Beranda blog Halaman 159

Pasal KDRT Disorot, Kuasa Hukum Riska Nilai Dakwaan Jaksa Tidak Cermat

Mataram (globalfmlombok.com) – Sidang lanjutan dugaan pembunuhan Brigadir Esco Faska Rely kembali digelar di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Mataram, Selasa (24/2/2026). Agenda persidangan kali ini adalah pembacaan nota keberatan atau eksepsi dari terdakwa Riska melalui kuasa hukumnya.

Kuasa hukum Riska, Rosihan Zulby, membacakan surat perlawanan di hadapan majelis hakim. Dalam nota keberatannya, ia menyoroti sejumlah hal dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum, salah satunya terkait penerapan Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

“Secara hukum, unsur-unsur di pasal tersebut tidak dapat dianggap terpenuhi hanya dengan asumsi terjadinya konflik atau kekerasan semata,” ujarnya di persidangan.

Menurut Rosihan, meskipun penuntut umum berupaya membangun narasi adanya kekerasan fisik dalam rumah tangga antara terdakwa dan korban, unsur yang paling esensial dalam pasal tersebut dinilai tidak pernah diuraikan secara jelas dalam dakwaan.

Ia juga menyoroti hasil autopsi yang menyebutkan korban meninggal dunia akibat pendarahan di otak. Fakta medis tersebut, katanya, justru menimbulkan pertanyaan yang tidak dijelaskan lebih lanjut oleh jaksa dalam konstruksi dakwaan.

Kuasa hukum terdakwa menyimpulkan, unsur pembunuhan berencana tidak pernah diuraikan secara konkret dalam surat dakwaan.

“Tidak terdapat bukti adanya persiapan yang matang, serta tidak terdapat konstruksi niat yang telah dipertimbangkan sebelumnya,” tegasnya.

Selain itu, dakwaan disebut tidak menjelaskan secara rinci siapa melakukan perbuatan apa, dalam kapasitas apa, dan dalam bentuk penyertaan apa. Ia juga menyinggung adanya temuan luka jeratan yang bersifat post mortem, yang menurutnya membuka kemungkinan adanya tindakan terhadap tubuh korban setelah kematian.

Rosihan menilai alat bukti yang diajukan jaksa belum mampu membuktikan kesalahan terdakwa secara sah dan meyakinkan.

“Maka dengan penuh hormat memohon kepada majelis hakim untuk berkenan menerima dan mengabulkan perlawanan terdakwa untuk seluruhnya,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta majelis hakim menyatakan surat dakwaan batal demi hukum atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum mendakwa Brigadir Riska dengan Pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT dan/atau Pasal 459 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Dalam dakwaan disebutkan, permintaan sejumlah uang oleh terdakwa kepada korban diduga menjadi pemicu terjadinya tindak pidana pembunuhan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pasal KDRT Jadi Sorotan, Kuasa Hukum Riska Nilai Dakwaan Jaksa Tidak Cermat 

Diterjang Longsor, Jalan Utama Sekotong–Loteng Putus Total

0

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Taman Baru dengan Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong menuju Lombok Tengah (Loteng) putus total akibat diterjang longsor, Selasa (24/2/2026) pagi. Longsor dipicu derasnya air kiriman dari pegunungan setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari terakhir.

Akibatnya, jalur transportasi utama menuju dan dari sejumlah desa di Kecamatan Sekotong lumpuh. Warga yang hendak menuju Sekotong maupun ke Kota Mataram terpaksa memutar melalui jalur Pelangan dan wilayah Loteng dengan jarak tempuh lebih jauh.

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi mengatakan, hujan yang terjadi beberapa hari terakhir memperparah kondisi titik jalan di Tibu Lisung yang sebelumnya juga pernah terdampak longsor.

“Jalan ini putus akibat hujan tiga hari ini. Kali ini lebih parah karena longsornya bertambah volumenya, sehingga tidak bisa dilalui,” kata Rochidi.

Ia menjelaskan, kondisi jalan benar-benar terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Pengendara roda dua pun diimbau tidak nekat melintas karena sangat membahayakan keselamatan.

Menurutnya, terdapat dua jalur alternatif yang bisa dilalui warga Desa Buwun Mas serta dua desa persiapan, yakni Pengantap dan Belongas. Pertama melalui jalur Pelangan dan Batu Jangkih, Loteng, dengan jarak tempuh cukup jauh. Alternatif lainnya, warga bisa melewati jalur Sepi–Belongas–Mekaki–Pelangan menuju Sekotong. Sedangkan dari Pengantap dapat melalui Batu Jangkih–Kabul menuju wilayah Kuripan.

Rochidi menambahkan, titik jalan yang putus tersebut sebelumnya pernah mengalami longsor. Namun kali ini kerusakan terjadi di dua titik sekaligus dan jauh lebih parah, masing-masing sepanjang 75 meter dan 65 meter.

“Dua tahun terakhir ini yang parah, sampai putus,” imbuhnya.

Jalan yang putus tersebut telah ditinjau langsung Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Barat.

Saat turun ke lokasi, Bupati memerintahkan agar segera dilakukan penanganan darurat dengan pemasangan karung penahan sementara agar jalan bisa dilalui kendaraan.

Selain itu, organisasi perangkat daerah (OPD) diminta segera melakukan kajian teknis untuk penanganan permanen. Mengingat jalur tersebut merupakan akses terdekat bagi warga sejumlah desa di Sekotong.

Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat, Lalu Ratnawi mengatakan, pihaknya telah mendapat instruksi untuk melakukan penanganan tanggap darurat dalam dua hari ke depan agar jalan dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat dengan tonase terbatas.

“Pak Bupati instruksikan untuk penanganannya dua hari ini melalui tanggap darurat dulu, sehingga jalan itu bisa dilalui kendaraan, tetapi tonase sedang saja,” ujarnya.

Untuk penanganan permanen, pihaknya merencanakan pembangunan penguatan tebing menggunakan bronjong, mengingat kondisi tebing yang curam dan dalam. Opsi pengalihan trase jalan dinilai tidak memungkinkan secara teknis karena perbedaan elevasi yang cukup berat.

Dalam penanganan tersebut, Pemkab Lombok Barat juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I untuk dukungan teknis. Saat ini penyusunan Detail Engineering Design (DED) tengah dirampungkan.

Ruas jalan itu rencananya akan dibangun menggunakan konstruksi beton, bukan aspal hotmix, agar lebih kuat dan mengikat. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan permanen di dua titik tersebut mencapai sekitar Rp5 miliar. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Diterjang Longsor, Jalan Utama di Sekotong Menuju Loteng Putus Total 

Hujan Intensitas Tinggi, Empat Kecamatan di KSB Dilanda Banjir

Taliwang (globalfmlombok.com) – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam dua hari terakhir memicu terjadinya banjir di empat kecamatan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah KSB, banjir dilaporkan terjadi di tujuh desa yang tersebar di Kecamatan Brang Ene, Jereweh, Maluk, dan Sekongkang. Di Kecamatan Brang Ene banjir terjadi di Desa Mataiyang. Di Kecamatan Jereweh melanda Desa Belo, Goa, dan Beru. Di Kecamatan Maluk terjadi di Desa Benete. Sedangkan di Kecamatan Sekongkang melanda Desa Sekongkang Atas dan Desa Tongo.

“Laporan yang masuk ke kami sampai selesai rapat koordinasi barusan, banjir terjadi di tujuh desa pada empat kecamatan,” terang Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdullah, saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Abdullah mengatakan, sebagian wilayah yang terdampak kini mulai terkendali. Di Desa Benete, Sekongkang Atas, dan Tongo, air dilaporkan sudah surut karena banjir terjadi pada pagi hari.

Sementara di Kecamatan Jereweh dan Brang Ene, banjir akibat luapan sungai dengan debit tinggi masih menggenangi permukiman warga. “Laporannya air masih menggenangi rumah warga, tapi kondisinya sudah terkendali,” ujarnya.

BPBD bersama aparat TNI/Polri dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah turun melakukan penanganan sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Di Desa Tongo dan Sekongkang, tim melakukan inventarisasi dampak serta menyalurkan bantuan makanan siap konsumsi.

“Alhamdulillah tidak ada laporan korban jiwa sejauh ini. Soal kerugian kami masih lakukan pendataan,” katanya.

Informasi yang dihimpun, banjir di Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang sempat menyebabkan akses jalan terputus. Air sungai yang meluap membawa material batu dan pasir hingga menutup badan jalan, sehingga sulit dilalui kendaraan.

Selain empat kecamatan yang telah terdampak, Kecamatan Brang Rea dan Taliwang juga terancam banjir. Di Kecamatan Taliwang, yang menjadi titik pertemuan muara Sungai Brang Rea dan Brang Ene, debit air terpantau terus meningkat.

Abdullah menyebutkan, ketinggian air sungai di Taliwang masih berada pada level siaga. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat hujan masih turun merata di seluruh wilayah KSB.

“Hujan ini merata sejak kemarin. Mau di hulu ataupun di hilir semua hujan dengan intensitas yang sama,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi debit air Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk yang berada di hulu Sungai Brang Rea dan Brang Ene. Berdasarkan pembaruan Balai Wilayah Sungai (BWS), ketinggian air kedua bendungan tersebut masih dalam kondisi aman.

“Update BWS terbaru, ketinggian air kedua bendungan masih aman. Tapi dengan kondisi hujan yang masih terus turun seperti sekarang, potensi kenaikan ketinggian air bendungan tetap ada,” imbuhnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Hujan Intensitas Tinggi, Empat Kecamatan di KSB Dilanda Banjir 

Jambret Turis China di Mandalika, Polisi Buru Pelaku

0

Praya (globalfmlombok.com) – Aparat Polres Lombok Tengah saat ini tengah memburu pelaku dugaan jambret dengan korban wisatawan mancanegara asal China yang terjadi di kawasan The Mandalika, Kuta, Sabtu (21/2/2026) malam.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan untuk mengidentifikasi terduga pelaku. Polisi juga berharap dukungan informasi dari masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku jambret tersebut.

Aksi jambret itu berlangsung sekitar pukul 20.30 Wita. Korban bernama Rui Bao, asal Liaoning, Tiongkok, saat itu sedang berjalan seorang diri di salah satu gang di Dusun Kuta I, Desa Kuta, Kecamatan Pujut. Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna merah merampas tas milik korban dan langsung kabur.

Korban sempat meminta bantuan warga sekitar. Namun pelaku lebih dahulu melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan sejumlah dokumen penting, di antaranya paspor, kartu identitas residensi Tiongkok, uang tunai, serta SIM card asal negaranya.

Korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kawasan Mandalika.

“Laporan dari korban sudah diterima dan sudah ditindaklanjuti dengan melakukan olah TKP. Adapun terduga pelaku masih dalam proses penyelidikan,” ujar Kapolsek Kawasan Mandalika Iptu Kadek Angga Nambara, Senin (23/2/2026).

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk segera mengungkap pelaku. Polisi juga akan meningkatkan patroli di kawasan wisata Mandalika guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di destinasi unggulan Lombok Tengah tersebut.

“Kepada masyarakat, terutama wisatawan domestik maupun mancanegara, kami imbau agar lebih waspada saat beraktivitas, khususnya pada malam hari. Hindari berjalan sendirian di tempat sepi serta tidak membawa atau memperlihatkan barang berharga secara mencolok guna menghindari tindak kejahatan,” tandasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Buru Pelaku Jambret terhadap Turis Cina di Kawasan Mandalika 

Pertumbuhan Ekonomi NTB 2025 Merosot, Peringkat 36 dari 38 Provinsi

Mataram (globalfmlombok.com) – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang tahun 2025 hanya mencapai 3,22 persen (year on year). Capaian tersebut menempatkan NTB di posisi 36 dari 38 provinsi atau tiga terbawah secara nasional.

Rendahnya pertumbuhan ini menjadi sorotan, mengingat NTB selama ini dikenal sebagai lumbung pangan nasional dan memiliki salah satu perusahaan tambang besar, yakni PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lima provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah pada 2025 adalah Papua Tengah yang mengalami kontraksi hingga -21,80 persen, Aceh 2,97 persen, NTB 3,22 persen, Sumatera Barat 3,37 persen, dan Papua Selatan 3,39 persen.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah NTB, Lalu Mohammad Faozal, mengaku belum mengetahui secara rinci penyebab merosotnya posisi NTB dalam daftar pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, pemerintah daerah akan segera melakukan identifikasi faktor penyebabnya.

“Ini tahun pertama. Iya nanti kita lihat apa penyebabnya. Kita akan identifikasi penyebab,” katanya.

Terpisah, Kepala BPS NTB, Wahyudin, menjelaskan pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi NTB menembus 7 persen. Sementara dalam RPJMD, NTB menargetkan kisaran 6–6,5 persen. Namun realisasinya hanya 3,22 persen.

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi kontraksi ekonomi pada triwulan pertama dan kedua 2025. Pada Maret 2025, BPS mencatat NTB mengalami kontraksi terdalam hingga -1,43 persen. Kemudian pada triwulan kedua kembali terkontraksi 0,28 persen.

“Jadi dari satu ke dua itu kita minus gitu pertumbuhan ekonomi kita. Kenapa dia minus? Karena memang secara PDRB kita kan nomor dua itu dari tambang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, struktur ekonomi NTB sangat dipengaruhi sektor pertanian dan pertambangan. Dengan belum optimalnya operasional smelter AMNT serta adanya larangan ekspor konsentrat, sektor tambang mengalami tekanan pada awal tahun.

“Smelter kan belum mampu mengoptimalkan semaksimal mungkin. Hanya 30–35 persen,” katanya.

Meski demikian, Wahyudin menyebut apabila sektor pertambangan dikeluarkan dari perhitungan, pertumbuhan ekonomi NTB justru mencapai sekitar 8 persen. Ia pun optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 akan lebih tinggi seiring mulai pulihnya ekspor.

“Kalau tahun lalu tidak ada ekspor, sekarang ada ekspor, otomatis secara year on year akan terlihat meningkat,” ungkapnya.

Tahun 2024 Tumbuh 5,3 Persen

Pada 2024 lalu, pertumbuhan ekonomi NTB tercatat mencapai 5,3 persen. Perekonomian NTB berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan IV-2024 mencapai Rp44,84 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp26,73 triliun.

Secara triwulanan (q-to-q), ekonomi NTB pada Triwulan IV-2024 mengalami kontraksi 4,97 persen. Secara tahunan (y-on-y) juga terkontraksi 0,50 persen. Namun secara kumulatif sepanjang 2024 (c-to-c), ekonomi NTB tetap tumbuh 5,30 persen.

Dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi terdalam sebesar 16,84 persen (y-on-y). Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa terkontraksi hingga 41,43 persen.

Sementara secara kumulatif 2024, pertumbuhan terbesar dari sisi produksi terjadi pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 11,66 persen (c-to-c). Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 11,26 persen. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pertumbuhan Ekonomi NTB Tahun 2025 Merosot, Posisi 36 dari 38 Provinsi

Sidak di Pasar Renteng, Bulog NTB Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali Selama Ramadan

Praya (globalfmlombok.com) –

Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan stok pangan strategis dalam kondisi aman dan harga tetap terkendali selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bulan suci Ramadan 1447 H/2026. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, usai inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Renteng, Lombok Tengah, Selasa (24/02/2026).

Sidak dilakukan bersama Badan Pangan Nasional, Tim Satgas Pangan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda NTB, serta Dinas Perdagangan Lombok Tengah guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok pada momen hari besar keagamaan.

Mara Kamin Siregar menegaskan, secara umum kondisi stok pangan di NTB dalam posisi sangat aman.

“Alhamdulillah, stok kita cukup aman. Bahkan cukup untuk satu tahun ke depan. Beras kita saat ini kurang lebih 156 ribu ton sampai hari ini,” ujarnya.

Selain beras, Bulog NTB juga memastikan ketersediaan minyak goreng tetap terjaga. Pasokan minyak terus didatangkan, termasuk dari Surabaya, untuk memperkuat cadangan di daerah.

“Untuk minyak juga alhamdulillah masih aman. Kami terus mengisi stok dari Surabaya. Jadi harga tidak ada yang tinggi, baik beras maupun minyak masih dalam kondisi normal,” jelasnya.

Stok Melimpah, SPHP Tetap di Harga Rp12.500

Regar menambahkan, Bulog tetap menjaga stabilitas harga beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Untuk wilayah NTB, harga beras SPHP dipatok Rp12.500 per kilogram.

“Intinya kita di Rp12.500 untuk beras medium SPHP,” tegasnya.

Bulog juga terus melakukan pengadaan beras di seluruh kabupaten/kota di NTB, terutama di daerah yang sudah memasuki masa panen. Meski panen tahun ini disebut tidak terjadi secara serentak, pengadaan tetap berjalan guna memperkuat cadangan pemerintah.

“Kami masih melakukan pengadaan di semua kabupaten/kota. Beberapa titik sudah mulai panen, walaupun memang tidak serentak,” katanya.

Minyak Kita Sesuai HET

Dalam sidak tersebut, Bulog juga memantau harga minyak goreng, khususnya Minyak Kita yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurut Regar, minyak yang disuplai Bulog dijual sesuai ketentuan pemerintah.

“Minyak goreng yang disuplai Bulog harganya sesuai ketentuan. Kalau ada sedikit lebih mahal, biasanya berasal dari distributor lain,” jelasnya.

Saat ini, stok minyak goreng Bulog NTB mencapai sekitar 307 ribu liter dan diperkirakan mencukupi hingga Maret 2026.

Tambahan Kuota Penerima Bantuan

Bulog NTB juga bersiap menyalurkan kembali program bantuan pangan pemerintah pada Maret mendatang. Regar menyebutkan adanya kenaikan pagu penerima dibanding tahun sebelumnya.

“Insya Allah bulan Maret nanti kita akan mulai lagi. Ada kenaikan penerima sekitar 46 persen dibanding tahun lalu. Sekarang kita masih menunggu data penerima manfaatnya,” ungkapnya.

Dengan kondisi stok beras yang mencapai 156 ribu ton dan pengadaan yang terus berjalan, Bulog optimistis kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri bahkan beberapa bulan setelahnya tetap terpenuhi.

“Kami pastikan stok aman sampai satu tahun ke depan. Untuk Ramadan dan Idulfitri tentu sangat cukup,” tegas Regar.

Bulog NTB bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum akan terus berkoordinasi menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan permintaan selama Ramadhan.(r)

 

 

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (31)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 antara lain di  program pemberdayaan UMKM, program pengelolaan sumber daya air (SDA), program pelayanan izin usaha simpan, program pemberdayaan dan perlindungan Koperasi dan lain sebagainya.

Usai Insiden di Teras Udayana, Pengamanan Ramadan di Kota Mataram Diperketat

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram meningkatkan pengawasan guna memastikan situasi keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga selama Ramadan 1447 Hijriah. Langkah tersebut diambil menyusul insiden perang petasan yang melibatkan lima remaja di kawasan Teras Udayana, Kecamatan Selaparang, pekan lalu.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengatakan pihaknya bersama aparat terkait terus melaksanakan patroli rutin untuk meminimalkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti aksi balap liar, perang petasan maupun aktivitas remaja yang meresahkan dan mengganggu warga saat beribadah.

“Hal itu sudah menjadi perhatian kami, sehingga pengawasan dan patroli terus dilakukan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia mengakui, seiring perkembangan zaman, para remaja semakin kreatif dalam mengisi kegiatan selama Ramadan. Namun, kreativitas tersebut kerap tidak diarahkan pada kegiatan yang produktif dan justru berpotensi mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah, sehingga perlu segera ditangani.

Karena itu, wali kota mengajak tokoh masyarakat dan warga untuk aktif melaporkan apabila menemukan indikasi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Selain itu, lanjutnya, peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain selama bulan Ramadan.

“Partisipasi masyarakat dan orang tua sangat penting untuk mendukung terciptanya keamanan di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Sebelumnya, orang nomor satu di Mataram tersebut telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan. Melalui para kepala lingkungan, sosialisasi juga dilakukan dengan mengajak seluruh warga bersama-sama menciptakan suasana yang nyaman dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.

Dalam edaran itu, orang tua diminta menjaga dan mengawasi anak-anak agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mencoreng kesucian Ramadan, seperti perang kembang api, taruhan balap lari, panco, perang sarung, judi domino, bermain bola hingga larut malam, serta aktivitas lain yang meresahkan.

Pemerintah kota juga mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anak sudah berada di rumah sebelum pukul 24.00 Wita.

Sementara itu, Polresta Mataram melalui Satuan Samapta sebelumnya mengamankan lima remaja yang terlibat perang petasan usai salat Subuh di kawasan Teras Udayana, Kota Mataram.

Untuk mengantisipasi aksi serupa yang kerap terjadi selama Ramadan, Satuan Samapta Polresta Mataram rutin menggelar patroli intensif mulai waktu sahur hingga pagi hari di kawasan tersebut.

“Patroli berlangsung mulai waktu sahur hingga pagi hari di kawasan Teras Udayana,” ujarnya.

Patroli dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, khususnya menjelang sahur hingga usai salat Subuh. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Usai Insiden di Teras Udayana, Pengawasan Keamanan Ramadan di Mataram Diperketat 

Terdakwa YG Jadi Saksi Mahkota dalam Sidang Kasus Meninggalnya Brigadir Nurhadi

Mataram (globalfmlombok.com) – Sidang dugaan pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi kembali digelar di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (23/2/2026). Dalam persidangan tersebut, terdakwa YG menerima tawaran majelis hakim untuk menjadi saksi mahkota bagi terdakwa AC.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Lalu Moh Sandi Iramaya, YG memaparkan kronologi peristiwa berdasarkan versinya. Ia mengaku beberapa hari sebelum kejadian sempat menjamu tamu dari Jakarta bersama AC. Menurutnya, tamu tersebut lebih dekat dengan AC.

Dalam pertemuan itu, YG mengaku diminta AC untuk mencarikan wanita pendamping karaoke bagi para tamu. “Ada tujuh ladies tapi lima yang hadir,” ujarnya di persidangan.

YG menyebut dirinya memberikan uang Rp14 juta kepada Nurhadi untuk membayar lima wanita tersebut. Namun, belakangan diketahui ada wanita yang belum menerima bayaran. Korban disebut sempat menyampaikan bahwa sebagian uang tersebut diambil oleh AC.

Hakim Ketua kemudian menanyakan apakah ada perseteruan antara korban dan AC terkait persoalan uang tersebut, mengingat adanya pesan bernada emosi dari AC kepada korban. YG menjawab tidak melihat adanya konflik.

“Dari gerak tubuh dan yang saya lihat waktu itu tidak ada perseteruan,” katanya.

Dalam kesaksiannya, YG juga mengaku membuat surat perjalanan dinas palsu untuk diajukan kepada Kepala Bidang Propam Polda NTB agar dapat pergi ke Gili Trawangan. Dalam surat itu disebutkan rencana pengecekan sebuah vila bersama sejumlah anggota.

Terkait riklona, YG menyebut obat tersebut merupakan milik tersangka M. Namun ia mengakui memberikan uang Rp2 juta kepada M untuk membeli obat tersebut di Bali.

Ia juga membantah keterangan M yang menyebut menerima Rp35 juta secara tunai darinya. YG menegaskan total uang yang diberikan sebesar Rp32 juta dengan rincian Rp2 juta untuk membeli riklona, Rp10 juta di awal, Rp10 juta saat M menginap di hotel dekat bandara, dan Rp10 juta terakhir.

Pada malam kejadian, YG mengaku tidak terlibat dan tidak menyaksikan meninggalnya Nurhadi. Ia membenarkan sempat berada di kamar hotel bersama tersangka M, saksi P, korban, dan AC. Namun, menurutnya, pertemuan itu diinisiasi oleh M.

Setelah itu, YG mengaku pamit tidur. Saat terbangun sekitar pukul 21.00 Wita pada Rabu (16/4/2025), ia hanya mendapati M di kamar. Ia kemudian menghubungi AC yang mengaku sudah berada di kamar Hotel Natya dan tidak mengetahui keberadaan Nurhadi.

“Itu anak buah abang ada di dasar kolam,” ucap M kepada YG, sebagaimana disampaikan di persidangan.

YG menyebut tidak ada nada terkejut atau panik dalam ucapan tersebut. Setelah mengetahui korban berada di dasar kolam, ia mengaku langsung melakukan pertolongan dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan meminta AC menghubungi bantuan.

Beberapa hari setelah kejadian, YG juga menyebut AC beberapa kali memintanya menghubungi Kasat Reskrim Polres Lombok Utara saat itu, AKP Punguan Hutahean, karena memiliki kedekatan sebagai adik tingkat.

Atas seluruh kesaksian tersebut, terdakwa AC hanya membantah soal inisiatif keberangkatan ke Gili Trawangan. YG menyatakan perjalanan itu merupakan kesepakatan bersama untuk berlibur, sedangkan AC menyebut YG yang mengajaknya.

“Saya tetap kepada kesaksian saya yang mulia,” ujar YG menegaskan di hadapan majelis hakim. (mit)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Terdakwa YG Jadi Saksi Mahkota di Sidang Meninggalnya Brigadir Nurhadi 

Apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H, Lalu Muhamad Iqbal Tekankan Pentingnya Keamanan bagi Masyarakat

Mataram (globalfmlombok.com) – Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar Apel Siaga Kamtibmas di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Senin (23/2/2026).

Apel tersebut dihadiri Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Sjasul Arief. Kegiatan dipimpin langsung oleh gubernur dan diikuti unsur Forkopimda Provinsi NTB dan Kota Mataram, serta Pejabat Utama Polda NTB.

Apel siaga ini menjadi simbol kesiapan pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) selama Ramadan. Bulan suci identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, mulai dari sahur, berbuka puasa, hingga pelaksanaan ibadah malam.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid mengatakan, apel tersebut merupakan wujud sinergitas lintas sektor dalam menciptakan suasana aman dan kondusif di wilayah NTB.

“Apel ini adalah wujud sinergitas antara Polri, TNI dan Pemerintah Provinsi NTB dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama bulan Ramadan,” ujarnya usai kegiatan.

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Melalui apel siaga ini diharapkan komitmen bersama untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif selama Ramadan dapat terus terjaga.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya menjaga keamanan selama bulan suci. Ia mengingatkan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di titik-titik rawan dan pusat keramaian.

“Alhamdulillah hingga saat ini situasi kamtibmas di Nusa Tenggara Barat secara umum terpantau kondusif. Namun memang masih terdapat isu penting yang menjadi fokus utama kita, khususnya memasuki bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan adalah bulan ibadah, bulan kedamaian, dan bulan penguatan nilai kebersamaan. Karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat NTB dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk.

Ia menyoroti sejumlah titik rawan seperti pasar, terminal, tempat ibadah, serta lokasi kegiatan masyarakat pada malam hari. Selain itu, potensi gangguan seperti balapan liar, penggunaan petasan berbahaya, peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga potensi konflik sosial harus diantisipasi dengan langkah cepat, tegas, namun tetap humanis.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok agar tidak memberatkan masyarakat selama Ramadan.

Iqbal menegaskan, era saat ini adalah era kolaborasi. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga stabilitas daerah.

Ia menilai peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, serta aparat kelurahan dan desa sangat strategis sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan penjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kehadiran mereka di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga pengayom, mediator sosial, dan penguat kohesi sosial,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo menegaskan apel siaga ini bertujuan memastikan keamanan di tempat ibadah, pusat perbelanjaan, ruang publik, hingga lokasi aktivitas remaja.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar mengisi Ramadan dengan kegiatan positif. “Jangan balap liar, ganti dengan kegiatan keagamaan yang lebih produktif,” ujarnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H, Gubernur Tekankan Pentingnya Keamanan bagi Masyarakat