Beranda blog Halaman 106

Proses Hukum Kasus Tambang Emas Ilegal Mandek, Penanganan Dinilai Jalan di Tempat

Mataram (globalfmlombok.com) – Proses pengusutan kasus tambang emas ilegal di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, dilaporkan berjalan di tempat. Penanganan perkara yang berada di bawah Direktorat Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup (LH) hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Gakkumhut Pos NTB, Muhammad Ihwan, mengungkapkan bahwa Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sebelumnya telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi NTB. Namun, karena tidak ada tindak lanjut, berkas tersebut dikembalikan ke pihak Gakkum LH.

“Karena tak ada perkembangan, jadi dikembalikan. Zonk perkembangan kasusnya. Tidak ada tindak lanjut,” ujar Ihwan, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, penanganan perkara tambang ilegal saat ini berada di bawah kewenangan Gakkum LH, seiring dengan pemisahan antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup. Proses penyidikan mengacu pada dugaan pelanggaran pidana lingkungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Tidak lagi di Kehutanan. Jadi, prosesnya masih menggunakan pasal yang lama,” katanya.

Meski demikian, Ihwan memastikan bahwa penyidikan belum dihentikan. Hingga saat ini belum ada Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang diterbitkan, sehingga proses hukum secara administratif masih berjalan.

Dalam penyelidikan sebelumnya, tim Gakkum LH menemukan indikasi penggunaan bahan kimia berbahaya seperti sianida dan merkuri dalam aktivitas pengolahan emas di kawasan tersebut. Sejumlah pihak juga telah dimintai keterangan, termasuk perwakilan perusahaan PT Indotan Lombok Barat Bangkit serta pihak terkait lainnya.

Kasus ini sebelumnya juga menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memasang plang di lokasi tambang ilegal Sekotong pada 4 Oktober 2024, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB serta Balai Gakkum LHK Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Berdasarkan data Dinas LHK NTB, terdapat 25 titik tambang ilegal di wilayah Sekotong dengan luas mencapai 98,19 hektar. Aktivitas tambang tersebut diperkirakan menghasilkan omzet hingga Rp90 miliar per bulan atau sekitar Rp1,08 triliun per tahun, berdasarkan perhitungan dari tiga titik stockpile di kawasan itu.

Hingga kini, publik masih menunggu kepastian hukum atas aktivitas tambang ilegal tersebut, termasuk langkah tegas aparat dalam menindak pelaku serta memulihkan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Proses Hukum Kasus Tambang Emas Ilegal Jalan di Tempat “

Realisasi Program Desa Berdaya 2026, Pemprov NTB Kucurkan Anggaran Rp128 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan anggaran sebesar Rp128 miliar untuk merealisasikan program Desa Berdaya pada 2026. Program unggulan Gubernur H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) itu menyasar ratusan desa dengan skema pemberdayaan tematik dan transformatif.

Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti, Senin (13/4/2026), menjelaskan, anggaran tersebut diperuntukkan bagi 256 desa tematik serta 40 desa kategori miskin ekstrem. Khusus untuk desa miskin ekstrem, Pemprov mengalokasikan dana sebesar Rp76,8 miliar.

“Belum lagi yang transformatif yang menyentuh kepala keluarga. Jadi hampir sekitar Rp128 miliar Pemprov gelontorkan dana tahun ini saja untuk masyarakat desa,” ujarnya.

Ia merinci, 256 desa tematik masing-masing akan menerima insentif Rp300 juta. Sementara desa miskin ekstrem mendapatkan Rp500 juta per desa, dengan rincian Rp300 juta untuk pemerintah desa dan Rp200 juta dalam bentuk bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).

“Ini SK-nya baru naik ke Pak Gubernur untuk 256 desa yang akan teralokasi Rp300 juta. Yang Rp500 juta itu adalah desa miskin ekstrem yang kita sudah klasterkan 40 desa dulu tahun ini,” jelasnya.

Dana insentif Rp300 juta bagi desa tematik akan difokuskan pada tiga sektor utama, yakni ketahanan pangan, pariwisata, dan pengelolaan sampah atau lingkungan. Pemerintah desa diberikan keleluasaan menentukan prioritas penggunaan anggaran melalui musyawarah desa.

“Jadi kepala desa bisa mendesain RAB sesuai kebutuhan desa. Mau difokuskan pada satu sektor atau dibagi ke tiga sektor, itu hasil musyawarah,” katanya.

Sementara itu, bantuan RTLH sebesar Rp200 juta per desa untuk kategori miskin ekstrem akan menyasar 10 kepala keluarga per desa. Dengan demikian, total 400 rumah akan diintervensi pada tahun ini.

“Jadi satu desa hanya 10 rumah dulu sesuai kemampuan fiskal. Dikali 40 desa berarti 400 rumah yang kita tangani tahun ini,” ungkap Nelly.

Ia menambahkan, penyaluran anggaran dilakukan secara langsung ke desa. Namun, pemerintah desa harus terlebih dahulu menyesuaikan administrasi pendapatan dalam APBDes agar penyaluran dapat dilakukan.

Selain itu, Pemprov NTB juga menyiapkan sistem pengawasan ketat melalui kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pengawasan dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan pemerintah desa.

“Yang jelas akan ada MoU dengan BPKP untuk pengawasan, tidak hanya Desa Berdaya tetapi juga program unggulan lainnya,” tegasnya.

Pemprov NTB mencatat terdapat 106 desa miskin ekstrem yang membutuhkan intervensi. Penanganan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah, dimulai dengan 40 desa pada tahun ini.

Di sisi lain, pemerintah menargetkan sebanyak 1.166 desa akan mendapatkan intervensi program Desa Berdaya hingga 2029. Untuk tahun 2026, ditargetkan 256 desa dapat direalisasikan, bergantung pada kesiapan masing-masing desa.

“Duitnya sudah tersedia dari APBD murni, jadi tidak menunggu perubahan. Dalam waktu dekat desa-desa akan segera kami panggil,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Realisasi Desa Berdaya 2026, Pemprov NTB Gelontorkan Rp128 Miliar “

Evaluasi Mudik 2026, Abdul Hadi Sorot Terminal Mandalika, Jalan Rusak hingga Calo Tiket Pelabuhan

Jakarta (globalfmlombok.com)

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, H. Abdul Hadi, menyoroti pentingnya pembenahan fasilitas umum transportasi, khususnya terminal dan pelabuhan, dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, serta Basarnas di Gedung DPR RI, Senin (13/4/2026).

Rapat kerja tersebut digelar untuk membahas evaluasi pelaksanaan infrastruktur dan layanan transportasi arus mudik dan balik lebaran tahun 2026.

Dalam rapat tersebut, Abdul Hadi menilai banyak terminal yang belum berfungsi optimal, meskipun secara fisik telah tersedia. Ia mencontohkan kondisi Terminal Mandalika, NTB yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.

Menurut anggota DPR RI Dapil NTB II (Pulau Lombok) ini, berdasarkan keluhan para sopir angkutan umum, kondisi terminal masih semrawut. Para sopir mengaku kebingungan terkait titik naik dan turun penumpang, termasuk bagi bus antarprovinsi.

“Saya kemudian bertanya ke sopir-sopir umum, yang kebetulan banyak sabahabt saya, bagaimana catatan kalian terhadap terminal kita?, ternyata jawaban mereka : krodit. Nggak jelas dimana kami harus menaikkan dan dimana menurunkan penumpang,” ujar Abdul Hadi.

Sehingga ia mendorong pemerintah untuk melakukan pembenahan fasilitas umum di terminal, sehingga dapat menunjang operasional transportasi secara lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Selain itu, Abdul Hadi turut menyoroti persoalan kepadatan di sejumlah pelabuhan. Ia mengungkapkan adanya laporan masyarakat terkait kesulitan mendapatkan tiket, yang diduga dipicu praktik percaloan.

Menurut dia, persoalan ini sebelumnya telah disampaikan dalam rapat terdahulu dan perlu segera ditindaklanjuti. “Kami berharap ke depan ada langkah konkret untuk mengantisipasi praktik percaloan tiket di pelabuhan,” katanya.

Jalan Rusak dan Berlubang Jadi Catatan

Abdul Hadi, juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang masih dikeluhkan masyarakat. Ia menyebut, masih banyak ruas jalan yang rusak dan berlubang, khususnya di luar jalan tol.

Menurut dia, untuk jalan tol, pemerintah telah memiliki standar pelayanan minimal (SPM) sehingga kualitasnya relatif lebih terjaga. Namun, persoalan justru banyak ditemukan pada jalan non-tol.

“Kalau jalan tol saya kira sudah ada standar pelayanannya dan terus membaik. Tapi yang menjadi catatan kami adalah jalan di luar tol, bahkan di luar kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, yang kondisinya masih memprihatinkan. Jalan-jalan tersebut dinilai belum mendapatkan penanganan optimal sehingga berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pengguna.

Karena itu, Abdul Hadi mendorong adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan, khususnya jalan provinsi dan kabupaten yang mengalami kerusakan. Ia menegaskan, perbaikan jalan menjadi hal mendesak karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.(ris)

Gubernur NTB Paparkan Strategi Ketahanan Pangan hingga Pengentasan Kemiskinan di Tim PKDN Sespimti Polri

Mataram (globalfmlombok.com)– Gubernur NTB  H. Lalu Muhamad Iqbal memaparkan saat ini Pemprov NTB memfokuskan pembangunan pada tiga agenda besar, dengan prioritas utama yakni ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan hingga menjadikan NTB menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Berkaca pada tingkat kemiskinan di NTB berada di angka 12 persen, dengan 2 persen tergolong miskin ekstrem atau sekitar 114 ribu jiwa yang tersebar di 106 desa. Menjadi alasan Pemprov NTB mencari jalan keluar untuk pengentasannya salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan.

“Permasalahan kemiskinan menjadi akar dari berbagai persoalan di NTB. Sekitar 60 persen masyarakat berprofesi sebagai petani, sehingga penguatan sektor pertanian menjadi kunci utama. Termasuk yang saat kami lakukan ada namanya program desa berdaya,” jelas Gubernur Iqbal saat audiensi bersama tim Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Serdik Sespimti Polri  di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026).

Selanjutnya pada sektor pertanian, gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu, menjelaskan NTB saat ini tercatat sebagai salah satu penghasil jagung terbesar di Indonesia, sementara produksi berasnya masuk dalam 10 besar nasional. Untuk upaya peningkatan produktivitas serta ketahanan pangan terus dilakukan melalui revitalisasi sistem irigasi.

“Saat ini, kami melakukan optimalisasi lahan (Oplah), hasilnya sekitar 14 ribu hektare lahan telah mendapatkan pengairan, yang memungkinkan petani melakukan panen hingga tiga sampai empat kali dalam setahun,” terangnya.

Di sisi lain, upaya Pemprov NTB untuk tetap menjadi produsen jagung terbesar terus didukung, namun harus tetap mempertimbangkan dampak yang lainnya seperti penyediaan lahan tanam tidak harus merusak hutan. Oleh karena itu dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, menawarkan solusi yakni melalui penerapan sistem tumpang sari.

“Yang sudah terlanjur mungkin susah. Lahan yang belum ditanami jagung kita diarahkan untuk ditanami pohon penopang seperti tanaman buah guna menjaga struktur tanah dan keseimbangan ekosistem,” jelas Gubernur Iqbal.

Pada bagian lain, ujarnya, NTB menyebut sebagai produsen jagung yang besar harus dibarengi dengan langkah yang berkesinambungan melalui industrialisasi, agar efek sebagai produsen dirasakan langsung ke masyarakat bukan hanya diekspor keluar. Sebagai bentuk dukungan terhadap industrialisasi pertanian, Pemprov NTB telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. dengan nilai investasi senilai Rp1,3 triliun.

“Kita sudah ada MoU bersama Kementan untuk pengembangan industri jagung, termasuk penyediaan pangan hingga sektor pakan,” tambahnya.

Selain itu, sektor pariwisata juga terus dikembangkan untuk menjadikan destinasi wisata yang berkelas dunia, tentunya melalui perbaikan sarana hingga sistem tata kelola di setiap destinasi unggulan. Saat ini sudah ada tujuh destinasi wisata berstandar internasional, dan untuk tahun ini, tiga destinasi lainnya sedang dalam tahap pengembangan.

Sebelumnya perwakilan Tim Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Serdik Sespimti Polri  Irjen Pol. Drs. Agus Djaka Santoso mengungkapkan bahwa kunjungannya bertujuan menggali potensi serta karakteristik daerah sebagai bagian dari penguatan kebijakan nasional yakni “Ketahanan Pangan dalam mendukung Indonesia Emas”.

“Kami ke sini, ingin melihat potensi hingga strategi pembangunan daerah khususnya di sektor pangan serta kesejahteraan masyarakat,” jelas Widiaswara Kepolisian Utama Tingkat I pada Sekolah Tinggi Pimpinan Polri itu.

Kegiatan PKDN Sespimti Polri ini sendiri dilaksanakan di enam wilayah kepolisian daerah termasuk Polda NTB dan diikuti 57 peserta didik. Selanjutnya dengan PKDN ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara peserta didik dengan pemerintah daerah, sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas. (r/ham)

Wamen Dikdasmen Pastikan Sekolah Rakyat Ditopang Guru Berkualitas

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, memastikan program Sekolah Rakyat ditopang oleh tenaga pendidik berkualitas guna menjamin mutu pembelajaran bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Penegasan tersebut disampaikan saat kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama 18 Lombok Barat, Senin (13/4/2026). Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menghadirkan kualitas pembelajaran yang optimal.

“Sekolah Rakyat hadir ditopang oleh guru-guru yang berkualitas agar anak-anak mendapat pembelajaran terbaik,” ujarnya.

Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap program tersebut, termasuk melalui penyediaan guru berkualitas dan pembinaan berkelanjutan.

Pembinaan dilakukan melalui unit pelaksana teknis (UPT) di daerah, seperti Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, guna menjaga dan meningkatkan mutu pembelajaran secara konsisten.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Fajar juga memastikan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan optimal, termasuk keterlibatan UPT di bawah Kemendikdasmen maupun Kementerian Sosial yang turut mengelola Sekolah Rakyat.

Selain berdialog dengan guru, ia juga berbincang langsung dengan para siswa mengenai pengalaman belajar, cita-cita, serta pandangan mereka terhadap Sekolah Rakyat. Para siswa mengaku terbantu dengan adanya program tersebut karena memberikan akses pendidikan gratis dengan fasilitas yang memadai.

Suasana dialog berlangsung hangat ketika salah seorang siswa menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto atas hadirnya program Sekolah Rakyat. Mereka menilai program ini menjadi peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 16 Lombok Barat, Irwandi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai perhatian pemerintah menjadi motivasi bagi guru dan siswa untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dalam kesempatan itu, Wamen Fajar juga meninjau langsung asrama dan proses belajar siswa. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam menjangkau anak-anak dari kelompok desil satu dan dua agar memperoleh layanan pendidikan yang layak dan bermutu.

“Anak-anak di Sekolah Rakyat ini mendapat kesempatan yang sangat baik dari negara. Karena itu, belajarlah sungguh-sungguh dan raih cita-cita setinggi mungkin,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Wamen Dikdasmen Pastikan Sekolah Rakyat Ditopang Guru Berkualitas “

Wagub NTB Buka Latsar CPNS, Tekankan Sikap Rendah Hati dan Ingat Perjuangan Orang Tua

Mataram (globalfmlombok.com) – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, membuka kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemprov NTB Angkatan VIII–X Tahun 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah NTB, Senin (13/4/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 114 peserta dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemprov NTB. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai 13 hingga 18 April 2026.

Dalam arahannya, Wagub mengingatkan seluruh peserta untuk tetap rendah hati dan bersyukur atas capaian yang diraih. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjadi aparatur sipil negara tidak terlepas dari perjuangan dan doa orang tua serta keluarga.

“Kalian sudah menjadi bagian dari ASN Pemprov NTB. Pencapaian ini tidak lepas dari perjuangan dan doa orang tua, pasangan, serta keluarga. Status boleh berubah, tetapi sikap dan kepribadian harus tetap dijaga,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, meski berasal dari latar belakang yang beragam, seluruh ASN harus memiliki tujuan yang sama dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.

“Saling mendukung antar sesama sangat penting dalam menjalankan tugas. Kita harus percaya setiap kebaikan akan membawa pada kesuksesan ke depan,” tambahnya.

Selain itu, Wagub mendorong peserta Latsar untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi. Proses pembelajaran, kata dia, tidak hanya berhenti pada pendidikan formal, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Teruslah belajar dan mengasah kemampuan. Ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier sebagai abdi negara,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan, termasuk dalam menjaga penampilan dan penggunaan atribut ASN sebagai bagian dari identitas profesi.

“Jaga kedisiplinan, termasuk penggunaan seragam ASN. Itu adalah identitas yang harus dijaga dengan baik,” katanya.

Di akhir arahannya, Wagub menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta serta mengajak untuk menjaga kebersamaan dan solidaritas.

“Jalin persaudaraan dan terus saling mendoakan. Sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan, kalianlah yang akan menjadi pemimpin,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Buka Latsar CPNS Pemprov NTB, Wagub: Harus Rendah Hati dan Ingat Perjuangan Orang Tua “

Bupati Lotim Usulkan Data Desil untuk Tekan Penyalahgunaan Elpiji Bersubsidi

Selong (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berupaya mengurai persoalan distribusi elpiji bersubsidi yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Berbagai langkah dilakukan untuk menekan indikasi penyalahgunaan, termasuk usulan penggunaan data desil sebagai acuan distribusi.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, mengusulkan agar pemerintah pusat menggunakan standar desil berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam penyaluran elpiji 3 kilogram. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Pertamina Patra Niaga, agen, dan perwakilan pangkalan, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, penggunaan data desil menjadi solusi jangka panjang untuk memastikan distribusi subsidi benar-benar menyasar masyarakat yang berhak.

“Tabung gas ini sudah jelas diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Kita ingin distribusinya benar-benar tepat sasaran. Ini salah satu upaya untuk menyelesaikan distribusi yang tidak tepat,” tegasnya.

Bupati juga meminta agen tetap menyalurkan elpiji secara normal guna menjaga stabilitas pasokan. Selain itu, Pemkab akan memperkuat koordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Ia mengingatkan agar agen tidak mengurangi jatah pangkalan dan tetap menyalurkan sesuai ketentuan. Kelangkaan yang terjadi sejak akhir Ramadan, menurutnya, juga dipicu kepanikan masyarakat yang membeli secara berlebihan, meskipun isu kekurangan pasokan dinilai tidak sepenuhnya benar.

Tim Satgas Elpiji yang telah dibentuk sebelumnya juga menemukan adanya penggunaan elpiji 3 kg tidak sesuai peruntukan, termasuk oleh pelaku usaha yang seharusnya menggunakan elpiji nonsubsidi.

Untuk mengatasi kondisi saat ini, Bupati berharap Pertamina dapat melakukan penambahan distribusi atau extra dropping guna meredam kepanikan di masyarakat. Langkah tersebut akan dibarengi pengawasan ketat oleh satgas.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, menyampaikan bahwa pihaknya bersama satgas telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi serta menggelar operasi pasar.

Menurutnya, alokasi elpiji saat ini sudah melebihi penyaluran normal sehingga diharapkan kondisi segera stabil. Ia juga menegaskan bahwa isu tersendatnya pasokan tidak sepenuhnya benar.

Dari sisi distribusi, Sales Branch Manager Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga, Tommy Wisnu Ramdan, menyebutkan bahwa penyaluran elpiji di Lombok Timur pada 1–14 April mencapai 40.556 tabung per hari, termasuk tambahan sekitar 5.000 hingga 6.000 tabung per hari.

Di lapangan, agen juga terus mengimbau masyarakat agar membeli sesuai kebutuhan. Namun, fenomena pembelian berlebih, termasuk membeli tabung sekaligus isi, masih terjadi.

Selain itu, ditemukan pula penggunaan elpiji subsidi oleh sektor usaha seperti kandang ayam dan dapur program tertentu, yang seharusnya tidak menggunakan gas bersubsidi.

Pemerintah daerah berharap dengan penguatan pengawasan dan penerapan skema berbasis data desil ke depan, distribusi elpiji subsidi dapat lebih tepat sasaran dan tidak lagi menimbulkan polemik di masyarakat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Bupati Lotim Tekan Penyalahgunaan Elpiji Bersubsidi, Usulkan Penggunaan Data Desil “

Pengawasan WFH ASN Pemprov NTB Diperketat

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperketat pengawasan pelaksanaan skema Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan yang diterapkan setiap Jumat ini diharapkan tetap menjaga kinerja dan kualitas pelayanan publik.

Kepala Biro Organisasi Setda NTB, Ahmadi, menegaskan bahwa penerapan WFH tidak boleh menurunkan performa ASN, khususnya dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

“Ini kan filosofinya dalam rangka kita menghemat penyelenggaraan perkantoran. Apalagi pelayanan umum juga tidak boleh berubah, baik kualitas maupun kuantitasnya,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, evaluasi terhadap pelaksanaan WFH akan dilakukan secara berkala setiap bulan. Hal ini untuk memastikan efektivitas kebijakan sekaligus mengukur tingkat efisiensi yang dihasilkan.

“Dalam satu bulan ini kita evaluasi dulu pelaksanaannya, terutama kinerja mereka, apakah terjadi penurunan atau tetap optimal. Kalau kurang, tentu pengawasannya akan kita perketat lagi,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan WFH melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Biro Hukum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Biro Organisasi.

Langkah ini dilakukan agar pengawasan berjalan menyeluruh dan memastikan ASN tetap bekerja secara optimal meski dari rumah.

Terkait efisiensi anggaran, Ahmadi menyebut hasilnya belum dapat dipastikan dalam waktu singkat. Penghematan baru bisa terlihat setelah satu bulan pelaksanaan, terutama dari tagihan operasional perkantoran.

“Biasanya penghematan itu terlihat dari tagihan bulanan. Jadi kita evaluasi setelah satu bulan, tidak bisa mingguan,” jelasnya.

Ia juga memperkirakan ribuan ASN, khususnya eselon III dan IV di lingkup Pemprov NTB, terlibat dalam skema WFH ini. Namun, jumlah pastinya masih dalam pendataan.

Ke depan, penerapan WFH akan terus disempurnakan agar lebih proporsional dan sesuai dengan jenis pekerjaan masing-masing ASN.

“Ini masih tahap awal, ke depan akan kita sesuaikan lagi jenis pekerjaan yang memang cocok dilaksanakan secara WFH. Tapi tetap kita pantau pelaksanaannya,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pengawasan WFH bagi ASN Pemprov NTB Diperketat “

Pemprov NTB Bantah Isu, Sekda Abul Chair Tidak Pernah Klaim Cucu Gubernur Pertama

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, tidak pernah menyampaikan atau mengklaim dirinya sebagai cucu dari Gubernur pertama NTB, Raden Ario Muhammad Ruslan Tjakraningrat.

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di ruang publik dan sejumlah pemberitaan yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menyatakan bahwa informasi tersebut tidak bersumber dari pernyataan Sekda NTB.

“Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa Bapak Sekda Abul Chair tidak pernah menyampaikan kepada siapa pun, termasuk kepada media, bahwa dirinya merupakan cucu dari Gubernur pertama NTB,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemprov NTB juga telah menerima klarifikasi dari pihak keluarga Gubernur pertama NTB terkait garis keturunan yang bersangkutan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa Raden Ario Muhammad Ruslan Tjakraningrat memiliki keturunan langsung dari tiga orang anak, yang kemudian melahirkan garis cucu dari keluarga tersebut. Penjelasan ini menjadi rujukan dalam memastikan ketepatan informasi yang beredar di masyarakat.

Dengan demikian, informasi yang menyebutkan Sekda NTB sebagai cucu Gubernur pertama NTB dinilai tidak tepat dan perlu diluruskan. Pemprov NTB juga memastikan tidak mengetahui asal-usul penyebutan tersebut, serta menegaskan bahwa hal itu bukan berasal dari pernyataan resmi yang bersangkutan.

“Yang perlu kami sampaikan adalah pentingnya merujuk pada informasi yang terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik,” tambahnya.

Melalui klarifikasi ini, Pemerintah Provinsi NTB mengajak seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk menjadikan informasi resmi sebagai rujukan bersama guna menghindari simpang siur informasi.

Pemprov NTB juga menyampaikan apresiasi atas perhatian berbagai pihak terhadap akurasi informasi, serta berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri perbedaan persepsi yang berkembang di tengah masyarakat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemprov NTB Tegaskan Sekda Abul Chair Tidak Pernah Mengklaim sebagai Cucu Gubernur Pertama “

Label Gizi Berwarna Mulai Disosialisasikan, BBPOM Mataram Dorong Konsumsi Sehat

Mataram (globalfmlombok.com)Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Mataram mulai mengintensifkan sosialisasi kebijakan pelabelan gizi terbaru guna menekan angka penyakit tidak menular (PTM), khususnya di Nusa Tenggara Barat.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) melalui sistem informasi gizi yang lebih mudah dipahami masyarakat.

Kebijakan tersebut tertuang dalam rancangan revisi Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan yang telah ditandatangani Kepala BPOM, Taruna Ikrar. Salah satu poin utama dalam aturan ini adalah penerapan sistem Nutri-Level pada bagian depan kemasan pangan olahan atau front of pack nutrition labelling (FOPNL).

Melalui sistem tersebut, produk pangan akan diklasifikasikan berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemak dalam empat kategori, mulai dari A hingga D. Setiap kategori dilengkapi indikator warna, dari hijau tua yang menandakan kandungan rendah hingga merah yang menunjukkan produk perlu dibatasi konsumsinya.

Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abasi, menilai kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam membantu masyarakat NTB lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman sehari-hari, terutama di tengah meningkatnya kasus PTM seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

“Kehadiran label Nutri-Level akan memudahkan masyarakat memahami kandungan gizi produk secara cepat, sehingga bisa menjadi dasar dalam menentukan pilihan konsumsi yang lebih sehat,” ujarnya.

Pada tahap awal, penerapan Nutri-Level akan difokuskan pada produk minuman. Kebijakan ini juga akan diberlakukan secara bertahap, dimulai dari skema sukarela bagi pelaku usaha sebelum nantinya menjadi kewajiban.

Di daerah, BBPOM Mataram mengambil peran aktif untuk memastikan kebijakan ini berjalan optimal. Sejumlah langkah telah disiapkan, mulai dari sosialisasi kepada pelaku usaha dan masyarakat, pendampingan teknis bagi industri pangan olahan, hingga penguatan pengawasan terhadap pelabelan produk di pasaran.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan pelaku usaha di NTB dapat beradaptasi dengan baik, sementara masyarakat semakin sadar pentingnya pola konsumsi sehat. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam menekan laju PTM serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di daerah. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Label Gizi Berwarna pada Produk Makanan dan Minuman Segera Berlaku “