Beranda blog Halaman 164

Bulog NTB Tancap Gas Kejar Target Serapan Gabah Petani, Sudah Terealisasi 11,4 Ribu Ton  

Mataram (globalfmlombok.com)-

Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tancap gas mengejar target serapan gabah beras guna memperkuat cadangan pangan daerah. Bulog melaporkan progres signifikan menjelang musim panen raya.

​Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengungkapkan bahwa dari target serapan gabah tahun ini sebesar 240.000 ton setara beras, pihaknya telah berhasil merealisasikan sebanyak 11.431 ton hingga pertengahan Februari hari ini.

​”Saat ini persentasenya memang masih di angka 4 persen untuk setara beras karena baru memulai. Namun, kami optimis pada puncak panen raya di bulan Maret dan April mendatang, target 240.000 ton tersebut dapat tercapai,” ujar Regar.

Guna memastikan hasil panen petani terserap maksimal, Bulog NTB menerapkan kebijakan operasional tanpa hari libur. Regar menegaskan bahwa petugas di lapangan terus bekerja selama tujuh hari dalam seminggu untuk melakukan penyerapan gabah beras.

​”Sabtu dan Minggu kami tetap lakukan penyerapan. Harapan kami, pada semester pertama tahun ini, minimal 50 persen dari total target tahunan sudah bisa tercapai,” imbuhnya.

Selain fokus pada serapan hulu, Bulog juga memastikan kesiapan di sisi hilir untuk melayani kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Bulog menyatakan kesiapannya untuk terus menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sesuai dengan ketentuan pemerintah.

​”Kami sampaikan kepada saudara-saudara kita yang akan menjalankan ibadah puasa, Bulog siap menjaga ketersediaan beras SPHP di masyarakat,” tutupnya.

​Langkah masif ini melengkapi jaminan stok beras NTB yang sebelumnya dinyatakan aman hingga satu tahun ke depan dengan total cadangan mencapai 154.000 ton. Dengan kombinasi stok yang melimpah dan serapan gabah petani yang terus digenjot, stabilitas pangan di NTB diharapkan tetap terjaga meski di tengah tingginya permintaan menjelang hari besar keagamaan.(ris/r)

Ada 85 Titik Penukaran Uang di NTB, Siapkan Rp3,3 Triliun Jelang Lebaran

Mataram (globalfmlombok.com) —

Bank Indonesia bersama perbankan membuka 85 titik layanan penukaran uang di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memastikan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H terpenuhi secara merata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario Kartiko Pamungkas mengatakan, sinergi tersebut dilakukan guna menjamin keterjangkauan layanan hingga ke pelosok daerah.

“Layanan penukaran uang akan tersedia di 85 titik jaringan kantor bank pada 27 Februari 2026 dan 12 Maret 2026. Ini bagian dari komitmen kami agar masyarakat dapat memperoleh uang layak edar dengan mudah dan tertib,” ujar Hario.

Selain membuka layanan di kantor perbankan, BI juga menyiapkan layanan kas keliling yang menjangkau wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil), terutama daerah yang jauh dari akses perbankan. Layanan penukaran terpadu turut dipusatkan di halaman parkir Islamic Center NTB pada 9–12 Maret 2026.

Menurut Hario, untuk menjaga pemerataan dan kewajaran distribusi, BI telah menyiapkan paket pecahan dengan jumlah yang diatur agar dapat diakses masyarakat secara adil. Masyarakat yang ingin melakukan penukaran diwajibkan mendaftar secara daring melalui laman pintar.bi.go.id.

Pendaftaran dibagi dalam dua termin, yakni 14–27 Februari 2026 untuk periode pertama dan 2–12 Maret 2026 untuk periode kedua. Skema ini diterapkan guna menghindari antrean panjang serta memastikan layanan berlangsung tertib dan aman.

Di sisi lain, kebutuhan uang rupiah di Provinsi NTB pada Ramadan dan Idulfitri tahun ini diproyeksikan mencapai Rp3,07 triliun, meningkat 27,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,3 triliun.

Hario menegaskan, peningkatan kebutuhan uang sejalan dengan naiknya aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pembayaran gaji dan tunjangan hari raya, pencairan bantuan sosial, serta meningkatnya mobilitas selama musim libur panjang.

Melalui kolaborasi dengan perbankan dan perluasan titik layanan, BI berharap distribusi uang rupiah selama periode Ramadan dan Idulfitri dapat berjalan lancar serta mendukung stabilitas sistem pembayaran di NTB.(ris/r)

BI NTB Luncurkan SERAMBI 1447 H, Permudah Layanan Penukaran Uang Selama Ramadan

Mataram (globalfmlombok.com)-

Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menggelar Kick Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 1447 H, Rabu (19/2/2026). Program ini menjadi langkah strategis memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah cukup, pecahan sesuai, dan layak edar selama momentum Ramadan dan Idulfitri.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Komitmen Bersama Layanan Penukaran dan Pemenuhan Kebutuhan Uang Rupiah Ramadan–Idulfitri 1447 H Tahun 2026. Acara dipimpin Penjabat Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTB Lalu M. Faozal, serta dihadiri Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Hario Kartiko Pamungkas, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan pimpinan perbankan se-NTB.

Mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, SERAMBI menitikberatkan pada tiga aspek utama. Pertama, menjaga ketersediaan rupiah yang cukup dan berkualitas, termasuk distribusi hingga seluruh wilayah NTB. Kedua, memperluas jangkauan layanan penukaran hingga wilayah 3T (terdepan, terluar, terpencil) dan daerah dengan akses perbankan terbatas melalui kolaborasi dengan perbankan. Ketiga, penguatan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keaslian, perawatan, dan penggunaan uang secara bijak.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Hario Kartiko Pamungkas mengatakan, secara nasional kebutuhan uang pada Ramadan dan Idulfitri 2026 diproyeksikan mencapai Rp185,6 triliun, naik 15,1 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp161 triliun.

“Untuk Provinsi NTB, kebutuhan uang diproyeksikan sebesar Rp3,07 triliun atau meningkat 27,48 persen dibandingkan tahun lalu. Kami telah menyiapkan Rp3,3 triliun untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Hario.

Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan uang didorong oleh pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, TNI, Polri, dan pegawai swasta; pencairan bantuan sosial; serta meningkatnya aktivitas ekonomi akibat mobilitas masyarakat dan kunjungan wisatawan selama libur panjang.

Sementara itu, Lalu M. Faozal mengapresiasi kolaborasi BI dengan perbankan di 10 kabupaten/kota se-NTB. Menurutnya, komitmen bersama tersebut menjadi jaminan layanan penukaran uang tahun ini berjalan lebih tertib, aman, dan merata.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan resmi serta menghindari penukaran di tempat ilegal yang berisiko menerima uang palsu atau jumlah tidak sesuai.(ris/r)

 

Satgas Saber Pangan NTB Ungkap Dugaan Kasus Penjualan Barang Tidak Sesuai Label

Mataram (globalfmlombok.com) – Satuan Tugas (Satgas) Saber Keamanan, Mutu, dan Harga Pangan Provinsi NTB Tahun 2026 menunjukkan komitmennya dalam menindak tegas pelanggaran di sektor pangan.

Terbaru, Satgas Saber berhasil mengungkap praktik penjualan beras yang tidak sesuai label dan mutu, serta mengamankan seorang terduga pelaku berinisial INS (29), warga Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (19/02/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai peredaran beras dengan kualitas dan kemasan yang tidak sesuai.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti Satgas Saber dengan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya praktik curang tersebut terbongkar.

Direktur Reskrimsus Polda NTB, FX Endriadi, S.I.K., menjelaskan bahwa terduga diduga melakukan manipulasi beras bersubsidi.

“Modus operandi terduga yakni membeli beras SPHP produksi Perum Bulog, kemudian memindahkan isinya ke dalam karung putih polos ukuran 50 kilogram dan menjualnya sebagai beras medium di kios-kios pasar serta langsung ke konsumen di wilayah Lombok Barat dan Lombok Tengah,” jelasnya, Kamis (19/02/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 140 karung beras ukuran 50 kilogram, 1.400 lembar bekas kemasan beras SPHP Bulog ukuran 5 kilogram, satu unit mesin jahit beserta gulungan benang, 98 lembar karung putih polos, satu unit timbangan, serta 1.650 kemasan beras SPHP ukuran 5 kilogram.

Atas perbuatannya, terduga INS dijerat Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 159 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara serta denda hingga Rp10 miliar.

Polda NTB menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap setiap bentuk pelanggaran di sektor pangan, demi melindungi masyarakat dari praktik curang yang merugikan konsumen serta menjaga stabilitas keamanan dan mutu pangan di wilayah NTB.

Polda NTB berharap kepada masyarakat NTB khusunya agar segera melaporkan jika menemukan pelanggaran pangan mulai dari harga di atas HET, HAP, HPP, Kemasan leber tidak sesuai, menjual produk rusak, kedaluwarsa dan lainnya.

“Kami siagakan personel di Posko Satgas Saber Pangan 2026 di Direktorat Reskrimsus Polda NTB. Kami siap menerima dan menindaklanjuti setiap aduan terkait Pangan yang disampaikan masyarakat, “tutupnya. (r)

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (29)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Program sinkronisasi program prioritas nasional dengan program prioritas provinsi NTB tahun anggaran 2026 antara lain program penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian, program penyediaan dan pengembangan sarana pertanian, program penyuluhan pertanian, program usaha perizinan pertanian dan lain sebagainya.

Bale Penghulu Adat Bayan Terbakar, Warga dan Aparat Bahu Membahu Padamkan Api

Tanjung (globalfmlombok.com) – Bale Beleq Adat yang berada di area Kampu Timuk Orong, Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), terbakar pada Kamis (19/2/2026) siang. Fasilitas yang dihuni Penghulu Adat Timuk Orong tersebut hangus dan hanya menyisakan puing-puing kayu dari struktur bangunan.

Kapolres Lombok Utara, Agus Purwanta, melalui Kapolsek Bayan, IPTU I Wayan Ciptanaya, mengungkapkan kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Selain bale adat, satu unit rumah warga yang berdekatan dengan lokasi kejadian juga ikut terbakar.

“Bale Beleq Timuk Orong merupakan salah satu bangunan adat bersejarah yang berada di kawasan budaya Desa Bayan,” ungkap Ciptanaya.

Saat kebakaran terjadi, R. Kertamono (68), selaku Penghulu Adat Timuk Orong, tengah berada di area berugak kampu. Ia melihat kobaran api muncul dari bagian atap bale dan segera memberi tahu warga sekitar.

Sebagaimana diketahui, bale adat yang dihuni tetua adat di desa-desa Kecamatan Bayan umumnya berada di area kampu (kompleks) adat. Struktur bangunan terbuat dari kayu, beratap ilalang, dan berdinding anyaman bambu. Masyarakat adat setempat masih mempertahankan keberadaan bale sebagai entitas dan warisan budaya turun-temurun.

Kapolsek menjelaskan, warga yang berada di lokasi langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran Kecamatan Bayan. Namun tiupan angin yang cukup kencang menyebabkan api cepat membesar dan merembet ke rumah milik Raden Saparwadi (50) di sebelah selatan bale adat.

Sekitar pukul 14.00 Wita, tim Damkar Kecamatan Bayan tiba di lokasi. Meski sempat terkendala akses jalan yang sempit, proses pemadaman terus dilakukan.

Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat, dibantu aparat Polsek Bayan dan Damkar Pos Bayan. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 Wita, atau dua jam setelah pertama kali berkobar.

“Kami bersama warga dan petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan upaya pemadaman dan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus listrik. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta untuk Bale Beleq Timuk Orong beserta isinya, serta sekitar Rp350 juta untuk rumah warga yang terdampak.

“Seluruh rangkaian penanganan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Peristiwa ini sekaligus menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat Bayan bersama aparat dalam menghadapi musibah,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Bale Penghulu Adat Bayan Terbakar, Warga dan Aparat Gotong Royong Padamkan Api ”

Teluk Ekas Ditetapkan sebagai Pusat Riset Rumput Laut Tropis Dunia

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Pusat menetapkan Teluk Ekas, Lombok Timur (Lotim), sebagai lokasi International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) atau Pusat Riset Rumput Laut Tropis Dunia. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ekonomi pesisir dan mendorong hilirisasi sektor kelautan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie menegaskan, penguatan riset rumput laut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat rumput laut dunia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, pembangunan ITSRC di Teluk Ekas menjadi fondasi membangun ekosistem riset bertaraf global sekaligus mendorong transformasi ekonomi pesisir berbasis ilmu pengetahuan.

Indonesia saat ini merupakan produsen rumput laut tropis terbesar di dunia dengan penguasaan sekitar 75 persen pasar global. Nilai ekonomi rumput laut dunia mencapai sekitar 12 miliar dolar AS per tahun dan diproyeksikan terus meningkat.

Namun, posisi tersebut dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan riset dan hilirisasi di dalam negeri. Karena itu, ITSRC dirancang sebagai simpul kolaborasi nasional dan internasional, termasuk kerja sama dengan University of California, Berkeley serta Beijing Genomics Institute (BGI) dari Tiongkok.

BGI berkomitmen mendukung pendanaan sekitar Rp3 miliar untuk dua tahun pertama. Sementara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengalokasikan Rp1,5 miliar pada tahap awal.

Sejumlah fasilitas akan dibangun di kawasan ITSRC, antara lain gedung penelitian, asrama peneliti internasional, apotek, serta sarana pendukung lainnya. Secara ekologis, Teluk Ekas dinilai ideal sebagai living laboratory karena memiliki sistem teluk tropis yang relatif terlindung dengan sirkulasi air yang baik.

Kawasan ini juga potensial untuk pengembangan berbagai jenis rumput laut, seperti Kappaphycus, Caulerpa, Ulva, dan Halymenia.

Menindaklanjuti penetapan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menyambut positif kehadiran ITSRC. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST., MT., menyampaikan apresiasi atas hadirnya pusat riset bertaraf internasional tersebut, yang diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik budidaya rumput laut, khususnya kelangkaan bibit unggul.

“Pemprov NTB sangat mengapresiasi kehadiran laboratorium rumput laut ini. Selama ini salah satu kendala utama petani adalah keterbatasan bibit berkualitas. Dengan adanya ITSRC, kami berharap masalah tersebut bisa teratasi. Ke depan, pusat riset ini juga diharapkan menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan pelatihan bagi masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan pengembangan rumput laut di NTB,” ujarnya.

Ia menambahkan, NTB memiliki potensi besar sebagai sentra budidaya rumput laut nasional. Kolaborasi riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta transfer teknologi dari ITSRC diyakini akan mempercepat peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sebagai bagian dari penguatan riset berbasis potensi daerah, Universitas Mataram turut berperan dalam pengembangan ITSRC Ekas Buana, Lombok Timur. ITSRC akan dikembangkan sebagai pusat riset rumput laut bertaraf internasional melalui kolaborasi dengan peneliti dunia, dilengkapi laboratorium modern hingga dukungan kapal penelitian.

Selain pusat riset rumput laut, Universitas Mataram juga membangun Klinik Spesialis Kedokteran Kelautan untuk memperkuat layanan kesehatan wilayah kepulauan sekaligus mendukung pengembangan pendidikan dokter spesialis. Fasilitas ini diharapkan memperluas akses layanan medis berkualitas bagi masyarakat pesisir, khususnya di Lombok Timur.

Melalui kehadiran ITSRC, Pemprov NTB optimistis Teluk Ekas akan berkembang sebagai pusat inovasi rumput laut tropis dunia sekaligus motor penggerak ekonomi pesisir yang berkelanjutan di NTB. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Teluk Ekas Ditetapkan sebagai Pusat Riset Rumput Laut Dunia ”

TPP, Gaji Ke-13, dan THR ASN Mataram Disiapkan Cair Jelang Lebaran

Mataram (globalfmlombok.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Mataram dipastikan akan menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bulan Maret 2026 bersamaan dengan TPP ke-13. Selain itu, ASN juga akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji bulanan sebelum Idulfitri 1447 Hijriah.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan anggaran untuk pembayaran TPP ke-13, gaji ke-13, serta THR telah mulai dipersiapkan dari sisi administrasi. Langkah tersebut dilakukan agar proses pencairan dapat berjalan tepat waktu.

“Kita sudah siapkan untuk TPP, termasuk TPP ke-13. Nanti kita lihat PMK-nya seperti apa. Kalau PMK-nya mengatur 100 persen, maka 100 persen kita berikan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Namun demikian, pencairan TPP masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan mengatur besaran pembayaran. PMK tersebut akan menjadi dasar hukum pencairan THR dan gaji ke-13 bagi ASN di daerah.

Menurut Alwan, regulasi tersebut diperkirakan terbit pada awal Ramadan. Hal itu dinilai penting karena proses administrasi pencairan anggaran biasanya memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu setelah aturan resmi diterbitkan.

Untuk mempercepat proses, ia mengimbau jajaran keuangan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera menyiapkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan kelengkapan administrasi lainnya sejak dini.

“Harapan kita di awal-awal sudah mulai diproses dulu administrasinya, termasuk kelengkapan untuk pencairan TPP,” jelasnya.

Ia menegaskan, langkah antisipatif tersebut dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pengajuan menjelang cuti bersama Lebaran. Dengan persiapan lebih awal, diharapkan seluruh hak ASN dapat dibayarkan tepat waktu sebelum hari raya.

Di sisi lain, Alwan juga mengingatkan agar tidak terjadi penurunan disiplin dan kinerja ASN selama bulan puasa. Ia berharap momentum Ramadan justru menjadi pemacu peningkatan etos kerja.

“Jangan sampai dengan alasan puasa, disiplin semakin menurun, kinerja semakin menurun. Justru kita harapkan disiplin meningkat dan kinerja juga semakin baik,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” TPP, Gaji Ke-13, dan THR ASN di Mataram Disiapkan Cair Jelang Lebaran ”

Sekda Sidak Hari Pertama Ramadan, Kehadiran ASN Tembus 99 Persen

Mataram (globalfmlombok.com) – Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) aparatur sipil negara (ASN) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Wali Kota Mataram, Kamis (19/2/2026) pagi. Sidak dilakukan untuk memastikan tingkat kehadiran dan pelayanan pegawai pada hari pertama kerja di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 09.00 Wita, sejumlah lorong ruangan dari lantai satu hingga lantai tiga tampak relatif lengang. Aktivitas pegawai belum terlalu ramai pada pagi hari. Namun di beberapa ruangan, pegawai sudah terlihat berada di depan komputer dan mulai mengerjakan tugas.

Meski suasana kantor terkesan lebih tenang, Alwan memastikan tingkat kehadiran pegawai tetap tinggi. Ia menyebutkan, baik ASN maupun non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Mataram hadir sekitar 99 persen pada hari pertama puasa.

“Saya lihat banyak yang aktif dan datang tepat waktu pukul 08.00 pagi. Banyak yang masuk,” ujarnya.

Menurutnya, dari satu persen pegawai yang tidak hadir, sebagian besar karena izin sakit dan cuti. Ia menegaskan tidak ada ASN yang bolos tanpa keterangan pada hari pertama Ramadan.

“Yang tidak masuk tanpa keterangan tidak ada. Ada yang izin sakit karena kurang sehat dan ada juga yang cuti,” jelasnya.

Alwan berharap tingkat kedisiplinan tersebut dapat dipertahankan hingga akhir Ramadan. Ia menekankan agar ibadah puasa tidak dijadikan alasan untuk menurunkan semangat kerja maupun kedisiplinan.

“Harapan kita, ini kan suatu kewajiban. Jangan sampai ibadah ini menjadi alasan untuk menurunkan disiplin,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkot Mataram telah mengingatkan ASN agar tidak bolos pada hari pertama puasa. ASN yang tidak masuk kerja tanpa keterangan terancam pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 2 persen.

Selain itu, Pemkot juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/812/SETDA/II/2026 tentang penetapan jam kerja ASN selama Ramadan 2026. Untuk perangkat daerah dengan lima hari kerja, jam kerja ditetapkan Senin hingga Kamis pukul 08.00–15.45 Wita dan Jumat pukul 08.00–11.30 Wita.

Sementara perangkat daerah dengan enam hari kerja berlaku Senin hingga Kamis pukul 08.00–14.00 Wita, Jumat pukul 08.00–11.00 Wita, dan Sabtu pukul 08.00–13.30 Wita. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Sekda Sidak Hari Pertama Ramadan, Kehadiran ASN Capai 99 Persen ”

Diikuti 1.220 Peserta, Lelang Randis di Lobar Raup Rp1,77 Miliar

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Hasil lelang ratusan kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menembus Rp1,77 miliar atau dua kali lipat dari total nilai limit sebesar Rp882 juta. Tingginya animo masyarakat membuat sejumlah objek lelang melonjak drastis, bahkan ada yang terjual hingga 10 kali lipat dari harga taksiran awal.

Lelang dilaksanakan secara terbuka melalui KPKNL Mataram dengan mekanisme penawaran daring (e-auction). Jumlah peserta yang mengikuti proses lelang tercatat mencapai 1.220 orang, berasal dari Pulau Lombok maupun luar daerah.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menegaskan kebijakan lelang kendaraan dinas ini merupakan langkah strategis untuk mendorong efisiensi anggaran daerah. Menurutnya, kendaraan yang telah berusia tua cenderung membebani APBD karena biaya perawatan yang tinggi.

“Aset-aset ini jika didiamkan hanya akan menjadi besi tua dan membebani APBD melalui biaya perawatan. Hari ini, kita ubah menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kita ingin setiap aset yang kita miliki dikelola secara produktif dan transparan,” ujarnya.

Ia menekankan, pelaksanaan lelang dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Seluruh proses berjalan berbasis sistem tanpa intervensi pihak manapun.

“Siapapun bisa ikut, cukup melalui sistem. Mau dekat dengan Sekda atau tidak, tidak ada pengaruhnya karena yang berproses adalah sistem. Yang menjadi ranah publik akan kita umumkan secara terbuka,” tegasnya.

Lelang dilakukan melalui portal lelang.go.id dengan mekanisme open bidding. Peserta dapat melakukan penawaran berulang dalam batas waktu yang telah ditentukan sehingga harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan harga pasar.

“Alhamdulillah, proses ini sangat menguntungkan bagi pemerintah daerah. Bayangkan, satu kendaraan yang limitnya Rp131 juta bisa terjual Rp246 juta. Ini peningkatannya luar biasa,” ungkapnya.

Bupati juga mengingatkan jajarannya agar pengelolaan aset kendaraan dinas ke depan dilakukan lebih profesional. Kendaraan yang beban operasionalnya tinggi namun masih layak pakai, menurutnya, sebaiknya segera dilelang sebelum kondisinya menurun.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Pelelang Ahli Muda KPKNL Mataram, Doni Ardiansyah, mengapresiasi tata kelola aset Pemkab Lobar. Ia menyebut tingginya partisipasi peserta menjadi bukti kepercayaan publik terhadap sistem lelang yang transparan.

“Proses yang kita lakukan sejak 11 Februari murni berbasis sistem. Tidak ada intervensi. Harga yang terbentuk hari ini adalah harga pasar yang paling optimal,” jelasnya.

Dari total 94 lot objek lelang yang terdiri atas mobil, sepeda motor, kapal, hingga scrap kendaraan, nilai limit sebesar Rp882.497.000 meningkat signifikan menjadi Rp1.776.619.000.

Salah satu objek yang paling diminati adalah sepeda motor Yamaha RX King. Dengan nilai limit Rp3.773.000, kendaraan tersebut laku terjual dengan penawaran tertinggi Rp31.173.000.

Setelah ditetapkan sebagai pemenang, peserta wajib melunasi pembayaran paling lambat lima hari kerja. Apabila tidak melunasi kewajiban, pengesahan sebagai pembeli akan dibatalkan dan uang jaminan disetorkan ke kas negara. Sebaliknya, peserta yang tidak menang akan menerima pengembalian jaminan secara penuh sesuai ketentuan.

KPKNL selanjutnya menerbitkan kuitansi pelunasan dan Kutipan Risalah Lelang sebagai dasar pengambilan barang dan proses administrasi kepemilikan kendaraan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Diikuti 1.220 Orang, Hasil Lelang Randis di Lobar Tembus Rp1,77 Miliar ”