Bayan (globalfmlombok.com) —
Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen menjadikan kawasan Bayan sebagai salah satu sentral budaya di daerah ini. Bahkan, pemerintah daerah secara khusus mendorong agar Bayan sebagai sebuah ekosistem kebudayaan yang utuh dapat diajukan sebagai warisan dunia (world heritage).
Kepala Dinas Kebudayaan NTB, M. Ihwan, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk mengembangkan NTB sebagai kawasan strategis kebudayaan.
“Kita ingin kembangkan NTB sebagai kawasan strategis kebudayaan, dan salah satu sentral budaya di NTB adalah Bayan. Kita mendorong Bayan sebagai sebuah ekosistem bisa diajukan sebagai warisan dunia, selain warisan-warisan lainnya di lingkar Rinjani selatan, timur, di pusatnya di Kota Mataram, hingga menyeberang ke Pulau Sumbawa yang jenis dan potensinya berbeda,” ujar Ihwan di sela kegatan “Jelajah Bayan: Menyusuri Alam, Mengenal Kearifan Lokal” yang digelar pada Sabtu (24/10/2026).
Menjaga Keaslian Tanpa “Mewisatakan” Berlebihan
Ihwan menegaskan, dorongan ini sejalan dengan arahan Gubernur agar Bayan dapat melangkah terdepan dalam perlindungan budaya. Prinsip utamanya adalah menjaga kelestarian kearifan lokal tanpa terjebak komersialisasi berlebihan yang berisiko mengikis nilai sakral budaya itu sendiri.
“Ini amanat Pak Gubernur, agar Bayan lari terdepan, tidak untuk mewisatakan budaya, karena di tempat lain sudah terlalu diwisatakan budayanya jadi hilang. Namun kita tetap menjaga kearifan lokal,” tegasnya.
Semangat pelestarian ini, lanjut Ihwan, juga didukung penuh oleh keterlibatan aktif generasi muda setempat. Menurutnya, anak-anak muda di Bayan bergerak bersama karena mereka sadar posisinya sebagai pewaris sah kebudayaan leluhur.
Ia juga berpesan agar masyarakat tidak pernah merasa malu menjadi orang NTB, mengingat kekayaan alam dan budaya yang dimiliki sangat luar biasa. “Di Bayan ini kita miliki air yang sejuk, padahal di tempat lain sedang kekeringan. Kita miliki semuanya,” tambahnya.
Harapan Pemulihan Pascakebakaran Bale Beleq
Di tengah dorongan besar untuk membawa Bayan ke kancah global, Ihwan turut menyampaikan harapan agar proses pemulihan desa adat dapat berjalan lancar. Hal ini menyusul musibah kebakaran yang sempat melanda bangunan adat penting, yakni Bale Beleq Timuk Orong di kompleks Kampu Bayan, Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara, pada Kamis (19/2/2026) lalu.
Melalui pemulihan yang tepat dan komitmen kuat dari masyarakat serta pemerintah, kawasan ekosistem budaya Bayan diharapkan terus hidup, menjadi benteng kearifan lokal, dan siap mendapat pengakuan internasional.(ris)


