BerandaBerandaDAMRI: Shuttle Dioperasikan hingga Penonton MotoGP Sepi

DAMRI: Shuttle Dioperasikan hingga Penonton MotoGP Sepi

Mataram (globalfmlombok.com) –  Layanan angkutan penonton MotoGP Mandalika 2026 yang disiapkan Perum DAMRI bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berjalan relatif lancar selama tiga hari pelaksanaan, 9-11 Oktober 2026.

Sebanyak 118 unit shuttle bus dikerahkan untuk melayani mobilitas penonton secara gratis, baik dari sejumlah titik di Pulau Lombok menuju Sirkuit Mandalika maupun di dalam kawasan sirkuit.

General Manager (GM) Perum DAMRI Cabang Mataram, Zuryani, Senin, 12 September 2026 mengatakan, operasional shuttle bus Moto GP tahun ini berlangsung lebih lama dari jadwal kegiatan utama.

Armada mulai disiapkan sejak pukul 06.00 WITA dan layanan disesuaikan dengan kebutuhan penonton hingga kegiatan selesai. Dalam kondisi tertentu, operasional bahkan berlangsung melewati tengah malam.

“Kalau dihitung dari persiapan, kami mulai pukul 06.00 WITA. Kami berupaya memastikan kegiatan selesai dan tidak ada penonton yang tertinggal. Bahkan, kami menunggu sampai lebih dari pukul pukul 00.00 WITA. Supaya tidak ada penonton yang tersisa,” ujarnya.

Menurutnya, kelancaran layanan selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP Mandalika berada di luar perkiraan awal sejumlah pihak yang mengkhawatirkan terjadinya kepadatan lalu lintas dan penumpukan penumpang. Dengan kesiapan petugas, pengaturan penumpang, serta ketersediaan armada, berbagai kendala yang muncul dapat ditangani.

Ia menegaskan, selama operasional shuttle bus berlangsung, tidak ada kecelakaan lalu lintas yang melibatkan shuttle. Sementara itu, potensi kepadatan akibat banyaknya penumpang masih dapat dikendalikan melalui pengaturan di lapangan.

“Alhamdulillah, tidak ada insiden kecelakaan,” katanya menggambarkan evaluasi MotoGP2026.

Dari total 118 unit shuttle bus yang dioperasikan, DAMRI melibatkan armada milik perusahaan dan perusahaan otobus (PO) lokal. Sebanyak 75 unit di antaranya berasal dari operator lokal, atau sekitar 64 persen dari keseluruhan armada.

Pelibatan operator lokal menurutnya menjadi bagian penting dalam penyediaan layanan transportasi selama ajang balap motor internasional. Kebutuhan angkutan yang besar dapat dipenuhi melalui kerja sama sejumlah operator, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha transportasi di daerah untuk terlibat dalam kegiatan berskala internasional.

Zuryani memperkirakan hampir 90 persen penonton memanfaatkan layanan shuttle yang disediakan, baik dari titik keberangkatan di luar kawasan maupun untuk mobilitas di sekitar sirkuit. Sisanya menggunakan kendaraan pribadi ke sirkuit.

Tingginya kebutuhan tersebut menunjukkan pentingnya transportasi bersama dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mengendalikan kepadatan di sekitar lokasi acara.

Meski demikian, DAMRI mencatat masih ada hal yang perlu dibenahi, terutama terkait budaya antre dan keselamatan penumpang. Di tengah tingginya antusiasme penonton, sebagian penumpang masih perlu diingatkan agar mengikuti pola pengaturan yang telah disiapkan petugas dan tidak berebut saat naik ke bus.

Karena itu, edukasi kepada penonton perlu diperkuat agar mereka lebih tertib dan memahami bahwa keselamatan harus menjadi prioritas.
“Untuk tahun berikutnya, ini menjadi evaluasi kami. Penonton perlu lebih memahami pentingnya keselamatan, keamanan, dan budaya antre. Kami sudah menyiapkan pola pengaturan penumpang, sehingga tidak perlu berebut,” ujarnya.

Selain armada reguler, DAMRI juga menyiapkan layanan untuk penumpang penyandang disabilitas. Fasilitas ini disediakan untuk menjawab kebutuhan penonton yang memerlukan dukungan mobilitas khusus selama mengikuti MotoGP Mandalika.

Ia berharap, pengalaman penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 dapat menjadi dasar perbaikan layanan pada tahun mendatang. Sosialisasi mengenai titik keberangkatan, pola antrean, serta pemanfaatan shuttle bus perlu dilakukan lebih intensif agar penonton dapat mengakses transportasi dengan mudah. (bul)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI