Mardiansyah, S.Pd.

Para pemenang lomba mendapatkan penghargaan berupa medali, piagam, serta biaya pembinaan. Menurut Mulyanto, pemberian hadiah tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet junior untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuannya.

Ia menjelaskan, kegiatan Fun Swimming digelar sebagai bentuk perhatian KKG PJOK Kecamatan Sekarbela terhadap atlet renang pemula. Melalui kompetisi ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk merasakan suasana pertandingan sebelum tampil di ajang yang lebih tinggi.

“Tujuan kami adalah membina anak-anak agar ke depan Kota Mataram bisa melahirkan atlet-atlet renang yang berprestasi. Insya Allah, ke depan kegiatan ini akan kami buka hingga tingkat se-Pulau Lombok,” kata Mulyanto.

Selain itu, Fun Swimming juga dimaksudkan untuk memberikan pengalaman berlomba yang sesungguhnya kepada para peserta, sekaligus mengukur hasil latihan yang telah mereka jalani selama ini.

“Dari kompetisi ini, siswa bisa mengetahui sejauh mana hasil latihan mereka, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” ujar Mardiansyah.

Panitia memastikan, kegiatan Fun Swimming akan menjadi agenda rutin tahunan. Lomba ini direncanakan digelar setidaknya satu kali dalam setahun, dengan cakupan yang semakin luas di masa mendatang.

“Kami sudah mengagendakan Fun Swimming se-Pulau Lombok sebagai kelanjutan dari kegiatan ini,” ujarnya.(ris)

Pedagang Jaring Nyale Raup Keuntungan hingga Jutaan Rupiah di Momen Bau Nyale

Praya (globalfmlombok.com) – Pedagang “sorok” atau jaring nyale (cacing laut) dapat meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dari hasil berjualan “sorok” saat ajang atau event Bau Nyale berlangsung.

Seorang pedagang “sorok” Nyale, Bapak Ledi mengatakan, dirinya bisa mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah dari hasil berjualan jaring cacing laut itu selama tiga hari.

“Ada 600 sorok saya jual, kalau habis semua bisa dapat untung Rp1,2 juta,” katanya.

Pedagang “sorok” Nyale di Pasar Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah itu mengaku mengambil barang atau “sorok” dari seorang perajin di Lombok Timur. Setiap satu “sorok” ia ambil keuntungan Rp2 ribu.

“Ini sudah hari ketiga saya berjualan. Nanti berjualan sampai pukul 02.00 Wita,” sebutnya.

Pria asal Desa Sengkol itu mengaku berjualan “sorok” Nyale setiap tahun. Yakni setiap ajang Bau Nyale diadakan.

“Tahun lalu habis terjual sepertinya 500 ‘sorok’. Untungnya sampai Rp1 juta,” bebernya.

Bau Nyale Dipusatkan di Pantai Seger

Sebagai informasi, ajang budaya nasional Bau Nyale diputuskan digelar pada tanggal 7-8 Februari 2026. Putusan tersebut diambil dalam Sangkep (rapat) Warige yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bertempat di area Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (4/12/2025).

Dalam pertemuan yang dihadiri belasan pemuka adat perwakilan dari sejumlah wilayah di Pulau Lombok tersebut, muncul dua pendapat terkait waktu pelaksanaan Bau Nyale, yakni awal bulan Maret dan awal bulan Februari.

Namun sebagian besar para pemuka adat berpendapat bahwa Nyale (cacing laut) yang menjadi core dari ajang ini akan keluar pada bulan Februari 2026 dan, hanya sebagian kecil yang berpendapat di bulan Maret.

Ajang Bau Nyale tidak masuk dalam kalender event pariwisata nasional. Tapi bukan berarti Bau Nyale tidak lagi menjadi event nasional. Bahwa status event Bau Nyale tetap menjadi event nasional.

Hanya saja untuk tanggung jawab pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Loteng. Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat hanya bersifat supporting (pendukung).

Pusat event ini di 2026 berada di Pantai Seger, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Pantai Seger juga terletak di area Sirkuit Mandalika. Di tempat Sirkuit Mandalika berdiri saat ini merupakan tempat yang menjadi cikal bakal Bau Nyale dimulai. (mit)

Sampah Plastik Menumpuk di Sepanjang Pantai Sekotong

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Sampah di kawasan pariwisata menjadi salah satu atensi Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama para Kepala Daerah beberapa hari lalu. Di Lombok Barat (Lobar), sampah masih menjadi momok yang membutuhkan peran dan kesadaran semua pihak dalam penanganannya. Seperti di sepanjang kawasan Pantai Sekotong, sampah plastik yang terbawa angin timur menumpuk di pinggir pantai setempat.

Dari video yang direkam oleh Kepala Desa (Kades) Sekotong Barat, H. Saharudin, kondisi sampah plastik di sepanjang pantai di Desa Sekotong Barat terlihat menumpuk.

Di sekitar areal Pelabuhan Tawun, sampah plastik seperti gelas bekas minuman, plastik bungkus mi dan jajan berserakan di pinggir pantai tersebut. Pihak desa dan warga pun berusaha menangani dengan cara membakar sampah, tetapi kondisi hujan mengakibatkan sampah tidak bisa dibakar. Hal ini diperparah dengan tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau TPS khusus di daerah itu.

Kades Sekotong Barat, H. Saharudin menuturkan bahwa tumpukan sampah bukan di daerah Tawun saja, tetapi sepanjang pesisir Pantai Sekotong ada sampah plastik. “Sampah ini dibawa oleh ombak timur beberapa hari yang lalu. Kami tunggu sampai hujan agak jarang, baru kami bisa bakar,” kata Kades Sekotong Barat ini, Sabtu (7/2/2026).

Tumpukan Sampah di Pantai Sekotong Terjadi Hampir Setiap Tahun

Tumpukan sampah plastik di Pantai Sekotong ini terjadi hampir setiap tahun ketika musim hujan angin timur, kawasan setempat pasti dipenuhi sampah plastik dan sampah kiriman yang dibuang ke laut. Pihaknya bersama warga sudah berupaya menangani sampah ini. Namun pihaknya kesulitan mengumpulkan akibat angin kencang. “Insyaallah kalau sudah tidak hujan beberapa hari bisa kita gotong royong dan bakar,” ujarnya.

Pihaknya belum bisa membakar sampah di Pantai Sekotong ini karena kondisi masih basah. “Kiita tunggu dulu supaya bisa kita bakar langsung di tempat,” imbuhnya.

Untuk penanganan sampah di Pantai Sekotong itu, pihak desa berharap dibangunkan TPA. Pasalnya di daerah itu tidak ada TPA yang disiapkan pemerintah sehingga sampah kebanyakan dibuang sembarangan.

Sementara itu, Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang dikonfirmasi media terkait tindak lanjut instruksi presiden hasil pertemuan Rakornas beberapa hari lalu mengatakan, pihaknya sudah mengagendakannya. LAZ sudah memberikan pengarahan kepada seluruh petugas Dinas Lingkungan Hidup suntuk membangun kekompakan dan harus bekerja bersama dengan baik.

“Ya ini makanya, saya ke sini (DLH) setelah rakor itu. Bahwa saya minta LH agendakan pembersihan pantai. Nanti kita koordinasi dengan Dandim dengan Kapolres. Karena itu perintah,” tegasnya.

Sasarannya, lanjut dia, kawasan destinasi wisata seperti Senggigi menjadi prioritas. Kemudian daerah Lembar, dan Sekotong. (her)

Banjir di Lambu Bima, Seorang Anak Terbawa Arus Ditemukan Meninggal

Bima (globalfmlombok.com) – Banjir melanda wilayah Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Kamis (5/2/2026) petang. Seorang anak berusia 12 tahun dilaporkan terbawa arus dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bima, Nurul Huda mengatakan banjir dipicu hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang pada, Kamis (5/2/2026). Kondisi ini mengakibatkan debit air sungai meningkat signifikan. Banjir di Desa Lambu terjadi sekitar pukul 18.10 Wita. Air kiriman dari wilayah pegunungan menyebabkan sungai meluap dengan ketinggian air diperkirakan antara 2-5 meter. “Kondisi arus sangat deras dan membahayakan warga di sekitar aliran sungai,” katanya.

Nasib naas menimpa Baja bin Mahmud, pelajar kelas VI SD Inpres Kale’o. Korban berasal dari Dusun Panggu, Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu. Saat kejadian, korban bersama dua temannya melintas di jembatan kayu sepulang mencari rumput untuk ternak. “Korban terpeleset di jembatan kayu dan langsung terbawa arus banjir,” kata Nurul Huda.

Warga setempat segera melakukan upaya pencarian dan dibantu aparat desa. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.20 Wita, berjarak kurang lebih 700 meter dari lokasi awal kejadian. “Korban ditemukan dan langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Monta Baru,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Bima mencatat dalam kejadian ini terdapat satu korban jiwa. Huda mengatakan, tidak ada laporan kerusakan rumah warga maupun kebutuhan mendesak lainnya. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kabupaten Bima.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan camat, aparat kepolisian, TNI, serta pemerintah desa setempat. Langkah yang dilakukan meliputi pengamatan lapangan, pendataan, dan kaji cepat dampak bencana. “Kami juga berkoordinasi dengan dinas teknis terkait sesuai kewenangan masing-masing,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. “Kami lagi-lagi mengingatkan warga agar menghindari aktivitas di sekitar sungai saat hujan deras dan segera melapor ke BPBD, camat, atau aparat desa jika terjadi kondisi darurat,” tandasnya. (hir)

PMB 2026: Undiksha Siapkan Ribuan Kuota, Jalur SNBP Dibuka hingga 18 Februari

Singaraja (globalfmlombok.com)–

Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Saat ini, proses seleksi telah memasuki jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang berlangsung hingga 18 Februari 2026.

Melalui jalur SNBP, Undiksha memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri yang memiliki komitmen kuat terhadap mutu pendidikan dan pengembangan karakter. Jalur ini menilai capaian akademik serta prestasi siswa selama menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah.

Pada PMB Tahun Akademik 2026/2027, Undiksha menyiapkan ribuan kuota mahasiswa baru untuk berbagai program studi kependidikan dan nonkependidikan dengan jenjang Diploma Tiga (D3) hingga Sarjana (S1). Ragam program studi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Ketua Tim Promosi Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, menyampaikan bahwa SNBP merupakan jalur strategis bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan studi di Undiksha.

“Melalui jalur SNBP, Undiksha membuka peluang seluas-luasnya bagi siswa yang memiliki rekam jejak prestasi baik untuk bergabung dan berkembang bersama Undiksha. Kami mendorong calon mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan memilih program studi yang sesuai dengan minat dan potensi mereka,” ujarnya.

Selain program diploma dan sarjana, Undiksha juga membuka penerimaan mahasiswa Program Pascasarjana. Pendaftaran Gelombang II Program Pascasarjana dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret hingga 21 April 2026, dengan berbagai pilihan program studi yang berorientasi pada pengembangan keilmuan, riset, dan profesionalisme.

Prof. Jampel menambahkan Undiksha terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan akademik. “Undiksha tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, inovasi, dan daya saing lulusan agar mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” tambahnya.

Undiksha mengimbau calon mahasiswa dan masyarakat untuk mencermati seluruh informasi pendaftaran melalui kanal resmi Undiksha https://undiksha.ac.id/pmb serta memastikan proses pendaftaran dilakukan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku. (r)

Kolaborasi Berkah Bermakna: Bank NTB Syariah Siap Kawal Tata Kelola Keuangan BGN untuk Indonesia dan NTB

Jakarta (globalfmlombok.com) –

Badan Gizi Nasional resmi memperkuat sinergi dengan sektor perbankan syariah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama PT Bank NTB Syariah terkait Penyediaan Layanan Jasa Perbankan. Acara penandatanganan ini berlangsung khidmat di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional, Jakarta, pada Jumat (06/02/2026).

Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional, bersama Nazaruddin, Direktur Utama PT Bank NTB Syariah. Kolaborasi ini menandai langkah strategis kedua belah pihak dalam mendukung program penguatan gizi nasional melalui dukungan sistem keuangan yang transparan, akuntabel, dan berbasis syariah.

Melalui kerja sama ini, Bank NTB Syariah berkomitmen menyediakan solusi perbankan menyeluruh guna mendukung kelancaran operasional Badan Gizi Nasional. Layanan tersebut mencakup pengelolaan rekening operasional, optimalisasi layanan perbankan digital, hingga fasilitas pembiayaan syariah lainnya yang menunjang efisiensi kerja lembaga di tingkat pusat maupun daerah.

Komitmen untuk Penguatan Gizi di NTB Selain lingkup nasional, kerja sama ini secara khusus akan memperkuat koordinasi pengelolaan program gizi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bank NTB Syariah, sebagai bank pembangunan daerah yang telah bertransformasi, memegang peran kunci dalam memastikan distribusi dan pengelolaan dana program gizi nasional di wilayah NTB berjalan tepat sasaran. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Bumi Gora melalui sistem keuangan yang inklusif hingga ke pelosok desa.

Harapan Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa kerja sama ini adalah bentuk partisipasi nyata Bank NTB Syariah dalam mendukung misi kemanusiaan dan pembangunan sumber daya manusia unggul yang diusung oleh Badan Gizi Nasional.

“Kami merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional. Kami berharap kerja sama ini menjadi jembatan bagi Bank NTB Syariah untuk berkontribusi lebih luas secara nasional, dan secara khusus memberikan dampak bermakna bagi masyarakat di NTB. Kami berkomitmen memastikan tata kelola keuangan yang amanah demi mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi, serta menghadirkan layanan digital guna mendukung efisiensi operasional di seluruh wilayah kerja agar lebih berkah,” ungkap Nazaruddin.

Langkah Strategis Ke Depan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyambut baik inisiatif ini sebagai upaya modernisasi tata kelola lembaga. Kehadiran layanan perbankan syariah diharapkan mampu memberikan nilai tambah dalam hal transparansi dan integritas dalam setiap transaksi yang mendukung program-program strategis pemerintah di bidang gizi.

Sinergi ini menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang yang memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat luas, sejalan dengan visi transformasi Bank NTB Syariah dalam memperluas jangkauan layanan serta menjaga kepercayaan nasabah di tingkat nasional dengan tetap mengakar kuat pada pembangunan daerah

Polda NTB Tetapkan Dua Orang Tersangka Perkara Pengadaan Mebel SMK Dinas Dikbud NTB

Mataram (globalfmlombok.com)-

Penyidik Subdit Tipidkor Dit Reskrimsus Polda NTB resmi menetapkan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan Mebel SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB KBP FX. Endriadi, S.I.K. mengungkapkan bahwa Kedua orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan Mebel untuk 40 SMK se Provinsi NTB, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 senilai Rp. 10.200.000.000.

 Proyek yang berlangsung dari Juni hingga November 2022 itu telah melibatkan pemeriksaan terhadap 65 orang saksi dan 5 orang ahli, mulai dari ahli teknik hingga ahli pidana. Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti dokumen.

Dari hasil pengecekan, Penyidik menemukan kondisi adanya pengalihan sebagian pekerjaan kepada pihak lain, sehingga mengakibatkan spesifikasi barang tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan. Dua tersangka yang ditetapkan adalah Pejabat Pembuat Komitmen, serta satu tersangka lainnya dari pihak swasta atau penyedia barang/jasa. Hasil audit ditemukan adanya Kerugian Keuangan Negara senilai 2,8 miliar, tegas Kombes Endri.

Pada kesempatan yang sama Kasubdit Tipidkor Dit Reskrimsus Polda NTB AKBP Muhaemin, S.H., S.I.K., M.I.K. menyampaikan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh Ahli Teknik, bahwa hasil pekerjaan ditemukan perbedaan ketebalan besi pada lemari kantor dan perbedaan material sesuai dengan yang dipersyaratkan di dalam kontrak. Muhaemin menegaskan pengembangan perkara akan terus dilakukan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain.(ris/r)

Akses Air Bersih dan Sanitasi Masih Jadi Masalah Utama Kampung Nelayan Lombok Timur

0

Mataram (globalfmlombok.com) – Akses terhadap air bersih, sanitasi layak dan kebersihan lingkungan masih menjadi persoalan mendasar di kampung-kampung nelayan, termasuk di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini menunjukkan bahwa modernisasi kampung nelayan tidak bisa hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, tetapi harus menyentuh kebutuhan dasar warga pesisir.

Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai relevan dengan kondisi objektif di lapangan. Namun, tanpa penanganan serius terhadap persoalan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH), modernisasi berisiko hanya menjadi proyek kosmetik yang gagal menjawab akar masalah.

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Dani Setiawan, menyebutkan bahwa sekitar 5,44 persen desa pesisir di Indonesia masih tergolong kawasan kumuh, ditandai dengan rumah tidak layak huni, kepadatan tinggi, serta buruknya sanitasi (BPS, 2025). Kondisi tersebut juga tercermin di sejumlah wilayah pesisir Lombok Timur seperti Jerowaru, Keruak, dan Labuhan Haji.

Secara geografis, Lombok Timur memiliki garis pantai yang panjang dan menjadi tumpuan hidup ribuan keluarga nelayan. Namun ironisnya, akses air bersih di banyak kampung nelayan masih bergantung pada sumur dangkal, air hujan, atau membeli air dari pihak swasta. Pada musim kemarau, krisis air bersih menjadi rutinitas tahunan.

Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa cakupan layanan PDAM di desa-desa pesisir Lombok Timur masih rendah, terutama di wilayah selatan. Air tanah di kawasan pesisir cenderung payau akibat intrusi air laut, sehingga tidak layak konsumsi. Akibatnya, keluarga nelayan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih beban ekonomi yang berat bagi nelayan kecil dengan pendapatan tidak menentu.

“Ketika penghasilan nelayan menurun akibat cuaca ekstrem dan rusaknya ekosistem laut, mereka justru dipaksa mengeluarkan biaya ekstra hanya untuk air bersih,” kata Dani, Jumat (6/2/2026).

Audit sosial KNTI bersama sejumlah organisasi pada 2023–2025 mencatat 41 persen rumah tangga pesisir di Indonesia belum memiliki akses sanitasi aman, dan hanya 20 persen terhubung jaringan pipa air bersih. Kondisi ini sejalan dengan realitas di Lombok Timur, di mana pembangunan sanitasi sering tertinggal dibanding sektor lain.

Dampaknya bukan hanya lingkungan, tetapi juga kesehatan. Kasus diare, penyakit kulit, hingga stunting masih ditemukan di kawasan pesisir. Dani menegaskan bahwa stunting di kampung nelayan bukan semata persoalan gizi, melainkan akibat buruknya akses air bersih dan sanitasi.

“Nelayan punya ikan, tapi anak-anak mereka tetap stunting karena air yang digunakan untuk minum dan memasak tidak layak,” ujarnya.

KNTI menegaskan bahwa WASH adalah layanan dasar yang wajib dipenuhi negara, bukan program tambahan. Modernisasi kampung nelayan tanpa air bersih, sanitasi layak, dan pengelolaan sampah yang serius hanya akan memperlebar jurang ketimpangan di pesisir.

“Kami berharap pemerintah pusat dan daerah menjadikan air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah sebagai fondasi utama pembangunan kampung nelayan,” tutup Dani. (bul)