Beranda blog Halaman 132

Menyelam di Gili Air, Warga Negara Inggris Ditemukan Meninggal Dunia

Tanjung (globalfmlombok.com) – Seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris, Robert Peter Ladd (46), ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Gili Air, Selasa (24/3/2026).

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi melalui Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Selasa siang. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.

“Korban ditemukan pada pukul 13.20 Wita di kedalaman sekitar 12 meter, tidak jauh dari lokasi awal ia menyelam,” ujar Aryadana.

Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban melakukan penyelaman dari pantai (shore dive) seorang diri sekitar pukul 11.00 Wita di perairan Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Kekhawatiran muncul setelah korban tidak kunjung kembali ke permukaan hingga lebih dari satu jam.

Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian akhirnya menemukan korban di kedalaman sekitar 12 meter. Jasad korban kemudian dievakuasi ke daratan untuk mendapatkan penanganan medis.

Di darat, tim medis dari Nusa Medica sempat melakukan upaya resusitasi jantung paru (RJP) sekitar pukul 13.33 Wita. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

“Setelah upaya pertolongan pertama dilakukan secara maksimal, pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia,” kata Aryadana.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menggunakan perahu menuju Dusun Tembobor, Desa Medana, Kecamatan Tanjung. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Pemenang sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Mataram untuk penanganan lebih lanjut.

Aryadana menyebutkan, keberhasilan menemukan korban dalam waktu singkat merupakan hasil sinergi berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Bangsal, Polairud Polda NTB, TNI, komunitas penyelam, serta masyarakat setempat.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan penyelamatan di perairan Gili Air secara resmi dinyatakan ditutup. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Menyelam di Gili Air, WNA Asal Inggris Ditemukan Meninggal Dunia “

Asrama Putra Ponpes Safinatunnajah Lombok Tengah Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Praya (globalfmlombok.com) – Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren Safinatunnajah yang berada di Dusun Kekadusan Perentek, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Senin (23/3/2026). Sebanyak puluhan asrama putra dilaporkan ludes terbakar dalam peristiwa tersebut.

Meski kerugian material diperkirakan cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. “Meskipun kerugian material cukup besar, tapi beruntung tidak terdapat korban jiwa, korban luka, maupun korban hilang dalam kejadian tersebut,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Lombok Tengah, Drs. H. Supardan, dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Lombok Tengah, kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 20 lokal asrama putra. Api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 12.00 Wita.

Disdamkartan Lombok Tengah menerjunkan dua regu pemadam kebakaran untuk menangani peristiwa tersebut. Namun, kondisi bangunan asrama yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar membuat api cepat membesar dan menjalar ke area lain.

Sebelum petugas tiba, warga setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Saat kejadian, asrama dalam kondisi kosong karena para penghuni masih dalam masa libur.

Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kemudian berjibaku memadamkan api hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 13.00 Wita. Setelah memastikan api benar-benar padam dan tidak berpotensi menyala kembali, petugas kembali ke markas.

“Untuk penyebab kebakaran, dugaan sementara karena korsleting listrik,” kata Supardan.

Belajar dari peristiwa tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak aman.

Ia menegaskan pentingnya perhatian terhadap kondisi instalasi listrik di rumah maupun fasilitas umum guna mencegah kejadian serupa. “Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak akan pentingnya mitigasi bencana di lingkungan permukiman maupun fasilitas pendidikan,” tandasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Asrama Putra Ponpes Safinatunnajah Lombok Tengah Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Libur Lebaran, Sirkuit Mandalika Ramai Dikunjungi Wisatawan

Praya (globalfmlombok.com)-

Momentum libur Lebaran dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata ke kawasan Pertamina Mandalika International Circuit atau Sirkuit Mandalika. Meski sebelumnya telah diinformasikan akan ditutup selama dua hari pada 21–22 Maret 2026.

Tingginya antusiasme kunjungan membuat kawasan sirkuit kembali dibuka secara mendadak pada Minggu yang bersamaan dengan hari lebaran ke-2  (22/3/2026).

Tercatat lebih dari 750 pengunjung memadati kawasan Pertamina Mandalika International Circuit pada hari ke-2 Lebaran. Wisatawan memanfaatkan momentum libur panjang untuk menikmati berbagai pengalaman di lintasan, seperti berkeliling melalui program Lampaq menggunakan trailer serta merasakan sensasi berkendara langsung di kawasan sirkuit melalui program track experience.

Panorama khas Mandalika yang memadukan keindahan alam dengan fasilitas berstandar internasional turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Antusiasme tersebut berlanjut pada hari ke-3 libur Lebaran, Senin (23/3), dengan jumlah kunjungan yang kembali meningkat. Sejak pagi hari, kawasan sirkuit kembali dipadati wisatawan dari berbagai daerah yang ingin menikmati suasana lintasan sekaligus mengisi waktu liburan bersama keluarga maupun komunitas.

Pada hari tersebut tercatat sebanyak 850 pengunjung hadir. Selain menikmati pengalaman yang telah tersedia, sebagian pengunjung juga memanfaatkan lintasan untuk berbagai aktivitas rekreasi seperti berkendara menggunakan kendaraan pribadi, merasakan sensasi berkeliling sirkuit melalui layanan taxi ride, hingga olahraga santai. Tren kunjungan yang terus bertumbuh ini semakin memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi unggulan sport tourism selama periode libur Lebaran.

Selama periode libur Lebaran, tiket masuk Lampaq mendapatkan promo khusus dari harga normal Rp75.000 menjadi Rp50.000 per orang yang berlaku hingga 29 Maret 2026. Program ini memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk merasakan langsung atmosfer sirkuit bertaraf internasional.

Rio, wisatawan asal Surabaya yang datang dengan motor lawasnya, mengungkapkan kesannya setelah mencoba berkeliling sirkuit. “Sangat oke, track-nya halus dan sangat cocok untuk kelas internasional. Mantap Mandalika Circuit,” ujarnya.

Kunjungan juga datang dari wisatawan mancanegara. Clara dari Republik Ceko mengaku terkesan dengan keunikan kawasan Mandalika. “I really like it here. It’s interesting to see how nature can be connected with something new,” katanya.

Sementara itu, Saiful yang datang bersama keluarganya dari Bogor menyampaikan kebahagiaannya bisa berkunjung ke sirkuit. “Memang dari dulu ingin sekali liburan ke Sirkuit Mandalika, tapi baru kali ini ada kesempatan. Luar biasa, Indonesia punya sirkuit sebagus ini dengan standar internasional dan pemandangan yang indah,” ungkapnya.

Priandhi Satria, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), selaku perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola Pertamina Mandalika International Circuit oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC),  menyampaikan bahwa tingginya minat kunjungan selama libur Lebaran menunjukkan semakin besarnya ketertarikan masyarakat terhadap kawasan Mandalika sebagai destinasi wisata sport tourism.

“Antusiasme pengunjung menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan berbagai pengalaman yang berkesan di Sirkuit Mandalika. Kami berharap kehadiran wisatawan tidak hanya memberikan manfaat bagi kawasan sirkuit, tetapi juga berdampak positif bagi pertumbuhan pariwisata dan ekonomi masyarakat di sekitar Mandalika,” pungkasnya.(MGPA).(r)

Gubernur Iqbal Silaturahmi dengan Majelis Adat Sasak di Kediaman Lalu Serinata

Mataram (globalfmlombok) —

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan pentingnya filosofi hidup masyarakat Sasak dalam memimpin daerah saat bersilaturahmi dengan Majelis Adat Sasak (MAS), di kediaman mantan Gubernur NTB, Lalu Serinata, di Mataram, Senin (23/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Iqbal menyampaikan filosofi bahwa orang Sasak harus mampu mengayomi semua golongan. “Orang Sasak mengayomi semua orang. Kita besar maka perilaku kita seperti orang besar,” ujar Iqbal.

Ia mengatakan, nilai tersebut menjadi pegangan dalam menjalankan kepemimpinan agar seluruh masyarakat merasa nyaman, tanpa memandang latar belakang.

“Dalam tindakan, saya sebagai orang Sasak ingin menjadi bapak, orangtua, dan rumah bagi semua orang, baik dari Bali, Dompu, Bima, maupun Sumbawa,” katanya.

Iqbal menambahkan, dalam pengambilan kebijakan, masyarakat Sasak dikenal memiliki kemampuan menahan diri dan bersikap bijaksana. Ia mengibaratkan kebijaksanaan itu sedalam Samudera Hindia dan setinggi Gunung Rinjani.

Menurut dia, pendekatan tersebut tercermin dalam kebijakan pembangunan tahun pertama pemerintahannya yang lebih banyak difokuskan di Pulau Sumbawa. Hal itu, kata dia, sebagai pesan bahwa kepemimpinan tidak meminggirkan wilayah lain.

Ia memaparkan sejumlah program pembangunan, antara lain peningkatan infrastruktur jalan untuk membuka akses wilayah terisolasi seperti Batu Rotok, Batu Dulang, dan Lenangguar, serta penguatan konektivitas wilayah utara hingga kawasan Samota dan daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi seperti Dompu.

Di sektor kesehatan, Pemerintah Provinsi NTB meningkatkan status RS Manambai dan RSUD Bima menjadi rumah sakit tipe B.

Sementara itu, dalam upaya penanggulangan kemiskinan, Pemprov NTB menjalankan program Desa Berdaya yang menyasar 106 desa melalui pendataan ulang dan strategi pemberdayaan berbasis kolaborasi. Program ini didukung stimulan dana Rp 500 juta per desa di luar bantuan dari pemerintah pusat dan lembaga internasional.

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah daerah menyiapkan 900 dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memperkuat suplai pangan lokal. Adapun di sektor pariwisata, Pemprov NTB mendorong penambahan konektivitas penerbangan serta pembenahan destinasi wisata.

Dane Gumi Sasak, HL Sajim Sastrawan, menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah awal memperkuat komunikasi antara MAS dan pemerintah daerah dalam mewujudkan NTB Makmur Mendunia.

Menurut dia, MAS masih menunda pemberian rekomendasi pembangunan agar gubernur memiliki pengalaman lebih dalam memimpin.

“Manisnya dicerna, apalagi pahitnya, agar kita bisa sama-sama mendukung penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MAS NTB, Lalu Winengan, berharap kepemimpinan dari kalangan masyarakat Sasak dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB.(r)

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil

GOIÂNIA (globalfmlombok.com)-

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan sejarah dengan meraih podium ketiga pada ajang Moto3 Brasil 2026 di Autódromo Internacional de Goiânia Ayrton Senna, Minggu (22/3/2026). Hasil ini menjadi podium pertama bagi pembalap Indonesia di kelas Moto3.

Veda memulai balapan dari posisi keempat. Jalannya lomba berlangsung dramatis setelah insiden yang melibatkan Scott Ogden memaksa balapan dihentikan dan dilanjutkan dengan restart sepanjang lima lap.

Pada balapan ulang, Veda sempat tercecer di posisi ke-10. Namun, ia mampu bangkit dengan cepat dan memperbaiki posisi secara konsisten hingga masuk ke peringkat keempat saat dua lap tersisa.

Momentum penentuan terjadi di lap terakhir ketika Veda berhasil menyalip Alvaro Carpe dan mengunci posisi ketiga hingga garis finis.

“Hari ini saya menjalani balapan dengan baik. Meski sempat kesulitan menjaga ban belakang sebelum red flag, saya akhirnya bisa finis di tiga besar. Ini pencapaian terbesar saya saat ini,” ujar Veda.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, sponsor, dan keluarganya atas dukungan yang diberikan.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Veda untuk menghadapi seri berikutnya di Amerika Serikat pada 27–29 Maret 2026.

Hasil dari Proses Panjang

Kesuksesan Veda tidak lepas dari proses panjang, termasuk latihan intensif di Pertamina Mandalika International Circuit. Sirkuit tersebut menjadi salah satu pusat pembinaan penting bagi pembalap Indonesia sebelum tampil di level internasional.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Kami bangga atas prestasi yang diraih Veda yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di level dunia. InJourney terus mendorong pembalap Indonesia agar mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Menurut dia, dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan ekosistem motorsport nasional, termasuk pengembangan Sirkuit Mandalika yang telah menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional seperti MotoGP dan World Superbike sejak 2021.

Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menilai prestasi Veda menunjukkan keberhasilan Mandalika sebagai ekosistem sportainment yang mampu melahirkan talenta berdaya saing global.

Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, mengatakan Veda merupakan contoh nyata hasil pembinaan berkelanjutan melalui berbagai ajang nasional, termasuk Pertamina Mandalika Racing Series.

Karier yang Terus Menanjak

Sebelum tampil di Moto3, Veda telah meniti karier sejak ajang Asia Talent Cup. Ia mencatat kemenangan ganda di Mandalika pada 2022 dan menjadi juara pada 2023.

Pada 2024, Veda juga tampil di Asia Road Racing Championship kelas Supersport 600cc dan meraih podium kedua di Mandalika. Kariernya terus menanjak dengan menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup 2025, sebelum akhirnya menembus ajang Moto3.

Serangkaian pengalaman tersebut menjadikan Mandalika sebagai bagian penting dalam perjalanan kariernya menuju level dunia.(ris/r)

BMKG: Cuaca NTB Didominasi Hujan Sedang hingga Lebat Sepekan ke Depan

Mataram (globalfmlombok.com)–

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan cuaca di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam sepekan ke depan, 23 hingga 29 Maret 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas sedang.

Berdasarkan rilis Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada 23–25 Maret 2026. Kondisi ini dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Lombok Timur, Sumbawa, Bima, dan Kota Bima.

Suhu udara di NTB diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat celsius. Sementara itu, angin permukaan umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan maksimum mencapai 30 kilometer per jam.

Memasuki periode 26–29 Maret 2026, kondisi cuaca relatif masih serupa, yakni cerah berawan hingga hujan sedang. Namun, intensitas hujan diperkirakan cenderung lebih ringan, dengan potensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem, terutama hujan yang disertai petir dan angin kencang pada periode awal prakiraan.

Adapun kategori intensitas hujan yang digunakan BMKG meliputi hujan ringan dengan curah 0,1–5,0 mm per jam atau 5–20 mm per hari, hujan sedang 5,0–10,0 mm per jam atau 20–50 mm per hari, serta hujan lebat 10,0–20,0 mm per jam atau 50–100 mm per hari.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan, banjir lokal, maupun gangguan aktivitas harian, khususnya di daerah rawan.

Tradisi Tiyu di Lombok Timur, dari Jejak Sejarah hingga Perayaan Idulfitri

Selong (globalfmlombok.com)–

Tradisi Tiyu atau pawai kuda kembali digelar masyarakat Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, pada momen Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung setiap 1 dan 2 Syawal ini menjadi agenda tahunan yang dinanti warga.

Tiyu merupakan tradisi pawai menggunakan kuda yang dimaknai sebagai bentuk perayaan datangnya bulan Syawal sekaligus simbol kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Meski tidak memiliki catatan sejarah tertulis, tradisi ini diyakini berakar dari peristiwa masa lampau. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, Tiyu berkaitan dengan peperangan antara Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Karangasem.

Dalam kisah tersebut, Kerajaan Selaparang mendapat bantuan pasukan dari Kesultanan Sumbawa dan Gowa yang datang dengan menunggangi kuda. Setelah konflik berakhir, sebagian prajurit menetap di wilayah yang kini menjadi Desa Jantuk.

Kuda-kuda yang sebelumnya digunakan dalam peperangan kemudian dimanfaatkan untuk merayakan kemenangan. Dari situlah tradisi Tiyu diyakini mulai berkembang dan diwariskan secara turun-temurun hingga kini.

Kepala Desa Jantuk, Yudi Hermawan, mengatakan sejarah pasti tradisi tersebut memang belum terdokumentasi secara resmi.

“Cerita yang kami terima dari orang tua terdahulu menyebutkan tradisi ini berkaitan dengan prajurit yang datang membantu peperangan di Lombok Timur dengan menunggangi kuda,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Tiyu saat Idulfitri memiliki makna simbolis sebagai perayaan kemenangan setelah sebulan penuh menahan diri selama Ramadan.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (21/3/2026) sore, ribuan warga memadati rute pawai sepanjang sekitar 500 meter usai salat Asar. Ratusan kuda berbaris lengkap dengan penunggang dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Puncak pawai dijadwalkan berlangsung dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, mengikuti ketentuan yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Pada Idulfitri tahun ini, sebanyak 189 ekor kuda ikut serta dalam pawai. Kuda-kuda tersebut didatangkan dari berbagai daerah di Pulau Lombok, seperti Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

Keterbatasan jumlah kuda di Desa Jantuk membuat peserta harus menyewa dari luar daerah dengan biaya berkisar Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor, tergantung ukuran dan kelincahannya.

Salah seorang peserta, Andi, mengaku telah mempersiapkan diri sejak jauh hari dengan mencari kuda hingga ke luar desa.

“Mau tidak mau harus keluar mencari, karena di sini tidak ada kuda dan kami ingin mendapatkan yang bagus,” katanya.

Menurut Andi, tradisi Tiyu juga menjadi ajang gengsi antar peserta. Postur kuda yang besar dan gagah dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri saat tampil dalam pawai.

Antusiasme masyarakat terhadap tradisi ini juga terlihat dari warga perantauan yang memilih pulang kampung demi ikut meramaikan Tiyu.

“Selama mereka memiliki darah Jantuk, pasti pulang,” ujar Andi.

Dukung Mobilitas Kendaraan Listrik, PLN NTB Siapkan 45 SPKLU Saat Libur Lebaran

Mataram (globalfmlombok.com) –

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik dengan menyiagakan sebanyak 45 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di Pulau Lombok, Sumbawa, dan Bima dalam rangka menyambut libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Sebanyak 31 unit SPKLU berada di Pulau Lombok yang tersebar di berbagai titik strategis seperti Kota Mataram dan wilayah penyangga, sementara 14 unit lainnya tersebar di Pulau Sumbawa dan Bima guna memastikan kemudahan akses bagi pengguna kendaraan listrik di seluruh wilayah NTB. Penyebaran ini mencakup lokasi-lokasi vital seperti pusat kota, destinasi wisata, serta jalur utama mudik.

Dari sisi kapasitas, SPKLU yang disiapkan memiliki variasi daya mulai dari 7 kW hingga 60 kW. Di Pulau Lombok, beberapa SPKLU memiliki kapasitas hingga 60 kW, sementara di Sumbawa dan Bima didominasi kapasitas 22 kW hingga 30 kW. Hal ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pengisian daya yang cepat dan efisien selama periode mobilitas tinggi Idulfitri.

Selain jumlah unit, PLN juga memastikan keandalan operasional dengan menyiagakan personel serta melakukan pemeliharaan berkala terhadap seluruh peralatan SPKLU. Upaya ini dilakukan untuk menjamin seluruh unit dalam kondisi prima dan siap melayani pengguna kendaraan listrik selama periode libur panjang.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa kesiapan SPKLU ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat selama momen Idulfitri. “Kami memastikan seluruh infrastruktur SPKLU dalam kondisi siap operasi untuk mendukung mobilitas masyarakat, khususnya pengguna kendaraan listrik, selama libur Idulfitri. Dengan total 45 unit yang tersebar di NTB, kami optimis kebutuhan pengisian daya dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Sri Heny.

Ia menambahkan bahwa PLN terus berupaya memperluas jaringan SPKLU seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, termasuk di wilayah NTB yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis energi bersih. “Kehadiran SPKLU ini tidak hanya untuk mendukung kelancaran perjalanan saat Idulfitri, tetapi juga sebagai langkah PLN dalam mendorong transisi energi dan pengurangan emisi karbon di sektor transportasi,” tambahnya.

PLN juga mengimbau kepada pengguna kendaraan listrik untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk mengetahui lokasi SPKLU terdekat dengan fitur trip planner di aplikasi PLN Mobile, guna memastikan perjalanan tetap nyaman dan tanpa kendala selama periode libur.

“Dengan kesiapan infrastruktur dan dukungan penuh dari PLN, kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dan liburan Idulfitri dengan lebih aman dan nyaman.” Tutup Sri Heny.(r)

Duka di Tengah Lebaran, Tiga Kecamatan di Bima Diterjang Banjir

Bima (globalfmlombok.com) –

Banjir akibat hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Bima, pada Sabtu (21/3/2026) siang. Bencana hidrometeorologi tersebut berdampak pada permukiman warga, infrastruktur, serta lahan pertanian di Kecamatan Soromandi, Wera, dan Woha.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Ruslan, S.Sos., menyampaikan hujan terjadi mulai pukul 13.50 Wita hingga sekitar pukul 16.00 Wita. Kondisi tersebut memicu meluapnya sejumlah sungai dan drainase di wilayah terdampak.

Di Kecamatan Soromandi, banjir terjadi di Desa Sai sekitar pukul 15.00 Wita. “Air sungai meluap akibat tingginya debit air dari gunung, sehingga merendam permukiman warga, jalan raya, dan lahan pertanian. Selain itu, bronjong penahan sungai di jembatan limpasan mengalami kerusakan,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Kerusakan bronjong tersebut menyebabkan hilangnya struktur pelindung tebing sungai. “Kondisi ini berpotensi memicu longsor susulan, erosi tanah, serta meluapnya air ke permukiman warga di sekitar bantaran sungai,” sebutnya.

Banjir juga berdampak pada akses jalan provinsi lintas Sai-Sampungu. Arus lalu lintas sempat terganggu karena kendaraan tidak dapat melintas akibat derasnya arus air. “Saat ini, air banjir mulai berangsur surut, sementara pendataan terhadap lahan pertanian dan infrastruktur masih berlangsung,” katanya.

Di Kecamatan Wera, banjir terjadi di Desa Bala pada waktu yang hampir bersamaan, sekitar pukul 15.00 Wita. Banjir dipicu oleh meluapnya drainase yang tidak mampu menampung debit air dari gunung.

“Ketinggian air di Desa Bala bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter. Selain disebabkan kapasitas drainase yang terbatas, kondisi diperparah oleh adanya sampah yang menyumbat saluran air,” tuturnya.

Dampak banjir di Desa Bala menyebabkan tiga kepala keluarga atau 11 jiwa terdampak. Satu unit rumah beserta peralatan perbengkelan mengalami kerusakan, sementara dua unit rumah lainnya terendam banjir.

“Selain itu, satu kepala keluarga yang terdiri dari empat jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir tersebut. Ruas jalan di Dusun Bala, RT 001/RW 001, juga tergenang air sehingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas. Tapi saat ini banjir telah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur serta sampah,” urainya.

Sementara itu, di Kecamatan Woha, banjir terjadi di Desa Talabiu sekitar pukul 15.30 Wita. Tingginya debit air sungai menyebabkan kerusakan pada sayap Bendung La Nonu.

BPBD Kabupaten Bima memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir di tiga kecamatan tersebut. Namun, dampak terhadap lahan pertanian dan infrastruktur masih dalam proses pendataan.

“Tim BPBD melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait terdampak dan melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak,” ujarnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor.

BPBD Kabupaten Bima juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di lokasi terdampak. “Kebutuhan tersebut meliputi bantuan tanggap darurat, logistik dan peralatan, serta alat berat berupa excavator untuk menggali sedimen di jembatan limpasan Desa Sai, Kecamatan Soromandi,” tutupnya. (hir)

 

31 Rumah Terbakar di Alas, 129 Jiwa Terdampak Kini Mengungsi di Rumah Keluarga

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com)-

Sebanyak 129 jiwa terdampak kebakaran di Kampung Sawo, Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas pada Minggu (22/3) sekitar pukul 02.00 wita saat ini telah mengungsi dirumah keluarga terdekat. Bantuan logistik pun terus berdatangan untuk membantu meringankan beban keluarga yang terdampak bencana.

“Penyebab kebakaran masih dalam tahap investigasi kepolisian dan saat ini 129 jiwa terdampak mengungsi di rumah keluarga masing-masing,” kata kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat, Minggu (22/3).

Dayat melanjutkan, penanganan awal yang dilakukan saat ini yakni memastikan ketersediaan logistik bagi masyarakat terdampak. Bahkan dari Dinas Sosial (Disos) juga akan mendirikan dapur umum bagi masyarakat setempat agar mereka tidak semakin kesulitan dalam menjalani kehidupan.

“Kita sudah mulai melakukan pendistribusian logistik untuk membantu meringankan beban masyarakat mendirikan dapur umum darurat,” ucapnya.

Sebanyak 31 unit rumah dilalap si jago merah saat api mulai menghanguskan rumah-rumah warga pada Minggu dini hari tersebut.

Bupati Sumbawa Kenang Jasa Danru Pos Damkar Alas Sebagai Pejuang

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, mengenang almarhum M. Solikin, anggota Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) yang meninggal dunia saat menjalankan tugas kemanusiaan sebagai pejuang.

“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan Pemkab Sumbawa,” katanya dengan penuh haru saat melayat kerumah duka di Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Minggu (22/3).

Haji Jarot mengaku, kehadirannya bukan sekadar menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Melainkan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan keberanian almarhum dalam menjalankan tugas mulia menyelamatkan masyarakat.

“Almarhum adalah sosok yang berdedikasi tinggi dan tidak pernah gentar menghadapi risiko di lapangan. Gugurnya M. Solikin saat bertugas menjadi bukti nyata pengorbanan seorang pemadam kebakaran yang menjadikan kemanusiaan sebagai panggilan jiwa,” jelasnya.

Bupati juga menyempatkan diri duduk bersama ayah dan keluarga inti almarhum, memberikan dukungan moril sekaligus memastikan perhatian pemerintah daerah terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Sekretaris Daerah, Budi Prasetiyo, yang turut mendampingi, menegaskan bahwa pemerintah akan mengurus seluruh hak almarhum sebagai abdi negara yang gugur dalam tugas, termasuk proses administrasi dan bentuk penghormatan lainnya.

“Kami pastikan semua hak almarhum dipenuhi. Prosesnya akan segera kami tindak lanjuti,” tegasnya. (Ils)