BerandaPemerintahanNTBPenerapan MBG Model Prasamana Perlu Dipertimbangkan

Penerapan MBG Model Prasamana Perlu Dipertimbangkan

Mataram (globalfmlombok.com) –Penerapan Makan Bergizi Gratis (MBG) model prasmanan di sekolah perlu dipertimbangkan secara matang. Sistem baru yang ingin diterapkan Badan Gizi Nasional harus mempertimbangkan efektivitas pembelajaran di sekolah.

Kepala SMAN 1 Pemenang, Yusron Hadi mengatakan kesiapan tempat dan peralatan perlu menjadi atensi utama sebelum model prasmanan diterapkan. Selain itu, efektivitas waktu juga mesti dipikirkan agar program MBG tidak mengganggu proses belajar mengajar di kelas.

“Kami dengan jumlah siswa 656 orang dengan tenaga guru hanya 30 orang pasti kewalahan,” ujarnya, Jumat (9/10).

Meski demikian, Yusron menilai kedua skema baik yang langsung dikemas oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun model prasmanan, memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. “Semua punya kekurangan, tapi prasmanan akan tampak lebih layak dan aman,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 11 Mataram, Arofiq mengaku setuju dengan model prasmanan jika pertimbangannya adalah untuk memastikan menu yang disajikan lebih hangat dan segar. Namun, ia mengingatkan bahwa model prasmanan berpotensi menimbulkan ketidakadilan dalam proses pembagian makanannya.

Ia mencontohkan, siswa yang terlebih dahulu mengambil makanan bisa saja mengambil lebih dari porsi yang seharusnya, sementara yang lain berpotensi tidak kebagian. Karena itu, jika model prasmanan ini diterapkan, Arofiq menyebut perlunya pendampingan dari guru di sekolah.

“Harus didampingi oleh guru supaya kalau ada anak yang mau mengambil lebih dari normal nanti akan kita tanya,” terangnya.

Selain itu, Arofiq juga menyoroti alokasi waktu untuk penyajian dengan model prasmanan. Menurutnya, model distribusi langsung oleh SPPG saja sudah memerlukan waktu hampir setengah jam untuk siswanya yang berjumlah sekitar 100 orang.

Di sisi lain, berdasarkan siaran pers Badan Gizi Nasional (BGN), model prasmanan ini tengah diuji coba di sejumlah SPPG. Tujuannya adalah untuk menghadirkan makanan yang lebih hangat dan segar, sekaligus memperkuat pengalaman edukatif bagi para penerima manfaat.

Kepala Badan Gizi Nasinal, Sudaryono mengatakan bahwa uji coba tersebut dilakukan untuk melihat efektivitas model prasmanan dalam menjaga kualitas makanan sekaligus mengurangi jeda waktu antara proses memasak dan konsumsi. Model yang dikenal sebagai central kitchen ini sedang dikaji dan diuji coba dengan meniru sistem penyediaan makan siang di sekolah-sekolah Jepang. (sib)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI