Mataram (globalfmlombok.com)-
Pemerintah terus memperkuat kemampuan fiskal dan mendorong pemerataan pembangunan di Provinsi NTB. Hingga 30 September 2026, realisasi penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) ke NTB telah mencapai Rp12,46 triliun atau sekitar 82,75% dari total pagu anggaran.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran Wilayah II Kanwil DJPb Provinsi NTB, Adi Widiandana, menyampaikan bahwa alokasi TKD ini disalurkan melalui berbagai instrumen untuk mendukung pelayanan publik, pendidikan, hingga infrastruktur desa.
“Penyaluran TKD ini bertujuannya untuk memperkuat kemampuan fiskal serta mendorong pemerataan pembangunan di wilayah NTB,” ujar Adi Widiandana, Selasa 20 Oktober 2026.
Penyaluran anggaran TKD hingga akhir kuartal ketiga tahun 2026 mencakup beberapa komponen utama yaitu Dana Alokasi Umum (DAU) yang tekah enyerap porsi terbesar sebesar Rp8,15 triliun. Dana ini dimanfaatkan utama untuk menunjang pelayanan publik serta pembayaran gaji ASN daerah.
Selanjutnya Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik dengan realisasi mencapai Rp2,89 triliun. Fokus penggunaan dana ini disalurkan untuk: Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) bagi 10.881 sekolah serta Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang diperuntukkan bagi 43 ribu guru ASN daerah.
Sementara itu Dana Bagi Hasil (DBH) telah disalurkan sebesar Rp1,029 triliun yang didominasi oleh penerimaan di bidang Minerba serta Cukai Hasil Tembakau.
Adapun Dana Desa penyalurannya telah mencapai Rp348,8 miliar atau 98,94% dari alokasi. Dana ini dimanfaatkan langsung oleh masyarakat antara lain untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dan pembangunan fasilitas umum desa.
“DAK Fisik tersalurkan sebesar Rp36,21 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan fisik strategis, seperti sektor kesehatan, percepatan penurunan stunting melalui penyediaan air minum dan sanitasi, ketahanan pangan pertanian, hingga infrastruktur konektivitas wilayah,” terangnya.(ris)


