Beranda blog Halaman 134

Jemaah Naqsyabandiyah Kota Bima Gelar Salat Idulfitri Hari Ini

Kota Bima (globalfmlombok.com) —

Sebagian warga Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal dari jadwal pemerintah, Kamis (19/3/2026), di halaman Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal Amali.

Sejak pagi, Kelompok Tarekat Naqsyabandiyah Kota Bima bersama warga setempat telah mempersiapkan pelaksanaan ibadah. Area salat dibersihkan, saf jamaah ditata, dan panitia melakukan koordinasi guna memastikan kegiatan berjalan lancar.

Salah seorang warga, Mega, menyebut jemaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kelurahan Ntobo. “Bukan cuman warga Ntobo yang ikut, ada juga warga dari kelurahan lain, ada yang dari (Kelurahan) Rontu gitu-gitu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan Idulfitri lebih awal di wilayah tersebut bukan hal baru. Tradisi ini telah berlangsung hampir setiap tahun, seiring adanya perbedaan keyakinan dalam menentukan awal Syawal.

“1 Ramadan-nya memang lebih awal dibanding yang lain, jadi salat Idulfitri nya juga lebih awal dari yang lain,” tuturnya.

Jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai ratusan orang. “ Banyak, kayakknya ratusan yang ikut (salat),” katanya.

Pelaksanaan salat dilakukan berdasarkan perhitungan internal kelompok tersebut, berbeda dengan ketetapan pemerintah. Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung dengan pengawasan aparat serta pengaturan dari panitia.

Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. “Kegiatan berlangsung tertib dengan pengaturan jamaah yang telah disiapkan panitia sebelumnya,” pungkasnya. (hir)

Pelabuhan Lembar-Padangbai Ditutup Sementara Saat Nyepi, Masyarakat Diminta Mudik Lebih Awal

Giri Menang (suarantb.com) – Pelayanan penyeberangan kapal lintas Lembar-Padangbai mulai ditutup sementara Rabu (18/3/2026) malam, karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Pada perayaan Nyepi ini juga diprediksi berbarengan dengan puncak arus mudik Lebaran.

Masyarakat yang akan melintasi Lembar-Padangbai atau sebaliknya diimbau untuk mudik lebih awal sebelum pelabuhan ditutup sementara selama Nyepi berlangsung.

“Untuk Nyepi, lintas penyeberangan Lembar-Padangbai ditutup sementara mulai 18 Maret pukul 21.00 Wita,” ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Syamsurizal saat dikonfirmasi, Selasa (10/03/2026).

Mulai dari pukul 21.00 Wita itu sudah tidak akan ada lagi kapal yang berangkat dari Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Hal ini karena perjalanan penyeberangan membutuhkan waktu beberapa jam. Sehingga langkah antisipasi diperlukan, supaya tidak ada kapal yang tiba di pelabuhan Padangbai saat Nyepi sudah dimulai.

Sedangkan pada 19 Maret 2026, Pelabuhan Padangbai mulai menutup aktivitas operasional pada pukul 04.00 Wita.

Kemudian lintas Lembar-Padangbai akan mulai beroperasi kembali pada 20 Maret 2026, pukul 01.30 Wita. “Pelabuhan Padangbai kembali beroperasi pada tanggal 20 Maret 2026 pada pukul 11.30 Wita,” imbuhnya.

Namun, berdasarkan hasil evaluasi arus mudik yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya memprediksi tidak akan terjadi lonjakan penumpang yang signifikan seperti mudik tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, lonjakan tidak terlalu signifikan. Mungkin ada peningkatan, tapi diperkirakan masih di bawah 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” beber pria berkaca mata ini.

Menurutnya, faktor lain yang turut mempengaruhi pergerakan penumpang pada musim mudik tahun ini adalah kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang juga rencananya akan diberlakukan pemerintah. Dengan begitu dapat memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan tanpa harus terburu-buru dan berdesak-desakan saat puncak arus mudik.

“Kebijakan WFA pada tanggal 16, 17 serta 25 sampai 27 Maret itu cukup berpengaruh. Karena orang punya banyak pilihan waktu untuk mudik, tidak menumpuk di satu tanggal saja,” pungkas Syamsurizal. (her)

Umat Hindu di Mataram Gelar Perang Api Sebelum Nyepi, Tradisi Turun-Temurun yang Terus Berlangsung

Mataram (globalfmlombok.com) – Umat Hindu di Mataram, khususnya di Lingkungan Negara Sakah dan Sweta, Cakranegara, memiliki tradisi unik sekaligus menarik jelang perayaan Nyepi. Tradisi itu adalah Perang Api.

Menjelang matahari terbenam, tepat pada malam pengerupukan sebelum Hari Raya Nyepi, puluhan warga Lingkungan Negara Sakah dan Lingkungan Sweta Cakranegara di Kota Mataram melaksakan tradisi turun-temurun tersebut.

Tepat pada Rabu 18 Maret 2026, sekitar pukul 17.30 Wita, kegiatan saling serang dan memukul lawan dengan menggunakan daun kelapa kering (bobok) yang sudah menyala dengan api dilangsungkan.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Perang Api tahun ini, berlangsung di Simpang Tiga, Negara Sakah, Cakranegara, Mataram. Perang melibatkan para pemuda di dua lingkungan tersebut.

Meski terlihat seperti pertengkaran serius, terdapat aturan tak tertulis yang disepakati antara kedua belah pihak, yakni tidak boleh ada rasa dendam atau niat mencederai.

Lurah Cakranegara Timur, I Gusti Agung Ngurah Oka, mengatakan, Perang Api merupakan rangkaian dari perayaan Hari Raya Nyepi 2026. Perang Api ini dilakukan setelah prosesi Pecaruan di Taman Mayura dan pawai Ogoh-Ogoh.

“Ini tradisi yang memang dari tahun ke tahun yang perlu kita pertahankan. Esensinya adalah membangun ritual yang bersama-sama untuk kebaikan,” ujarnya.

Perang Api Berlangsung Sejak 1838

Meski terkesan berbahaya, tradisi ini diyakini memiliki muatan sejarah dan kesakralan. Oka menyebut, Perang Api sudah berlangsung ratusan tahun lalu, tepatnya sejak 1838.

Perang Api ini dimaksudkan untuk menghilangkan bala atau musibah. Menurut penuturannya, pada masa silam, sebuah musibah yang dinamai “Grobok” atau kematian masal pernah terjadi. Karena itu, Perang Api ini diyakini sebagai cara untuk mengusir bala tersebut.

“Jadi intinya bahwa kami keluarga besar yang ada di Sweta maupun Negara Sakah melaksanakan acara ini dengan tulus ikhlas untuk kebaikan kita bersama,” terangnya.

Setelah melakukan perang api, bobok yang telah digunakan akan dibawa pulang ke rumah dan diletakkan bersama dengan sarana upacara caru.

Oka menegaskan tidak ada perbedaan signifikan terkait tata cara pelaksanaan Perang Api tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja terdapat sedikit perubahan pola, di mana biasanya perang dilakukan dengan saling lempar, beberapa tahun terakhir pola tersebut berubah dengan kontak langsung atau memukul.

“Tapi esensinya sekali yang perlu menjadi pencermatan kita adalah bahwa ini upaya dari kedua lingkungan, kedua masyarakat kita untuk bersama-sama menghilangkan hal-hal negatif terkait dengan kejadian yang di masa lalu itu,” tegas Oka.

Memastikan pelaksanaan berlangsung aman dan tertib, Kelurahan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. Sejumlah personel gabungan Polri dan TNI terlihat ikut serta memantau pelaksanaan Perang Api ini.

“Semua sinergi, termasuk kami-kami yang di tataran paling bawah, Kelurahan, lingkungan, semua bersinergi bersama tokoh masyarakat, agama, dan pemuda tentunya untuk menjalin satu simakrama, silaturahmi yang bagus,” tuturnya.

Ia berharap, tradisi turun-temurun ini dapat terus dipertahankan oleh generasi selanjutnya. Bukan saja sebagai ajang selebrasi tapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi.

“Intinya adalah kita untuk membangun satu komunikasi ‘simakrama’ yang baik. Artinya tidak ada dendam, setelah ini semua akan ‘simakrama kembali,” pungkas Oka. (sib)

WNA Takjub Melihat Parade Ogoh-Ogoh di Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Parade ogoh-ogoh di Mataram Rabu (18/3/2026) tidak hanya memantik takjub warga lokal atau wisatawan domestik saja. Puluhan wisatawan mancanegara atau Warga Negara Asing (WNA) juga kagum dengan tradisi tahunan Umat Hindu tersebut.

Marx, WNA asal Prancis, mengaku takjub dengan pelaksanaan parade ogoh-ogoh di Mataram tahun ini. Kreativitas dan inovasi pada desain ogoh-ogoh tersebut membuat ia berdecak kagum.

“Parade ogoh-ogoh ini sangat bagus, indah, desain ogoh-ogohnya juga sangat bagus,” ujarnya saat diwawancarai Suara NTB, Rabu (18/3/2026).

Bagi Marx dan istrinya, ini kali pertama mereka menyaksikan parade ogoh-ogoh. Ia terbang dari Prancis ke Lombok hanya untuk menonton parade tahunan Umat Hindu tersebut.

“Kita tiba hari ini. Kami datang ke sini hanya untuk menyaksikan parade ogoh-ogoh,” tuturnya.

Mirip dengan Marx, WNA asal London, Inggris, Viktor juga mengungkap kekaguman serupa terhadap perayaan parade ogoh-ogoh di Mataram.

Selain hidup di London, Viktor juga tinggal di Mataram. Sebab, istrinya berasal dari Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Kendati demikian, ia mengaku bahwa ini kali pertama ia menonton parade ogoh-ogoh di Mataram.

Menurutnya, perayaan ogoh-ogoh tahun ini sangat luar biasa. “(Parade) ini menakjubkan sekali, suasananya enak, aku suka banget vibe-nya,” ujar Viktor kepada Suara NTB, Rabu (18/3/2026).

WNA Kagum terhadap Toleransi Umat Beragama di Lombok

Selain mengungkapkan kekagumannya terhadap perayaan pawai ogoh-ogoh, Viktor juga mengapresiasi sikap toleran umat beragama di Mataram, Lombok. Keharmonisan antara Umat Islam, Hindu, dan umat agama lain di Mataram perlu diapresiasi.

“Aku suka di sini. Hindu, warga Muslim semua ikut merayakan,” tutur Viktor.

Sementara itu, sebanyak 105 ogoh-ogoh dari seluruh banjar turut meramaikan parade budaya dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi 2026 Tahun Baru Caka 1948 di Kota Mataram.

Parade ogoh-ogoh merupakan salah satu tradisi penting dalam rangkaian perayaan Nyepi bagi umat Hindu. Pelaksanaan parade ini sehari sebelum umat Hindu melaksanakan ritual Mecaru atau Pecaruan di rumah masing-masing, yang kemudian dilanjutkan dengan menjalani Tapa Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi.

Parade ogoh-ogoh dimulai pada pukul 12.00 Wita dengan titik awal di depan Kantor Lurah Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara. Panitia menargetkan seluruh rangkaian kegiatan dapat selesai sebelum pukul 17.30 Wita.

Di waktu yang hampir bersamaan, umat Islam di Kota Mataram juga akan memulai rangkaian pawai malam takbiran di enam kecamatan. Kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan untuk menyambut Idulfitri.

Pemerintah Kota Mataram berharap seluruh kegiatan yang berlangsung secara bersamaan tersebut dapat berjalan dengan tertib serta menjadi simbol kuatnya toleransi antarumat beragama di daerah tersebut. (sib)

Pemprov NTB Siapkan Salat Idul Fitri di Lapangan Bumi Gora, Open House Digelar Usai Salat

Mataram (globalfmlombok.com)— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menyelenggarakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi  di Lapangan Bumi Gora, halaman Kantor Gubernur NTB, Mataram.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik dalam keterangannya, Rabu 18 Maret 2026 mengatakan, pelaksanaan salat Idul Fitri  dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.30 WITA hingga selesai.

“Adapun penetapan tanggal 1 Syawal akan mengikuti hasil Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia,” ujar Dr. Aka, sapaannya.

Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, Ustadz H. Ahyar Mukhsin, S.Q. akan bertindak sebagai imam, sementara khutbah Idul Fitri akan disampaikan oleh Prof. Dr. TGH. Adi Fadli, M.Ag.

Usai pelaksanaan salat, Gubernur NTB bersama Wakil Gubernur NTB beserta keluarga dijadwalkan menggelar kegiatan open house yang terbuka bagi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov NTB, serta masyarakat umum.

Kegiatan open house akan berlangsung di Pendopo Gubernur NTB di Jalan Pejanggik Nomor 13, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap momentum Idul Fitri dapat menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.(ris)

Komisi X DPR: Silakan Efisiensi, Tapi Anggaran Pendidikan Jangan Dikurangi

Praya (globalfmlombok.com)-

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendukung rencana efisiensi anggaran yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah. Namun, ia menegaskan anggaran pendidikan tidak boleh terdampak kebijakan tersebut.

Hal itu disampaikan Hadrian di sela kunjungan kerja di Lombok Tengah, Selasa (17/3/2026) malam. Menurut dia, langkah penghematan perlu dilakukan pemerintah sebagai respons terhadap kondisi global yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional.

“Melihat situasi global hari ini, Presiden telah mengambil langkah-langkah, salah satunya penghematan BBM. Cadangan kita terbatas dan bisa terganggu akibat ketegangan di Timur Tengah,” kata Hadrian.

Ia menyatakan dukungan terhadap sejumlah opsi efisiensi yang dipertimbangkan pemerintah, seperti penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), penerapan kebijakan work from home (WFH), hingga pemotongan gaji pejabat, termasuk menteri Kabinet Merah Putih.

Meski demikian, anggota DPR RI Dapil NTB II itu menegaskan bahwa anggaran pendidikan tidak boleh dikurangi. Ia mengingatkan bahwa alokasi pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan amanat konstitusi.

“Kami mempersilakan dilakukan efisiensi, tetapi jangan mengurangi dana pendidikan. Itu mandatory spending yang diatur dalam konstitusi,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan rencana efisiensi anggaran dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Menurut dia, langkah efisiensi diperlukan agar defisit APBN tidak semakin melebar akibat tekanan global, terutama dari sektor energi.

Gubernur NTB Lepas Pawai Ogoh-ogoh, Potret Toleransi Antarumat Beragama

Mataram (globalfmlombok.com)–

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melepas ratusan ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kota Mataram, Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 12.00 Wita.

Pawai ogoh-ogoh yang digelar di depan Kantor Lurah Cakra Barat itu berlangsung di tengah bulan Ramadhan. Momentum ini dinilai sebagai wujud nyata penguatan toleransi antarumat beragama di daerah tersebut.

Iqbal mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai masyarakat NTB, khususnya di Kota Mataram, telah menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan beragama serta kemampuan menjaga harmoni sosial.

“Saya merasakan keseriusan dan kesiapan kegiatan ini. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat NTB mampu menjaga toleransi dan kebersamaan dengan sangat baik,” ujar Iqbal.

Menurut dia, kehidupan damai yang terbangun saat ini merupakan hasil dari proses panjang kebersamaan lintas agama dan budaya di NTB. Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi kekuatan daerah yang perlu terus dijaga.

“Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat nasional dan internasional bahwa NTB adalah daerah yang memahami makna toleransi, saling menjaga, dan saling menghormati,” katanya.

Iqbal juga memastikan tidak ada kekhawatiran terkait pelaksanaan malam takbiran yang berdekatan dengan perayaan Nyepi. Ia optimistis masyarakat NTB mampu menjaga situasi tetap kondusif.

Berdasarkan kesepakatan antara Pemerintah Provinsi NTB dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pawai ogoh-ogoh dilaksanakan pada 18 Maret 2026 agar tidak bersinggungan dengan malam takbiran Idul Fitri.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan dibatasi mulai pukul 12.00 hingga 18.00 Wita. Setelah pukul 18.00 Wita, seluruh aktivitas perayaan, termasuk music akan dihentikan, terutama saat azan berkumandang sebagai bentuk penghormatan antarumat beragama.

Ketua panitia kegiatan, Made Krisna Yuda Prasetya, mengatakan pawai ogoh-ogoh tahun ini diikuti oleh 105 peserta.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota, pemerintah provinsi, para pemuda, serta seluruh masyarakat yang terlibat dengan semangat gotong royong,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan ini menjadi wujud kreativitas generasi muda yang memadukan seni budaya dengan nilai-nilai spiritual.

“Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang memperkaya kehidupan bersama. Melalui kegiatan ini, kita memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama,” katanya.(ris)

Kinerja Operasional Bank NTB Syariah Tetap Tumbuh

Mataram (globalfmlombok.com)-

Bank NTB Syariah menyatakan secara operasional kinerja perusahaan sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin mengatakan penurunan laba yang terjadi saat ini terutama disebabkan oleh dampak maintenance M Banking yang membutuhkan ekstra waktu dan pencadangan pembiayaan bermasalah.

Menurutnya, jika dua faktor tersebut tidak dimasukkan dalam perhitungan, laba bank justru mengalami peningkatan.

“Namun jika kedua faktor itu dikeluarkan dari perhitungan, yakni biaya akibat maintenance M Banking yang panjang dan pencadangan pembiayaan bermasalah, maka kinerja laba sebenarnya masih tumbuh dibandingkan tahun 2024,” ungkapnya.

Nazaruddin menjelaskan, pada tahun 2024 Bank NTB Syariah mencatat laba sekitar Rp215 miliar. Jika tidak terbebani dua faktor tersebut, laba tahun ini diperkirakan dapat mencapai hampir Rp250 miliar.

“Artinya secara operasional sebenarnya masih mengalami pertumbuhan,” tuturnya.

Nazaruddin menyebutkan bahwa mayoritas unit kerja Bank NTB Syariah juga menunjukkan peningkatan kinerja.

Dari total 41 unit kerja yang dimiliki Bank NTB Syariah, terdiri atas 13 kantor cabang dan 28 kantor lainnya, sekitar 95 persen tercatat mengalami pertumbuhan secara year-on-year.

“Ini menunjukkan bahwa secara operasional sebenarnya tidak ada masalah besar. Permasalahan utamanya hanya berasal dari dua faktor tersebut,” kata Nazaruddin menambahkan.(ris)

THR Aparatur Pemerintah Pusat di NTB Tembus Rp222,62 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com)

Penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur pemerintah pusat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga 17 Maret 2026 mencapai Rp222,62 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada 58.334 penerima.

Penyaluran THR mencakup aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/Polri, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan melekat, serta tunjangan kinerja (tunkin) bagi ASN dan aparat keamanan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB Ratih Hapsari Kusumawardani mengatakan, dari sisi jumlah penerima, kelompok PNS/TNI/Polri menjadi yang terbesar dengan 29.654 orang. Disusul PPPK sebanyak 6.995 orang, PPNPN sebanyak 1.140 orang, serta penerima komponen THR tunkin sebanyak 20.545 orang.

Secara kewilayahan, penyaluran THR tersebar melalui empat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di NTB. Wilayah kerja KPPN Mataram mencatat penyaluran terbesar, yakni Rp161,74 miliar kepada 40.279 penerima, mencakup wilayah Provinsi NTB, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Utara.

“Sementara itu, KPPN Bima menyalurkan Rp32,99 miliar kepada 10.594 penerima di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu. KPPN Sumbawa Besar menyalurkan Rp14,70 miliar kepada 3.946 penerima di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Adapun KPPN Selong menyalurkan Rp13,18 miliar kepada 3.515 penerima di Kabupaten Lombok Timur,” ujar Ratih dalam siaran persnya, Selasa 17 Maret 2026.

Pemerintah melalui DJPb Provinsi NTB terus mendorong percepatan penyaluran THR agar hak aparatur negara dapat diterima tepat waktu menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Penyaluran THR ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi daerah, khususnya selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).(ris/r)

Jelang Lebaran, Bulog NTB Salurkan Bantuan Pangan di Lombok Utara

Mataram (globalfmlombok.com)-

Perum Bulog kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan pangan (bapang) untuk membantu masyarakat miskin jelang Hari Raya Idulfitri atau Lebaran.

Penyaluran dilakukan di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara pada Rabu (18/3/2026) yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Wilayah Bulog NTB Mara Kamin Siregar, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB Hj.Eva Dewiyani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU Tresnahadi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara.

Bantuan pangan yang disalurkan berupa 20 kg beras dan 4 liter Minyak Kita. Pimwil menjelaskan untuk periode Februari – Maret 2026, penyaluran bantuan pangan diberikan kepada 58.996 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di 5 kecamatan, mulai dari Kecamatan Bayan 14.736 PBP, Kecamatan Gangga 12.337 PBP, Kecamatan Kayangan 12.243 PBP, Kecamatan Pemenang 8.950 PBP, Kecamatan Tanjung 10.730 PBP.

Terdapat penambahan sebesar 20.623 atau 54% penerima bantuan pangan di Kabupaten Lombok Utara jika dibandingkan dengan periode Oktober – November 2025. Regar menjelaskan penerima bertambah karena saat ini pemerintah memberikan Bapang kepada warga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5.

Pimwil menjelaskan bantuan pangan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia, diberikan menjelang Hari Raya Idulfitri agar bisa dimanfaatkan saat hari raya, karena kebutuhan pangan saat hari raya biasanya meningkat.

“Harapan kami dengan penyaluran ini masyarakat penerima bisa terbantu, semoga bisa dimanfaatkan saat Idulfitri,” jelas Regar kepada media, Rabu (18/3/2026).

Selain di Kabupaten Lombok Utara, penyaluran juga dilakukan seluruh Kabupaten/Kota lain di NTB, dengan total penerima mencapai 856.131 PBP, meningkat sebanyak 334.946 PBP atau 64% jika dibandingkan dengan penerima pada periode sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Hj.Eva Dewiyani menjelaskan bantuan pangan yang disalurkan Bulog sangat membantu warga yang menerima. “Karena biasanya jelang lebaran Ibu – Ibu butuh beras, minyak goreng, jadi bantuan pangan ini sangat membantu,” ujar Eva.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi menjelaskan sangat bersyukur dengan bertambahnya penerima bantuan pangan di Kabupaten Lombok. Ia berharap semua bantuan segera tersalurkan sehingga bisa dimanfaatkan oleh penerima.

“Kami sangat bersyukur dengan penambahan tersebut, dan semoga semua bantuan cepat disalurkan karena sangat membantu masyarakat,” kata Tresnahadi.(ris/r)