Mataram (globalfmlombok.com) —
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Barat memastikan harga serta ketersediaan beras di NTB relatif terkendali. Stok beras yang dikelola Bulog bahkan diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 27 bulan ke depan.
Kepastian tersebut diperoleh saat tim gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional Kebon Roek dan ritel modern di Kota Mataram, NTB, Kamis (15/10/2026). Petugas memeriksa harga jual, ketersediaan pasokan, hingga kualitas beras yang beredar di pasaran.
Hasil pemantauan menunjukkan harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras medium, serta beras premium masih berada di bawah atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras SPHP dijual pada kisaran Rp 10.500 hingga Rp 12.500 per kilogram.
Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas Rachmad Firdaus menyampaikan, pengawasan dan pemantauan pasokan pangan di NTB telah berlangsung intensif selama lebih dari satu bulan.
“Hasilnya, pasokan dan harga beras relatif terkendali. Kita bisa menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Rachmad saat ditemui di sela-sela kegiatan sidak.
Dari aspek kualitas, tim tidak menemukan beras yang rusak atau terserang hama kutu. Namun, Rachmad memberi catatan khusus terkait ditemukannya produk beras yang belum mencantumkan label mutu pangan pada kemasannya. Menurut dia, pencantuman label tersebut penting demi menjamin hak konsumen atas informasi produk.
“Memang ada dinamika sedikit pada beras premium. Masih dijumpai beras yang belum ada label mutu pangannya. Itu yang menjadi catatan perbaikan kami ke depan,” katanya.
Sementara Kepala Perum Bulog Kanwil NTB Mara Kamin Siregar menegaskan cadangan beras di NTB berada dalam kondisi sangat aman. Untuk menjaga stabilitas pasar, Bulog NTB rutin menyalurkan beras SPHP sebanyak 80 hingga 100 ton per hari, sembari terus menyerap gabah petani lokal.
“Stok yang ada saat ini mencukupi hingga 27 bulan ke depan. Di tingkat pedagang, harga SPHP masih terkendali, bahkan ada yang menjual di bawah HET,” kata Mara Kamin.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Pengawasan distribusi beras akan terus diperketat bersama Satgas Pangan dan aparat kepolisian guna memastikan kelancaran pasokan, keterjangkauan harga, serta pemenuhan standar pelabelan pangan.(ris)


