Beranda blog Halaman 162

Lombok Astoria Berusia 10 Tahun,Beri Santunan Ratusan Anak Yatim

Mataram (globalfmlombok.com) –

Lombok Astoria Hotel menggelar acara buka bersama (Bukber) dan menyantuni sekitar 160 anak yatim, pada Selasa (24/2). Agenda sosial ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Lombok Astoria Hotel.

Acara dimulai dengan penayangan kilas balik dan potongan video ucapan selamat HUT dari mitra serta seluruh keluarga besar Lombok Astoria Hotel. Lalu, penyampaian sambutan oleh pihak manajemen hotel, kajian oleh pengurus panti asuhan, dan pemberian santunan berupa uang kepada para anak panti asuhan. Acara dilanjutkan dengan menyantap makanan dan minuman yang telah disiapkan.

General Manager (GM) Lombok Astoria Hotel, Fadjri D. Roesman, mengatakan, tepat pada Selasa (24/2) Lombok Astoria Hotel berusia 10 tahun. Hotel yang berada Jl. Jend. Sudirman No.40, Rembiga, Kec. Selaparang, Kota Mataram, itu sudah menjadi pilihan utama masyarakat sebagai tempat bersantai, menikmati waktu bersama keluarga, atau sekadar berbuka bersama.

Fadjri menjelaskan, karena HUT bertepatan dengan momen Ramadan, pihaknya mengajak anak-anak beserta pengurus panti asuhan di sekitar wilayah Rembiga untuk bukber dan pemberian santunan kepada mereka.

“Sebenarnya acara setiap tahun kita selalu buat, kalau pas memang ulang tahun hotelnya itu bertepatan dengan bulan Ramadan. Jadi kita selalu mengundang dan kita saling berbagi kebahagiaan, memberikan sedikit sumbangan juga kepada panti asuhan. Ini merupakan acara rutin setiap tahunnya,” ujarnya.

Selain pemberian santunan kepada anak yatim, kegiatan bakti sosial juga dilakukan pihak Lombok Astoria Hotel dalam rangka memperingati HUT Ke-10 itu. Beberapa kegiatan sosial yang dilakukan diantaranya, bersih-bersih, Eco Green, pengolahan limbah, pembuatan ternak lele, pengolahan sampah organik, hingga penanaman sawi dengan media hidroponik.

“Jadi kita juga sudah mulai Astoria Lombok ini menuju transformasi sebagai hotel yang Eco Green, peduli dengan lingkungan,” terang Fadjri.

Ia berharap, melalui perayaan HUT Ke-10 ini, Fadjri berharap, Lombok Astoria Hotel selalu memberikan pelayanan terbaik dan menjadi pilihan masyarakat. Terutama di tengah kondisi industri perhotelan yang belum membaik, ia berharap peringatan HUT ke-10 yang disertai kegiatan amal ini dapat memberikan angin segar ke depannya.

“Mudah-mudahan dengan terobosan-terobosan dan strategi marketing yang kita akan terapkan, ini bisa mengembalikan keadaan dari kondisi yang kemarin sulit, bisa jadi lebih baik. Harapan kita seperti itu,” tandasnya. (sib)

Gubernur Iqbal Sidak Pasar Tanjung, Antisipasi Lonjakan Harga Bapok Selama Puasa

Tanjung (globalfmlombok.com)-

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama jakaran OPD terkait berkeliling ke Pasar Tanjung, Kabupaten Lombok utara, Rabu (25/2/2026).

Hal itu dilakukan guna memastikan kondisi harga-harga bahan pokok (bapok) di pasar, serta mengamati perkembangan harga terutama di bulan puasa, hingga mengantisipasi kondisi harga-harga menjelang lebaran Idul Fitri.

“Setelah kita kunjungi, walau cabai relatif di sini masih tinggi, di atas harga HET, tetapi relatif stabil di angka 100 ribu, ada yang 90 ribu,” kata Iqbal..

Sebagai intervensi harga bapok, selain melakukan sidak harga bersama tim Satgas Pangan, Pemprov NTB juga melaksanakan pasar murah di sejumlah titik lokasi di kabupaten kota.

“Yang jelas kita juga bikinkan pasar murah untuk intervensi pasar, barang-barang yang memang dari Bulog, itu ada beras, minyak kemudian ada gula. Kita jual dengan harga standar supaya bisa ikut mempengaruhi pasar,” jelas Gubernur NTB.

Menurutnya, salah satu penyebab fluktuasi harga bapok terutama cabai dikarenakan masalah cuaca yang mengakibatkan permintaan lebih tinggi dibanding produksi.

“Kondisi cuaca juga berpengaruh, Demand-nya lebih tinggi daripada suplay yang jelas ada kelangkaan sehingga harga naik,” ungkap Miq Iqbal.

Sementara itu, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Rinna Syawal, mengatakan perbedaan harga komoditas antarwilayah juga dipengaruhi faktor distribusi.

Menurut Rinna, panjangnya rantai distribusi dapat menyebabkan harga semakin tinggi di tingkat konsumen. Ia mencontohkan distribusi cabai dari Lombok Tengah yang tidak langsung dipasarkan di wilayah setempat.

“Cabai yang diproduksi di Lombok Tengah ternyata tidak langsung ke pasar, tetapi dijual dulu ke Lombok Timur, lalu kembali lagi ke Lombok Tengah. Ini membuat harganya lebih tinggi,” ujar Rinna.

Pemprov NTB menyatakan akan terus memantau pergerakan harga dan memastikan ketersediaan pasokan agar stabilitas bahan pokok tetap terjaga hingga Lebaran.(ris/r)

Sepanjang 2025, BAZNAS NTB Salurkan Manfaat Zakat kepada 38.612 Jiwa

Mataram (globalfmlombok.com)-

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu M. Iqbal Murad mengatakan, capaian pendistribusian dan pendayagunaan zakat tahun 2025 telah sesuai dengan rencana dan kebutuhan masyarakat.

Iqbal Murad di kegiatan NTB Berzakat, Selasa (24/2) kemarin menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, BAZNAS NTB telah menyalurkan manfaat zakat kepada 38.612 jiwa di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Jumlah tersebut mencakup bantuan konsumtif bagi fakir dan miskin sesuai ketentuan delapan asnaf, sekaligus penguatan program pendayagunaan dan pemberdayaan ekonomi. BAZNAS NTB mendorong mustahik untuk bertransformasi menjadi pelaku usaha melalui program ultra mikro dan mikro.

“Hingga saat ini, hampir 400 mustahik telah diberdayakan melalui program ekonomi produktif berbasis zakat,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi dan sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) terus diperkuat, sehingga NTB memperoleh dukungan berbagai program nasional seperti lumbung pangan, Z-Mart, hingga beasiswa bagi mahasiswa.

“Seluruh dana yang dihimpun, tegasnya, dikelola dan disalurkan secara amanah dan penuh tanggung jawab, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat NTB,” tutupnya. (ris/r)

Pemprov NTB Dukung Inovasi Program Pengelolaan Zakat yang Lebih Inklusif

Mataram (globalfmlombok.com)-

Gubernur Nusa Tenggara Barat menghadiri kegiatan NTB Berzakat yang dirangkaikan dengan talk show Gerakan Zakat NTB di Mataram, yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB, Selasa (24/2) kemarin. Acara ini disebut sebagai momentum memperkuat komitmen optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah.

Dalam sambutannya, gubernur menyinggung posisi Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan laporan World Giving Index. Ia menilai capaian itu mencerminkan kuatnya budaya filantropi masyarakat.

“Setiap kegiatan charity di Indonesia hampir selalu dipenuhi antusiasme dan dukungan donasi yang besar. Semangat berbagi ini harus terus kita jaga dan perkuat,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan zakat di NTB, gubernur menyerahkan infak pribadi sebesar Rp 30 juta. Wakil Gubernur NTB juga menyerahkan infak Rp 20 juta. Keduanya berharap kontribusi tersebut dapat menjadi contoh bagi aparatur sipil negara maupun masyarakat luas.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta sejumlah mitra seperti Bank NTB Syariah, DPRD, Jamkrida, dan GNE. Kehadiran berbagai unsur dinilai mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap penguatan peran zakat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTB menyatakan akan terus mendukung inovasi program pengelolaan zakat yang lebih inklusif. Gubernur menilai penyelenggaraan talk show tersebut menjadi ruang terbuka untuk mendekatkan isu zakat kepada publik.

“Zakat tidak boleh menjadi isu eksklusif. Ia harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Jika zakat menjadi budaya bersama, dampaknya akan signifikan bagi pengentasan kemiskinan,” kata dia.

Melalui kegiatan NTB Berzakat ini, pemerintah daerah berharap partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat meningkat, sehingga pengelolaannya semakin optimal dan tepat sasaran.(ris/r)

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (32)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 antara lain di  program pemberdayaan lembaga kemasyarakatan, lembaga adat dan masyarakat hukum adat, program penataan desa  program kerja sama penanaman modal, program pelayanan penanaman modal program pengelolaan sumber daya air (SDA), program penyelenggaraan jalan program penunjang urusan pemerintahan daerah provinsi dan lain sebagainya.

Menu MBG di Salah Satu SD di Mataram Diduga Tak Layak, Ombudsman NTB Turun Investigasi

Mataram (globalfmlombok.com) – Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan NTB kembali menemukan dugaan makanan tidak layak dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram. Kali ini, temuan tersebut terjadi di SDN 2 Cakranegara.

Temuan berawal dari laporan wali murid yang diterima Ombudsman NTB terkait menu MBG pada Senin (23/2/2026). Salah satu menu berupa puding diduga dalam kondisi basi atau tidak layak konsumsi karena berbusa dan berair saat hendak dikonsumsi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Selasa (24/2/2026) Ombudsman mendatangi SDN 2 Cakranegara untuk meminta klarifikasi kepada pihak sekolah.

Kepala SDN 2 Cakranegara, Ahmadiyah, S.Pd., membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengaku mengetahui kondisi puding tidak layak setelah menerima informasi dari wali murid.

“Segera setelah mendapatkan informasi tersebut, kami langsung menyampaikan kepada pihak SPPG. Namun pihak SPPG menyampaikan bahwa saat didistribusikan, menu MBG dalam kondisi baik,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, pihak sekolah telah beberapa kali melayangkan komplain kepada SPPG terkait kualitas menu MBG. Sebelumnya, sempat mencuat dugaan roti kedaluwarsa yang menjadi perhatian publik, serta sejumlah keluhan lain dari wali murid.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan NTB, Dwi Sudarsono, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil permintaan keterangan, pihaknya menemukan dugaan maladministrasi dalam proses pendistribusian.

Menurutnya, pengantaran MBG dilakukan sekitar pukul 08.00 Wita saat siswa masih menjalankan ibadah puasa. Sementara makanan baru akan dikonsumsi saat berbuka puasa. Jeda waktu yang cukup lama tersebut dinilai berpotensi menyebabkan penurunan kualitas atau kerusakan makanan.

Dwi menjelaskan, berdasarkan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M serta Libur Tahun Baru Imlek 2026, selama bulan Ramadan tidak dianjurkan menggunakan menu yang cepat basi, bercita rasa pedas, dan berpotensi menimbulkan keracunan pangan. Puding sendiri diketahui hanya dapat bertahan sekitar lima jam di suhu ruang.

“Tidak semua siswa punya kulkas/pendingin bahkan bisa jadi tidak semua siswa menyampaikan kepada orang tuanya ada MBG yang dibawa pulang sehingga saat dikeluarkan dari tas sekolah sudah rusak,” tambah Dwi.

Dalam surat edaran tersebut juga disebutkan, di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG dapat diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat.

Paket makanan kemasan sehat dimaksud merupakan makanan siap makan yang diproduksi dan dikemas di SPPG dengan tetap menerapkan standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan, termasuk pencantuman masa kedaluwarsa serta perizinan produk seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Namun, dari hasil pantauan Ombudsman, pada menu MBG Senin (23/2/2026) maupun Selasa (24/2/2026), tidak tercantum masa kedaluwarsa maupun perizinan produk seperti PIRT.

“Atas temuan ini, Ombudsman akan mencatatnya sebagai bagian dari pemeriksaan dan meminta klarifikasi dari pihak SPPG serta berkoordinasi dengan Satgas MBG,” tegasnya.

Ombudsman berharap pengelola SPPG lebih serius dan berhati-hati dalam mendistribusikan MBG kepada peserta didik agar tujuan program pemenuhan gizi tercapai tanpa mengorbankan aspek keamanan pangan.

Dwi juga mengimbau masyarakat tidak ragu melaporkan dugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan MBG kepada Ombudsman NTB sebagai langkah korektif untuk meningkatkan kualitas layanan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Menu MBG Salah Satu SD di Mataram Ditemukan Tidak Layak, Ombudsman NTB Lakukan Investigasi 

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres KSB Gelar Tes Urine Mendadak

Taliwang (globalfmlombok.com)Polres Sumbawa Barat melaksanakan tes urine terhadap para anggotanya sebagai langkah memastikan seluruh personel bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan yang digelar pada Senin, 23 Februari 2026 itu bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumbawa Barat (BNNK). Tes menyasar jajaran pejabat utama, para perwira, hingga kapolsek di bawah wilayah hukum Polres Sumbawa Barat.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkanain, mengatakan tes urine tersebut merupakan bentuk nyata komitmen menjaga integritas institusi kepolisian. Ia bahkan memimpin langsung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Dan saya memimpin langsung untuk memberikan keteladanan dan komitmen mengawal integritas institusi kepada semua anggota,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tugas operasional di lapangan, tetapi harus dimulai dari internal kepolisian. Menurutnya, aparat penegak hukum harus memastikan diri bersih sebelum menindak pelanggaran di tengah masyarakat.

“Sebagai aparat penegak hukum, kita adalah garda terdepan dalam memerangi narkoba. Oleh karena itu, kita harus memastikan diri kita bersih terlebih dahulu. Tes urine ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk komitmen moral dan tanggung jawab kita kepada masyarakat,” tandasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi langkah preventif sekaligus pengawasan internal guna menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

Kapolres juga mengajak seluruh personel menjadikan tes urine sebagai momentum introspeksi dan penguatan integritas. “Saya ingin kita semua bekerja dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan komitmen yang kuat. Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polres Sumbawa Barat. Kita harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Pelaksanaan tes urine berlangsung tertib dan lancar dengan pengawasan langsung dari tim BNNK Sumbawa Barat. Seluruh peserta mengikuti prosedur pemeriksaan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat soliditas dan profesionalisme jajaran Polres Sumbawa Barat dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menunjukkan komitmen nyata mendukung program nasional pemberantasan narkoba. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polres KSB Gelar Tes Urine Cegah Penyalahgunaan Narkoba 

Cuaca Ekstrem, Banjir Terjang 12 Desa di Lombok Tengah, 768 Rumah Terendam

Praya (globalfmlombok.com) – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sejak dua hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah kawasan. Hingga Selasa (24/2/2026) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Tengah (BPBD) mencatat banjir terjadi di 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan.

Wilayah terdampak terbanyak berada di Kecamatan Praya Timur dengan delapan desa. Sisanya tersebar di Kecamatan Pujut dan Praya Barat. Desa-desa yang terdampak antara lain Bangket Parak, Bilelando, Landah, Mujur, Bleke, Nandus, Semoyang, Pengembur, Kuta, Tanak Rarang, Setanggor, serta Kidang.

Jumlah sebaran lokasi banjir diperkirakan masih bisa bertambah, mengingat hujan masih turun di beberapa wilayah dan sebagian desa belum menyampaikan laporan kondisi terkini.

“Dari hasil pantauan tim BPBD, banjir terjadi di 12 desa tersebar di tiga kecamatan,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Tengah, H. Ridwan Makruf, kepada Suara NTB, Selasa (24/2/2026) malam.

Ia menyebutkan, total rumah terdampak banjir hingga saat ini mencapai sekitar 768 unit. Angka tersebut menjadi rekor dampak banjir tersendiri di Loteng, mengingat luasnya wilayah yang terdampak dan besarnya jumlah rumah yang terendam.

“Rumah terdampak banjir kali ini lebih banyak dari jumlah rumah terdampak banjir yang kita tangani sejak cuaca ekstrem berlangsung dari rentang waktu mulai tanggal 14 Desember 2025 lalu hingga Januari 2026 kemarin yang berjumlah sekitar 750 rumah,” jelasnya.

Sejauh ini tim BPBD Loteng bersama instansi terkait masih bekerja di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak. Untuk penanganan darurat berupa pemberian bantuan logistik sementara belum bisa dilakukan di beberapa lokasi karena petugas masih fokus pada evakuasi dan penanganan warga.

Di sejumlah titik, genangan banjir masih berlangsung dan hujan belum sepenuhnya reda. Kondisi tersebut menyulitkan petugas dalam melakukan langkah-langkah penanganan darurat.

“Kita berharap hujan bisa segera reda supaya upaya penanganan darurat bisa dilakukan,” imbuhnya.

Terkait kerusakan dan nilai kerugian materiil akibat banjir, Ridwan mengaku belum dapat memperkirakan. Pasalnya, tim BPBD belum melakukan asesmen karena masih memprioritaskan keselamatan dan penanganan warga terdampak.

“Mungkin besok (Rabu hari ini) tim akan mulai melakukan asesmen. Dari sanalah baru bisa kita ketahui berapa nilai kerugian dari banjir yang ada,” ujarnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Cuaca Ekstrem, 12 Desa di Loteng Diterjang Banjir, Rendam 768 Rumah

Pemkot Mataram Perkuat Sistem Peringatan Dini Banjir di Musim Hujan

0

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat strategi peringatan dini di tengah meningkatnya intensitas hujan yang mengguyur Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani, mengatakan pemantauan debit air dilakukan secara berjenjang melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram (BPBD). Informasi ketinggian air di sejumlah pintu air yang mengarah ke Kota Mataram diteruskan secara cepat melalui platform digital.

Untuk koordinasi kondisi cuaca dan potensi kebencanaan, dinas terkait memanfaatkan Grup WhatsApp Siaga Bencana yang beranggotakan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

“Biasanya Dinas PU memperbarui data debit air dan diteruskan ke grup. Di situ ada BPBD, DLH, Disperkim, serta camat dan lurah. Diinformasikan status terkait ketinggian air di pintu air di wilayah hulu,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Ia menambahkan, perhatian khusus diberikan pada perkembangan debit air di tiga sungai yang melintasi Kota Mataram. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keselamatan warga dari potensi banjir dan luapan air yang kerap terjadi saat musim penghujan.

Informasi dari wilayah hulu selanjutnya diproses di Command Center untuk segera dilaporkan kepada pimpinan daerah. Menurut Ramadhani yang akrab disapa Dhani, kecepatan arus informasi menjadi faktor krusial agar pemerintah dapat segera mengambil langkah teknis apabila status ketinggian air mencapai kategori waspada atau siaga.

Sementara itu, untuk penyebarluasan informasi kepada masyarakat, pemerintah masih mengandalkan media sosial resmi serta kanal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menyampaikan prakiraan cuaca dan peringatan dini.

Selain penguatan koordinasi internal, masyarakat juga didorong memanfaatkan layanan darurat Call Center 112. Layanan tersebut terhubung langsung dengan OPD teknis untuk menindaklanjuti laporan warga secara cepat di lapangan.

Kendati demikian, mantan Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram itu mengakui masih terdapat tantangan dalam mempopulerkan kanal pengaduan seperti SP4N-LAPOR! di kalangan masyarakat.

“Itu memang tugas kami untuk terus menyosialisasikan serta melatih operator 112 dan SP4N-LAPOR! agar memahami standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganannya. Karena dalam kebencanaan tidak boleh ada jeda,” tegasnya.

Selain aspek teknis, Pemerintah Kota Mataram juga mewaspadai potensi penyebaran informasi bohong atau hoaks yang kerap muncul di media sosial saat cuaca buruk terjadi.

“Masyarakat kami minta tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi dari kanal resmi pemerintah untuk menghindari kepanikan yang tidak perlu,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemkot Mataram Perkuat Sistem Peringatan Dini Banjir Selama Musim Hujan 

Polisi Tetapkan Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah

Mataram (globalfmlombok.com) – Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dit PPA-PPO) Polda NTB menetapkan seorang petinggi pondok pesantren (Ponpes) di Lombok Tengah sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual.

Kabar penetapan tersangka tersebut dibenarkan pendamping korban, Joko Jumadi, Selasa (24/2/2026). Ia mengaku menerima informasi dari penyidik bahwa petinggi ponpes berinisial MTF telah resmi berstatus tersangka.

Menurut Joko, penetapan MTF tertuang dalam surat penetapan tersangka yang diterimanya dari Dit PPA-PPO Polda NTB.

“Sudah (tersangka). Sudah ada panggilan sebagai tersangka, tapi yang bersangkutan tidak hadir. Alasannya sakit,” ujarnya.

Berdasarkan surat panggilan tersebut, lanjutnya, penyidik menjerat MTF dengan Pasal 6C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

“Tersangka kemarin sempat mencoba meminta perdamaian dengan korban. Di sana lah ada surat penetapan tersangka,” terang Ketua Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram itu.

Sebelumnya, Direktur Dit PPA-PPO Polda NTB, Kombes Pol. Ni Made Pujawati, menegaskan perkara tersebut terus berproses. Penyidik telah mengumpulkan sejumlah alat bukti pada tahap penyidikan, mulai dari pemeriksaan saksi, ahli, hingga olah tempat kejadian perkara.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah santriwati di ponpes tersebut meminta perlindungan hukum kepada Tim BKBH Universitas Mataram untuk melaporkan dugaan peristiwa yang mereka alami ke pihak kepolisian.

Kepada BKBH Unram, para korban mengaku diminta menjalani sumpah “Nyatoq” oleh terduga pelaku. Setelah prosesi tersebut, pimpinan ponpes yang dilaporkan membacakan doa yang diyakini memiliki karomah sebagai bentuk perlindungan. Air yang digunakan dalam prosesi itu disebut telah didoakan dan dipercaya dapat memberikan keselamatan.

Namun, setelah meminum air tersebut, para korban diduga mengalami tindakan pelecehan seksual. Bentuk perbuatan yang dilaporkan beragam, mulai dari perbuatan cabul hingga persetubuhan.

Dalam perkembangannya, turut beredar rekaman yang melibatkan seorang ustazah pengajar di ponpes tersebut. Ustazah yang merupakan alumni ponpes itu diketahui juga pernah mengalami perlakuan serupa. Rekaman tersebut kemudian menjadi perbincangan di lingkungan internal dan dilampirkan sebagai barang bukti dalam laporan ke kepolisian. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Tetapkan Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Loteng