Beranda blog Halaman 131

Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Gunung Tambora Berstatus Waspada

Dompu (globalfmlombok.com) – Aktivitas vulkanik di puncak kaldera Gunung Tambora masih tergolong tinggi. Status waspada yang ditetapkan sejak 10 Maret 2026 belum dapat diturunkan karena intensitas kegempaan vulkanik yang masih fluktuatif.

Pengamat Pos Pengamatan Gunungapi Tambora di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Rasyidin, mengatakan aktivitas kegempaan vulkanik dalam masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Kegempaan vulkanik dalam yang terekam ada 29 kali kejadian. Kemarin (22/3/2026), ada 21 kali kejadian,” ujarnya saat ditemui, Senin (23/3/2026) malam.

Ia menjelaskan, kegempaan vulkanik dalam tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 2.000 meter di bawah permukaan. Aktivitas ini berkaitan dengan pergerakan magma, meskipun hingga saat ini belum terdeteksi adanya aktivitas vulkanik atas yang signifikan.

“Sejauh ini kita belum terjadi. Kita berharap itu tidak terjadi,” katanya.

Namun demikian, potensi bahaya yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan keluarnya gas karbon dioksida (CO2) dari aktivitas vulkanik. Gas tersebut tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga berbahaya jika terhirup manusia dalam konsentrasi tinggi.

“Ketika terhirup, dalam beberapa saat bisa menyebabkan hilangnya kesadaran bahkan kematian,” jelasnya.

Untuk itu, masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekati area puncak kaldera dengan radius aman minimal 3 kilometer. Kawasan tersebut menjadi titik aktivitas vulkanik utama, termasuk di sekitar Doro Api Toi dan Doro Api Bou.

Rasyidin menambahkan, kaldera Tambora dengan kedalaman sekitar 1.300 meter berfungsi sebagai perisai alami terhadap aktivitas vulkanik di dalamnya. Meski demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan dengan mematuhi seluruh rekomendasi petugas.

“Waspada dan mengikuti imbauan petugas menjadi keharusan,” tegasnya.

Dengan kondisi kegempaan yang masih tinggi, status Gunung Tambora belum memungkinkan untuk diturunkan ke level normal. Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas gunungapi melalui platform resmi Magma Indonesia. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Gunung Tambora Masih Waspada  “

Terdakwa Aris Ajukan Banding atas Kasus Kematian Brigadir Nurhadi

Mataram (globalfmlombok.com) – Terdakwa I Gde Aris Chandra Widianto mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi NTB atas putusan Pengadilan Negeri Mataram dalam kasus meninggalnya Brigadir Nurhadi.

Humas Pengadilan Negeri Mataram, Kelik Trimargo, Selasa (24/3/2026) menyampaikan bahwa dua terdakwa dalam perkara tersebut kompak mengajukan banding.

“Terdakwa Aris lebih dahulu ajukan banding, baru terdakwa Yogi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain kedua terdakwa, jaksa penuntut umum juga mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi NTB.

Dalam perkara ini, Aris bersama terdakwa Yogi yang merupakan atasan korban, divonis bersalah atas dugaan tindak pidana terkait kematian bawahannya tersebut.

Pada sidang putusan, Senin (9/3/2026), majelis hakim menyatakan Yogi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan serta perintangan pengungkapan kejahatan atau penghilangan barang bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Pasal 221 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, Aris dinyatakan terbukti bersalah melakukan penganiayaan berat dan perintangan pengungkapan kejahatan sebagaimana diatur dalam Pasal 468 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Pasal 221 ayat (1) KUHP.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara kepada Yogi dan 8 tahun penjara kepada Aris. Keduanya juga diwajibkan membayar restitusi sebesar Rp385.773.589,5 subsider dua tahun penjara.

Kuasa hukum Aris, I Gusti Lanang Bratasuta, menegaskan akan menempuh upaya hukum maksimal untuk mencari keadilan bagi kliennya.

“Apapun itu upaya sampai titik maksimal akan kami lakukan untuk mencari keadilan yang berdasarkan kebenaran, bukan asumsi,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah keberatan terhadap putusan majelis hakim, salah satunya terkait penerapan pasal penganiayaan berat yang dinilai tidak tepat. Menurutnya, fakta persidangan menunjukkan korban masih dalam kondisi hidup saat terdakwa meninggalkan lokasi kejadian.

Selain itu, pihaknya juga mempersoalkan penerapan Pasal 221 ayat (1) KUHP terkait dugaan perintangan penyidikan. Pernyataan “silent” yang disampaikan terdakwa dinilai tidak dapat diartikan sebagai upaya menghalangi tindakan medis, melainkan sekadar imbauan agar situasi tetap kondusif.

Menurut Bratasuta, seluruh dakwaan penuntut umum terhadap kliennya tidak terbukti secara meyakinkan di persidangan.

“Majelis hakim menyebut putusan ini sebagai keadilan substantif. Nanti masyarakat yang akan menilai apakah benar demikian berdasarkan fakta persidangan,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Terdakwa Aris Ajukan Banding Kasus Meninggalnya Brigadir Nurhadi  “

Arus Balik di Pelabuhan Lembar Meningkat Signifikan

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah pada H+2 di Pelabuhan Lembar mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Lonjakan terlihat pada jumlah penumpang maupun kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, Selasa (24/3/2026) menjelaskan, berdasarkan data produksi angkutan Lebaran 2026 per 23 Maret (H+2), jumlah kapal yang beroperasi mencapai 15 unit, meningkat 15,38 persen dibandingkan tahun 2025 yang hanya 13 unit.

Jumlah perjalanan (trip) juga naik dengan persentase yang sama, dari 13 trip menjadi 15 trip. Sementara itu, penumpang pejalan kaki meningkat tajam sebesar 59,81 persen, dari 637 orang pada 2025 menjadi 1.018 orang pada 2026.

“Penumpang dalam kendaraan juga mengalami kenaikan sebesar 30,59 persen, dari 4.237 orang menjadi 5.533 orang,” ujarnya.

Dari sisi kendaraan, sepeda motor tercatat meningkat 35,19 persen dari 1.492 unit menjadi 2.017 unit. Kendaraan kecil naik 33,17 persen dari 199 unit menjadi 265 unit. Namun, kendaraan bus mengalami penurunan 11,11 persen dari 9 unit menjadi 8 unit, serta truk turun 27,42 persen dari 124 unit menjadi 90 unit.

Handoyo menuturkan, secara umum operasional di pelabuhan berjalan normal dengan dukungan cuaca cerah berawan dan sistem layanan yang optimal. Aktivitas di pelabuhan terpantau ramai namun tetap lancar.

Dari sisi fasilitas, layanan e-tiket berjalan tanpa kendala dengan jaringan internet stabil. Selain itu, tersedia tiga loket cadangan, pasokan listrik yang andal, serta dukungan 29 unit CCTV yang aktif untuk pengawasan.

“Alhamdulillah tidak ada permasalahan di lapangan, seluruh layanan berjalan dengan baik,” katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Padangbai. Aktivitas penyeberangan di pelabuhan tersebut terpantau normal dengan sejumlah indikator mengalami peningkatan.

Jumlah kapal yang beroperasi di Padangbai meningkat menjadi 15 unit dari sebelumnya 13 unit, dengan jumlah trip naik dari 13 menjadi 15 trip. Penumpang dalam kendaraan juga meningkat 32,33 persen dari 2.765 orang menjadi 3.659 orang.

Kendaraan roda dua naik signifikan sebesar 39,50 persen dari 724 unit menjadi 1.010 unit. Kendaraan kecil meningkat 21,08 persen, bus naik 22,22 persen, dan truk bertambah 3,64 persen. Namun, penumpang pejalan kaki mengalami penurunan 18,02 persen dari 516 orang menjadi 423 orang.

Handoyo memastikan seluruh fasilitas pendukung di Padangbai juga dalam kondisi aman dan normal, mulai dari sistem IT, pasokan listrik hingga 26 unit CCTV yang berfungsi optimal.

Dengan kondisi tersebut, ASDP menyatakan kesiapan penuh dalam melayani arus balik Lebaran 2026, sekaligus mengimbau pengguna jasa untuk tetap mematuhi aturan serta menjaga keselamatan selama perjalanan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Arus Balik di Pelabuhan Lembar Meningkat  “

Animo Wisatawan Tinggi, Sirkuit Mandalika Dibuka Lebih Awal

Praya (globalfmlombok.com)Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memutuskan membuka lebih awal Sirkuit Internasional Mandalika menyusul tingginya animo wisatawan pada momen libur Lebaran 2026.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, mengatakan sebelumnya kawasan sirkuit dijadwalkan tutup pada 21–22 Maret 2026. Namun, lonjakan kunjungan membuat pengelola membuka kembali sirkuit lebih cepat, tepatnya pada hari kedua Lebaran.

“Awalnya kami informasikan sirkuit akan ditutup selama dua hari. Namun tingginya antusiasme kunjungan membuat kawasan sirkuit kembali dibuka secara mendadak pada Minggu yang bertepatan dengan Lebaran ke-2,” ujarnya, Selasa (24/4/2026).

Dalam dua hari pasca-Idulfitri, MGPA mencatat hampir 2.000 wisatawan berkunjung ke kawasan The Mandalika. Pengunjung tidak hanya berasal dari wisatawan lokal, tetapi juga domestik dan mancanegara.

Selain menikmati fasilitas yang tersedia, wisatawan memanfaatkan lintasan sirkuit untuk beragam aktivitas rekreasi, mulai dari berkendara dengan kendaraan pribadi, mencoba layanan taxi ride, hingga olahraga santai di area sirkuit.

Tren kunjungan yang terus meningkat tersebut semakin menguatkan posisi Mandalika sebagai salah satu destinasi unggulan sport tourism selama periode libur Lebaran.

Priandhi menambahkan, tingginya minat masyarakat menjadi dorongan bagi MGPA untuk terus menghadirkan pengalaman wisata yang menarik dan berkesan bagi pengunjung.

“Antusiasme pengunjung ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan berbagai pengalaman di Sirkuit Mandalika. Kami berharap kehadiran wisatawan juga berdampak positif bagi pertumbuhan pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan,” katanya.

Selama libur Lebaran, MGPA juga menghadirkan sejumlah program promo, salah satunya program Lampaq dengan potongan harga tiket masuk dari Rp75.000 menjadi Rp50.000 per orang yang berlaku hingga 29 Maret 2026.

Program tersebut memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati langsung atmosfer sirkuit bertaraf internasional tersebut.

“Memang dari dulu ingin sekali liburan ke Sirkuit Mandalika, tapi baru kali ini ada kesempatan. Luar biasa, Indonesia punya sirkuit sebagus ini dengan standar internasional dan pemandangan yang indah,” ujar Saiful, wisatawan asal Bogor, Jawa Barat. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Animo Wisatawan Tinggi, Sirkuit Mandalika Dibuka Lebih Cepat “

30 Persen Terumbu Karang di Sekotong Ditemukan Mati

Mataram (globalfmlombok.com) – Kondisi terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Gita Nada, Sekotong, Lombok Barat, ditemukan memprihatinkan. Sekitar 30 persen area terumbu karang dilaporkan dalam kondisi mati berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesian Blue Foundation (IBF) atau Terumbu Indonesia Biru.

Hasil survei tersebut mengungkapkan empat titik dengan kondisi paling mengkhawatirkan, yakni Gili Genting, Gili Nanggu, Taket Dalem, dan Gili Asahan. Di lokasi tersebut, rata-rata lebih dari 30 persen terumbu karang ditemukan dalam kondisi mati atau berubah menjadi rubble (pecahan karang).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Muslim, meminta pihak yayasan segera mengurus perizinan sebelum melakukan intervensi di kawasan tersebut.

“Khususnya izin pemanfaatan kawasan konservasi kepada pengelola kawasan, dalam hal ini UPT BLUD BPSDKP Wilayah Lombok. Hal ini sangat penting mengingat lokasi yang direncanakan sebagai zona restorasi berada di dalam kawasan konservasi,” ujarnya.

Menurutnya, upaya penanganan perlu segera dilakukan melalui program restorasi dan transplantasi karang guna memulihkan ekosistem sekaligus menjaga keberlanjutan pariwisata bahari di kawasan Sekotong.

Selain itu, IBF juga berkomitmen memberikan bimbingan teknis kepada para pelaku wisata, seperti boatman dan pemandu wisata. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan sekaligus mengedukasi mereka agar dapat mengarahkan pengunjung ke lokasi yang aman tanpa merusak ekosistem terumbu karang.

Muslim menyampaikan apresiasi atas inisiatif IBF dalam mendorong pemulihan ekosistem pesisir. Ia berharap program restorasi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

Tak hanya di Sekotong, kondisi terumbu karang di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air yang dikenal sebagai Gili Tramena juga menjadi perhatian. Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTB melaporkan dugaan kerusakan ekosistem terumbu karang di kawasan tersebut ke Jaksa Agung. Kerusakan diduga dipicu aktivitas yang tidak berkelanjutan serta lemahnya pengawasan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 30 Persen Area Terumbu Karang di Sekotong Ditemukan Mati  “

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (47)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kebijakan sinkronisasi program prioritas nasional dengan program prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 meliputi sejumlah program. Diantaranya program penunjang urusan pemerintahan daerah provinsi, program pengelolaan permuseuman, program pengembangan kebudayaan, program pencegahan, penanggulangan, penyelamatan kebakaran dan penyelamatan non kebakaran dan lain sebagainya.

Gubernur Siapkan Tim Reaksi Cepat Tangani Keluhan Jalan Berlubang

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur Provinsi NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dikabarkan tengah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) guna mengoptimalkan pelayanan penanganan laporan masyarakat terkait kerusakan ringan pada ruas jalan provinsi, khususnya jalan berlubang.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi NTB, Ilham Ardiansyah, membenarkan rencana pembentukan tim tersebut. Ia menyebutkan, gagasan itu telah disampaikan gubernur kepada jajaran dinas beberapa minggu lalu.

“Nggih terkait dengan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk penanganan ruas jalan provinsi yang rusak kecil-kecil (berlubang). Niat tersebut sudah pernah disampaikan oleh pak gubernur kepada kami Dinas PUPR-PKP Provinsi beberapa minggu yang lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/3).

Menurut Ilham, pembentukan TRC saat ini masih dalam tahap penggodokan, terutama menyangkut teknis pelaksanaan tugas serta mekanisme koordinasi dengan Dinas PUPR-PKP sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan jalan.

“Rencana pembentukan Tim TRC Gubernur tersebut sedang kami diskusikan dengan Plt kepala dinas, seperti apa konsep tim tersebut nantinya. Sementara ini, bayangan kami konsepnya kurang lebih seperti tim TRC kebencanaan yang ada di BPBD,” katanya.

Ia menjelaskan, inisiatif pembentukan TRC tidak lepas dari tingginya partisipasi masyarakat dalam melaporkan kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan karena berpotensi memicu kecelakaan.

Melalui tim ini, pemerintah daerah berharap penanganan laporan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah, dan terfokus. Masyarakat nantinya juga didorong untuk melaporkan kondisi jalan melalui aplikasi yang akan terintegrasi dengan sistem kerja TRC.

“Jadi masyarakat bisa melaporkan langsung ketika terjadi kerusakan jalan melalui aplikasi. Ketika laporan masuk, tim TRC segera turun ke lapangan,” jelas Ilham. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gubernur akan Bentuk Tim Reaksi Cepat Atasi Pengaduan Jalan Berlubang  “

Salah Paham Berujung Damai, Kedua Pihak Sepakat Selesaikan Secara Kekeluargaan

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kecamatan Mataram bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) memastikan peristiwa yang sempat ramai di media sosial dan diduga sebagai konflik antarwarga di Lingkungan Petemon, Kelurahan Pagutan, dan Lingkungan Presak Timur, Kelurahan Pagutan Timur, telah diselesaikan secara damai melalui proses mediasi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Mataram, Budi Wartono, menjelaskan mediasi antara pihak-pihak yang berselisih telah dilakukan dan menghasilkan kesepakatan damai yang disetujui kedua belah pihak.

“Alhamdulillah, sekitar pukul 11.00 Wita kami bersama Kapolsek Mataram dan Danramil sudah menyelesaikan mediasi akhir. Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang ditandatangani kedua pihak dan disaksikan tokoh masyarakat, pemerintah kelurahan, serta pihak kecamatan. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan tidak ada lagi gesekan atau potensi konflik lanjutan seperti yang sempat beredar di media sosial.

Menurut Budi, informasi yang berkembang di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menegaskan, peristiwa yang terjadi pada Minggu (22/3/2026) tersebut murni merupakan kesalahpahaman personal antara dua pemuda dan tidak melibatkan kelompok masyarakat maupun membawa nama wilayah.

“Ini hanya kesalahpahaman antara anak muda dengan anak muda. Tidak ada keterlibatan orang tua, tokoh masyarakat, atau membawa nama lingkungan seperti yang ramai diberitakan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, insiden bermula dari senggolan di jalan yang kemudian memicu cekcok hingga terjadi kontak fisik. Namun, situasi tersebut segera ditangani oleh tokoh setempat dan aparat sehingga tidak meluas menjadi konflik yang lebih besar.

Budi yang juga menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram menyebutkan, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, turut memfasilitasi proses perdamaian bersama Kapolresta Mataram. Melalui mediasi tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa melanjutkan ke ranah hukum.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, karena dapat memicu kesalahpahaman serta mengganggu situasi yang sudah kondusif.

“Kami berharap masyarakat tidak menyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta. Kemarin kami juga langsung membuat rilis untuk meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kegaduhan,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Salah Paham Berujung Damai  “

Puncak Arus Balik Lebaran, Titik Rawan di NTB Dapat Perhatian Khusus

Mataram (globalfmlombok.com) – Puncak arus balik libur Lebaran 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) diperkirakan berlangsung pada 24 hingga 29 Maret 2026. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB melakukan pengamanan intensif sejak awal arus balik hingga 30 Maret 2026.

Kepala Dishub NTB, Ervan Anwar, mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus pada sejumlah titik rawan bencana dan kecelakaan di wilayah NTB. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dishub kabupaten/kota serta berbagai instansi terkait.

“Pastinya ada perhatian khusus terhadap titik rawan bencana maupun rawan kecelakaan. Kita juga bekerja sama dan berkoordinasi dengan kabupaten/kota karena unsur yang terlibat dalam pengamanan angkutan Lebaran dari pusat sampai daerah,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Sejumlah titik yang berpotensi mengalami kemacetan di antaranya kawasan pusat perbelanjaan, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Kayangan, serta Terminal Mandalika. Sementara itu, wilayah rawan bencana meliputi kawasan Pusuk di Kabupaten Lombok Utara, Sembalun di Lombok Timur, serta Nanga Tumpu di Kabupaten Dompu.

Dishub NTB juga menyiapkan posko pengamanan di sejumlah titik vital. Selain itu, pemerintah memberlakukan pembatasan operasional kendaraan besar seperti truk dan tronton, yang hanya diizinkan melintas pada pukul 00.00 hingga 06.00 Wita.

“Jika ditemukan melanggar, kendaraan akan dihentikan. Pengaturan ini untuk mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus balik,” kata Ervan.

Kepadatan juga mulai terlihat di sejumlah pelabuhan di NTB, terutama di Pulau Lombok seperti Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Kayangan, yang dilaporkan telah penuh sejak H+2 Lebaran.

General Manager ASDP Kayangan, Erlisatya, menyebutkan pihaknya telah menyiapkan 24 armada kapal dengan 10 kapal yang beroperasi setiap hari, masing-masing lima dari Kayangan dan lima dari Poto Tano. Sementara itu, di Pelabuhan Lembar disiapkan sekitar 20 kapal untuk melayani penyeberangan selama arus balik.

Di sisi lain, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan kepada seluruh perusahaan otobus agar tidak menaikkan tarif tiket melebihi batas atas yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, perbedaan harga tiket yang terjadi di lapangan lebih disebabkan oleh variasi layanan bus serta mekanisme pembelian melalui pihak ketiga.

“Banyak pembeli yang tidak membeli langsung melalui perusahaan bus, tetapi melalui pihak ketiga. Di situlah potensi masalah bisa muncul,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan di terminal saat ini diperketat. Pemerintah bersama aparat penegak hukum juga akan menertibkan praktik penjualan tiket oleh oknum yang menaikkan harga di luar ketentuan, guna melindungi masyarakat dari praktik yang merugikan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus balik Lebaran di NTB dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali.(*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Puncak Arus Balik, Titik Rawan di NTB Dapat Perhatian Khusus

Pendakian Gunung Rinjani 1–4 April 2026 Ludes Terjual

Mataram (globalfmlombok.com) – Kuota pendakian ke Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pada 1–4 April 2026 dilaporkan ludes terjual. Seluruh tiket yang dibuka melalui aplikasi E-Rinjani terpantau berstatus quota exceeded atau melebihi kapasitas yang tersedia.

Enam jalur pendakian yang telah terisi penuh tersebut meliputi jalur Senaru dan Torean di Kabupaten Lombok Utara, jalur Sembalun, Timbanuh, dan Tetebatu di Kabupaten Lombok Timur, serta jalur Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Budhy Kurniawan, mengatakan lonjakan pemesanan terjadi setiap hari, dengan mayoritas pendaki berasal dari wisatawan domestik.

Berdasarkan data per Senin (23/3/2026), ratusan pendaki telah mengamankan kuota pada masing-masing hari. Pada 1 April, kuota sebanyak 219 orang telah terpenuhi, terdiri dari 181 pendaki domestik dan 38 pendaki mancanegara.

Kondisi serupa juga terjadi pada 2 hingga 4 April, dengan jumlah pendaki rata-rata di atas 200 orang per hari. Secara rinci, pada 2 April tercatat 222 pendaki (189 domestik dan 33 mancanegara), 3 April sebanyak 222 pendaki (195 domestik dan 27 mancanegara), serta 4 April sebanyak 207 pendaki (189 domestik dan 18 mancanegara).

Dengan demikian, total pendaki yang telah memesan tiket untuk periode tersebut mencapai 870 orang.

“Ini total semua yang booking di enam jalur pendakian. Dan yang paling diminati tetap jalur Sembalun,” ujar Budhy.

BTNGR sebelumnya telah membuka pemesanan tiket pendakian secara daring sejak 6 Maret 2026 melalui aplikasi E-Rinjani. Sistem ini diterapkan untuk mengatur jumlah kunjungan sekaligus menjaga kelestarian kawasan taman nasional.

Budhy mengimbau calon pendaki yang belum mendapatkan kuota agar menjadwalkan ulang rencana pendakian dan melakukan pemesanan lebih awal untuk periode berikutnya. Ia juga menekankan pentingnya mematuhi aturan serta prosedur pendakian demi keselamatan dan menjaga kelestarian ekosistem Gunung Rinjani. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pendakian Rinjani 1-4 April 2026 Ludes Terjual