Praya (globalfmlombok.com) – Kodam XXX/Rinambora secara definitif sudah terbentuk. Namun secara struktur kelembagaan serta personalia masih dalam proses persiapan. Sebagai Kodam baru, kebutuhan personelnya cukup besar mencapai 7.000 orang. Selain melalui penempatan personel yang sudah ada, Kodam Rinambora saat ini juga telah memulai proses rekrutmen prajurit baru untuk mengisi kebutuhan personel.
Kepala Staf Korem (Kasrem) 162/Wira Bhakti (WB) Kolonel Inf. I Made Alit Yudana yang dikonfirmasi awak media di kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng) Kamis (15/10), mengatakan rekrutmen prajurit TNI untuk memenuhi personel Kodam Rinambora dilakukan melalui Kodim jajaran di wilayah NTB, baik untuk jenjang tamtaman, bintara serta perwira.
Melihat besarnya kebutuhan personel tersebut menjadi kesempatan berharga bagi warga NTB khususnya untuk bisa bergabung menjadi prajurit TNI. Dengan penempatan langsung di wilayah kerja Kodam Rinambora. “Selain jumlah yang akan diterima cukup besar, dari sisi syarat usia sekarang ditambah menjadi 26 tahun. Jadi peluang untuk diterima jauh lebih besar,” sebutnya.
Untuk proses rekrutmennya diupayakan sekaligus. Tetapi kalaupun tidak bisa kemungkinan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi yang ada. “Nanti akan dilihat, apakah bisa sekaligus atau bertahap rekrutmennya,” ujarnya.
Disinggung rencana lokasi pembangunan markas Kodam Rinambora, Made Alit mengaku sampai saat ini belum ditentukan. Meski sudah ada beberapa lokasi yang diusulkan. Termasuk beberapa lokasi di wilayah Loteng. Hanya saja belum ada yang memenuhi kriteria yang dibutuhkan.
“Salah satu lokasi yang diusulkan yakni di wilayah menuju Kuta. Kalau luas lahannya sudah memenuhi kriteria minimal 50 hektare. Namun karena kondisi lahannya yang berada wilayah perbukitan. Sehingga sampai saat ini belum diputuskan,” imbuhnya.
Dalam hal ini pihaknya sangat terbuka dengan usulan lokasi pembangunan markas Kodam, asalkan memenuhi kriteria yang ditentukan. Selain soal luasan lahan, lokasi yang diusulkan sebisa mungkin dekat dengan pusat pemerintahan serta fasilitas transportasi udara. “Nanti semua usulan lokasi yang masuk akan dicek kelayakannya,” tandas Made Alit. (kir)


