Praya (globalfmlombok.com)-
Deputy CEO MotoGP Group/MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, di Sirkuit Mandalika, Jumat, 9 Oktober 2026 menjelaskan sejumlah isu penyelenggaraan MotoGP, termasuk perubahan format balapan mulai 2027.
Ezpeleta menegaskan, MotoGP memiliki perjanjian dengan Pemerintah Indonesia menggunakan skema kontrak lima tahun ditambah opsi lima tahun berikutnya. Dengan perjanjian tersebut, MotoGP berencana tetap hadir di Indonesia setidaknya hingga 2031.
“Kami memiliki perjanjian lima tambah lima tahun dengan Pemerintah Indonesia. Kami berencana berada di sini hingga 2031, setidaknya,” kata Ezpeleta.
Pernyataan ini menegaskan kelanjutan MotoGP di Mandalika di tengah berbagai penyesuaian yang sedang disiapkan pengelola kejuaraan untuk musim-musim mendatang.
Selain kepastian kontrak Mandalika, Ezpeleta menjelaskan perubahan format MotoGP yang direncanakan mulai 2027. Menurut dia, perubahan tersebut bukan semata-mata inisiatif penyelenggara, melainkan berangkat dari usulan sejumlah tim yang menginginkan jadwal lebih efisien tanpa menambah risiko bagi pembalap.
Ia menjelaskan, regulasi baru 2027 menjadi momentum untuk mengevaluasi format akhir pekan balapan. Salah satu tujuannya mengurangi waktu pembalap di lintasan, sekaligus membuat rangkaian sesi lebih mudah dipahami penonton dan memberikan keluaran yang lebih baik bagi mitra media.
Menurut Ezpeleta, sebagian besar aktivitas untuk mengejar waktu tercepat atau time attack sebenarnya sudah berlangsung dalam format saat ini. Karena itu, perubahan yang dirancang bukan untuk menambah beban pembalap, melainkan mengatur kembali aktivitas tersebut.
“Proposal itu datang dari tim-tim,” ujarnya.
Ia menepis anggapan bahwa format baru otomatis meningkatkan risiko cedera. Ezpeleta beralasan, jumlah upaya time attack tidak bertambah. Pembatasan jumlah ban yang dapat digunakan juga akan memengaruhi strategi pembalap ketika mengejar waktu terbaik.
Ezpeleta mengatakan komunikasi mengenai perubahan regulasi perlu diperbaiki. Ia menilai sejumlah pembalap belum sepenuhnya memahami pembatasan ban dan ketentuan time attack yang menjadi bagian dari format baru.
Terkait penghapusan sesi pemanasan (warm-up) pada Minggu pagi, Ezpeleta mengatakan perubahan tersebut juga pernah diminta oleh sejumlah pembalap. Namun, ia mengakui ada pembalap lain yang menginginkan sesi itu tetap tersedia untuk memeriksa kondisi motor sebelum balapan.
Ia menegaskan, MotoGP tetap membuka ruang evaluasi terhadap jadwal dan format kejuaraan. Masukan pembalap diharapkan disampaikan melalui tim masing-masing agar dapat dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.
Di sisi lain, Ezpeleta memastikan MotoGP tetap merencanakan penyelenggaraan Grand Prix Qatar. Namun, perkembangan situasi di Timur Tengah terus dipantau dengan mempertimbangkan keselamatan pembalap, kru, dan penonton.
Menurut dia, penyelenggara harus menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan situasi yang tidak terduga, termasuk bekerja sama dengan tim dan promotor untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman. (bul)


