Beranda blog Halaman 167

H-1 Ramadan, Harga Daging Sapi Tembus Rp150.000 per Kilogram

Mataram (globalfmlombok.com)Dinas Perdagangan Kota Mataram turun langsung memantau harga barang pokok (bapok) pada H-1 Ramadan, Rabu (18/2/2026). Hasil pantauan menunjukkan harga daging sapi melonjak signifikan hingga mencapai Rp150.000 per kilogram.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan pihaknya melakukan pengecekan di dua pasar tradisional, yakni Pasar Mandalika dan Pasar Dasan Agung. Selain memastikan ketersediaan pasokan, pihaknya juga membandingkan harga sejumlah komoditas di kedua pasar tersebut.

Hasilnya, harga cabai rawit di Pasar Mandalika tercatat Rp105.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Dasan Agung mencapai Rp125.000 per kilogram. Adapun harga daging sapi melonjak dari sebelumnya Rp140.000 menjadi Rp150.000 per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam berada di angka Rp44.000 per kilogram. Bawang merah yang sebelumnya Rp28.000 per kilogram kini naik menjadi Rp48.000–Rp50.000 per kilogram.

“Iya, ternyata kenaikan cukup signifikan terhadap sejumlah barang pokok pada H-1 Ramadan,” terang Sri Wahyunida dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, lonjakan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan. Kondisi serupa, kata dia, juga terjadi pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Meski harga daging sapi tergolong tinggi, daya beli masyarakat tetap kuat.

“Tadi ramai sekali yang beli, karena memang ini hari penampahan,” ujarnya.

Sebagai langkah pengendalian, Dinas Perdagangan akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk menyampaikan perkembangan harga daging sapi dan komoditas lainnya. Selain itu, pihaknya juga berencana turun langsung ke peternak sapi guna memastikan ketersediaan pasokan.

Nida tidak menampik bahwa kenaikan harga bapok berpotensi memengaruhi inflasi daerah. Namun, saat ini pihaknya fokus pada pemantauan harga dan ketersediaan barang di pasar.

“Kalau melihat pengalaman bulan Ramadan tahun sebelumnya, harga pasti melonjak drastis,” katanya.

Langkah konkret lainnya, lanjut dia, adalah menggelar bazar dan operasi pasar. Dalam kegiatan tersebut, harga cabai rawit dijual lebih rendah, yakni Rp60.000–Rp80.000 per kilogram, termasuk komoditas lain seperti daging sapi guna membantu masyarakat mendapatkan harga lebih terjangkau. (*)

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” H-1 Ramadan, Harga Daging Sapi Mencapai Rp150 Ribu per Kilogram

Penyaluran MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan

Mataram (globalfmlombok.com) – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi NTB, memastikan pendistribusian makanan bergizi gratis selama bulan Ramadan tetap berjalan. Langkah ini selaras dengan Surat Edaran dari Badan Gizi Nasional Nomor 3 Tentang Pelayanan Program MBG pada bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M, dan Libur Tahun Baru Imlek 2026.

Kepala Satgas MBG NTB, H. Fathul Gani memastikan, penyaluran program prioritas Presiden H. Prabowo Subianto tetap akan terlaksana selama bulan puasa dengan beberapa penyesuaian seperti jadwal dan menu distribusi.

Berdasarkan surat edaran dari BGN bahwa distribusi dihentikan sementara pada 16-17 Februari 2026 saat cuti bersama dan libur Imlek. Selanjutnya, MBG akan didistribusikan kembali pada awal Ramadan 18-22 Februari 2026 dan akan kembali beroperasi pada 23 Februari 2026.

“Pada prinsipnya MBG tetap dilaksanakan selama Ramadan dengan berbagai penyesuaian terutama terkait menu dan jadwal pendistribusian,” ujarnya.

Fathul menerangkan, penyesuaian menu yakni penerima manfaat seperti ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (B3) tetap diberikan selama periode Ramadan tanpa perubahan.

Untuk penerima manfaat seperti peserta didik disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah. Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, akan tetap tersalurkan seperti biasa. Sementara, di wilayah dengan mayoritas menjalankan ibadah puasa, paket MBG akan diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat.

Fathul menegaskan, pihaknya telah melakukan upaya koordinasi untuk memastikan penyaluran MBG di NTB, tetap terlaksana sesuai dengan amanat BGN.

“Kita tetap lakukan koordinasi dengan korwil BGN provinsi untuk selanjutnya kita sampaikan kepada seluruh satgas kab/kota untuk mempedomani SE yang dikeluarkan BGN,” jelas Fathul.

Fathul juga menegaskan seluruh SPPG di NTB, tetap beroperasi selama Ramadan dan memastikan kualitas produksi makanan tetap terjamin.

“Kepada seluruh SPPG agar tetap bekerja profesional untuk kita sama-sama kawal program MBG ini bisa berjalan dengan baik,” tandasnya. (sib)

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (27)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kegiatan Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 diantaranya program pelolaan  daerah aliran  sungai (DAS), program, program pengelolaan hutan, program pengelolaan keanekaragaman hayati, program pengelolaan persampahan dan lain sebagainya.(*)

Umat Konghucu Padati Kelenteng Po Hwa Kong Mataram Rayakan Imlek 2026

Mataram (globalfmlombok.com) – Warga Tionghoa di Kota Mataram dan sejumlah daerah lain memadati areal Kelenteng Po Hwa Kong di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Selasa (17/2/2026). Sejak pagi hingga siang hari, umat Konghucu silih berganti datang untuk bersembahyang dan merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Suasana kelenteng tampak semarak dengan dominasi warna merah dan aroma dupa yang menguar dari altar persembahyangan. Umat datang bersama keluarga, membawa perlengkapan sembahyang serta persembahan sebagai ungkapan syukur menyambut tahun baru.

Pengurus Kelenteng, Nyoman Hariani, mengatakan persiapan perayaan Imlek telah dilakukan sejak sebulan terakhir. Berbagai pembenahan dan penataan altar dilakukan untuk menyambut umat yang datang beribadah.

“Persiapan sudah sekitar sebulan lalu. Kita bersihkan dan tata kembali kelenteng agar umat bisa beribadah dengan nyaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek akan berlangsung selama 15 hari, dimulai Selasa (17/2/2026) dan berakhir pada Selasa (3/3/2026) yang ditandai dengan perayaan Cap Go Meh.

Menurutnya, pada puncak perayaan Cap Go Meh biasanya dimeriahkan dengan atraksi barongsai serta pembagian angpao kepada anak-anak. Namun, tahun ini pelaksanaannya masih menunggu kepastian.

“Kalau Cap Go Meh biasanya ada barongsai. Tapi sekarang ada bulan puasa, jadi antara ada atau tidaknya kami belum tahu acaranya,” katanya.

Nyoman berharap perayaan Imlek tahun ini membawa berkah dan kebaikan bagi seluruh umat Konghucu, khususnya yang merayakan di Mataram.

“Mudah-mudahan dimurahkan rezeki, panjang umur, sehat selalu, dan selalu kita bisa bertemu lagi di Kelenteng Po Hwa Kong ini,” tandasnya.

Sementara itu, Linda, warga Selagalas, mengaku setiap perayaan Imlek selalu menyempatkan diri datang ke kelenteng untuk berdoa bersama keluarga.

Ia berharap tahun baru kali ini membawa kehidupan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Berharap tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, keluarga semua sehat-sehat,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Rayakan Tahun Baru Imlek 2026, Umat Konghucu Mataram Penuhi Kelenteng Po Hwa Kong

Terdakwa Kasus Chromebook Titipkan Uang Pengganti Rp500 Juta ke Kejari Lotim

Mataram (globalfmlombok.com)Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Kejari Lotim) menerima penitipan uang pengganti sebesar Rp500 juta dari seorang terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur tahun 2022.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Lombok Timur, Ugik Ramantyo, Selasa (17/2/2026) mengatakan, penitipan tersebut dilakukan oleh terdakwa Salmukin selaku Direktur CV Cerdas Mandiri.

“Penyerahan dilakukan pada Jumat lalu, 13 Februari 2026,” ujarnya.

Uang Rp500 juta itu diserahkan melalui perantara keluarga terdakwa dan telah diterima serta disimpan di rekening penampungan Kejari Lotim.

“Penuntut umum menerima titipan uang pengganti sebagai kompensasi timbulnya kerugian keuangan negara,” katanya.

Menurut Ugik, uang tersebut nantinya akan diperhitungkan sebagai bagian dari pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti yang dapat dibebankan kepada terdakwa, apabila putusan pengadilan menyatakan yang bersangkutan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Ia menjelaskan, uang pengganti dalam perkara korupsi merupakan pidana tambahan yang mewajibkan terpidana mengembalikan dana yang dinikmati atau diperoleh dari tindak pidana yang dilakukan. Besarannya disesuaikan dengan nilai kerugian keuangan negara yang ditimbulkan.

Meski demikian, penitipan uang pengganti tersebut tidak akan memengaruhi proses persidangan yang sedang berjalan.

“Proses pembuktian tetap berjalan sebagaimana mestinya di pengadilan,” tegasnya.

Dalam perkara ini, Kejari Lotim menetapkan enam terdakwa, yakni Sekretaris Dikbud Lotim As’ad; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Amrulloh; Direktur CV Cerdas Mandiri Salmukin; marketing PT JP Press Media Utama M Jaosi alias Ojik; Direktur PT Temprina Media Grafika Libert Hutahaean; serta Direktur PT Dinamika Indo Media Lia Anggawari.

Dalam surat dakwaan, jaksa membeberkan dugaan kerugian negara sebesar Rp9,2 miliar yang disebut mengalir kepada para terdakwa. Mereka diduga merekayasa dan memanipulasi proses pemilihan penyedia barang melalui e-katalog dengan menunjuk sejumlah perusahaan sebagai penyedia 4.230 unit Chromebook untuk 282 sekolah dasar (SD) di lingkungan Dikbud Lotim.

Perusahaan-perusahaan tersebut diduga tidak memiliki produk paket Chromebook dan pemenuhan pesanan dilakukan dengan membeli barang dari PT Temprina Media Grafika yang tidak terdaftar sebagai penyedia e-katalog pada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Jaksa menyebut, terdakwa Lia Anggawari diduga menerima keuntungan sekitar Rp534 juta, sedangkan Libert Hutahaean memperoleh Rp5,5 miliar. Dari jumlah itu, Libert diduga membagikan kepada Salmukin lebih dari Rp2 miliar, M Jaosi lebih dari Rp238 juta, serta kepada sejumlah perusahaan penyedia e-katalog sekitar Rp1,6 miliar.

Berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Kantor Akuntan Publik A.F Rahman & Soetjipto WS, perbuatan para terdakwa diduga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp9,2 miliar.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa didakwa dengan pasal berlapis, yakni Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Secara subsidair, mereka juga dijerat Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kejari Lotim Terima Titipan Uang Pengganti Rp500 Juta dari Terdakwa Kasus Chromebook

PPATK Temukan Transaksi Miliaran Rupiah dalam Dugaan TPPU Eks Kepala BPN Sumbawa

Mataram (globalfmlombok.com)Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi keuangan bernilai miliaran rupiah dalam penelusuran dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Subhan, mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbawa.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Wahyudi, Selasa (17/2/2026) mengatakan, temuan transaksi bernilai miliaran rupiah tersebut merupakan akumulasi selama Subhan menjabat sebagai Kepala BPN Sumbawa periode 2020–2023 dan saat menjabat Kepala BPN Lombok Tengah periode 2023–2025.

“Yang jelas nilainya miliaran. Berapa miliar saya kurang hafal,” ujarnya.

Saat disinggung apakah transaksi tersebut berkaitan dengan dugaan penyelewengan di sektor pertanahan, Wahyudi enggan merinci lebih jauh. “Itu sudah masuk materi penyidikan,” tandasnya.

Penelusuran dugaan TPPU itu, lanjutnya, berangkat dari data dan fakta yang ditemukan penyidik ketika mengusut perkara lain yang lebih dulu menyeret Subhan. Perkara tersebut yakni dugaan korupsi pembelian lahan untuk ajang Motocross Grand Prix (MXGP) di kawasan Samota, Kabupaten Sumbawa. Dalam perkara ini, Kejati NTB telah menetapkan Subhan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Juru Bicara Kejati NTB, Muhammad Harun Al Rasyid, Kamis (12/2/2026) menjelaskan, hasil penelusuran PPATK bersama Kejati NTB tidak hanya berujung pada penerbitan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) kasus TPPU.

Penyidik juga menerbitkan Sprindik dugaan gratifikasi yang diduga terjadi selama Subhan menjabat sebagai Kepala BPN Sumbawa pada 2020–2023 dan Kepala BPN Lombok Tengah pada 2023–2025.

Dalam penanganan perkara TPPU dan gratifikasi tersebut, penyidik telah melakukan penggeledahan di rumah milik Subhan di Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Sejumlah dokumen dan barang bukti turut diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Tiga Tersangka Kasus Lahan Samota

Dalam perkara dugaan korupsi pengadaan lahan MXGP Sumbawa, penyidik tidak hanya menetapkan Subhan sebagai tersangka. Dua nama lain turut dijerat, yakni MJ selaku tim penilai dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Pung’s Zulkarnaen dan SZ selaku pemilik KJPP tersebut.

Para tersangka disangkakan Pasal 603 dan/atau Pasal 604 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Ketiganya kini ditahan di Lapas Kelas IIA Kuripan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” PPATK Temukan Transaksi Miliaran Rupiah di Kasus TPPU Mantan Kepala BPN Sumbawa

Selama Ramadan, Volume Sampah di Mataram Dipastikan Naik Jadi 255 Ton per Hari

Mataram (globalfmlombok.com)Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram memastikan volume sampah selama bulan suci Ramadan meningkat menjadi 255 ton per hari. Kenaikan tersebut dipicu bertambahnya aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjamur di berbagai titik kota, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan, selama Ramadan terjadi penambahan sekitar 5 ton sampah per hari dibandingkan hari biasa. Dalam kondisi normal, produksi sampah di Kota Mataram berkisar 250 ton per hari.

“Kalau hitung-hitungan saya, saat bulan puasa ada kelebihan sekitar 5 ton per hari,” ujarnya pekan kemarin.

Menurut Nizar, lonjakan sampah didominasi limbah sisa makanan, kemasan plastik, kertas pembungkus, serta gelas dan botol minuman sekali pakai dari aktivitas PKL dan pusat jajanan takjil. Peningkatan biasanya mulai terlihat sejak pekan pertama Ramadan dan bertahan hingga menjelang Idulfitri.

Untuk mengantisipasi penumpukan, DLH menyiapkan lahan di TPS Bintaro sebagai lokasi penyangga. Langkah ini dilakukan agar beban di TPS Sandubaya tidak berlebihan, sekaligus menjaga distribusi pengangkutan ke tempat pemrosesan akhir tetap terkendali.

Selain itu, pola pengangkutan sampah di sejumlah titik PKL disesuaikan. Petugas melakukan pengangkutan pada malam hari setelah aktivitas jual beli selesai, atau paling lambat pagi hari sebelum aktivitas masyarakat kembali meningkat.

“Pola pengangkutannya sama seperti tahun sebelumnya untuk sampah PKL saat bulan puasa. Kami upayakan tidak ada sampah yang menumpuk sampai siang hari,” jelasnya.

DLH juga mengerahkan armada tambahan dan mengoptimalkan petugas lapangan agar layanan kebersihan tetap berjalan normal. Masyarakat dan pedagang diimbau turut menjaga kebersihan dengan memilah sampah serta tidak membuang sampah sembarangan.

Terkait jatah ritase pembuangan sampah ke TPAR Kebon Kongok, Nizar menyebutkan jumlah angkutan akan kembali normal menjadi empat ritase per hari setelah pembangunan landfill baru rampung. Saat ini progres pembangunan diperkirakan telah mencapai 75 persen.

“Kami targetkan saat Ramadan ini landfill sudah bisa dimanfaatkan sehingga ritase kembali normal,” ujarnya.

Normalisasi ritase dinilai penting untuk mengurangi antrean pembuangan dan mempercepat pengosongan TPS di wilayah kota. Selama pembangunan landfill berlangsung, jatah ritase sempat dibatasi sehingga berdampak pada waktu tunggu armada.

Selain itu, ia menyinggung rencana pembangunan TPS Kebon Talo di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan. Proyek tersebut menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan saat ini masih dalam tahap pengumpulan data serta penyusunan perencanaan teknis. Proses penganggaran ditargetkan berlangsung pada 2026.

Menurut Nizar, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan TPA modern seluas 80 are tersebut mencapai Rp97 miliar untuk fisik pembangunan dan sekitar Rp4 miliar untuk perencanaan.

“Seluruh pengerjaan dilakukan oleh kementerian. Pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan dan operasional TPS setelah selesai dibangun,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Volume Sampah di Mataram Dipastikan Naik Jadi 255 Ton per Hari Selama Ramadan

2.051 Warga Mataram Kembali Diaktifkan sebagai PBI JKN

Mataram (globalfmlombok.com)Kementerian Sosial Republik Indonesia mengaktifkan kembali 2.051 warga Kota Mataram sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN). Proses reaktivasi tersebut dilakukan setelah adanya laporan dan permohonan dari masyarakat yang merasa masih layak menerima bantuan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu Syamsul Adnan menjelaskan, total penerima PBI JKN di Kota Mataram tercatat sebanyak 159.683 jiwa. Namun, setelah dilakukan pendataan ulang, sebanyak 9.856 orang dinonaktifkan sebagai penerima bantuan iuran dari pemerintah pusat.

Menurut Syamsul, salah satu alasan penonaktifan karena yang bersangkutan terdeteksi masuk dalam desil 6 ke atas atau tergolong masyarakat ekonomi menengah ke atas berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Setelah terdeteksi langsung dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial,” terangnya.

Meski demikian, warga yang dinonaktifkan dapat mengajukan keberatan dengan melaporkan kondisi riil mereka. Dari proses tersebut, Kemensos kembali mengaktifkan 2.051 warga sebagai penerima PBI JKN. Salah satu persyaratan reaktivasi adalah warga sedang menjalani perawatan di rumah sakit atau memiliki kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan intensif.

Proses pengaktifan kembali dilakukan melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). “Masyarakat yang sedang mengalami penyakit kronis juga secara otomatis diaktifkan sebagai PBI JKN,” jelasnya.

Ia menambahkan, data penerima bantuan bersifat dinamis dan terus bergerak sesuai usulan masyarakat. Saat ini, warga yang merasa memenuhi kriteria mulai mengajukan permohonan dengan melampirkan berbagai persyaratan administrasi.

Khusus bagi masyarakat yang belum dapat direaktivasi melalui skema PBI JKN pusat, Pemerintah Kota Mataram tetap berupaya memberikan perlindungan kesehatan. Salah satu alternatifnya melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang pembiayaannya ditanggung melalui APBD.

“Iya, nanti dibayarkan melalui APBD,” demikian Syamsul. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 2.051 Warga PBI JKN Kembali Diaktifkan

Antisipasi Virus Nipah, Dikes KLU Imbau Warga Hindari Buah Bekas Gigitan Kelelawar

Tanjung (globalfmlombok.com)Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara mewaspadai potensi ancaman Virus Nipah yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Salah satu sumber penularan yang menjadi perhatian adalah buah yang terkontaminasi bekas gigitan kelelawar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H. Lalu Bahrudin, M.Kes., kepada wartawan, Selasa (17/2/2026), mengungkapkan bahwa kewaspadaan perlu dikedepankan meski hingga kini belum ditemukan kasus di daerah tersebut. Langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah masuk dan menyebarnya virus, baik melalui manusia maupun buah yang terpapar gigitan hewan, khususnya kelelawar buah.

“Salah satu jalur penularan utama berasal dari hewan, terutama kelelawar buah. Kalau melihat buah sudah bekas dimakan kelelawar, sebaiknya langsung dibuang, jangan dikonsumsi,” imbaunya.

Selain menghindari konsumsi buah yang rusak atau berlubang akibat gigitan hewan, masyarakat juga diminta mencuci bersih seluruh buah sebelum dikonsumsi guna meminimalkan risiko paparan virus.

Bahrudin menjelaskan, selain dari kelelawar, penularan Virus Nipah juga dapat terjadi melalui hewan ternak seperti babi dan kambing. Dalam kondisi tertentu, virus ini berpotensi menyebar antarmanusia melalui droplet atau percikan saluran pernapasan.

Menurut dia, dinas telah mengerahkan sumber daya untuk langkah preventif dan deteksi dini. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan serta tenaga medis diinstruksikan memperluas edukasi kepada masyarakat terkait potensi bahaya virus tersebut.

“Tenaga kesehatan kami minta aktif memberi pemahaman dan edukasi. Walaupun belum familiar bagi sebagian warga, Virus Nipah sudah muncul di beberapa negara Asia Tenggara dengan tingkat kematian yang cukup tinggi,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal infeksi. Tanda-tandanya dapat menyerupai penyakit pernapasan umum, seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan sesak napas. Gejala tersebut mirip dengan gejala awal Covid-19. Apabila mengalami keluhan tersebut, warga diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga ditekankan untuk terus dijaga. Penggunaan masker saat mengalami batuk dan pilek dianjurkan. Selain itu, masyarakat pemilik ternak diimbau menggunakan alat pelindung diri saat berinteraksi dengan hewan.

“Kuncinya adalah menjaga kedisiplinan dalam kebersihan dan kewaspadaan konsumsi pangan. Kita berharap virus ini tidak sampai menyerang warga kita,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Antisipasi Virus Nipah, Dikes KLU Imbau Warga Tak Konsumsi Buah Bekas Gigitan Kelelawar

Empat Anak di Loteng Diduga Jadi Korban Dugaan Pencabulan

Praya (globalfmlombok.com) – Seorang pria berinisial D (31), dibekuk aparat Polres Lombok Tengah (Loteng), Minggu (15/2/2026) lalu setelah diduga mencabuli empat orang anak laki-laki warga Kecamatan Batukling Utara, Lombok Tengah (Loteng). Terduga pelaku sendiri kini sudah diamankan di Mapolres Loteng untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

‎Informasi yang diperoleh Suara NTB menyebutkan, terduga pelaku sendiri memiliki usaha jasa pangkas rambut di Desa Aik Bukak. Awalnya terduga pelaku mengajak para korban untuk berolahraga. Usai berolahraga para korban diiming-imingi uang sebesar Rp15 ribu oleh terduga pelaku, sebelum melampiaskan hasrat seksualnya.

“Jadi terduga pelaku mengiming-imingkan para korban uang sebesar Rp15 ribu, sebelum melakukan perbuatan cabul terhadap korban,” ungkap Kapolsek Batukliang Utara Iptu M. Jupri, S.H., dalam keterangannya.

Aksi terduga pelaku terbongkar setelah para korban menceritakan ulah terduga pelaku ke keluarganya. Polisi yang mendapatkan informasi prihal dugaan pencabulan tersebut langsung bergerak cepat untuk mengamankan terduga pelaku untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari hasil pemeriksaan awal terungkap korban ada empat orang yakni MAK, MHS, dan A serta MAA. “Kasus beserta terduga pelaku sekarang sedang ditangani unit PPA Sat Reskrim Polres Loteng,” imbuhnya.

Pihaknya berharap kasus tersebut bisa menjadi pembelajara bersama bagi para orang tua di daerah ini. Supaya bisa meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama saat berada di luar rumah, karena kasus kejahatan seksual bisa menimpa siapapun termasuk anak-anak.

‎“Dalam hal ini peran orang tua serta lingkungan sekitar sangat penting untuk menjaga keselamatan anak-anak. Kami mengajak seluruh masyarakat agar lebih peduli serta bersama-sama mengawasi pergaulan anak-anak saat berada di luar rumah,” tegasnya. (kir)