BerandaBerandaBMKG: Ada Potensi Hujan di Akhir Oktober, NTB Diminta Tetap Waspada Kekeringan...

BMKG: Ada Potensi Hujan di Akhir Oktober, NTB Diminta Tetap Waspada Kekeringan Ekstrem

Mataram (globalfmlombok.com) —

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat memprakirakan adanya potensi hujan di sejumlah wilayah NTB pada dasarian III (21–31) Oktober 2026. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai ancaman kekeringan meteorologis yang masih membayangi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Forecaster on Duty BMKG Staklim NTB, Nindya Kirana dan Anggitya Pratiwi, dalam laporan analisis dinamika atmosfer dan iklim wilayah NTB terkini yang dirilis, Selasa 20 Oktober 2026.

BMKG menjelaskan bahwa pada periode 21 hingga 31 Oktober 2026, terdapat peluang curah hujan dengan intensitas di atas 20 mm/dasarian. Peluang tinggi berkisar antara 50 hingga lebih dari 90 persen berpotensi terjadi di wilayah Pulau Lombok dan Kabupaten Sumbawa Barat. Sementara itu, peluang hujan sebesar 10 hingga 70 persen diprakirakan terjadi di Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, serta sebagian wilayah Kabupaten Bima.

Meski ada potensi hujan lokal, BMKG menegaskan bahwa seluruh wilayah NTB saat ini secara resmi berada dalam periode musim kemarau. Kondisi ini diperkuat oleh fenomena El Niño level sangat kuat yang diprediksi akan bertahan hingga awal tahun 2027.

Pada dasarian II Oktober 2026, curah hujan di NTB secara dominan berada pada kategori Rendah (0–10 mm/dasarian) dengan sifat hujan seluruhnya Bawah Normal. Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) mencatat rentang menengah (11–20 hari) hingga Kekeringan Ekstrem lebih adri 60 hari.

Sehubungan dengan meluasnya wilayah yang masuk dalam Level Siaga hingga Awas akibat Hari Tanpa Hujan (HTH) yang kian memanjang, masyarakat diharapkan dapat menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih.

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk sangat waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan,”ujarnya.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI