BerandaBerandaWarga Harapkan Normalisasi Sungai, Wali Kota Bima Tinjau Permukiman Terdampak Banjir di...

Warga Harapkan Normalisasi Sungai, Wali Kota Bima Tinjau Permukiman Terdampak Banjir di Lampe

Kota Bima (globalfmlombok.com) – Di tengah turunnya hujan, Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E, meninjau langsung permukiman warga RT 06 Kelurahan Lampe yang terdampak banjir pada Senin (10/11). Dalam kunjungan tersebut, Rahman mendengarkan secara langsung keluhan dan harapan warga yang menjadi korban luapan Sungai Lampe.

Dalam dialog dengan Wali Kota, warga menyampaikan keprihatinan mereka terhadap kondisi sungai yang semakin mengancam pemukiman. Mereka berharap pemerintah segera melakukan pengerukan dan normalisasi Sungai Lampe agar aliran air kembali lurus dan tidak lagi mengarah ke rumah-rumah warga.

“Sungainya sudah makin dekat ke rumah, tanah di pinggir sudah banyak yang longsor. Kami harap segera dilakukan pengerukan supaya airnya lurus dan tidak menabrak pemukiman,” ujar salah seorang warga, Abdul Faid.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Rahman menegaskan bahwa Pemkot Bima bersama instansi terkait akan segera menindaklanjuti permintaan warga. Selain itu ia juga meminta Dinas Sosial bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk menyiapkan dapur umum di area tersebut sebagai langkah antisipasi, mengingat musim hujan belum mencapai puncaknya.

“Kalau melihat kondisi seperti ini, ketika status menjadi Siaga III. Tolong tetap di sini bersama Tagana untuk persiapan dapur umum. Kalau nanti statusnya sudah darurat bencana, langsung bekerja,” tegas Rahman.

Dalam momen tersebut, Wali Kota Rahman juga menyerahkan bantuan dana dan logistik kepada sejumlah warga yang terdampak banjir di RT 06 Kelurahan Lampe. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang rumah dan lahannya mengalami kerusakan akibat banjir.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menghadapi musim hujan yang masih berpotensi menimbulkan bencana. Ia mengingatkan agar pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan tanpa henti.

Rahman juga menjelaskan bahwa intervensi terhadap rumah warga yang hanyut baru bisa dilakukan setelah penanganan sungai rampung. Hal itu karena normalisasi Sungai Lampe akan menjadi dasar perbaikan infrastruktur permukiman di sekitarnya.

“Kalau nanti setelah penanganan (sungai) ini (dengan Program NUFReP dan JICA) baru diintervensi rumah, kalau memang masih ada lahannya,” katanya.

Sebagai informasi, Sungai Lampe termasuk dalam program proyek NUFReP (National Urban Flood Resilience Project) yang didukung oleh JICA (Japan International Cooperation Agency). Program ini bertujuan memperkuat ketahanan kota terhadap banjir melalui perbaikan dan pengendalian aliran sungai di kawasan rawan bencana.

Dari hasil pemantauan lapangan, banjir di RT 06 Lampe mengakibatkan sejumlah gang dan lahan pertanian rusak parah. Satu akses jalan warga dengan lebar 3 hingga 5 meter hanyut terbawa arus, sementara lahan sawah seluas sekitar 12 meter juga ikut tergerus banjir.

Sementara itu, Pemkot Bima terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana. Penjabat Sekda Kota Bima, Hj. Mariamah, dalam rapat koordinasi tanggap bencana menegaskan pentingnya sinergi antara perangkat daerah, masyarakat, dan BMKG untuk memperkuat kesiapsiagaan di setiap wilayah.

“TSBK di setiap kelurahan harus diaktifkan kembali dan koordinasi dengan BMKG perlu diperkuat. Kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD, tapi gerakan bersama,” ujarnya. (hir)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI